cerita sex ngintip orang ngentot

NgintipOrang Lagi ML. Nasib mujur sekaligus Sial menimpa salim yang sedang memanjati pohon mangga untuk dipetik buahnya, sehiangga nasib si salim menjadi Cerita Lucu untuk Kita Semua. Niat buruk si salim akhirnya berakhir buruk juga, berikut kita simak saja Kisah Lucu Juragan Salim Selengkapnya. CeritaDewasa Seks - Sebagai pasangan suami istri muda yg baru setahun berumah tangga, kehidupan keluarga kami berjalan dgn tenang, apa adanya dan tanpa masalah. Aqu, sebut saja Ratih (23), seorang sarjana ilmu pemerintahan. Usai tamat kuliah, aqu bekerja pada kantor pemerintah daerah di Solo. Kulit badan aqu putih bersih, tinggi 163 cm dan berat CeritaBokep Sex - Ini merupakan sebuah cerita seks anak kecil ngentot dan juga cerita ngentot pembantu akibat dia nakal suka ngintipin majikan mandi. Ya, anak yang masih duduk di kelas 5 dan 6 SD sudah melakukan hubungan seks layaknya orang dewasa. Cerita seperti ini, kini memang bukan hal yang aneh, karena akan sangat banyak ditemukan diberbagai tempat. CeritaNgintip Isteri Ngentot Dengan Orang Lain. Aku dan istriku dah menikah kira2 10th, memang kita dari waktu pacaran dah bebas, ternyata istriku hyper banget, aku sering dibuat kwalahan. aku kenal dia waktu sama sama kerja di satu perusahaan perminyakan di kalimantan, dia sebagai sekretaris sedangkan aku di lapangan. igoabg indo ngentot vidio sex tante janda ngentot xxx indo ngintip ibu mertua mandi mp4 FILM BOKEP XXX VIDEO PORN April 22nd, 2019 - ngintip ibu sangek mertua mandi mp4downloadDownload cepatDurasi cerita dewasa aku ngintip ibu ngentot sama orang lain April 22nd, 2019 - cerita dewasa aku ngintip ibu ngentot sama orang lain merupakan artikel mở bài bằng lí luận văn học. ceritabokepindonesia – Cersex Ngintip Ibuku Ngentot Dengan Orang Lain Sudah lebih satu tahun aku kuliah di Yogya sejak tahun 2001 lalu dan liburan semester kemarin aku berkesempatan pulang ke daerah asalku di sebuah kota kecil di Sumatra. Di rumah hanya tinggal aku, kedua orang tua dan adikku yang masih sekolah si SMU. setiap hari ayahku sibuk usaha. kadang-kadang pergi seminggu dan cuma beberapa hari dirumah, itupun cuma sebentar saja. Aku tidak pernah menyangka kalau ibuku termasuk perempuan yang libidonya tinggi, hingga dengan seringnya ayahku pergi, jelas nafsunya tak tersalurkan. Aku tahu, ayahku juga punya pacar di kota-kota yang sering disinggahinya, karena aku pernah pergi dengannya beberapa hari dan malamnya aku tahu dikamar sebelahku yang diinapi ayahku terdengar suara-suara erangan. Paginya aku masuk ke kamar ayahku dan mendapati mereka tengah mandi sambil bercinta. Kembali ke masalah Ibuku, sejak seminggu aku tiba dirumah, ayahku sedang pergi ke luar kota. Malamnya aku pergi dengan beberapa temanku, kebetulan malam itu malam minggu. Adikku juga pergi ngapelin pacarnya. Ibuku tinggal sendirian di Rumah. Belum jam 9 aku memutuskan untuk pulang ke Rumah untuk menemani ibuku. Perlu ku jelaskan rumahku ada disebuah desa yang penduduknya tidak terlalu banyak. Dekat rumahku ada sebuah sungai dan dikelilingi sawah. Rumahku dikelilingi tembok setinggi 2 meter di samping dan belakang. Setibanya di rumah, aku mendapati pintu depan dikunci. Aku lalu berjalan ke belakang, tapi begitu tiba disamping kamar ibuku kudengar suara-suara orang bercakap-cakap pelan. Ada suara laki-laki. Kupikir ayahku sudah datang. Tapi kudengar suara itu suara laki-laki yang ku kenal dan bukan ayahku. Aku berjalan mendekati jendela kaca lebar yang tertutup gorden putih. Lampu didalam remang-remang. kucoba mencari celah gorden untuk melihat kedalam dan kutemukan di tengah pertemuan antara dua gorden. Aku lalu jongkok sambil mengintip ke dalam. kulihat ibuku sedang ngobrol mesra dengan laki-laki muda yang sudah sangat ku kenal karena dia temanku. Namanya Akbar. Dia anak tetanggaku yang putus sekolah karena orang tuannya miskin. Aku nggak tahu bagaimana dia bisa menjalin affair dengan Ibuku, tapi yang ku tahu kontolnya besar dan cokelat. Aku pernah beberapakali mandi telanjang di sungai waktu SMU sama dia dan beberapa teman sambil onani dengan sabun mandi. Kami berteman akrab dengan orang lain dan pernah mengurutkan ukuran kontol yang paling besar. Akbar, aku, Iwan dan Adi. Kulihat mereka berhenti bercakap-cakapa sambil pelan Akbar mencium bibir Ibuku usia ibuku sekitar 40 tahun. Ibuku membalas pelan dan merek terlihat romantis sekali. Tangan Akbar meremas payudara Ibuku yang masih terbalut daster merah yang bertali. Tangan Ibuku mengelus-elus kontol Akbar yang terbalut celana jeans. Tosisi mereka terbaring berhadap-hadapan. Akbar dan Ibuku saling menjulurkan lidah dan menghisap lidah dan bibir masIng-masing sambil tangan terus bergerilya. Tangan Akbar sudah masuk ke daster Ibuku yang talinya sudah merosot dan menampakkan payudaranya yang dibalut BH. Lalu Akbar pelan menurunkan ciumannya ke leher Ibuku sambil tangannya melepas kait BH. Dengan mulut dia melepas kait BH dari punggu Ibuku hingga menampakkan payudaranya yang mulai kendor. Ibuku terduduk dengan bersandar di ujung ranjang. Akbar membuka baju kaosnya dan duduk disamping kanan Ibuku sambil terus menciumi payudara dan meremas vaginanya. Baju ibuku sudah turun sampai paha, ternyata dia sudah tidak Pakai CD. Vaginanya terus dielus-elus oleh Akbar. dia menggelinjang dan mengerang-erang pelan sambil tangannya mencari-cari penis Akbar. Tangannya mencoba membuka celana jeans Akbar yang bagian depannya sudah menyesak menggumpal. Akbar menghentikan ciumannya dan turun dari ranjang. Di depan ibuku yang meraba-raba vagian dan payudaranya sendiri, Akbar membuka celana Jeansnya, meninggalkan CD putih yang penisnya sudah menyeruak keluar dan sedikit berlendir. “Ayo, sayang” erang Ibuku pelan. Akbar berjalan dan naik lagi ke kasur, kali ini dia berlutut disamping ibuku dan membiarkan Ibuku mengeluarkan penisnya dan bermain dengannya. Pelan ibuku mengeluarkan penis dari CD dan mengelusnya pelan, lalu Akbar bergeser kedepan, persis di depan Ibuku. Lidah Ibuku pelan menjilati penis. Akbar yang tegang, hitam kecoklatan. Lidahnya menjilati ujung penis Akbar seperti makan es krim, lalu pelan-pelan memasukkan penis Akbar ke mulutnya. Akbar mengerang dan meremas rambut Ibuku yang terurai. Pelan-pelan akbar menggoyangkan pantatnya dan membuat penisnya keluar masuk di mulut Ibuku yang duduk tegak dengan kaki mengangkang diantara tubuh akbar yang berlutut dihadapannya. Kulihat Akbar dan Ibuku begitu menikmati permainan mereka dengan erangan dan sentuhan. Aku yang sejak tadi ngintip sambil jongkok kini berlutut dan mengeluarkan penisku dari sarangnya sambil mengelus pelan terus melihat adegan didalam kamar. Kulihat Akbar mengerang sambil melepaskan penisnya dari mulut Ibuku dan mengocoknya hingga sperma muncrat di wajah ibuku yang menjilati penis Akbar. Akbar lalu berbaring di ranjang, ibuku turun dari ranjang mengambil tissue dan melap penis akbar yang mulai lemas terkulai. Lalu ia beranjak ke kamar mandi dengan telanjang bulat. Ibuku terbalut handuk waktu keluar dari kamar mandi dengan wajah bersih dari sperma sambil membawa segelas minuman dan mengangsurkannya ke Akbar. Aku menghentikan kocokan di penisku dengan harapan show akan berlanjut. Kulihat ibuku beranjak menghidupkan TV, suaranya terdengar sayup-sayup keluar dan kudengar suara rintihan dan erangan, langsung ku tebak itu VCD porno. Lima menit ibuku nonton sambil duduk di bibir ranjang. Akbar juga menonton sambil masih berbaring telentang. Sepuluh menit kemudian kuliahat penisnya mulai membesar lagi sambil tangannya mengelus-elus sampai ukuran maksimal. Lalu dia beranjak kebelakang ibuku dan memeluknya sambil menciumi punggu dan melepas handuk dan meremas payudara ibuku. Ibuku memeluk leher Akbar dari depan sambil berciuman. Akbar sambil terus mencium Ibuku beranjak turun dari ranjang dan menghadap ibuku yang masih duduk di pinggir ranjang, dia berlutut dihadapan ibuku dan mengarahkan wajahnya ke vagina ibuku. Ibuku langsung mengangkangkan kakinya hingga akbar leluasa mengarahkan lidahnya ke vagina ibuku. Akbar menjilati vagina ibuku yang menggelinjang dan mengerang pelan. Ibuku semakin mengangkangkan kakinya dengan tangan menyangga tubuh di ranjang. Akbar terus menjilati dan mengulum vagina Ibuku sampai dia mau orgasme, terlihat dengan tubuhnya yang menegang dan ia memegang kepala Akbar yang berada diselangkanagnanya. Akbar melepas cumbuannya dan membiarakan Ibuku tenang dulu dengan menciumi bibirnya pelan dan mesra sambil merebahkan tubuh Ibuku di ranjang dengan kaki masih menjulur ke lantai. Penisnya menempel di paha ibuku yang memeluknya sambil mengelus punggung Akbar. Aku juga diluar yang mengintip sambil onani nyaris orgasme, tapi kutahan untuk adegan selanjutnya yang kutunggu-tunggu. Akbar masih mencumbu bibir Ibuku dengan mesra dan lembut, tangannya menopang pada kasur hingga tidak menempel di tubuh ibuku, penisnya digesek-gesekkan di sekitar selangkangan Ibuku. Akbar beranjak menuju meja rias dan mengambil sesuatu yang ternyata adalah cairan pelicin. Dia melumuri penisnya dengan pelicin dan juga vagina Ibuku. Lalu akbar berlutut di depan ranjang dan menarik tubuh Ibuku ke depan penisnya. Kaki ibuku mengangkang di bahu Akbar yang tengah memain-mainkan penisnya di liang vagina Ibuku. Setelah siap, Akbar menekan pelan penisnya memasuki vagina Ibuku yang merekah dihadapannya. Lalu setelah masuk semua, ia mulai mengocok penisnya di vagina Ibuku. Tanganya memegangi kedua paha Ibuku yang ada dipunggungnya. Akbar mengocoknya pelan dan romantis sambil tanganya coba meraih payudara ibuku. Beberapa menit kemudian, Akbar mengepitkan kedua paha Ibuku dengan kakinya hingga kaki Ibuku ada di dalam kedua kakinya. Lalu ia bertumpu pada ranjang persis di hadapan ibuku. Penisnya mengarah ke Vagina Ibuku yang tertutup rapat dengan paha. Mungkin vagina Ibuku sudah lebar makanya dia coba dengan merapatkan paha supaya vaginanya merapat lagi. Dengan sebelah tangannya dia mengarahkan penisnya ke vagina Ibuku. Pelan dia menekan dengan kakinya tetap merapatkan paha Ibuku. Ternyata susah. Akbar meraih pelumas di samping ranjang dan melumuri vagina ibuku juga dengan penisnya, lalu kaki ibuku sedikit direnggangakan. Akbar kembali menekan penisnya di vagina Ibuku pelan. Setelah masuk setengahnya dia mengocok pelan-pelan, lalu memasukkannya semua sambil terus mengocok pelan. Mulailah terdengar erangan dan dengusan nafas dari kedua orang tersebut. Setiap Akbar mengcok penisnya ke bawah Ibuku membalas dengan menggoyangkannya ke atas. Akbar memejamkan matanya sambil terus bertumpu pada kedua tangannya. Keduanya terus saling menggoyangkan pantat. Akbar pertama terlihat mau orgasme dan langsung mencabut penisnya dari vagina Ibuku. Lalu dia duduk di bibir ranjang. Ibuku bangkit dan berdiri dihadapannya. Akbar menarik tubuh ibuku dan menaikkannya ke pahanya dengan posisi berhadapan. Ibuku mengarahkan vaginanya ke Penis Akbar yang memegangi tubuh ibuku. Setelah masuk, Ibuku kembali menggoyangkan pantatnya diatas tubuh Akbar. Ibuku sengja mendorong tubuh Akbar hingga terbaring di Ranjang hingga dia bebas memegang kendali diats. Akbra meraih payudara Ibuku dan meresnya perlahan seirama dengan Kocokan pantat ibuku di penisnya. Aku diluar semakin kencang mengocok penisku sendiri sambil kulihat ibuku mengerang hebat dan semakin mempercepat kocokannya. Lalu semakin melemah dan akhirnya berhenti. Tubuhnya jatuh di tubuh Akbar yang terbaring. Akbar lalu membalikkan posisi mereka dan membalikkan tubuh Ibuku, lalu mengambil pelumas dan melumuri penis dan pantat Ibuku. Penisnya didorong pelan di lubang pantat ibuku pelan, lalu mengococknya pelan. Ibuku bangkit dengan posisi merangkak. Akbar semakin leluasa mengocok penisnya dengan memegani tubuh ibuku, sesekali dia merunduk dan menciumi punggung Ibuku dan meremas payudaranya. Aku mencapai orgasme di luar begitu Akbar kocokan penis Akbar semakin kencang dan dia akhirnya sampai klimaks juga. Mereka berdua terbaring di ranjang. Tangan Ibuku mengelus dada Akbar. Lima menit kemudian, Akbar berdiri dan beranjak ke kamara mandi. Keluar dari sana dia sudah bersih dan mengenakan CDnya, lalu buru-buru berpakaian. Ibuku berdiri dan menyelipkan selembar uang seratus ribu di kantongnya. Besok sorenya aku diajak mandi di sungai sama Akbar. Sambil merokok dan ngobrol kami duduk di pinggi sungai sebelum mandi. “Gimana cewek-cewek jogja”. Tanya Akbar sambil membuka kaosnya. “Biasa aja.” Jawabku. “Udah berapa yang kau perawani?” “Belum adalah.” “Kenapa? Kan banyak yang bias dipake disana. Masak kalah sama aku yang disini, udah merawani 3 cewek, belum lagi Ibu-ibu yang gatal memeknya pengen kontol anak muda.” “Yang bener, kau udah pernah ngentot?” pancingku. “hahauahaha..” dia tertawa.”Udah biasa itu. Untuk apa punya kontol besar tapi nggak pernah nikam.” “Siapa aja cewek itu?” “Rahasialah. Kalau kau mau, nanti aku kenalkan sama temenku yang pernah kuentoti juga. Gratis kok. Lagian kontol kamu kan lumayan gede, dia pasti suka.” “Kau pernah ngentot sama Ibu-ibu juga? Siapa?” “Itu lebih rahasia lagi. Kalau cewek-cewek untuk kepuasan, kalau Ibu-ibu untuk uang. Mana enak ngentot sama Ibu-ibu, memeknya udah blong, susunya udah kendor.” Dia berdiri membuang puntung rokok dan membuka celana jeasnnya menyisakan CD yang membalut penisnya yang menggumpal di selangkangan sambil dielus-elus. “Ini asset, harus dijaga dan dirawat.” Katanya sambil membuka CD dan beranjak ke sungai mandi. *** Tiga hari setelah malam itu, aku sedang nonton TV waktu kulihat Ibuku memanggil Akbar dengan kedok untuk memperbaiki Saluran kamar mandi yang rusak. Masih jam 4 sore. Malamnya aku sengaja masuk kamar jam 8 malam dengan alasan capek. Adikku sedang pergi camping. Malam sekitar jam 10, aku yang sejak tadi terjaga mendengar pintu belakang dibuka. 5 menit tanpa ada suara. Aku keluar kamar dan tidak mendapati siapa-siapa di dapur. Waktu pintu belakang kubuka ternyata tidak terkunci. Aku melihat keluar dan melihat nyala senter diantara pohon-pohon yang ada di kebun belakang rumahku. Aku tahu, Ibu dan Akbar janjian di pondok tempat penyimpanan kapas untuk kasur yang salah satu bisnis ayahku. Aku menunggu sampai nyala senter hilang dan aku keluar dari dapur menuju pondok itu. Kulihat Ibuku masuk ke pondok. Aku segera beranjak ke samping dan mencari lubang untuk mengintip ke dalam. Tak susah karena pondok ini memang dibuat seadanya. Kudengar suara laki-laki didalam. Lalu sebuah lilin menyala menerangi ruangan itu. Kulihat Akbar yang mengenakan jeans dan kaos. Sementara Ibuku Cuma memakai daster yang bertali di pundak. “Halo sayang.” Kata Akbar sambil duduk diatas kasur yang siap dijual bersandar pada kasur yang ditumpuk dibelakanganya. Ibuku ikut naik ke kasur dan duduk di sampingnya. “Rindu sama ini?” lanjut Akbar sambil mengelus penisnya. Ibuku tersenyum sambil merebahkan kepalanya di dada Akbar yang langsung memeluk dan mengelus rambut ibuku. Tanpa banyak bicara Ibuku langsung mengelus penis Akbar. Akbar membiarkan ibuku membuka resliting celananya. “Sebentar.” Kata Akbar sambil mengambil sebuah buku dari samping kasur. “Ini buku gaya-gaya kamasutra, nanti kita praktekkan.” Katanya sambil membuka halaman pertama. Ibuku ikut melihat sambil telungkup di kasur. Lama mereka membuka-buka buku sambil bercakap-cakap. Akbar lalu berlutut dan pindah kebelakang ibuku yang telungkup. Kakinya dikangkangkan diantara tubuh Ibuku dan memijat punggungnya pelan. Lalu tangannya naik dan membuka ikatan daster Ibuku yang ternyata sudah tidak pakai BH. Akbar terus memijat punggu dan turun ke pantat sekaligus membuka baju Ibuku yang juga ternayata sudah tidak pakai CD, bokongnya diremas-remas Akbar pelan, bergerak kearah perut untuk menarik Baju. Ibuku menaikkan sedikit badannya untuk mempermudah melepas baju. Akbar langsung menarik daster Ibuku lepas. Sambil berlutut Akbar membuka baju kaosnya. Lalu dia rebah di punggung Ibuku, dadanya yang bidang digesek-gesekkan di punggung Ibuku, pantatnya nungging. Lidahnya menjilati leher belakang Ibuku dan punggungnya. Ibuku menaikkan badannya sedikit keatas sehingga Akbar leluasa meremas payudara ibuku yang menggantung. Ibuku melenguh pelan. “Sayangg..mhhmmi..oohh” Akbar menggigit punggung Ibuku yang membuatnya menggelinjang pelan. Lalu Akbar kembali berlutut dan membuka resliting celana jeasnya. Penisnya yang terbalut CD lalu digesek-gesekkan di pantat Ibuku yang kembali telungkup. Lalu Akbar menurunkan sedikit CDnya hingga penisnya muncul keluar. Coklat kehitaman. Tangannya menumpu pada kasur dengan tubuh telungkup membuat penisnya menempel di bokong Ibuku. Lalu penisnya digesek-gesekkan pelan di bokong Ibuku, kepala penisnya mengayun-ayun di tubuh Ibuku. Akbar merangkak naik dengan penis tetap digesekkan ditubuh ibuku yang telungkup, naik ke punggung lalu di leher penisnya digeser ke arah mulut ibuku yang sedikit mendongak. Ibuku langsung berbalik dan meraih penis Akbar yang menggantung tepat diatas mukanya. Pelan Ibuku mulai menjulurkan lidahnya ke penis Akbar. Akbar memainkan penisnya di mulut Ibuku yang membasahi penis Akbar dengan air liurnya. Lalu Akbar memasukkan penisnya ke mulut Ibuku dan mulai mengocoknya pelan. Pantatnya digoyang-goyangkan pelan. Kulihat penis Akbar keluar masuk mulut Ibuku. Tangan Ibuku mencoba membuka celana jeans yang masih membalut kaki Akbar, tapi ia kesusahan karena posisi Akbar yang mengangkangi badannya. Akbar mengerti dan melepaskan penisnya dari mulut Ibuku. Ia beranjak ke samping Ibuku berdiri dan membiarkan Ibuku melucuti celannya. Ibuku pelan menarik celana jeans Akbra ke bawah membiarkan CDnya tinggal dan membalut penis Akbar yang kepalanya sudah menonjol keluar dari CD. Lalu Ibuku menciumi paha dalam Akbar yang masih berdiri mengarah ke atas ke selangkangan bagian dalam. Akbar mengangkangkan kakinya hingga Ibuku leluasa bergerak dibawahnya. Sedikit Ibuku menggigit buah peler Akbar yang masih terbalut CD, lalu Ibuku sedikit menarik CD hingga buah peler Akbar keluar. Ibuku menjilatinya pelan. Kulihat akbar melenguh pelan sambil memejamkan matanya menikmati jilatan Ibuku. Tangannya meremas rambut Ibuku. Tanpa sadar tanganku sendiri sudah bergerilya di sekitar selangkangan. Aku Cuma memakai celana pendek hingga penisku yang sudah tegang terasa menempel di dinding pondok. Aku memelorotkan celananku sampai lutut dan membiarkan penisku menikmati udara luar sambil tanganku meremasnya pelan. Didalam kulihat Ibuku menarik penis Akbar keluar dari CD dan menjilatinya pelan. Lalu memelorotkan CD akbar hingag ia berdiri bugil. Dengan ganas ibuku menjilati dan menghisap penis Akbar. Ia menggelinjang dan melenguh, badannya menggeliat pelan menikmati sensasi isapan Ibuku. Penis Akbar masuk perlahan di mulut Ibuku yang langsung menguncinya dan Ibuku menggerakkan kepalanya pelan mengocok penis Akbar. Akbar membalas dengan menggoyangkan pantatnya maju mundur. Tangannya memegangi pundak Ibuku. “SSHhh..n ahh.. ohhmm..” Ibuku semakin mempercepat kocokannya dan Akbar mengimbangi juga. Cersex Ngintip Kulihat tubuhnya menegang, tangannya mencengkeram bahu Ibuku dan tubuhnya sedikit menunduk. “Ohh..” Goyangan pantat Akbar berhenti begitu juga kocokan mulut Ibuku. Penis Akbar lepas dan sperma langsung muncrat ke sekitar leher Ibuku. Akbar terbaring di kasur, Ibuku mengambil tissue yang ternyata sudah tersedia disana juga sebotol air mineral. Ia melap sperma yang tumpah di lehernya dan memberikan air kepada Akbar sekaligus membersihkan penis Akbar yang layu penuh dengan sperma. Mereka bedua masih telanjang dan berbaring bersebelahan. Kontolku yang sejak tadi tegang perlahan-lahan juga mengendur melihat aktivitas mereka yang masih ngobrol. Aku melihat jam tanganku. Pukul aku memutuskan pulang sebentar untuk mengambil kameraku yang memang sengaja kusiapkan untuk mengabadikan gambar mereka. Begitu kembali dari rumah kudengar didalam pondok suara erangan dan lenguhan juga derit papan. Aku buru-buru mengintip kedalam dan melihat Akbar sedang ngentotin Ibuku. Aku buru-buru memasang tripod kamera dan mencari lubang yang lebih besar. Aku dapat lubang sebesar cangkir dan kameraku langsung mengarah ke dalam. Kulihat Ibuku tidur telentang dengan pantatnya ditumpu bantal, kakinya dipunggung Akbar yang berlutut dihadapan Ibuku. Penisnya menancap di vagina Ibuku dan mengocoknya dengan ganas. Langsung aku menjepret adegan itu. Sesekali Akbar menciumi Bibir Ibuku dan menjilati payudaranya, tangan akbar menumpu pada kasur, pantatnya terus mengenjot penisnya di vagina Ibuku yang menggelinjang dan mengerang-erang. Ibuku lalu merangkul bahu Akbar. Akbar menyesuaikan posisi dengan menjulurkan kakinya hinggak posisi mereka berganti, Akbar dibawah dan Ibuku diatas. Penis Akbar terlihat maksimal penetrasinya hingga bulu jembut mereka bersatu. Lagi-lagi aku mengabadikan posisi mereka. Ibuku langsung mengenjot vaginanya di penis Akbar. Akbar merebahkan Tubuhnya dan Ibuku dengan leluasa mengatur gerakan diatas. Tangan Akbar meraih payudara Ibuku dan mengelusnya pelan. Sesekali putingnya dicubit membuat Ibuku menggelinjang sambil terus mengenjot. Kulihat genjotan Ibuku semakin kencang sekaligus erangannya semkin keras. “MHhhmm.. oohh..” Lalu genjotannya semakin pelan. “Sayang..sayang..sayang..” igau ibuku yang tubuhnya lalu terbaring di atas tubuh Akbar. Akbar mengelus punggu Ibuku dan pelan membalikkan Tubuh Ibuku lalu melepaskan penisnya yang basah oleh tumpahan air lendir vagina Ibuku. Akbar lalu menciumi payudara Ibuku yang masih terbaring lelah, lalu perlahan Akbar bangkit dan melap penisnya dengan Tissue, lalu berpakaian. Diluar aku bahkan belum sempat onani. Lalu aku buru-buru beranjak pergi. Besok sorenya, lagi-lagi aku mandi di sungai bareng Akbar. “Tadi malam kemana lo?” pancingku. “Biasalah, tugas.” Jawabnya. “Tugas apa?” “Nyari uang-lah. Ada Ibu yang gatal pengen ku entotin, kan lumayan uangnya.” “Memangnya berapa Ibu sih yang biasa kau entotin?” “Cuma satu kok.” “Dimana ngentotnya?” “Kau ini mau tau aja. Rahasialah.” “Ya, bagi-bagi pengalaman kenapa sih.” “Kecuali yang ini, bahaya.” “Kapan kau ajak aku ketemu sama temanmu yang bias dipake?” “Malam minggu ini aja, gimana?” “Malam ini aja.” “Nggak bisa, aku masih ada tugas.” “Tugas lagi, sama Ibu itu?” “Iya, nafsunya gede lo, makanya suka nggak puas, tadi malam aja aku nggak sempat orgasme kok, mau ngelanjutin malas, nggak bawa pelicin sih, aku mau ngentotin pantatnya, kalo memeknya udah blong, nggak enak. Makanya begitu dia kelar, aku selesai juga.” “Nanti malam dimana?” “Ya ampun, ya rahasialah, nanti kau ngintip pula.” “Ya udah.” Lalu kami mandi berdua, telanjang, kuperhatikan kontolnnya yang sering diisap Ibuku. Malamnya aku udah bersiap-siap dengan kamera. Jam delapan aku udah masuk kamar. Jam sembilan malam kudengar suara telepon, mungkin itu dari Akbar pikirku. Setengah jam kemudian kudengar lagi pintu belakang dibuka. Aku pikir mereka mau melanjutkan yang tadi malam di pondok. 5 menit setelah ibuku keluar, aku langusng keluar dengan menenteng kamera. Tapi di pondok tidak kudapati suara-suara maupun cahaya lilin. Aku ke belakang pondok dan melihat nyala senter di kejauhan. Aku tahu itu jalan menuju ke sungai yang melewati sawah dan kebun. Aku langsung bearnjak mengikuti cahaya itu. Untung malam purnama, jadi aku masih bisa melihat jalan. Aku semakin dekat dengan cahaya itu, kulihat Ibuku jalan sendiri, mungkin Akbar menunggu di suatu tempat. Tapi dimana, aku juga masih bingung. Mungkin di salah satu pondok di sawah. Semakin dekat ke sungai setelah melewati sebuah kebun membuat aku semakin bingung. Mau apa mereka di sungai? Jalan itu terus ku lalui, itu jalan ke sungai tempat aku dan Akbar mandi sore. Lalu kulihat Ibuku turun terus ke sungai, aku mengambil jalan lain dan mengintip dari atas. Kulihat ada nyala rokok di bawah, lalu nyala senter. Ibuku dan Akbar. Ternyata di rumput di pinggir sungai sudah ada sebuah tikar dan Akbar tengah duduk disana. Ibuku langsung menghampiri. Aku beranjak lagi sedikit ke timur supaya dapat melihat dengan jelas. Jarakku dengan mereka Cuma sekitar 6 meter. Untung suara air meredam suara derak kayu yang kuinjak. Akbar memakai celana pendek, sedangkan Ibuku seperti biasa memakai daster. Bulan diatas membuat segalanya terlihat jelas dan terang. Mereka mengobrol pelan. “Jangan-jangan anakmu tahu tentang hubungan kita.” Kata Akbar. “Kok bisa?” Tanya Ibuku. “Yah siapa tahu aja, dia kan sudah dewasa, mungkin logikannya bisa sampai kesana, apalagi waktu malam di pondok itu aku mendengar langakh-langkah orang.” “Kalau dia tahu, kenapa dia nggak bilang?” “Mungkin dia takut, atau malu.” “Udah ah, nggak usah bahas itu.” Kata Ibuku manja sambil merebahkan kepalanya di pangkuan Akbar. Akbar mengelus rambut Ibuku sambil membuang rokoknya. Lalu dia membaringkan tubuh Ibuku di tikar, dia terbaring disampingnya. Lalu Akbar mulai mengulum pelan bibir Ibuku yang membalasnya pelan. Tangan akbar bergerilya di payudara dan vagina Ibuku. Dasternya ditarik hingga terlihat CDnya. Tangan Akbar merogoh dan mengelus-elus vagina Ibuku yang masih dibalut CD. Cersex Ngintip Cumbuan akbar turun ke leher dan sekitar kuping dalam Ibuku yang melenguh pelan. Rmabut Akbar diremas-remas. Cumbuan Akbar turun ke payudara Ibuku yang dilapisi daster, terus turun ke bawah, tangannya menyingkap daster Ibuku dari bawah ke atasa, ibuku sengaja mengangkat badannya hingga Akbar dengan mudah membuka seluruh daster lepas dari Tubuhnya. Kini Ibuku Cuma memakai CD dan Bra saja. Akbar membuka baju kaos dan celananya sekaligus menyisakan CD yang penisnya seolah sudah mau mneyeruak keluar. Lalu dia mencumbu kaki Ibuku pelan, menciuminya kearah atas dan bagian dalam Paha Ibuku. Semakin kedalam membuat Ibuku menggelinjang pelan. Melenguh pelan. Kaki Ibuku satu diangkat akbar dan diciuminya sampai ke pangkal paha. Sesekali digigitnya paha Ibuku. Lalu Akbar menggigit CD ibuku dan menariknya hingga terbuka lepas dari kaki. Akbar berlutut dihadapan Ibuku dan menarik kedua kakinya hingga selangkangan Ibuku menempel di selangkangannya yang menggumpal. Akbar mengeluarkan penisnya dari CD dan menggesek-gesekkannya ke vagina Ibuku pelan. Dengan kepala penis dia memainkan klirotis Ibuku. Ibuku mencoba menyodok penis Akbar, namun akbar memang sengaja Cuma menggesek-gesekkan saja. Aku sudah membuka celana pendekku hingga penisku muncrat keluar. Kamera dan tripod sudah stand by. Sesekali aku memotret pose mereka dan setelah itu sibuk dengan penisku sendiri. Setelah itu, Akbar menjilati vagina Ibuku yang sudah basah, semakin membuat dia menggelinjang dan mengerang hebat. “Akbarr.. hhmmhhmm..” erangnya membuat Akbar semakin binal. Lidahnya dijulurkan kedalam vagina Ibuku sementara tangannya meraih payudara. Setelah puas dan Ibuku terlihat hampir orgasme, giliran payudara yang dikulum Akbar. Putting susu ibuku dijilati dan diemut perlahat. Sesekali digigit dan ditarik keatas. Lalu kembali mereka berkuluman mesra. Penis Akbar yang sejak tadi sudah keluar dari CD, menempel di perut Ibuku. Akbar beranjak dari tikar, berdiri dan membuka CDnya, lalu berjalan ke arah sungai, diikuti Ibuku yang membuka Branya lalu jalan telanjang ke arah sungai. Akbar menceburkan dirinya di sungai yang dalamnya cuma sebatas lutut itu. Lalu duduk disana menunggu Ibuku yang berjalan kearahanya. Ibuku menceburkan dirinya juga di dekat Akbar. Setelah sama-sama basah, Akbar memeluk Ibuku, mereka saling berhadapan. Ibuku duduk diatas paha Akbar. Aku membayangkan penis Akbar yang menempel di selangkangan Ibuku di dalam air dan membayangkan sensasi badan mereka yang basah dan licin. Mereka saling berkuluman sambil tangan masing-masing bergerilnya di berbagai tempat. Ibuku mencondongkan tubuhnya ke belakang saat Akbar mencumbui perut dan payudaranya. Lalu akbar membalikkan posisi. Dia berada di belakang Ibuku dan meremas payudaranya dengan mesra sambil mencumbui leher belakang Ibuku. Tangan Akbar meremas-remas payudara Ibuku dengan geraka memutar dan sesekali mencubit pentilnya. Satu tangan memainkan klirotis Ibuku di dalam air. Mereka berbalik lagi, Akbar berlutut dihadapan Ibuku hingga penisnya terlihat jelas, Ibuku mengerti, lalu meraihnya dan mengelus pelan sambil menjilati bibir Akbar. Lalu cumbuan terus turun ke leher dan dada Akbar yang bidang menuju penisnya yang menantang. Ibuku menunduk dan menjilati kepala penisnya yang merah kecoklatan. Seperti menjilati es krim, sesekali buah pelir Akbar diisapnya pelan. Akbar mencengkeram rambut Ibuku. Lalu pelan Ibuku memasukkan seluruh penis Akbar kemulutnya dan Akbar mulai mengocoknya pelan. Pinggulnya digoyang-goyangkan. Ibuku memegangi pinggang Akbar. Kupandangi wajah Akbar yang menikmati kuluman. Lalu dia melepas penisnya dari mulut Ibuku dan menuntun Ibuku berjalan ke pinggir sungai yang agak tinggi. Lalu ibuku dituntun untuk duduk disana, lalu kudua kakinya. *** 3 hari sesudah kejadian di sungai, Ayahku pulang. Karena libur, aku dan adikku biasanya bangun jam 9 atau jam 10 pagi setiap hari. Tapi hari itu aku kudu bangun pagi karena mau pergi jalan-jalan barengan temanku termasuk si Akbar. Makanya jam 5 pagi aku terbangun dan langsung mau mandi. Kamar mandi rumahku dekat dengan dapur. Waktu aku mau melewati dapur kulihat ibuku sedang masak, sementara ayahku ada dibelakanganya sedang memeluk Ibuku yang menghadap meja, mungkin sedang mengoles roti, mereka membelakangiku. Kulihat ayahku menciumi tengkuk Ibuku dan tangannya memeluk dan sepertinya meremas payudara Ibuku. Aku langsung mengambil posisi yang enak untuk mengintip kelanjutan kegiatan mereka. Kudengar suara kecupan-kecupan ayahku di leher dan tengkuk ibuku. Lalu Ibuku berbalik dan mereka berciuman dengan liar. Tangan ayahku meremas kedua belah payudara ibuku yang hanya memakai daster. Tangan ibuku masuk ke dalam celana pendek yang dipakai ayahku dan meremas bokongnya. Mereka terus berciuman, ayahku menciumi leher ibuku sambil tangannya masuk ke selangkangan ibuku yang dasternya diangkat keatas. Lalu ayahku menarik daster ibuku ke bawah hingga nampak payudaranya menggantung dan langsung dilahap ayahku. Putingnya dijilat dan dihisap membuat ibuku menggelinjang kegelian. Mulutnya mendesah-desah sementara tangannya meremas rambut ayahku yang semkain ganas manciumi perut ibuku dan terus turun ke selangkangannya yang juga ternyata nggak pake CD. Ayahku melahap vagina ibuku sambil tangannya meremas payudaranya. Lalu ayahku berdiri dan mengambil selai kue dari meja dan mengoleskannya di vagina ibuku, kemudian menjilatinya pelan. Ibuku semakin menggelijang hebat. Ayahku menarik semua daster dari tubuh ibuku dan menaikkan tubuh ibuku ke meja, lalu mengangkangkan kakinya. Ia sendiri membuka celana pendek yang dipakainya, lalu CD putih yang sedikit basah diujung penisnya. Penis ayahku hitam kecoklatan dan nggak terlalu besar, masih besar punya Akbar dan punyaku juga. Ibuku memegang pundak ayahku waktu ayahku mendekat dan mencoba menusukkan penisnya ke vagina ibuku yang kakinya mengangkang. Lalu pelan ayahku mulai mengocok penisnya pelan. Tubuh mereka bergoyang-goyang, juga meja. Sambil menggoyang, ayahku memegang paha ibuku dan sambil menjilati payudaranya yang terguncang-guncang. Tangan ibuku menumpu ke belakang. Tubuhnya terguncang-guncang oleh goyangan pantat ayahku di selangkangannya. Ia mendesah-desah. Lalu tiba-tiba kaki ibuku memeluk tubuh ayahku yang terus menggoyang-goyang, ibuku memeluk ayahku dan ayahku sepertinya tahu kalau ibuku mau orgasme, lalu dia menghentikan kocokannya dan menciumi bibir ibuku pelan. Mereka berciuman, namun kali ini pelan dan penuh perasaan. Lalu ayahku menggendong tubuh ibuku dan membawanya ke ruang tamu, aku cepat-cepat sembunyi di balik tirai supaya tidak ketahuan. Ayahku lalu duduk di sofa dan membiarkan ibuku naik ke pangkuannya. Aku melihat pemandangan itu dari posisi samping, hingga bias kulihat jelas waktu penis ayahku masuk ke vagina ibuku. Dengan posisi saling memangku dan berhadap-hadapan, ibuku menggoyangkan pantatnya di atas ayahku yang sibuk menjilati payudaranya. Tangan ibuku menumpu pada pegangan sofa, ayahku memegani punggung ibuku dan mengusap-usapnya. Ibuku terus mengocok vaginanya di penis ayahku sambil melenguh dan mengerang. Goyangan ibuku semakin kecang dan membuat ayahku melenguh keras dan menggigit payudara ibuku yang tepat dihadapannya. Lalu tubuh ibuku mengejang dan dia menjerit tertahan, lalu kocokannya berhenti. Ternyata dia sudah orgasme. Cersex Ngintip Tapi ayahku belum. Ibuku bangkit dari tubuh ayahku dan duduk disampingnya. Lalu menunduk dan mengulum penis ayahku yang masih tegak. Ayahku mengangkangkan kakinya, ibu pindah ke bawah kursi persis diantara kedua kaki ayahku. Ibuku turun dari kursi, sementara ayahku mengangkangakn kedua kakinya, lalu Ibuku mulai menjilati penis ayahku yang masih menjulang. Lidah ibuku kulihat menjilati buah peler ayahku dan menghisap-hisapnya, tangan kanannya meraba-raba puting ayahku yang mengerang erang dengan mata terpejam. Pelan ibuku terus menjilati kepala penis ayahku, lalu memasukkannya ke mulut pelan, dihisap lalu dikocok-kocok dengan mulutnya. Ayahku meracau tak karuan dan mendesis-desis. Cumbuan Ibuku kini pindah ke perut, menjilati disana dan naik ke puting ayahku. Lidah Ibuku memainkan puting ayahku pelan, dijilat-jilat dan sesekali digigit. Lalu ibuku mencumbu leher ayahku yang mendongakkan kepalanya di kursi. Meninggalkan cupangan dan jilatan disana, naik ke kuping. Lidah ibuku menari-nari disana. Ayahku tak tahan, dai meraih mulut ibuku dan mereka saling berkuluman lagi. Tubuh ibuku kini kembali berada diatas tubuh ayahku tapi tanpa ada penetrasi, mereka hanya berciuman dan saling mengulum bibir. Lalu ayahku mengendong tubuh ibuku dan membawanya ke kamar mandi sambil terus berciuman. Telanjang. Setelah mereka masuk, aku mencoba mengintip dari lubang kunci, tapi nggak kelihatan dan aku Cuma mendengar suara air diguyur, lalu desahan-desahan. *** Beberapa hari kemudian, Ayah dan Ibuku pergi ke luar kota, ada saudara yang menikah. Aku tinggal berdua dengan adikku. Ibuku menyuruh seorang tetangga untuk memasak. Anaknya kira-kira berumur 19 tahun, baru lulus SMU tapi nggak bisa melanjutkan kuliah karena keluarga nggak mampu. Namanya Ririn. Hari pertama, pagi-pagi dia sudah datang untuk membersihkan rumah dan memasak sarapan. Aku tidak terlalu perduli, aku melakukan aktifitas seperti biasa. Adikku masih liburan. Karena aku bangun kepagian untuk buka pintu untuk Ririn, setelah mandi dan sarapan aku tidur lagi di kamarku. Sekitar jam 10 pagi aku terbangun lagi dan berencana untuk mandi lagi. Tapi waktu melewati kamar Dedi, adikku, aku mendengar suara desahan, seperti orang sedang ngentot. Aku merapatkan kupingku ke lubang kunci dan dapat mendengar dengan jelas desahan dan eranagn itu benar dari dalam. Aku cepat beranjak ke samping rumah tempat jendela kamar Dedi berharap bisa melihat kejadian di dalam. Aku kaget?mati waktu melihat Dedi sedang ngentotin Ririn. Aku melihatnya dari jendela yang ternyata memang tidak dikunci oleh Dedi. Ternyata adikku nggak kalah sama Ibunya. Kulihat Dedi tengah mengenjot kontolnya di memek Ririn yang mengangangkang di atas tempat tidur sementara Dedi diatasanya mengocok dengan ganas. Desahan mereka sampai terdengar diluar. Untuk kawasan rumaku halamannya luas dan ada tembok tinggi mengelilingi jadi nggak kedengaran. Aku betul-betul nggak nyangka kalau Ririn ternyata mau melakukan itu, karena dia terlihat malu-malu dan sopan sama aku. Dan Dedi juga ternyata sudah fasih dengan kegiatan itu. Sebelum mereka selesai aku bernajak pergi dari sana. Onani ke kamar mandi. *** Malamnya Dedi pergi sama teman-temannya karena malam minggu. Aku yang nungguin rumah. Ririn masih belum pulang dan sedang mencuci piring di dapur. Aku sesekali mencuri pandang dan mengintip dia. Jujur aja, aku juga jadi kepingin ngerasain gimana rasanya ngentot dan Ririn bisa kujadikan objek. Langsung aku mengunci pintu rumah, lalu beranjak ke dapur. Masih kulihat Ririn mencuci piring membelakangiku. Aku masih ragu-ragu untuk memulai. Tapi aku memberanikan diri mendekai Ririn. Kupeluk dia dari belakang. Dia kaget. “Bang..?dia bilang pelan tapi tidak coba menepis pelukanku. “Aku tahu apa yang kamu lakukan sama Dedi,?bisikku mengancam “jadi jangan menolak.?Lanjutku. Dia diam saja. Aku melepaskan tangannya dari sabun cuci dan mencucinya di keran sambil memeluknya dari belakang. Tengkuknya pelan-pelan kuciumi, dia tak berani menolak dan menurut apa yang kulakukan. Kubalikkan badannya dan langsung bibirnya kusergap, kuhisap-hisap, dia malah mulai membalas dan sepertinya menikmati ciumanku. Tanganku mulai bergerilya di payudaranya yang masih terbungkus baju kaos putih. Lalu menyusup pelam dari arah pusar dan menyentuh payudaranya yang terbalut bra. Ciumanku beralih ke leher dan sekitarnya, kujilati dan kugigit pelan. Dia menggelinjang. Aku semakin suka dengan gelinjangannya. Pelan aku melepas cumbuan dan menatap wajahnay yang malu menatapku. Aku melepas kaos yang dipakainya pelan. Dia menaikkan tangannya membantuku melepas bajunya. Kulihat gundukan putih yang masih terbalut bra dihadapanku, seolah menantang. Aku menyentuhnya pelan, lalu kukecup bagian yang tidak tertutup bra di bawah leher, lalu kecupanku naik ke leher, pelan tururn lagi sambil tanganku mencoba membuka kait branya di punggung. Setelah lepas, pelan aku lepaskan dari tubuhnya, dia masih menunduk. Kini payudaranya terlihat tanpa sehelai benangpun dihadapanku. Kusentuh pelan dengan tangannku. Putingnya mengeras dan kupelintir pelan, dia menggelinjang dan mendesah dengan mata tertutup. Aku menunduk dan mengecup puting perempuan untuk pertama kali. Lalu kujilat putingnya dan kukulum. Dia semakin menggelinjang dan meremas rambutku. Tanganku yang satu lagi meremas pantatnya. Dari puting kanan lalu pindah ke puting kiri, tangan kananku mengangkat rok yang dipakainya dan meraba-raba sekitar selangakangannya pelan. Jari-jari tengah kumainkan di vaginanya yang terbalut CD, dia mendesah pelan Kulepaskan cumbuan bibirku di payudara dan tanganku dari vaginanya. Kutatap dia yang masih merem. Lalu kucumbu perutnya pelan, kujilati pusarnya pelan, menjilat-jilt sekitarnya dan sesekali meninggalkan gigitan, terus turun ke bawah mendekati pinggangnya. Tanganku sambil terus kucumbu perutnya?membuka kait rok dibelakangnya. Lalu melepas pelan. Roknya jatuh ke lantai. Ririn melepaskan roknya dengan mengangkat kakinya sendiri. Dihadapanku dia cuma memakai CD membuatku semakin gila. Pelan kuciumi vagiannya yang masih terbalut CD namun sudah basah di bagian klirotisnya. Tanganku memegang pinggul dan meremas pantatnya. Dia mundur sedikit menuju meja makan dan tangannya menumpu disana. Lalu kakinya dikangkangkan hingga aku bisa leluasa melihat selangkangannya. Kucumbu sekitar paha dalam dekat vaginanya, dia terus mendesah dan menggelinjang hebat. Lidahku menjilat-jilat dan terus mendekati vaginanya. Kugigit pelan vaginanya dari luar CD, dia menjerit tertahan. Kulirik dia diatas kepalaku, lalu aku menarik CD putihnya pelan. Dia pasrah dan membantu aku melepaskan dengan manaikkan kakinya. Kuletakkan CD di lantai dan langsung meraba vaginanya yang kini merekah dihapanku dengan bulu-bulu lumayan lebat. Kusibakkan bulu-bulunya dan kujentikkan klirotisnya dengan satu jariku. Lalu kedua tanganku menarik kesamping masing-masing vaginanya dan aku mendekatkan wajahku ke vaginanya dengan lidah menjulur. Dian menggelinjang dan mendesah keras seperti waktu dientot Dedi. Aku semakin liar dan menjulurkan semakin dalam lidahku ke vaginanya, menjilat-jilat dan menyedot. Tubuhnya menggelinjang tak karuan, lidahku terus menjilat dan mengulum sambil tangan kananku meraih payudara dan meremasnya. “Bangg? bangg?hh. hh. h..h. ngg..” dia mengerang dan tubuhnya meneang dan aku rasakan cairan keluar dari vaginanya. Dia sudah orgasme sebelum aku sempat buka baju. Dua hari kemudian, ibuku pulang sendiri, ternyata ayahku langsung pergi ke Medan untuk bisnis lagi. Ririn udah jarang ke rumah kami sejak ibuku pulang, hanya sesekali untuk bersih-bersih rumah. Suatu siang, aku iseng pergi main ke pinggiran sungai yang rimbun kayak hutan kecil. Di sekelilingnya ada ladang penduduk. Waktu aku melewati salah satu pondok di sebuah ladang, aku mendengar dua orang bercakap-cakap. Aku seperti mengenal suaranya, seperti suara ibuku. Aku lihat lebih dekat dan ternyata benar, ibuku tengah bercakap-cakap dengan Pak Sarif, pemilik ladang sayuran itu. Hanya berdua, istri dan anaknya entah kemana, biasanya mereka selalu membantu. Kulihat mereka bercerita dengan tatapan lain dari biasa orang bercakap-cakap. Tapi perasaan janggal itu aku abaikan dan pergi ke sungai untuk mandi. Aku mandi di sebuah ceruk. Telanjang. Selesai mandi, aku mau pulang dan sengaja lewat jalan ladang Pak Sarif supaya aku bisa tau apa yang dilakukan ibuku disana. Ladang Pak Sarif, adalah ladang sayuran yang disekelilingnya ditumbuhi pohon-pohon rindang dan menjadikan ladang itu seperti tempat tertutup dari lingkungan luar. Pondok di ladang itu ada di pinggir dekat rimbunan pohon pisang. Waktu aku lewat, aku nggak lagi menemukan ibuku dan Pak Sarif disana. Aku coba melongok ke dalam pondok, dan ternyata memang udah nggak ada. Aku mau beranjak pergi waktu ku dengar suara desahan dan gesekan daun di pinggir pondok yang ditumbuhi pohon pisang yang rindang. Aku pelan-pelan memutari pondok dan mengintip ke arah itu. Ternyata kudapati ibuku tengah bercinta dengan Pak Sarif. Kulihat Pak Sarif tengah mencumbu ibuku. Payudaranya sudah lepas dar Bra dan dadanya dikulum Pak Sarif. Mereka menggelar tikar disana dan tempatnya memang tersembunyi. ibuku menggelinjang pelan waktu Pak Sarif terus mencumbu payudara dan lehernya. Posisi mereka saling berhadapan duduk diatas tikar. Tangan Pak Sarif sibuk bergerilya di payudara dan selangkangan ibuku. Setelah puas, gantian ibuku yang ambil kendali, dia membuka baju yang dipakai Pak Sarif, hingga menampakkan dadanya yang bidang karena berkerja sebagai petani dan berbulu tebal. Pak Sarif kuakui memang ganteng, dan 5 tahun lebih muda dari ibuku. Pak Sarif berlutut di depan ibuku yang mengelus-elus dadanya yang bidang. Lalu menjilati putingnya pelan. Pak Sarif merem melek menikmati cumbuan ibuku. Cersex Ngintip Tangan ibuku mulai bergerilya di sekitar selangkangan Pak Sarif yang cuma memakai kain sarung, sehingga ibuku bebas bisa meraih kontolnya yang sudah menegang. ibuku memegang kepala Pak Sarif dan langsung mengulum bibirnya dengan ganas. Pak Sarif membalas tak kalah ganas, mereka saling berkuluman dan saling meraba, saling bertelanjang dada. Ibuku asyik menggesek-gesekkan payudaranya ke dada berbulu Pak Sarif yang juga asyik menikmati kekenyalan payudara ibuku di dadanya. Tangannya sibuk merogoh selangkangan ibuku. ibuku merebahkan dirinya dan membiarkan Pak Sarif menelanjanginya dengan melepaskan daster yang dipakainya dari tubuh ibuku. CD ibuku yang berwarna putih sudah terlihat basah dan acak-acakan. Pak Sarif melepas kain sarungnya dan menyisakan CD yang juga berwarna putih dengan kontol yang kepalanya menyeruak keluar berwarna hitam kecoklatan dan ujungnya mengkilap berair. Lalu Pak Sarif rebah disebelah ibuku sambil meraih payudara dan mengulum yang sebelahnya. Tangannya bergerilnya dari payudara ke perut dan berakhir di vaginanya yang masih terbalut celana dalam. Tangan dan jari-jari Pak Sarif masuk ke CD ibuku dan menari-nari didalamnya membuat ibuku mengerang dan menggelinjang hebat. Erangannya terdengar pelan tertahan. ibuku sepertinya tidak tahan lagi dan membalikkan posisi. Dia gantian mencumbu dada Pak Sarif dan terus turun ke bawah menuju selangkangannya. ibuku meraih kepala penis Pak Sarif yang mencut keluar dari CD. Ganas, ia menarik CD itu keluar dari kedua kaki Pak Sarif. Pelan dia menjilati penis Pak Sarif yang berurat coklat kehitaman itu. Pak Sarif mengerang pelan. Pantatnya ikut menggelinjang dan mencoba menusuk-nusuk dalam mulut ibuku. Ibuku naik ke tubuh Pak Sarif yang terbaring dan mencium dadanya yang bidang penuh berbulu lebat, mencupang puting dan sekitar dadanya, terus menciumi di leher dan berakhir di bibir, mereka asyik berpagutan hangat. Tangan Pak Sarif meremas-remas payudara ibuku yang menggantung. Pelan ibuku menempelkan payudaranya ke dada Pak Sarif, lalu mulai memijatnya pelan-pelan. ibuku memberikan pijatan payudara di tubuh Pak Sarif yang terus mengerang dan menggelinjang sambil meremas-remas pantat dan punggung ibuku. ibuku kembali naik ke atas dan mengarahnya payudaranya ke wajah Pak Sarif yang langsung menyambutnya dan mengulum putingnya pelan, ibuku menggelinjang sambil tangannya menumpu pada tikar. Tangan Pak Sarif mengelus-elus vagina ibuku yang merangkak dihadapannya sambil terus menulum dan menghisap payudaranya. ibuku melepas CD-nya dan merebahkan badannya di sebelah Pak Sarif. Gantian Pak Sarif yang aktif. Dia langsung merengkuh tubuh ibuku dan menindihnya pelan. Penisnya menempel pada selangkangan ibuku. Pak Sarif mencumbu cuping ibuku pelan dan terus mencumbu sekitar leher dan terus turun ke payudaranya. Posisi Pak Sarif turun menyamping di samping ibuku dan tetap mengulum dan mencumbui sekitar payudara dan perut. Tangannya mengelus vagina ibuku yang kakinya menerjang kesana kemari menahan kenikmatan cumbuan Pak Sarif dan tangannya terus bergrilnya. Sesekali Pak Sarif menusukkan jari-jarinya ke dalam vagina ibuku dan ibuku melenguh pelan. Pak Sarif duduk di samping ibuku dan mulai tangannya meraba-raba tubuh ibuku. Kakinya dinaikkan dan Pak Sarif menunduk ke arah vagina ibuku. Pelan Pak Sarif mulai menjilati vagina ibuku, menyibakkan bulu-bulu di sekitarnya dan lidahnya menjulur pelan, menjilati selangkangan, menjilati klitoris dan sesekali memasukkan lidahnya ke lubang vagina ibuku. Ibuku terus menggelinjang hebat. Tangan Pak Sarif menaikkan kedua kaki ibuku dan mengangkangkannya, menekuk ke atas. Vagina ibuku menganga lebar di depan kontol Pak Sarif yang tegang. Ibuku menuntun kontol itu ke vaginanya, menggesek-gesekkannya sebentar sebelum Pak Sarif menekan hingga kepala penisnya masuk. Ibuku melepas penis dan membiarkan Pak Sarif memasukkannya sendiri. Pak Sarif tidak langsung menekan semua batang kontolnya tetapi mengocoknya pelan sebatas kepala penisnya saja. Ibuku rupanya sudah tidak tahan menggoyangkan pantatnya ke atas sehingga penis Pak Sarif amblas setengahnya, tapi Pak Sarif sigap menarik penisnya, sepertinya dia sengaja membuat ibuku penasaran. “Bang.. ayo dongg.. masukkan kontolmu ke memekkuu.. aku udah nggak tahann.. ohh.”, erang ibuku sambil mencoba meraih Penis Pak Sarif dan kembali mengarahkan ke vaginanya, setelah dekat dia sendiri yang menggoyangkan pantatnya hingga penis itu masuk, Pak Sarif mendiamkan saja, batang penis itu baru masuk separuhnya, Pak Sarif menekan sedikit lagi sambil terus memegang kedua kaki ibuku. Dia mengambil ancang-ancang untuk memulai kocokannya. Begitu ibuku kembali menggoyangkan pantatnya, Pak Sarif juga menekan penisnya hingga amblas di vagina ibuku. Ibuku menjerit tertahan. “Ah.. ohh..” Pak Sarif pelan mulai mengocok penisnya di vagina ibuku, pelan gerakannya lamban, tangannya lepas dari kaki ibuku dan menumpu pada tikar di tanah, kaki ibuku mengait di tubuh Pak Sarif. Sesekali Pak Sarif mencium dan berpagutan dengan ibuku. “Oh.. bangg.. terus bang..” “Yah.. shh.. enak.. gimana sayang, enakan mana sama kontol suamimu?”, Tanya Pak Sarif sambil terus menggenjot penisnya. “Besar punyamu sayang, suamiku udah loyo, kontolnya kecil, dia nggak pernah muasin aku.. teruss.. sayang.. kontolmu besar.. enak memekku..” “Dengan Akbar gimana? Enak mana?” “Sayangg.. kalian sama-sama enak.. kontolnya besar-besarr.. ohh.. Badannya juga bagus.. apalagi bulu-bulumu yang tumbuh di sekitar dada dan selangkangan.. oh.. sayangg.. entotin terus aku.. mhh..” “Yahh.. kupuasin kau.. hh..” Pak Sarif menggenjot makin kencang ke vagina ibuku yang terus mengerang pelan. Pak Sarif mengangkat tubuh ibuku dan mendudukkannya berhadap-hadapan dengan dirinya dengan penis masih menusuk di vagina. Pelan mereka berkuluman berhadap-hadapan sambil ibuku dari atas tubuh Pak Sarif menggenjot pantatnya pelan. Pak Sarif leluasa meraih payudara ibuku. Menggigit dan menjilatinya. Dia meninggalkan dua cupangan di sekitar payudara ibuku. Lalu Pak Sarif merebahkan tubuhnya hingga ibuku diatas, dia mulai menggenjot dari atas, Pak Sarif leluasa meremas payudara dan pantat ibuku. ibuku betul-betul menikmati ngentot itu, kuliaht dia merem melek sambil mendesis. Tubuhnya dicondongkan ke depan sehingga tepat berada di atas Pak Sarif dan kocokannya makin kencang. Pak Sarif sepertinya merasakan kalau ibuku mau orgasme hingga ia langsung mengambil alih, dia kembali duduk dan merengkuh tubuh ibuku dan mencumbunya pelan. Ibuku disuruh menungging dan dia berlutut di belakang ibuku. Pelan dia memasukkan penisnya dari belakang. Lalu kembali mengocoknya pelan. Tangannya memegang pantat ibuku. Kulihat payudara ibuku menggantung bergoyang-goyang. Pak Sarif mencondongkan tubuhnya ke depan dan mencumbui tengkuk ibuku dan meremas payudaranya. Kocokan Pak Sarif pelan berirama, makin lama makin cepat. Lalu dia sedikit bangkit dan mengangkat kedua kaki ibuku yang langsung menopangkan tangannya pada tikar. Pak Sarif mengangkat kakinya ke atas dengan penis menusuk di vagina. Pak Sarif berlutut dengan tubuh condong ke belakang hingga vagina ibuku leluasa masuk ke penisnya. Ia mengocok pelan. Pelan Pak Sarif mengangkat tubuh ibuku ke pinggir tikar yang ada rebahan pohon pisang. Ibuku didudukkan di sana, kakinya dikangkangkan dan ibuku menuntun lagi penis Pak Sarif ke vaginanya. Pak Sarif berlutut di hadapan ibuku. Lalu mulai mengocok penisnya di vagina ibuku. “Teruss.. sayang.. teruss..”, erang ibuku. Pak Sarif membungkam mulutnya dengan kuluman sambil terus mengocok penisnya. ibuku menaikkan kedua kakinya ke phon pisang tempat dia duduk hingga tangan Pak Sarif leluasa meremas payudara dan menjelejahi tubuhnya. “Oh.. ss..”, erang Pak Sarif berbarengan dengan ibuku. Gerakan mereka makin cepat dan cepat, sampai ibuku menjerit tertahan. Tubuhnya memeluk erat tubuh Pak Sarif yang masih mengocok penisnya kencang. Lalu dia juga mendesah tertahan dengan kocokan yang semakin pelan dan pelan. 2 menit mereka berpelukan sebelum melepaskan diri. Kulihat vagina ibuku basah dan juga penis Pak Sarif yang masih tegang. Ibuku meraih penis itu dan mengusap-usapnya. “Kamu hebat sayang.” Aku buru-buru pergi sewaktu mereka sedang berpakaian. Dua hari kemudian, aku pergi sejak pagi ke rumah temanku. Ibuku tinggal sendirian di rumah, adikku masih pergi liburan. Waktu aku pulang agak siang, aku lagi-lagi mendapati pintu rumahku tertutup, tapi aku lihat ada sandal laki-laki di luar rumah. Mungkin Ibuku lagi nih, atau ayahku sudah pulang. Akhirnya aku putuskan untuk mengintip dari sela-sela kaca ruang tamu. Kulihat ibuku tengah ngobrol dengan seorang laki-laki, ku kenal dia karyawan ayahku yang tinggal di kampung menjaga ternak kami. Namanya Pak Karmin, orangnya tinggi besar dan hitam seperti orang negro. Pak Karmin mau pamit pulang. Dia berdiri dan hendak melewati ibuku yang duduk di sofa. Ibuku memegang tangannya. Cersex Ngintip Pak Karmin menoleh heran. “Ada apa Bu?” tanyanya. “Kamu mau langsung pulang Min?” “Iya, Bu. Ternak nanti nggak ada yang ngasih makan.” “Istri dan anak kamu kan ada.” “Tapi itu tugas saya Bu.” “Kamu jangan cuma bisa merawat sapi-sapi itu, Min.” “Cuman itu yang saya mampu, Bu.” Ibuku masih memegang tangan Karmin dan dia masih berdiri tepat di hadapan Ibuku yang duduk. “Kamu sepertinya bisa yang lain, Min.” “Maksud Ibu apa?” tanyanya lugu. “Kamu bisa merawat saya sebentar.” “Merawat gimana bu?” tanyanya makin bingung. Ibuku tak menjawab, tapi langsung tangannya beraloh ke selangkangan Pak Karmin. Pak Karmin terkejut dan sedikit mundur. “Nggak usah takut, Min. sini, kamu rawat Ibu dulu.” “Jangan bu, nanti Bapak tahu.” “Bapak di luar kota, Min, nggak ada di rumah ini.” “Anak Ibu?” “semua sedang pergi. Ayo sini maju.” Karmin seperti dicocok hidungnya maju ke arah Ibuku yang langsung menyambut dengan kemabli menggerayangi selangkangan Pak Karmin yang Masih berdiri. “Udah lama aku pengen ini-mu, Min.” kata Ibuku sambil menyentuh kontol Pak Karmin yang tampaknya mulai menegang, terlihat dari celana yang dipakainya menggelembung di sekitar selangkangan. Pak Karmin diam saja berdiri di depan Ibuku yang terbakar birahi. lalu pelan Ibuku menarik ke bawah celana Training yang dipakai Pak Karmin hingga kontolnya muncrat keluar. Ternyata Pak Karmin nggak pakai CD, memang orang di kampung jarang yang pakai CD. Ibuku langsung terbelalak melihat penis yang begitu panjang dan besar. Aku juga sedikit kaget melihat penis sebesar itu. Akbar dan Pak Sharif kalah. Ibuku langsung mengjilati kepala penis itu pelan seperti makan es krim. Pak Karmin menggelinjang kegelian, mungkin belum pernah kontolnya di hisap istrinya. Kepala penis Pak Karmin jadi sasaran empuk hisapan Ibuku yang mulai memasukkan penis Pak Karmin ke mulutnya. Pak Karmin mendesis. Tangannya memegang kepala ibuku dan meremas rambutnya. Ibuku berdiri dihadapan Pak Karmin, meraih tangannya dan meletakkan di dada Ibuku. Pak Karmin mulai aktif dan melepas baju daster yang dipakai ibuku. Melepaskan ikatan di pundak hingga jatuh ke bawah dan nampaklah dihadapannya Ibuku Cuma memakai CD dan Bra berwarna putih. Tangan ibuku masih berada di penis Pak Karmin. Lalu ibuku membuka kaos yang dipakai Pak Karmin hingga terlihat dadanya yang bidang dan hitam. Ibuku terlihat semakin bernafsu. Lalau melepaskan training yang dipakai Pak Karmin hingga dia telanjang bulat. Pak Karmin menunduk dan mencumbui tetek Ibuku yang masih terbalut Bra. Ibuku mengocok kontol Pak Karmin. Mereka berpagutan mesra, suara cipokan bibir mereka terdengar. “Mmhh..” Tangan Pak Karmin meraba punggung Ibuku dan melepaskan kansing Branya. Lalu dia meremas payudara Ibuku pelan, menunduk dan mengecupnya. Lidahnya menjilati puting tetek Ibuku yang muali mengerang dan menggelinjang. Tangannya terus mengelus kontol. Pak Karmin makin liar, mencumbu terus payudara ibuku, menggigit dan menjilat. Ibuku mendorong tubuh Pak Karmin duduk di sofa. Pak Karmin mengangkangkan kakinya, ibuku berlutu dihadapannya dan mulai menjilati kontol Pak Karmin yang tegak berdiri, hitam dan menantang. Ibuku menjilati dari bagian buah peler, lalu menuju ke atas, ke arah kepala penis, disana dia memasukkan kepala kontol ke mulutnya dan memainkan dengan lidah di dalam mulut. Pak Karmin menggelinjang hebat. “Ohhss..” Tangan Ibuku mencengkeram penis itu dan menjilatinya lagi dari setiap sudut. Pak Karmin menggelinjang. Ibuku memasukkan semua penis ke multunya dan mengocoknya pelan, maju mundur. “Ohh.. Buu.. teruss.. Bu.. enakk.. hh..” Ibuku makin liar dan mengocok penis Pak Karmin sambil mengulum buah pelernya. Pak Karmin menggelinjang lalu menjerit tertahan. Spremanya muncrat ke sekitar perut dan wajah Ibuku. Ibuku menjilati sperma itu sampai bersih. Pak Karmin terduduk lemas di sofa. Ibuku bangkit ke dapur mengambil air minum dan memberikannya pada Pak Karmin. “Gimana, Min?” “Terima kasih Bu, nikmat sekali. Saya baru tahu cara begitu.” “Istrimu nggak pernah mengisap kontolmu?” “Nggak pernah Bu, kami kalo ngentot aku yang di atas dan dia di bawah, udah. Pernah sih bu, aku nonton film porno trus melihat gaya-gaya ngentot, tapi waktu kupraktekkan sama istriku dia nggak suka.” “Kampungan istrimu. Makanya sering-sering ke sini, Min, kalo Bapak nggak ada.” Ibuku duduk di samping Pak Karmin yang masih lemas telanjang. Lalu memasukkan tangannya ke vaginanya sendiri yang masih terbalut CD. Dia mencoba masturbasi di depan Pak Kamrin dan mencoba merangsangnya lagi. Pak Karmin tidak lama langsung konak lagi, penisnya mulai ngaceng lagi. Lalu dia berdiri, meraih kaki Ibuku dan melepaskan CD putih Ibuku. Lalu dia berlutut di hapan vagina Ibuku yang mengangkang. Pelan dia menjilati vagina Ibuku. “Bu, memek Ibu harum ya.” “Ya, karena dirawat, Min. terus jilatin, Min.” Pak Karmin menjilati sekitar vagina Ibuku, lalu menjilati klirotisnya pelan. Menusuk-nuskkan lidahnya ke vagina Ibuku yang asyik merem-melek dan menggelinjang pelan. “Teruss, minn..enak minn..” erang Ibuku membuat Pak Karmin makin semangat. Tangannya juga Ikut memainkan klirotis Ibuku sementara lidahnya menjilati sekitar vagina. Pak Karmin berlutut dan mengarahkan penisnya ke vagina Ibuku. “Masukkan, Min, kontolmu itu.” “Iya, Bu.” Pak Karmin menekan kontolnya pelan-pelan karena ibuku sepertinya takut juga dengan ukuran kontolnya Pak Karmin. Tubuh Pak Karmin condong ke depan dan tangannya bersandar pada sofa tempat Ibuku mengangkang. Ibuku membantu mengarahkan penis Pak Karmin ke lubang vaginanya. Begitu kepalanya masuk, Pak Karmin mengocoknya pelan sebatas kepala yang masuk. Sesekali mereka mengulum bibir dan menjilati lidah. Lalu Pak Karmin menekan sedikit lagi penisnya, Ibuku memegang bahu Pak Karmin dan menggigit bibirnya. Pak Karmin kembali mengocok penisnya di vagina Ibuku setengah batang penisnya masuk. Ibuku mengerang-erang. “Teruss Min.. teruss..” “Nggak sakit Bu?” “Nggak min, enakk.. genjot terus kontolmu itu Min.” “Iya Bu.” Pak Karmin menggenjot lagi kontolnya hingga masuk nyaris ke pangkalnya, ibuku menekan perut Pak Karmin karena kontolnya terlalu menekan ke liang vaginanya. “Kontolmu panjang sekali Min.” kata Ibuku. Pak Karmin langsung menekan sema penisnya ke lubang vagina Ibuku membuat dia menjerit tertahan. Pak Karmin lalu menciumi payudara Ibuku mencoba menenangkannya. Setelah ibuku tenang, kembali dia menggenjot penisnya pelan. Ibuku sepertinya mulai terbiasa. Muali bisa menikmati kontol Pak Karmin yang ukuran jumbo itu. Pak Karmin melepaskan penisnya, menaikkan kaki Ibuku ke atas dan memegangnya diatas. Lalu kembali Ibuku menuntu kontol itu masuk ke vaginanya. Pak Karmin kemabli mengocok pelan, seirama. “Teruss.. Minn.. entotin teruss, memekku gatall.. teruss Minn, makin kencang Minn..”. Pak Karmin semakin mempercepat kocokannya membuat Ibuku menggelinjang hebat dan menjerit-jerit tertahan. Lalu Pak Karmin menyuruh Ibuku menungging di lantai. Pelan dia memasukkan penisnya ke vagina ibuku lewat belakag. Ibuku menumpu pada sofa. Pak Karmin mengangkat pantat ibuku sedikit naik hingga dia bisa berdiri lalu mulai mengocok dari belakang dengan memegang pantat ibuku. Tubuh mereka bergerak perlahan seiring dengan desahan tertahan dan erangan. Pak Karmin melepaskan penisnya dan gantian duduk di sofa. Ibuku dianikkan ke atas pahanya. Penis menancap perlahan, setelah dalam Ibuku mulai menggejot dari atas tubuh Pak Karmin. “Ohh.. Min.. enak sekali kontolmu Min..” “Iya Buu.. memek Ibu juga enak, kayak perawan.” “Itu karena kontolmu gede Min, makanya nggak muat.” “Terus genjot Bu.. enakk..” “Iya.. Min.. sshh..” Ibuku semkin kencang menggejot pantatnya di tubuh Pak Karmin yang meremas punggung dan menjilati payudaranya. Kocokan mereka semakin kencang dan akhirnya kedua orang itu berpelukan erat waktu orgasme. Mereka berkuluman bibir pelan. Lalu Pak Karmin mengangakat tubuh Ibuku dan membaringkannya di kapet di lantai. Mereka terbaring bersampingan dengan lemas. Pak Karmin menopang kepalanya dan menoleh ke arah Ibuku. “Terima kasih ya Bu, atas kesempatannya.” “Sama-sama Min, sering-sering ke sini, kalo Bapak nggak ada, ya” “Beres bu. Saya pamit pulang dulu Bu.” “Mandi dulu, sana.” “Nanti aja di rumah Bu, nanti nggak ada lagi angkutan ke desa” Lalu ibuku beranjak dengan telanjang ke kamar sementara Pak Karmin memakai pakaiannya. Ibuku keluar dengan handuk melilit tubuh. “Nih, untuk ongkos. Salam untuk istrimu ya, Min.” “Makasih ya Bu.” Pak Karmin langsung pergi berbalik ke pintu, Ibuku mengikuti dari belakang. Sebelum pintu terbuka, Ibuku memeluk Pak Karmin lagi dari belakang dan meremas selangkangannya. Pak Karmin berbalik dan kembali mencium ibuku, lalu dia pergi. Seminggu kemudian ada arisan ibu-ibu di rumahku. Ibuku memanggil beberpa anak perempuan tetangga kami untuk membantu memasak dan membersihkan rumah. Termasuk Ririn, cewek yang pernah ngentot dengan adikku dan pernah juga kukerjai walaupun belum sempat kuentot. Aku nonton VCD BF di kamarku di komputer. Pintu kukunci dan kegiatan di luar sama sekali tak kuhiraukan. Menjelang malam, semua tamu sudah pulang. Aku turun dan mendapati Ibuku tengah berbincang di beranda belakang menghadap ke kebun buah. Ririn dan dua temannya sedang bersih-bersih. Aku pergi ke kamar mandi. Selesai mandi, Ririn malu-malu menawariku makan, aku mengiyakan dan dia menyediakan makanan di meja. Temannya masih bebenah di ruang tamu. Selesai makan aku dengar Ririn pamit pulang dengan temannya. Ibuku pindah ke ruang nonton TV dengan seorang temannya, Bu Kristine, seorang janda yang jadi teman akrab Ibuku. Aku bergabung dengan mereka, tapi sepertinya mereka malah terganggu dan beranjak ke kamar Ibuku. Aku penasaran dan pergi ke samping kamar Ibuku dan menguping percakapan mereka dari luar jendela. “Gimana jeng, kau masih sering maen sama si Akbar itu nggak?”, tanya Bu Kristine pada Ibuku. “Masih dong Jeng, dia kan hot, masih muda dan kontolnya itu lho”, mereka cekikian berdua. “Kemaren aku ngentot sama Sarif, oh Jeng, enak banget lho, kontolnya sama dengan Akbar lho, sayang aku nggak bisa bayar si Akbar itu” “Lah, aku juga baru maen sama Sarif seminggu lalu di ladangnya, istrinya kan sedang pergi” “Kalau aku di rumahku Jeng, jadi lebih leluasa. Puas banget aku.” Cersex Ngintip Skip to content Aku bernama Sandy, ini pertama kali aku mengenal seks, tetapi saat aku berada di tempat kos milik tetangga. waktu itu aku berumur 19 tahun , papa ku adalah seorang pengusaha ternama yang mempunyai lebih dari 10 tempat kos-kosan, salah satunya ada di sebelah rumahku. yang menarik adalah penghuni kostnya salah satunya adalah mbak marisa , dari semua penghuni kost disana dialah yang paling cantik plus baik umurnya kira-kira 22 tahun. sering kali aku diundang masuk ke kamarnya hanya sekedar menemani dia menghabiskan jatah jajan yang dia bawa. jujur aku sdh suka padanya. bentuk tubuhnya mirip model-model bikini dari majalah ayahku dari kecil aku memang sdh suka membacanya yang pasti montok lah, tinggi 170 berat badanya pun aku tafsir sekitar 50 an dan dadanya berukuran 34B hanya mengira-ngira bentuk dan besarnya mirip sekali dgn model majalah itu. Dia suka sekali meluk-meluk aku, nggak tau kenapa mungkin karena aku cubby dan polos. jadi semakin aku pasrah di dalam pelukan gemasnya padahal aku juga merasakan betapa kenyal dadanya yang menghimpit erat tubuhku. enak sekali rasanya. pernah sekali aku karena napsunya, aku yang memeluknya dan menghujamkan kepalaku di dada montoknya sembari kugeleng2kan kepala. dia hanya tertawa. obrolan pun berlanjut, mba udah punya pacar . hihihi hihi. belum lev, kenapa kok tanya-tanya . enggak biasanya kan kalo udah gede punya pacar . dia hanya membalas dgn tawa. hari ini memang sangat special, mba marisa hanya menggunakan kaos t-shirt longgar dan panjang tanpa menggunakan celana, dibiarkannya pahanya yang putih mulus membuatku menelan ludah, memang hari ini dia libur kuShofiah dan berencana beres-beres kamar, ketika dia meletakan sesuatu di atas lemari. shiutttttt T-shirtnya naik ke atas sehingga aku bisa celana dalamnya yang berwarna putih polos ditambah melihat bongkahan pantatnya yang padat dan montok sekali. sdh nggak tahan aku aku ingin melihatnya telanjang bulat. aku di kagetkan dgn suara handphone mbak marisa, seperti biasa dia tak pernah mengangkat telepon di depanku, pasti dia keluar kamar. pertama-tama aku memang gak curiga. tetapi gerangan siapa yang mengganggu masa puber ku. Hal ini membuatku sebal dan curiga. akhirnya mbak marisa masuk kamar lagi lev maaf yha mbak mau pergi dulu nieh, lupa tadi mbak ada janji siapa sih mbak yang telpon, penting yha mbak aku berusaha untuk menahan dia pergi . Hmm. mau tau aja kamu lev, yang jelas dia penting buat mbak. kalo enggak penting, mana bisa mbak tidur di kost mewah kayak gini dia tertawa kecil. aku nggak tau maksudnya apa. pertemuan hari ini cukup sekian, aku diusir secara halus oleh mbak marisa. aku menunggu dia di depan rumah kost. sekedar ingin tau dewi cantikku ini menggunakan baju apa. perlahan dia melangkah keluar kost, dgn senyuman lembut, rambut panjangnya yang berwarna coklat dikuncir, celana panjang jeans berwarna biru ketat memperlihatkan pahanya yang berisi, bokongnya yang padat, . dia menggunakan kaus putih, berdada rendah memperlihatkan payudaranya yang membusung, BH yang dikenakannya adalah Bra yang mengait dileher, hingga aku dapat dgn jelas mengintip warna Bra-nya talinya berwarna merah jambu. seksi sekali. dadah lev . mba jalan dulu dia meninggalkanku. Semakin aku nafsu saja. aku tau pasti kebiasaan mba marisa, dia orangnya pelupa. jadi dia selalu menyimpan kunci di bawah pot sebelah kamar. aha . segera aku masuk menggunakan kunci tadi. di dalam kamarnya aku hanya bisa tersengal-sengal, jantung rasanya udah gak karu-karuan takut sekali. aku juga bingung, bagaimana aku bila ketauan nanti kalau aku berada di kamar, bakal ditanyain macem-macem nih. tapi itu tak berlangsung lama. karena kudapati celana dalam yang mba marisa tadi pakai. tiba-tiba saja aku langsung menyaut celana dalam tadi. aku endus-endus pas bagian vaginanya. memang agak berbau amis semi-semi pesing. kain di sekitar selangkangan nya agak basah mungkin keringat. wah aku semakin gila dan semakin nggak nahan. segera aku masuk ke dalam lemari kuciummi celana dalamnya sembari aku kocok penisku hingga tanpa sadar aku pun tertidur lemas di sana. kreekkkk . suara pintu terbuka, hal itu juga yang membangunkanku, loh kok nggak kekunci, tadi perasaan marisa udah ngunci deh sayub-sayub suara mba marisa terdengar. Baca selengkapnya disini Post navigation Cerita Sex Terbaru – setelah sebelumnya ada Kisah Janda Kembang Kesepian Setelah Bercerai, kini ada Ngintip Tante Mandi Bugil Berujung Kenikmatan. selamat membaca dan menikmati sajian khusus bacaan cerita sex bergambar yang hot dan di jamin seru meningkatkan nafsu birahi seks ngentot. Tanteku itu orangnya lumayan cantik dan menarik dengan postur badan montok bahenol tubuh setinggi 165 cm dengan ukuran dada 36B. Umur tanteku ini kira-kira 29 tahun. Sebenarnya dulu karena secara tidak sengaja aku melihat langsung tante bugil saat mandi, aku suka sekali ngintip tubuh mulus tante ketika tante sedang mandi. memang di tempat kamar mandi kami pada saat itu atasnya tidak tertutup genteng dan tanpa berpintu, jadi kalau ada yang mandi di situ hanya dengan melampirkan handuk di tembok yang menjadikan tanda bahwa kamar mandi sedang dipakai. Tidak sampai di situ saja, kadang tanteku ini suka memakai baju tidur yang model terusan tipis tanpa memakai BH dan itu sering sekali kulihat ketika di pagi hari. Apalagi aku sering sekali bangun pagi sudah dipastikan tanteku sedang menyapu halaman depan dan itu otomatis ketika dia menunduk menampakkan buah dada payudaranya yang lumayan besar dan montok. Hal ini dilakukan sebelum dia menyiapkan keperluan sekolah anaknya, kalau om-ku biasanya tidak ada di rumah karena sering bertugas di luar kota selama empat hari. Pernah aku melamunkan bagaimana rasanya jika aku melakukan persetubuhan dengan tanteku itu, namun akhirnya paling-paling kutumpahkan di kamar mandi sambil beronani. Rupanya angan-anganku itu dapat terkabul ketika aku sedang menumpang nonton TV di rumah tanteku pada siang hari dimana ketiga anaknya sedang sekolah dan om-ku sedang bertugas keluar kota pada pagi hari itu. Kejadian itu terjadi ketika aku sedang menonton TV sendirian yang bersebelahan dengan warung tanteku. Ketika itu aku ingin mengambil rokok, aku langsung menuju ke sebelah. Rupanya tanteku sedang menulis sesuatu, mungkin menulis barang belanjaan yang akan dibelanjakan nanti. “Tante, Diko mau ambil rokok, nanti Diko bayar belakangan ya!” sapaku kepada tanteku. “Ambil saja, Ko!” balas tanteku tanpa menoleh ke arahku yang tepat di belakangnya sambil meneruskan menulis dengan posisi membungkuk. Karena toples rokok ketengan yang akan kuambil ada di sebelah tanteku tanpa sengaja aku menyentuh buah dadanya yang kebetulan tanpa memakai BH. “Aduh! hati-hati dong kalau mau mengambil rokok. Kena tanganmu, dada tante kan jadi nyeri!” seru tanteku sambil mengurut-urut kecil di dadanya yang sebelah samping kirinya. Namun karena tidak memakai BH, nampak dengan jelas pentil susu tanteku yang lumayan besar itu. “Maaf Tan, aku tidak sengaja. Begini aja deh Tan, Diko ambilin minyak supaya dada Tante tidak sakit bagaimana!” tawarku kepada tanteku. “Ya sudah, sana kamu ambil cepat!” ringis tanteku sambil masih mengurut dadanya. Dengan segera kuambilkan minyak urut yang ada di dalam, namun ketika aku masuk kembali di dalam warung secara perlahan, aku melihat tante sedang mengurut dadanya tapi melepaskan baju terusannya yang bagian atasnya saja. “Ini Tante, minyak urutnya!” sengaja aku berkata agak keras sambil berpura-pura tidak melihat apa yang tanteku lakukan. Mendengar suaraku, tanteku agak terkejut dan segera merapikan bagian atas bajunya yang masih menggelantung di bagian pinggangnya. Tampak gugup tanteku menerima minyak urut itu tapi tidak menyuruhku untuk lekas keluar. Tanpa membuang kesempatan aku langsung menawarkan jasaku untuk mengurut dadanya yang sakit, namun tanteku agak takut. Pelan-pelan dengan sedikit memaksa aku berhasil membujuknya dan akhirnya aku dapat ijinnya untuk mengurut namun dilakukan dari belakang. Sedikit demi sedikit kuoleskan minyak di samping buah dadanya dari belakang namun secara perlahan pula kumainkan jariku dari belakang menuju ke depan. Sempat kaget juga ketika tanteku mengetahui aksi nakalku. “Diko! kamu jangan nakal ya!” seru tanteku namun tidak menepis tanganku dari badannya yang sebagian ditutupi baju. Mendapati kesempatan itu aku tidak menyia-nyiakan dan secara aktif aku mulai menggunakan kedua tanganku untuk mengurut-urut secara perlahan kedua bukit kembar yang masih ditutupi dari depan oleh selembar baju itu. “Ohh… oohh…” seru tanteku ketika tanganku sudah mulai memegang susunya dari belakang sambil memilin-milin ujung susunya. “Jangan… Diko… jang…” tante masih merintih namun tidak kuacuhkan malah dengan sigap kubalikkan tubuh tanteku hingga berhadapan langsung dengan diriku. Kemudian dengan leluasa aku mulai menciumi susu yang di sebelah kiri sambil masih mengurut-urut susu di sebelahnya. Kemudian aku mulai mencucupi kedua puting susunya secara bergantian dan tanteku mulai terangsang dengan mengerasnya kedua susunya. Tidak sampai di situ, rupanya tangan tanteku mulai menjelajahi ke bawah perutku berusaha untuk memegang kemaluanku yang sudah dari tadi mengencang. Ketika dia mendapatkannya secara perlahan, dikocok-kocok batang kemaluanku secar perlahan dan tiba-tiba tanteku mengambil sikap jongkok namun sambil memegang kemaluanku yang lamayan panjang. Untuk diketahui, batang kemaluanku panjangnya kurang lebih 20 cm dengan diameter 3,5 cm. Tanteku rupanya sedikit terkejut dengan ukuran kemaluanku apalagi sedikit bengkok, namun dengan sigap tapi perlahan tanteku mulai mengulum kemaluanku secara perlahan dan semakin lama semakin cepat. “Ah… ah… ah… yak.. begitu… terus… terus…” erangku sambil memegangi kepala tanteku yang maju mundur mengulum batang kemaluanku. Kemudian karena aku sudah tidak tahan, tubuh tante kuangkat agar duduk di pinggir meja dimana tadi dia menulis, dan dengan sedikit gerakan paha tanteku kupaksa agar meregang. Rupanya tanteku masih mengenakan CD dan dengan perlahan kubuka CD-nya ke samping dan terlihatlah gundukan kemaluannya yang sudah basah. Secara perlahan kuciumi kemaluan tanteku dan kumain-mainkan klirotisnya. “Ah… ahhh.. Diko, Tante mau keluuuaarrr…” Beberapa saat kemudian rupanya tanteku akan mengalami orgasme, dia langsung memegangi kepalaku agar tetap di belahan kemaluannya dan kemudian mengeluarkan cairan surganya di mulutku, “Crettt… crett… cret…” mulutku sampai basah terkena cairan surga tanteku. Kemudian tanteku agak lemas namun masih kujilati kemaluannya yang akhirnya membangkitkan nafsu untuk bersetubuh denganku. Kuangkat tubuh tante ke bawah warung, dan dengan sedikit agak keras aku dapat merubah posisinya menelentang di depanku, kubukakan semakin lebar kedua kakinya dan mulai kuarahkan ujung kemaluanku ke mulut lubang kemaluannya. Agak susah memang karena memang aku agak kurang berpengalaman dibidang ini namun rupanya tanteku dapat memahaminya. Dengan sabarnya dituntunnya ujung kemaluanku tepat di lubang kemaluannya. “Pelan-pelan ya, Diko!” lirih tanteku sambil menggenggam kemaluanku. Ketika baru masuk kepala kemaluanku tanteku mulai agak meringis tetapi aku sudah tidak kuat lagi dengan agak sedikit paksa akhirnya kemaluanku dapat masuk seluruhnya. “Diko… akh…” jerit kecil tanteku ketika kumasukkan seluruh batang kemaluanku di dalam lubang kemaluannya yang lumayan basah namun agak sempit itu sambil merapatkan kedua kakinya ke pinggangku. Perlahan aku melakukan gerakan maju mundur sambil meremas-remas dua susunya. Hampir tiga puluh menit kemudian gerakanku makin lama main cepat. Rupanya aku hampir mencapai puncak. “Tan… aku… aku mauuu… keluar…” bisikku sambil mempercepat gerakanku. “Dikeluarkan di dalam saja, Dik!” balas tanteku sambil menggeleng-gelengkan kecil kepalanya dan menggoyangkan pantatnya secara beraturan. “Tan… aku… keluarrr…” pekikku sambil menancapkan kemaluanku secara mendalam sambil masih memegangi susunya. Rupanya tanteku juga mengalami hal yang sama denganku, dia memajukan pantatnya agar kemaluanku dapat masuk seluruhnya sambil menyemburkan air surganya untuk ketiga kalinya. “Cret… cret… cret…” hampir lima kali aku memuntahkan air surga ke dalam lubang kemaluan tanteku dan itu juga di campur dengan air surga tanteku yang hampir berbarengan keluar bersamaku. “Cret… cret… cret… ahh…” tanteku melengkungkan badannya ketika mengeluarkan air surga yang dari lubang kemaluannya. Akhirnya kami tergeletak di bawah dan tanteku secara perlahan bangun untuk berdiri sambil mencoba melihat kemaluannya yang masih dibanjiri oleh air surga. “Diko! kamu nakal sekali, berani sekali kami berbuat ini kepada Tante, tapi Tante senang kok, Tante puas atas kenakalan kamu,” bisik tanteku perlahan. Aku hanya bisa terseyum, sambil menaikkan kembali celanaku yang tadi dipelorotkan oleh tanteku. Tanteku akhirnya berjalan keluar, namun sebelum itu dia masih menyempatkan dirinya untuk memegang kemaluanku yang lumayan besar ini. Inilah pengalamanku yang pertama, dan sejak itu kami kadang mencuri waktu untuk mengulangi hal tersebut, apalagi jika aku atau tanteku ingin mencoba posisi baru dan pasti ketika Om-ku dan anak-anak tanteku berangkat sekolah. Sekarang hal itu sudah tidak kulakukan lagi karena tanteku sekarang ikut Omku yang mendapat tugas di daerah lain. Ngintip Tante Mandi Bugil Berujung Kenikmatan by – Cerita Dewasa, Cerita Seks Hot, Cerita Mesum, Cerita ngewe, Cerita Panas, Cerita Ngentot, Kisah Pengalaman Seks, Cerita Porno, Cerita Bokep indo. Cerita Seks Ngintip Papa Dan Mamaku Sedang Ngewe - Malam ini sangat suntuk tidak ada kerjaan yang bisa aku kerjakan. Papa dan Mama dari dari jam 9 tadi sudah masuk kamar tidur. Aku yang sudah bosan ingin tidur juga dan jam diruang tamu menunjukan pukul 10 malam. togel indonesia Saat aku hendak menuju kamarku dan melintasi kamar papa dan mama aku mendengar suara khas orang sedang bersetubuh. Aku segera mengintip apa yang sedang terjadi kamar papa dan mama dari lubang kunci dikamar mereka. Terlihat papa sedang menyetubuhi mama dengan posisi mama dan dibawah. Aku sangat terangsang melihat kejadian bersetubuh seperti dan malah aku juga sering melakukan hubungan intim dengan pacarku karena aku sudah kuliah di salah satu perguruan tinggi swata di kota Y. Tapi kali ini walau aku hanya melihat tapi aku sangat terangsang melihat adegan bersetubuh papa dan mamaku karena mama sangat terlihat sangat menggairahkan dan terlihat lebih mengusai keadaan daripada dengan segera melepaskan celanaku dan mulai mengocok penisku sambil tetap melihat adegan berhubungan badan papa dan mama yang semakin liar. Terlihat papa kalah dari mama dan mama memang terlihat sangat haus sex. Mereka tidak pernah mengganti posisi dala berhubungan intim mungkin dari dulu mereka melakukannya dalam posisi biasa itu yang sudah tidak tahan ingin memuncratkan spermaku akhirnya sperma keluar juga bersamaan dengan kepuasaan yang papa dan mama peroleh. Baru kali ini aku sangat merasakan kenikmatan yang tiada tara walau hanya dengan onani saja. Dalam benakku berfikir bagaimana rasanya bercinta dengan mamaku. prediksi togelKetika selesai aku masih duduk dipinggir pintu kamar papa dan mama sambil menikmati sisa-sisa kenikmatan onaniku. Belum sempat aku mau menaikan celanaku tiba-tiba pintu kamar terbuka."Eh agung apa yang kamu lakukan disini?" tanya mamaku saat membuka pintu. Nampaknya mama kaget aku duduk didepan kamar mama dan papa tanpa mengenakan pakaian dan saat itu banyak berceceran sperma dilantai yang tak lain adalah spermaku."Eh ma, enggak, enggak, gini, gini" aku tidak bisa berkata apa-apa saat mama bertanya sepert itu."Kamu mengintip mama dan papa berhubungan badan ya?" tanya mama dengan nada marah. Nampaknya ia tidak senang aku mengintip adegan percintaan mama dengan belum sempat menjawab pertanyaan mama tiba-tiba papa ikut papa datang."Ada apa ma kok ribut-ribut malam-malam?""ini pa agung ngintip saat kita berhubungan badan tadi,""Ooo..""Kok Cuma o pa""Ya apa yang harus aku katakan selain itu?""Ya harusnya papa marahi agung karena itu perbuatannya tidak baik karena ini hanya boleh dilakukan oleh orang yang sudah menikah,""itulah kesalahan kebanyakan orang tua tidak mengjarkan masalah sex kepada anaknya sehingga bisa terjadi hubungan diluar nikah oleh mereka." togel hongkong"Tapi kalau ini dilakukan maka dia pasti juga ingin merasakan apa yang mereka lihat pa?""itulah tugas kita mengajari agung jangan sampai melakukannya dengan orang lain sebelum dia menikah""trus sekarang gimana pa?""kita ajarakan kepada dia cara berhubungan badan dan cara memuaskan pasangan dan juga agar mereka tidak mengkhianati pasangan mereka.""okelah kalau gitu pa""Agung ayo sekarang masuk kamar papa dan mama untuk mulai mendapatkan pelajaran tentang sex""Benar pa boleh?" ucapku kepada papa."Boleh ayo cepat masuk""Aku segera masuk setelah papa dan mama masuk kekamar terlebih dahulu. Dalam pikiranku sudah tidak sabar lagi untuk segera menyetubuhi mama walau mungkin mereka hanya akan mencontohkan saja tapi aku sudah mempunyai akal bagaiaman cara bisa menyetubuhi sekarang agung papa dan mama akan memberi contoh kepada kamu tentang berhubungan intim yang benar. Benar dugaanku mereka hanya ingin memberi contoh saja dan tidak akan menturuhku untuk mempraktekannya. Beberapa jam mereka berseubuh akhirnya selesai sudah mereka mencotohnya cara berhubungan intim mereka kepada dan betul nampaknya selama ini mereka hanya melakukannya dengan gaya biasa saja. togel sydney Aku yang sudah tidak bisa menahan nafsu segera menjalankan ide gilaku."Pa, ma hanya itu saja?""trus kamu mau yang bagaimana?" tanya papa"Kalau cuma begitu saja aku bisa melihatnya difilm, tapi Cuma seperti itu aku tidak tahu apakah aku bisa memuaskan pasanganku besuk jika sekarang tidak aku paraktekan""trus kamu maunya apa gung?""Ya aku ingin memratekan yang kaliyan contohkan,""trus dengan siapa gung sedangkan kamu blum menikah?""Ya dengan mama dunk pa kan papa dan mama yang mencontohkan dan aku adlah cowok sedangkan besuk aku harus memuaskan cewek jadi satu2nya cewek disini Cuma mama jadi mama harus mempraktekan dengan aku setelah menilai ku bagaiaman aku bisa memuaskan cewek atau tidak""Apa?????????? Mama tidak setuju! Itu perbuatan dosa melakukan hubungan sedarah""tapi benar juga yang dikatakan agung ma""tapi pa." togel sgp"sudahlah ma layani agung sekarang, lagian mamakan sangat haus sex dan papa sudah tidak bisa mengimbangi mama mungkin dengan adanya agung mama akan semakin terpuaskan""Ya udah lah kalau itu mau papa, mama akan puaskan agung. Ya udah agung hayo praktekan apa yang barusan kamu lihat Aku mulai melakukan pemanasan kepada mama dan mama dan papa kaget karena aku sangat profesional dalam melakukan pemanasan termasuk saat aku menjilati vagina mama. Mama tdk pernah merrasakan hal itu sehingga dengan sangat terngsang untuk segera merasakn penisku yang lebih besar dari punya mulai memasukan penis kedalam vagina mama dan memang benar vagina mama sangat enak walau sudah melahirkan satu anak tapi lebih enak dari pada punya pacarku. Dia sangat bisa memuaskan aku tapi aku juga tidak kalah dari mama sehingga mama sudah orgasme lebih dari lima kali."Oh agung kamu memang benar2 hebat! Mama mau keluar lagi sayang""Agung juga mau keluar ma, kita dapat sama2 ya ma?""Iya sayang tapi jangan dikeluarin didalam sayang nanti mama bisa hamil!""tapi papa tadi dimasukan didalam?"Mama belum sempat menjawab pertanyaanku tetapi ayah yang menjawabnya, "Karena papa sudah mandul gung." prediksi togel hongkong"aku kaget dan langsung memberhentikan gerakanku tapi mama tetap menggerakkan patatnya tapi dia tidak menyuruhku untuk tetap bergerak karena suasana saat itu menjadi tenang. Lama kelamaan mama juga berhenti dan orgasme yang kana datang tetunda."Apa itu benar pa?berarti selama ini aku tidak mempunyai adik bukan karena keadaan ekonomi kita?""ya bukanlah gung!!!!! Kalau ekonomi kita sangat baik bahkan kalau kita punya kesempatan punya anak 5 lagi juga masih cukup harta papa""memangya papa pengin anak segitu lagi?""enggak juga papa Cuma anak perempuan dari mama kamu. Tapi mungkin itu tidak akan terwujud dan mungkin hanya dari kamu papa berharap punya cucu perempuan saa kamu menikah nanti""kenapa harus menunggu nukah pa? kalau boleh aku mau menghamili mama. Kan tidak ada yang tahu kalau anak yang mama kandung nanti adalah anaku?" ucapku dan entah dari mana ide itu datang tetapi aku juga sangat takut jika papa marah dengan ucapanku tadi""Benar juga gung ucapanmu sekarang teruskan persetubuhan kaliyan dan hamili mamamu" ucap papa diluar dugaanku dan mungkin papa sedang tiak aku yang mendengarkan perkataan itu segera menggerakan peniske keluar masuk divagina mama lagi dan mama juga segera mengimbangi lagi. Mama tidak mau ambil pusing dengan perasaan apa yang ida ingin rasakan saat ini adalah mendapaatkan orgasme yang tertunda tadi bersama denganku. prediksi togel sgpAkhirnya kami berdua mendapatkan orgasme bersama dan malam itu kamar itu aku tiduri berdua dengan mamaku sedangkan papaku tidur dikamarku. Hubungan kami tidak berakhir disitu tapi setiap malam kami tetap melaksanakannya tetapi setelah mama memuaskan papa dulu sedangkan aku mendapatkan jatah yang kedua. Tidak apalah yang penting aku mendapatkan kepuasan yang tiada tara dari bulan kami behubungan mama akhirnya hamil juga dan keluarga besaar kami sangan senang begitu juga dengan papa dan ia selalu bilang pokoknya anak sekaligus cucu dia itu harus perempuan. Setelah kehamilan mama papa lebih memberiku kesempatan untuk meyetubuhi yang ditunggu tuba akhirnya mama melahirkan bayi yang slema ini inginkan papa yaitu bayi perempuan yang sangat cantik seperti mama dan keluarga besarku sangat senang dan terutama dengan papaku. Setiap hari papa merawat bayi tersebut sedangkan yang ayahku justru tidak mengurusi dia sama sekli tetapi justru mengurusi ibunya atau mamaku. Aku terus melakukan hubungan badan dia mama dan papa tetap mengijinkan tetapi mama udah saat ini aku tetap melaksanakan hubungan ini. prediksi togel sydney Cerita sex terbaru – setelah sebelumnya ada Kisah Seorang Pembantu Menyukai Majikan, kini ada cerita seks bergambar Aksiku Ngintip Tetangga Berbuah Kenikmatan. selamat membaca dan menikmati. Sore itu aku terbangun, Kulihat jam di mejaku menunjukkan pukul sore Iseng aku memanjat dinding tembok pembatas kamarku, mau ngintip tetangga sebelahku melalui ventilasi. kulihat Mas Arif dan Mbak Ayu sedang tidur-tiduran sambil mengobrol di atas tempat tidur. Aku mengawasi terus, kulihat Mas Arif hanya memakai singlet, begitu juga Mbak Ayu yang hanya memakai baju dalam. Dasar pengantin baru, pasti mau main, ayo kapan mainnya ?” pikirku mulai tak sabaran. Kulihat Mas Arif dan Mbak Ayu berbicara sambil berpelukan, aku kurang bisa menangkap apa yang mereka bicarakan. Sesekali Mbak Ayu tertawa cekikikan. Beberapa kali pula aku amati Mas Arif meremas payudara Mbak Ayu. Lama aku menunggu, hingga akhirnya yang aku harapkan terjadi juga. Tiba-tiba Mas Arif membuka celana pendeknya dan memegang tangan Mbak Ayu, menyuruh Mbak Ayu memegang penis Mas Arif. Mbak Ayu kelihatannya menurut dan memasukkan tangannya ke dalam celana Mas Arif, tetapi baru sebentar sudah ditariknya kembali, tampaknya Mbak Ayu menolak. “Yaaa….. itu aja nggak mau, apalagi kalau disuruh karaoke” desahku dalam hati kecewa. Namun kekecewaanku terobati karena sejurus kemudian Mas Arif tiba-tiba bangkit dari tempat tidur dan melepas celananya. Kini ia hanya bercelana dalam dan bersinglet. Kemudian serta merta ia memeluk Mbak Ayu. Aku tersenyum kegirangan, keinginanku untuk melihat keduanya ngentot tampaknya akan terpenuhi. Tak lama, Mas Arif melepas pelukannya dan Mbak Ayu pun mulai melepas celananya. Kini sama seperti suaminya, Mbak Ayu hanya bersinglet dan bercelana dalam. Kulihat pahanya, putih dan mulus sekali. Kemudian mendadak Mas Arif mengeluarkan penisnya dari celana dalamnya. “Kecil sekali, dibandingkan punyaku,” kataku dalam hati melihat penis Mas Arif. Mas Arif pun langsung menghimpit Mbak Ayu, tampaknya Mas Arif akan mempenetrasi Mbak Ayu. Kulihat Mbak Ayu memelorotkan celana dalamnya hanya sampai sebatas paha. Sejurus kemudian aku melihat pelan Mas Arif memasukkan penisnya ke dalam lubang vagina Mbak Ayu yang tertutup bulu jembut. Setelah penis Mas Arif masuk keseluruhannya ke dalam memek Mbak Ayu, Mas Arif langsung memeluk Mbak Ayu sambil menciumnya bertubu-tubi. Itu dilakukan cukup lama. Aku sedikit keheranan kenapa Mas Arif tidak melakukan genjotan, tidak mendorong-dorong pinggulnya ? Mas Arif hanya diam memeluk Mbak Ayu. “Waaah…..ini pasti karena Mas Arif nggak tahan bermain lama, nggak seperti aku” kataku dalam hati, tertawa, merasa unggul dari Mas Arif. Disinilah aku mulai melihat adanya kesempatanku untuk turut melakukan “tumpang sari” pada Mbak Ayu. Ditambah lagi, kejadian itu hanya berlangsung sangat singkat, sekitar 5 menit. Meskipun kulihat Mbak Ayu tetap bisa mencapai orgasmenya, tetapi cepat pula Mas Arif menyusulnya. Aku menangkap kekecewaan di muka Mbak Ayu, meski Mbak Ayu berusaha tersenyum setelah “permainan” itu, tapi aku yakin ia tidak puas dengan permainan Mas Arif. Peristiwa “observasi awal” hari kemarin itu membuatku mengambil kesimpulan, ada kemungkinan aku menyetubuhi Mbak Ayu dan merasakan nikmat tubuhnya, kalau perlu aku juga akan menanam saham di tubuh Mbak Ayu! Itulah tekadku, aku mulai me-nyusun taktik. Mas Arif itu belum bekerja, ada kesempatan bagiku untuk membuatnya berpisah cukup lama dari Mbak Ayu. Apalagi aku punya kenalan yang bekerja di perusahaan, namanya Toni. Siang ini aku menjumpai Toni di kantornya, “Hai Bud, apa kabar ?” tanya Toni sambil menjabat tanganku. “Baik“ jawabku sambil tersenyum. “Silahkan duduk” Setelah aku duduk di kursi kantornya yang empuk itu, aku mulai mengajukan permintaan, “Ton, aku butuh bantuanmu” “Oh, itu semua bisa diatur, bantuan apa ?” “Aku butuh pekerjaan” “Bisa, bisa, kamu mau kerja di mana ? gaji berapa ?” “Oh..nggak ! Maksudku bukan untuk diriku, tapi ini untuk orang lain” “Hm memangnya untuk siapa ?” “Untuk temanku, Mas Arif, kamu wawancarai, tempatkan di mana saja kamu suka, nggak perlu tinggi-tinggi betul jabatannya” “Aneh…tapi jika itu maumu, ya tidak apa-apa” “Yang penting kamu wawancarai dia cukup lama, beberapa kali” “Oke, baik kalau gitu” “Tapi…nanti jadwal wawancaranya aku yang tentuin” “Terserah kamu” Maka mulailah aku menyusun jadwal wawancaranya, mulai lusa, hari rabu sampai jum’at dari jam sampai pagi. Toni menyetujuinya, kemudian aku permisi pulang. Dalam perjalanan pulang, hatiku sangat senang, sudah terbayang nikmatnya tubuh Mbak Ayu itu. Sesampainya di kos-kosanku, aku langsung bertemu dengan Mas Arif di tempat cuci, tampak Mas Arif sedang menyuci bajunya. “Mas…….saya ingin bicara sebentar” kataku mulai membuka percakapan. Mas Arif pun menoleh dan menghentikan pekerjaannya. “Ada apa Bud ?” “Begini…….saya dengar Mas Arif mencari pekerjaan, kebetulan tadi saya ke tempat teman saya, dia perlu pegawai baru, dianya sih malas menaruh iklan di koran, soalnya dia hanya butuh satu orang” jawabku panjang lebar menjelaskan. Sedikit berdebar-debar aku menunggu tanggapan, takut tawaranku ditolak. Lama Mas Arif kulihat terdiam, merenung, lalu “Hmmm….saya pikir dulu, sebelumnya terima kasih ya ?!” “Ya Mas” kataku dengan senyuman. Dalam hatiku, aku berpikir “Habislah sudah kesempatanku !” Tapi setelah di dalam kamar, sekitar 2 jam kemudian aku yang tertidur, terbangun oleh ketukan di pintu. Aku lalu bangun, mengucek-ngucek mataku, melihat dari jendela. Tampak Mas Arif berdiri menunggu. Akupun cepat-cepat membuka pintu “Wah..sedang tidur ya, kalau gitu nanti saja” Mas Arif tiba-tiba permisi. “Eee….nggak..nggak kok Mas, saya sudah bangun nih” kataku berusaha mencegah Mas Arif pergi. “Gangguin tidur kamu nggak ?” “Ndak…ndak kok, masuk aja” kataku mempersilahkan. Setelah kami berdua duduk di karpet kamarku, “Begini, ini soal lamaran kerja yang kamu bilang itu, tempatnya di mana sih ?” Mas Arif bertanya. “Ooo…itu di Kaliurang km 7 nomor 14, nama perusahaannya DHL, nggak jauh kok” “Syaratnya gimana ?” “Saya kurang tau juga tuh, Mas Arif pergi saja ke sana. temui teman saya, Toni, katakan Mas butuh pekerjaan, tahunya dari Budi” “Wah…kok rasanya kurang enak ya, seperti nepotisme saja” Mas Arif sepertinya keberatan. “Enggak….nggak… koq, perusahaannya besar, Mas ke sana juga belum tentu diterima, Mas tetap melalui tes dulu” kataku meyakinkan Mas Arif. “Hmmm…baiklah, tak coba dulu, jam berapa ya ke sana ?” “Sekitar jam kerja saja baiknya, jam pagi saja” kataku menyarankan. Mas Arif hanya mengangguk tersenyum, lalu permisi seraya tak lupa berterima kasih kepadaku. Aku hanya tersenyum, berarti selangkah lagi keinginanku tercapai. Hari ini selasa sesuai prediksiku Mas Arif pagi-pagi sudah berangkat, dan sekitar jam siang baru pulang. Aku menuju ke kamarnya, lalu mengetuk pintu, “Assalamu’alaikum” aku mem-beri salam. “Wa’alaikumussalam” terdengar jawaban Mas Arif dari dalam kamarnya. Lama baru pintu dibuka, dan Mas Arif mempersilahkanku untuk masuk. Kulihat di dalam kamarnya, istrinya tengah duduk di pinggir tempat tidur dengan memakai jilbab putih, tersenyum padaku. Mbak Ayu tampak cantik sekali. “Bagaimana Mas, tadi ?” tanyaku “Oh…nanti saya disuruh ke sana lagi, besok untuk test wawancara” “Alhamdulillah, tak do’ain supaya berhasil” “Terima kasih” Setelah berbasa basi cukup lama, akupun permisi. “Eehh…nanti dulu, kamu kan belum minum” Mas Arif berusaha mencegahku. “Ayo Ayu buatkan air minumnya dong” perintah Mas Arif menyuruh istrinya, Mbak Ayu. Aku menolak dengan halus, “Ah nggak usah Mas, saya sebentar aja koq, aku masih ada urusan” “Oh baiklah kalau begitu, sekali lagi terima kasih ya” Aku tersenyum mengangguk, kulihat Mbak Ayu tidak jadi membuat minuman. Akupun pergi ke kamarku, riang karena sebentar lagi “adikku” akan bersarang dan menemukan pasangannya. Hari ini rabu, Mas Arif sudah berangkat dan meninggalkan Mbak Ayu sendirian di kamarnya. Rencana mulai kulaksanakan. Aku membongkar beberapa koleksi Vcd pornoku, memilih salah satunya yang aku anggap paling bagus, Vcd porno dari Indonesia sendiri, lalu membungkusnya dengan kertas merah jambu. Kemudian sambil membawa bungkusan Vcd itu, aku menuju ke kamar tetanggaku, mengetuk pintu, “Assalamu’alaikum” aku memberi salam. Lama baru terdengar jawaban, “Wa’alaikumussalam” jawaban Mbak Ayu dari dalam kamar itu. Pintunya pun terbuka, kulihat Mbak Ayu melongokkan kepalanya yang berjilbab itu dari celah pintu, “Ada apa ya ?” tanyanya. “Ini ada hadiah dari saya, saya mau memberikan kemarin tetapi lupa” kataku sambil menunjukkan bungkusan Vcd itu. “Oh, baiklah” kata Mbak Ayu sambil bermaksud mengambil bungkusan di tanganku itu. “Eee…tunggu dulu Mbak, ini isinya Vcd, saya mau lihat apa bisa muter nggak di komputernya Mas Arif” kataku mengarang alasan. Sedikit keberatan kelihatannya, akhirnya Mbak Ayu mempersilahkanku untuk masuk, aku yakin dia juga kurang ngerti tentang komputer. Di dalam kamar, aku menghidupkan komputer dan mengoperasikan program Vcd playernya, lalu kumasukkan Vcd-ku itu dan kujalankan. Sesuai dugaanku Vcd itu berjalan bagus. “Mbak pingin nonton ?” tanyaku sambil melihat Mbak Ayu yang sedari tadi duduk di belakang memperhatikanku. “Film apa sih ?” tanya Mbak Ayu kepadaku. “Pokoknya bagus” jawabku sambil kemudian memberikan petunjuk bagi Mbak Ayu, bagaimana cara menghentikan player dan mematikan komputernya. Mbak Ayu hanya mengangguk, lalu kupermisi untuk pergi mumpung filmnya belum masuk ke bagian “intinya”. Pintu kamar tetanggaku itupun kembali ditutup, aku bergegas ke kamarku, mau mengintip apa yang dilakukan Mbak Ayu. Setelah di kamarku. melalui ventilasi kulihat Mbak Ayu menonton di depan komputer. Dia tampaknya kaget begitu melihat adegan porno langsung hadir di layar monitor komputer itu. Dengan cemas aku menantikan reaksinya. Menit demi menit berlalu hingga sudah 15 menit kulihat Mbak Ayu masih tetap menonton. Aku senang berarti Mbak Ayu menyukainya. Lalu terjadi sesuatu yang lebih dari aku harapkan, tangan Mbak Ayu pelan masuk ke dalam roknya, dan bergerak-gerak di dalam rok itu. “Hhh…..hhhh….oohhh…..oohhh”suara Mbak Ayu mendesah–desah , tampaknya merasakan kenikmatan. Aku kaget, “Wah….hebat dia masturbasi” kataku dalam hati. Ingin aku masuk ke kamar Mbak Ayu, memeluknya dan langsung menyetubuhinya, tetapi aku sadar, ini perlu proses. Akhirnya aku memutuskan untuk tetap mengintip, dan berinisiatif mengukur kemampuanku. Akupun mulai melakukan onani dengan memain-mainkan penisku. Film di komputer itu terus berjalan hingga telah hampir 1,5 jam lamanya, pertanda film itu akan habis dan Mbak Ayu kulihat sudah empat kali orgasme, luar biasa. Dan ketika filmnya berakhir, Mbak Ayu ternyata masih meneruskan masturbasinya hingga menggenapi orgasmenya menjadi lima kali. “Akkkhhhhhhh………” Mbak Ayu terpekik pelan menandai orgasmenya. Sesaat setelah orgasme Mbak Ayu yang kelima akupun ejakulasi. “Oooorghhhh………” suara berat-ku mengiringi luapan sperma di tanganku. Aku senang sekali, berarti aku lebih tangguh dari Mas Arif dan bisa memuaskan Mbak Ayu nantinya karena bisa orgasme dan ejakulasi bersamaan. Kemudian Mbak Ayu sesuai petunjukku, kulihat mengeluarkan Vcdnya dan mematikan komputer. Setelah siang hari, Mas Arif baru pulang. Sedikit berdebar-debar aku menunggu perkembangan di kamar tetanggaku itu, takut kalau Mbak Ayu ngomong macam macam soal Vcd itu, bisa berabe aku. Tetapi lama kelihatannya tak terjadi apa-apa. Kembali aku mengintip lewat ventilasi, apa yang terjadi di sebelah. Begitu aku mulai mengintip, aku kaget karena kulihat Mbak Ayu dalam keadaan hampir bugil, hanya memakai celana dalam dihimpit oleh Mas Arif, mereka bersetubuh, Namun seperti yang dulu-dulu, permainan itu hanya berlangsung sebentar dan tampaknya Mbak Ayu kelihatan tidak menikmati dan tidak bisa mencapai orgasme. Bahkan aku melihat Mbak Ayu seringkali kesakitan ketika penetrasi atau ketika payudaranya diremas. “Ah…Mas Arif nggak pandai merangsang sih”, pikirku. Bagaimanapun aku senang, langkah keduaku berhasil, membuat Mbak Ayu tidak bisa lagi mencapai orgasme dengan Mas Arif. Prediksiku, Mbak Ayu akan sangat tergantung pada Vcd itu untuk kepuasan orgasmenya, sedangkan cara menghidupkan Vcd itu hanya aku yang tahu, disinilah kesempatanku. Pagi itu setelah aku mandi aku berpakaian sebaik mungkin, parfum beraroma melati kuusapkan ke seluruh tubuhku, rambutku juga sudah disisir rapi. Lalu dengan langkah pasti aku melangkah ke tetangga sebelahku, Mbak Ayu yang sedang sendirian. Kembali aku mengetuk pintu kamarnya pelan, “Assalamu’alaikum” aku mem-beri salam. “Wa’alaikumussalam” suara lembut Mbak Ayu menyahut dari dalam kamar. Mbak Ayu pun membuka pintu, kali ini ia berdiri di depan pintunya, tidak seperti kemarin yang hanya melongokkan kepala dari celah pintu yang sedikit terbuka. Dia memakai jilbab pink dengan motif renda, manis sekali. “Oh ya, saya lupa memberitahukan cara menghidupkan Vcd kemarin” kataku sambil tersenyum. Tiba-tiba raut muka Mbak Ayu menjadi sangat serius, “Kamu kurang ajar ya, masa’ ngasiin Vcd porno gituan ke Mbak” kata Mbak Ayu sedikit keras. Aku kaget “ternyata ia marah”, pikirku. Lalu cepat aku mengarang alasan, “Oh ma’af Mbak, Vcdnya yang hadiah itu, isinya film soal riwayat Nabi-Nabi buatan TV3 Malaysia, ma’af kalau tertukar, yah saya ambil saja lagi” Mbak Ayu masuk ke dalam kamarnya, ia tampak kecewa, aku senang berarti ia takut kehilangan Vcd itu. Lalu akupun masuk ke kamarnya melalui pintu yang sedari tadi terbuka. Mbak Ayu kaget, melihatku mengikuti langkahnya, “Eeeh…kamu kok ikut masuk juga ?!” Sambil menutup pintu, tenang aku menjawab, “Alaa….Mbak jangan munafiklah, toh Mbak juga menyukai Vcd porno itu, saya lihat Mbak sampai masturbasi segala” “Kurang ajar kamu ! Keluar ! Kalau tidak saya akan berteriak” bentak Mbak Ayu. “Mbak jangan marah dulu, coba Mbak pikirkan lagi, sejak menonton Vcd itu, Mbak tidak bisa lagi orgasme dengan Mas Arif khan” kataku sambil merebut Vcd itu dan mematahkannya. Mbak Ayu terkejut, “Kamu…..” Tak sempat ia menyelesaikan kata-kata, aku memotongnya, “Saya bersedia memberikan kepuasan kepada Mbak Ayu, saya jamin Mbak Ayu bisa orgasme bila main dengan saya” “Kurang ajar ! Keluar kamu !” “Eeee….tidak segampang itu, ayolah Mbak Ayu jangan marah, pi-kirkan dulu, saya satu-satunya kesempatan, bila Mbak Ayu tidak memakai saya, seumur-umur Mbak Ayu nggak akan pernah mencapai orgasme lagi” aku mulai menghasutnya. Mbak Ayu terdiam sebentar, aku senang dan berpikir ia mulai termakan rayuanku, tapi… “Tidak ! Kata Mbak tidaaak ! Sekarang keluar kamu !” Aku gemetar, tapi tetap berusaha, “Mbak sebaiknya pikirkan lagi, di sini cuma saya yang mengajukan diri memuaskan Mbak, saya satu-satunya kesempatan Mbak, kalau Mbak tidak mengambil kesempatan ini, Mbak akan rugi !” kataku sedikit tegas. Lama kulihat Mbak Ayu terdiam, bahkan dia kini terduduk lemas di samping ranjangnya. Aku pura-pura mengalah…“Yah, sudahlah, jika Mbak tidak mau, saya pergi saja, saya itu cuma kasihan ngelihat Mbak !” kataku sambil beranjak pergi. Tetapi kulihat Mbak Ayu hanya diam terduduk di ranjangnya, aku membatalkan niatku, pintu yang telah terbuka kini kututup lagi dan kukunci dari dalam. Perlahan aku mendekati Mbak Ayu, kulihat ia menangis. “Mbak….jangan menangis, tidak ada maksud saya sedikitpun menyakiti Mbak” kataku sambil mulai menyeka air matanya dengan tanganku. Lalu pelan-pelan kupegang pundak Mbak Ayu dan kudorong pelan dia agar berbaring di ranjang. Ternyata Mbak Ayu hanya menurut saja, aku kesenangan, rayuanku berhasil meruntuhkan pendiriannya. Kemudian aku mulai membuka resleting celana panjangnya, ia tampaknya menolak, tetapi aku dengan santai menepis tangannya dan memasukkan tanganku ke dalam celananya. Tanganku masuk kedalam kolornya, lalu langsung jariku menuju ke tengah “lubang” birahinya. Aku sudah terburu nafsu, mencucuk-cucukkan jemariku ke dalam lubang itu berkali-kali. “Akhhh…..akhhh…….ahhhhhh” desahan Mbak Ayu mengiringi setiap tusukan jemariku. Aku ingin membuatnya terangsang dan mencapai orgasme. Lalu dengan cepat kutarik celana panjang dan kolornya sehingga terlihatlah pahanya yang putih dan mulus, aku langsung mencium paha mulus itu bertubi-tubi, menjilat paha putih Mbak Ayu dengan merata. Akupun mengincar kelentit Mbak Ayu yang tersembul ke luar dari bagian atas pepeknya. Langsung aku kulum kelentit itu di dalam mulutku, “Elmm…..mmmm…….emmmm” dan lidahku menari-nari di atasnya, terkadang kugigit pelan-pelan berkali-kali, “Akhh….ooohhhh……aaahhhhh” suara Mbak Ayu mendesah kuat tanda terangsang. Jemari tanganku semakin kuper-cepat menusuk pepek Mbak Ayu dan lidahku makin menggila menari-nari di atas kelentitnya yang berwarna merah jambu itu. Perlahan kubimbing Mbak Ayu mencapai puncaknya, hingga akhirnya…“Aaaaaaakkkhhhhhh……” pekikan pelan Mbak Ayu mengiringi orgasmenya. Kulihat jemari tanganku basah, bukan karena liurku tetapi karena cairan vagina Mbak Ayu yang orgasme. Aku mencium vagina itu, tercium bau khas cairan vagina wanita yang orgasme. Aku tersenyum, hatiku senang karena bisa membawa Mbak Ayu mencapai orgasmenya. Tetapi aku tidak berhenti sampai di situ saja. Setelah memelankan tusukan jariku, kini tusukan itu kembali kupercepat. “Ahhh….ahhhh….yaah…..yaahh” suara Mbak Ayu mulai meracau. Sementara tangan kiriku beroperasi di vagina Mbak Ayu, tangan kananku mulai meremas blus Mbak Ayu, dengan cepat tangan kananku merobek blus itu dan menarik kutangnya hingga menyembullah payudara Mbak Ayu yang indah membukit. Kemudian aku menghisap kedua puting itu sambil tangan kananku meremas payudara Mbak Ayu bergantian, sementara desahan Mbak Ayu terdengar halus di telingaku, “Akhh….teruuss…..teruuusss” Sementara tangan kiriku tetap beraksi di vagina Mbak Ayu, dan vagina itu semakin becek, “Crrtt…..crrtt……slrrpp” Kini mulutku mulai merangkak maju menuju bibir Mbak Ayu yang mendesah-desah, begitu wajah kami bertatapan, kulumat bibir mungil itu dalam-dalam, Mbak Ayu sedikit kaget, “Ohhh….oomlmmm…elmmmm” Mbak Ayu tidak bisa lagi bersuara, karena bibirnya telah kulumat, lidahnya kini bertemu dengan lidahku yang menari-nari. Aku memang berusaha membimbing Mbak Ayu agar orgasme untuk kedua kalinya. Agar di saat orgasmenya itu aku bisa memasukkan penisku, mempenetrasi vaginanya. Karena aku sadar penetrasi itu akan sangat sakit karena ukuran penisku lebih besar dari punya Mas Arif yang biasa masuk. Sambil mencium dan merangsang pepek Mbak Ayu, tangan kananku mulai melepas celana panjangku dan kolorku, lalu melemparkannya ke lantai. Tangan kananku mengelus-elus kontolku yang terasa mulai mengeras. Lama akhirnya Mbak Ayu mencapai orgasmenya yang kedua kali, “Ooorrggghhhhh….” Mbak Ayu mengerang, tetapi belum selesai erangannya, aku langsung menusukkan penisku pelan-pelan ke dalam vaginanya. “Aaaaaahhhhh…” suara Mbak Ayu terpekik, matanya sayup-sayup menatap syahdu ke arahku, aku tersenyum. Akupun mengambil posisi duduk dan mengangkangkan kedua paha Mbak Ayu dengan kedua tanganku, lalu kulakukan penetrasi kontolku pelan-pelan lama kelamaan menjadi semakin cepat. Bunyi becekpun mulai terdengar, “Sllrrttt…cccrrttt….ccrrplpp” suara becek itu terus berulang-ulang seiring dengan irama tusukanku. “Akhhh….yaaahh…terus…” suara desahan Mbak Ayu keenakan. Akupun semakin mempercepat tusukan, kini kedua kakinya kusandarkan di pundakku, pinggul Mbak Ayu sedikit kuangkat dan aku terus mendorong pinggulku berulang-ulang. Sementara dengan sekali sentakan kulepaskan jilbabnya, tampaklah rambut hitam sebahu milik Mbak Ayu yang indah, sambil menggenjot aku membelai rambut hitam itu. “Ahhh…..ahhh….aaahhh” “Ohhh……ohhhh……..hhhh” Suara desahanku dan Mbak Ayu terus terdengar bergantian seperti irama musik alam yang indah. Setelah lama, aku mengubah posisi Mbak Ayu, badannya kutarik sehingga kini dia ada di pangkuanku dan kami duduk berhadap-hadapan, sementara penisku dan vaginanya masih menyatu. Tanganku memegang pinggul Mbak Ayu, membantunya badannya untuk naik turun. Kepalaku kini dihadapkan pada dua buah pepaya montok nan segar yang bersenggayut dan tergoyang-goyang akibat gerakan kami berdua. Langsung kubenamkan kepalaku ke dalam kedua payudara itu, menjilatnya dan menciumnya ber-gantian. Tak kusangka genjotanku membuahkan hasil, tak lama “Oooohhhhhhh…..” lenguhan panjang Mbak Ayu menandai orgasmenya, kepalanya terdongak menatap langit-langit kamarnya saat pelepasan itu terjadi. Aku senang sekali, kemudian kupelankan genjotanku dan akhirya kuhentikan sesaat. Lama kami saling bertatap-tatapan, aku lalu mencium mesra bibir Mbak Ayu dan Mbak Ayu juga menyambut ciumanku, jadilah kami saling berciuman dengan mesra, oh indahnya. Tak lama, aku menghentikan ciumanku, aku kaget, Mbak Ayu ternyata menangis ! “Kenapa Mbak Ayu ? saya menyakiti Mbak ya ?!” tanyaku lembut penuh sesal. Masih terisak, Mbak Ayu menjawab, “Ah…..nggak, kamu justru telah membuat Mbak bahagia” Kami berdua tersenyum, kemudian pelan aku baringkan Mbak Ayu. Perlahan aku mengencangkan penetrasiku kembali. Sambil meremas kedua payu-daranya, aku membolak-balikkan badan Mbak Ayu ke kiri dan ke kanan. Kami berdua mendesah bergantian, “Ahhh…..ahhh….aaahhh” “Ohhh……ohhhhChhhh” hingga akhirnya aku mulai merasakan urat-uratku menegang dan cairan penisku seperti berada di ujung, siap untuk meledak. Aku ingin melakukannya bersama dengan Mbak Ayu. Untuk itu aku memeluk Mbak Ayu, menciumi bibirnya dan membelai rambutnya pelan. Usahaku berhasil karena perlahan Mbak Ayu kembali terangsang, bahkan terlalu cepat. Dalam pelukanku kubisikkan ke telinga Mbak Ayu, “Tahan……tahan………Mbak, kita lakukan bersama-sama ya” “Ohhh…ohhh….ohhhh…..aku sudah tak tahan lagi” desah Mbak Ayu, kulihat matanya terpejam kuat menahan orgasmenya. “Pelan…..pelan saja Mbak, kita lakukan serentak” kataku membisik sambil kupelankan tusukan penisku. Akhirnya yang kuinginkan terjadi, urat-urat syarafku menegang, penisku makin mengeras. Lalu sekuat tenaga aku mendorong pinggulku berulang-ulang dengan cepat. “Akhhh….ooohhh….ohhh” suara Mbak Ayu mendesah. Kepalanya tersentak-sentak karena dorongan penisku. “Lepaskan…..lepaskan……Mbak, sekarang !” suaraku mengiringi desahan Mbak Ayu, Mbak Ayu menuruti “saranku”, diapun akhirnya melepaskan orgasmenya, “Aaaakkhhhhh…………” “Ooorggghhhhh………” suara berat menandakan ejakulasiku, mengiringi orgasme Mbak Ayu. Erat kupeluk ia ketika pelepasan ejakulasi itu kulakukan. Setelah “permainan” itu, dalam keadaan bugil aku tiduran terlentang di samping Mbak Ayu yang juga telanjang. Mbak Ayu memelukku dan mencium pipiku berkali-kali seraya membisikkan sesuatu ke telingaku, “Terima kasih Bud” Mbak Ayu kulihat senang dan memeluk tubuhku erat, tertidur di atas dadaku. Dalam hatiku aku merasakan senang, gembira, tapi juga sedih. Aku sedih dan menyesal melakukan ini dengan Mbak Ayu, aku takut ia tidak akan pernah lagi mencapai orgasme selain dengan diriku, ini berarti aku menyengsarakan Mbak Ayu. Sambil merenung, aku kecup rambut hitam sebahunya itu dan kubelai serta kuusap pelan. Siang itu aku tidur nyenyak, bagiku pengalaman barusan sangat berkesan. Sejujurnya aku ingin melakukannya lagi, tapi aku takut menyusahkan Mbak Ayu nantinya karena membuat dia tergantung padaku dan ternyata aku mulai mencintainya. sekian kisah pengalamanku ngintip tetanggaku yang ml dan kurang puas dengan permainan suaminya sendiri. by – Cerita Dewasa, Cerita Seks Hot, Cerita Mesum, Cerita Panas Indonesia, Cerita Ngentot, Kisah Pengalaman Seks, Cerita Porno, Cerita Bokep Seru. cerita sex ngintip tetangga ML cerita ngentot tetanggaku cerita mesum jilbab seksi cerita dewasa ngintip tetangga ngentot Navigasi pos

cerita sex ngintip orang ngentot