cerita sex kawin kontrak

KawinKontrak [1] 18 May 2013. Meylani Nurdiana Gerah dan resah. Sementara aku, merasa nyaman-nyaman saja dengan kesendirianku menjelang senja. Hidup adalah sebuah kontrak yang, rela atau tidak, mesti disetujui jauh-jauh hari sebelum kelahiranku ke muka bumi. menguntai tawa dan air mata bersama. Cerita beralur tak sama dengan draft Berikut10 drama Korea yang bercerita tentang pernikahan sementara, kontrak, maupun palsu. Yuk, cek informasi selengkapnya di bawah ini! 1. Because This is My First Life menceritakan tentang wanita dan pria lajang di umur 30 tahun yang tinggal bersama dan menandatangani kontrak nikah selama dua tahun. Dok. CeritaSex, Cerita Dewasa, Cerita Seks, Cerita Hot Aku Pemuda Urakan dan Ini Perkawinan Kontrak-ku Dengan Ustadzah Aku Andre, 25 tahun tinggal di salah satu kota besar di tanah sunda ini saat ini sedang menikmati masa-masa awal di dunia kerja. Baru beberapa bulan lalu aku menyelesaikan studi sarjanaku di salah satu kampus swasta di kota tersebut. Diatambah lega karena berpikir bahwa setidaknya dia tidak berzina tapi melakukan kawin kontrak yang legal. Tinggal berpikir siapa nanti yang akan dia jadikan saksi. Pikiran pertama dia jelas ke ustazah lia, yang kedua mungkin ustazah raudah. Walau bagaimanapun keduanya adalah dua ustazah yang paling dekat dengannya. IntipKampung Cinta di Subang, Gadisnya Cantik dan Nikahnya Murah, Ditinggalin Jika Bosan Meski jaraknya cukup jauh dari Jakarta, para pejabat kelas bawah sampai atas bisa memiliki istri dan anak dengan biaya murah. mở bài bằng lí luận văn học. Kawin kontrak sesungguhnya bukan pernikahan yang dibolehkan dalam Islam. Bahkan kawin kontrak masuk dalam kategori pernikahan yang dilarang dalam Islam karena menikah dalam Islam bukanlah sesuatu permainan. Kawin kontrak merupakan pernikahan yang terjadi antara pria dan wanita dalam rentang waktu yang disepakati. Bisa dalam hitungan minggu, bulan hingga tahun. Dalam kawin kontrak mahar yang diberikan umumnya terbilang waktu yang disepakati datang maka pernikahan pun juga berakhir. Kawin kontrak umumnya terjadi hanya untuk memenuhi kebutuhan biologis saja, namun bukan hal yang tak mungkin dalam kawin kontrak bisa muncul perasaan cinta. Berikut adalah cerita kawin kontrak berujung cinta yang pernah dialami oleh orang yang pernah melakukan kawin Cerita Kawin Kontrak Berujung Cinta yang Bertepuk Sebelah TanganKisah ini dialami oleh seorang wanita bernama Yana yang sudah pernah beberapa kali terlibat kawin kontrak. Namun, ia pernah mengalami jatuh cinta dengan salah seorang pria yang mengajaknya melakukan kawin kontrak. Menurutnya, perasaan cinta ibu bisa tumbuh karena sikap pria tersebut yang baik kepadanya dan memperlakukan dirinya layaknya seorang istri cintanya hanya bertepuk sebelah tangan dan kandas setelah pria itu pergi saat masa kontrak usai. Ia sadar bahwa baiknya perlakuan pria yang menjadi suami kontraknya tak lebih dari kepribadian pria tersebut yang memang baik. Ia pun sadar bahwa dirinya terlalu berharap pria tersebut juga jatuh cinta Cerita Kawin Kontrak Berujung Cinta yang BahagiaAda pula kisah dari seorang wanita bernama Sari yang baru pertama kali melakoni kawin kontrak. Pernikahan ini terpaksa ia lakukan karena terdesak ekonomi di mana ia harus memenuhi kebutuhan sendiri, orang tua dan adik-adiknya. Ayahnya telah meninggal sehingga sebagai anak pertama ia harus berusaha membantu meringankan beban orang sebuah tawaran untuk kawin kontrak datang kepadanya dari seorang pemuda yang terbilang mapan yang saat itu tengah menjalani beberapa proyek di daerahnya. Daerah terpencil memang dan jauh dari kota. Pemuda yang terbiasa dengan pergaulan bebas ala kota metropolitan tak kuasa menahan nafsu seorang temannya yang merupakan pemuda asli daerah tersebut menawarkan untuk kawin kontrak dengan Sari. Sebagai gadis desa ia terbilang cantik dibanding gadis lainnya. Tawaran tentu langsung saja di terima oleh pemuda bernama Niko tersebut dan ia pun memberanikan diri mendatangi tawaran tersebut sesungguhnya sari merasa keberatan. Hanya saja mengingat kondisi keluarganya yang sedang membutuhkan bantuan membuatnya tak kuasa menolak tawaran tersebut. Hingga akhirnya perkawinan kontrak tersebut terjadi dalam jangka waktu 1 tahun. Mahar yang ia terima pun terbilang setelah berjalan 6 bulan, benih-benih cinta mulai tumbuh di antara mereka berdua. Sebagai suami istri yang terikat kontrak hubungan mereka terbilang harmonis. Menjelang masa kontrak mereka habis keduanya sama-sama tidak ingin berpisah dan memilih untuk melangsungkan pernikahan yang Cerita Kawin Kontrak Berujung Cinta yang MenyakitkanCerita yang menyedihkan datang dari wanita bernama salma yang terikat kawin kontrak dengan seorang pria beristri. Karena pria tersebut bertugas di daerah yang jauh, tepat di daerah dimana Salma bermukim. Pria tersebut hanya bisa pulang sekali enam bulan sehingga ia memilih jalan kawin kontrak untuk memenuhi kebutuhan biologisnya. Sementara kawin kontrak ini sudah yang kedua kalinya untuk yang menjadi suami kontraknya kali ini adalah seorang pria yang tampan, namun dingin dan sulit ditebak. Walau demikian ia memperlakukan Salma dengan baik. Karena terlanjur cinta dan muncul perasaan tak ingin berpisah dari suaminya, Salma memutuskan untuk tidak mengenakan alat kontrasepsi dan mencoba menghadirkan janin sebagai pengingat antara dia dan suaminya justru tidak menginginkan janin yang dikandungnya dan menyalahkan Salma karena telah sengaja membiarkan hal ini terjadi. Sejak saat itu Salma tidak diperlakukan dengan baik bahkan Salma disuruh untuk menggugurkan janinnya disertai dengan ancaman. Bahkan sebelum kontrak usai Salma telah ditinggalkan begitu 3 cerita kawin kontrak berujung cinta yang memiliki akhir kisah yang berbeda-beda. Simak juga berbagai cerita menarik lainnya seperti cerita cinta romantis yang mengisahkan tentang cinta sejati, cerita cinta terlarang yang mengharukan, kisah cinta beda agama yang berakhir bahagia juga menyedihkan, kisah cinta segitiga antara murid dan guru muda, kisah cinta beda agama yang bersatu dalam pernikahan yang bahagia, kisah cinta beda usia yang terpaut cukup jauh dan cerita cinta sedih yang bikin hati pilu. Post Views 1,182 x Ustazah Aminah menatap kertas putih dengan coretan warna merah itu sambil meraba kepalanya yang akhir-akhir ini semakin pusing. Saat itu dua hari setelah dia pergi ke pengobatan alternatif bersama umi lilik dan dia masih belum mengambil keputusan langkah apa yang akan dia ambil. Dia masih bimbang. Kemarin dia sudah mengunjungi umi lilik, berdebat panjang dengannya yang intinya umi lilik mendukung keputusan pengobatan alternatif itu. 30216Please respect respect satu sisi antum kan tidak mau, umi, jelas, ana juga tak bakalan mau dalam kondisi biasa, tapi ingat bahwa ini mungkin satu-satunya cara supaya antum sembuh. Ustaz karim sudah berangkat, kan? Nah, ana yakin penyakit pusing di kepala antum akan semakin menjadi-jadi juga karena antum sudah tak memiliki pelindung sama sekali. Jadi kalau menurut ana ini merupakan satu-satunya pilihan buruk di antara beberapa yang paling respect Aminah diam. Lalu dia mengangkat kepalanya sambil berkata ragu, Tapi....masa sama Alif, umi, anak kandung ana. Sama pria lain pun haram, apalagi sama anak kandung sendiri, makin haram respect Umi Lilik mengibaskan tangannya. Ingat bahwa darurat itu membolehkan segala yang haram. Antum pasti sudah paham respect Aminah semakin menunduk. 30216Please respect diminum tehnya, umi, Umi Lilik mencoba mencairkan suasana. Didahuluinya mengambil gelas teh. Umi Aminah menyusul. Umi Lilik tersenyum dalam hatinya. Sesuai petunjuk Alif, dirinya sudah mencampurkan obat perangsang juga ke dalam teh umi Aminah. 30216Please respect umi, Umi Aminah berkata dengan ragu. Kalaupun misalnya ana mengambil saran pengobatan ini, gimana menurut umi langkah-langkahnya?30216Please respect antum sudah ngobrol dengan Alif belum, umi? Umi Lilik malah balas bertanya. 30216Please respect umi, ana malu. Umi Aminah nampak respect menurut ana sebaiknya antum sesegera mungkin ngobrolin ini dulu sama Alif. Hal semacam ini tak mungkin diobrolin melalui perantara. Yang perlu diobrolkan itu misalnya kesediaan dia ataupun masalah peraturan yang harus disepakati antara kalian berdua. Toh ini kan hanya untuk pengobatan, jadi hubungan antum dengan Alif jelas tidak sesederhana hubungan suami istri antara antum dengan ustaz respect Umi Lilik terdengar sangat bijak di telinga umi Aminah. Meski demikian, hati kecilnya jelas menduga bahwa Alif dengan senang hati akan menyetujuinya. Demikian juga dirasakannya dalam dirinya ada keinginan yang kuat untuk menggunakan momen ini supaya dia dapat menikmati kontol Alif anak kandungnya itu dalam keadaan sadar. Dengan kata lain, jika sekarang dia nampak ogah-ogahan di depan umi Lilik, dia hanyalah membangun imej supaya dirinya tidak terkesan murahan. Dia membutuhkan dukungan sehingga seolah-olah dirinya mau menuruti saran pengobatan itu setelah mendapatkan saran tambahan dari umi respect sisi lain, Umi Aminah juga berpikir bahwa selain nanti pusing di kepalanya bisa sembuh, dia juga bisa sekalian menuruti saran Ustazah Lia supaya anaknya nanti tidak terjerumus pada pelacuran yang kotor. 30216Please respect umi, nanti ana akan ngobrolin ini dulu dengan Alif. Akhirnya umi Aminah mengambil keputusan. 30216Please respect begitu, ana ikut bahagia jika sakit antum kemudian sembuh. Umi Lilik tersenyum senang. Oya, umi sebaiknya nanti kawin kontrak saja, umi, untuk mengurangi respect kontrak? Umi Aminah bertanya heran. Setahunya dari kepartaian kemarin kemarin pernah menggalang demonstrasi menolak praktek itu saat musim-musimnya isu tentangnya merebak. Bukannya itu tak boleh, umi?30216Please respect lagi, umi, ini kondisi darurat. Daripada nanti antum hukumnya zina, kan lebih baik kawin respect anak kandung ana, umi? Ada desir gairah di dada umi Aminah hanya membayangkan respect Lilik mengangguk. Iya, umi, nanti diputuskan saja durasinya empat minggu, sesuai saran pengobatan itu. Nah, yang namanya kawin kontrak nanti yang penting itu ada saksi. Antum bisa ngambil ustazah dari asrama saja untuk jadi saksi, dua orang misalnya. Biar kisah antum ini nantinya tidak tersebar respect Aminah mengangguk-angguk paham. Dia tambah lega karena berpikir bahwa setidaknya dia tidak berzina tapi melakukan kawin kontrak yang legal. Tinggal berpikir siapa nanti yang akan dia jadikan saksi. Pikiran pertama dia jelas ke ustazah lia, yang kedua mungkin ustazah raudah. Walau bagaimanapun keduanya adalah dua ustazah yang paling dekat dengannya. 30216Please respect respect lamunan Umi Aminah buyar oleh suara sapaan Alif. Alif saat itu sudah ada di dekatnya, mengenakan baju rapi dan langsung duduk di depannya. Ada apa umi kok kelihatannya serius banget memanggil respect Aminah menghela nafas dalam-dalam sebelum kemudian dia berkata. Alif enggak sibuk kan?30216Please respect Alif sibuk pun kalau buat umi pasti ada waktu kok,30216Please respect sayang, sahut ustazah Aminah sambil memasang mimik serius. 30216Please respect umi, nih Alif santey-santey gini kok, jawab Alif. Serius banget umi, Alif jadi respect Aminah kembali menghela nafasnya. Umi butuh bantuanmu, respect mi, bantuan apapun pasti Alif berikan kalau untuk umi. Sahut Alif. Alif sayang umi. Ditatapnya ibu kandungnya itu dengan tatapan seperti ingin respect Aminah menelan ludahnya. Serius? Apapun?30216Please respect umi. Alif mengangguk untuk menegaskan ucapannya. 30216Please respect bagaimana kalau umi minta Alif nikah sama umi? Ustazah Aminah menatap anaknya lekat-lekat. Untuk sesaat, seperti orang yang mempertimbangkan dengan seksama kata-katanya, Alif terdiam. Dibalasnya tatapan umi respect umi? Akhirnya dia malah balas bertanya. 30216Please respect umi minta Alif nikah sama respect sebentar, Alif agak bingung. Jawab Alif meski dalam hatinya dia bersorak gembira. Kan Alif putra kandung umi nih, emang boleh nikah sama umi? Lagipula nikahnya model apa mi?30216Please respect Aminah menghela nafasnya. Ini darurat, Lif, kondisi darurat membolehkan apapun. Nanti model nikahnya nikah kontrak saja, empat minggu. Umi sudah ngobrol sama umi lilik katanya bisa seperti respect tampak merenung. Tujuannya apa umi?30216Please respect Aminah lalu menceritakan kisah saran pengobatan dari pak sarjito. Ditambahinya pula dengan hasil obrolannya dengan umi lilik hamidah. Juga beberapa konsep nikah kontrak yang sudah dia pelajari tadi. 30216Please respect begitu, Alif mengangguk-angguk. Jadi Alif nikah kontrak empat minggu dengan umi untuk pengobatan mi?30216Please respect respect nikahnya ini model nikah seperti umi sama abi, jadi kalau empat minggu terus umi sembuh ya sudah gitu ya mi?30216Please respect sayang. Tentu saja jangan sampai abi tahu. Kalau kata umi lilik nanti nikahnya hanya ada dua saksi saja. Umi rencananya minta bantuan ustazah raudah sama ustazah lia, tapi umi belum ngubungi respect Alif mengangguk-angguk. Dia tampak respect tentu saja umi sama Alif seperti suami istri biasanya. Nanti emmm, ustazah aminah sedikit malu menyebut ngentot. umi sama alif bersetubuh juga, justru itu aspek yang paling respect menatap ibu kandungnya lekat-lekat. 30216Please respect tentunya tanpa nafsu, sayang, hanya buat pengobatan. Sambung ustazah aminah buru-buru untuk menutupi rasa malunya. Dadanya berdesir. 30216Please respect mi, akhirnya Alif menjawab respect ustazah aminah menjadi cerah. Makasih sayang, makasih banyak respect akan ngelakuin apapun supaya umi sehat, jawab Alif. Senyum mengembang di bibirnya. Ada bulan madunya enggak mi? tanyanya dengan nada respect ustazah aminah tersenyum. Dia menggerakkan tangannya hendak menepuk pipi Alif. Alif menangkap tangan itu. lalu ucapnya, ehh, belum mahram, lalu dilepaskannya tangan itu. ustazah aminah dan Alif tertawa bareng. Keduanya sudah seperti sepasang kekasih saja. Entah kenapa ustazah aminah pun merasa ada desir-desir cinta dalam hatinya yang tumbuh kian subur. 30216Please respect Alif sudah setuju berarti umi tinggal ngubungi ustazah lia sama ustazah raudah, ustazah aminah kembali berkata, mencoba menutupi desir-desir dalam dadanya. Tapi mereka berdua sih pasti mau juga kok bantu respect mi, menurut Alif juga respect saja kisah ini jangan sampai tersebar keluar ya sayang, biar kita saja yang tahu, sama umi respect mi, beres deh, jawab Alif. Kapan rencananya, emm, nikahnya mi?30216Please respect ya kalau menurut Alif? Ustazah Aminah balas bertanya. 30216Please respect saja gimana mi?30216Please respect kenapa selasa?30216Please respect kenapa-kenapa, jawab Alif sambil mengedipkan matanya menggoda. Atau umi mau cepat-cepat?30216Please respect lagi-lagi umi aminah hendak menepuk pipi Alif. Kamu ini, sambungnya sambil tersenyum. Oke deh hari selasa. Biar ada persiapan respect iya mi. Mending umi langsung sekarang manggil ustazah raudah sama ustazah lia mi, biar cepat beres respect Aminah mengangguk. iya sayang, ini udah umi minta ke sini kok, nah, tuhh, saat itu terdengar ucapan salam dan ketukan di pintu kamar. Dari kaca jendela nampak dua sosok ustazah asrama syahamah berdiri di depan pintu. Alif langsung bangkit dan beranjak pergi ke kamarnya, sementara ustazah aminah pun bangkit dan berjalan ke pintu, dibukakannya pintu dan disuruhnya kedua ustazah itu respect respect respect respect respect ada yang beda dengan asrama syahamah saat itu. para ukhti penghuninya melakukan aktifitas seperti biasa. Yang sedikit berbeda mungkin adalah suasana kamar ustazah aminah. Saat itu jam setengah tujuh malam, di kamarnya ustazah aminah sudah berdandan rapi meski tetap dengan style seorang ustazah. Terus terang dia sedikit deg-degan karena hari ini dia akan menikah dengan anak kandungnya respect mandi, diraba-rabanya jembutnya yang sudah tumbuh lebat. Dia bimbang antara mencukurnya atau tidak. jika mengikuti pengalamannya saat menikah dengan ustaz karim dulu, maka dia harus mencukur rapi jembutnya. Akan tetapi dia mendadak teringat malam ketika disetubuhinya anaknya saat tidur. Ada kenikmatan tersendiri saat bulu-bulunya menyentuh-nyentuh selangkangan anaknya. Dibayangkannya anak kandungnya itu menjilatinya jembutnya sampai basah...30216Please respect dibiarkannya jembutnya seperti itu, hanya dicucinya bersih-bersih supaya tidak semrawut dan juga berbau harum. Dia menghabiskan waktu di kamar mandinya lebih lama dari biasanya. Entahlah, dia merasa dirinya seperti perawan yang akan menikah dengan pemuda idaman respect dikenakannya gamis kombornya yang berwarna hijau tua, senada dengan warna kerudung lebar sepinggang yang dia kenakan. Nampak sederhana tapi natural. Sebagai seorang ustazah, tak lupa dipakainya kaus kaki warna cokelat menutupi betisnya. Kacamata berbingkai merah tua yang dikenakannya juga membuat paras keibuannya kelihatan tanpa mengurangi kecantikannya. Dipakainya wangi-wangian sekadarnya. 30216Please respect tok tok, ada ketukan di pintu. 30216Please respect jawab ustazah aminah respect Raudah dan Ustazah Lia masuk. Keduanya menatap ustazah Aminah lekat-lekat. Umi cantik sekali, seru mereka dengan nada kagum. Ustazah Aminah tersipu malu. Udah tua begini, komentarnya. 30216Please respect gak kelihatan tua kok, goda ustazah respect kalian ini, ukhti-ukhti yang suka menggoda. Dosa lho menggoda umi, jawab ustazah aminah sambil diiringi tawa. Diam-diam dia merasa bangga juga disebut cantik oleh kedua ustazah itu. 30216Please respect ke Aula, umi, acara sudah siap. Lanjut Ustazah Raudah. Kemudian keduanya menggandeng Ustazah Aminah ke Aula yang biasanya dijadikan tempat kajian keagamaan. Ternyata Alif sudah berada lebih dulu di respect itu aula sudah ditata oleh para ukhti asrama syahamah. Di depan ada dua kursi mewah yang biasanya dipakai dalam momen-momen tertentu misalnya ketika diskusi di sana mengundang pembicara orang penting. Di depannya diletakkan meja kayu berukir dari Jepara. Alif duduk di salah satu kursi yang ada, kemudian Ustazah Aminah juga duduk di kursi yang kosong di respect ketika ustazah raudah dan ustazah lia dipanggil oleh Ustazah Aminah untuk mengobrolkan kawin kontraknya dan meminta mereka berdua menjadi saksi, keduanya malah memberi usul bahwa kawin ibu dan anak itu dilakukan di aula saja dengan disaksikan para ukhti semuanya. 30216Please respect umi Cuma kuatir kalau nanti ada yang mempermasalahkan, ukhti, kan ini kawin yang tidak lazim. Bahaya kalau sampai bocor ke luar misalnya, nama baik umi dipertaruhkan. Begitu semula ustazah aminah respect ustazah itu saling berpandangan. Santai umi, bisa dikondisikan, sahut mereka hampir berbarengan. Setelah beradu argumen beberapa saat, akhirnya ustazah aminah setuju setelah kembali kedua ustazah kepercayaannya itu memberikan jaminan bahwa acara itu tak akan sampai bocor ke luar respect ketika ustazah aminah masuk ke aula, para ukhti semuanya sudah ada di sana. Terhitung ada lima belas ukhti saat itu, termasuk ustazah raudah dan ustazah lia. Sebenarnya keseluruhan penghuni asrama syahamah saat itu adalah enam belas orang, akan tetapi satu orang ukhti sedang respect ukhti yang sedang mudik itulah yang sebenarnya berpotensi menentang dan ribut soal kawin kontrak ini. Namanya ukhti Nani Hidayanti. Ukhti Nani asli Rembang. Dia termasuk yang paling kritis selama ini dan seringkali berdebat dengan ustazah raudah tentang banyak hal khususnya yang berkaitan dengan ajaran agama. Andai sang ukhti tidak sedang mudik maka ustazah raudah dan ustazah lia pun tak akan berani menyarankan nikah kontrak itu diselenggarakan terbuka di aula. 30216Please respect ukhti semuanya, diharap tenang dan mengikuti acara ini dengan tenang. Demikian sambil berdiri ustazah raudah memulai acara. Semua ukhti yang hadir langsung duduk tenang memandang ke depan. Beberapa menundukkan kepala. 30216Please respect ana sudah obrolkan dengan antum semua, malam ini adalah acara kawin kontrak antara umi aminah, ibu kita, dengan Alif Nazarudin. Ana sudah menerangkan panjang lebar tentang kebolehannya, dan sebagaimana kita sudah sepakat, antum semua malam ini menjadi saksi. Bagaimana hadirin semua? Siap?30216Please respect begitu para ukhti menjawab berbarengan. Memang kepatuhan para ukhti pada ustazah aminah sangat tinggi. Sang ustazah sudah mereka anggap ibu mereka dan juga orang yang lebih alim dari mereka. Jadi, apapun yang dikatakan benar oleh sang umi pasti mereka anggap benar juga tanpa butuh respect dimulailah resepsi kawin kontrak itu dengan bersahaja. Alif menyebutkan masa kawin kontrak itu, dan juga beberapa detail lainnya sesuai dengan tuntunan yang sudah diberikan oleh umi Lilik. Acara kawin kontrak memang sederhana dan mudah, maka hanya setengah jam kemudian, keduanya sudah resmi menjadi suami istri. Tanpa sadar ustazah aminah merasa matanya berkaca-kaca. Terharu. Refleks dipeluknya Alif respect umi, umi, bisik Alif sambil berusaha melepaskan pelukan istrinya itu dengan respect deheman dari ustazah Raudah. Beberapa ukhti yang hadir tersenyum. Ustazah Aminah pun sadar. Dilepaskannya pelukannya dengan wajah bersemu merah. Kepalanya menunduk untuk beberapa saat. Bibirnya menyunggingkan senyum malu-malu. 30216Please respect hadirin sekalian. Ustazah Raudah kembali melanjutkan. Kini setelah acara akad nikah selesai, kita masuk ke acara selanjutnya. Ustazah Raudah memberi isyarat dan dua ukhti yang duduk paling belakang, Ukhti Rakhma Nurjanah dan Ukhti Novi Setyowati kemudian beranjak ke luar dari respect Aminah menoleh ke arah Alif dengan pandangan bertanya-tanya. Dia memang tidak tahu apa sebenarnya acara selanjutnya. Alif hanya senyum-senyum. Demikian juga ustazah raudah dan ustazah respect lama, ukhti rakhma dan ukhti novi pun masuk kembali sambil membawa kue besar dengan lilin di atasnya. Mereka berdua meletakkannya di meja depan sang ustazah. Ustazah aminah menatap kue itu dengan mata terbelalak. Dia baru ingat bahwa hari ini adalah hari ulang tahunnya. Pikirannya terlalu tersita oleh acara kawin kontrak sampai dia lupa memikirkan hal itu. ternyata itulah sebenarnya yang menjadi alasan Alif menyodorkan hari selasa itu sebagai hari resepsi. Dengan demikian setiap ultah ustazah aminah akan selalu diperingati sebagai hari pernikahannya juga dengan anak kandungnya respect mendahului berdiri. Ustazah Aminah refleks mengikuti. Ustazah Raudah mengarahkan ustazah aminah untuk menyalakan lilin di atas kue. Setelah semuanya menyala, lampu aula pun dimatikan. Suasana di sana respect memegang tangan uminya. Keduanya berdiri berhadapan, saling memandang, suasana menjadi sangat romantis. Lalu Alif berbisik mesra, selamat ulang tahun umi, wanita yang tak pernah respect Aminah tak sanggup berkata apapun. Rasa haru terasa mengganjal tenggorokannya. Diremasnya tangan alif yang menggenggamnya, berharap bahwa itu sudah cukup sebagai jawaban bahwa dirinya malam itu merasa sangat respect tibalah acara tiup lilin. Para ukhti serempak menyanyikan lagu selamat ulang tahun berbahasa Arab dengan dipimpin ustazah lia dan ustazah raudah. Lalu ustazah aminah pun meniup lilin itu. potongan kue yang dipotongnya tentu saja dipersembahkannya untuk Alif Nazarudin, suaminya sekaligus anak kandungnya respect sudah kembali menyala. Ustazah Raudah kembali mengambil alih acara. 30216Please respect kawan-kawanku para ukhti asrama syahamah, acara selanjutnya adalah pesta. Silahkan menikmati minuman dan makanan yang sudah kami sediakan respect ukhti bersorak gembira. Mereka kemudian berebutan maju ke depan menyalami ustazah aminah sambil mengucapkan selamat ulang tahun. Alif berdiri mendampingi ustazah aminah sambil senyum-senyum sementara matanya diam-diam menilai fisik para ukhti, mengamati wajah-wajah mereka yang manis dan menggairahkan dengan sensasi alim yang menyembunyikan keliaran respect formal itu sudah selesai. Mereka keluar dari aula dan duduk-duduk di halaman. Memang struktur bangunan asrama syahamah dibuat melingkar sehingga ada halaman yang luas dan kosong sebagai taman berumput di tengah-tengah. Di sana sudah tersedia banyak cool box berisi beragam minuman, sudah ada pula meja-meja yang berisi beragam kue. Kue ulang tahun ustazah aminah pun diboyong ke sana dan menjadi santapan utama para respect Aminah dan Alif berdiri di samping aula mengamati para ukhti yang sedang bergembira. Tangan keduanya saling menggenggam. Hangat. 30216Please respect ya umi? kata Alif. 30216Please respect sayang, malam ini umi bahagia sekali, jawab ustazah respect ikut bahagia kalau umi bahagia,30216Please respect meremas tangan ustazah aminah sambil menatapnya mesra. Ustazah aminah tersipu malu. Kemudian disandarkannya kepalanya di bahu Alif. Dadanya berdebar-debar penuh dengan kebahagiaan dan juga respect ustazah Raudah pun sudah menyediakan kembang api. Maka malam itu di langit asrama syahamah nampak percikan-percikan kembang api yang nampak indah membuat orang-orang yang melihatnya di luar asrama syahamah sempat bertanya-tanya pula tentang acara apa sebenarnya yang ada di sana. Akan tetapi karena asrama syahamah memang sudah tenar sebagai asrama para ukhti yang alim-alim, maka tak ada yang berprasangka respect pojok yang gelap, dekat kamar nomor 14, ukhti novi dan ukhti rakhma nampak duduk di lantai yang sudah ditutupi karpet kecil. Ukhti rakhma duduk bersandar di dinding. Kamar 14 adalah kamar ukhti novi, sedangkan kamar 15 adalah kamar ukhti rakhma. Ukhti novi nampak sedang menenggak isi botol sementara ukhti rakhma mengamatinya sambil respect coba asrama ini pesta terus kaya gini ya ukh, kata ukhti novi sambil meletakkan botol itu di hadapannya. 30216Please respect yah besok-besok kita usulin saja ke ustazah raudah sama ustazah lia, timpal ukhti rakhma. Diambilnya botol yang tadi diletakkan ukhti novi. Ternyata itu botol pilsener. Dingin. Dilekatkannya mulut botol itu, kemudian mulut botol yang tadi dikulum ukhti novi dijilat-jilatnya. Matanya sayu menatap ukhti novi yang juga sedang respect Aminah tentu saja tidak tahu bahwa minuman yang ada di coolbox di taman itu bukan hanya teh botol, sprite, fanta, coca cola saja melainkan juga pilsener dan juga bir bintang. Itu merupakan inisiatif ustazah raudah dan ustazah lia dengan dibantu oleh para ukhti yang lain. Mereka semua sudah sepakat bahwa pesta malam itu segala hal dibebaskan tanpa kecuali. 30216Please respect bisik ukhti respect novi meresponnya dengan meraih tangan ukhti rakhma. Diremas-remasnya lalu ditariknya tubuh ukhti rakhma bersandar ke tubuhnya. Lalu lututnya diangkat sehingga posisi dia duduk dengan lutut seperti akan dia peluk. Ukhti rakhma paham. Diletakkannya punggungnya di lutut ukhti novi. Keduanya saling bertatapan. Nafas mereka berdua mulai memburu. 30216Please respect menggairahkan sekali malam ini ukhti, bisik ukhti novi. Bibirnya nampak bergetar. Jemari ukhti rakhma menyentuh-nyentuh bibir itu dengan lembut. Lalu perlahan wajah ukhti novi mendekat dan kemudian bibir keduanya saling respect ukhti rakhma mendesah di selama lumatan bibir ukhti novi. Tangan ukhti novi meremas-remas payudara ukhti rakhma yang membusung indah. Tubuh itu menggeliat-geliat seperti cacing kepanasan sementara mulut keduanya makin liar saling respect ehemm, terdengar deheman di dekat mereka. Tersentak mereka melepaskan kuluman bibir mereka dan berbarengan menoleh ke arah sosok yang mendehem tadi. Nampak ustazah raudah berdiri sambil tersenyum menatap mereka. 30216Please respect ini malah mojok, gelap-gelapan, pacaran lagi, ucapnya sambil duduk di depan mereka. Diambilnya botol yang tergeletak dan diminumnya respect iya ustazah, mumpung bebas, sahut ukhti novi sambil mengedipkan matanya. Ustazah raudah tersenyum membalasnya. 30216Please respect malam ini sukses. Bantu terus ya buat malam-malam selanjutnya biar sering-sering kaya respect pokoknya. Coba dari dulu ustazah ngobrol sama kita-kita ini. Ukhti rakhma kini yang menjawab. Diacungkannya respect lha kalian kan nampak alim banget. Bahaya kalau ustazah ini asal ngomong kan, harus nyelidiki dulu. Jawab ustazah raudah santai. Oya, kalian hati-hati ya, memadu kasihnya nanti saja setelah umi aminah sudah masuk kamar. Mereka bertiga menatap ke ustazah aminah dan alif yang nampak berdiri mengamati para ukhti di taman. Nampak sesekali mereka respect novi tak menjawab. Dirogohnya saku gamisnya, lalu dikeluarkannya sebungkus rokok. Ngisep dulu ustazah. Disulutnya satu batang. A respect Raudah membelalakkan matanya. Kalian ini! Nakal sekali awas ya ukhti-ukhti nakal harus dihukum! tapi di ujung perkataannya dia tertawa. Lalu dia pamit mau nyamperin ustazah aminah dulu, sekadar mengobrol-ngobrol, ditinggalkannya kembali ukhti rakhma dan novi berduaan di kegelapan depan kamar mereka yang lampunya sengaja tidak respect ngobrol beberapa lama dengan ustazah raudah dan ustazah lia, ustazah Aminah kemudian pamit dan mempersilahkan para ukhti untuk meneruskan berpesta. Besok gak jamaah gak apa-apa, libur dulu ya satu hari, ucapnya disambut oleh sorakan para respect Ustazah Aminah pergi melangkah berdampingan bersama alif menuju kamar mereka. kedua tangan mereka saling menggenggam. Dicubitnya pinggang alif pelan saat didengarnya komentar guyonan ustazah raudah yang mengatakan, tidak usah ana antar ke kamar kan umi?30216Please respect hanya menggeliat sedikit, diketatkannya genggamannya di tangan ustazah aminah. Saat itu jam sudah menunjukkan pukul sembilan respect respect sebenarnya ingin langsung menerkam ustazah aminah saat mereka sampai kamar, akan tetapi dia tertahan oleh keharusan menjaga sikap. Maka untuk mengesankan bahwa dia menuruti keinginan uminya untuk kawin kontrak dengannya itu semata karena pengobatan ibunya, dia pun tidak bertindak gegabah. Dia pergi sebentar ke kamarnya menukar pakaian resepsinya. Dia kembali lagi ke kamar ibunya dengan memakai celana kolor dan kaus. Di tangannya ada dua gelas teh yang belum diberi air. Yang satu sudah dia campuri obat perangsang level yang sangat tinggi. Sekalian dia ingin membuat ibunya meledak-ledak malam respect Alif menyeduh teh itu di kamar ibunya, ibunya menghidupkan tivi dan langsung duduk di bawah, bersandar di dinding di atas karpet merah. Alif lalu duduk di sampingnya. Diletakkannya satu gelas teh di depan sang respect istriku sayang, respect Aminah menatapnya sambil tersenyum. Diacak-acaknya rambut anak kandungnya itu. Makasih sayang, respect lalu terdiam. Mata mereka menatap layar televisi tapi pikiran mereka saling memikirkan hal lain. Keduanya merasa canggung juga untuk membuka percakapan malam pertama mereka. Masing-masing sama-sama bingung harus memulai dari mana. 30216Please respect sayang, Akhirnya umi aminah yang respect menoleh. Iya, umi?30216Please respect karena nikah kita ini hanya untuk pengobatan ya, jadi kita harus membicarakan soal respect mi, Alif pikir juga respect Aminah terdiam sejenak. Ng, yang pertama umi pikir tentang durasi. Menurut umi salah satu pembeda antara nikah yang normal dengan kawin kontrak yang seperti kita ini ya durasi, ng, orgasme, sayang. Wajahnya sedikit respect umi?30216Please respect umi lebih baik kita menyepakati bahwa kita hanya orgasme satu kali dalam sehari, sayang, tidak berlebihan. Hanya sebagai syarat respect tertawa. Baiklah, umi, Alif setuju. Yang lainnya?30216Please respect gak ada saran? Ustazah Aminah balik respect menggeleng. Alif manut umi respect Aminah menghela nafas dalam-dalam. Peraturan selanjutnya, karena alasan umi bersetubuh dengan Alif adalah untuk pengobatan, bukan karena ingin, maka persetubuhan itu hanya dilakukan sampai ada yang orgasme, artinya jika misalnya umi duluan orgasme, maka persetubuhan harus berhenti, tidak perlu menuggu Alif juga orgasme. respect pura-pura berpikir sejenak sebelum respect orgasme juga tidak boleh dikeluarkan di dalam ya sayang, soalnya umi sedang masa subur, nanti bisa respect gitu, kita lihat nanti saja mi, jawab Alif tersenyum. Kenapa Alif tidak pakai kondom saja mi?30216Please respect kata umi lilik tidak boleh, sayang, tidak natural nantinya. Begitu jawab Umi Aminah. Ditatapnya wajah Alif respect kembali mengangguk-angguk. Ada lagi mi?30216Please respect sayang, umi terus terang malu bersetubuh dengan Alif, Umi Aminah berhenti sejenak menelan ludah. Nah, bagaimana kalau kita sama-sama pake tutup muka biar tidak malu?30216Please respect setuju mi, Alif juga malu. Jawab Alif. Padahal alasan dia yang sebenarnya menyetujui usulan itu hanya karena ingin merasakan sensasi baru respect kalau begitu, Ustazah Aminah tersenyum. Yang terakhir, untuk meredam nafsu, maka saat bersetubuh umi dan alif tidak respect yang terakhir ini jelas disetujui alif. Toh dia lebih bergairah membayangkan menyetubuhi ibu kandungnya sambil memakai kerudung daripada jika misalnya sang ibu telanjang bulat di depannya. 30216Please respect semua syarat itu harus dipatuhi selama empat minggu kawin kontrak kita, sayang, oke?30216Please respect istriku sayang, jawab Alif. Yuk minum teh dulu, sengaja Alif bikinin nih, mumpung masih respect Aminah menyeruput teh hangatnya dengan nikmat. Satu tahap lagi kini sudah selesai, tinggal melanjutkan bagaimana caranya malam pertama itu bisa sesuai dengan harapannya. Setelah menyeruput teh itu, matanya kembali memandang ke layar respect menit kemudian, obat perangsang yang dicampurkan Alif mulai bereaksi. Umi aminah merasakan tubuhnya mulai panas. Ada keinginan dirinya untuk merapat ke Alif yang duduk selonjor di sampingnya. Tapi dia masih merasa malu. Untunglah Alif yang melihat gelagat itu langsung tanggap. Dilingkarkannya tangannya ke belakang tubuh ibunya, diraihnya pinggang ramping sang ibu, lalu ditariknya merapat ke respect mendapat angin, ustazah Aminah langsung menyandarkan kepalanya di bahu Alif. Umi sayang Alif, respect juga, sayang, Alif mengusap-usap pinggang ibunya. Umi Aminah memejamkan matanya menikmati setiap usapan yang membuat tubuhnya berdenyar-denyar mengharapkan kenikmatan yang lebih. Tubuhnya ditariknya makin merapat ke tubuh sang anak yang kini sudah menjadi suaminya respect cantik sekali, bisik Alif lagi. Kepalanya menoleh menatap wajah ustazah aminah yang sangat dekat, hangatnya hembusan nafas sang ibu terasa di lehernya. Kacamata yang menempel di sana membuat wajah itu nampak makin menggairahkan di matanya. 30216Please respect makasih sayangg, suara ustazah aminah sudah menyerupai desahan. Lalu bibir Alif mendekat ke bibir umi aminah, tangannya makin kuat memeluk sang ibu. Cupppp, bibir keduanya bertemu. Alif melumat bibir itu pelan, pengaruh obat perangsang membuat sang ibu membalas dengan agresif. Lidah ustazah aminah bergerak-gerak mencoba memasuki mulut sang anak. Alif membuka mulutnya membiarkan lidah itu menggelitik rongga mulutnya. Lalu dihisapnya lidah itu kuat-kuat sampai ustazah aminah mendesah pelan, ahhh sayangg,30216Please respect Ustazah Aminah refleks bergerak menelusup ke balik kaus yang dipakai Alif. Tangannya mengusap-usap perut Alif membuat Alif bergerak-gerak gelisah. Sentuhan ibunya terasa sangat lembut. Kulit halus yang tak pernah melakukan pekerjaan kasar itu bahkan dengan liar naik ke atas, meraba-raba puting susu Alif sampai Alif sedikit menggeliat. Meski demikian, Alif menahan-nahan nafsunya supaya penisnya tak lekas bangun. Ia tak ingin terburu-buru. Ingin dinikmatinya cumbuannya semalaman dengan sang respect ahhh, ustazah aminah mendesah ketika akhirnya Alif melepaskan bibirnya. Mulut ustazah aminah sedikit membuka dengan nafas mulai tak karuan. Matanya menatap sayu Alif seolah meminta cumbuan itu diteruskan. Alif tersenyum. Dibelainya kepala uminya yang masih memakai kerudung itu. 30216Please respect ganti baju dulu ya, dia berbisik pada ibunya respect nafsu ustazah aminah yang sudah sangat bergejolak itu ingin menyanggah, akan tetapi dia mengangguk juga, sedikit mengalah. Lalu tidur ya sayang?30216Please respect maunya, hahaha, Alif tergelak. Tawanya itu kemudian berganti menjadi jeritan ketika dirasakannya cubitan ustazah aminah di pinggangnya. 30216Please respect suami nakal, ditanya bener-bener malah menggoda, rasain, Ustazah Aminah respect iya iya umi, habis itu tidur. Cengiran Alif makin lebar. Dia berdiri bergegas menjauhi tangan ustazah Aminah yang sudah bersiap hendak mencari mangsa respect Aminah ikut berdiri. Saat dia akan membuka seluruh bajunya, dia merasa malu dan berkata pada Alif Alif keluar dulu, umi mau buka respect kenapa umi? Kita kan suami istri, lagian alif gak bisa ngentot umi kalau kontol alif gak berdiri nih, siapa tahu lihat umi ganti baju langsung berdiri, respect Aminah menampakkan wajah tak setuju mendengar perkataan alif meski jauh di dalam hatinya dia justru merasa perkataan kotor anak kandungnya itu membuatnya makin bergairah. Hush, alif, jangan bicara kotor lho respect alif ingin nonton umi bugil dulu, biar kontol alif respect Aminah hanya menggeleng-gelengkan kepalanya. Kemudian dia menyerah. Karena masih dikuasai rasa malu, dia kemudian membuka gamisnya sambil menghadap ke dipan. Dengan demikian, otomatis tubuhnya pun membelakangi alif. Perlahan dia buka kerudung lebarnya, kemudian respect belakangnya alif berdiri bersandar di dinding. Perlahan dia mencopot baju dan celana kolornya, lalu dia mendekati ustazah aminah yang sedang sedikit membungkuk melepas gamisnya. Dengan lembut alif memegang penisnya dan menempelkan ujung penisnya yang melebar seperti jamur pada belahan pantat ibunya yang respect aminah tersentak berdiri merasakan sentuhan itu. Dia menoleh ke arah anaknya. iiihh alifff, jangan begitu, kok dilepas bajunya? Sana pakai sarunggg. Dia pura-pura malu menutupi wajahnya meski matanya mencuri pandang juga pada kontol anaknya yang digenggam respect masih tetap menyentuh-nyentuhkan ujung penisnya ke belahan pantat uminya sambil tersenyum nakal. Akhirnya ustazah aminah cuek. Tanpa melepas kaus kakinya yang menutupi betis, dia beranjak ke arah kapstok mengambil mukena hitam sutera kesayangannya. Bukan mukena yang dua potong kemarin melainkan mukena terusan. Koleksi mukenanya dengan motif sama memang ada banyak. Dia sudah merencanakan yang satu ini untuk malam respect hanya diam saja mengamati ibunya sambil berdiri bersandar di ranjang. Tangannya mengusap-usap penisnya perlahan. Ustazah aminah menatap anaknya kemudian berkata alif, cepetan pakai sarung. Umi malu lihat kamu seperti respect gak mau pakai sarung respect terus? Kan gak boleh bugil, aliff respect ada mukena yang lain? Boleh gak alif pakai?30216Please respect sarung saja alif respect mau, alif pengen pake respect ke sekian kalinya ustazah aminah menyerah. Dia kemudian mengambil potongan bagian bawah mukena sutera hitamnya dari tempat cucian. Lalu dia menyerahkanya pada alif. Sambil tersenyum alif menerimanya. Dia kemudian memakainya. Maka tampaklah dia memakai mukena bagian bawah dengan penis yang kini sudah tegak mengacung. Alif langsung menghampiri ustazah Aminah yang saat itu sudah nampak rapi dan duduk di tepi respect Alif naik turun menatap sosok ibunya yang menggairahkan. Mukena tipis itu tak menyembunyikan apapun melainkan justru membuat tubuh sang ibu nampak membayang dari kain tembus pandang. Alif bisa melihat samar puting susu sang ibu yang mencuat di atas bongkahan besar payudaranya. Lalu ke bawah, dadanya berdesir melihat rimbunan semak yang melingkari lubang kenikmatan sang ibu yang sangat dia respect ikut duduk di pinggir sang ibu. Satu tangannya meraih punggung sang ibu dan mengusap-usap alur punggung indah itu. 30216Please respect ustazah aminah mengerang kegelian. Tangan ustazah aminah memeluk tubuh Alif sementara tangan alif yang satu menggerayangi paha ustazah aminah. Kain tipis itu membuat paha ustazah aminah seolah tidak tertutupi apapun. Setiap sentuhan alif membuat syahwatnya makin meninggi. 30216Please respect seksi sekali, desis Alif sambil menatap wajah respect Aminah tak menjawab. Digerakkannya kepalanya mendekat, bibirnya sedikit dibuka lalu melumat bibir Alif seperti tadi. Terasa hangat. Syaraf-syaraf bibirnya yang sensitif menyebarkan kehangatan itu ke seluruh badannya. Terasa nikmat sekali bercumbu dengan anak kandungnya itu. 30216Please respect bisik respect sayangh, Ustazah Aminah balas berbisik. 30216Please respect kalau memek langsung ditusuk tuh sakit, gak pemanasan dulu umi? Atau umi sudah terangsang ya lihat penis alif tadi? Alif sengaja mengeluarkan kata-kata vulgar untuk makin merangsang sang respect aminah serba salah. Dia sebenarnya sudah terangsang, tapi jika dia mengatakannya maka itu berarti mengakui bahwa dia terangsang melihat penis anaknya. Akan tetapi jika dia tidak mengakuinya, maka alif pasti akan meminta merangsangnya dulu. Akhirnya dia memilih yang kedua. Kepalang basah, dia akan menikmati juga cumbuan sang anak. 30216Please respect iya, lif, umi belum terangsang. Gimana ya?30216Please respect tak mengatakan apapun. Hanya saja tangannya bergerak perlahan menyelinap ke balik mukena ustazah aminah, menelusur dari lutut ke arah atas. Ustazah aminah menggelinjang. Nafsunya makin naik dirangsang juga oleh pengaruh obat yang sudah mulai bereaksi. Sebenarnya alif ingin melakukan lebih, tapi dia juga ingin mencumbu ibunya selama mungkin, maka pertama-tama dia hanya menahan diri dan hanya mengelus-elus saja paha bagian dalam ibunya. 30216Please respect terus lif, enakkk, uhhhh, Ustazah Aminah mulai mendesah-desah tak tahan akan kenikmatan yang dia respect tangan Alif lalu melingkar di punggung ibunya. Lalu ditariknya tubuh sang ibu ke belakang membuatnya terlentang di ranjang dengan kaki terjuntai ke lantai. Posisi semacam itu membuat dada sang ibu nampak membusung indah seperti dua buah semangka, bulat dengan tonjolan seksi puting susu di respect dengan satu tangan meraba-raba paha ibunya, mulut Alif kembali beraksi menciumi bahu sang ibu membuatnya menggerak-gerakkan bahunya terangsang. Ciuman Alif makin bergeser mendekat sampai akhirnya bibir alif hinggap di leher sang ibu yang masih tertutup muken sutera tipisnya. 30216Please respect Alifffff, Ustazah Aminah mendesah panjang. Matanya merem melek sementara tangannya yang satu meremas-remas seprai ranjangnya gregetan. Selangkangannya sesekali bergerak melenting ke atas lalu ambruk lagi ke ranjang. Usapan tangan Alif sementara itu bergerak makin ke atas makin ke atas....30216Please respect Ustazah Aminah memekik. Matanya terbuka lebar. Dirasakannya jemari alif mengusap-usap jembutnya dengan lembut. Bebuluannya meremang merasakan mimpinya menjadi kenyataan. Disyukurinya bahwa dirinya memutuskan tidak mencukur jembutnya, betapa nikmatnya merasakan tangan anaknya membelai-belai di respect tubuh Alif kini menelungkup dengan bibir menyusuri bagian depan leher ustazah aminah. Lalu bibir itu sedikit terangkat dan mencium area di bawah bibir ustazah aminah. Bibir ustazah aminah sedikit bergetar menahan perasaan ingin melumat bibir anak kandungnya yang tak henti menelusuri kulit halusnya. 30216Please respect seksi, bisik Alif, bibirnya kini menciumi sudut bibir ustazah aminah, Umi seksi dan cantik, bisiknya respect Aminah tak tahan. Diraihnya belakang kepala alif lalu ditekankannya ke bawah dengan bibirnya langsung menyambut bibir sang anak. Cuuuuuuupppp, dilumatnya lama bibir itu seolah untuk memuaskan dahaga. Tangannya yang satu lagi kini menggerayangi punggung Alif memberikan kehangatan yang membuat punggung sang anak terkadang melenting-lenting bergerak tak tenang. Di bawah, jemari alif masih nakal mengusap-usap membuat gerakan melingkar di sekitar bibir ustazah aminah. Ustazah aminah merasa memeknya sudah gatal ingin dirangsang tapi jemari jemari anaknya tak juga sampai ke respect alif memang sengaja ingin membuat gairah sang ibu kian terpacu. Masih dinikmatinya lumatan bibir sang ibu di bibirnya yang membuatnya terlena. Dengus nafas ibunya yang menghembus dari hidung mulai terasa tak beraturan, hangat dan nikmat menerpa wajahnya. Posisi tubuhnya kini menghimpit separuh tubuh ustazah aminah dengan tangan yang satu menahan kepala ustazah aminah sementara tangan yang satunya lagi sibuk bergerilya di tubuh bagian bawah ustazah aminah. 30216Please respect ngngnggg hhhhhhhh hhh hhh, ustazah aminah merintih-rintih keenakan. Tubuhnya tak bisa tenang bergerak-gerak di bawah himpitan tubuh anak kandungnya itu. lalu tubuhnya sedikit mengejang diiringi bunyi seperti orang tersedak dari mulutnya saat jemari alif mulai menguak bibir vaginanya. 30216Please respect pertama-tama alif menggerak-gerakkan jarinya pelan kemudian makin liar dan makin liar sampai tubuh ustazah aminah pun bergerak-gerak binal. Selangkangannya bergerak ke kiri dan ke kanan setiap kali alif menggerakkan tangannya. 30216Please respect Aliff, ahh ahh ahhhhhh, lifff,, sambil merintih-rintih terdengar dia memanggil-manggil nama anaknya. Matanya terpejam sementara mulutnya terbuka sedikit. Alif tersenyum menatap itu. dialihkannya pandangannya ke buah dada ibunya yang membusung seperti semangka itu. 30216Please respect Ustazah Aminah kembali memekik pelan saat bibir alif kini mendarat di puncak susunya. Di bawah jemari alif masih mengobok-obok memeknya dengan liar, kini susunya juga dikenyot-kenyot anak kandungnya itu dengan ganas. Mukenanya di bagian susu sudah basah oleh air liur alif. Puting susunya makin nampak mencuat, disentil-sentil dan dihisap oleh lidah dan mulut anaknya. 30216Please respect kenyot liff, ahhh, hisap lifff, dia makin tak terkontrol. Tangannya kini memeluk kepala Alif kuat-kuat sementara yang satu lagi turun ke punggung sang anak membelai-belai dan sesekali mencengkramnya sampai alif meringis merasakan perih dan nikmat. 30216Please respect sluurrpppp, ckkkkckkkkk ckkkkk, bunyi hisapan Alif di susu ibu kandungnya itu berpadu dengan bunyi kocokan jemarinya di memek sang ibu. Tubuh ustazah aminah bergerak-gerak liar di ranjang tapi tertahan oleh tubuh Alif. Mulutnya hanya mengeluarkan erangan tak jelas sementara dari sela mulutnya air liur berleleran membasahi respect kuatir ibunya keburu orgasme, Alif menghentikan kocokannya. Dia duduk bertelekan tangannya di ranjang. Tubuh ibunya kini menggelosoh di ranjang dengan nafas tak teratur. Mata ibunya menatapnya sayu seolah menginginkan sang anak secepat mungkin membawanya pada puncak kenikmatan yang didambakannya. Alif mengocok-kocok penisnya dari balik bawahan mukena ibunya yang digunakannya. Gesekan kain tipis itu membuatnya makin terangsang dan membuat kontolnya dengan cepat respect tangan Alif meraih tangan ibunya, menariknya berbaring menyamping dan digenggamkannya tangan itu pada kontolnya setelah disingkapkannya bawahan mukena yang dia pakai. Ustazah aminah pun lanngsung mengocok penis anaknya yang selama ini sangat didambakannya itu. pertama masih malu-malu dikocoknya pelan-pelan. Kemudian semakin cepat semakin cepat seiring birahinya yang kembali naik. Alif kini duduk dengan tubuh ditahan dua tangannya ke belakang. Kepalanya mendongak dengan mata merem melek sementara penisnya di antara pahanya yang mengangkang dikocok oleh tangan ibunya. Tangan yang terasa halus dan respect umi, terusss, ahhh, terus kocok kontol Alif umiii, racaunya. Mendengar racauan Alif itu umi aminah makin bersemangat. Dikocoknya terus sambil ditatapnya takjub penis yang makin membesar dan memanjang itu. dibayangkannya penis itu menusuk memeknya, betapa akan nikmatnya rasanya seperti malam ketika dia mengentot sang anak yang dia kira tertidur itu. 30216Please respect umi, sudah umi, ahhhh, Alif tak tahan dengan kocokan ibu kandungnya itu. dilepaskannya tangan ustazah aminah dari kontolnya. Diciumnya sekilas bibir sang umi. Lalu ditariknya kepala ibu kandungnya itu mendekat ke selangkangannya. Umi, kulum kontol Alif umi, respect aminah pura-pura menolak. Gak mau sayang, jangann, gak baik respect ayo umi, alif pengenn, Alif tetap menarik kepala uminya mendekat. 30216Please respect kocok lagi saja ya, umi Aminah kembali mengulurkan tangannya. Tapi alif menolak. Sedikit demi sedikit kepala umi aminah makin mendekat ke kontol Alif yang tegak mengacung. 30216Please respect kok umi, kontol Alif maniss, umi bakalan ketagihan, Bisik Alif. Bibir umi aminah kini sudah menempel di kepala kontolnya. Dengan sendirinya bibir itu membuka dan kontol alif masuk sedikit. Uhhhhh, nikmat yang dirasakan alif terasa berlipat ganda. Hangat mulut ibunya dan nafasnya menerpa kontolnya membuatnya serasa respect Aminah lalu membuka mulutnya semakin lebar dan dipajukannya mulutnya sehingga sepertiga kontol alif memasuki mulutnya. Terasa sesak sekali kontol yang besar dan panjang itu membuatnya seperti akan tersedak. Allif yang maklum akan kesulitan uminya lalu membiarkan mulut sang umi beradaptasi dengan ukuran kontolnya sebelum kemudian digerakkannya kepala uminya pelan-pelan mengocok kontolnya. 30216Please respect uhhh, mulut umi enakkk, uhhh, alif sukaaa, Alif kini kembali meracau saat ibunya mulai memaju mundurkan kepalanya mengocok kontol Alif. Kedua tangan Alif kini kembali menopang tubuhnya ke belakang. Dirasakannya tangan ibunya menyentil-nyentil buah pelirnya memberikan kenikmatan tambahan rasa ngilu dan enak dikombinasikan dengan hisapan mulut sang respect umi, hisap umi, hisap terusss, ahhh, umiku, istriku sayang, Paha alif bergerak-gerak menahankan kenikmatan yang timbul. Sepongan mulut ibunya terasa enak sekali dan suara-suara tak jelas yang muncul dari mulut ibunya yang penuh diganjal kontolnya membangkitkan gairahnya. Mata ibunya sesekali menatapnya dan sesekali pula tangan alif membelai-belai kepala uminya dengan penuh kasih respect merasa puas dengan sepongan mulut ibunya, Alif mengangkat kepala uminya pelan. Ploppppp, kontol alif seperti lepas dari penghisap yang hampa udara, untuk sesaat ustazah aminah membuka mulutnya lebar-lebar menghirup udara yang sempat tertahan oleh kontol anak kandungnya itu. ditatapnya kontol besar dan panjang yang kini nampak basah oleh air liurnya itu. 30216Please respect sekali sayang, tanpa sadar dia respect umi suka? Tanya Alif. Dimajukannya tubuhnya sambil dipeluknya tubuh umi respect umi Aminah bersemu merah. Dia tak berkata apa-apa hanya disambutnya ciuman Alif di bibirnya. Setelah itu alif mendorong tubuh ibu kandungnya supaya kembali berbaring terlentang di ranjang. Umi Aminah meraih tangan Alif sehingga membuat tubuh sang anak kini meneduhinya. 30216Please respect liff, ayo, bisiknya dengan suara bergetar. Syahwatnya sudah naik ke ubun-ubun. Memeknya dirasakannya sudah berkedut-kedut meminta ditusuk oleh kontol besar anak kandungnya respect tersenyum. Lha katanya pake penutup muka, mana topengnya, umi?30216Please respect Aminah tersipu malu. Oh iya, ambil di tas umi, lif, umi lupa. Ustazah Aminah ternyata sudah menyiapkannya. Topeng kulit yang tipis yang didapatkannya setelah muter-muter mencari-cari di beberapa pusat perbelanjaan respect mengambil dua buah topeng dari sana, menyerahkannya satu pada ustazah aminah, kemudian memakai yang satu lagi. Setelah dirasa siap, ustazah aminah lalu menyuruh alif naik ke depan, memposisikan diri di antara kedua pahanya. Ustazah aminah mulai mengangkangkan pahanya yang sudah sangat peka merasakan setiap sentuhan apapun sebagai rangsangan. Umi aminah menunggu sambil memejamkan matanya, tapi tak juga dirasakannya penis besar anaknya itu memasuki lobang nikmatnya. Dibukanya kembali matanya. Alif nampak meneduhinya sambil tersenyum menggoda. 30216Please respect uhh, udah, masukin liff, umi udah respect umi yang dimasukin? alif menjawab diiringi cengiran nakal. 30216Please respect respect penis umi, nama lainnya apa?30216Please respect kamu nakal, ingat, ini hanya respect umi, nama lain penis apa? Tanya alif, sementara itu tangannya menyibakkan mukena ibunya ke atas, menampakkan memeknya yang sudah nampak lembab dikelilingi jembut yang indah. Dia mengarahkan kepala penisnya ke belahan itu. 30216Please respect respect umi?30216Please respect ustazah aminah setengah berteriak. Dia kemudian menutup mulutnya teringat statusnya sebagai ustazah alim. Serrr, sensasi aneh mulai merasuki hatinya. Saat itu juga dia merasakan sentuhan kepala penis anaknya di belahan memeknya. 30216Please respect tanpa sadar dia respect perlahan alif memasukkan penisnya. Mentok hanya sedikit yang masuk. Itupun rasanya sudah sangat nikmat. Dia kemudian kembali menekan sampai kembali masuk sedikit. Barulah setelah ustazah aminah membantu dengan sedikit menghentak dari bawah, dua pertiga penisnya bisa masuk. 30216Please respect kali ini alif yang respect dia menggerakkan pinggulnya turun naik. Ustazah aminah merasakan kenikmatan yang tak terhingga saat dirasakannya penis jumbo anaknya itu membelah memeknya. Tangannya meremas-remas seprai, sementara dari balik topengnya terdengar lenguhan yang masih dia tahan-tahan. Sebenarnya alif ingin meremas-remas buah dada ibunya yang terlihat menggembung tertutupi mukena. Akan tetapi dia menahan diri, dia ingin ibunyalah yang terlebih dahulu mengambil inisiatif melanggar respect hal itu kemudian terjadi. Ketika alif semakin mempergencar genjotannya. Ustazah aminah akhirnya tak tahan. Dia mencopot topengnya yang dirasanya menghalangi nafasnya, kemudian tangannya merangkul alif, melepas topeng alif, dan bibirnya dengan ganas melumat bibir alif. Sementara itu, kedua kakinya membelit pinggang alif kuat-kuat. 30216Please respect hhh, terushh, genjot sayang, hhh, terushhh, demikian respect buas alif balas melumat bibir ibunya. Tangannya juga mulai aktif meremas kedua gunung yang menjulang di dada sang ibu. Di bawah penisnya makin gencar menyodok lubang tempat dia keluar dulu saat bayi. Alif sudah pernah merasakan beberapa memek akan tetapi dia merasa memek ibunya paling nikmat. Saking nikmatnya dia bahkan merasakan bahwa dirinya akan keluar lebih dulu. 30216Please respect umi enak, ahhh, memek umi nikmattt,30216Please respect sayangg, kontolmu, akhhh, kontolmu besar sekaliii,30216Please respect mana sama punya abi, umi?30216Please respect punyamu sayangg, ahhh, Aliff, aliff,30216Please respect dongg, alif kan suami umi,30216Please respect dan anak kandung umi, ahhh, umi ngentot anak kandung umi, akhhh, Umi Aminah makin gelap mata. Kata-kata cabul berhamburan dari mulutnya membuat alif makin terangsang. Digenjotnya terus tubuh seksi uminya itu sambil tangannya tak henti meremas-remas gunung kembar sebesar semangka yang selalu jadi dambaannya sejak respect plokkk plokkk, bunyi kocokan penis alif di memek ustazah aminah bergema memenuhi ruangan. Entah sudah berapa lama tubuh keduanya saling memacu, yang keringat sudah membanjir memenuhi tubuh mereka. Alif menggeram-geram merasakan kedutan-kedutan di batang penisnya. Akhirnya rencananya menyetubuhi ibu kandungnya ustazah alim yang seksi itu kesampaian juga. Disodok-sodokkannya penisnya dengan sangat kuat sampai sang ibu pun mengeluarkan gumaman respect aminah merasakan kedutan-kedutan di batang penis anaknya, terasa nikmat menyentuh-nyentuh dinding vaginanya yang basah sensitif oleh batang yang hangat. Digoyangkannya pinggulnya mengempot penis dambaannya itu dan didengarnya alif melenguh dan makin gencar menusukkan kontol besarnya respect Aminah yang tahu bahwa sang anak akan segera orgasme kemudian membelai wajah yang meneduhinya itu. nanti cabut ya sayanggg, uhhh. Ustazah Aminah sedang ada dalam masa suburnya saat respect tak mengatakan apapun, dia menggigit bibirnya merasakan kenikmatan yang mengumpul dengan cepat di ujung penisnya, siap meledak. Gerakannya semakin cepat, ustazah aminah mulai panik. Aliff, nakk, jangan di dalam, nakk30216Please respect dipotong oleh geraman alif. Aaaaaaahhhhhh, alif sampai umii, ahhh, pancut rahim umiii, Ustazah aminah merasakan pancutan-pancutan keluar dari penis anaknya, menghangatkan rahimnya. Birahinya terasa kian memanas, apalagi menyaksikan wajah sang anak yang penuh kepuasan dengan mata merem melek di atasnya. Sebenarnya orgasme lebih dulu itu juga merupakan bagian dari strategi Alif. Dia ingin tahu apakah ibunya nanti akan melanggar peraturan yang dibuatnya dengan meminta dipuaskan juga atau respect Aminah merasakan gerakan anaknya itu melemah, lambat laun berhenti. Ustazah aminah yang nafsu syahwatnya sedang naik-naiknya mencoba menekan kembali tubuh anaknya tapi tubuh itu tak bergerak meski penisnya masih tegang di dalam memeknya. Dia mulai belingsatan. Tak lagi diperdulikannya bahwa sang anak telah memancutkan spermanya di dalam vaginanya. Yang terpikir olehnya adalah dirinya pun ingin mendapatkan kenikmatan yang sama. 30216Please respect ustazah aminah respect terpikir olehnya peraturan yang tadi sudah dia sepakati. Dia malu sebenarnya akan melanggar peraturan itu. akan tetapi nafsu birahinya yang meminta dipuaskan kemudian membuatnya lupa diri dan masa bodoh soal aturan. Dengan gerakan buas dia membalik posisi, tubuh anaknya di bawah dan dia menghimpit dari atas. Dengan gerakan liar dia menggenjot penis anaknya yang tak hentinya mendesah. Ahh, umi, umi, ahhh,30216Please respect terlarang itu terus berjalan, ustazah aminah benar-benar mengeluarkan semua keliarannya yang selama ini terpendam. Diremas-remasnya dada anaknya dengan kedua tangannya. Pinggulnya tanpa henti bergerak terus naik turun membuat penis anaknya mengocok-ngocok memeknya yang kian basah. Sperma anaknya yang tadi menyemprot rahim suburnya sebagian meleler turun karena gerakannya, menyelinap membasahi jembut sang anak. 30216Please respect Alif, suamiku, uhhh, nakkkk, bantu umi nakk, uhh, dia mendesah-desah tak karuan. Otaknya hanya dipenuhi oleh keinginannya untuk mendapatkan kepuasan yang sudah lama tak didapatkannya dari ustaz karim. Mukena sutera yang dikenakannya lengket di tubuhnya, nampak sangat seksi dalam pandangan respect umi, ahh, umiii, memek umi nikmat, ahhh, istriku, Alif membalas. Tangannya tak henti-hentinya meremas bongkahan besar di dada ibu kandungnya itu. putingnya sudah mencuat menggairahkan, Alif teringat bahwa dulu masa kecilnya dia pernah menghisap-hisap puting itu membuatnya kini makin respect besar sayangg, besar dan panjagg, puaskan umi sayangg, auhhhh, mulut umi aminah sudah tak terkontrol menngeluarkan kata-kata cabul yang membuat Alif makin bernafsu. Dipelintirnya puting susu ibu kandungnya dari balik mukenanya sampai sang ibu merintih panjang, arrrgghhhhhhhhhhh ah ah ah aaaaahhhhh,30216Please respect Alif buat memek umi saja, ukhhh, memek umi enakk, ahhh nikmattt, Alif menggerak-gerakkan pinggulnya mengimbangi gerakan pinggul ibu kandungnya yang makin liar. Kontolnya dirasakannya makin menegang dan makin dalam menancap di lubang kenikmatan itu. lubang kenikmatan tempat dirinya dulu dilahirkan. 30216Please respect sayang sayanggg, umi hampir, ukhhh, umi hampirr, kocok terus kocok, ahhhhh, goyangan pinggul ustazah aminah makin cepat. Sesekali pinggulnya berputar memberikan efek empotan ke penis Alif yang berjaya di lubang memeknya. Dirasakan umi Aminah tubuhnya hampir meledak siap menjemput kenikmatan puncak persetubuhannya dengan sang anak. 30216Please respect umii, basahi kontol Alif dengan cairan nikmatmu umi, basahi kontol anakmuu, Alif mendesis-desis penuh kenikmatan supaya sang ibu bisa meraih orgasme pertama darinya pula. Dielus-elusnya perut ibunya yang tidak terlalu rata tapi masih kencang. Ditusuk-tusuknya lembut lubang pusar sang umi yang kini meremas-remas kedua susunya sendiri dengan kepala mendongak. 30216Please respect samp paiiiii, akh uuuuuuuuuuuuhhhhhhhhhh, Umi Aminah berteriak keras. Tangannya mencengkram dada anaknya sementara pinggulnya dihentakkannya sekuat-kuatnya ke bawah, vaginanya menempel erat pada penis alif yang kini sepenuhnya masuk. Selangkangan keduanya menyatu rapat seolah keduanya satu tubuh. 30216Please respect annn..jingggg. Alif memaki saking nikmatnya sambil meremas buah dada ibunya yang membusung besar seperti semangka. Diperlakukan seperti itu ustazah aminah menggelepar-gelepar dengan kepala mendongak ke atas. hhh hhhh hhhh hanya desahnya kemudian yang terdengar. Tubuhnya mengejat-ngejat kuat, matanya membeliak ke atas merasakan kenikmatan yang tak terhingga. Dirasakannya cairan kenikmatannya membanjir membasahi kontol Alif yang memenuhi memeknya. 30216Please respect nikmatnyaaaa, aakhhh akh akh akhhhhhh, ternyata ustazah aminah merasakan multi orgasme. Kenikmatan susul menyusul seperti badai membuat tubuhnya bergetar-getar dan kelojotan. Tangannya mencengkram dada Alif makin kuat seiring dengan semprotan-semprotan cairan kenikmatan dalam memeknya yang seolah tanpa respect memegang erat pinggang ibu kandungnya. Cairan kenikmatan ibunya terasa hangat menyiram kontolnya membuatnya hampir saja kembali orgasme. Ditahan-tahannya sambil menggigit bibirnya. Kenikmatan yang dirasakannya jauh lebih nikmat dari saat dia mengentot umi lilik hamidah. Tubuh ibunya yang berkeringat menguarkan wangi perempuan matang yang penuh gairah, membuatnya mampu menggumuli tubuh itu bahkan jika sepanjang malam diminta. 30216Please respect huhh huhh, tubuh ustazah aminah sudah berhenti kelojotan. Diaturnya nafasnya seiring cengkramannya di dada Alif yang sudah mengendur. Kini tangan itu mengusap-usap bekas cengkramannya tadi dengan lembut. Alif menarik tangan itu sampai tubuh ustazah aminah kian membungkuk ke arahnya. Lalu dipeluknya tubuh sang umi dan dilumatnya bibir yang nampak bergetar merasakan sisa kenikmatan respect lumatan bibirnya berakhir dengan ciuman panjang. Tubuh ibu kandungnya itu ambruk menimpa tubuhnya sementara selangkangan mereka masih menyatu erat. Tubuh keduanya terasa panas akibat syahwat yang sudah terlampiaskan. 30216Please respect sayang, bisik Alif sambil menatap mata ibunya yang meneduhinya dari atas. Mendengar itu ustazah aminah memejamkan matanya sejenak lalu senyum terbit di bibirnya. Dia tak menjawab akan tetapi dikecupnya pelan bibir sang anak yang langsung membalas dengan ganas menyosor bibirnya seolah ingin respect dan ibu kandung itu saling berpelukan beberapa saat sementara bibir dan selangkangan mereka menyatu. Kenikmatan yang mereka rasakan terlalu indah untuk dilepaskan. Kemudian alif mendorong tubuh ibunya ke atas sedikit. Dia rindu pada bongkahan dada ibunya dan dengan perlahan diremas-remasnya kembali buah dada yang sangat menggairahkan respect itu, Ustazah Aminah masih mengatur nafasnya. Dia tak peduli apapun. Kenikmatan yang diperolehnya tak bisa dia gambarkan. Dia mengibaskan tangan anaknya kembali ke samping dan dia kembali berbaring menelungkup dengan paha mengangkangi sang anak semata wayang. Vaginanya masih dicoblos dengan rapatnya oleh kontol alif. Tubuh anaknya terasa hangat menuntaskan segala rindu yang selama ini dia respect setelah kenikmatan itu reda, diangkatnya tubuhnya pelan-pelan. ploppp, cairan putih kental meleleh keluar dari memeknya ketika penis Alif tercabut dari lobang memeknya. Alif dengan liar langsung bangkit dan menjilati cairan putih itu, membuat sang ummi yang alim terduduk mengangkang dan kembali mendesah-desah. 30216Please respect sudah, sayang, suda..hhhh, ustazah Aminah berbisik sambil menggeleng-gelengkan kepalanya. Tangannya menjambak rambut anaknya, mencoba memindahkan kepala itu dari memeknya, sementara satu tangannya menahan tubuhnya ke belakang. Setelah cairan itu habis dia jilati, Alif berhenti dan mengangkat kepalanya. Dengan bibirnya diserbunya bibir sang ibu dan dilumatnya dengan mesra. 30216Please respect ustazah aminah mendesah. Dipeluknya tubuh anaknya erat-erat. Andai dia mengumbar nafsunya maka dia ingin kembali mengulangi persetubuhan dahsyat yang barusan dia alami. Akan tetapi sisi keibuannya tetap masih ada dan selepas syahwatnya terpenuhi untuk sementara dia bisa berpikir lurus juga. Maka biarlah malam ini hanya itu saja, bisiknya, toh masih ada malam-malam yang lain selama respect Alif pun berpikir serupa. Dia tak ingin buru-buru. Cukup sudah malam ini dia menikmati persetubuhan malam pertamanya dengan ibu kandungnya. Toh dia berpikir untuk malam-malam selanjutnya sedikit demi sedikit akan ditambahnya dosis ngentot dengan ibunya sampai kelak sang ibu mau dientotnya semalaman pun. Jika melihat ibunya yang tadi saja kehilangan kontrol dan terus memacu nafsunya mengharapkan dirinya sendiri orgasme, Alif yakin bukan hal yang sukar membuat ibunya bertekuk lutut sepenuhnya pada dirinya. 30216Please respect sayang umi, begitu bisik Alif mesra di telinga ibunya. 30216Please respect juga sayang Alif, balas ustazah aminah. Senyum mengembang di bibirnya. 30216Please respect copot saja yuk ini pada basah semua, sahut alif. Tanpa menunggu persetujuan uminya, dicopotnya bagian bawah mukena yang dikenakannya tadi. Lalu dibantunya uminya berdiri dan langsung diangkatnya ujung bawah mukena uminya yang basah oleh keringat itu. 30216Please respect lif.... Umi Aminah tak sempat melanjutkan karena kini mukena itu sudah terlepas dari tubuhnya. Tubuh bugilnya nampak seksi tersinari lampu kamar. Untuk sesaat Alif terpana. Tubuh yang penuh keringat dan menguarkan bau perempuan yang sudah matang. Buah dada yang membulat sebesar semangka, dan jembut yang melingkari memek yang sudah memberinya kenikmatan. Di bawah, kaus kaki cokelatnya masih menutupi betisnya kelihatan seksi. Ditariknya tubuh itu sampai jatuh di respect umi Aminah memekik. Tubuh bugilnya kini ada dalam pelukan Alif yang juga sama bugil. 30216Please respect ayok tidur istriku, Alif pengen tidur sambil meluk umi, bisik Alif, hembusan nafasnya terasa hangat menerpa leher telanjang ustazah aminah. Tangannya memeluk erat pinggang ustazah aminah. Keduanya berbaring saling berhadapan. Ustazah Aminah hanya tersenyum mendengar Alif memanggilnya istriku. Digerakkannya tubuhnya supaya makin melekat ke tubuh Alif. 30216Please respect tubuh Alif mengejang ketika dirasakannya tangan uminya bergerak menggerayangi tubuhnya dan menyentuh kontolnya yang langsung respect maap, umi salah pegang, sahut uminya respect ya umi, alif entotin lagi tahu rasa,30216Please respect jangan gitu, perjanjiannya gak gitu. Umi pengen meluk pinggang Alif kok, balas umi aminah. Tangannya meraih pinggang Alif menariknya mendekat. Penis Alif yang terlanjur menegang dijepitnya dengan pahanya, tepat di bawah memeknya, terasa hangat dan respect mendengus. Ditariknya kepala ustazah aminah dan dibenamkannya di bawah dagunya. Saat itu terdengar suara musik arab sayup-sayup dari halaman asrama syahamah. Nampaknya para ukhti masih berpesta mi, bisiknya. 30216Please respect saja, ada ustazah raudah kok sama ustazah lia yang mengamankannya, jawab ustazah aminah. Kepalanya dibenamkannya makin dalam. Tubuh suaminya sekaligus anak kandungnya itu terasa hangat respect tak menjawab. Diusap-usapnya rambut sang umi penuh kasih sayang. Akhirnya tubuh indah ini bisa kunikmati juga, begitu batinnya. Rasa cintanya pada ibu kandungnya itu makin besar. tanpa sadar dalam jepitan paha umi aminah, kontolnya kembali berkedut-kedut mendambakan di kamar ustazah Aminah sedang terjadi persetubuhan terlarang yang liar antara ibu dan anak kandungnya sendiri, apa yang terjadi di halaman asrama syahamah tak kalah seru. Semakin malam mereka semakin bebas berimprovisasi. Sprite, Fanta, dan Teh Botol tak laris tapi Pilsener berkali-kali keluar dari Cool Box. Pilsener dingin untuk hawa yang makin respect Rakhma duduk di meja tempat kue-kue masih tersisa sedikit. Tangannya memegang botol dan meneguknya serampangan sampai sebagian cairan itu berleleran ke bawah ke gamisnya. Bagian dadanya nampak basah mencetak payudaranya yang berukuran sedang. Ukhti Novi berdiri di depannya, mengamatinya dengan pandangan penuh birahi. Ukhti Novi saat itu mengenakan kaus lengan panjang dikombinasikan dengan respect menenggak pilsener, ukhti rakhma menatap Ukhti Novi, lalu dia memberi isyarat dengan tangannya supaya ukhti novi menghampiri. Tanpa menunggu waktu, ukhti novi langsung menghampirinya. Keduanya saling berciuman dengan ganas. Untuk menahan tubuhnya, ukhti rakhma menekankan satu tangannya ke belakang sementara tangannya yang lain masih memegang botol pilsener. 30216Please respect ukhti novi mendengus. Dikangkangkannya paha ukhti novi. Lalu kepalanya langsung turun dengan lidah menjulur lebar. Pangkal selangkangan ukhti rakhma menjadi area yang dituju. Disibakkannya gamis ukhti rakhma ke respect Ukhti Rakhma melenguh. Lidah ukhti novi terasa menjilat-jilat memeknya yang dari tadi bahkan sudah basah. Sesekali dirasakannya remasan jemari sang ukhti di bagian dalam pahanya. Memang hal semacam itu sudah mereka lakukan semenjak keduanya resmi menjadi pasangan lesbian, akan tetapi melakukannya di taman dengan ukhti-ukhti yang lain sibuk berpesta di sekitar jelas membuat mereka merasakan sensasi respect Ukhti Rakhma bergerak mengangkat tangannya yang memegang pilsener. Dituangkannya sedikit cairan dari dalam botol ke kepala Ukhti Novi membuat sang ukhti menggeleng-gelengkan kepalanya sambil merintih-rintih pelan. Hihihi, ukhti rakhma mengikik respect nakall, hhmmm hhmmmmmm, demikian komentar ukhti novi di sela jilatannya di memek ukhti rakhma. Tiba-tiba dia memekik dan mengangkat kepalanya, ehh! Dirasakannya seseorang memeluk tubuhnya yang membungkuk dari belakang. Lalu ada remasan di susunya yang membuat tubuhnya menggellinjang respect Novi menoleh ke belakang, dilihatnya ukhti nurul sedang menatapnya sambil tersenyum. Pangkal pahanya menempel erat di pantatnya seperti pasangan yang melakukan doggy style. Perlahan tangan ukhti nurul menarik ujung kaus yang dikenakan ukhti novi ke atas sampai ke bawah payudaranya. Lalu tangan itu dengan lembut menyusup ke bongkahan di dadanya, meremas-remasnya respect Ukhti Novi memejamkan matanya. Tak disangkanya ukhti nurul yang selama ini nampak alim itu pandai meremas-remas susunya juga. Tak berhenti di situ, ukhti nurul membenamkan mulutnya di alur punggung ukhti novi membuat tubuhnya menggelinjang liar kegelian. Akhhh, ukhtiii, akhhhh,30216Please respect adegan itu, ukhti rakhma langsung mengangkat kembali tangannya yang memegang pilsener. Dicucurkannya air itu di atas punggung ukhti novi sehingga cairannya mengalir ke bawah melewati alur punggung ukhti novi. Di bawah mulut ukhti nurul membuka siap menyambut aliran cairan respect slurrpp, terdengar bunyi mulut dan lidah ukhti nurul mencecap cairan dari botol pilsener yang dituangkan ukhti rakhma. Sementara tubuh ukhti novi melenting keenakan membuat punggungnya kian melengkung. Payudaranya yang makin menonjol ke depan langsung diremas-remas dengan penuh gairah oleh tangan ukhti nurul. 30216Please respect ukhti, ukhttiiiiii, ukhti novi merintih-rintih. Tangannya kini sibuk menggentel-gentel memeknya sendiri yang terasa gatal. Kepalanya menggeleng-geleng ke kiri ke kanan sebelum kemudian terhenti ditahan oleh tangan ukhti rakhma. Ukhti rakhma menatap wajah ukhti novi yang tengadah dengan tatapan mesra. Lalu diturunkannya wajahnya, dan cuppp cuppp cupppp, ciuman dahsyat menimpa bibir ukhti novi, dilanjur dengan dua bibir mereka yang saling respect Raudah dan Ustazah Lia menatap adegan itu dari pinggir kamar. Beberapa ukhti yang lain sambil tertawa-tawa juga saling menonton adegan tiga ukhti itu. sudah lama sebenarnya mereka mendambakan kesenangan semacam ini dan malam ini mereka merasa mendapatkan kebebasan respect tit tit, bunyi pesan masuk ke hp ustazah Lia. Dia membacanya sekilas, kemudian sambil tersenyum dia berkata pada ustazah raudah. Mereka sudah di depan respect ayo kita jemput, ana sudah tak tahan, balas ustazah raudah. Keduanya berlalu ke arah pintu gerbang. Tak berapa lama keduanya kembali dengan diiringkan oleh dua orang bergamis kombor dan bercadar. Tanpa ada satupun ukhti penghuni asrama syahamah yang mengamati mereka, keempat orang itu langsung masuk ke kamar ustazah lia. Cklek, terdengar pintu kamar itu dikunci dari respect taman asrama syahamah, seorang ukhti menyetel musik yang lazim mengiringi tari perut. Lirik-lirik ceria berbahasa arab pun mengalun. Beberapa ukhti langsung menari-nari erotis sambil sesekali saling merangkul ukhti yang lain. Sudah tak terhitung bunyi bibir-bibir yang bertemu dan saling mengulum di sana. Bunyi-bunyi tarikan nafas mereka sudah makin tak beraturan. Sesekali terdengar pula tawa cekikikan para respect rakhma kini sudah berbaring telentang di atas meja. Tak diperdulikannya beberapa kue yang peyek tertimpa tubuhnya. Gamisnya sudah tersingkap sampai ke pinggang, pahanya mengangkang membuka. Memeknya tampak basah oleh jilatan ukhti novi yang bercampur dengan kucuran respect itu ukhti novi sedang saling berciuman ganas sambil berdiri dengan ukhti nurul. Tangan ukhti rakhma menggentel-gentel memeknya sementara matanya liar mengamati adegan yang menggairahkan itu. Ukhtiii, udah ukhtiii, respect novi menghentikan kulumannya di bibir ukhti nurul. Sambil tersenyum dia menghampiri ukhti rakhma dan langsung naik ke meja. Dipaskannya satu kakinya di tengah paha ukhti rakhma sementara kakinya yang satu di luar. Uhhh, ukhti rakhma merintih saat dirasakannya bulu-bulu yang tumbuh di sekitar kemaluan ukhti novi menggesek pangkal respect ukhti novi saat itu sudah basah. Tangannya mengetatkan kaus di bagian dadanya. Disentuhkannya buah dadanya di buah dada ukhti rakhma dan digesel-geselkannya sambil tersenyum. Aduhh, ukhti, teruuushhh, ukhti rakhma kembali merintih-rintih. Tangannya menarik punggung ukhti novi makin mendekat. Ditekankannya kepala ukhti itu di respect slurpp, ukhti novi menjilat-jilat leher ukhti rakhma. Sementara di bawah, pinggulnya mulai bergerak menggesek-gesekkan selangkanngannya dengan selangkangan ukhti rakhma membuat ukhti rakhma makin ketat memeluk tubuhnya. Kakinya menendang-nendang meja dengan respect adegan itu, ukhti nurul tak diam saja. Dihampirinya kedua ukhti itu. lalu tangannya memegang kaki ukhti rakhma dan menahannya supaya diam. Dijilar-jilatnya betis sang ukhti, diremas-remasnya telapak kaki yang putih bersih terawat itu dengan lembut. Ukhti rakhma kini tak bisa apa-apa selain melenting-lentingkan tubuhnya dan menggerakkan pinggulnya mengikuti gerakan pinggul ukhti novi. 30216Please respect rame-rame gini ana jadi penasaran nih, seorang lagi ukhti menghampiri mereka. Ukhti nurul tersenyum menyambut. Ayo sini ukhti, tubuh ana juga rasanya udah terbakar nihhh, ucapnya sambil membungkukkan tubuhnya lalu mulutnya kembali asyik menikmati kaki ukhti respect datang ternyata ukhti khusnul. Ukhti yang bertubuh mungil itu menyingkapkan gamis ukhti nurul ke atas. Dibimbing oleh imajinasinya, langsung dibenamkannya mulutnya di belahan pantat ukhti nurul. 30216Please respect ukhtiii, aduhhhh, tubuh ukhti nurul tersentak merasakan jilatan di anusnya. Dirasakannya sensasi yang selama ini hanya bisa dia bayangkan. Tak pernah diduganya ukhti khusnul akan mau menjilati lubang tempat keluar kotorannya itu. terasa geli-geli nikmat tersalur ke syaraf-syaraf di sekujur tubuhnya. 30216Please respect crrppp, bunyi jilatan lidah ukhti khusnul tedengar berkali-kali, tubuhnya yang mungil ternyata menyimpan keliaran tersendiri. Tak berhenti di situ, jemarinya bergerak ke depan dan langsung menyentuh-nyentuh bibir vagina ukhti nurul. 30216Please respect uhhh, uhhhh, lenguhan ukhti nurul terdengar bersahutan dengan rintihan ukhti rakhma. Tangan ukhti nurul sudah tak lagi memegangi kaki ukhti rakhma. Kini tangannya memegang pinggiran meja erat-erat sementara kepalanya menunduk menahankan kenikmatan yang diberikan oleh jilatan dan remasan tangan ukhti khusnul. 30216Please respect wangi, ukhti, ahhh, wangi sekali, bisik ukhti khusnul di sela jilatannya. Jemarinya makin liar merekah-rekahkan memek ukhti respect jemarinya jangan dimasuk...kan, ukh, ana masih pera...wannn, saking tak tahannya merasakan kenikmatan, mata ukhti nurul sampai terasa basah. Air liurnya menetes-netes sebagian mengenai telapak kaki ukhti rakhma. 30216Please respect aku cinta kamu ukhti, aku cinta kamuuu, terus terus terusss, ahhhh auhhh, Terdengar ukhti rakhma berteriak. Pinggulnya bergoyang makin liar. Kakinya menjepit-jepit kaki ukhti novi yang juga bergoyang makin liar di atasnya. Digesek-gesekkannya klentitnya di klentit ukhti rakhma. Keringat keduanya sudah mengucur deras. Gamis yang dipakai sudah awut-awutan tak karuan. 30216Please respect juga ukhti, bisik ukhti novi lembut. Ana cinta kamu, matanya menatap mata ukhti rakhma. Tangannya begerak mengelus-elus dagu ukhti rakhma. Antum cantik sekali, sambungnya respect juga cantik ukhti, ukhhhh, balas ukhti rakhma. Sekilas ditatapnya ukhti nurul di bawah kakinya yang sedang merintih-rintih dengan tubuh melenting-lenting keenakan. Aduhhhh, ana hampir sampai ukhti, aduhhhh,30216Please respect novi juga merasakan desakan syahwat di tubuhnya makin meninggi. Gesekan jembutnya dengan jembut ukhti rakhma terasa perih-perih nikmat. Klentitnya makin mencuat terasa berkedut-kedut memberikan kenikmatan pada setiap sentuhan dengan klentit ukhti rakhma. 30216Please respect ahhh ahhh, sudah ukhtiii, ahhh, kali itu terdengar suara rintihan ukhti nurul. Susah payah diangkatnya tubuhnya berdiri. Lalu tanpa berkata apapun langsung didorognya tubuh ukhti khusnul berbaring di rumputan. Tanpa mempedulikan rumputan yang kotor, dengan penuh gairah ukhti nurul langsung mengangkangkan paha ukhti khusnul. 30216Please respect memekmu ukhtiii, sambungnya. Lalu dibenamkannya mukanya di pangkal selangkangan ukhti khusnul membuat ukhti bertubuh mungil itu merintih keenakan. Tangan ukhti khusnul dengan lembut mengusap-usap kepala ukhti nurul yang bergerak liar di pangkal respect ini ukhti khusnul memang seringkali membuka-buka situs bokep. Pertama-tama dia melakukannya karena penasaran dan juga untuk persiapan supaya kelak dia bisa melayani suaminya sebaik-baiknya. Tapi situs bokep yang dia buka mengandung konten ribuan atau bahkan puluhan ribu bokep yang bisa ditonton langsung ataupun didonlod gratis. Dia yang semula hanya melihat-lihat lalu jadi kecanduan menjelajahi berbagai tawaran desahan yang bisa dilihatnya gratis menggunakan wi fi asrama syahamah. Tentu saja dalam kesehariannya dia tetap selalu berpenampilan alim, menundukkan kepala, kaki selalu tertutupi kaus kaki panjang. Betapa kagetnya dia ketika malam ini dia mendapatkan kebebasan seperti respect ukhti khusnul ataupun ukhti nurul memang pemula dalam permainan seks seperti ini. Tak heran mereka masih membabi buta memuaskan kepenasaran mereka yang terpendam selama ini. Ukhti nurul masih menyosor-nyosor bibir vagina ukhti khusnul penuh gairah, menghirup bau khas area nikmat itu sambil mendengarkan irama rintihan ukhti khusnul. Baru kemudian ketika tangan ukhti khusnul menggeser kepalanya ke arah klentitnya, ukhti nurul pun tahu area yang lebih penting untuk respect ukhti nurul hanya menyentuh-nyentuh daging yang kecil menyentil itu dengan ujung lidahnya. Setiap sentuhan lidahnya membuat ukhti khusnul merintih kian kencang dibarengi pahanya menjepit kepala ukhti nurul. Semakin panas barulah dikucupnya klentit respect ukhti, hisap ukhti, hisapppp, ukhti khusnul mendesah-desah respect nurul menurut, dihisapnya klentit itu kuat-kuat. Ukhti khusnul merintih panjang sementara kepalanya mendongak ke langit dengan mata terbeliak. Kenikmatan ini membuatnya terpinga-pinga dan lalai mengatur tempo. Beberapa detik kemudian tubuhnya mengejang-ngejang sambil dijepitnya kepala ukhti nurul dengan pahanya. Dia orgasme. Gelombang kenikmatan menimpanya membuat pandangannya terasa berkunang-kunang. Tubuhnya mengejat-ngejat kuat dan jepitannya di kepala ukhti nurul makin kuat pula membuat sang ukhti respect ana cummingggg, begitu tanpa sadar dia mengucapkan kata yang seringkali dilihatnya diucapkan wanita-wanita bule dalam film bokep yang dia tonton. Ukhti nurul dengan takjub melihat kedutan-kedutan hebat di bibir vagina ukhti khusnul sebelum kemudian dilihatnya cairan kental meleleh keluar. Dijilatnya cairan itu, asin asin aneh, tubuh ukhti khusnul kembali mengejat-ngejat sebelum terkulai lemas. 30216Please respect ukhti? ukhti nurul mengangkat kepalanya lalu menatap wajah ukhti khusnul yang juga menatapnya. Ukhti khusnul baru akan menjawab ketika tiba-tiba....30216Please respect bunyi jatuh di dekat mereka mengagetkan membuat mereka berdua menoleh. Demikian juga ukhti yang lain. Ternyata tubuh ukhti novi dan ukhti rakhma jatuh dari meja bergulingan di rumput. Tubuh keduanya masih saling bertumpukan dengan paha saling menjepit dan selangkangan menyatu. 30216Please respect akhhhhh auhhhhhh, lenguhan kedua ukhti itu terdengar kencang. Bibir keduanya saling melumat ganas, kedua tangan mereka saling merangkul membuat buah dada mereka saling berhimpitan lekat. Lalu bibir keduanya terlepas dan mereka menjerit berbarengan. Tubuh ukhti novi yang di atas tubuh ukhti rakhma melenting ke atas, sementara selangkangan keduanya rapat menyatu. Tubuh keduanya kejang-kejang hebat, pinggul ukhti novi memperlihatkan gerakan seperti laki-laki menyodokkan kontolnya, lalu beberapa saat kemudian tubuh keduanya tergeletak lemas di rumput taman asrama syahamah. Keduanya orgasme respect ukhti yang lain bersorak dan menghampiri kedua ukhti itu. ukhti Novi tersenyum puas, diciumnya bibir ukhti rakhma yang masih dihimpit di bawahnya. Lalu diedarkannya pandangannya ke sekitar mencari-cari ustazah raudah dan ustazah lia, tapi tak ditemukannya keduanya. 30216Please respect mereka berdua sedang bercumbu di kamar, begitu respect nurul melihat ke arah tubuh yang sama sepertinya berbaring di rumput taman itu, dia baru akan mengatakan sesuatu ketika dirasakannya jemari lembut meraih memeknya. 30216Please respect begitu dia memekik sambil menatap ke depan. Ternyata ukhti khusnul kini sudah duduk di depannya dan jemarinya mulai beraksi mengusap-usap memek ukhti nurul. Dengan lembut ukhti khusnul mendorong tubuh ukhti nurul ke belakang, terbaring menelentang. Sambil tersenyum, diteduhinya tubuh ukhti itu. 30216Please respect giliran ana memuaskanmu, ukhti, respect respect respect respect Aminah terbangun oleh dering hpnya. Untuk sejenak dia berbaring mengumpulkan ingatannya. Berangsur dirasakannya ngilu di selangkangannya. Seperti dulu pernah dia rasakan setelah malam pertama bersama ustaz karim. Tubuhnya terasa sangat lelah. Barulah kemudian ingatannya pulih dan dia mendesah, Ya, ini memang malam pertama, malam pertamaku yang kedua,30216Please respect lalu bangkit terduduk di ranjang. Tubuhnya bugil, hanya ada kaus kaki cokelatnya menutupi betisnya. Dilihatnya di sampingnya suaminya, anak kandungnya Alif tertidur pulas menelungkup. Ustazah Aminah tersenyum membayangkan kegagahan sang anak tadi malam mengentotnya. Seumur hidupnya baru tadi malam dia merasakan kenikmatan seksual seperti itu. diam-diam dia merasa bersyukur telah mengambil keputusan menuruti saran pengobatan alternatif respect panggilan telpon itu yang ternyata dari Umi Latifah. 30216Please respect kabarnya umi? Maap menelpon sepagi ini, suara halus umi latifah terdengar dari respect umi, gimana sebaliknya umi? Ndak apa-apa kok, ana juga tidak sedang ngapa-ngapain. Umi Aminah menyempatkan diri menoleh ke arah Alif. Pandangannya jatuh pada penis sang anak yang nampak menjuntai besar. penis yang semalam telah mengantarkannya ke kenikmatan yang tak pernah dia rasakan. 30216Please respect umi, ana mau ngasih kabar bahwa pengabdian ustazah yang dulu sudah kita bicarakan itu jadinya bulan respect bulan depan? Oke umi, lima orang ya? Jemari ustazah aminah meraba jembutnya yang terasa kaku, sisa-sisa jilatan Alif yang sudah kering. 30216Please respect umi, bisa ya? Ana butuh sekali bantuan dari ustazah-ustazah terpercaya,30216Please respect umi, sudah ada kok. Ustazah Lia, Ukhti Sofia, Umi Habibah, ukhti Nafisah, sama satu lagi ukhti...Salsabila. Ukhti Salsabila adalah kerabat ustazah lia. Umi Aminah sendiri belum mengenalnya. Nama itu disodorkan oleh ustazah lia kepadanya kemarin. 30216Please respect lah kalau begitu. Maap ya umi, ana belum sempat berkunjung. Di sini sibuk respect gak apa-apa umi, ana maklum kok, maklum ustazah perintis di kampung terpencil ya pasti sibuk, sahut umi aminah dengan nada bercanda. Umi latifah membalas dengan tawa berderai dari seberang. Keduanya kemudian melanjutkan mengobrol tentang beberapa hal, termasuk mengenai ustaz karim, kakaknya umi latifah yang pergi ke luar negeri, tepatnya ke palestina untuk tugas kemanusiaan sekaligus juga memperbanyak jaringan respect hari itu cuaca cerah. Di taman asrama syahamah para ukhti yang semalam berpesta sudah membereskan sisa-sisa sampah yang ada di sana. Mereka bergadang semalaman memuaskan hasrat seksual mereka dengan kawan-kawan sesama perempuan. Asrama syahamah kembali nampak asri, para penghuninya sudah kembali ke kamar mereka masing-masing, menyimpan pengalaman mereka tadi malam untuk kali respect ustazah aminah sedang mengobrol dengan umi latifah, dua sepeda motor keluar dari pintu gerbang asrama syahamah. Berhenti sebentar di depan karena ada motor melintas di gang, ibu penjual nasi yang berumah di seberang asrama syahamah menyapa Ustazah Raudah dan Ustazah Lia yang menjadi pengendara. Pagi-pagi begini semangat sekali ukhti sudah pada berangkat?30216Please respect bu, ini mau ngantar teman ke terminal, mau mudik, Ustazah Lia menjawab sambil tersenyum. Ustazah Raudah ikut tersenyum sambil mengangguk ke arah si ibu. Mari, Bu, sambungnya. Kemudian dua sepeda motor itu respect belakang kedua ustazah itu memang masing-masing membawa sosok bergamis dan bercadar. Jika kau membuka cadar-cadar itu maka kau akan menemukan wajah-wajah berkumis dan jika kau membuka gamis-gamis itu maka akan kau temukan penis yang mengacung di selangkangan respect keduanya adalah Ahmad Soleh dan Nofal, dua tamu laki-laki yang habis berpesta bersama Ustazah Raudah dan Ustazah Lia semalam suntuk. Masuk ke jalan besar keduanya memepetkan tubuh mereka ke depan. Karena keduanya memakai celana juga, maka posisi duduk keduanya memang mengangkang. Itu hal yang biasa bagi ukhti yang sedang bepergian. Kemudian kedua tangan mereka perlahan merayap ke depan, meremas dada dan menggerayangi paha ustazah raudah dan ustazah lia yang langsung menggelinjang sambil respect hari itu cuaca cerah. Lampu merah berganti hijau tapi motor mereka maju perlahan-lahan, menikmati birahi yang dilampiaskan sepanjang jalan. Jauh di belakang mereka bangunan Asrama Syahamah semakin tertinggal, meninggalkan Alif yang masih tertidur pulas di ranjang ibunya dengan penisnya menjuntai panjang dan besar dan Ustazah Aminah yang menerima telpon dari Umi Latifah sambil sesekali mengelus-elus memeknya yang terasa gatal, meninggalkan sepi yang merambat di gerbang kokoh asrama syahamah. Nanti, kisah mereka akan kembali bermula, kini, cukuplah kisah syahwat para ukhti dan ustazah alim dari asrama syahamah ini disudahi dulu, untuk respect respect TAMAT ~30216Please respect Pada hari itu..........Setelah Kyoto selesai kuliah dan menjadi Kyoto menyuruh Kyoto menjadi pemimpin perusahaannya,perusahaan menolak menuruti perintah papanya karena dia ingin menjadi model terkenal seperti tetapi papa dan mamanya tidak memperbolehkannnya karena takut anaknya akan tiada lagi karena mereka hanya punya dua orang anak tetap dengan keyakinannya ingin menjadi model sehingga dia melarikan diri dari dan mamanya kebingungan mencari Kyoto dimanapun tapi tidak bisa menemukannya,sampai menyuruh orang bayaran menemukan anak kesayangannya tetapi tetap tidak menemukannya sampai mamanya Kyoto sakit karena memikirkan anaknya yang telah melarikan diri dari manapun sudah berusaha menyembuhkan nya tapi mamanya Kyoto tak berujung sembuh malah parah karena kepikiran anaknya yang bernama Kyoto keluarga nagasaki terdengar perusahaan yang tidak suka dengan keluarga nagasaki Sehingga mengacaukan dan membuat perusahaan nagasaki menghadapi masalah besar dan akan pun yang tau dari sahabatnya terpaksa pulang kerumahnya dan menangis melihat yang memikirkan anaknya,badannya kurus karena tak mau makan,dan terbujur Kyoto melihat anaknya yang telah pulang begitu senangnya dan lama kelamaan berangsur kyoto pun menyetujui papanya memimpin perusahaan akan memimpin perusahaan papanya dan menjadikan perusahaannya bangkit lagi dan mencari tau awal kebangkrutannya dan siapa yang menyebabkan perusahaan nagasaki menghadapi masalah besar,papanya kyoto yakin dengan kemampuan dan kepintaran anaknya dan mendukungnya memimpin perusahaan nagasaki adalah keluarga yang harmonis damai dan ini terdiri dari pak vincent nagasaki yang terkenal kejan dan tegas juga bijaksana,nyonya merlin nagasaki yang terkenal berhati lemah lembut dan pintar memasak juga bijaksana dan kedua anaknya bernama keira dan Kyoto anak pertama nagasaki juga tidak mau memimpin perusahaan papanya dia bersih keras untuk menjadi model yang terkenal seluruh akhirnya disetujui oleh papa dan mamanya karena demi membahagiakan audisi model dia ikutin meskipun dia kaya raya bisa membayar orang biar lolos audisi tapi Keira tidak mau berbuat begitu dia lebih suka melakukannya sendiri tanpa bantuan. Setelah lolos audisi dia menjadi model majalah remaja,lalu model majalah dewasa dan sekarang menjadi model gaun terkenal karena melihat hasil kerja kerasnya yang membuahkan keinginannya menjadi model terkenal papan Keira tidak semulus dan seberuntung itu,Keira pernah menjadi simpanan direktur natsuke hiroshima adik dari Naoki dan sifat natsuke sangat buruk benar dia tampan tapi kejam,playboy suka ganti ganti pasangan dan banyak tidur dengan wanita simpanan adik direktur tidak mudah dia harus menuruti semua perkataan adik direktur Naoki itu adik Naoki yaitu natsuke bosan dengan Keira dan dia membuang Keira katak selama ini berjuang mati matian untuk menjadi model apa yang dia lakukan di luar rumah dia tidak pernah bercerita kepada keluarganya yaitu keluarga lainnya pun juga tidak tau kalau dia keluarga kaya itu berwatak keras dan mempunyai ambisi menjadi model terkenal,apapun itu dia harus bisa sukses menjadi model Keira lupa dengan keluarganya dia sangatlah senang dunia luar selalu ke Bar dan menjadi pelecehan seksual oleh orang kali Keira menangis tapi lama kelamaan malah ketagihan untuk seperti itu lagi sehingga dia dinyatakan hamil muda dia berkenalan dengan seorang aktor pria tampan tapi sama juga berkenalan dan berpacaran juga dengan aktor tampan itu namanya tahun sudah berpacaran dengan naihe dan tiba saatnya juga ketemu dengan natsuke kalau Keira selingkuh akhirnya Keira putus denga natsuke lebih memilih naihe daripada natsuke,natsuke sakit hati sampai berfikiran untuk merencanakan membunuh saatnya natsuke melakukan rencana nya itu,dia menyuruh orang telepon Keira kalau dia diterima di perusahaan model di pun ditelepon sesudah terima telepon Keira akan berangkat ke tokyo Berawal dari pernikahan kontrak antara Juan dan Devi yang berakhir jadi saling menyukai satu sama lain... Akankah mereka dapat bersama?View MoreKawin kontrak Novels Online Free PDF DownloadLatest chapterKawin kontrak Bab 13 Devi bukan Pelakor[ Lisa Pov ]"Lisa siapa dia?""Dia adik sepupuku Mba.""Adik sepupumu? Apa dia Devi? Mama Olivia pernah bilang sama aku kalau kamu ajak sepupu jauhmu untuk tinggal di rumahmu selama kamu hamil?" tanya Mba Santika beruntun. Mba Santika adalah kakak pertama dari Mas tersenyum dan mengangguk lalu membalas. "Iya Mba, itu benar.""Kamu tidak takut nih Lisa, bawa sepupu perempuan tinggal bersamamu?" tanyanya pun menggelengkan kepalaku. "Tidak Mba, memangnya aku harus takut apa?""Ituloh, sekarang kan jamannya pelakor... Takutnya nanti dia nikung kamu kan." ucapan Mba Santika dengan mata yang melirik Devi di ruang Santika memang datang saat kami tengah makan tersenyum lebar untuk menanggapi ucapan Mba Santika tadi. Walaupun aku juga takut akan hal itu, tapi aku Kawin kontrak Bab 12 Juan Mencintai Devi?[ Devi POV ]"Aku menyukaimu."Aku tersenyum masam setiap mendengar Mas Juan mengatakan dua kata itu. 'Aku menyukaimu'. Aku tau, Mas Juan menyukaiku, lebih tepatnya menyukai tubuh ini."Devi.""Aku tau Mas.""Aku benar-benar menyukai kamu Devi.""Mas Juan sudah mengatakan itu berulang-ulang kali loh.""Itu karena kamu tidak percaya kalau aku benar-benar menyukai kamu, Devi.""Aku percaya kok, sebaiknya Mas Juan cepat pergi dari sini sebelum Mba Lisa datang menjemputku."Aku mendorong tubuh Mas Juan keluar dari ruang rawatku. Menghela napas panjang lalu duduk di atas tempat terasa kini kandunganku sudah berumur tiga bulan, kurang dari enam bulan lagi akan lahir bayi mungil itu. Aku mengusap perutku lembut, sayang sekali setelah lahir kami harus berpisah karena bayiKawin kontrak Bab 11 Devi masuk rumah sakit."Bagaimana keadaan Devi?" Tanya Juan baru saja sampai dirumah sakit karena Devi masuk rumah sakit akibat jatuh dari lantai kamar mandi. Saat ini kehamilan Devi sudah memasuki bulan ke tiga."Tidak tau, dokter masih memeriksanya." Balas Lisa seraya memeluk menit kemudian, dokter keluar dari ruang UGD."Dokter bagaimana keadaan bayi kami?" Tanya Lisa berbarengan dengan itu menghela napas dan tersenyum ramah. "Kalian jangan khawatir, bayi dalam kandungan Ibu Devi sangat kuat. Jadi tidak terjadi apa-apa dengannya."Lisa dan Juan menghela napas lega mendengar ucapan sang dokter."Kami akan memindahkan Ibu Devi ke ruang rawat dulu, setelah itu baru kalian bisa menemuinya." Ujar Dokter itu lagi lalu kembali masuk ruang UGD."Syukurlah Mas, anak kita selamat... Aku sangat takut tadi saat melKawin kontrak Bab 10 Salah KamarJuan baru pulang kerumahnya saat tengah malam tiba, rasanya tubuhnya pegal semua karena pekerjaan yang begitu banyak. Kebiasaan Bos bila akhir bulan pasti kerjaan numpuk, jika tidak di kerjakan ya sudah pasti tidak akan kelar. Yah walaupun sebenarnya Juan bisa saja mengandalkan sekretarisnya untuk menyelesaikan pekerjaannya. Tapi Juan bukan orang yang selalu mengandalkan orang lain dan hanya menikmati hasilnya tentu saja sudah sepi, Devi dan Lisa tentu saja pasti sudah tidur."Mau di siapkan sesuatu Tuan?" Tanya Mbok menggelengkan kepalanya pelan, "tidak perlu Mbok...""Ya sudah kalau begitu Mbok Desi pamit kembali kebelakang." Pamit Mbok Desi lalu kembali ke pun naik ke lantai atas dan memasuki kamarnya dan langsung merebahkan dirinya di atas kasur begitu saja tanpa membersihkan diri terlebih dahulu ia pun langsung kontrak Bab 09 Kedatangan Ibu Mertua Lisa"Mama!"Lisa tanpa sadar berseru kaget saat melihat Ibu mertuanya ada di dalam rumahnya dan tengah membantu Mbok Desi paruh baya itu tersenyum lalu menyambut menantunya dalam pelukan. "Kamu apa kabar sayang? Sudah lama kamu tidak main ke rumah, Mama merindukanmu."Biasanya, Lisa memang selalu datang ke rumah Ibu mertuanya itu seminggu sekali rutin. Tapi semenjak ia mengetahui bahwa Devi hamil, Lisa jadi melupakan kebiasaannya itu."Em maaf Ma, Lisa agak sibuk akhir-akhir ini.""Ya, tidak apa-apa... Mama mengerti kok, Juan sudah menceritakan semuanya dan Mama sangat bahagia akhirnya kalian akan punya anak." Ungkap perempuan itu datang ke rumah itu, ia sudah lebih dulu menelpon Juan dan menanyakan kenapa Lisa tidak pernah datang ke rumahnya beberapa minggu ini dan Juan berkata bahwa Lisa tengah istirahat di rumah lantaran tengKawin kontrak Bab 08 Maaf Devi Sudah Berbohong NekPagi harinya, Devi bangun begitu pagi dan langsung membereskan seprei yang berantakan. Takut Lisa keburu datang dan bertanya-tanya bagaimana cara tidurnya sampai seprei bisa sebentar akankah membereskan tempat tidur, Devi pun langsung mandi. Baru saja selesai mandi, Lisa sudah datang ke kamarnya seperti biasa."Mba Lisa." Sapa Devi dengan senyuman seperti hari pun balas tersenyum, namun kali ini tidak selebar biasanya. "Kamu sudah mandi, mau kemana?""Em itu kan kemarin aku sudah izin sama Mba Lisa kalau hari ini aku mau ke rumah sakit..."Ya, Devi sudah mengatakan pada Lisa bahwa dia memiliki seorang Nenek yang tengah sakit dan dirawat di rumah sakit."Aku akan menemani kamu." Ucap Lisa."Tapi-""Tidak ada tapi-tapian, aku tidak mau kalau sampai kamu ceroboh dan membahayakan anakku naKawin kontrak Bab 07 Juan & DeviKini kehamilan Devi sudah berumur satu bulan dan Lisa semakin overprotektif menjaga Devi dan selalu melarang Devi melakukan ini itu. Hal itu membuat Devi agak jengah karena dia tidak bisa bebas melakukan apapun, bahkan saat akan menuruni tangga pun Lisa akan memapah Devi kayaknya pun melakukan semua itu hanya untuk menjaga Devi tetap dalam kondisi aman. Lisa begitu takut kehilangan bayi dalam kandungan Devi, walaupun dokter sudah mengatakan bahwa kandungan Devi baik-baik saja dan sangat sehat."Selamat tidur sayang, mimpi indah, jangan nakal di dalam sana ya." Ucap Lisa sembari mengusap perut rata Devi. Hal itu selalu Lisa lakukan setiap malam sebelum Devi tidur, Lisa bahkan menunggui Devi di kamar sampai tidur. Perempuan itu akan keluar hanya bisa Devi sudah tidur pulas, seperti saat keluar kamar Devi dan mendapati Juan yang baru saja pulang."Mas sudah pulang?" Tanya kontrak Bab 6 Devi akhirnya HamilSeharian penuh Juan terus menyentuh Devi dan walaupun merasa lelah tapi Devi menyukai sentuhan Juan. Mereka bahkan melupakan makan siang mereka dan baru mengisi perut saat malam hari, setelah itu mereka kembali saling menyentuh. Ya, kali ini bukan hanya Juan yang menyentuh Devi. Tapi Devi juga ikut menyentuh seluruh tubuh Juan dengan tangan dan merasa seperti seorang perempuan penghibur sungguhan saat ini. Tapi dia tidak peduli, toh bagaimana pun dia menyangkal bahwa dia bukan perempuan penghibur, tapi nyatanya itulah dia sekarang."Kamu sungguh hebat Devi, bahkan Lisa pun tidak bisa melakukan apa yang kamu lakukan." Ujar Juan bangga dengan pelayanan tersenyum lebar, "jangan keterlaluan memuji Mas Juan... Mba Lisa jelas lebih unggul segalanya.""Tidak, kamu lebih hebat daripada Lisa.""Hm Mas Juan mengatakan itu hanya karena saat ini kita sedang bersama You may also likeBiarkan Aku Pergi!Selatan viewsSelir Medis Penguasa viewsIstri Gelap Tuan ArrogantIpak viewsPernikahan Jebakan Dimanja Sang PresidenPaviliun viewsSaat Matanya TerbukaKesunyian viewsPernikahan yang Keliru Istri Penuh DosaSixteenth viewsInteresting books of the same period KEJUTAN UNTUK PACAR SUAMIKU Hamil di Malam Pertama Mimpi Terburuk Asmaraloka Boy & Milly Broken Home Or Posesif Man Not Forever Who Am I Past LivesTo ReadersSelamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca. Aku Andre, 25 tahun tinggal di salah satu kota besar di tanah sunda ini saat ini sedang menikmati masa-masa awal di dunia kerja. Baru beberapa bulan lalu aku menyelesaikan studi sarjanaku di salah satu kampus swasta di kota genap 3 bulan, perusahaan menugaskanku ke luar kota untuk menyelesaikan beberapa pekerjaan. Satu sisi aku senang mendapat tugas keluar kota, karena bisa sambil jalan-jalan, satu sisi agak-agak nervous, karena ini perjalanan dinas pertamaku untuk tugas professional. Celakanya lagi, bukan sebuah kota yang akan ku-kunjungi ternyata, melainkan sebuah desa di sebuah kabupaten masih di tataran tanah sunda, dimana tempat aku lahir, mengunjungi desa terpencil nun jauh disana untuk sebuah tugas pertama adalah momok yang cukup terasa. Ditambah lagi perusahaan hanya memberikan tugas itu kepadaku, yang artinya tidak ada pegawai senior atau teman-teman lain kantorku yang akan melakukan persiapan, bertanya sana sini ke kiri ke kanan kepada beberapa rekan kerja ku, aku cukup mantap untuk melaksanakan tugas ini. Oh ya, pekerjaan yang akan ku tangani ini berafiliasi dengan projek pemerintah di bidang infrastruktur bidang IT. Perusahaan kami mendapat area konsesi untuk membangun infrastruktur salah satunya di daerah terpencil yang akan ku datangi day! Yes, hari itu pun tiba. Sebenarnya aku diarahkan senior maupun atasanku untuk menyewa kendaraan saat tiba di pusat kota kabupaten ya tempatnya agar mudah untuk operasional saat nanti melakukan kerja di daerah desa terpencil tersebut. Karena perusahaan tidak bisa atau tepatnya tidak memungkinkan untuk mengantarkanku dengan driver dari mengusulkan bagaimana kalau aku membawa kendaraanku sendiri kesana, perusahaan hanya menganti bahan bakarnya saja, biar lebih praktis. Dan selama tidak claim berlebihan terhadap kendaraan pribadiku tersebut dan tentunya tidak mengganggu pekerjaan, perusahaan mengijinkan. Dan akhirnya akupun berkendara dengan kendaraanku sendiri dari kota-ku ke kabupaten mampir dulu ke kantor Dinas yang punya kepentingan terhadap projek ini dan meminta guidance lebih detil lagi. Setelah mendapat arahan, tupoksi dan perkembangan terakhir akupun segera meluncur ke lokasi. Disana, katanya aku akan di guide dan didampingi oleh staf pemerintah daerah setempat. Dalam hal ini, Lurah dan jajarannya RT, RW dan tokoh masyarakat setempat.Dan akhirnya akupun tiba menjelang gelap di desa tersebut. Fiuh, melelahkan. Iya melelahkan. Bisa dibayangkan 4jam perjalanan dari kota-ku ke kabupaten tersebut, hampir 2 jam meeting dengan staf Dinas, lalu menempuh perjalanan lagi dengan durasi kurang lebih 3 jam dengan medan yang lebih trengginas lagi, jalan yang belum diaspal maksimal adalah hal umum hal trengginas ini aku sudah ada di kantor Lurah. Pa Kosim adalah nama sang Lurah. Syukur, aku disambut dengan sangat, sangat baik disini. Kopi, camilan dan tentunya makan siang ga tau ini makan siang atau makan jelang malam dihidangkan setibanya aku disini. Sebagai tugas pertama, kesanku sangat keadaan lingkungan desa ini sangat asri, sejuk dan relatif tenang dengan kondisi perumahan penduduk yang cukup jarang, dalam artian rumah-rumah disini jaraknya berjauhan tidak seperti di kota. Ya tentu saja hehe… Dan satu lagi mohon maaf, kondisi masyarakat rata-rata disini yang pendidikannya masih di bawah kalau kuperhatikan Pa Lurah Kosim pun sepertinya bukan seseorang yang mengenyam pendidikan tinggi, yah mungkin sebatas lulusan SMA. Aku berbincang banyak di hari pertamaku ini dengan Pa Lurah Kosim. Beliau di dampingini oleh 6 orang ketua RT di jajarannya. Ya obrolan kami seputar tugas yang akan aku kerjakan itu aku tidur di rumah Pa Suhartono, beliau ketua RT 01. Kediamannya sekitar 200 meter dari kantor lurah dan relatif yang paling dekat dari semua jajaran kelurahan. Pak Lurah Kosim sendiri rumahnya 1 kiloan dari kantor. Di jalan, aku berbincang-bincang lagi Pak Suhartono, kami berjalan kaki ke rumahnya, sedangkan mobil ku titip di kantor Lurah, ada garasinya kalau obrolan tentang pekerjaan kurang bisa ditangkap Pak Suhartono, akupun mengalihkan pembicaraan tentang keadaan di Desa ini. Hingga salah satu celetukan Pak Suhartono yang keluar adalah “Mas Andre, tas nikah sanes?” Mas Andre udah nikah belum. Aku jawab belum. “Nikah atuh sareng orang die, gareulis di didieu mah.“Nikah atuh dengan orang sini, cantik2 disini. Akupun hanya mesem-mesem. O ya, obrolanku dengan Pak Suhartono dan beberapa staf Lurah sebelumnya tadi menggunakan bahasa Sunda. Dikarenakan aku tidak lancar berbahasa Sunda halus, mereka pun terbuka untuk berbicara bahasa Sunda yang agak kasar. Sebenarnya bahasa Sunda mereka halus-halus di rumah Pak Suhartono, aku langsung merebahkan badan karena sudah sangat, sangat letih…Aku memulai pekerjaan di hari keduaku ini dengan semangat, didampingi beberapa staf Lurah dan tentunya Pak Suhartono, ketua RT 01 sekaligus orang yang memberikanku tempat untuk beristirahat, mungkin sampai selesai keduapun sudah akan berakhir, dan saat ini sudah senja. Aku diajak Pak Suhartono untuk beristirahat dulu, dilanjut lagi esok hari. Sesungguhnya aku masih semangat kerja, tapi ya sudahlah, Pak Suhartono yang sudah lelah, aku jadi ga enak. Lagipula kalaupun aku melanjutkan kerja, aku kerja sendirian karena beberapa orang yang membantuku kerja sudah pula menyudahi di rumah Pak Suhartono, aku kaget karena cukup ramai oleh ibu-ibu. Saat aku pulang ke rumah Suhartono itu saat maghrib, yah sekitar 15 menit setelah Adzan maghrib. Kutanya Pak “Naha rame kieu Pak, aya naon?” Kenapa rame begini, ada apaSuhartono “Oh iyeu, pangajian. Biasa, pamajikan. Jeun teuing. Mas Andre istirahat mah istirahat weh.” Oh ini, pengajian. Biasa, istri. Biarin aja. mas Andre istirhat mah istirahat aja.Saat tiba itu aku langsung disambut Ibu Tarmiyah Bu RT, istri Pak Suhartono.Tarmiyah “Hapunten Aa, aya pengajian yeuh. Kira2 ngaganggu henteu nya?” Mohon maaf Kaka, ada pengajian nih. Kira2 mengganggu tidak yaAndre “Ah henteu Bu, urang sugan nu ngaganggu mah yeuh” Ah engga, saya kali yang mengganggu mah.Tarmiyah “Hapunten weh nya A, sok mun bade mandi, sembayang, istirahat, mangga mangga sok. Mun tos rapih, tas disiapkeun makan malem, ke bareng sareng si Bapak nyak.” Mohon maaf aja ya Ka, silahkan kalo mau mandi, shalat, istirahat silahkan saja. Nanti kalo sudah selesai, sudah disiapkan makan malam, bareng aja dengan si Bapak yah.Andre “Muhun Ibu, hatur nuhun, hatur nuhun pisan.” Iya Bu, makasih, makasih banget.Akupun menjalankan apa yang Bu Tarmiyah arahkan, mandi, bersih-bersih, dan shalat. Shalat? Hmm… iya shalat, sesungguhnya aku ga pernah shalat hehe… Yah tapi jaim dong iya ngga hehe…Sebagai info, saat kutanya Pak Suhartono umurnya berapa, ia tidak menjawab dengan pasti, maklumlah orang dulu, kurang hapal umur apalagi tanggal lahir. Tapi kutaksir pak Suhartono berumur sekitar 54-55th, sedang Bu Tarmiyah, istrinya sekitar 48-50th. Punya tiga anak dan semuanya sudah berkeluarga dan tidak tinggal dengan mereka, meski dua diantaranya masih tinggal di Desa tersebut, salah satunya hadir mengikuti pengajian dan membantu menyiapkan makan makan malam dengan Pak Suhartono kami makan malam berdua saja di salah satu ruangan kami berbincang-bincang. Dan salah satunya nyerempet masalah yang pernah kami bicarakan, masalah kawin heuheu…Suhartono “Mas Andre sok tingali, gareulis pan. Sararoleh deui. Meunang sugan dijadikeun pamajikan mah. sambil melirik ke ibu-ibu pengajian di ruangan lain” Mas Andre lihat, cantik2 kan. Soleh2 lagi. Bisa kali dijadiin bini mah.Andre “Ah bisa wae si Bapak meski akupun ikut melirik” Ah bisa aja si Bapak.Meski agak menyangkal, akupun sempat memperhatikan perempuan berpakaian serba hitam gamis & jilbab hitam yang tengah berbicara. Aku pun sedikit iseng dan memberikan diri bertanya pada Pak “Ari eta saha pak Menunjuk dengan dagu ke arah perempuan yang sedang berbicara itu” Kalo itu siapa PakSuhartono “Oh eta Ratna, nu ngajaran. Sok disebut Bu Ustad. Da urang mah Ratna weh nyebutna.” Oh itu Ratna, yang mengajari. Suka disebut Bu Ustad. Saya sih nyebutnya Ratna aja, ga pake embel2 Bu Ustad maksudnyaWaduh, akupun kaget dan mengurungkan niat untuk bertanya lebih jauh lagi. Tapi, tidak lama Pak Suhartono meneruskan “Naha kitu, daek si Mas na” Kenapa gitu, mau si mas-nyaAndre “Ah henteu-henteu becanda ah” Ah engga, engga, becandaSuhartono “Janda, boga anak tilu, can lami di cere salakina, 5 bulan lah.” Janda, punya anak tiga, belum lama di cerai suaminya, 5 bulan lah.Waduh, akupun kembali kaget. Tapi kali ini kaget-ku antara penasaran dan kurang tertarik. Saat itu makananku sudah habis, begitu pula Pak Suhartono. Hingga akhirnya datang Mimin untuk membereskan meja makan. Mimin adalah salah satu anak Pak Suhartono yang saat itu sedang ikut ta’liman. Saat sedang merapihkan itu, Pak Suhartono bertanya pada “Min, si Ratna can calon deui pan nya.” Min, si Ratna belum ada calon lagi kan yaMimin “Ah acan, sorangan keneh. Nyeuri keneh sugan hatena.” Ah belum, masih sendiri. Masih sakit mungkin hatinya -karena ditinggal-Suhartono “hanya mengangguk ke arahku”Mimin “Mimin mah karunya ka Bu Ratna.” Mimin mah kasihan ke Bu RatnaAndre “Naha kitu teh saya pun ikut nimbrung percakapan” Kenapa gitu TehMimin “Ya jelema Bageur, geulis, solehah, eh ditinggalkeun. Meni ku tega salakina.” Ya baik, cantik, solehah, eh ditinggal. Tega suaminyaSaat itu terlihat Pa Suhartono sepertinya mengaminkan keadaan yang dialami Bu Ratna dengan mengangguk-anggukan “Henteu… tadi Mas Andre nanya?” Engga… tadi Mas Andre tanyaMimin “Naha Mas Andre, resep sanes? Sok aja PDKT heula kitu.” Kenapa Mas Andre, suka ya? Silahkan aja, PDKT aja duluAndre “Aku pun hanya senyum-senyum”Selang beberapa lama, pengajian atau ta’liman pun usai, kami aku dan Pak Suhartono pun masih asyik ngobrol di ruang makan. Saat itu pula datang Bu Tarmiyah “Kumaha A, kadaharanana. Maklum weh, kadaharan kampung.”Andre “Uh… Alhamdulillah pisan ieu ge, wareg pisan. Hatur nuhun Ibu. Hapunten ngarepotkeun” Uh.. Alhhamdulillah banget ini juga, kenyang banget. Makasi banget Ibu. Mohon maaf merepotkanTarmiyah “Tadi si Aa nanya si Ratna sanes?” Tadi si Aa tanya si Ratna bukan.Waduh, kenapa bisa sampai ke telinga bu Tarmiyah ini, pasti si Mimin cerita “Ke ku Ibu di pangwauhkeun.” Nanti sama Ibu diperkenalkan.Andre “Aku lagi-lagi hanya senyum2, ah biasa lah becanda pikirku”Saat itu Bu Tarmiyah dan Pak Suhartono terlibat pembicaraan yang kelihatannya cukup menarik, ya apalagi kalau bukan tentang si Bu Ratna ini, dan secuil ketertarikanku padanya pastinya. Secuil, karena awalnya aku hanya tanya Siapa Dia, hahaha…Sebelum tidur, aku beristirahat sambil merencanakan pekerjaan yang akan kulakukan besok, hingga aku terpikir lagi tentang si Ratna tadi. Ratna, untuk diketahui berumur sekitar 36-38th, berbadan cukup padat semok tepatnya, berparas cantik, putih, tinggi sekitar 160-170cm dimana lebih pendek mengajar tadi menggunakan gamis dan berjilbab ala jilbab praktis gitu jilbab instant, paham ya. Terlihat tadi lekukan-lekukan tubuhnya saat kuperhatikan tadi. Kupikir-pikir bener juga perkataan Pak Suhartono tadi, boleh juga dijadiin bini. Tapi, tidak lama coba ku buang pikiran2 tersebut. Ia jauh lebih tua, janda dan punya anak tiga ketiga pun sudah kulalui. Kini adalah hari keempat tugas dinasku. Rencana kerja ku hari ini adalah memasang tower untuk kebutuhan infratruktur. Kembali aku dibantu masyarakat sekitar dan Pak Suhartono tentunya. Saat itu, Pak Lurah Kosim yang pada hari kedua dan ketiga tidak ada kini hadir untuk hal yang membuat surprise dipekerjaan hari keempat ku ini. Bukan kedatangan Pa Lurah, melainkan tower yang aku bangun ini bersebelahan atau paling tidak dekat dengan rumah Bu Ratna, yang tempo hari jadi bahan pembicaraanku dengan keluarga Pak Suhartono. Saat itu ia sedang akan ikut menyaksikan bagaimana kami saya & masyarakat yang membantu kalau dikampung ada orang kota yang sedang bekerja apalagi ini tipe pekerjaannya cukup asing dengan mereka, seperti kerja bangunan, pasti dikerubungi. Saat itu terlihat Bu Ratna tengah menggengong seorang balita dan menuntun seorang anak sekitar 7th. Ya tentu saja 2 dari tiga orang anaknya yang pernah diceritakan Pak istirahat & makan siang pun datang. Asal tau aja, untuk urusan sangu, konsumsi dan lain-lain yang berhubungan dengan hal ini, saya tidak pernah mengeluarkan kocek dari kantong sendiri, selalu ada saja warga yang menyuguhkan makanan dan minuman, entah itu kopi, camilan dan termasuk makan siang. Aku ngga tau, mereka sukarela atau dikoordinir oleh Pak Lurah atau Pak Suhartono, termasuk urusan yang pasti, untuk hidanganku selalu saja dibedakan dengan rekan-rekan warga yang membantu kerjaku yang lain. Dan biasanya paket komplet, kopinya ada, teh manisnya ada, termasuk rokok. Saat itu dari kerumunan warga yang ikut menyiapkan santap siang, terlihat Bu Ratna yang ikut cawe-cawe membantu makan siang, biasanya kami beristirahat dulu sambil ngeroko, ngopi dan berbincang-bincang. Sambil para ibu-ibu merapikan bekas makan siang kami. Pak Suhartono yang memang ditugaskan oleh Pak Lurah Kosim sebagai guidance utamaku, berbisikSuhartono “Si Ratna nanya, naha rokok-na teu dibuka, salah apa rokona.” Si Ratna tanya, kenapa rokonya ga dibuka, salah apa rokonya.Aku cukup kaget dengan pertanyaan Pak Suhartono ini. Kaget dikarenakan kok bisa-bisanya Bu Ustadzah Ratna menyiapkan rokok khusus buatku, kaget lainnya kok bisa-bisanya sampai dia peduli hanya karena aku tidak menghisap rokok yang ia suguhkan. Memang rokok-ku sendiri adalah Mar*boro, ia menyuguhkan rokok M* hari keempat tugas berakhir, aku kembali ke rumah Pak Suhartono untuk istirahatku malam itu, aku terngiang kembali dengan peristiwa makan siang tadi. Pertama yang menyiapkan hidangan khususku adalah Bu Ratna, termasuk menghidangkan rokok-ku. Lah, bukankah buat seorang ustadzah meski tidak haram, rokok adalah hal yang sangat tabu. Dia sendiri menghidangkan, bahkan peduli situ, aku tertarik untuk memenuhi ajakan Bu tarmiyah datang ke tempat Bu Ratna ini ikut ta’liman. Dua hari yang akan ke-enam! Ini adalah hari ke-enam tugasku, sekaligus hari dimana ada jadwal ta’liman di rumah Bu Ratna, sesosok perempuan yang membuatku cukup penasaran. Pagi hari itu, masih di rumah Pak Suhartono, Bu tarmiyah mengkonfirmasi ajakannya tempo hari tentang kegiatan ta’liman di rumah Bu Ratna malam malam haripun tiba. Aku sempat akan mengurungkan niat-ku ikut pengajian di rumah Bu Ratna. Badanku terasa sangat letih, ditambah saat kudapati Rumah Pak Suhartono, Bu Tarmiyah yang sedari awal mengajakku, sudah tidak ada. Mungkin sudah pergi duluan. Tapi Pak Suhartono, menyemangatiku untuk datang ke tempat Bu aku datang ke lokasi, disana rupanya pengajian sudah dimulai. Aku heran mengapa ada bapak-bapak juga yang cukup banyak datang. Bukan hanya ibu-ibu yang tempo hari kulihat di rumah Pak Suhartono. Setelah kutanya Pak Suhartono, ternyata ini pengajian pasutri tiba, aku tak lekas masuk ke dalam untuk mengikuti pengajian. Selain karena datang telat, Aku juga mendapati beberapa bapak-bapak yang tengah ngobrol di teras depan. Selain itu Pak Suhartono yang jalan denganku pun tidak masuk, ia malah ikut nimbrung dengan bapak-bapak tersebut diluar. Maklumlah bapak-bapak, ngobrol lama kami duduk dan ngobrol-ngobrol, datang seorang Ibu, cukup tua, katanya Ibu Juju Hj Juju, ibunda dari Bu Ratna, yang punya rumah. Ternyata, Bu Ratna selain tinggal dengan 3 orang anaknya, ia pun tinggal dengan ibundanya, hanya ibundanya, sedang ayahnya telah wafat. Sambil senyum Bu Juju menyuguhkan teh untuk saya dan Pak Suhartono yang memang baru beberapa lama, tak terasa rupanya pengajian usai. Hal itu terlihat dari ibu-ibu yang berhamburan keluar, salah satu yang keluar adalah Bu Tarmiyah, ia langsung menghampiri kami aku dan Pak Suhartono. Dan dengan sangat mendadak mengajakku masuk ke “Kumaha A, jadi teu. Hayu milu Ibu ka lebet” Gmn A, jadi ngga, ayo ikut Ibu ke dalamAndre “Na.. na.. on iyeu… dengan sangat bingung.” apa iniSeketika itu pula, Pak Suhartono yang sedang ngobrol denganku lebih dulu bangkit dan langsung menarik tanganku untuk juga ikut dalam aku dan Pak Suhartono langsung duduk di ruang tamu. Bu Tarmiyah terlihat masuk ke dalam, bukan ke arah ke ruangan yang tadi pengajian sih sepertinya. Sambil menunggu Bu Tarmiyah, ku lihat di ruangan pengajian tersebut masih ada Bu Ratna yang sedang berbincang dengan beberapa ibu-ibu. Malam itu ia menggunakan celana, bukan gamis yang pernah kulihat dipengajian sebelumnya dengan baju seperti blus sederhana warna putih, dan tetep jilbab instantnya berwarna datanglah Bu Tarmiyah dan Bu Juju ke ruang tamu. Tanpa ba-bi-bu, Bu Tarmiyah memperkenalkanku dan mengutarakan maksud kedatangannya ke tempat itu kepada Bu Juju, ibunda Bu Ratna. Yang mana, maksud yang dimaksud tersebut adalah untuk melamar BU bagai disambar petir, apa-apaan nih pikir ku dalam hati. Aku menampakkan wajah bingung ke Pak Suhartono dan Bu Tarmiyah, menegaskan bahwa aku tak langsung bermaksud seperti disisi lain, Bu Juju, orang tua Bu Ratna, dengan terlihat sangat dingin langsung menimpali apa yang diutarakan Bu Tarmiyah. Ia berbicara dengan logat sunda kental kepada Bu Tarmiyah dan Pak Suhartono. Ia berbicara cukup panjang, termasuk curhat keadaan anaknya tersebut. Akupun terpaksa akupun larut dengan hal-hal yang ia sampaikan. Intinya yang bisa kutangkap dari yang ia sampaikan adalah, anaknya tersebut cukup tersiksa karena ditinggal suaminya, salah satu hal yang menyiksanya adalah faktor ekonomi, selain ia harus membiayai anaknya, ia pun mengurus ibunya yang sudah tua cukup panjang bercerita, dan saat aku masih termenung mendengarkan beliau Ibu Juju bercerita, Bu Juju langsung mengarahkan tatapan-nya padaku, pertanda meminta konfirmasi dariku. Meski masih larut dalam cerita, aku yang sedari awal sudah sangat kaget, kembali dibuat kaget. Lah terus aku harus gimana pikirku dalam hati.Aku pun mencoba realistis, menyampaikan apa adanya, ga mungkin aku mengawini dia. Aku masih muda, dia lebih tua dariku. Dan pastinya aku belum kenal banget siapa dia. Berbicara aja belum pernah. Gmn aku mau nikahin. Aku menyampaikan apa adanya kepada mereka bertiga. Tapi, meski aku sudah menyampaikan semuanya, Bu Juju masih tetap saja antusias bahwa aku akan menikahi anaknya, akhirnya ada deal-deal antara aku dan khususnya Pak Suhartono. Ia menawarkan aku mengawinkan Ratna secara kontrak. Rupanya Ratna sedang butuh biaya untuk kelulusan SD putra tertuanya dan biaya masuk sekolah SD anak keduanya. Aku, jika berkenan diminta membantu hal tersebut. Sebenarnya, aku bisa membantunya tanpa harus mengawini, tapi Pak Suhartono meyakinkanku, ga masalah mengawininya secara lama setelah deal tersebut, Pak Suhartono mengatur perkawinan kami malam itu. Iya malam itu. Ia memanggil salah seorang tokoh masyarakat, yang biasa disebut Amil untuk menikahkan aku dengan Ratna. Sekitar 5 menit berbincang dengan sang Amil, ia pun mengkonfirmasi kembali niatku untuk mengawini refleks, aku tanya Ratna-nya gmn? Lantas dari situ, dari kejauhan ruang tamu tsb sang Amil bertanya kepada Ratna yang masih ada diruangan yang tadi digunakan pengajian hanya ia dan anaknya, sedang ibu-ibu sudah pulang seluruhnya. kurang terdengar jelas yang apa yang ia Ratna sampaikan menimpali pertanyaan sang lucu banget ini ijab kobul pikirku dalam hati.Hingga akhirnya, sang Amil menyampaikan bahwa aku sudah sah dengan Ratna. Setelahnya, sekitar 20 menit kami Pak Suhartono, Bu Tarmiyah, Bu Juju dan Amil berbincang-bincang. Yang kemudian percakapan diakhiri karena sudah larut malam, Pak Suhartono, Bu Tarmiyah, dan Amil segera pamit untuk pulang. Sedangkan aku, yang sedari hari awal menginap di rumah Pak Suhartono, dipersilahkan untuk tinggal di rumah tersebut Bu Ratna.Ya. Malam ini aku berada di rumah Bu Ratna. Dan katanya, aku adalah suaminya, orang yang belum pernah ku ajak bicara. Haha.. Hey Aku 25 tahun, dan ini adalah keluargaku dengan tiga orang anak di dalamnya. Oh my God. Sudahlah kupikir, sudah kepalang tanggung. Aku ga perlu jaim-jaim itu, aku ikut nimbrung dengan Jahid, putra pertama, Omar putra kedua dan Bu Juju untuk nonton TV. Aku nonton TV sambil merokok, sekali lagi aku ga mau jaim-jaim disini. Kulihat dari ruang TV itu, Ratna tengah beres-beres membersihkan sisa-sisa bekas pengajian tadi. Setelah kuperhatikan, ga salah emang punya bini kayak lewat didepanku, hanya tersenyum. Dan tatapanku betul-betul ga pernah hilang darinya. Dan sepertinya ga ada lagi sifat jaim dariku saat ini, dan segera bangkit sifat urakanku. Sadar kuperhatikan terus, Ia terlihat kikuk, sampai akhirnya ia masuk ke dalam ruang TV, masih ada aku, Jahid & Omar. Sedang Bu Juju, sudah beranjak tidur. Kemudian terdengarlah suara Ratna memanggil anak keduanya, “Omar, kadieu geura sakedap.”Omar “Muhun mi.”Omar bergegas masuk ke kamar ibunya. Tak lama ia kembali keluar lalu “Ayah, kalo udah capek, silahkan aja istirahat di ruangan Umi. Umi nunggu.”Waduh, gue dipanggil Ayah, aku cukup kaget. Ditambah lagi, Ratna mengundangku masuk ke kamar lewat anak-nya. Apa ga salah nih. hahaha…Aku-pun hanya mengiyakan Omar, dan kutanya mereka kok ga tidur & dimana mereka tidurnya, jangan2 mereka juga tidur dengan ibunya, berabe dong. Ternyata ngga, dua anak Ratna, Omar dan Jahid kakaknya tidur di kamar yang lain. Sedangkan anaknya yang balita masih dengan ibunya. Gpp kali orok mah, beberapa menit, dengan mantap, aku segera berangsut ke kamar Ratna yang tidak jauh dari ruang TV. Baru aku beranjak, dua anaknya pun ikut mematikan TV dan bersiap berangkat mencoba mengetuk pintu dengan pelan. Dua kali ketukan, tidak ada jawaban dari dalam, ya mungkin terlalu pelan mungkin. Akhirnya kubuka saja langsung pintunya. Dan memang tidak dikunci. Jelas. Kulihat Ratna tidur dalam keadaan miring, membelakangi pintu, sehingga saat ku masuk, bokong pantatnya terlihat “Mangga Aa…” Silahkan AaPelan-pelan pula aku berjalan menuju ranjang. Setibanya di ranjang, aku duduk memperhatikan Ratna. Jujur, masih ada sisa ragu saat itu. Saat itu, jilbab yang selalu identik dengannya masih menempel di kepala. Hanya saja, bagian belakangnya sudah agar tertarik hingga menyisakan pundak yang cukup “Hapunten Aa… Nanda teu acan beres nyusuna.” Mohon maaf Aa, Nanda belom selesai netek-nyaNanda adalah anak balitanya, yang sedang disusui. Oh my God rupanya anaknya ini belum selesai ASI-nya. Membuatku semakin bergairah terlihat akan melepas jilbab-nya, dimana tangannya mengarah ke bagian kepala. Tapi, refleks aku menahan tangannya, sambil “Gpp, Na, gpp biarin aja.”Rupanya, sifat jaimku sudah benar-benar akan sirna ini, dan akan muncul sifat urakanku. Hingga aku tak mau meladeni ucapannya dengan bahasa Sunda. Saat kutahan itu, kupegang tangannya, dan kurasakan lembut banget. Ia menoleh kearahku sambil mengarahkan senyuman. Dan bibirnya, saat melemparkan tersebut sangat kissable tangan Ratna, pelan-pelan kuarahkan ke mulutku, bermaksud untuk mencium tangannya. Saat kucium, kulihat masih ada cincin di jari kulepaskan bajuku, yang sudah sedari tadi dibasahi keringat. Kini, aku sudah telanjang dada. Tubuh yang dihiasi tatoo dilengan kiriku ini kini sudah siap untuk menghangatkan perempuan “suci” yang ada di ke raih tangan kirinya. Sambil kucumbui lagi, aku membawanya ke tempat semula, beserta dengan bibirku tentu saja. Tangan Ratna yang sudah ada ditempat semula tersebut tetap kucumbui, yang melaluinya, memudahkanku untuk untuk mencumbu bagian kepalanya. Hingga akhirnya aku tiba di kupingnya, yang masih tertutup dengan jilbab mulutku yang mencoba memulai di kuping Ratna, tangan kiri-ku masih memegang erat tangan Ratna, sedang badanku sudah menempel dengan badan Ratna. Tentu saja, kontol-ku ikut juga menempel. Di bagian pantat Ratna pelan-pelan area jilbab disekitar mulutku, hingga kudapati lehernya Ratna. Tanpa ragu kemudian kujilati. Ratna sedikit bereaksi dengan aksiku tersebut, dengan mengerakkan pundaknya pertanda geli. Tangan kananku, yang ada dibawah kepalaku kita berdua tidur miring, karena Ratna sedang menyusui anaknya kuarahkan untuk mengontrol kepala Ratna, dari bagian bawah ke bagian depan, sehingga aku bisa menggerakkan kepala Ratna untuk berputar tiga puluh derajat ke arah tidak menolak. Dengan jelas ku tatap wajahnya. Matanya yang sudah agak sayup, mungkin sudah cukup mengantuk, tidak menghalangi raut mukanya dengan sebuah senyum tipis yang seakan-akan menggambarkan kebahagiannya. Sejuk, asri, indah-nya senyum tersebut. Senyum yang dibangun salah satunya oleh lekukan bibirnya, membuatku tak kuasa untuk tidak melumat bibir itu.“Mmmmuuuaaachhhhhh…” sekali saja ku lumat. Kupandangi lagi setelahnya. Kali ini, raut mengantuk yang sempat terlihat tadi, berubah menjadi raut setengah kaget. Cukup 5 detik kupandangi Ia, kulumat lagi bibirnya.“Sluurrrppp… slurrppp… slurrrpppp…” Ratna terlihat cukup menikmati. Sekitar 30 detik ku lumat bibir yang kedua kalinya itu, ku kembalikan lagi tiga puluh derajat kepalanya ke posisi semula, mengingat Ia masih menyusui anaknya. Meski demikian, kepalaku masih belum beranjak untuk menindih kepala kulumat pipinya, tangan kiri-ku bergerilya menggerayangi bagian tubuhnya. Mulai dari mengerayangi paha, pantat hingga bagian depan Ratna. Ya bagian perut, sedikit payudara dan tentunya bagian memek Ratna. Begitu saja sampai beberapa beberapa menit kemudian, kudapati si adek kecil yang tadi di susui Ratna, terlihat sudah pulas. Ratna, yang sudah tau anaknya sudah pulas, seperti tak mau beranjak pada posisi seperti sedang menyusui, karena mungkin takut mengganggu aksi gerilyaku ke beberapa bagian hal tersebut, aku tak mau berlam-lama untuk melanjutkan aksi lebih liarku terhadap Ratna. Tubuhku yang sedari awal berorientasi pada posisi tubuh Ratna, karena ia sedang menyusui, sekarang bisa ku-ubah. Ku tarik tubuh Ratna menjauh dari posisi si kecil dengan dua tanganku, tangan kiri di atas dan tangan kanan di kini sudah sekitar lima puluh senti dari posisi tidur si kecil. Masih dengan posisi tidur miring, dimana Ratna tetap membelakangiku dan aku menggerayanginya dari belakang. Kedua tanganku sudah sangat berkuasa penuh untuk mengontrol wajahnya ke arah wajahku dengan tangan kananku, kembali ku lumat bibir-nya. Tangan kiriku bergerilya ke daerah yang lebih bebas termasuk ke arah teteknya. Saking asyiknya kami berpagul & bercumbu, tidak sadar posisi kami saat ini sudah hampir pada posisi duduk. Kuputuskan untuk menghentikan sejenak aksi lezat ini, dan mencoba menyempurkan duduk kami kusempurnakan lagi duduk kami berdua. Ratna kuarahkan untuk duduk berhadap-hadapan denganku. Sambil kupegang kedua tangannya, kutatap wajahnya, juga tubuh dahsyatnya. Tubuh dahsyat yang tengah “compang-camping” dengan satu pentil tetek terperuak keluar, jilbab 30% terangkat dimana bulu-bulu rambut terlihat keluar dari celah-celah jilbab bagian depan, serta bagian yang sudah akan memulai lagi, aku hendak ingin berbincang-bincang terlebih dahulu dengan pemuasku ini. Maklum, sudah kulumat beberapa kali bibirnya, setengah kugerayangi tubuhnya, namun belum pernah aku berbincang frontal “Na, kamu siapa sih…”Aku tau namanya Ratna, yang katanya seorang guru ngaji, tetapi aku seperti dibuat aneh dengan aksi testimoni yang baru kunikmati. Iya kusebut aksi tidak menjawab pertanyaanku, ia hanya senyum-senyum tersipu malu, dengan menundukkan kepalanya tanpa menghilangkan senyum sejuknya mencoba mengkonfirmasi pertanyaanku, dengan mengangkat dagunya, tapi tanpa mengeluarkan sepatah kata pun. Aku menatapnya dengan liar, wajahnya, bibirnya, juga satu pentil susu yang sedari tadi sudah terperuak keluar. Badanku, dimana lengan kiri-ku terhias tatoo, tak membuat sedikitpun Ia mengalihkan asyik kutatap wajahnya, si kecil terlihat menggeliat, hal yang membuat kami, Ratna khususnya sedikit kaget. Ia tidak bangun, hanya menggeliat, Ratna mencoba untuk menenangkannya kembali tidur. Saat Ratna menenangkan balitanya tersebut, aku mempersiapkan aksi lanjutanku terhadap Ratna. Ku lepas jeans-ku, dengan menyisakan sempak tanpa mau menunggu Ratna usai menenangkan buah hati-nya tersebut, aku berinisiatif merangkulnya terlebih dahulu dari belakang. Kudekap sambil kuciumi bagian kepala juga lehernya beberapa detik, hingga kulihat Nanda, sudah kembali tenang dalam tidurnya. Meski sesungguhnya sudah tenang, Ratna masih tetap mencoba untuk menindihnya sekarang. Hanya sekali mencium bibirnya, kupusatkan upaya awalku ini di bagian dada. Susunya. Salah satu pentil yang sudah terperuak tadi, langsung kusikat, sambil tanganku mempersiapkan pentil temannya yang akan kunikmati juga. Aku hanya fokus ke dadanya, sehingga tak melihat raut ekspresi cukup puas dengan dadanya, aku segera melancarkan aksi lainnya. Kali ini kuangkat tubuh Ratna untuk kembali ke posisi duduk. Tanpa konfirmasi kulucuti gamis atau daster atau apalah yang ia kenakan tersebut. Ia pun mengaminkan, hingga dadanya kini full 100% terbuka. Sambil aku melucuti pakaiannya, Ratna rupanya berinisiatif untuk melepas jilbab yang masih ia kenakan dengan aksi lumatan di bibir, tanganku mencari tangan Ratna untuk ku arahkan menghandjob kontol-ku. Tahap awal, tangannya masih kuarahkan diluar area sempak. Tapi setelahnya, kucoba masukkan tangan Ratna kedalam sempakku, hingga ia bisa langsung menghandjob kontolku secara langsung. Setelah beberapa saat, kulepas tanganku yang kumaksudkan untuk membimbing tangannya mem-handjob.“Slurrpppp… slurrrppp… slurppp…”Setelah puas, kulepas bibirku dari bibirnya, kutatap wajahnya dan tetap membiarkan tangannya terus menghandjob bagian dalam sempakku. Tangan Ratna halus sekali dalam menghandjob. Kuperkirakan ia belum pernah melakukan ini tangannya, lalu kuarahkan ia untuk turun ke bawah ranjang. Ia nampak bingung. Sambil ia turun ke bawah, aku melepas sempakku dan mempersiapkan posisi duduk di ranjang. Ratna sudah beranjak dari ranjang, sedang aku sudah full 100% naked dengan posisi duduk di ranjang. Ratna, yang dalam posisi berdiri, cukup bingung, ku arahkan ia untuk Ratna hanya mengenakan cangcut saat ini. Kuminta ia duduk tepat di bawah selangkanganku. Sesekali Ratna menatap ke wajahku, pertanda bingung. Tapi tak lama, kedua tangannya sudah menggapai kontolku. Kuperhatikan ia mengelus-ngelus kontolku, dengan mimik agak bingung di wajahnya. Aku pun senyum melihat sudah berada di pintu bibirnya kini, meski sedikit agak menolak, kontolku akhirnya menghujam ke mulutnya. Ya salam… saat terhujam tersebut, spontan badanku sempet gemetar. Selama kurang lebih 10 detik, aku belum berani menggerakkan kontolku dimulutnya. Setelah itu, barulah kuminta Ratna untuk mem-blow tentu saja karena Ratna mungkin belum mengerti, aku dulu yang mengarahkan kepalanya maju mundur melumat kontolku. Ku arahkan maju mundur kepalanya dengan raut mukanya kuarahkan ke arahku, sehingga ia bisa mengerti maksudku. Tak lama, Ratna pun mengerti teknik yang kuajarkan. Kini Ia sudah bisa mandiri melakukannya tanpa guidance untuk mengakhiri blowjob setelah beberapa menit. Dengan spontan kuangkat tubuh Ratna untuk berdiri. Aku masih duduk di ranjang segera melapas cangcut Ratna yang masih menempel yang kudapati saat kulepas cangcut itu? Memek tembem di lapisi jembut tebal terpampang jelas persis di depan wajahku. Tanpa ampun kulumat sekumpulan bulu hitam itu.“Aiiichhhh…” Ratna kagetHahaha… setelah banyak aksiku, ternyata aksi ini yang membuatnya sedikit mengerang. Ratna tidak menolak, ia hanya kaget. Akhirnya, ia nampak mengijinkan aksiku melalui isyarat tatapan matanya.“Slurppp… slurppp…”Sambil duduk kulumat memek Ratna yang dipenuhi jembut lebat itu. Tanpa mengeluarkan suara dari mulutnya Ratna kuperhatikan cukup menikmati. Setelah puas, aku berdiri dari posisi dudukku. Kami berdua dalam posisi berdiri sekarang. Seperti sudah disampaikan sebelumnya, Ratna lebih pendek dariku. Ia setinggi mulutku bisa langsung mengecup dahinya. Sambil berdiri, aku tak melepaskan memek-nya dari tanganku. Seketika itu pula, kugapai tangan Ratna untuk memegang kontolku. Salah satu tangaku mendarat di memek Ratna, salah satu tangan Ratna mengelus kontolku. Dengan salah satu tangan kami yang lainnya saling lama kami bertatapan, Ratna memelukku dengan sangat erat. Sangat erat. Mungkin kubilang ini ekspresi kebahagiannya. Aku membiarkan ia memelukku beberapa detik. Kubilang dalam hati, ini belum selesai sayang, malam kita masih amat panjang. Kucoba lepas pelukan Ratna itu dan membalikkan badan bugilnya style! Yap. kita akan melakukan aksi lebih menyenangkan lagi sayang, dalam hatiku. Ratna sudah dalam posisi menungging. Dengan sedikit mengelus-elus kontolku, kupersiapkan senjata ini untuk menghujam memeknya yang sudah ada di depan pantat. Tak lupa, kuelus-elus pantat semok itu. Pantat yang selama ini terbalut rapi oleh Oh my God, lezat banget ini pantat. Untuk sementara waktu, kulupakan niat awal doggy style itu, aku mau lumat dulu pantat lezat ini. Ratna, yang tidak sadar saat aku membungkuk meraih pantat karena membelakangiku, berontak tatkala lidahku menyentuh lubang anusnya. Ia berontak dan berbalik arah, raut mukanya sedikit aneh, seperti agak ia dan kupeluk. Kubisikkan di kupingnya. “Gpp sayang, gpp” lalu kutatap wajahnya. Dengan gestur kecewa, ia menggeleng-gelengkan kepala nya, dan sayup-sayup mengatakan “Jorok ah… Kucoba yakinkan ia, ga masalah. Akhirnya ia pun menerima. Ia merasa jorok bukan terhadapku, tapi terhadap dirinya mau mau ragu, ia kembali ke posisinya. Nungging. Kepala dan matanya menoleh terus kebelakang, memperhatikan aksiku. Dengan penuh nafsu, kulahap pelan-pelan bagian pantat itu.“Slurrpp… slurrpp…” Ia sedikit setengah lama aku melancarkan aksi jilat pantat ini, kuteruskan dengan aksi utamaku yang sempat tertunda. Doggy Style. Dihujaman pertamaku, kucoba lakukan dengan perlahan. Terlihat raut ekspresi Ratna menahan nikmat. Dihujaman kedua masih kulakukan dengan perlahan, hingga hujaman kelima. Setelahnya, dihujaman keenam dan seterusnya, kulakukan dengan intensitas semakin cepat dan semakin cepat.“Ah.. ah… ah.. ah…” Begitulan mulutku mengeluarkan suara sayup-sayup saat benar-benar aku menikmati hujaman demi hujaman ke memek sendiri, dari berekspresi datar menahan nikmat, hingga keluar erangan saat intensitas hujaman ku makin kencang. Diperiode-periode akhir penetrasiku, ia berinisiatif menutup mulutnya, karena takut suaranya membangunkan si kecil yang tertidur penetrasi lezat ini, setelah sekitar dua menit. Saat kucabut kontol dari sarang memek-nya, Ratna terkulai lemas, dengan pantat menungging dan kepala yang merebah di atas meja/lemari buku. Tak perlu waktu lama, kuraih tubuh lezat ini, untuk meneruskan rebahannya di atas ranjang. Sambil akan kutindih tentu kupersiapkan kontolku menemui sarang yang dimiliki Ratna, aku tak menyia-nyiakan untuk langsung menindihnya. Setelah memek Ratna menangkap dengan tepat kontolku, kulakukan penetrasi langsung dengan intensitas tinggi, sambil mulutku melumat mulutnya. Setelah beberapa saat, dan cukup puas melumat semua area wajahnya, aku mendirikan badanku, agar intensitas penetrasi bisa kutingkatkan.“Ahhhh… Mas Andre…” Sesekali ia meneriakkan namaku saat penetrasi berlangsung. Ia tak bisa lagi menutup mulutnya dikarenakan kepegangi dengan kedua tanganku untuk menopang power penetrasiku lebih aku masih bergairah untuk melakukan gaya-gaya lain, tapi dikarenakan kulihat Ratna sudah terlihat letih, sepertinya akan kuurungkan niatku. Saat itu aku berencana untuk langsung mengeluarkan pejuhku sesegera mungkin. Aku kemudian menindih lagi tubuh Ratna, untuk menuntaskan misi sudah cukup dekat dengan orgasme-ku. Kulumat habis mulut Ratna, bak orang kelaparan. Ku blowjob lidah Ratna. Ratna menuruti semua hal yang kulakukan padanya. Kulumat pipinya, lehernya keningnya, kuping, susu atau apapaun. Hingga saat akhir-akhir penetrasi pelukan Ratna semakin erat saja. Aku bersiap untuk buru-buru melepas dua tangan yang melingkar di badanku itu.“Ah… Na…”Kuangkat badanku yang menindihnya, dengan sedikit paksaan, karena pelukkan Ratna yang sangat kuat. Kuarahkan kontolku yang segera mengeluarkan pejuh itu ke bagian perutnya.“Ah… crot.. cot… crot…”Pejuhku tumpah pula malam itu diperaduan perut Ratna. Indah memaklumi Ratna tidak melepaskan pelukan eratnya, karena mungkin dia pikir pejuhku akan ditumpahkan langsung ke dalam memeknya. Kulihat Ratna, masih terengah-engah setengah bingung, saat tertumpahnya pejuhku di perutnya. Belum nampak senyum bahagia itu. Kuraih salah satu tangannya lalu ku pun turut merebahkan badanku untuk tidur disamping Ratna. Kali ini, aku yang disebelah kanan, persis di sebelah Nanda, si balita kecil sedang Ratna di sebelah kiriku. Belum badanku benar-benar terlentang dengan sempurna, Ratna langsung memelukku. Sambil terengah-engah, aku memulai pembicaraan dengannya.“Na… kamu enak banget sayang…”Lagi-lagi Ratna tidak pertanyaan maupun pernytaan dariku. Ia hanya menampilkan gestur badan manja dengan memeluk lebih erat badanku. Saat kuarahkan wajahnya untuk menatapku, ia seperti menolak, dan tetap memeluk erat tubuhku. Hmm.. mungkin ia lelah. Ingin segera tidur. Baiklah kita istirahat dulu sayang, beranjak tidur sambil berpelukan tanpa busana.

cerita sex kawin kontrak