cerita sex istri di gangbang

CeritaDewasa - Ratna Doyan Di Gangbang. HondaQQ - Aku seorang wanita berumur 30 tahun, ibu dari dua orang anak. Tentunya statusku nikah dengan seorang suami. Kami telah terikat perkimpoian selama tujuh tahun. Aku nikah setelah berhasil meraih gelar kesarjanaanku di kota Bandung. Suamiku normal-normal saja, demikian juga dengan hubungan Limamenit berlalu si bule menunggangi istriku, perlahan-lahan dia mulai kesetanan, gerakanya mulai tak beraturan apalagi istriku juga ikut menggoyangkan pantatnya dengan kesetanan. Akhirnya si bule memuntahkan seluruh spermanya di dalam vagina istriku. Dia berteriak histeris menikmati puncak orgasmenya. Tangannyaharus digips, akibat kecelakaan yang menimpanya. ketagihan cerita arisan istri istri. Cerita Sex Dihamili Anak Angkat. Cerita Sex - Rida Di perkosa di dalam Kantor. Sensasi Baru Ketika Seks Dengan Anak Majikan. Ketinggalan Di Cerita Dewasa â€" Gairah seks Ibu Ibu STW Foto Bugil Cerita Dewasa â€" Gairah seks Ibu Ibu STW â CeritaSeks: Pamer Istri Di Mall Cerita Dewasa Penyakit Aneh ini sudah lama kuderita sejak aku mulai berpacaran dengan Istriku di kala SMU dulu Cerpen Seks Kontol Suami Tetangga Lebih Besar ini merupakan cerita hot perselingkuhan Cerita Panas Seks Sedarah Bercinta dengan Mama Sendiri - Inilah cerita seks ibu dan anak, bercinta dengan anak omIndo ngentot istri bule. Istri Gangbang Zana Amateur. BiniCurangZana. seks abg bokep binal. indian virgin pussy xnxxx big tits japanese gangbang step moms fuck cerita sex di ajari ngentot oleh bibik india selingkuh xnxx www oromosex com chicas de chiquimula que tienen sexo por dinero Indian sex wap bold com jilbab kuning diperkosa httpy mở bài bằng lí luận văn học. Hampir semua orang di desa itu setuju kalau para mahasiswa dan mahasiswi yang datang ke desa mereka dalam rangka Kuliah Kerja Nyata berasal dari kalangan berada, terbukti dengan dandanan dan gaya mereka yang sangat tidak lazim di tengah-tengah kehidupan penduduk desa yang rata-rata adalah petani. Dari sekian banyak mahasiswa dan mahasiswi itu, terdapat enam mahasiswi yang paling cantik di antara yang cantik. Mereka adalah Asty, Bella, Clara, Lia, Alya dan Fanny. Bisa dilihat secara kasat mata kalau mereka berenam berasal dari kalangan berada. Selain wajah mereka yang cantik, tubuh dan kulit merekapun sangat terawat ditambah dandanan mereka yang selalu bagus dan rapi. Merekapun rata-rata sudah punya pasangan yang juga berasal dari kalangan kaya. Kehidupan desa yang sepi dan jauh dari peradaban rupanya tidak cocok bagi mereka, terbukti setelah sepuluh hari mereka di sana, mereka sudah banyak mengeluh, mulai dari makanan, air sampai toilet yang jorok. Apalagi desa itu tampaknya masih terikat tradisi bahwa berdua-duaan antara pria dan wanita dianggap sebagai pelanggaran adat. Mereka sudah terbiasa dengan pergaulan bebas tidak tahan menghadapi kehidupan yang serba terisolir dan terbatas di desa yang sering mereka sebut primitif itu. Beberapa dari mereka – atau bisa juga semuanya – secara sembunyi-sembunyi kadang berusaha menemui pacar-pacar mereka dengan berbagai macam cara. Baca lebih lanjut → Aku baru saja tidur di ranjangku ketika tiba-tiba pintu kamarku digedor dengan keras dan suara teriakan adikku menyeretku kembali ke alam sadar. Aku mengumpat dalam hati karena jadi tak bisa istirahat setelah kuliah dari pagi sampai sore, tapi akhirnya aku pun berjalan ke pintu dan membukanya. Baca lebih lanjut → Gita membuka matanya, dan melihat ke sekitarnya, sepi sekali. Gita melihat badannya yang putih mulus itu bercampur dengan sperma dan air seni Denis dan Roni yang sudah mengering. Gita bangun dari lantai, lalu menuju ke kamar mandi untuk membersihkan badannya. Gita merasa kalau vaginanya terasa menagih untuk disodok kembali, lalu setelah Gita selesai mandi. Gita mencari-cari Rony dan Denis, tapi mereka tidak ada dimana-mana, lalu Gita melihat sebuah pesan. Baca lebih lanjut → Latar belakang Dede dan Mamat tinggal di rumah Gita selama 3 hari, dan selama 3 hari itu Mamat dan Dede selalu minum susu Gita dan menyetubuhi Gita kapanpun mereka mau. Tapi Dede dan Mamat harus kembali ke rumah mereka masing-masing karena takut istri mereka marah. Sekarang Gita ingin sekali merasakan bagaimana rasanya bekerja. Lalu dia mencari pekerjaan kesana kemari…. Kisah Gadis Muda Budak Sex 1 Sudah 1 minggu Gita mencari pekerjaan kesana kemari tapi dia belum mendapatkan pekerjaan, lalu Gita minta tolong Dr. Fahmi agar menanyakan pada teman-teman Dr. Fahmi, apakah ada kerjaan untuknya. Keesokan hari setelah Gita mendatangi Dr. Fahmi, Dr. Fahmi menelponnya kalau temannya ada yang mencari karyawati untuk kantornya, Gita minta diperkenalkan dengan orang itu. Dr. Fahmi membuat perjanjian dengan orang itu, orang itu setuju untuk bertemu di restoran pada pukul 8 malam, tapi Dr. Fahmi bilang bahwa mereka tidak bisa ikut, jadi Dr. Fahmi memberikan ciri-ciri temannya itu kepada Gita. Ciri-cirinya yaitu temannya bernama Denis, umurnya 50an, gendut, rambutnya botak, kulitnya putih, dan dia akan memakai hem biru. Baca lebih lanjut → Latar belakang Sudah 3 hari setelah pesta perpisahan itu, dan Gita tau kalau dia hamil akibat pesta perpisahan itu karena semua teman prianya selalu membuang sperma mereka di dalam vaginanya. Lalu dia menelpon Tina dan Mona, ternyata Tina dan Mona tidak hamil, karena Tina dan Mona ketika pesta perpisahan tidak sedang dalam masa subur jadi mereka tidak hamil. Kisah Gadis Muda Setelah menelpon Tina dan Mona, Gita berniat untuk mandi, pada saat mandi Gita berpikir akhirnya dia akan mempunyai anak dari teman-temannya karena impian nakal Gita sejak dulu yaitu mempunyai anak hasil dari sperma teman-temannya, tapi dia berpikir, bagaimana caranya memberikan bayinya ASI, karena dia tidak mau memberikan bayinya susu kaleng karena Gita pikir jika bayinya diberi minum susu selain ASI akan membuat dia dengan bayinya tak ada hubungan seperti dia dan ibunya sehingga ibunya gampang saja meninggalkannya. Akhirnya dia mempunyai ide supaya ASInya tersedia kapan saja untuk bayinya, idenya yaitu dia akan pergi berkonsultasi dengan teman ayahnya yang seorang dokter kandungan. Lalu Gita bersiap-siap dengan memakai setelan favoritnya yaitu tank top warna putih dan rok mini yang tidak ketat. Lalu dia menuju pangkalan ojek di dekat rumahnya, dia naik ojek langganannya yang tukang ojeknya bernama Bakri, teman-teman Bakri berkata “wuih gile, enak banget lo kri, langganannye cewek mulus!!” lalu mereka tertawa bersama-sama, Gita hanya tersenyum ke arah mereka, ketika Gita sudah naik di motor otomatis rok mininya terangkat sampai hampir memperlihatkan vaginanya, para tukang ojek yang lain hanya melotot dan menelan ludah ketika melihat paha mulus Gita, lalu berangkatlah Bakri ke Dr. Fahmi, Gita meminta untuk diantar jemput oleh Bakri, Bakri senang sekali karena bisa antar jemput Gita seolah-olah dia pacarnya. Baca lebih lanjut → Latar belakang Gita menginap di vila temannya, pada malam pertama mereka menginap di vila, mereka sudah melakukan pesta seks, dengan bintang utamanya Mona, Tina, dan tentu saja Gita. Setelah pesta seks dengan teman-temannya, Gita, Mona, dan Tina berpesta seks dengan para pengurus vila. Cerita ini dimulai pada hari kedua di vila tersebut. Kisah Gadis Muda Pesta Perpisahan part 2 Gita pelan-pelan membuka matanya, dia merasakan 2 dildo yang ada di vagina dan anusnya sudah tidak ada, dan dia melihat Tina dan Mona juga baru bangun, lalu Gita berkata “Tin,,,,,Mon,,,, baru bangun ya? Dildo kita kemana ya?” Tina menjawab “tau deh, udah ah daripada nyariin dildo mendingan kita mandi yuk….” lalu mereka bertiga masuk kamar mandi bertiga, setelah selesai mereka memakai baju mereka tanpa memakai bra dan celana dalam. Lalu mereka turun kebawah, ternyata teman-teman mereka sedang menyiapkan makanan di meja makan, tapi belum akan dimulai karena baru jam 11 siang, tapi ketika mereka bertiga sedang berjalan ke luar, tiba-tiba ada yang meremas-remas dada mereka, mereka mendesah karena remasan-remasan pada dada mereka sangatlah membuat birahi mereka naik. Baca lebih lanjut → Latar Belakang Ada seorang gadis yang dari kecil sudah melakukan sex, gadis itu bernama Gita. Gita adalah gadis yang mungkin hanya dalam impian emang ya sih, nih juga karangan hehehe…., karena Gita mempunyai wajah yang sangat cantik melebihi artis-artis manapun dan kulitnya putih mulus yang membuat wajahnya jadi semakin cantik, dia juga mempunyai badan yang sangat indah dengan dada yang berukuran 38C, pantat yang seksi dan kaki yang indah, selain itu dia sangat baik terhadap semua orang baik pria maupun wanita, dan dia tidak pernah keberatan jika dia dijadikan objek untuk pemuas nafsu oleh para pria karena dia memang sangat suka jika tubuhnya dikeroyok’ oleh para laki-laki selain itu dia juga senang sekali jika dia dianggap budak sex oleh laki-laki yang menggaulinya dan dia tak pernah marah atau mengeluh walaupun dia diperlakukan seenaknya oleh para lelaki, bahkan di sekolahnya dia dipanggil sayang oleh semua teman laki-lakinya dan dia tidak pernah marah jika dipanggil seperti itu oleh semua temannya. Cerita ini bermulai ketika dia merayakan kelulusasannya dengan teman-temannya di vila temannya. Kisah Gadis Muda Pesta Perpisahan part 1 Gita sudah putus asa karena kini dia tinggal sendiri, ayahnya meninggal dalam kecelakaan pesawat dan ibunya sudah tidak perduli lagi padanya dan pergi meninggalkannya entah kemana. Gita berpikir bagaimana caranya dia membayar sekolah, lalu dia teringat omnya yang kaya, ternyata omnya setuju untuk membiayainya sekolah. Gita jadi senang dan perasaannya jadi tenang. Tak terasa, Gita sudah lulus SMA, lalu teman-teman satu angkatannya mau mengadakan pesta perpisahan di villa salah satu temannya di puncak, Gita sudah tau kalau dia akan dikerjai’ sebab ada temannya yang memberitahu, Gita malah tidak sabar untuk menjadi objek sex untuk para teman-temannya. Baca lebih lanjut → Cerita ini adalah fantasi, dan untuk memmperkuat imajinasi pembaca, terlebih dahulu saya deskripsikan pemeran utama dari cerita ini yaitu Rita. Rita adalah seorang wanita karir yang berumur 31 tahun, dengan tinggi badan 160 cm, berat 45 kg. Dia memiliki kulit sawo matang karena dia keturunan Jawa-Batak. Bentuk tubuhnya pun sangat menggiurkan bagi setiap mata laki-laki yang memandangnya, meskipun ukuran vital payudaranya tergolong kecil karena cuma 32A. Baca lebih lanjut → Sebuah mobil menelusuri ramainya jalan raya ibu kota ketika hujan lebat. Di dalam mobil itu terlihat seorang gadis yang sedang nyetir sambil asyik mendengarkan hentakan musik. Gadis berwajah Indo itu tidak lain adalah Carissa Putri, artis cantik yang mempunyai bentuk tubuh yang bila dipandang membuat cowok-cowok menelan ludah. Nama Carissa mulai terkenal sejak ia membintangi film Ayat-ayat Cinta, popularitasnya makin meroket setelah membintangi sejumlah film lain, sinetron dan iklan serta menjadi ikon sebuah program pelangsing tubuh. Baca lebih lanjut → Welcome to my gangbang category! You have stumbled across my hottest collection of real gangbang stories and the hottest on the internet might I add and I am so glad you're here. My name is Jess and I own and run this blog, I love all things sex, erotica, and filth and I am so grateful to be able to share my naughty collection with you. Having a gangbang is the fantasy of so many people, in fact, it's so popular that you will see it pop up on top 10 lists again and again. Many people keep this fantasy a well-hidden secret but some people go out and make it a reality and with my collection of stories you are going to read about people from all different walks of life experiencing this popular fantasy. I have always loved giving blowjobs and over the years I’ve become a master at them. I try to suck my boyfriends cock at least once a day and in doing that I’ve picked up some amazing technique. Well it was time for me to showcase my skills with some other guys and not just my boyfriend. I just found out that my wife was the center of a gangbang. I was not with her at the time, but it’s created a weird feeling for me, not sure what to do now? What does it really feel like to share your wife with multiple men in a gangbang? Seeing her lose herself in the lust and seeing a side of your wife you never thought was there. Could you handle it? I have never had so much cum inside me before and it felt unlike anything I’ve ever experienced. It’s one of the hardest things to explain, but I’ll try… I can’t explain how much I love cum. I love it inside my pussy, my mouth and all over my body. This seems pretty easy to satisfy, but it’s not. It’s hard to find guys who really understand this fetish, but luckly I did and it changed my whole life. I love being used for pleasure, any of my holes, any time you need me, but I hate people and actually meeting people, so I decided to try a glory hole. I just had my first ever orgy and it ended in a bukkaki. I never thought I’d enjoy it or even allow it, but it was one of the hottest experiences of my life. I asked Jess and she said I could share it on her blog, so that’s what I’m doing. I hope you enjoy. I went to an amateur sex party, I never thought I’d have sex with anyone, but I ended up letting my horny side take over and I ended up being shared and sleeping with multiple men. Cerita Sex, Cerita Mesum, Cerita Seks Cerita Dewasa Diperkosa Gangbang Gigolo – Kisah ini Bermula ketika aku perjakanan Ke kota orang disana banyak Cowok yang ganteng dan badanya berisi buat aku sange. Penasaran ? Lanjut… Perjalanan Bisnis ke Surabaya sebenarnya sungguh menyenangkan, karena akan ketemu dgn sahabat lama yang sudah lama kutinggalkan, sayangnya suamiku Hendra tak bisa menemaniku karena kesibukannya. Dgn ditemani Andre, salah seorang kepercayaanku, kami terbang dgn flight sore supaya bisa istirahat dan besok bisa meeting dalam keadaan fresh dan tak loyo karena harus bangun pagi pagi buta, mengingat meeting besok aku perkirakan akan berlangsung cukup alot karena menyangkut negosiasi dan kontrak, disamping itu meeting dgn Pak Roni, calon clien, jadwalnya jam 1015 pagi. Pukul 1910 kami check in di Seraton Hotel, setelah menyelesaikan administrasinya kami langsung masuk ke kamar masing masing untuk istirahat. Kurendam badanku di bathtub dgn air hangat untuk melepas rasa penat setelah seharian meeting di kantor menyiapkan bahan meeting untuk besok. Cukup lama aku di kamar mAndre hingga kudengar HP ku berbunyi, tapi tak kuperhatikan, paling juga suamiku yang lagi kesepian di rumah, pikirku. Setelah puas merendam diri, kukeringkan badanku dgn handuk menuju ke kamar. Kukenakan pakaian santai, celana jeans straight dan kaos ketat full press body tanpa lengan hingga lekuk badanku tercetak jelas, kupandangi penampilanku di kaca, dadaku kelihatan padat dan menantang, cukup attraktif, di umurku yang 31 tahun pasti orang akan mengira aku masih berumur sekitar 27 tahun. Kutelepon ke rumah dan HP suamiku, tapi keduanya tak ada yang jawab, lalu kuhubungi kamar Andre yang nginap tepat di sebelah, idem ditto. aku teringat miss call di HP-ku, ternyata si Riyo, gigolo langgananku di Jakarta, kuhubungi dia. hallo sayang, tadi telepon ya sapaku mbak Sinta, ketemu yok, aku udah kangen nih, kita pesta yok, ntar aku yang nyiapin pesertanya, pasti oke deh mbak suara dari ujung merajuk pesta apaan? pesta asik deh, dijamin puas, Mbak Cuma sediakan tempatnya saja, lainnya serahkan ke Riyo, pasti beres, aku jamin mbak bujuknya emang berapa orang tanyaku penasaran rencanaku sih aku dgn dua temanku, lainnya terserah mbak, jaminan kepuasannya Riyo deh mbak asik juga sih, sayang aku lagi di Surabaya nih, bagaimana kalo sekembalinya aku nanti wah sayang juga sih mbak, aku lagi kangen sekarang nih simpan saja dulu ya sayang, ntar pasti aku kabari sekembaliku nanti baiklah mbak, jangan lupa ya aku nggak akan lupa kok sayang, eh kamu punya teman di Surabaya nggak? tanyaku ketika tiba tiba kurasakan gairahku naik mendengar rencana pestanya Riyo. Nah kan bikin pesta di Surabaya ada nada kecewa di suaranya gimana punya nggak, aku perlu malam ini saja ada sih, biar dia hubungi Mbak nanti, nginapnya dimana sih? kamu tahu kan seleraku, jangan asal ngasih ntar aku kecewa garansi deh mbak Kumatikan HP setelah memberitahukan hotel dan kamarku, lalu aku ke lobby sendirian, masih sore, pikirku setelah melihat jam tanganku masih pukul 2100 tapi cukup telat untuk makan malam. Cukup banyak tamu yang makan malam, kuambil meja agak pojok menghadap ke pintu sehingga aku bisa mengamati tamu yang masuk. Ketika menunggu pesanan makanan aku melihat Pak Roni sedang makan bersama seorang temannya, maka kuhampiri dan kusapa dia. malam Bapak, apa kabar? sapaku sambil menyalami dia eh Mbak Sinta, kapan datang, kenalin ini Pak Marlon buyer kita yang akan meng-export barang kita ke Cina sambut Pak Roni, aku menyalami Pak Marlon dgn hangat. silahkan duduk, gabung saja dgn kami, biar lebih rame, siapa tahu kita tak perlu lagi meeting besok kelakar Pak Marlon dgn ramah. terima kasih Pak, wah kebetulan kita bertemu di sini, kan aku nginap di hotel ini jawabku lalu duduk bergabung dgn mereka. Kami pun bercakap ringan sambil makan malam, hingga aku tahu kalau Pak Marlon dan Pak Roni ternyata sahabat lama yang selalu berbagi dalam suka dan duka, meskipun kelihatannya Pak Roni lebih tua, menurut taksiranku sekitar 45 tahun, sementara Pak Marlon, seorang chinesse, mungkin umurnya tak lebih dari 40 tahun, maximum 37 tahun perkiraanku. Setelah selesai makan malam, aku pesan red wine kesukaanku, sementara mereka memesan minuman lain yang aku tak terlalu perhatikan. Bagaimana dgn besok, everything is oke? Tanya Pak Roni Untuk Bapak aku siapkan yang spesial, kalau tahu bapak ada disini pasti kubawa proposalku tadi kelakarku sambil tersenyum melirik Pak Marlon, si cina ganteng itu. Tak terasa jarum jam sudah menunjukkan pukul 2230, cukup lama juga kita ngobrol dan entah sudah berapa gelas red wine yang sudah meluncur membasahi tenggorokanku hingga kepalaku agak berat, tak pernah aku minum wine sebanyak ini, pengaruh alcohol sepertinya sudah menyerangku. Tamu sudah tak banyak lagi disekitar kami. Kupanggil waitres untuk menyelesaikan pembayaran yang di charge ke kamarku. Kamipun beranjak hendak pulang ketika tiba tiba kepalaku terasa berat dan badanku terhuyung ke Pak Marlon, Pak Roni sudah duluan pergi ketika Pak Marlon memeluk dan membimbingku ke lift menuju kamar, aku sendiri sudah diantara sadar dan tak, ketika Pak Marlon mengambil tas tanganku dan mengambil kunci kamar lalu membukanya. Dgn hati hati Pak Marlon merebahkan badanku di ranjang, dilepasnya sepatu hak tinggiku dan perlahan membetulkan posisi badanku, aku sudah tak ingat selanjutnya. Kesadaranku tiba tiba timbul ketika kurasakan dadaku sesak dan ada kegelian bercampur nikmat di antara putingku, kubuka mataku dgn berat dan ternyata Pak Marlon sedang menindih badanku sambil mengulumi kedua putingku secara bergantian, badanku sudah telanjang, entah kapan dia melepasnya begitu juga Pak Marlon yang hanya memakai celana dalam. Bukannya berontak setelah kesadaranku timbul tapi malah mendesah kenikmatan, kuremas rambut kepala Pak Marlon yang masih bermain di kedua buah dadaku. Tangannya mulai mempermainkan selangkanganku, entah kapan dia mulai menjamah badanku tapi kurasakan kemaluanku sudah basah, aku Cuma mendesah desah dalam kenikmatan. sshh.. eehh.. eegghh desahku membuat Pak Marlon makin bergairah, dia kemudian mencium bibirku dan kubalas dgn penuh gairah. Kuraba selangkangannya dan kudapati tonjolan mengeras di balik celananya, cukup besar pikirku. Sambil berciuman, kubuka celana dalamnya. Dia menghentikan ciumannya untuk melepas hingga telanjang, ternyata kemaluannya yang tegang tak sedasyat yang aku bayangkan, meski diameternya besar tapi tak terlalu panjang, paling sepanjang genggamanku, dan lagi belum disunat, ada rasa sedikit kecewa di hatiku, tapi tak kutunjukkan. Dia kembali menindih badanku, diciuminya leherku sambil mempermainkan lidahnya sepanjang leher dan pundakku, lalu turun dan berputar putar di buah dadaku, putingku tak lepas dari jilatannya yang ganas, jilatannya lalu beralih ke perut terus ke paha dan mempermainkan lututku, ternyata jilatan di lutut yang tak pernah kualami menimbulkan kenikmatan tersendiri. Daerah selangkangan adalah terminal terakhir dari lidahnya, dia mempermainkan klitoris dan bibir kemaluanku sambil jari tangannya mulai mengocok kemaluanku. sshh.. eegghh.. eehhmm.. ya Pak..truss Pak desahku merasakan kenikmatan dari jilatan dan kocokan jari Pak Marlon. Pak Marlon kembali ke atasku, kakinya dikangkangkan di dadaku sambil menyodorkan kemaluannya, biasanya aku tak mau mengulum kemaluan pada kesempatan pertama, tapi kali ini entah karena masih terrpengaruh alcohol atau karena aku terlalu terangsang, maka kuterima saja kemaluannya di mulutku. Kupermainkan ujung kepalanya dgn lidah lalu turun ke batang kemaluan, kemudian tak lupa kantung bolanya dan terakhir kumasukkan kemaluan itu ke dalam mulutku, cukup kesulitan juga aku mengulum kemaluannya karena batang itu memang besar. Dia mengocok mulutku dgn kemaluannya selama beberapa saat, cukup kewalahan juga aku menghadapi kocokannya untung, tak berlangsung lama. Pak Marlon kembali berada diantara kakiku, disapukannya kemaluannya ke bibir kemaluanku lalu mendorong tanpa kesulitan berarti hingga melesaklah kemaluan itu ke kemaluanku semua, aku merasa masih banyak ruang kosong di bagian dalam kemaluanku meski di bagian luarnya terasa penuh oleh besarnya batang kemaluan Pak Marlon. ehh.. sshh.. eeghghgh aku mulai mendesah ketika Pak Marlon mulai mengocokkan kemaluannya, dgn cepat dia mengocokku seperti piston pada mesin mobil yang tancap gas, ada perbedaan rasa atas kocokan pada kemaluan yang tak disunat itu, gesekan pada dinding kemaluanku kurang greger, tapi tak mengurangi kenikmatan malahan menambah pengalaman, tanpa ampun pantatnya turun naik di atas badanku sambil menciumi leher jenjangku, kurasakan kenikmatan dari kocokannya dan kegelian di leherku. Pak Marlon menaikkan badannya dan bertumpu pada lutut dia mengocokku, dgn posisi seperti ini aku bisa melihat expresi wajahnya yang kemerahan dibakar nafsu, tampak sekali rona merah diwajahnya karena kulitnya yang putih tipikal orang cina, wajah gantengnya bersemu kemerahan. Kutarik wajahnya dan kucium bibirnya karena gemas, kocokannya makin cepat dan keras, keringat sudah membasahi badannya meski belum terlalu lama kami bercinta. Kugoyangkan pantatku mengimbangi gerakannya, ternyata itu membuat dia melambung ke atas dan menyemprotlah spermanya di kemaluanku, kepala kemaluannya kurasakan membesar dan menekan dinding kemaluanku, denyutnya sampai terasa di bibir kemaluanku, lalu dia terkulai lemas setelah menyemprotkan spermanya hingga habis. Agak kecewa juga aku dibuatnya karena aku bahkan belum sempat merasakan sensasi yang lebih tinggi, terlalu cepat bagiku, tak lebih dari sepuluh menit. sorry aku duluan bisiknya di telingaku sambil badannya ditengkurapkan di atas badanku. nggak apa kok, ntar lagi kataku menghibur diri sendiri, kudorong badannya dan dia rebah disampingku, dipeluknya badanku, dgn tetap telanjang kami berpelukan, napasnya masih menderu deru. aku berdiri mengambil Marlboro putih dari tas tanganku, kunyalakan dan kuhisap dalam dalam dan kuhembuskan dgn keras untuk menutup kekesalan diriku. I need another kontol pikirku kalut Kulihat di HP ada SMS dari Riyo dgn pesan namanya Rino, akan menghubungi mbak, dari Riyo Jarum jam sudah menunjukkan 2320, berarti cukup lama aku tadi tak sadarkan diri sampai akhirnya dibangunkan Pak Marlon, kulihat Pak Marlon sudah terlelap kecapekan, kupandangi dia, dgn postur badan yang cukup atletis dan wajah yang ganteng sungguh sayang dia tak bisa bertahan lama, pikirku. Kunyalakan Marlboro kedua untuk menurunkan birahiku yang masih tinggi setelah setelah mendapat rangsangan yang tak tuntas, lalu kucuci kemaluanku dari sperma Martin, kalau tak ingat menjaga wibawa seorang boss, sudah kuminta si Andre menemaniku malam ini, tapi ketepis angan itu karena akan merusak hubungan kerjaku dgnnya. Kulayangkan pandanganku keluar, gemerlap lampu Kota Surabaya masih kukenali meski sudah bertahun tahun kutinggalkan. Kalau tak ada Pak Marlon mungkin sudah kuhubungi Riyo untuk segera mengirim Rino kemari, tapi aku jadi nggak enak sama dia. Ketika akan kunyalakan batang rokok ketiga, kudengar bel pintu berbunyi, agak kaget juga ada tamu malam malam begini, kuintip dari lubang intip di pintu, berdiri sosok lelaki tegap dgn wajah ganteng seganteng Antonio Banderas, maka kukenakan piyama dan kubuka pintu tanpa melepaskan rantai pengamannya. mbak Sinta? saya Rino temannya Riyo sapanya Agak bingung juga aku, disatu sisi aku membutuhkannya apalagi dgn penampilan dia yang begitu sexy sementara di sisi lain masih ada Pak Marlon di ranjang. Sebentar ya kataku menutup pintu kembali, terus terang aku nggak tahu bagaimana menentukan sikap, sebenarnya aku nggak keberatan melayani mereka berdua malah itu yang aku harapkan tapi bagaimana dgn Pak Marlon, rekanan bisnis yang baru beberapa jam yang lalu aku kenal, tentu aku harus menjaga citraku sebagai seorang bisnis perempuan professional, aku bingung memikirkannya. kudengar ada bel pintu, ada tamu kali kata Pak Marlon dari ranjang eh..anu..enggak kok Pak jawabku kaget agak terbata jangan panggil Pak kalau suasana begini, apalagi dgn apa yang baru saja terjadi, panggil Martin atau Koh Martin saja, toh hanya beberapa tahun lebih tua iya teman lama, nggak penting sih, tapi kalau bapak keberatan aku suruh dia pulang biar besok dia kesini lagi kataku ah nggak pa pa kok, santai saja jawabnya ringan. aku kembali membuka pintu tapi aku yang keluar menemui dia di depan pintu, kini kulihat jelas postur badannya yang tinggi dan atletis, umur paling banter 26 tahun, makin membuat aku kepanasan. di dalam ada rekanku, bilang aja kamu teman lama dan apapun yang terjadi nanti suka atau nggak suka kamu harus terima bahkan kalau aku memintamu untuk pulang tanpa melakukan apa apa kamu harus nurut, besok aku telepon lagi, aku mohon pengertianmu kataku pada Rino tegas. Nggak apa mbak, aku ikuti saja permainan Mbak Sinta, aku percaya sama Riyo dan aku orangnya easy going kok mbak, pandai membawa diri katanya lalu kupersilahkan masuk. Kulihat Martin masih berbaring di ranjang dgn bertutupkan selimut. aku jadi canggung diantara dua lelaki yang baru kukenal ini sampai lupa mengenalkan mereka berdua, basa basi kutawari Rino minuman, tiba tiba Martin bangkit dari ranjang dan dgn tetap telanjang dia ke kamar mAndre. aku kaget lalu melihat ke Rino yang hanya dibalas dgn senyuman nakal. wah ngganggu nih celetuk Rino ah enggak udah selesai kokjawabku singkat baru akan mulai lagi, kamu boleh tinggal atau ikutan atau pergi terserah kamu, tapi itu tergantung sama Sinta teriak Martin dari kamar mAndre, entah basa basi atau bercanda atau serius aku nggak tau. Riyo udah cerita sama aku mengenai mbak bisik Rino pelan supaya tak terdengar Martin. Martin keluar dari kamar mAndre dgn tetap telanjang, dia mendekatiku menarikku dalam pelukannya lalu mencium bibirku, tanpa mempedulikan keberadaan Rino dia melorotkan piyamaku hingga aku telanjang di depan mereka berdua. Kami kembali berpelukan dan berciuman, tangan Martin mulai menjamah buah dadaku, meraba raba dan meremasnya. Ciumannya turun ke leherku hingga aku mendongak kegelian, kemudian Martin mengulum putingku secara bergantian, kuremas remas rambutnya yang terbenam di kedua buah dadaku. Kulihat Rino masih tetap duduk di kursi, entah kapan dia melepas baju tapi kini dia hanya mengenakan celana dalam mini merahnya, benjolan dibaliknya sungguh besar seakan celana dalamnya tak mampu menampung kebesarannya. Badannya begitu atletis tanpa lemak di perut menambah ke-sexy-annya. Melihat potongan badannya berahiku menjadi cepat naik disamping rangsangan dan serbuan dari Martin di seluruh badanku, kupejamkan mataku sambil menikmati cumbuan Martin. Ketika jilatan Martin mencapai selangkanganku, kuraskan pelukan dan rabaan di kedua buah dadaku dari belakang, kubuka mataku ternyata Martin sedang sibuk di selangkanganku dan Rino berada di belakangku. Sambil meraba raba Rino menciumi tengkuk dan menjilati telingaku membuat aku menggelinjang kegelian mendapat rangsangan atas bawah depan belakang secara bersamaan, terutama yang dari Rino lebih menarik konsentrasiku. Mereka merebahkan badanku di ranjang, Martin tetap berkutat di kemaluanku sementara Rino beralih mengulum putingku dari kiri ke kanan. Kugapai kemaluan Rino yang menegang, agak kaget juga mendapati kenyataan bahwa kemaluannya lebih panjang, hampir dua kali punya Martin meski batangnya tak sebesar dia, tapi bentuknya yang lurus ke depan dan kepalanya yang besar membuat aku semakin ingin cepat menikmatinya, kukocok kocok untuk mendapatkan ketegangan maximum dari kemaluannya. Martin membalikkan badanku dan memintaku pada posisi doggie, Rino secara otomatis menempatkan dirinya di depanku hingga posisi kemaluannya tepat menghadap ke mukaku persisnya ke mulutku. Untuk kedua kalinya Martin melesakkan kemaluannya ke kemaluanku dan langsung menyodok dgn keras hingga kemaluan Rino menyentuh pipiku. Kuremas kemaluan itu ketika Martin dgn gairahnya mengobok obok kemaluanku. Tanpa sadar karena terpengaruh kenikmatan yang diberikan Martin, kujilati Kemaluan Rino dalam genggamanku dan akhirnya kukulum juga ketika Martin menghentakkan badannya ke pantatku, meski tak sampai menyentuh dinding terdalam kemaluanku tapi kurasakan kenikmatan demi kenikmatan pada setiap kocokannya. Kukulum kemaluan Rino dgn gairah segairah kocokan Martin padaku, Rino memegang kepalaku dan menekan dalam dalam sehingga kemaluannya masuk lebih dalam ke mulutku meski tak semuanya tertanam di dalam. Sambil mengocok tangan Martin meraba raba punggungku hingga ke dadaku, sementara Rino tak pernah memberiku peluang untuk melepaskan kemaluannya dari mulutku. eegghhmm.. eegghh desahku dari hidung karena mulutku tersumbat kemaluan Martin. Tak lama kemudian Martin menghentikan kocokannya dan mengeluakan kemaluannya dari kemaluanku meski belum kurasakan orgasmenya, Rino lalu menggantikan posisi Martin, dgn mudahnya dia melesakkan kemaluannya hingga masuk semua karena memang batangnya lebih kecil dari kemaluan Martin, kini ini kurasakan dinding bagian dalam kemaluanku tersentuh, ada perasaan menggelitik ketika kemaluan Rino menyentuhnya. Dia langsung mengocok perlahan dgn penuh perasaan seakan menikmatai gesekan demi gesekan, makin lama makin cepat, tangannya memegang pinggangku dan menariknya berlawanan dgn gerakan badannya sehingga kemaluannya makin masuk ke dalam mengisi rongga kemaluanku yang tak berhasil terisi oleh kemaluan Martin. Ada kenikmatan yang berbeda antara Martin dan Rino tapi keduanya menghasilkan sensasi yang luar biasa padaku saat ini. Cukup lama Rino menyodokku dari belakang, Martin entah kemana dia tak ada di depanku, mungkin dia meredakan nafsunya supaya tak orgasme duluan. Rino lalu membalikku, kini aku telentang di depannya, ditindihnya badanku dgn badan sexy-nya lalu kembali dia memasukkan kemaluannya, dgn sekali dorong amblaslah tertelan kemaluanku, dgn cepat dan keras dia mengocokku, kemaluannya yang keras dgn kepala besar seakan mengaduk aduk isi kemaluanku, aku mendesah tak tertahan merasakan kenikmatan yang kudapat. eehh..yess..fuck me hard..yess desahku mulai ngaco menerima gerakan Rino yang eksotik itu. Sambil mendesah kupandangi wajah tampan Antonio Banderas-nya yang menurut taksiranku tak lebih dari 26 tahun, membuat aku makin kelojotan dan tergila gila dibuatnya. Kulihat Martin berdiri di samping Rino, tatapan mataku tertuju pada kemaluannya yang terbungkus kondom yang menurutku aneh, ada asesoris di pangkal kondom itu, sepertinya ada kepala lagi di pangkal kemaluannya. Kulihat dia dan dia membalas tatapanku dgn pandangan dan senyum nakal. Ditepuknya pundak Rino sebagai isyarat, agak kecewa juga ketika Rino menarik keluar kemaluannya disaat saat aku menikmatinya dgn penuh nafsu. Tapi kekecewaan itu tak berlangsung lama ketika Martin menggantikan posisinya, begitu kemaluannya mulai melesak masuk kedalam tak kurasakan perbedaannya dari sebelumnya tapi begitu kemaluannya masuk semua mulailah efek dari kondom berkepala itu kurasakan, ternyata kepala kondom itu langsung menggesek gesek klitorisku saat Martin menghunjam tajam ke kemaluanku, klitorisku seperti di gelitik gelitik saat Martin mengocok kemaluanku, suatu pengalaman baru bagiku dan kurasakan kenikmatan yang aneh tapi begitu penuh gairah. Martin merasakan kemenangan ketika badanku menggelinjang menikmati sensasinya. Rino kembali mengulum putingku dari satu ke satunya, lalu badannya naik ke atas badanku dan mekangkangkan kakinya di kepalaku, disodorkannya kemaluannya ke mulutku, aku tak bisa menolak karena posisinya tepat mengarah ke mulut, kucium aroma kemaluanku masih menempel di kemaluannya, langsung kubuka mulutku menerima kemaluan itu. Sementara kocokan Martin di kemaluanku makin menggila, kenikmatannya tak terkirakan, tapi aku tak sempat mendesah karena disibukkan kemaluan Rino yang keluar masuk mulutku. aku menerima dua kocokan bersamaan di atas dan dibawah, membuatku kewalahan menerima kenikmatan ini. Setelah cukup lama mengocokku dgn kondom kepalanya, Martin menarik keluar kemaluannya dan melepaskan kondomnya lalu dimasukkannya kembali ke kemaluanku, tak lama kemudian kurasakan denyutan dari kemaluan Martin yang tertanam di kemaluanku, denyutannya seakan memelarkan kemaluanku karena terasa begitu membesar saat orgasme membuatku menyusul beberapa detik kemudian, dan kugapailah kenikmatan puncak dari permainan sex, kini aku bisa mendapatkan orgasme dari Martin. Tahu bahwa Martin telah mendapatkan kepuasannya, Rino beranjak menggantikan posisi Martin, tapi itu tak lama, dia memintaku untuk di atas dan kuturuti permintaannya. Rino lalu telentang di sampingku, kunaiki badannya dan kuatur badanku hingga kemaluannya bisa masuk ke kemaluanku tanpa kesulitan berarti. aku langsung mengocok kemaluannya dgn gerakan menaik turunkan pantatku, buah dadaku yang menggantung di depannya tak lepas dari jamahannya, diremasnya dgn penuh gairah seiring dgn kocokanku. Gerakan pinggangku mendapat perlawanan dari Rino, makin dia melawan makin dalam kemaluannya menancap di kemaluan dan makin tinggi kenikmatan yang kudapat. Karena gairahku belum turun banyak saat menggapai orgasme dgn Martin, maka tak lama kemudian kugapai lagi orgasme berikutnya dari Rino, denyutanku seolah meremas remas kemaluan Rino di kemaluanku. OUUGGHH.. yess.. yess.. yess teriakku Rino yang belum mencapai puncaknya makin cepat mengocokku dari bawah, badanku ambruk di atas dadanya, sambil tetap mengocokku dia memeluk badanku dgn erat, kini aku Cuma bisa mendesah di dekat telinganya sambil sesekali kukulum. Tak berapa lama kemudian Rino pun mencapai puncaknya, kurasakan semprotan sperma dan denyutan yang keras di kemaluanku terutama kepala kemaluannya yang membesar hingga mengisi semua kemaluanku. oouuhh..yess..I love it teriakku saat merasakan orgasme dari Rino. Kurasakan delapan atau sembilan denyutan keras yang disusul denyutan lainnya yang melemah hingga menghilang dan lemaslah batang kemaluan di kemaluanku itu. Kami berpelukan beberapa saat, kucium bibirnya dan akupun berguling rebahan di sampingnya, Rino memiringkan badannya menghadapku dan menumpangkan kaki kanannya di badanku sambil tangannya ditumpangkan di buah dadaku, kurasakan hembusan napasnya di telingaku. mbak Sinta sungguh hebat bisiknya pelan di telingaku. aku hanya memandangnya dan tersenyum penuh kepuasan. Cukup lama kami terdiam dalam keheningan, seolah merenung dan menikmati apa yang baru saja terjadi. Akhirnya kami dikagetkan bunyi beep satu kali dari jam tangan Rino yang berarti sudah jam 1 malam. Rino, kamu nginap sini ya nemenin aku ya, Koh Martin kalau nggak keberatan dan tak ada yang marah di rumah kuminta ikut nemenin, gimana? pintaku Dgn senang hati jawabnya gembira, Rino hanya mengangguk sambil mencium keningku. Kami bertiga rebahan di ranjang, kumiringkan badanku menghadap Martin, kutumpangkan kaki kananku ke badannya dan tanganku memeluk badannya, sementara Rino memelukku dari belakang, tangannya memegang buah dadaku sementara kaki kanannya ditumpangkan ke lama kemudian kami tertidur dalam kecapekan dan penuh kenangan, aku berada ditengah diantara dua lelaki yang baru kukenal beberapa jam yang lalu. Entah berapa lama kami tidur dgn posisi seperti itu ketika kurasakan ada sesuatu yang menggelitik kemaluanku, kubuka mataku untuk menepis kantuk, ternyata Rino berusaha memasukkan kemaluannya ke kemaluanku dari belakang dgn posisi seperti itu. Kuangkat sedikit kaki kananku untuk memberi kemudahan padanya, lalu kembali dia melesakkan kemaluannya ke kemaluanku, aku masih tak melepaskan pelukanku dari Martin sementara Rino mulai mengocokku dari belakang dgn perlahan sambil meremas remas buah dadaku. Tanganku pindah ke kemaluan Martin dan mengocoknya hingga berdiri, tapi anehnya Martin masih memejamkan matanya, sepuluh menit kemudian Rino kurasakan denyutan kuat dari kemaluan Rino pertanda dia orgasme, tanpa menoleh ke Rino aku melanjutkan tidurku, tapi ternyata Martin sudah bangun, dia memintaku menghadap ke Rino ganti dia yang mengocokku dari belakang seperti tadi sambil aku memeluk badan Rino dan memegangi kemaluannya yang sudah mulai melemas. Berbeda dgn kocokan Rino yang pelan pelan, Martin melakukan kocokan dgn keras disertai remasan kuat di buah dadaku sampai sesekali aku menjerit dalam kenikmatan, cukup lama Martin mengocokku hingga aku mengalami orgasme lagi beberapa detik sebelum dia mengalaminya, kemudian kami melanjutkan tidur yang terputus. Kami terbangun sekitar pukul delapan ketika telepon berbunyi, kuangkat dan ternyata dari Andre. pagi bu, udah bangun? tanyanya dari seberang pagi juga Andre, untung kamu bangunin kalau tak bisa ketinggalan meeting nih, oke kita ketemu di bawah pukul 9, tolong di atur tempat meetingnya, cari yang bagus jawabku memberi perintah beres bu jawabnya Martin, aku ada meeting dgn Pak Roni jam 10, kamu bagaimana? tanyaku lho meetingnya kan juga sama sama aku jawab Martin oh ya? dia tak pernah cerita tuh, dia Cuma bilang meetingnya antara aku, dia dan satu orang lagi rekannya oke anyway, aku tak mau datang ke tempat meeting dgn pakaian yang sama dgn kemarin Ayo mAndre lalu kita cari pakaian di bawah kataku Rino, kamu boleh tinggal disini atau pergi, tapi yang jelas aku nanti memerlukanmu setelah meeting kataku sambil menuju ke kamar mAndre menyusul Martin yang mAndre duluan. Kami berdua mAndre dibawah pancuran air hangat, kami saling menyabuni satu sama lain, dia memelukku dari belakang sambil meremas remas buah dadaku dan menjilati telingaku, kuraih kemaluannya dan kukocok, badan kami yang masih berbusa sabun saling menggesek licin, ternyata membuatku lebih erotis dan terangsang. Tanpa menunggu lebih lama kuarahkan angkat kaki kananku dan mengarahkan kemaluannya ke kemaluanku, dgn ketegangannya ditambah air sabun maka mudah baginya untuk masuk ke dalam, Martin langsung menancapkan sedalam dia bisa. Pancuran air panas membasahi badan kami berdua lebih romantis rasanya, tapi itu tak berlangsung lama ketika Martin menyemprotkan spermanya di dalam kemaluanku, tak banyak dan tak kencang memang tapi cukuplah untuk memulai hari ini dgn dgn penuh gairah. Setelah mAndre aku mengenakan pakaian kerja resmi, entah mengapa kupilih pakaian yang resmi tapi santai, mungkin karena terpengaruh perasaanku yang lagi bergairah maka tanpa bra kukenakan tank top dan kututup dgn blazer untuk menutupi putingku yang menonjol di balik tank top-ku, lalu kupadu dgn rok mini sehingga cukup kelihatan resmi, aku merasa sexy dibuatnya. Kutinggalkan amplop berisi uang di meja dan kucium Rino. Kalau kamu mau mau keluar ada uang di meja, ambil saja ntar aku hubungi lagi, kalau mau tinggal up to you be my guest bisikku yang dibalas ciuman dan remasan di buah dadaku. Pukul 915 kami keluar kamar, bersamaan dgn Andre keluar dari kamarnya tepat ketika aku keluar bersama Martin dan Rino memberiku ciuman di depan pintu, dia menoleh ke arah kami tapi segera memalingkan wajahnya ke arah lain seolah tak melihat, tapi aku yakin dia melihatnya. Morning Andre sapaku eh morning Bu, ruang meeting sudah aku atur dan semua dokumen sudah saya siapkan, copy file-nya ada di laptop ibu jawabnya memberi laporan ketika kami menuju lift. Thanks Ndi jawabku singkat. Kami bertiga terdiam di lift, aku yang biasanya banyak bicara mencairkan suasana jadi kaku dan salah tingkah, masih memikirkan apa yang ada di pikiran Andre bahwa aku keluar dari kamar dgn seorang lelaki dan ada lelaki lainnya di kamarku, ah persetan pikirku, saking kikuknya sampai aku lupa mengenalkan Martin pada Andre. Dalam kebekuan kuamati Andre dari bayangan di cermin lift, baru kusadari kalau sebenarnya Andre mempunyai wajah tampan dan berwibawa, meski umurnya baru 27 tahun tapi ketegasan tampak di kerut wajahnya. Sedikit lebih tinggi dariku tapi karena aku pakai sepatu hak tinggi, maka kini aku lebih tinggi darinya, posturnya badannya cukup proporsional karena dia sering cerita kalau fitness secara teratur 3 kali seminggu, aku baru sadar bahwa selama ini aku nggak pernah melihat Andre sebagai seorang lelaki, tapi lebih kepada pandangan seorang Bos ke anak buahnya. Diluar dugaan, Andre ternyata memergokiku saat mengamatinya, pandangan mata kami bertemu di pantulan cermin. Ting, untunglah lift terbuka, aku segera keluar menghindar dari pandangan Andre, kami langsung breakfast setelah terlebih dulu mencarikan Martin pakaian dan dasi pengganti, meski Shopping Arcade masih belum buka karena terlalu pagi, tapi dgn sedikit paksaan akhirnya mereka mau juga melayani kami. Eh Bu Sinta, saya kok belum dikenalin dgn Mas ini Tanya Martin bersikap resmi, mengingatkanku akan kekonyolanku pagi ini. Oh iya, Andre, ini Pak Marlon, clien dari Pak Roni yang akan menjual produk kita ke Cina yang berarti Clien kita juga, dan nanti Pak Marlon akan gabung dgn kita di meeting kataku yang disambut uluran tangan Martin ke Andre. Pak Marlon, Andre ini salah satu orang kepercayaan saya, dialah yang in charge nanti, meski baru dua tahun ikut saya tapi naluri bisnisnya boleh di uji lanjutku memuji Andre, itu biasa kulakukan untuk memperbesar rasa percaya diri anak buah sekaligus supaya clien lebih confident. Ini adalah breakfast terlama yang pernah aku alami, serba salah tingkah dan yang pasti aku tak berani memandang Andre, entah mengapa. Untunglah Martin bisa mencairkan suasana bengan berbagai joke-nya. Bertiga kami masuk ke ruang meeting yang sudah di booking Andre, ternyata cukup nyaman suasananya, tak seperti ruang meeting biasa yang kaku dan menjemukan, tapi lebih terkesan bernuansa santai tapi serius, Meeting table bulat dgn dikelilingi 6 kursi putar, sementara dipojokan ada sofa dan meja kecil, di ujung yang lain terdapat tea set lengkap dgn electric kettle. aku dan Andre duduk bersebelahan menyiapkan dokumen di meja, kuletakkan laptop di depanku, Pak Marlon duduk di sebelah kiriku. Ndi tolong nyalakan laptop, aku ke toilet sebentar kataku sambil meninggalkan mereka berdua. Kuhabiskan sebatang Marlboro di toilet untuk menghilangkan keteganganku dan kurapikan baju dan make up ku. Pak Roni sudah berada di ruangan ditemani dgn wanita yang muda dan cantik ketika aku kembali ke ruangan meeting. Pagi Pak Roni, pagi Bu sapaku sambil menyalami mereka berdua Pagi juga Mbak Sinta, anda kelihatan cantik pagi ini kata Pak Roni emang selama ini nggak cantik jawabku Sinta sapaku pada wanita di samping Pak Roni sambil mengulurkan tangan Linda jawabnya sambil tersenyum manis bukan begitu, tapi pagi ini lebih cantik dan cerah Oh Mbak Linda, selama ini kita hanya bertemu lewat telepon dan faximile kataku lagi dan sekarang inilah dia orangnya lanjut Pak Roni. Ternyata Andre belum menyalakan laptopku, agak marah juga aku melihat dia tak melaksanakan perintahku, maka dgn mata melotot ke arahnya kuambil kembali laptopku dari hadapannya lalu kunyalakan. Betapa terkejutnya aku ketika laptop itu menyala, tampak di monitor laptopku seorang wanita sedang telentang menerima kocokan di kemaluannya sementara mulutnya mengulum kemaluan kedua dan tangan satunya memegang kemaluan ketiga, aku baru tersadar kalau sebelum berangkat dari kantor kemarin sempat membuka koleksi pic yang ada laptop-ku dan karena buru buru mungkin saat mematikan laptop bukan shut down yang aku pilih tapi stand by. Mukaku merah dibuatnya, untung tak ada yang memperhatikan, langsung aku re-booting, kulirik Andre tapi dia menyiapkan document dan tak memperhatikanku, pantesan dia langsung mematikannya, pikirku. aku jadi lebih salah tingkah lagi terhadap Andre, tapi segera aku kembali konsentrasi untuk meeting Meeting dimulai dgn presentasi Andre dan dilakukan tanya jawab, justru yang banyak bertanya adalah Linda dan itu dilayani dgn cekatan oleh Andre, sementara aku Cuma kadang kadang saja menguatkan pendapat Andre atau membantunya membuat keputusan untuk menerima atau klarifikasi, hal ini kulakukan untuk lebih meyakinkan Linda maupun Pak Roni disamping untuk memperbesar rasa percaya diri pada Andre. Cukup alot juga pembicaraan antara mereka berdua, tapi aku tak mau mencampuri sebelum dia benar benar kepepet. aku kagum sama Linda yang cantik tapi piawai dalam negosiasi. Setelah masalah teknis dan kontrak selesai sampailah pada masalah harga dan itu adalah tugasku dgn Pak Roni, dgn beberapa alternatif harga yang aku tawarkan akhirnya dicapailah kesepakatan. Ndi, kamu revisi dan di print di Business Center supaya bisa ditandatangani sekarang juga, jangan lupa materei-nya perintahku baik bujawabnya lalu dia keluar sambil membawa laptopku dokumen dokumen yang diperlukan. Kupesan champagne merayakan kerja sama ini ketika Andre sudah meninggalkan ruangan. Selamat Mbak Sinta semoga sukses dgn kerja sama kita ini Pak Marlon menyalamiku sambil mencium kedua pipiku. aku menyalami lalu memeluk Linda dan menempelkan pipiku padanya. Anda begitu hebat dalam negosiasi kataku Tanpa kuduga dia menjawab berbisik di telingaku. terima kasih, Pak Roni tahu lho apa yang terjadi tadi malam di tempat Ibu oh ya? apa itujawabku kaget Pak Marlon menginap di tempat mbak katanya pelan mengagetkanku dan satu orang cowok lagi lanjutnya Kulepas pelukannya dan kupandangi Linda yang masih kelihatan polos itu, lalu pandanganku beralih ke Martin sebagai protes, tapi dia hanya mengerutkan kening dan mengangkat bahu saja sambil senyum. Tak sempat terbengong lebih lama, Pak Roni menyalamiku Selamat atas kerja sama kita katanya sambil menyalamiku dan tak kusangka sangka dia menarik badanku ke pelukannya I know what you did last night katanya sambil mempererat pelukannya dan mengelus elus punggungku. aku masih tertegun tak merespon ucapan maupun tindakan Pak Roni, tapi kurasakan buah dadaku tergencet di dadanya saat dia memelukku erat. Pak Roni banyak orang, malu ah jawabku pelan banyak orang? ini kan kita kita juga jawabnya tanpa melepas pelukannya tapi malah meremas pantatku Kulirik Pak Marlon, dia hanya bediri di pojok melihat kami, sementara Linda malah mendekat ke Pak Marlon. Mari kita rayakan kerja sama ini dgn penuh persahabatan bisiknya sambil mencium pipi dan bibirku bersamaan dgn tangannya menyingkap rok miniku hingga ke pinggang, aku yakin Linda maupun Martin bisa melihat celana dalam model Thong yang hanya terdapat penutup segitiga kecil di depan, hingga pasti mereka sudah melihat pantatku. Cerita Dewasa Diperkosa Gangbang Gigolo Ciuman Pak Roni sudah sampai di leherku, dilepasnya blazer yang menutupi bagian luarku hingga tampak tank top pink yang kukenakan dibaliknya. Dgn hanya mengenakan tank top, maka tampaklah putingku yang menonjol di baliknya. Sebenarnya aku bisa saja menolak cumbuan Pak Roni kalau mau, tapi melihat pandangan Pak Roni yang penuh wibawa dan wajahnya yang galak tegas membuat aku takluk dalam pelukan dan ciumannya. Bukan ketakutan masalah bisnis, aku yakin sebagai seorang professional dia bisa membedakan antara bisnis dan pribadi, tapi memang pada dasarnya aku juga mau dicumbunya. Kulihat Pak Marlon sudah berciuman dgn Linda sementara tangannya meremas remas buah dada Linda yang montok itu. Pak Roni lalu menelentangkan badanku di atas meja meeting, disingkapkan rokku dan dari celah celana dalam mini dia mulai menciumi dan menjilati kemaluanku dgn gairahnya. Tiba tiba kami dikagetkan ketukan di pintu, segera aku berdiri dan membetulkan rok miniku dan kuambil blazerku, tapi Pak Roni memberi tanda supaya nggak usah dipakai. Linda membuka pintu, ternyata room boy yang mengantar champagne pesananku, Linda menerima dan menyelesaikan pembayarannya ke kamarku dan dia minta supaya di depan pintu diberi tanda DO NOT DISTURB, setelah mengunci pintu Linda membuka dan menuangkan untuk kami. Pak Roni tak mau kehilangan waktu, begitu pintu ditutup, dia kembali memelukku lalu menurunkan tali tank top ku hingga ke tangan, setelah meremas remas sambil mencium leherku, ditariknya tank topku hingga ke perut, maka terpampanglah buah dadaku di depan semua orang. wow, very nice breast, begitu kencang, I love it komentar Pak Roni lalu kepalanya dibenamkan di antara kedua bukit itu sambil tangannya meremas remasnya. Ciumannya dgn cepat berpindah ke puncak bukit dan secara bergantian dia mengulum dari satu puncak ke puncak lainnya. Dgn cepat ciuman Pak Roni turun ke perut dan selangkanganku setelah terlebih dahulu melemparkan tank top ke Martin dan kembali merebahkan aku di meja meeting, dijilatinya kemaluanku dari balik celana dalamku. Martin mendekatiku dari atas lalu mencium bibirku dan meremas buah dadaku kemudian mengulum putingnya, sementara jilatan Pak Roni makin menggila di kemaluanku, tapi aku tak berani mendesah. Linda sudah melepas blazernya hingga kelihatan buah dadanya yang montok menantang dibalik kaos you can see ketatnya, dia hanya duduk memperhatikan kami, tak seorangpun menyentuh champagne yang sudah kupesan, ternyata akulah yang menjadi santapan selamat, bukan champagne itu. Disaat aku lagi meregang dalam kenikmatan, kembali kami dikagetkan suara handle pintu dibuka, lalu berganti dgn ketukan. Andre teriakku panik aku tak ingin Andre melihatku dalam keadaan seperti ini, akan mengurangi wibawaku dimatanya. Kudorong kepala Pak Roni dgn halus, aku mencari tank top atau blazerku tapi terlambat, Linda sudah membuka dgn hati hati pintu itu dan masuklan Andre dgn membawa laptop dan dokumen dokumennya sebelum aku sempat menutupi badan atasku. Kulihat wajah Andre melongo terkaget kaget melihat aku duduk di meja meeting dalam keadaan topless dan kaki di atas kursi, sementara Pak Roni masih jongkok di bawahku dan Martin ada dibelakangku dgn bertelanjang dada. eh ma..ma..maaf mengganggu katanya lalu berbalik ke pintu, tapi Linda segera menghalangi dan menutup kembali pintu itu. Udah duduk saja di sini jawab Linda sambil menghalangi pintu itu dgn badannya. tapi..tapi ..tapi ini harus ditandatangani jawabnya belum sadar dgn apa yang terjadi. nggak ada tapi, tanda tangan mah gampang, sini aku Bantu kata Linda sambil mengambil dokumen dan laptop dari tangan Andre dan meletakkannya di meja pojok ruangan di samping champagne.. taruh di sini saja, kamu lihat sendiri kan mereka sedang sibuk kata Linda sambil menarik Andre duduk disebelahnya di sofa. Kulihat wajah Andre masih melongo kaget melihat bagaimana tingkah lakuku. Sudah terlambat, persetan, apa yang terjadi terjadilah pikirku dan kembali telentang di meja menuruti permintaan Pak Roni, dipelorotnya rok mini dan celana dalamku. Pada mulanya agak risih juga bertelanjang di depan Andre tapi selanjutnya sudah tak kuperhatikan lagi kehadiran Andre di ruangan itu ketika lidah Pak Roni dgn cantiknya kembali menggelitik klitorisku. Martin membimbing tanganku dan dipegangkan ke kemaluannya yang sudah tegang, ternyata dia sudah mengeluarkan kemaluannya dari lubang resliting, tanpa menunggu lebih lama kukocok kemaluan itu. Pak Roni melepas celana dalamku dan dilemparkannya ke arah Linda dan Andre, ternyata Linda sudah duduk di pangkuan Andre dan mereka sedang berciuman. Pak Roni menarikku duduk di tepi meja, ternyata dia masih berpakaian lengkap, kubantu melepaskan pakaiannya, lalu aku jongkok di depannya, kupelorotkan celananya, ternyata dia tak memakai celana dalam, dan wow kemaluannya yang menegang membuatku terpesona, besar dgn guratan otot di batangnya menonjol dgn jelas. Segera kujilati kepala kemaluannya dan memasukkan kepala kemaluannya ke mulutku, kupermainkan dgn lidahku di dalam, tak tahan diperlakukan seperti itu, Pak Roni menaikkanku kembali duduk di meja, disapukannya kepala kemaluan itu ke bibir kemaluanku, pelan pelan mendorong hingga masuk semua lalu didiamkannya sejenak, maka melesaklah kemaluan kedua di hari untuk kemaluanku. Dia memandangku dgn penuh nafsu, mencium bibirku, lalu mulai menggoyangkan pantatnya maju mundur mengocok kemaluanku, tangannya meraba buah dadaku lalu wajahku dan jarinya dimasukkan ke mulutku, kukulum dan kupermainkan jarinya dgn lidahku. Pak Marlon mendekat lalu meremas remas buah dadaku, kuraih kemaluannya yang masih tegang nongol dari lubang resliting dan kukocok seirama kocokan Pak Roni. Kudengar desahan dari tempat lain, ternyata Linda sudah semi telanjang di pangkuan Andre sedang mendapat kuluman dan remasan darinya di kedua putingnya, buah dada Linda yang montok itu hampir menutup wajah Andre yang sedang terbenam di celah celahnya. Melihat hal itu, Pak Marlon meninggalkan kami menuju ke Linda dan Andre, segera dia mengulum puting Linda yang merah menantang berbagi dgn Andre, mendapat kuluman dari dua orang, Linda sepertinya ingin teriak tapi ditahannya dgn menggigit jarinya. Setelah puas mengocokku dari depan sambil meremas remas buah dadaku, Pak Roni memintaku berbalik, maka aku berdiri membelakangi dia dan badanku membungkuk ke depan bertumpu pada meja, kaki kananku kunaikkan di kursi, Pak Roni kembali melesakkan kemaluannya di kemaluanku, dia mengocok dgn kerasnya hingga meja meeting itu begoyang goyang. Dgn posisi seperti ini aku bisa melihat Linda sedang duduk di sofa menerima jilatan Andre di kemaluan mengulum kemaluan Pak Marlon yang berdiri di sampingnya. Kocokan Pak Roni serasa menggesek semua sisi dinding kemaluanku, begitu nikmat hingga aku melayang dibuatnya, ingin aku menjerit karenanya tapi kutahan dgn menggigit bibirku. Terbuai oleh kenikmatan dari Pak Roni, tanpa kusadari ternyata Linda, Andre dan Martin ternyata sudah bergeser ke meja di dekatku hingga aku bisa melihat dgn jelas bagaimana Andre mempermainkan klitoris Linda sambil mengocokkan jarinya, ternyata dia sudah mahir juga, batinku. Sementara Pak Marlon berada di antara aku dan Linda, sambil mengulum puting Linda dia meremas buah dadaku. Terkaget aku ketika melihat Andre mengusapkan kemaluannya di kemaluan Linda, ternyata kemaluan Andre begitu besar, sepertinya jauh lebih besar dari punya Pak Roni apalagi Pak Marlon, mungkin sama besar dgn punya suamiku tapi dgn bentuk yang melengkung ke atas membuatku ingin menikmatinya, itu adalah bentuk kemaluan favoritku. Sepertinya dia kesulitan memasukkan kemaluan besarnya ke kemaluan Linda, berulang kali dia berusaha memasukkan tapi gagal meski kemaluan Linda sudah basah, dicoba lagi dan dicoba lagi hingga berhasil meski hanya separuh, tapi Linda sudah menggelinjang gelinjang entah kesakitan atau ke-enak-an. Kupegang tangannya dan dia meremasnya dgn kuat saat Andre berusaha mendorong lebih dalam, memasukkan mili demi mili kemaluannya ke dalam kemaluan Linda. Sementara kocokan Pak Roni juga tak kalah nikmatnya, goyangannya semakin bervariasi menghunjam kemaluanku dari berbagai arah dan gerakan. Tangan kami saling meremas dalam kenikmatan. Andre mulai mengocok Linda dgn perlahan dan semakin lama semakin cepat, desah tertahan keluar dari hidung Linda, dia kelojotan menerima kocokan Andre meskipun pelan menurutku, sambil meremas buah dada Linda Andre mulai mempercepat dan menyodok dgn keras. Remasan tangan Linda makin kencang, sekencang kocokan Andre padanya. Aaauughh..eeghh..ss teriak Linda tak dapat menahan kenikmatan yang diberikan Andre. sstt bisikku sambil menutupkan tanganku ke mulutnya, meski aku sendiri sedang terbakar nafsu dan kenikmatan. Andre mengocok Linda dgn penuh gairah nafsu, buah dada Linda yang besar bergoyang goyang liar seiring dgn kocokannya, tapi segera dihentikan dgn kuluman Pak Marlon yang sepertinya nggak rela membiarkan buah dada itu bergoyang sendirian. Kokocakan Pak Roni sungguh bervariasi, baik kecepatan, arah maupun goyangannya, sungguh trampil dia dalam bercinta, membuatku panas dingin dibuatnya. Setelah puas mengocokku, Pak Roni menarik keluar kemaluannya, dan digantikan dgn Pak Marlon mengocokku. aku berjongkok di kursi dan tanganku bersandarkan sandaran kursi hingga Pak Marlon mengocokku dgn doggie style dgn tetap menghadap ke Linda dan Andre dan juga Pak Roni yang kini berdiri di sisi Andre menunggu giliran sambil meremas dan mengulum buah dada Linda yang montok manantang itu menggantikan posisi Pak Marlon. cerita sex,cerita dewasa,cerita mesum,cerita ngentot, ngentot artis, cerita bokep, Cerita panas Andre mengocok Linda makin ganas, dgn satu kaki terangkat di pundaknya sedang satu kaki lagi dipegang tangannya dgn posisi terpentang pasti kemaluan Andre melesak masuk ke kemaluan Linda hingga menyentuh dinding terdalamnya, dgn disertai dorongan yang keras pasti Linda sudah terbang ke awang awang kenikmatan. Andre lalu memiringkan badan Linda hingga dia menghadap ke arahku, lalu dia kembali mengocoknya dgn keras, buah dada Linda ikut bergoyang goyang seirama kocokan Andre. gila hebat juga ini anak batinku. Kocokan Pak Marlon tak terlalu kuperhatikan karena setelah mendapatkan Pak Roni punya Pak Marlon taklah terlalu berasa meski aku bisa menikmati sedikit kenikmatan yang berbeda, dgn melihat bagaimana Andre memperlakukan Linda aku bisa dgn cepat bergairah kembali, maka kugoyangkan pantatku melawan gerakan Pak Marlon, secepat kocokan Andre pada Linda, aku begitu horny dibuatnya, sambil berharap supaya Andre tak orgasme di kemaluan Linda terlebih dahulu supaya aku bisa menikmati semprotan pertamanya. Sambil menunggu giliran yang belum juga diberikan Andre, Pak Roni menggapai buah dadaku dan tangan satunya meremas buah dada Linda yang lebih montok seolah hendak membAndrengkan, kedua tangannya meremas dua buah dada yang berlainan bentuk dan ukuran. aku sudah khawatir cemas kalau ternyata Andre menyemprotkan spermanya di kemaluan Linda terlebih dahulu, karena sudah cukup lama dia mengocokkan kemaluannya ke kemaluan Linda, sudah setengah jam lebih. gila kuat juga si Andre ini batinku. Kini Andre mengocok Linda dgn posisi doggie di atas kursi, meniru posisiku hingga kami saling berhadapan, buah dada Linda yang besar menggantung dan bergoyang dgn indahnya ketika Andre mengocoknya, Pak Roni yang masih menunggu giliran dari Andre duduk di meja antara kami, hingga kami bisa mengulumnya secara bersamaan antara kuluman dan jilatan. Linda mengulum maka aku menjilati sisanya begitu juga sebaliknya, dua lidah di satu kemaluan. Mendapatkan perlakuan seperti itu dari dua wanita cantik seperti aku dan Linda membuat Pak Roni merem melek, tangannya meremas rambutku juga rambut Linda. Sepertinya Linda sudah bisa merasakan nikmatnya kemaluan Andre yang besar itu hingga dia bisa membagi konsentrasi dgn kuluman pada kemaluan Pak Roni. Andre menghentikan kocokannya dan menyerahkan Linda ke Bos-nya dan mereka bertukar tempat, Andre mengganti posisi pada mulut Linda setelah terlebih dahulu memutar kursi Linda menjauh dariku, kecewa juga aku dibuatnya karena tak bisa menikmati kemaluan Andre itu, ingin minta tapi masih ada perasaan segan atau gengsi. Masih bisa kulihat dgn lebih jelas betapa nikmatnya kemaluan Andre itu hingga Linda mengulum dgn ganasnya meski tak bisa memasukkan semuanya. aku yakin Linda kurang bisa menikmati Pak Roni setelah merasakan kemaluan Andre. Kocokan Pak Marlon tak kuperhatikan lagi, tapi aku lebih menikmati kuluman Linda pada kemaluan Andre itu meski Pak Marlon mulai melakukan variasi gerakannya, tangannya mengelus punggung dan buah dadaku, dia lalu memutar kursi hingga aku dan Linda berjejer, tapi Andre malah menggeser badannya ke sisi lain malah menjauhiku. Pak Roni meremas buah dadaku sambil mengocok Linda, sementara Pak Marlon meremas buah dada Linda sambil mengocokku dan Andre meremas remas buah dada montok yang satunya dari sisi lainnya, kini Linda mendapat servis dari tiga orang, sementara aku menginginkan Andre tapi dia selalu menghindariku sepertinya dia segan menyentuhku. come on Andre, satu remasan atau satu kuluman saja darimu, I need you jerit batinku tapi kembali rasa gengsi sebagai Bos terhadap dia masih tinggi. Andre berciuman dgn Linda sambil tangannya tetap meremas buah dadanya, aku iri melihatnya, bahkan ketika Pak Roni dan Pak Marlon bertukar tempat, Andre tetap tak mau beranjak ke arahku. Kembali aku mendapat kocokan dari Pak Roni, oh much better than before, kurasakan kenikmatan kembali dari Pak Roni, ouh betapa nikmatnya sodokan dan kocokan beliau jauh lebih nikmat dibAndreng dgn Pak Marlon tadi, kini aku kembali tenggelam dalam kenikmatan birahi. Tapi itu tak berlangsung lama ketika Pak Roni dan Pak Marlon bertukaran tempat lagi, hingga tiga kali. Tak lama kemudian ketika Pak Roni sedang keras kerasnya menyodokku, kembali aku dibuat iri pada Linda saat Pak Marlon dan Andre bertukar tempat, Linda sudah mendapat kocokan Andre untuk kedua kalinya, kepalanya mendongak dan badannya menggeliat ketika Andre memasukkan kembali kemaluannya tapi tak lama setelah itu dia sudah mulai mengulum kemaluan Pak Marlon. Pak Roni kembali meremas remas buah dada Linda sambil mengocokku tapi Andre tak mau melakukan hal itu padaku, dia tetap serius mengocok Linda sampai berulang kali dia menggeliat ketika Andre mengocoknya dgn keras. Linda sudah mendapatkan tiga kemaluan, di mulut maupun kemaluan, tapi aku baru dua, itupun kurang memuaskanku teriak batinku. Kupandangi wajah Andre ketika mengocok Linda begitu ganteng dan cool, expresinya tak berubah seperti biasa saja kecuali keringatnya yang menetes membasahi badannya yang atletis itu sehingga makin sexy. Belum sekalipun Andre menyentuhku, entah dia mau menghukumku atau karena segan, aku tak tahu. Kuhibur diriku dgn berkonsentrasi pada kocokan Pak Roni, aku tak mau tersiksa terlalu lama mengharapkan Andre, maka kugerakkan pinggangku mengimbangi Pak Roni dan hasilnya sungguh luar biasa, dia bergerak semakin liar dan akhirnya tak bisa bertahan lama, maka menyemprotlah spermanya ke kemaluanku dgn kencangnya, kurasakan denyutan yang keras dari kemaluannya di dalam kemaluanku seakan menghantam dinding rahimku. Bersamaan dgn semprotan Pak Roni, ternyata Pak Marlonpun menyemprotkan spermanya di muka Linda, sperma itu menyemprot kemana mana baik di mulut, wajah dan sebagian ke rambutnya. Pak Roni menarik kemaluannya yang sudah lemas begitupun dgn Pak Marlon, aku belum mencapai orgasme, hanya satu kemaluan yang masih berdiri yaitu Andre, akhirnya aku harus mengalahkan gengsiku yang dari tadi mencegahku. Kuhampiri Andre yang sedang menyocok Linda, dari belakang kupeluk dia hingga badan telanjangku menempel di punggungnya, keringat kami menyatu, aku elus dadanya yang bidang berbulu. Sesaat dia menghentikan gerakannya tapi kemudian dilanjutkan kembali dgn lebih keras. Merasa belum mendapat respon darinya, aku bergeser ke depan, kujilati puting dadanya sambil mengelus kantung bolanya, Andre masih tetap tak mau menyentuhku malah makin cepat mengocok Linda, maka kupegang tangannya dan kuletakkan di buah dadaku, kugosok gosokkan, barulah dia mulai merespon dgn remasan halus tanpa berhenti mengocok Linda, lalu kucium bibirnya, tanpa kuduga dia langsung memegang kepalaku dan diciumnya bibirku dgn penuh gairah, full of passion, seperti orang melepas rindu berat, mungkin dari tadi Andre memang menginginkanku tapi tak berani. Ciuman pada bibirku yang penuh nafsu tak menghentikan kocokan pada Linda, lalu turun ke leherku sebagai sasaran selanjutnya dan berhenti di kedua putingku. Dgn penuh nafsu dan dgn liarnya dia mengulum, menjilat, menyedot dan meremas remas puting dan buah dadaku. Ouuhh aku menggeliat dalam kenikmatan yang indah. Konsentrasiku terganggu ketika kudengar teriakan dari Linda yang sedang mencapai kenikmatatan tertinggi, dia mengalami orgasme dgn hebatnya, terlihat badannya bergetar hebat dan kepalanya digoyang goyangkan seperti orang yang kesetanan, beberapa detik kemudian badannya melemas di atas kursi dgn napas terputus putus. Bersamaan dgn ditariknya kemaluan dari kemaluan Linda, dia mendorong badanku ke bawah lalu disodorkannya kemaluan besar itu ke wajahku, agak ragu sejenak tapi kemudian tanpa membuang waktu lebih lama kukulum juga kemaluan anak buah kepercayaanku itu, seperti dugaanku ternyata aku tak mampu mengulum kemaluan itu semuanya, lalu kukocok pelan, aroma dari kemaluan Linda tercium olehku tapi tak kupedulikan, Andre memegang kepalaku dan mengocokkan kemaluannya di mulutku dgn liar, hampir aku tak bisa bernafas. Linda sudah duduk di antara Pak Marlon dan Pak Roni, kemudian Andre memintaku duduk di kursi, dipegangnya kedua kakiku dan dipentangkannya, kuraih kemaluan besar yang dari tadi kuimpikan, kusapukan di bibir kemaluanku dan kuarahkan masuk, ternyata Andre tak mau terlalu lama bermain main di luar, dgn keras di sodoknya kemaluan besar itu masuk ke kemaluanku. OOUUGGHHh teriakku spontan lalu kututupi mulutku dgn tangan sambil melotot ke arahnya. Kemaluanku terasa penuh hingga aku tak berani menggerakkan badanku, tapi Andre seperti tak peduli, langsung mengocokku dgn cepat dan keras, kurasakan kemaluannya menggesek seluruh dinding dan mengisi semua rongga di kemaluanku, begitu nikmat hingga seakan aku melayang layang dalam kenikmatan birahi yang tinggi. Kakiku kujepitkan di pinggangnya, kedua tangannya meremas dgn keras kedua buah dadaku dan memilin ringan putingku sambil mencium bibirku dgn ganasnya. Begitu liar dan ganas dia mencumbuku seakan menumpahkan segala dendam yang lama tesimpan, kocokannya yang keras seakan mengaduk aduk kemaluanku. Kulawan gerakannya dgn menggerakkan pinggulku secara acak, dan aku mendapatkan kenikmatan yang bertambah. Entah sudah berapa lama kami bercinta di kursi hingga dia memintaku untuk rebah di karpet lantai ruangan, lalu segera dia menyebadaniku, badan atletisnya menindih badanku sambil pantatnya turun naik mengocok kemaluanku, ciumannya sudah menjelajah ke seluruh wajah dan leherku tanpa sedikitpun bagian yang terlewatkan. aku mengagumi kekuatan fisik Andre yang begitu kuat, dinginnya AC tak mampu mencegah peluh kami sudah bertetesan di seluruh badan. Kuraih kenikmatan demi kenikmatan dari setiap gerakan Andre di atas badanku. Selanjutnya kami bergulingan, kini Andre telentang dan aku duduk di atasnya, secepatnya kugoyangkan pantatku mengocok kemaluan Andre, goyanganku kubuat tak aturan dan banyak variasi hingga dia menggigit bibirnya, dipandanginya wajahku, lalu dia kembali meremas buah dadaku dgn kerasnya, tanpa kusadari ternyata Pak Roni sudah berdiri di sampingku dan menyodorkan kemaluannya ke mulutku, kugapai dan langsung kukulum dgn gairahnya sambil tetap menggoyang pantatku. Pak Roni ternyata tak mau diam saja, dia ikut mengocokkan kemaluannya di mulutku sambil memegangi kepalaku. Tak mau kalah Andre kemudian ikutan menggoyangkan pinggulnya hingga kami seolah berpacu meraih kenikmatan birahi. Andre lalu duduk hingga badanku berhadapan dalam pangkuannya, kujepitkan kakiku di pinggangnya sambil tetap menggoyangkan pantat tanpa melepas kocokan mulutku pada kemaluan Pak Roni, Andre menjilati seluruh leher dan dadaku, disedotnya putingku dgn keras, kurasakan gigitan gigitan kecil di sekitar buah dada dan putingku tapi tak kuperhatikan. Akhirnya kurasakan badan Andre menegang dan sedetik kemudian kurasakan kepala kemaluannya membesar memenuhi rongga dalam kemaluanku lalu menyemprotkan spermanya, sementara gigitan dan sedotan di dadaku terasa semakin kuat, denyutannya membuat aku terbang melayang tinggi hingga ke puncak kenikmatan, maka akupun orgasme saat kemaluan Andre sedang berdenyut dgn hebatnya di kemaluanku, kami sama sama menggapai orgasme dalam waktu yang relatif bersamaan, badanku sudah mulai melemas tapi kemaluan Pak Roni masih di tanganku, maka kukeluarkan kemampuanku untuk segera mengakhiri kemauan Pak Roni sambil masih tetap duduk di atas Andre, tangan Andre masih meremas dgn lembut kedua buah dadaku, tapi konsentrasiku hanya tertuju ke Pak Roni, tak lama kemudian berdenyutlah kemaluan Pak Roni di mulutku, tak kurasakan cairan sperma keluar dari kemaluan itu, hanya denyutan denyutan ringan hingga melemas dgn sendirinya. aku terkulai lemas di atas badan Andre, anak buahku itu, dan dia membalas dgn ciuman dan elusan di punggung telanjangku, beberapa saat kemudia aku tersadar dan berdiri menjauhinya, duduk kembali di kursi. Linda memberikan teh hangat, kami semua masih telanjang, masih kurasakan seakan kemaluan Andre masih mengganjal kemaluanku. Baru aku sadari ternyata ada empat titik memerah bekas gigitan Andre pada dada dan sekitar buah dadaku, kulirik Andre tapi dia tak memperhatikan. Jarum jam menunjukkan pukul 1330, ketika kami menandatangani kontrak itu dalam keadaan telanjang, sambl memangkuku Pak Roni menandatangani lembaran itu dan di atas pangkuan Pak Roni pula aku menandatanganinya. Sementara Pak Marlon sebagai saksi, ikut menandatangani kontrak itu sambil memangku Linda yang masih telanjang. Alangkah asiknya kalau kita bisa makan siang bersama sambil telanjang usul Pak Marlon aku hanya tersenyum menanggapi usulan nakal Pak Marlon, kukenakan kembali pakaianku meski tanpa celana dalam karena diminta Pak Marlon yang masih bujangan itu. Tak lama kemudian kami semua sudah berpakaian lengkap, kubereskan dokumen yang berserakan di lantai maupun meja dan kuberikan semuanya ke Andre. Dan selesailah official meeting hari ini. Sebenarnya aku tak mau mencampur adukkan antara bisnis dan kesenangan seperti ini, baru pertama kali terjadi. Awal bisnis yang di awali seperti ini terus terang membuat aku takut, tapi apa bedanya dgn para bisnisman lainnya yang memberikan wanita cantik untuk dapat mendapatkan proyek, toh proyek itu jalan juga. Setelah makan siang, aku dan Andre mengantar mereka hingga ke lobby dan disanalah kami berpisah, aku dan Andre naik ke atas, tak ada pembicaraan sepanjang jalan ke kamar meskipun di lift Cuma kami berdua, suasana menjadi kaku, hal seperti inilah yang tak aku inginkan. Andre apapun yang telah terjadi adalah tak pernah terjadi, tolong camkan itu demi kebaikan kita semua kataku pada Andre sambil mengecup bibirnya, sebelum dia masuk kamarnya. Dan kami kembali ke Jakarta sebagai mana tak terjadi sesuatu kecuali kenangan indah. aku tak pernah bisa memenuhi kata kataku sendiri seperti yang aku pesan di atas, karena bercinta dgn Andre terlalu nikmat untuk di tinggalkan. Itulah Cerita Dewasa Diperkosa gangbang dengan Gigolo yang kuat dan sangat bergairah nikmat sekali, semoga dengan adanya Kisah ini bisa membuat kalian semua semakin joosss.. ,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,, Cerita Sex HOT Adik Suamiku Dan Temannya Kost Bebas Adik Sepupu Iparku, Jen - Cerita Sex Selingkuh - Mister Sange Cerita Seks Dengan Adik Ipar Yang Binal Cerita Sex Hot Cerita Sex Gangbang Bertiga Dengan Istri cerita seks aku istriku kakak ipar dan adik ipar Archives Cerita Dewasa Terupdate Cerita Dewasa Ngentot Menaklukkan Adik Ku Yang Bandel Cerita Sex Dewasa - Skandal 3 Kakak Ipar - Mister Sange Selingkuh dengan adik ipar sendiri ~ Cerita Dewasa 17Th Indonesia Cerita Hot Gang Bang Jual Istri Karena Hutang – PUTRI77 Cerita Sex Di Gangbang Sama Anak Kost Ku – PUTRI77 Cerita Dewasa - Kakakku Yang Cantik dan Aduhai - Mister Sange Kuperkosa Adikku Yang Nakal Cerita Sex Hot Cerita Sex Kakak Ketagihan Ngentot Adik Kandung Cerita Sex Pesta Seks, Lesbian Gangbang – PUTRI77 Ku Gang Bang Ibu Kamdungku - Foto Bokep HOT cerita dewasa wanita itu ternyata adik kandungku Archives Cerita Dewasa Terupdate Cerita Dewasa - Mijat Kakak Ipar - Mister Sange Cerita Sex HOT Dengan Adikku Berpenis Besar Kost Bebas Cerita Dewasa Kisah Ngentot Pria Perkasa Dengan Ibunya Cerita Sex Bersambung Ya Dia Ibuku Chapter 1 Cerita Seks Dewasa Kisah Selingkuh Dengan Istri Bos Cerita Ngentot Kecanduan Sex Gangbang – PUTRI77 Ceceku Patricia dan Aku - Cerita Tabu - Mister Sange Cerita Isteri Kesepian Di Gangbang 5 Cowok – Cerita Dewasa 2017 Cerita Sex Resiko Hypersex – PUTRI77 Istri Selingkuh Ngentot Gangbang - Foto-foto seks Free 🧡 Cerita Seks Dengan Adik 2021 Movies Korban rayuan adik suamiku ~ Cerita Dewasa 17Th Indonesia Cerita Mesum Hot Terbaru Bercinta Dengan Adik Kandungku Aku Istri Hyper Suka Ngentok Gangbang - Cari-cari Foto Pengalaman Liar Bini Nakal Disodok Suami Tukang Becak Dan Adik Ipar Sendiri Sampai Memek Rasanya Seperti Pintu Koboy. – Ceritasex16 cerita dewasa jangan di anus pak Archives Cerita Dewasa Terupdate cerita bokep panas Cerita Sex Bahasa Indonesia Kisah Seks Gangbang Dengan Gigolo - Toket Montok SMP Cerita Sex Gadis Alim Yang Terjerumus Cerita Sex Perkosaan Gangbang 3 Orang – PUTRI77 Fakta-fakta Cerita Viral Kakak Jual Adik untuk Pemuas Seks Temannya, Per-Orang Bayar Rp 10 Juta hingga Hamil Cerita Dewasa - Gangbang dengan Kakak Perempuan - Cerita Dewasa, Film Bokep, Video Ngentot, Foto Bokep Crta Sex Aku Dan Mbk Yani Kkak Iparku - Foto-foto seks cerita dewasa birahi stw Archives Cerita Dewasa Terupdate NovelBasah Kumpulan Cerita Dewasa, Cerita Sex, Cerita Seks Video Seks Gangbang’ Biduan Dangdut dan Bos Salon Dibuat Saat Masih Pasutri Ngentot Mama Kandung Di Sawah - Cari-cari Foto Lendirgalery Kumpulan Cerita Dewasa, Cerita Mesum, Cerita Hot Terbaru Kisah Dewasa Istriku Jadi Boneka Seks - Foto-foto seks Cerita Sex Sekretaris Cantik Di Gangbang Puluhan Lelaki Cerita Sex Gangbang 2 Cewek Bule Penuh Nikmat – PUTRI77 Cerita Sex HOT Kakak Adik Hobi Ngentot Kost Bebas Cerita Sex Kepsek Maniak Seks Beraksi – PUTRI77 Cerita Semprot Com Istri Gangbang Cerbung Preman Masuk SexiezPix Web Porn Cerita Seks Pertama Kali Anal Bersama Kakak - Tante Pamer Toge Cerita Sex GANGBANG KAKAK PEREMPUAN… - Cerita pengalaman Facebook Cerseks Bergambar Hot Nikmatnya Menyetubuhi Adik Kandung Sendiri Cerseks Istri Di Gangbang - Cari-cari Foto Kisah Eksib Riri Part-2 - Cerita Dewasa - Mister Sange Cerita Sex Gangbang 2 Cewek Bule Penuh Nikmat – ARTIKEL BOKEP Cerita Dewasa, Cerita Sex Panas, Cerita Sex Terbaru Kisah Nyata Gangbang Amoy - Foto-foto seks Janda Cantik Doyan Gangbang. Aku seorang wanita berumur 30 tahun… by Melissa Tan Medium Ketika sang istri sakit, sang suami pergi tidur dengan saudara iparnya - Cerita Seks Gadis SMA Yang Di GangBang Adikku adalah Ibu anakku ~ Cerita Dewasa 17Th Indonesia Cerita Mesum Hubungan Sex Cara Gangbang – PUTRI77 Cerita Sex_Jesica Stories Extreme Gangbang – PUTRI77 Cerita dewasa perawan di gangbang - JosephSchroede1’s blog Kumpulan Cerita Dewasa Terbaik - Cerita Sex Terbaru Cerita sex sedarah – Page 5 – ARTIKEL BOKEP Cerita Sex Pemerkosaan Siswa Sma Kumpulan Foto Bugil Syur Cerita Sex Cerbung Istri Suami Dilecehkan Istri Hot Sex Picture Cerita Dewasa - Aku, Istri & Adik Ipar - Mister Sange Kisah Ngetot Hot Nikmatnya Mengajak Istri Threesome Saya bercinta dengan saudara perempuan istri sementara istri saya di kamar sebelah - Ziana Gangbang - OhCerita Ketagihan Di Gangbang - Foto-foto seks Search Results for “Gangbang” – Page 20 – PUTRI77 Aku sudah menyuruh dia untuk bekerja di pabrik tapi dia tidak mau, sudah 4 tahun ini pernikahan kami belum dikarunia anak, karena suamiku juga tidak mau bekerja jadi hutang kami disana disini banyak. Sampai suatu ketika ada seseorang yang datang dirumahku marah marah karena hutang suamiku belum juga dilunasinya. Pada saat itu aku hanya bisa menemani Ngatino di sisinya menghadapi kata-kata kasar orang yang dihutangi oleh Ngatino. Aku sendiri melihat gelagat yang aneh dari orang itu. Sambil marah-marah matanya seringkali tertangkap olehku sedang melirik ke arah tubuhku. Aku sendiri memang mempunyai tubuh yang cukup bagus menurutku. Tinggi 170cm termasuk tinggi untuk perempuan lokal, berat 60kg, kulit sawo matang, dengan ukuran dada 36. Kehidupan seks kami tidaklah bermasalah walaupun tidak bisa dibilang istimewa. Ngatino selalu dapat memuaskanku walaupun dia adalah seorang yang konservatif yang selalu bermain dengan gaya yang itu-itu saja. Beberapa hari setelah rumah kami didatangi oleh orang yang menagih hutang, aku melihat orang tersebut di jalan ketika aku mau pergi ke rumah saudaraku. Tadinya aku akan meminjam uang dari saudaraku untuk menutupi hutang Ngatino pada orang tersebut, tapi ditengah jalan aku mempunyai pikiran lain. Aku ikuti orang tersebut untuk mengetahui dimana rumahnya. Tadinya niatku hanya untuk mengetahui saja, tapi akhirnya aku mempunyai niat lain. Aku putuskan untuk menggadaikan tubuhku untuk melunasi hutang-hutang suamiku kepada orang itu. Setelah aku mantap dengan niatku, beberapa hari kemudian aku memberanikan diri untuk mendatangi rumah orang tersebut. Rumah orang itu memang sangat besar dan mewah. Setelah berhasil mengatasi rasa gugupku akhirnya kuberanikan diri untuk memencet bel. Tak lama kemudian seorang lelaki kurus yang kupikir adalah pesuruh di rumah itu keluar. “Nyari siapa bu?” “Hmm. Bapaknya ada?” tanyaku pada lelaki tersebut. “Ibu siapa? Biar saya sampaikan ke Bapak.” “Bilang aja dari istrinya pak Ngatino.” Akhirnya pesuruh itu masuk ke dalam rumah dan tak lama berselang dia keluar lagi untuk membukakan pagar. “Tunggu aja di ruang tamu bu.” Katanya padaku. Cerita Hot Bokep Gang Bang Jual Istri Langsung saja aku menuju ke arah yang ditunjuknya. Sebuah pintu dari kayu jati dengan ukiran yang sangat cantik. Belum juga aku sampai ke depan pintu, pintu tersebut sudah dibuka dari dalam. Rupanya yang membukakan pintunya adalah orang yang kucari. Cerita Hot Gang Bang Jual Istri Karena Hutang Orang dengan perawakan kurang lebih 180cm dan kuperkirakan beratnya 75kg. Aku perkirakan umurnya sekitar 50 tahun. Berkulit hitam dan terlihat masih segar. Kesan angker yang ditunjukkannya pada saat menagih hutang tidak ada sama sekali pada saat aku datang. C Justru aku menangkap kesan ramah dan sopan dari dia. Dia langsung menjabat tanganku sambil menyebut namanya. Hog “Hartono. Mari masuk bu…” “Nimas” Jawabku langsung ketika melihat dia kebingungan. “Oh iya. Bu Nimas silahkan masuk” Aku langsung masuk menuju ruang tamu. Dan Pak Hartono langsung memersilakan aku untuk duduk. “Mau minum apa bu Nimas?” “Ah gak usah repot-repot pak” jawabku dengan gaya basa-basi bangsa timur. Akhirnya Pak Hartono menyuruh pembantunya untuk membuatkan sirup. Sambil menunggu minuman datang pak Hartono memulai pembicaraan, sekaligus untuk mencairkan suasana yang kaku. Seolah-olah dia tahu kalau aku gugup dan grogi bertemu dengannya. Kuakui dia adalah sosok yang bisa membuat pembicaraan menjadi santai. Ditambah lagi mungkin dengan wawasan yang cukup luas sehingga dia sepertinya tidak pernah kehabisan bahan pembicaraan layaknya penyiar radio yang selalu ngoceh sepanjang jam siaran. Semakin jauh kami berbicara justru aku semakin kehilangan rasa gugupku yang tadi menghinggapi. Obrolan kami sempat terhenti karena pembantu pak Hartono datang membawakan minuman pesananan majikannya. “Silahkan diminum bu Nimas” “Oh iya pak. Terima kasih.” Tak lama langsung saja kuteguk minuman yang disuguhkan. “Kok sepi ya pak? Istri bapak lagi keluar?” Tanyaku unuk memulai obrolan kembali. “Istri saya sudah lama meninggal.” “Oh maaf pak, saya gak tahu” “Oh gak apa-apa. Oh iya bu Nimas sudah berapa lama menikah dengan pak Ngatino?” “Empat tahun pak. Tapi ya gitu deh pak. Mas Ngatino gak pernah punya kerjaan tetap. Jadi makin lama makin numpuk aja hutangnya. Ditambah lagi sampai sekarang kami belum juga punya anak” kataku sekalian curhat sedikit ke pak Hartono. Setelah disinggung soal hutang, pak Hartono akhirnya menanyakan perihal hutang suamiku. Dan dia juga bercerita bahwa sebenarnya suamiku tidak hanya berhutang kepadanya tapi juga ke teman-teman pak Hartono. Jujur saja aku kaget, karena selama ini suamiku tidak pernah berkata jujur perihal hutangnya. Rupanya pak Hartono sudah menyimpan rencana sendiri yang kurang lebih mirip dengan rencanaku. Dan akhirnya rencana itu disampaikan kepadaku, bahwa hutang suamiku bisa lunas dengan catatan aku mau diajak bercinta hutang suamiku satu juta setiap aku melayaninya. Dan itu berlaku juga untuk hutang suamiku dengan teman-temannya yang ternyata ada dua orang lagi. Dan ternyata suamiku berhutang sepuluh juta ke setiap orangnya. Ini berarti aku harus bercinta tiga puluh kali, dengan setiap orangnya aku layani sepuluh kali. Aku sempat berpikir juga melihat keadaan yang seperti itu, tapi demi melunasi hutang suamiku akhirnya aku sanggupi permintaannya. Akhirnya aku disuruh kembali lagi keesokan harinya, karena hari itu Pak Hartono sudah mempunyai janji dengan rekan pulang aku menanyakan apakah teman-temannya berkenan dibayar hutangnya dengan tubuhku? Dan Pak Hartono berhasil meyakinkan bahwa teman-temannya pasti akan satu suara dengannya. Akhirnya keesokan harinya aku datang kembali ke rumah Pak Hartono. Hari itu aku untuk pertama kalinya berdandan bukan untuk suamiku, tapi untuk laki-laki lain. Aku datang dengan pakaian tetap casual saja. Toh pikirku nantinya pakaian ini juga tidak berguna karena ketika aku menunaikan tugasku baju ini harus dilepas. Yang jelas aku mempersiapkan mentalku untuk hal ini. Karena ini juga untuk pertama kalinya aku akan disetubuhi oleh laki-laki yang bukan suamiku. Dan yang jelas aku juga mempersiapkan vaginaku. Semua bulu-bulu yang tumbuh disekitar vaginaku kucukur habis, sehingga vaginaku bisa terlihat dengan jelas. Sesampainya di rumah Pak Hartono aku disambut dengan hangat, Pak Hartono mencium punggung tanganku dan kedua pipiku. Diriku agak canggung menerima perlakuan yang diberikan kepadaku, karena dia bukan suamiku. Tetapi aku sendiri tidak pernah diperlakukan seperti itu oleh suamiku. Saat itu aku merasa diperlakukan layaknya seorang perempuan. Dia tidak menunjukkan bahwa dia hawa nafsunya, tapi justru menunjukkan sikap seorang lelaki dewasa yang membuatku sedikit “terbius” oleh perlakuannya. Setelah sambutan hangatnya aku langsung diajak menuju kamarnya. Kamar yang cukup mewah bagiku. Dan rupanya Pak Hartono telah menyulap kamarnya menjadi begitu indah. Wangi bunga telah memenuhi seisi kamarnya. Ketika aku masih terpesona dengan kamarnya yang mewah tiba-tiba dia memelukku dari belakang. Refleks dan sedikit terkejut membuat diriku agak memberontak. Tetapi dia meyakinkan diriku untuk tenang dan menikmati saja saat-saat tersebut. Dia mulai menciumi leher dan kupingku yang jelas membuatku terangsang. Lalu dia membalikkan tubuhku sehingga kami saling berhadapan. “Boleh kupanggil Nimas saja?” tanyanya padaku. “Hmm.. boleh aja pak” “Wah. Jangan panggil pak dong. Panggil saja Hartono. Supaya lebih mesra.” “Iya Hartono. Boleh aja kalau kamu mau panggil aku Nimas.” aku mulai menikmati keadaan. “Hmm.. Nimas. Sebenarnya ada satu lagi kejutan untukmu hari ini.” “Apa itu?” Belum dia menjawabnya tiba-tiba pintu kamar terbuka. Lalu ada dua orang memasuki kamar tersebut. Hal itu jelas saja membuat aku kaget. “Ini dia kejutannya. Ada dua orang lagi temanku yang dihutangi suamimu yang ingin ikut bermain dengan kita.” “Tapi Hartono…” “Tenang saja. Kalau kau melayani kami sekaligus maka bayarannya dinaikkan menjadi 1,5 juta untuk sekali main. Tidak lagi satu juta.” Sebenarnya aku agak keberatan juga dengan keadaan itu. Tapi karena suasana yang tercipta sudah kunikmati akhirnya aku menyetujuinya. Kedua temannya memang berbeda sekali dengannya. Temannya yang satu bernama Desta, keturunan Arab mempunyai dan berkulit putih. Sedangkan yang satunya bernama Frans, keturunan Cina. Tapi yang jelas ketiganya mempunyai postur tubuh yang sama. Tinggi besar dan tegap. Beda sekali dengan suamiku yang tingginya kira-kira sama denganku dan mempunyai tubuh yang tidak sebagus mereka. Jujur saja diam-diam aku mulai mengagumi mereka bertiga dan mulai membayangkan disetubuhi oleh mereka bertiga. Aku sudah lagi tidak peduli dengan suasana romantis di kamar Pak Hartono, tapi aku sudah mulai membayangkan suasana liar yang akan terjadi berikutnya. Tiba-tiba saja Pak Hartono sudah mulai mencium bibirku. Aku yang dari tadi sedang menghayal jelas terkejut, walaupun tidak lama dan langsung membalas ciuman dari Pak Hartono. Tak lama berselang Desta dan Frans langsung bergabung. Desta datang dari belakangku dan langsung menciumi leherku sedangkan Frans langsung ke tujuan dengan meremas kedua dadaku. Hal ini jelas saja membuat nafsuku meledak. Aku tidak tahan untuk tidak bersuara, dan akhirnya akupun mulai mengeluarkan desahan dari mulutku. Setelah itu bajuku dan celana panjang yang aku pakai mulai dilepas dari tubuhku sehingga terlihat bra dan cd yang aku kenakan. Hal ini jelas saja membuat mereka bertiga tambah liar untuk menjamah tubuhku. Dan tak lama berselang bra dan cd ku pun ikut lepas dari tubuhku sehingga aku benar-benar bugil. Sudah tidak ada lagi perasaan canggung dan malu di diriku. Yang ada hanya nafsu yang sudah berada di ubun-ubun. Setelah itu mereka bertiga pun melepas pakaiannya masing-masing. Dan aku benar-benar tidak bisa menyembunyikan rasa kagetku ketika mereka bertiga sudah bugil. Karena mereka semua mempunyai ukuran penis yang sangat besar bagiku. Panjang penisnya sekitar 20 cm dan berdiameter kira-kira 4-5 cm. Aku sendiri tidak dapat membedakan secara pasti punya siapa yang paling besar. Karena ukuran penis mereka yang hampir sama. Tapi yang jelas berbeda sekali dengan punya suamiku yang hanya sekitar 13cm dengan diameter 2 cm. Aku dihadapkan dengan tiga penis raksasa. Perasaan takut dan penasaran bercampur aduk di diriku. Takut karena belum pernah melihat penis dengan ukuran sebesar itu. Penasaran karena perempuan mana yang tidak mau vaginanya dimasuki penis seperti itu. Setelah semuanya bugil mereka membimbingku untuk jongkok, dan setelah itu mereka semua mengelilingiku. Mereka minta dioral secara bergantian. Lalu kulakukan permintaan itu dengan senang hati walaupun dengan bersusah payah. Aku sering mengoral suamiku, tetapi yang ini beda. Tiga penis dengan ukuran jauh dari penis suamiku. Ukuran penis mereka membuat aku agak gelagapan dan sedikit sesak nafas awalnya. Tapi lama-lama akhirnya aku bisa menguasai keadaan juga. Ketika aku mengoral penis pak Hartono kedua tanganku mengocok penis Frans dan Desta, begitu seterusnya. Jika satu sedang kuoral maka yang dua lagi kebagian kocokan tanganku. “Aarrrgghhh nikmat sekali hisapanmu Nimas” ucapan itu terlontar dari Desta ketika mendapat giliran dioral olehku. Frans mendapat giliran terakhir untuk kuoral. Dan ketika giliran Frans mereka membimbingku ke arah tempat tidur. Rupanya mereka memintaku untuk mengoral Frans sambil terlentang sementara penis Frans berada di atas mulutku. Ketika sedang asik-asiknya menikmati penis Frans, tiba-tiba kurasakan rangsangan hebat di kedua payudaraku dan di vaginaku. Rupanya Desta sedang asik menggerayangi kedua payudaraku. Dia sedang asik meremas dan menjilati kedua payudaraku. Cerita Hot Jual Istri Sedangkan Pak Hartono berada di selangkanganku, dia terlihat asik menjilati vaginaku. Terang saja aku mengoral Frans sambil mengerang ingin berteriak tidak bisa karena mulutku disumpal penis Frans keenakan karena perlakuan kedua orang tadi terhadap dua tempat sensitif di tubuhku. Tak lama kemudian Frans melepaskan penisnya dari mulutku lalu bergabung dengan Desta untuk menikmati payudaraku. Desta menggarap payudara kiriku sedangkan Frans yang kanan pak Hartono tetap menjilati vaginaku. Hal ini membuatku terangsang hebat sehingga tidak tahan lagi untuk berteriak dan meracau. “Aarrrrgghhh, nikmat banget… teruuussss… aaarrgghhh… aayoo teruusss” Akhirnya aku sampai juga pada orgasmeku yang pertama. Tak lama kemudian aku merasakan sesuatu menempel di bibir vaginaku. Setelah kulirik ternyata pak Hartono sudah siap memasukkan penisnya itu ke dalam vaginaku. Aku merasakan penis pak Hartono semakin lama semakin mendesak vaginaku. Aku merasa seperti perawan lagi karena begitu susahnya penis pak Hartono memasuki vaginaku. Terang saja susah, penis sebesar itu mencoba masuk ke dalam vaginaku yang biasanya hanya dimasuki penis Ngatino yang sekarang menjadi biasa bagiku. Cerita Hot Gang Bang Jual Istri Karena Hutang Terbantu oleh vaginaku yang sudah basah akhirnya penis pak Hartono berhasil masuk juga. Perlahan-lahan pak Hartono mulai menggoyangkan penisnya keluar masuk di vaginaku. “Arrrghhh Hartono… terus… cepetin donkk.. goyang…” aku sudah meracau tak karuan karena penis pak Hartono yang menghadirkan kenikmatan yang luar biasa. Ditambah lagi Frans dan Desta yang masih sibuk dengan kedua payudaraku. Akhirnya setelah dirasa lancar pak Hartonopun mulai mempercepat goyangannya. Baru beberapa goyangan saja aku sudah orgasme lagi padahal kulihat pak Hartono masih kuat menggoyang penisnya. Makin lama makin cepat dan cepat sampai akhirnya aku tak tahan dan sampai pada orgasme ku yang kesekekian kali. Setelah agak lama terasa goyangan pak Hartono semakin cepat dan cepat kemudian sampai pada goyangan dia yang terakhir, tubuhnya mengejang keras sekali, suaranya melenguh setengah berteriak. Dan aku bisa merasakan kalau dia orgasme. Semburan spermanya di dalam vaginaku terasa sekali. Tak lama berselang pak Hartono mencabut penisnya dan aku didatangi oleh Frans dan Desta yag tampak sudah tidak sabar. Aku lihat Frans membawa baby oil. “Untuk apa?” tanyaku. “Sudahlah nikmati saja” begitu kata Frans. Karena memang gairahku masih diatas akhirnya aku tidak pedulikan lagi. Tak lama mereka memintaku untuk berposisi doggy style, dan aku iyakan saja toh aku juga terbiasa dengan gaya itu. Tapi betapa kagetnya ketika kurasakan Frans menumpahkan baby oil di lubang pantatku dan di penisnya lalu kemudian berusaha memasukkan penisnya itu ke pantatku. Tadinya aku ingin berontak, tetapi Desta memegangi tubuhku dengan erat supaya tidak berontak. Terasa sedikit sakit ketika penis Frans mencoba untuk memasuki lubang pantatku tetapi kemudian setelah masuk terasa nikmat yang luar biasa juga. Tidak kalah dengan nikmatnya ketika masuk ke vagina. Lalu Frans kemudian mulai untuk menggoyang penisnya di dalam pantatku. Ketika sudah lancar dan baru beberapa saat Frans meminta merubah posisi tanpa melepaskan penisnya dari pantatnya. Kami berdua terlentang dan bertindihan dengan aku diatasnya. Sehingga makin kurasa Penis itu bergerilya di lubang pantatku. Tak lama kemudian Desta menghampiri kami dan sudah siap dengan penisnya yang sudah berdiri tegak dan diarahkan ke vaginaku yang terbuka menantang. Akhirnya Desta memasukkan penisnya ke dalam vaginaku berbarengan dengan Frans dia menggoyangkan penisnya keluar masuk vaginaku. Sebuah pengalaman luar biasa yang belum aku alami sebelumnya. Aku disetubuhi dua laki-laki secara bersamaan. Benar-benar terasa nikmat sekali, ditambah lagi keduanya ditambah pak Hartono merupakan sosok lelaki gagah, tampan dan enak dipandang. Pergumulan kami bertiga tak terasa membuatku orgasme berkali-kali, karena rasa nikmat yang luar biasa. Dan akhirnya Desta dan Frans secara bersamaan mencapai orgasmenya. Frans mengerluarkan spermanya di dalam pantatku sedang Desta di dalam vaginaku. Setelah itu kami berempat mebersihkan diri, dan rupanya di meja makan sudah disiapkan makanan untuk kami berempat. Setelah kami makan akhirnya aku izin untuk pulang dan tidak lupa membuat janji untuk pertemuan berikutnya dengan mereka. Setelah kejadian itu aku merasakan tidak nafsu lagi dengan Ngatino ketika dia mengajakku untuk bersetubuh. Aku hanya berusaha menjalankan kewajibanku saja. Tetapi jujur saja aku tidak merasa puas. Karena aku sudah menemukan sesuatu yang lebih diluar sana. Dan setelah semua hutang-hutang Ngatino lunas aku sering kali mendatangi mereka atau salah satu dari mereka untuk minta disetubuhi. Aku sudah sampai pada taraf ketagihan yang luar biasa. Pada akhirnya akupun jujur kepada Ngatino tentang hal yang selama ini terjadi. Dia terkejut, tapi tak biasa marah karena aku melakukan itu untuk melunasi hutang-hutangnya. Setelah kutanyai apakah dia ingin menuntut cerai diriku, dia tidak mau menceraikanku dengan alasan dia masih sayang. Aku memberikan syarat kepada Ngatino yaitu, aku bebas bersetubuh dengan ketiga orang itu kapanpun dan dimanapun aku mau tanpa harus dicemburui. Akhirnya Ngatino menyetujuinya, karena masih menyayangiku. Pernah suatu saat ketika Ngatino pulang ke rumah dia mendapati diriku sedang bersetubuh dengan ketiga pria tersebut. Ketika dia akan pergi justru dia dipaksa untuk duduk dan menyaksikan kami oleh pak Hartono, Frans dan Desta. Bahkan dia juga ditelanjangi oleh mereka didepanku. Mereka sengaja melakukan itu hanya untuk membandingkan ukuran penis mereka dan Ngatino dan memang penis Ngatino menjadi terlihat kecil sekali. Sebenarnya aku kasihan melihatnya diperlakukan seperti itu. Tetapi karena hawa nafsu yang sudah menguasai diriku, maka tak kuacuhkan dia dan aku hanya melayani penis-penis raksasa yang dapat memuaskan vaginaku. SELESAI…

cerita sex istri di gangbang