cerita sex saat pijat

Saatitu juga Neneng mencengkeram punggungku keras keras dan kurasakan vaginanya menjepit penisku dengan erat sekali, matanya terbeliak sambil mendesis. Rupanya aku dan Neneng mencapai puncaknya pada saat yang bersamaan. Setelah beberapa menit diam, kurasakan Neneng pelan pelan mulai meremas-remas punggungku sambil menempelkan pipinya ke pipiku. 02:20] Cerita Sex Dewasa Sex. Missing: lesbi. Cerita Sek Mamah Selingkuh Sama Supir XNXX Movies. Watch Best Cerita Engtot Saat Pijat Porn Movies. [07:33] Berhubungan seks dengan ayah mertua sayakontol besar saat suami sedang tidur. Missing: colmek, lesbi. LayananGratis Menonton Pijat Mbah Maryono Istri Tetangga Film Bokep Terbaru dan Bokep Terlengkap dari berbagai macam negara. Streaming Video Bokep ABG , INDONESIA Viral Bokep, Nonton Bokep Skandal Artis. Janella Ooi Time Sex. HD 56:53. Kak Zavi Chindo Toge Sexy Mulus. HD 39:34. Miss Cherry Mulus TT Bulat Menggoda. HD 26:27. Kimaya Agatha CommentsOff on Cerita Sex Perselingkuhan : Istriku dan tukang Pijat. Kalau nanti jadipun mungkin suatu saat say ketemu anda dimana ,maafkan kalau saya tidak menyapa,demi menjaga privasi mas, Mas R ,jadi makin mantap nih karena saya ingat teman wktu itu cerit apemijatnya tiap hari sms isterinya ngajak ketemuan sendiri Pijitanturun ke perut. Aq tdk berani menatap wajahnya. Aq memandang ke arah lain mengindari adu tatap. Ia tdk bercerita apaapa. Aq pun segan memulai cerita. Dipijat seperti ini lebih nikmat diam meresapi remasan, sentuhan kulitnya. Bagiku itu sudah jauh lebih nikmat daripada bercerita. mở bài bằng lí luận văn học. Awalnya Pada hari selasa, kebetulan gua ama istri gua cuti kerja, lalu kami berniat untuk cari makan siang. Di dekat tempat makan tersebut, ternyata ada 1 ruko pijat reflexi. Di tempat reflexi tersebut menurut penjelasan pemijatnya tidak hanya kaki saja yg di pijat tapi juga seluruh badan, dari pundak kepala, pundak sampai kaki, dan pemijat nya semua itu ada 2 bilik kamar yg hanya ditutup kain untuk yang mau dipijat semuanya dan tempat beberapa tempat duduk untuk yang mau dipijat kakinya saja. Kita berdua akhirnya masuk kesana untuk coba pijat reflexinya, tp karena gua laper banget, makanya gua suruh istri gua masuk dan gua cari pergi gua liat dulu seperti apa sih dipijatnya, istri gua yg memang hanya memakai celana pendek dan kaos tanpa lengan, memang keliatan seksi sekali. Istri gua kemudian berbaring dengan santai dan pertama2 memang dipijit telapak kaki, setelah beberapa saat memperhatikan kemudian gua pamitan untuk cari makan di selesai makan, gua balik lagi ke tempat refleksi itu, dan gua liat tidak ada orang lagi di depan, jadi gua langsung masuk ke dalam, karena tidak mau menggangu gua hanya duduk2 di depan bilik kamar istri gua. Sekilas gua dengar suara leguhan istri gua, tp itu mungkin karena enak di pijit, tapi karena penasaran akhirnya gua coba intip di balik kain bilik kamar pemijat itu trus memijat paha istri gua, kemudian meminta dengan sopan agar celana pendek nya di buka saja, karena agak menggangu. Istri gua pertama menolak, tp karena di kasih keterangan yang menyakinkan akhirnya celana istri gua dibuka juga, tp dengan syarat ditutup selimut. Waktu gua liat istri gua buka celana, langsung jantung gua berdebar kencang, ada perasahaan suka melihat istri gua di sentuh oleh lelaki ditutupi kain putih, si pemijat juga langsung mulai memijat di daerah paha, gua liat sempat menyentuh pantat nya dan daerah V nya, istri gua mungkin percaya sama si pemijat atau memang sedang menikmati, krn dia tidak protes sama sekali, dan ini membuat si pemijat trus memijat daerah paha dan pemijat mungkin sengaja atau tidak, membuat kain penutupnya agak terjatuh, sehingga dia bisa melihat langsung paha istri gua yang putih mulus, dengan dibungkus cd saja. Sempat si pemijat terdiam melihat pemandangan tsb. dan gau perhatikan juga ada tanda basah di cd istri gua. Tanpa sadar istri gua, mungkin juga keenakan, trus dipijat tanpa dilindungi kain, ini membuat si pemijat makin berani mencoba meijat daerah pantat dan selankangan istri si pemijat mengambil kembali kain yg jatuh dan menutupi badan istri gua lagi, tp yg buat gua kaget, si pemijat meminta istri gua untuk membuka bajunya karena akan di pijat daerah punggung dan leher, setelah di beri penjelasan akhirnya istri gua membuka bajunya sambil masih tiduran, jadi si pemijat tidak melihat krn ditutupi gua sekarang hanya menggunakan bh dan cd saja, ntah apa yang membuat dia berani spt itu, apa ada hipnotis ya? tp gua sangat menikmati pemandangan ini. setelah beberapa saat memijat daerah punggung, si pemijat meminta ijin untuk membuka kain krn ingin dikasih minyak punggungnya, istri gua hanya mengganguk saja, tp tanpa sadar kali, si pemijat juga membuka bra istri gua dan anehnya istri gua diam si pemijat mulai menggosok punggung istri dan gua intip si pemijat juga kadang2 melihat pinggiran tete istri gua yg keliatan dan juga sempat menyentuh nya, krn bh nya sdh terlepas ke samping. Kemudian si pemijat memijit leher dengan sentuhan yang lembut, kayakya ini membuat istri gua terangsang, terdengar dari suaranya yang situasi itu si pemijat kemudian mencoba membuka kain dan mulai memijat daera pantat dan sekitarnya dan ini membuat istri gua tambah terangsang keliatan sekali cd nya yg ada tanda basah. Kemudian si pemijat dengan sopan membuka cd istri gua tanpa ijin lagi, dan dia memulai aksinya dengan menggosok gosok daerah selangkangan istri gua sempat bilang jangan tapi si pemijat itu dengan lembut mengatakan tidak apa2 nikamati saja. Gua bingung kok istri gua nurut saja, ada perasaan cemburu tp masih kalah dengan rangsangan hebat melihat istri gua di sentuh oleh orang lain apa ini kelainan ya? Si pemijat sambil membuka celananya dengan 1 tangan krn tangan yg 1 lagi masih menggosok2 daerah clitoris di selangkangan istri kontol si pemijat sudah ngaceng berat dan ukurannya cukup besar dengan bulu2 yg tidak terlalu lebat, mungkin baru di cukur, ketika akan membuka baju nya, si pemijat mengkat pantat istri gua sedikit dan langsung menjilat nya, sehinggan dia dapat membuka bajunya. Istri gua yang di jilat meki nya langsung keliatan spt tersengat aliran listri, dan tidak berapa lama kemudian keliatan istri gua mengejang krn klimaks pemijat tersenyum sinis, krn telah berhasil membuat istri gua klimaks. Setelah sama2 telanjang kemudian si pemijat membalikan badan istri gua, sehinggan kelihatan lah payudaranya yg indah dengan putih berwarna hitam yg sdh menegang, tp dengan masih malu2 istri gua menutupi dadanya dan bilang takut suaminya datang, dan dengan halus si pemijat bilang tidak usah takut krn gua masih sendang makan di karena rangsangan yang hebat, istri gua membuka tangannya dan oleh si pemijat tangan istri gua di pegang ke samping kepala istri gua, sehinggan dengan leluasa si pemijat bisa melihat dada dan ketiak istri gua yang mulus dan wangi. Si pemijat mungkin penggemar ketiak karena ketiak istri gua di jilat dan di ciumi terus, sehingga istri gua kegelian dan terangsang si pemijat mulai melepas tangan istri gua tapi posisi tangannya tetap terlentang di samping kepala, lalu mulai menciumi payaudara istri gua yang masih kencang karena kami belum mempunyai anak. Istri gua keliatan sangat menikmati puting nya di isap dan di jilat. Setelah selesai menikmati payudara istri gua dia mulai menjilat vagina istri gua yg sudah basah, karena mungkin sudah tidak tahan, akhirnya si pemijat ingin memasukkan kontol nya tapi sebelumnya dia melap vagina istri gua, mungkin karena sudah basah dengan cairan vagina dan ludah mau masuk istri gua keliatan agak kaget mungkin karena agak sakit sebab kontolnya si pemijat lebih besar dari gua punya, mungkin itu yang ingin dirasakan oleh istri gua. Istri gua pernah bilang kontol gua ngak besar dan dia kurang menikmatinya, tapi mau gimana lagi, karena sudah dikasih seperti yang sudah tidak tahan akhirnya mengocok dan mengeluarkan mani gua di sapu tangan yang gua bawa. Si pemijat setelah 10 menit keliatan mau klimaks, istri gua bilang jangan di buang didalam, akhirnya si pemijat mencabut kontolnya dan membuang mani nya di badan istri gua, sampai kena ke muka istri gua keliatan puas sekali. Setelah istrihat sebentar gua liat mereka langsung beres2 dan si pemijat dengan mesra me lap air main di tubuh dan muka istri gua serta memakaikan bh istri gua dengan meremas remas lagi dan mencium leher istri gua dengan mesranya. karena takut gua dateng maka, mereka membereskan semuanya dengan rapi, gua diam diam langsung keluar, dan kemudian masuk lagi, gua liat istri gua dengan wajah cerah, sedang duduk dibangku ruang tunggu dan mengajak gua pulang Aku saat ini sudah SMA. Dan mbak Afif juga badannya makin dewasa. Dadanya makin montok dan tubuhnya makin seksi. Yang aku heran adalah aku selalu menyemprotkan maniku ke dalam rahimnya, tapi sampai sekarang ia tak hamil-hamil, padahal aku berharap ia hamil, dan dari hasil hubunganku itu bisa menyelamatkan mbak Afif dari deritanya, tapi ternyata tidak itu adalah aku masih di kelas 1 SMA. Pulang dari sekolah, aku hanya mendapati mbak Afif yang ternyata juga baru saja pulang. Aku langsung masuk ke kamarnya, kamar kami sekarang sudah terpisah, tapi aku masih sering main ke kamarnya, dan dia juga ke kamarku. Aku langsung peluk dia dari belakang.“Mbak, Rendy kangen nih”, kataku. Ia menoleh sambil melepaskan celanaku dan celana dalamku. Dan aku rebahan di tempat tidur. Seakan tahu maksudku, mbak Afif segera memegang penisku, lalu ia memasukkannya ke mulutnya. Ia hisap dan ia kocok dengan mulutnya, sementara ia membuka pakaian sekolahnya. Kini dihadapanku ada seorang gadis yang hanya memakai pakaian dalam sambil mengulum menikmati setiap hisapannya, Dan terkadang ia menjepit penisku di tengah dadanya. Ia suka melakukan itu. Siang itupun yang terjadi adalah, mbak Afif mengoralku dan memberikan kepuasan terhadapku. Peniskupun mulai keras. Sudah lumayan lama sih ngulumnya, aku mau sampai, aku cengkram pundak mbak faham dan mulai mempercepat kocokan mulutnya, dan AAAHHHH… crot.. crot… crot… kusemprotkan di dalam mulutnya. Ia menghentikan kocokannya, sambil perlahan melepaskan penisku dari mulutnya. Ia mengurut penisku, sedikit sperma tampak keluar dari ujung penisku. Ia memuntahkan spermaku ke penisku.“Dek Rendy puas?”, tanya mbak Afif. “Datang-datang koq langsung kepengen”.“Iya nih mbak”, mengambil tisu dan membersihkan spermaku. Kakakku sudah sangat ahli dalam memuaskanku. Dan aku ingin tahu bagaimana caranya biar ibuku takluk padaku. Dan mungkin aku punya harinya, ibuku tidak pergi ke kantor. Ia mengeluh sakit. Sedangkan mbak Afif berangkat sekolah. Aku juga tidak masuk sekolah dengan alasan sakit. Pokoknya hari ini aku ingin ibuku takluk pertama adalah aku ke kamar ibu.“Lho, ma, nggak berangkat?”, tanyaku pura-pura tidak tahu.“Mama lagi flu nih, nggak enak body”, itu walaupun usianya sudah hampir 40, tapi boleh dibilang ia sangat menjaga tubuhnya. Ia masih seksi, bokongnya masih naik dan dadanya masih montok. Aku sama sekali tak melihat keriput di wajahnya, sepertinya ia rajin merawat tubuhnya. Kebetulan hari itu ayah tiriku sedang ada tugas lama ke luar kota, jadinya aku dan ibuku sendirian di rumah.“Waduh… gimana tuh ma?”, tanyaku.“Ya akhirnya mama nggak masuk”, jawabnya singkat.“Udah mandi ma? Mau Rendy mandiin?”, tanyaku.“Belum, dan terima kasih, mama bisa mandi sendiri”, jawabnya.“Tapi mamakan sakit, biar Rendy yang mandiin”, kataku merayu.“Nggak ah, anak mamikan sudah besar, masak mau mandi bareng mami?”“Kan anak sendiri ma, emangnya nggak boleh?”, tanyaku. “Takut kenapa-napa ya? Mama ngeres!…”Ibuku tertawa. “Yee, kan Rendy udah punya pacar, ntar pacarnya cemburu lagi.”“Pacar? nggak punya tuh ma”, kataku. “Kalau boleh sih, biar Rendy yang mandiin mama, kalau nggak juga nggak papa”Mamaku diam sejenak. Mungkin ia harus berpikir logis. Dan akhirnya jawabnya, “Baiklah, mama akan ijinkan, lagipula anak mama ini sedikit genit.”Dan pucuk dicinta ulam pun tiba. Pertama-tama mama mencopot bajunya, ia memang sedikit lelah, bisa dilihat di matanya. Mamaku benar-benar telanjang di hadapanku, walaupun ia membelakangi aku, aku bisa melihat mulusnya tubuhnya. Mama lalu mengambil handuk piyamanya dan ia pakai.“Yuk”, ajak mama. Akupun ikut, aku lepas semua pakaianku dan aku hanya pakai handuk untuk menutupi ada di kamar mandi sekarang. Di dalam bathup, mama membelakangiku dan melepas piyamanya, akupun melepas handukku. Air shower mengucur dari atas. Tubuhku dan tubuh mama tersiram air yang hangat.“Sini ma, Rendy gosok”, menurut saja. Akupun mengambil sabun dan menggosok punggung mama. Dan perlahan akupun mendekat hingga sekarang kakiku melingkar di pinggangnya, dan penisku menempel di pantatnya. Otomatis penisku menegang. Posisi itu sangat pas untuk dibuat bercinta. Tapi aku tak mau memulainya, aku ingin mama benar-benar takluk padaku.“Wah, anak mami sudah panas ternyata”, kata mama.“Iyalah ma, normal, wong lihat wanita secantik ini koq”, kataku. Mama tertawa. Akupun mulai mengusap-usap punggung mama. Sambil aku pundak, lalu punggung. Tampak mama sangat menikmatinya. Dan akupun agak sedikit berani menyentuh payudaranya. Mama nggak marah.“Ma, bagian belakang sudah nih, bagian depan dong”, berbalik. Dan, bisa dibilang pertama kali pandangannya tertuju pada batang penisku yang berdiri tegak.“Barang anak mami ini ternyata besar juga”, kata mamaku sambil mencubitnya.“Aw, ma…”, kataku sedikit manja.“Sama mama sendiri koq bisa terangsang sih?”, tanya mama.“Lha mau gimana ma, mama masih seksi, masih sintal dan benar-benar mulus”, kataku.“Bisa saja kamu”, kata pun mengusap tubuh mama bagian depan. Aku mengusap dadanya. Awal menyentuh sih, aku agak ragu, tapi aku perlahan menyentuh dada bagian atas, lalu mulai ke bawah, awalnya sih hanya menggosok, tapi kemudian aku sedikit memberikan pijatan. Tampak mama hanya memejamkan mata, serasa menikmatinya. Aku lalu menggosok ketiak mama, tangannya, pahanya, kakinya.“Sudah ma, gantian dong”, seperti tersambar petir. Ia membuka matanya dan agak gugup. Ia mengambil sabun dan menggosok dadaku, perutku dan ia agak canggung untuk menggosok penisku.“Kenapa ma?”, tanyaku ketika mama berhenti mau menggosoknya. “kasih sabun dong ma”Mama pun akhirnya menggosok penisku, oh… rasanya luar biasa. Jemari mamaku yang lentik dan bersabun itupun menggosok penisku. Aku pun hanya bisa memejamkan mata dan berkata, “Ahh… enak ma…“.“Waah, anak mami koq begitu sih?”, kata mama.“Ayo dong ma, terusin jangan berhenti pliiisss, sudah terlanjur basah nih”, kataku.“Tapi cuma ini aja ya!”, kata mama. “Janji!?”“Janji deh”, pun akhirnya mengurut penisku. Ia sangat profesional sekali, jelaslah, kalau tidak mana mungkin papa tiriku mau dengannya. Punyaku terus dikocok dengan kedua tangannya. Aku tahu mama juga terangsang. Terlihat nafasnya juga seakan memburu. Ia menikmati pemandangan diriku yang terangsang akibat kocokan tangannya.“Oh maa… mama sangat seksi… ahh…”, kataku merancau. Mama diam saja. “Maa.. oh…“.Aku memberanikan diri untuk menyentuh dadanya. Mama membiarkannya. Aku dikocoknya dengan sedikit lebih cepat dari sebelumnya. Dan, kalau ini terus-terusan aku bisa jebol nih. Aku melihat mama melihat penisku, ia seakan menikmatinya, kulihat vaginanya yang bersih tanpa rambut itu benar-benar mulai dekat dengan buah pelirku, aku mencoba bergeser sedikit dan akhirnya vagina mama dan buah pelirku muncrat ke mana-mana. Tampak sebagian ke wajah mama. Nafasku tersengal-sengal dan mama tampak merasa aneh. Aku melihat ke wajahnya, bisa kulihat sedikit sperma menempel di dahinya. Mamaku membersihkannya.“Udah ya Ren, anak mami baru saja onani pake tangan mami, ternyata cukup besar juga punyamu”, kata mama.“Mami mau merasakan?”, tanyaku sedikit berani.“Hush, kamu itu anakku, cukup ini aja!!”, kata mama.“Kalau gitu sekarang gantian ma”, kataku.“Maksudmu?”Tanpa babibu, aku langsung menyentuh kewanitaannya. Mamiku agak kaget dan langsung berpegangan pada bathup. Aku menggesek-gesek klitorisnya. Hal yang sama aku lakukan kepadanya seperti dia melakukan padaku. Aku terus menggesek-geseknya sambil kumasukkan jari telunjukku ke dalamnya. Mama tak protes, ia malah menikmatinya, bahkan sekarang Mama benar-benar basah sekali.“Oh… Ren… ackkhh… penismu besar Ren… akhhh”, mama mulai merancu. Dan tiba-tiba ia memelukku dan mencengkramku kuat. Aku percepat gesekan tangaku di vaginanya. Iapun menjerit. Nafasnya nggak ngerasa kalau dadanya menempel di dadaku. Aku keluarkan tanganku dan kulingkarkan di pinggang mama. Penisku menempel di perutnya. Ia seakan bertumpu ke pundakku. Mungkin mama lagi sakit makanya ia capek luar biasa. Lama sekali mama memelukku. Lalu ia kembali ke posisinya semula. Ia menyalakan shower membasahi itu pasti diingat mama terus. Malamnya, mama nonton tv di ruang tamu. Mbak Afif ada urusan ke rumah kakaknya. Sepertinya penting dan harus nginap. Jadi lagi-lagi di rumah ini hanya ada aku dan onani di kamarku, sambil membayangkan mama. Cerita seks sedarah seru lainya ada di cerita dewasa Aku sengaja melakukannya agar mama melihatku. Biasanya mama tidur jam Saat itu sudah jam mama mematikan tv-nya dan berjalan ke kamarnya. Saat itu aku sengaja membuka sedikit pintu kamarku agar bsia dilihatnya.“Oh mama, aahh.. ahhh… ayo ma, digoyang ma… iya… ahhh”, kataku sambil mengocok melihat itu. Ia mengintipnya dari pintu. Aku terus beronani hingga spermaku mau keluar. “Maaa… Rendy mau sampe nih ma.. keluarin di mulut mama aja ya… ahhh.. ahhh… ma… nih ma… CRoott… spermaku keluar dan membasahi tanganku. Mamaku melihat itu semua dari pintu, lalu sebelum aku membersihkan spermaku, mama sudah mama tampak agak aneh. Kami diam saja di meja makan. Lalu ia bertanya, “Ren?”“Iya ma?”, tanyaku.“Kenapa Rendy berfantasi tentang mami? Bukannya masih ada cewek lain?”, kata mamaku.“Habis peristiwa kemarin benar-benar membuat Rendy terangsang ma”, jawabku.“Jangan Rendy, aku ini mamamu”, kata mama. “Nggak sepantasnya anak sendiri ingin ibunya”“Tapi mama kemarin menimatinyakan?”, tanyaku.“Jaga mulutmu!”, jawabnya.“Udah deh ma, nggak usah munafik”, mama menamparku. Aku sedikit frustasi. Lalu aku meninggalkan meja makan dan menuju ke tv. Aku nyalakan video player, setelah agak beberapa lama kemudian muncullah tayangan yang tida diduga oleh mama. Aku sebenarnya memasang kamera di kamar mandi mama, saat mama mengonani aku dan aku menggesek-geseknya.“Apa itu Rendy? Apa?”, tanya mama.“Ini video copy ma, kalau mama nggak mau ini ada di tangan papa sekarang. Maka mama harus turuti kemauan Rendy”, kataku tegas.“Apa maksudmu?”“Rendy telah mengcopy banyak sekali video ini dan Rendy kirim ke teman-teman Rendy. Jadi kalau terjadi sesuatu dengan Rendy, maka video ini nggak cuma ke papa aja, tapi juga ke teman, dan orang lain, atau mungkin tersebar di internet”, kataku.“Kurang ajar kamu ya”, kata mamaku marah. Ia mematikan videonya.“Eitt… ingat ma, aku masih punya copy-an dan aku tidak menggertak”, kataku.“Apa maumu Ren? Aku ini mamamu!”, katanya“Aku tahu, dan aku ingin mami jadi budakku untuk selamanya”, tiba-tiba berlutut di hadapanku. “Pliss Ren kumohon, jangan lakukan itu…”Mama tampak menangis. Ia benar-benar tak ingin video itu tersebar ataupun menuruti kemauanku. “Simpel aja koq mam, mama turuti aku aja.”Mama agak berpikir panjang, aku biarkan ia berlutut sambil menundukkan kepala. Tapi aku tak mau menunggu. Aku melepaskan pakaianku satu per satu hingga sekarang aku tak pakai pakaian apapun. Mama melihatku.“Mau apa kamu?”“Mama, adalah budakku sekarang, terima kenyataan ini deh ma”, benar-benar tak bisa apa-apa. Ia hanya pasrah. Akupun makin menguasai keadaan. Mama aku bopong ke sofa. Di sana aku lucuti seluruh pakaiannya. Mama benar-benar pasrah, air matanya mengalir. Aku ciumi bibirnya, kulumat lidahnya, kuhisap, lalu kuremas dadanya. Aku menyusu kepadanya sebagaimana aku menyusu ketika masih hanya memejamkan mata. “Nikmati aja ma, Rendy akan berikan kepuasan yang tidak diberikan oleh papa.”Aku menciumi seluruh tubuhnya, ketiaknya, bahunya, dadanya, putingnya yang berwarna coklat, pusarnya, pahanya, dan ketika aku hisap jempol kakinya, ia menggelinjang. Sepertinya mama benar-benar pasrah. Kuketahui setiap ciumanku di tubuhnya ia ke vaginanya, dan tanpa basa-basi aku jilati tempat itu, tempat di mana aku lahir dulu. Aku jilati, aku basahi dengan ludahku, aku lumat, aku jilati klitorisnya, mama nggak tahan. Cairan kewanitaannya sangat banyak yang keluar. Mungkin ia mau orgasme.“Ren… ahh… Ren… jangan Ren… pliiisss, jangan perkosa mami”, kata mami memohon. Tapi aku tak tinggal diam. Mami meremas rambutku, lalu aku naik ke perutnya payu daranya kuhisap aku hentikan. Aku sudah siap untuk menancapkan rudalku sekarang. Mama melihat moncong rudalku. Ia pasrah dan tahu bahwa benda itu akan masuk ke vaginanya. Dan benar, aku memasukkannya perlahan. Pertama-tama hanya seperempat yang masuk, ujungnya saja. Mamaku sudah bergelinjang. Lalu aku tekan sedikit hingga setengah yang segera menggoyangnya maju mundur. Kutindih mamaku, dada kami bersatu dan kucium bibirnya. Pantatku bergoyang seperti bor. Mencoba menuju puncak, untuk mengeluarkan spermaku. Aku tidak merasa puas dengan posisi seperti ini. Aku kemudian menghentikan gerakanku, kubalikkan tubuh mamaku yang lemas.“Enak ma?”, tanyaku.“Rendy… ah… terus Ren… perkosa mama Ren… perkosa mama”, katanya merancau. Aku pun tak tinggal diam. Kupompa lebih cepat lagi. Oh… pantatnya benar-benar merangsangku, aku tak tahan lagi.“Ma, Rendy mau keluar nih”, kataku.“Keluarin Ren, mama juga keluar”, CROOOT… CROOT… banyak sekali spermaku yang keluar ke dalam rahimnya. Aku memeluk mama dari belakang. Dan kami pun lemas. Aku peluk mama sambil meremas dadanya. Penisku masih di vaginanya. Posisi kami di atas sofa dengan kedua tanganku meremas dadanya, tubuh kami bersandar sofa. Nafas kami jam kemudian aku terbangun. Mama sudah tidak kupeluk lagi. Ia duduk bersandar sofa. Matanya tampak sembab. Ia merasa bersalah.“Kenapa ma?”, tanyaku.“Rendy tega sekali ama mami”, jawabnya..“Tapi mama sukakan?”, tanyaku.“Tapi, mama sudah mengkhianati papi”, katanya. “Seharusnya tidak seperti ini”.Aku lalu memeluknya dari belakang. “Tidak masalah ma, ini akan kita jaga, rahasia ini akan kita jaga, selama mama menjaga rahasia juga”.Mama lalu beranjak dari sofa. Aku berdiri di hadapannya.“Kenapa Ren?”, tanyanya.“Sepon penis Rendy dong, Rendy belum puas”, kali ini langsung nurut. Ia memegang ujung penisku. Dengan perlahan ia urut penisku, penisku yang masih tidur, langsung tegang. Lalu perlahan-lahan ia julurkan lidahnya, ia putar-putar lidahnya ke ujung penisku, lalu ia masukkan ke mulutnya. Yeah, nikmat ia basahi seluruh penisku dengan lidahnya, dijilati, dicium, dikocok diremas. Entah berapa lama aku berdiri dengan diberi kenikmatan itu, yang jelas, aku benar-benar puas saat spermaku muncrat di dalam mulut mamaku. Mama menghisapnya habis, menelannya kejadian itu, aku jadi makin berani dengan mamaku. Setiap malam aku selalu minta jatah. Setiap hari, bahkan mama mulai mengeluh kalau misalnya hamil bagaimana, aku tak peduli, mama sekarang menjadi budakku. Cerita Sex Terbaru setelah sebelumnya ada Perkosaan Berujung Nikmat Dengan Anak Tetangga, kini ada cerita seks bergambar Gairah Sex Saat Di Pijat Oleh Sepupuku. selamat membaca dan menikmati. Cerita mesum yang saat ini akan kami hadirkan untuk anda adalah tentang cerita seks yang mengisahkan pengalaman sex tentang desakan sex sepupu padaku yang akhirnya terjadilah cerita seks sedarah. Yuk kita simak aja langsung gimana sih cerita seks yang satu ini. Wah tiba-tiba aku kaget dan berkata’“Loh.., itu apa di celanamu Iwan, kok nonjol begitu..” Mendengar itu Iwan merah padam mukanya, lalu ia berdiri ingin lari menghindar dari saya, tapi segera kutarik tangannya untuk duduk, dan tanganku yang satu menggerayangi celananya memegangi dan meraba benjolan tersebut. “Jangan kak Nita, Iwan malu..”, katanya. Dasar saya yang nakal, saya pelototin matanya, Iwan langsung diam, dan tanganku leluasa memegang barang hot banget kan cuplikan cerita diatas pengen tau lanjutannya ikuti kisah berikut pasti pada tegang kontholnya. Pemilu yang baru saja lewat bagi sebagian orang kesannya penuh nuansa politis. Tetapi bagi saya, kesan sangat jauh berbeda, bahkan tidak akan pernah terbayangkan akan bermakna demikian dalam bagi saya pribadi. Kesan yang penuh sensualitas dan menggairahkan. Saat itu rumah saya sedang sepi. Maklum pemilu, padahal biasanya ramai sekali. Satu rumah dihuni tujuh orang, ayah, ibu, kakak laki-laki saya yang masih kuliah, saya sendiri SMA kelas tiga, baru saja selesai Ebtanas dan lulus. Kemudian adik perempuan saya kelas lima SD, lalu sepupu laki-laki saya kelas dua SMP dan pembantu satu orang. Oh iya, panggil saja saya Nita, asli Tolaki. Jadi pada saat pemilu rumah yang berada di kawasan Perumahan Pemda Kampung Kemah Raya, Kendari jadi sepi sekali. Ayah ke Kolaka, mengurus pemilu di sana, kebetulan juga beliau caleg untuk daerah tersebut. Kakak saya jadi pengawas pemilu untuk UNFREL Kendari, ibu saya jadi panitia pemilu lokal kawasan Kemah Raya. Pembantu dan adik, disuruh bantuin ibu mengurus konsumsi. Praktis yang jaga rumah, saya dengan sepupu saya yang bernama, Iwan. Saya belum ikut memilih, belum cukup umur, baru 16 tahun lebih dua bulan. Saya dengan Iwan sangat akrab, habisnya dia ikut dengan keluarga saya sejak masih kelas satu SD, dan selalu menjadi teman main saya. Senin itu badan saya pegal sekali, selesai ngepel dan membersihkan rumah. Dan seperti biasa saya kepingin dipijitin. Biasanya sih oleh ibu, dan Iwan juga, habis dari kecil saya sudah biasa menyuruh dia. Karena agak pegal, saya panggil saja Iwan untuk mijitin, Iwan nurut saja. Saya langsung berbaring telungkup di karpet depan TV, dan Iwan mulai memijit tubuhku. Asyik juga dipijit oleh Iwan, tangannya keras sekali, punggungku jadi fresh lagi. “Duh, Iwan…, mijitnya yang lurus dong, jangan miring kiri miring kanan..”, kataku. “Abis, posisinya nggak bagus kak”, jawabnya. “Kamu dudukin aja paha Kak Nita, seperti biasa…”. “Tapi…, kak..”. “Alah.., nggak usah tapi…, biasanya kan juga begitu…, ayo..”, Saya tarik tangan Iwan memaksanya untuk duduk di pahaku, seperti kalau dia memijit saya pada waktu-waktu kemarin. Iwan akhirnya mau, duduk dan menjadikan kedua pahaku dekat pantat sebagai bangkunya, dan mulai lagi ia memijit sekujur punggungku. Tapi, pijitan agak lain, makin lama makin saya rasakan tangannya agak gemetaran dan nafasnya agak ngos-ngosan. “Kamu kenapa Iwan, capek atau sakit..?”, tanyaku. “Tidak, tidak apa-apa kak”, jawabnya. Akan tetapi duduknya mulai tidak karuan, geser kiri dan kanan, sementara pantatnya seperti tidak mau dirapatkan di pahaku, agak terangkat. Akhirnya, saya menyuruhnya pindah, dan saya bangun, lalu duduk mendekati, biasa bermaksud menggoda. “Ayo.., kamu kenapa, ini pantatmu, selalu diangkat.., tidak biasanya”, sambil tanganku bermaksud mencubit pantatnya. “Tidak, tidak apa-apa kak..”, jawabnya sambil menghindari cubitanku, malah tanganku tersenggol celana bagian selangkangannya yang seperti agak tertarik kain celananya dan agak menonjol, melihat itu timbul rasa isengku, karena memang saya dan Iwan kalau main seperti anak-anak yang masih TK, asal ngawur saja. “Loh.., itu apa di celanamu Iwan, kok nonjol begitu..” Mendengar itu Iwan merah padam mukanya, lalu ia berdiri ingin lari menghindar dari saya, tapi segera kutarik tangannya untuk duduk, dan tanganku yang satu menggerayangi celananya memegangi dan meraba benjolan tersebut. “Jangan kak Nita, Iwan malu..”, katanya. Dasar saya yang nakal, saya pelototin matanya, Iwan langsung diam, dan tanganku leluasa memegang barang tersebut. Penasaran, saya buka resliting celananya dan menarik keluar barangnya yang mengeras tersebut, dan astaga, ternyata penis Iwan sudah menegang. Baru kali ini saya melihat penis milik orang yang bukan anak-anak dan sudah disunat yang tegang dan keras serta panjang seperti itu. Sementara Iwan diam saja, kepalanya hanya menunduk, mungkin malu atau bagaimana saya tidak tahu. Saya acuh saja, perlahan-lahan, kuelus-elus penis Iwan, semakin mengeras penisnya hingga urat-uratnya seperti mau keluar. Kudengar Iwan mendesah tertahan. Lalu kuurut-urut sambil kupijit kepala penisnya yang merah itu, Iwan makin mendesah, “Ah.., ah..” Kugenggam erat penis Iwan dan kukocok-kocok dengan perlahan, semakin lama semakin kencang. Badan Iwan ikut menegang, sambil kepalanya terangkat ke atas menatap langit, mulutnya terbuka, dia mulai agak mengerang, “Achh..”. Semakin kencang penis Iwan kukocok, semakin menggeliat badan Iwan membuat saya tersenyum geli melihatnya. Sampai erangan Iwan makin mengeras, “Ach.., achh..”. Dan badannya makin menggeliat, hingga mungkin tidak tahan…, ia lalu memelukku erat. Mulanya saya kaget akan reaksinya, tapi saya biarkan saja, karena keasyikan mengocok penis Iwan. Rupanya Iwan sudah semakin menggeliat, hingga tangannya entah sadar atau tidak ikut menggeliat juga, meraba badanku dan payudaraku. “He Iwan…, kenapa..” tegurku, sambil tetap mengocok penis Iwan, “Achh…, achh..” Hanya itu yang Iwan bilang, sementara tangannya meremas-remas payudaraku, dan remasannya yang kuat membuatku merasakan sesuatu yang lain, hingga saya biarkan saja Iwan meremas payudaraku, dan Iwan lalu menyingkap baju kaos yang kupakai, hingga kelihatan BH-ku dan meremas payudaraku lagi hingga keluar dari BH-ku. “Acchh…, accchh” erang Iwan, saya mulai merasakan kenikmatan tersendiri pada saat payudaraku tidak terbungkus BH diremas oleh tangan Iwan dengan kuat, sedangkan penisnya tetap saja kukocok-kocok. Dan entah naluri apa yang ada pada Iwan, hingga dia nekat menyosor payudaraku dan mengisap putingnya seperti anak bayi yang sedang menyusu. “Aduh…, Iwan…, aduhh” Hanya itu yang mampu kuucapkan, payudaraku mulai mengeras, keduanya diisap secara bergantian oleh Iwan. Saya juga mulai menggeliat, kutarik kepala Iwan dari payudaraku, lalu kudekatkan ke wajahku, kucium bibirnya dengan nafsu yang muncul secara tiba-tiba, Iwan balas mencium, bibir kami berdua saling memagut, lidah bertemu lidah saling mengadu dan menjilati satu sama lain. Tangan Iwan menggerayangi badanku, melepaskan baju dan BH-ku, hingga aku bugil sebatas dada. Kulepaskan juga baju yang dipakai Iwan, dan kupelorotkan celananya, hingga Iwan bugil tanpa sehelai benangpun, dan kembali kukocok penisnya, sedangkan Iwan kembali menyosor payudaraku yang sudah keras membukit. Perlahan tangan Iwan menelusuri rokku lalu menyelusup masuk ke dalam rokku, “Acchh…, Accchh”, Saya dan Iwan terus mengerang dan menggelinjang. Tangan Iwan menyelusup ke dalam CD-ku, lalu mengusap-ngusap vaginaku. “Aduuuhh…, Iwan..” erangku, sementara jarinya mulai ia masukkan ke dalam vaginaku yang mulai kurasakan basah, dan Iwan mempermainkan jarinya di dalam vaginaku. “Accchh…, aduuuhh…, acccchh..”. Tak tahan lagi, Iwan menarik lepas rok dan celana dalamku, hingga akhirnya saya kini telanjang bulat. Kemudian Iwan mencium bibirku dan saya tetap mengocok penisnya, sedangkan jarinya bermain dalam vaginaku. “Accchh..” Hanya erangan tertahan karena tersumbat bibir Iwan yang keluar dari mulutku. Kemudian Iwan berhenti menciumku, lalu ia mengambil posisi menindih badanku, saya membiarkan saja apa yang akan Iwan lakukan, karena kenikmatan itu sudah mulai terasa mengaliri pembuluh darahku. Dan, tiba-tiba saya rasakan sakit yang teramat sangat di selangkanganku. “aaccccchh, Iwan.., apa yang kau lakukan..”, tanyaku. Tapi terlambat, rupanya Iwan sudah memasukkan batang penisnya ke dalam vaginaku, dan seperti tidak mendengarkan pertanyaanku, Iwan mulai mengoyang batang penisnya naik turun dalam vaginaku yang semakin berlendir dan mulai terasa basah oleh aliran darah perawanku yang mengalir membasahi vaginaku. “Accchh…, Iwan…, aduuhh Iwan..”, erangku. Badanku semakin menggelinjang, kujepit badan Iwan dengan kedua kakiku sementara tanganku memeluk erat dan menggoreskan kukuku di punggung Iwan. Semakin kencang goyangan penis Iwan dan semakin keras pula erangan kami berdua. “Accch…, aduhh..” Hingga akhirnya kurasakan sesuatu yang sangat nikmat yang terdorong dari dalam…, dan erangan panjang saya dan Iwan, “aahh”. Bersamaan semprotan mani Iwan dalam vaginaku dan semburan maniku yang menciptakan kenikmatan yang tak pernah kurasakan dan kubayangkan sebelumnya. Iwan menarik keluar penisnya, lalu berbaring di sampingku. Kami berdua saling bertatapan, seperti ada penyesalan tentang apa yang telah terjadi, akan tetapi rupanya nafsu kami berdua lebih kuat lagi. Kuraih kembali dan kudekatkan wajahku ke wajah Iwan, kami lalu berciuman lagi dan saling melumat, kemudian kupegang erat penis Iwan, sehingga kembali menegang dan kembali lagi kami melakukan hubungan badan tersebut hingga beberapa kali. Hingga hari ini saya dan Iwan, bila ada kesempatan masih mencuri waktu dan tempat untuk melakukan hubungan badan, karena mengejar kenikmatan yang tiada taranya, kadang di kamarku, di kamar Iwan, ataupun di dalam kamar mandi. TAMAT Ilustrasi Pixabay - Malam minggu, seperti biasa aku mengajak kekasihku, Ben untuk menghabiskan waktu bersama di rumah. Biasanya, setiap akhir pekan ibu dan ayahku selalu pergi ke puncak untuk mengurus villa keluarga yang disewa disana. Karena sudah terlalu bosan untuk terus mengikuti mereka, aku hanya ditinggal untuk menjaga rumah. Daripada menghabiskan waktu hangout di mall, biasanya aku dan Ben hanya makan, nonton film dan bermain games bersama. BACA JUGA Senior Kampusku Memaksa Aku Begituan di Perpustakaan yang Sunyi Namun, malam ini aku ingin melakukan hal yang berbeda dengan dirinya. Beberapa pijatan manja dari jari jemariku tentu akan membuat Ben merasa senang dan ketagihan. Kunjungi juga bagi anda jika berminat melakukan pijat bisa kunjungi di situs untuk informasi lebih lanjut Sesampainya Ben di rumah, aku melepaskan jaketnya dan menarik tangannya tanpa basa basi terlebih dahulu. "Sayang, hari ini kita main di kamar, yuk!," ucapku, sambil menatap manja mata Ben. Silakan baca konten menarik lainnya dari di Google News

cerita sex saat pijat