cerita sex dengan tukang pijat
CeritaSeks Tukang Pijat | Saya adalah seorang wanita karir single yang berumur 33 tahun, berikut adalah pengalaman saya yang tidak terlupakan pada saat saya berlibur ke Bali.Pengalaman ini membuka satu lapisan dari kehidupan saya yang tidak pernah saya temukan sebelumnya. Sisi lapisan tersebut mengungkapkan bahwa saya adalah seorang yang menyukai peran sebagai Dominant dalam permainan sex.
CeritaSex Ngentot Tukang Pijat Yang Bohay Senin, 28 November 2016 - by Unknown 0. Cerita Sex Ngentot Tukang Pijat Yang Bohay: Sampai di kamar aku langsung buka kaos dengan bertelanjang dada seperti biasa kalo dipijit sama Bik Suti namun biasanya aku buka sarung tinggal CD saja kali ini aku biarkan sarung tetep nempel pada
Pijatmemang terbukti mampu meregangkan otot yang kaku dan menyegarkan tubuh. Makanya suamiku setiap malam minggu mendatangkan tukang pijat langganan nya kerumahku. Namun setelah mengenal Pak Jono, semua menjadi berubah.Berikut ini ialah kisah percintaan ku yang berjudul Tukang Pijat Yang Membuat Diriku Terangsang.Selamat membaca.
02:07] Ngentot dengan tukang pijat. jilbab. cantik. Trends. suami pergi tante main sama keponakan. viuda zorra xxx. prank ojek online. Free Cerita Sex Ngentot Dengan Ibu Ustadzah Porn Videos! videos/cerita-sex-ngentot-dengan1 [02:07] Ngentot dengan tukang pijat.
Rahasiaterakhir Ilmu Kejantanan 3. Bagian 7 Mulai Jadi Tukang Pijit. Bagian 8. Pak Burhan, Om Tentara 1. Bagian 9. Pak Burhan , Om Tentara 2. Bagian 10. Pak Burhan, Om Tentara 3. Bagian 11.
mở bài bằng lí luận văn học. Kisah ini adalah kisah yg kuceritakan tentang gairah mama. Usia ku saat ini memasuki 22 tahun. Aku akan menceritakan pengalaman nonton bokep langsung didepan mata pada saat usiaku memasuki 18 tahun. waktu itu mama masih berumur 50 thn. Loh pasti dah tahu gimana kalau cewek memasuki penuaan, pasti gairahnya penurun dan penampilanya kenapa, semenjak aku kelas 6 sd mama mengikuti fitnes dan aktivitas lainnya. Fitnes itupun masih berlanjut hingga aku tamat sma, tapi agak berkurang karena papa tidak sepertinya tidak suka melihat mama dekat dengan om fandy, seorang intruktur fitnes dan juga seorang dj. Aku tdk tahu sampai mama hubungan mereka, tapi kayaknya udah sampe ranjang, soalnya aku pernah memergoki mama sama om fandy berduan diruang mereka sama2 basah, daster mama juga kusut dan rambut mama berantakan. Waktu itu aku kelas 2 SMP. Dan waktu papa pergi kepapua selama 3 hari, mama mengajak om fandy tidur dirumah tanpa sepengetahuanku. Yg kutahu mama pulang jam 11 malem dengan memakai gaun dada rendah yg teramat sexy menampakan paginya, om fandy mengantarkan aku kesekolah, selama 2 hari aku hanya pura2 bodoh sama mama dan om fandy. Setahun kemudian, tepatnya aku kelas 3 smp, mama sdh jarang ketemu om fandy. Mama lebih sering bergaul dengan ibu2 tetangga. Baiklah cukup ceritanya, akan kuceritakan pengalaman ku sewaktu bulannya, mama mendapat jatah 2jt dari papa untuk membeli kebutuhan rumah tangga. Karena papa mendapat tugas kerja diluar pulau, tepatnya di P. xxxxx mama meminta papa untuk mencarikan tukang kebun yg merawat kebun kami sama mama dan juga sebagai seorang penjaga. Akhirnya, dapatlah seorang tukang kebun yg dan penjaga yg mendapat tempat tinggal digudang sahrul, pak sahrul kalau siang menjadi tukang becak. Dia adlh seorang bapak 58thn, badanya masih sehat, istrinya tinggal bersama anaknya dikampung yg tak jauh dari kota kami. Pak sahrul mempunyai sifat pendiam dan baik hati. Tapi ternyata, pah sahrul mempunyai nafsu yg cukup tinggi. Dikamarnya, terpampang sticker dan majalah disangka. Kejadian ini bermula diseminggu pak sahrul di rumahku. Setelah kuperhatikan, kayaknya pak sahrul mempunyai nafsu yg tinggi terhadap mama. Aku melihat dia selama 3 hr berturut-turut memandangi mama secara tajam. Mungkin karena tdk pernah lagi dijamah, sampai2 aku melihat dia beronani dan menumpahkan di bh mama yg terjemur didepan hanya mendiamkan kelakunya. Mama pun sepertinya tdk menghiraukan keberadaan pak sahrul, mama malah lebih sering memakai daster 1tali, nampaklah ketiak mama dan tonjolan teteknya dibalik daster yg menyembul keluar. Dan juga mama duduk mengakang ditaman bunga belakang yg mengadap ke wc pak sahrul, ketika itu pak sahrul lagi jg tdk mengetahui pak sahrul melihatnya, dari sudut kanan dibalik tumpukan barang, pak sahrul sedang asyik mengocok zakarnya yg hitam besar. Pada malam jumat, aku dan mama lagi makan malam samasama. Beberapa saat kemudian, pak sahrul datang. Selesai makan malam, aku berbincang dengan mama dikamar aku tertidur dikamar mama. Aku terbangun jam 10 ketika akan kencing. Kulihat mama tak berada disampingku. Setelah kencing aku keluar dari kamar mama. Saat berjalan menuju kamarku. Aku mendengar suara mama dengan pak sahrul diteras taman belakang. Ternyata pak sahrul sedang memijit pundak itu pak sahrul hanya mengenakan kaos dan sarung.“trus pak enak. lebih keras pak.”kata mama. Karena sangat ngantuk aku masuk kekamar. Terpikir olehku, apa yg terjadi jika pak sahrul memperkosa mama. Karena ketakutanku. Aku kembali keluar. Aku kembali mengintip dari balik jendela dapur. Situasi masih seperti tadi. Tangan pak sahrul secara perlahan menjatuhkan tali daster mama yg akhirnya tali itu jatuh sendiri. Secara spontan tangan pak sahrul langsung meremas kedua tetek mama yg besar dan padat itu dan mulutnya mencium bibir mama. Mama mencoba melawan, tapi kedua tanganya sudah dalam pelukan tangan pak sahrul yg meremasi payudara juga menggelengkan kepalanya agar lepas dari bibir pak sahrul. Tapi apa dikata, mama tidak bisa melepas bibir pak sahrul dari mulutnya. Tangan pak sahrul pun kini mempijit pijit puting susu mama. Mama terkulai lemas dan menikmati cumbuan pak sahrul.“kamu cantik sekali.”puji pak sahrul melepaskan ciumannya dan mencium pipi mama. Kemudian bibirnya pindah ke payudara mama. Tukang becak itu menjilati puting mama dengan lahapnya.“akh… pak sudah… Akh… Shh” desah mama berulang sahrul semakin lahap menikmati payudara mama setelah payudara itu mengeluarkan air.“wah ibu masih bersusu.” katanya sambil menghisap pentil mama.“pak.. sdh.. oh…” mama terus mendesah. Lama klamaan, mama akhirnya menikmatinya.“trus.. pak.. sshhss trus..” kata perkataan itu, pak sahrul menghentikan kegiatanya.“kok berhenti pak?” tanya mama.“jangan disini ada anakmu.” pak sahrul menggendong mama kekamarnya. Sampai dikamarnya. Pak sahrul tinggal mengenakan sarung. Sementara daster mama masih tersangkut menutupi selangkangan mama, mama telentang ditempat tidur pak sahrul. Kemudian pak sahrul mengikat tangan mama dengan kain panjang disisi tmpt tidur. Pak sahrul kembali mencipok mama.“pak.. sakit.. akh..” desah mama sambil menggoyangkan sahrul semakin melahap tetek mama. Tanganya memplintir puting mama hingga mengeras. Payudara memerah bercak tangan pak sahrul yg meremas payudara mama. Kemudian pak sahrul mengambil jepitan rambut wanita yg ada dilacinya. Dijepitnya kedua puting mama dengan jepitan itu. Mama lantas berteriak kecil.“akh.. sshhh.. pak.. sakit.. lepaskan pak..” kata mama.“jangan banyak bergerak entar semakin sakit” kata pak sahrul kembali menempelkan mulutnya dipayudara mama. Ternyta pak sahrul ingin mengeluarkan dan merasakan susu mama lebih banyak.“pak.. oh.. sakit..” kata mama berulang sahrul semakin menghisap dengan tajam puting mama secara bergantian. Nampak wajah puas pak sahrul setalah melepaskan penjepit rambut itu dari puting mama. Kemudian pak sahrul menurunkan daster mama. Nampaklah tonjolan vagina mama yg berbulu lebat ditutupi cd hitam. Tanpa pikir lagi, pak sahrul menurunkan cd mama udah lama aku gak melihat vagina mama. Jembut mama kini semakin lebat dari 1 bulan yg lalu. Wajah pak sahrul sepertinya kurang suka melihat vagina mama.“ayo pak. siksa aku.. kayak.. tadi.. rangsang pak” kata pak sahrul menggesakan tanganya dijembut mama.“akh..” teriak mama ketika pak sahrul mencabut 4 helai jembut mama.“jelek sekali jembut mu nyonya.” kata pak pak sahrul membuka lacinya dan mengeluarkan pisau silet cukur. Diambilnya airnya dan dituangnya ke jembut mama. “Creek creek.” jembut mama kini sudah agak gundul.“jangan.. pak.. jangn dipotong..” rintih pak sahrul mengukir huruf S divagina mama. Kemudian pak sahrul mengambil kaca dan memperlihatkanya kepada mama.“lihat nyonya rapikan..” kata pak mama memerah melihat itu. Kemudian pak sahrul menempelkan mulutnya divagina mama. Kemudian lidahnya mencolok colok vagina mama.“akh.. pak. geli..” kata mama sangat rapet, mungkin karena sudah tdk dijamah sama papa.“sempit sekali bu” kata pak pak sahrul langsung mencolok colok vagina mama. Kemudian itil mama dijilat sama pak sahrul. Tak tanggung2, pak sahrul mengisap vagina mama yg agak basah itu. Mama terus mendesah sambil berusaha melepas tanganya yg terikat disisi tempat tidur. Mama melipatkan kakinya dikepala pak sahrul yg menempelkan kepalnya divagina mama.“trus pak.. shss” desah mama berulang semakin menekan kepala pak sahrul“pak.. ak mau keluar.. tak.. taha..” kta sahrul semakin lincah menjilati vagina mama. DAn beberapa saat kemudian, mama menekan kepala pak sahrul dengan kakinya dan tubuh menggelinjang hebat. Mama orgasme untuk pertama pak sahrul melepas kepalanya dari mulut vagina mama. Lalu pak sahrul menurunkan sarungnya. Penis pak sahrul lebih besar dari punyaku, nampak urat2nya dan jembutnya yg tinggal sedikit. Kemudian dia jongkok diatas dada mama. Penisnya disodoknya kemulut mama. Mama tdk dapat menapung seluruh penis pak sahrul yg sahrul memejamkan matanya sambil melepas iketan tangan mama. Setelah lepas, tangan mama langsung memegan penis pak sahrul dan mengocoknya. Pak sahrul langsung menghentikan kocokan mama yg dapat membuatnya klimaks. Lalu pak sahrul mengambil sebuah botol yg berisi bir, setelah diteguknya ditumpahanya kebadan mama.“ayo kita mulai nyonya..” kata pak sahrul menindih mama yg terlentang dan memasukan penisnya kevagina mama.“akh.. pak..” desah mama ketika pak sahrul memaksa penisnya masuk kedalam vagina mama.“akh.. shshh..” desah sahrul menggenjotakan penisnya dengan sekencangnya hingga terdengar suara tempat tidur.“akh.. pak.. oh.. sassssh..” desah mama berulnag pak sahrul memegangi payudara mama agar tdk dari mulut abang becak itu. Sepertinya pak sahrul amat ketagihan dengan payudara mama. Mungkin karena tdk pernah dijamah oleh biniknya dikampung yg sdh tua.“nyon.. ya semakin cantik..” kata pak sahrul memuja mama ketika memandang muka mama yg berkringat dan matanya yg terpejam.“leb. ih.. cep.. at.. pa.. trus..” kata sahrul mempercepat gerakanya dan tanganya kini memegani kepala mama dan mulutnya menahan rintihan mama.“pak.. sy.. tak.. tah an.. nehh..” kata mama.“akhsshhhhs.. oh.” desah sahrul menekan penisnya divagina mama dengan dalam2. Mama memejamkan matanya seperti yg dilakukan oleh pak sahrul. Lalu pak sahrul melepaskan penisnya dan membopong mama turun dari ranjang. Kemudian kepala dan leher mama diletakan ditepi tempat tidur. Sementara pinggul mama ditunggingkan. Ternyta pak sahrul ingin mendogie mama.“akh.. oh.. pak..” kata mama ketika pak sahrul menggesekan kontolnya di memek mama.“akhhhhh.. pak.” desah mama lagi ketika pak sahrul menusuk vaginanya.“sassshh.. oh..” pak sahrul memompa mama dengan sedikit ahkirnya pak sahrul kembali memompa mama dengan tenaganya. Tanganya memegang perut mama. Mama terus mendesah terus mendesah sambil meremas dsternya diatas tempat pak sahrul tdk tinggal diam, dijilatinya punggung mama yg tertutup rmbut dan basah. Tanganya sesekal memukul pantat mama.“pak.. saya.. kluar.. akh.. ohhhhhhhh” desah mama panjang utk orgasme yg ke2 sahrul kembali menempel penisnya divagina mama. Lalu pak sahrul memangku mama dan duduk diatas bangku kecil.“ayo buk.. sedikit lagi..” kata pak sahrul. Tangan pak sahrul meremas payudara mama dan lidahnya menjilati leher mama.“akh.. pak.. ayo.. tumpahkan bibitmu dirahimku ayo..” kata perkataan itu pak sahrul langsung menancapkan penis kememek mama.“oh.. pak.. ayo.. oh..” desah mama berulang pak sahrul semaik leluasa meremas tetek mama. Mulutnya pun menjilati tengkuk mama. Lama klamaan pak sahrul sepertinya tak tahan. Dipompanya mama dengan sekuat kuatnya, tetek mama bergerak naik turun mengikuti pompaan pak sahrul.“trus pak laya.. ni.. aku..” kata mama.“pak. klua.. samaya..” kata sahrul semakin mempercepat gerakanya. Mama kelihatanya menahan sesuatu“pak.. saya.. kluar..” kata mama. Pak sahrul mengentikan goyanganya dan menjatuhkan badannya kelantai.“seka.. rang.. bu..” jerit pak mama menggenjang begitu juga pak sahrul. Pak sahrul sengaja menjatuhkan tubuhnya agar spermanya tdk tumpah kelantai. Mereka berdua terkulai lemas. Tapi ternyta pak sahrul tdk, pak sahrul mengangkat badan mama dan mnaruhnya dikasur. Lalu pak sahrul memakai sarungnya. Kemudian dia memakaikan mama bergegas masuk kedalam. Kulihat pak sahrul masih kuat menggendong mama. Setelah dibukanya pintu kamar mama, terdengar suara dikasur, pak sahrul membanting mama dan menutup pintu. Kulihat jam didinding menunjukan pukul malam. Sebelum masuk kekamar, kuintip kamar mama. Ternyta pak sahrul menyelimuti masuk kekamar. Setelah kudengar suara pintu teras belakang terkunci aku pun tidur. Jam 5 aku bangun. Penisku telah mengacung tegang. Aku keluar dari kamar dan masuk kekamar mama. Kubuka selimut mama. Kunaikan dasternya keatas. Terlihat jembut mama yg berbentuk S. Karena takut mama bangun aku hany memfoto badan semakin tegang saja. Karena tak tahan, aku langsung menurunkan celanaku. Kugesekan dimulut vagina mama. Lalu kocok. Tak lama kemudian maniku aku tumpahkan dimulut vagina mama. Lalu aku bergegas keluar. Jam 6 pas, aku telah berpakaian rapi. Dimeja makan telah tersedia teh dan roti. Aku dan mama sarapan masih memakai daster 1talinya. Aku juga mencium bau sperma sedikit dari badan mama. Lalu aku berangkat sekolah. Karena hari sabtu aku pulang cepat. Jam 12 pas, setelah ngobrol sama temanku aku bergegas kerumah. Aku sengaja melewati pos ronda dimana pak sahrul mangkal. Dia hanya tersenyum dirumah, mama menyambutku dengan hidangan lezat yg ada diatas meja. Saat itu mama mengenakan daster tangan pendek sepaha. Saat makan, tak disengaja aku menjatuhkan sendok. Tak disangka mama juga tdk memakai kolor. Nama ukiran dijembutnya yg bertuliskan huruf S. Aku berpurapura tdk mengetahui hal olehku untuk nonton bokep. Dan juga mama biasanya lagi tidur. Sebelum masuk kekamar, aku mengintip mama. Ternyta mama sedang membongkar lemari.“ngapain ma..” tanyaku.“mau cari baju buat entar malam.” jawab mama.“entar malam ada apa memangnya?“ada pesta dirumah tante vida..” jawab aku masuk bokep terbaru. Setelah nonton bokep. Penisku kembali tegang. Akhirnya aku memutuskan untuk menidurkan badanku diatas kasur. Jam aku bangun. Aku berjalan mengambil gelas didapur, mama yg sedang menyiram bunga yg berada 2 meter dari kaca dapur dipeluk sama pak sahrul dari belakang. Mereka langsung jatuh ketanah, posisi pak sahrul diatas mama.“ih abang nakal.. tuh kan jadi basah.. entar ketahuan gimana..” kata mama telah jatuh cinta dengan pak sahrul, buktinya dimemanggil abang dengan pak sahrul.“ketahuan.. gak papa donk..” jawab pak pak sahrul mengambil slang dan menyiram selangkangn mama.“akh abang nakal..”“masa kebun rumah yg dimandiin kebunmu juga donk.” jwb pak badan mama telah basah kuyup. Nampak teteknya yg montok dan vaginanya yg terkena spermaku tadi pagi dari dasternya yg sudah basah. Lalu kuambil bangku dan duduk melihat pemandangan itu dengan segelas teh panas. Setelah pak sahrul melepaskan pelukanya. Mama masuk kekamar. Karena kupikir tak ada pertempuran 7 mlm, mama pergi menaiki becak pak sahrul. Aku sudah menawarkanya untuk kuantarkan, tapi dia menolaknya. Karena kawatir ada sesuatu dengan mama, jam aku pergi kerumah tante vida. Suasana didaerah rumahku malam itu agak sepi hanya ada 1 mobil yg lewat dalam 5 mnt. Didaerahku, orangnya semua jarang keluar sengaja melewati pos becak. Hanya ada 2 becak disitu. Dari kejauhan aku melihat becak pak sahrul lagi membonceng mama. Aku segera bersembunyi dipinggir gang kosong yg mengarah kesebuah rumah kontrakan yg lagi kosong. Tiba2 pak sahrul memarkirkan becaknya didepan pos. Kemudian pintu warung yg tadinya tertutup terbuka dan mama lari masuk kedalamnya.“ayo neng” kata pak sahrul dari jendela warung yg pak sahrul melewati belakang warung yg mengarah pada rumah kosong tadi, setelah dibukanya pintu. Mama berlari masuk kedalam. KArena gelap, aku tidak mengetahui ada org dibelakang mama. Perlahan aku berjalan kebelakang rumah itu, dugaanku benar. Dibelakang rumah adlh sebuah ladang yg besar dan menuju pada sebuah sungai.“sudah ayo” kata pak sahrul sambil memegang sebuah lampu ternyata mengganti pakaianya, mama keluar dengan mengenakan kain sarung yg dililitkan didadanya. Sungguh sexy mama. Dari bawah kain sarung nampak betis mama dan sebagian paha mama yg mulus, sementara payudara yg tertutup sarung seperti ingin berontak keluar. ayo buruan kata pak sahrul. lalu mereka berjalan kearah sungai.“sudah sampai bu.” kata pak sahrul berada 5 mtr didepan rumah yg agak seram rumah itu terbuka dan keluarlah sosok pria tua yg kira berumur 65 thn, yg tak lain adlh pak Ronggo. Pak Ronggo adlh orang pintar, ia dipercaya sebagai tukang pijat.“Masuklah” kata pak dengan gerakan kaku dirangkul oleh pak sahrul dan masuk kedalam. Aku berusaha mendekat, akhirnya aku mendapat lubang disudut kanan rumah. Mama dihadapan pak ronggo sementara pak sahrul disamping kananya.“ada datang non?” tanya pak renggo.“saya.. anu saya ingin mendapat kepuasan yg lebih selama berhubungan intim pak” kata pak renggo mulai menggerayangi badan mama. Mulai dari leher hingga selangkangan mama.“oh.. begitu..” baiklah kamu harus mengikuti perintah saya. kata pak renggo menidurkan mama diatas kasur busa dengan posisi telungkup. Pak renggo mulai melancarkan aksinya. Pertama, ia membasahi punggung dan paha mama dengan minyak. Setelah itu ia menyuruh mama membuka sarungnya. Ternyata mama tdk memakai daleman apapun, dengan sekejap payudara dan vagina mama yg bertuliskan S nampak jelas.“Haha” pak renggo mama terlentang pak renggo meremas remas tetek mama dengan tangan kasarnya.“akh.. ssshhh.. akh..” desah mama. Remasan pak renggo membuat badan mama bergoyang goyang. Mamapun meremas kain sarung yg tadi ia kenakan.“Pak oh nikmat.. pak.. asshh..” desah mama lama, bibir pak renggo mendarat diputing mama. “cupphh..” suara isapan pak renggo pada puting mama. Pak sahrul memandangi dari pintu sambil berjaga diluar.“oh oh ahkhhhhhhhh” teriak mama ketika puting mama diplintir dengan sangat pak renggo turun menjilati paha mama dan sampai pas didepan bibir vagina mama. Pak renggo menyentil itil mama dan dijilatinya bibir vagina mama yg berwarna merah.“ah.. pak..” mama tak berhenti mendesah pak renggo mulai menyodok2 vagina mama.“pak.. akh..” desah mama dan menggerakan pantatnya naik itu membuat pak renggo emosi, dengan keras pak renggo memukul belahan pantat mama pakkkk. Mama berhenti menggerakan pantatnya dan berganti menggelengakan kepalanya.“aku.. akh.. klu.. ar.. pak..” kata mama bergetar hebat dan pak renggo langsung membuka mulutnya dan menjilati air orgasme mama. Setelah itu pak renggo mengambil sesuatu dari renggo mengambil ujung sebuah kayu dengan ujungnya yg tumpul mirip kepala penis dan dilapisi dengan sebuah plastik tipis. Kemudian kayu itu dicelupkan kedalam kaleng cet kecil yg berisi 1/2 cairan mirip sperma.“apa itu pak?” tanya pak sahrul.“ya itu air maniku yg kusimpan mulai 3bln yg lalu.” kata pak yg dilapisi plastik itu telah basah dan pak renggo siap menusukan kedalam vagina mama.“akhhhhh.. pak.. sakit.” jerit mama.“pak.. leps.. kan..” tambah pak rengo terus berusaha memasukan kayu yg diameternya kira 6cm dan panjang 15cm itu.“akhh jerit masuk setengah pak sahrul mengocok kayu itu divagina mama. Mama mendesah panjang.“Bu enak?” tanya pak renggo.“eh.. ena.. k.. pak.. sshh..” jawab mama.“kamu ini pasienku atau lonteku?” tanya pak renggo.“pasien pak” jawab sahrul mengocok dengan sangat cepat.“pak aku.. lon.. temu..” jawab sahrul mencabut kayu itu.“ayo bu minum ini” kata pak renggo menyodorkan kaleng cat berukuran kecil ke mulut mama.“kamu ini lonteku atau pasienku sih” tanya pak renggo.“lonte pak..” kata mama yg telah membuka seteguk, mama sedikit memuntahkan sprema dilantai. Pak renggo langsung menjambak rambutnya.“akh, jangan kau tumpahkan atau akan kusemprotkan kevaginamu.” kata pak bantuan tangan pak sahrul yg menjepit hidung mama. Mama meneguk sperma itu.“ha.. ha bagus bu..” kata pak renggo setelah puas melihat mama menghabiskan seluruh kelihatan sedikit mual.“kini saatnya penisku bermain.” kata pak renggo membuka celananya. Nampaklah penis hitam pak renggo yg berukuran org negro itu. Lalu pak renggo menyuruh mama bergaya dogie styel, dan pak renggo menusukan penis itu kevagina mama.“Akh” desah renggo mengoyang dengan penuh sahdu dan pelan. Nampaknya pak renggo tdk ingin terlalu membuat mama letih dan ingin melancarkan asyik yg lain.“ah bu nikmat sekali vagina mu”“oh terus aku milikmu.” kata itu membuat bangkit nafsuku, diam2 aku mengocok penisku. Beberapa saat kemudian“pak saya kuluar.” kata mama dan tiba2 badan mama menggejang kembali, orgasme kedua pak renggo mengganti posisi dengan cara berhadan. Digaya ini pak renggo dengan sadis melahap bibir mama hingga mama hanya bisa mendesah sesekali. Begitu juga tetek mama yg terus diremasnya. Mama kembali orgasme. Dan gaya terakir adlh gaya gunting. Digaya ini pak sahrul mendapat kesempatan memasukan penisnya dianus mama.“Akh sakit” desah mulai bergoyang mama tdk lagi mengerang kesakitan tapi semakin bernafsu dan berkata“terus pua.. skan.. aku.. oh.. terus” berulang mama terus memejamkan matanya ketika pak renggo meremas payudaranya.“pak.. ah.. saya.. klua.. r..” kata lelaki itu menghentikan gerakanya dan mama mendesah. Setelah mama orgasme pak sahrul ikut orgasme dan menumpahkan dianus mama. Lalu pak renggo mengganti posisinya lagi, kini mama ditelentangkannya dan ia kembali memompa mama. Pak renggo kini bermain henti ia menggoyangkan penisnya sangat cepat hingga tetek mama ikut bergoyang naik turun. Kecepatanya melebihi kecepatan yg kutonton difilm BF. Dan tak lama kemudian, pak renggo mencapai puncaknya dan juga mama orgasme untuk kesekian kalinya. Setelah puas, mama ditelentangkanya dilantai. Sementara pak renggo minum air dan memakai celanya.“dashyat rul.” kata pak renggo.“gimana kita anter sekarang ayuk. saya udah ambil bajunya neeh” kata pak memakaikan mama baju, pak renggo menyiram badan mama dengan air yg berada di jerigen yg berisi bunga.“biar gak ketahuan.” kata pak mereka memakaikan mama baju, aku berlari menuju ketempat keretaku dan pulang kerumah. Sampai dirumah kulihat jam didinding menunjukan pukul malam. Tak lama setelah aku minum terdengar suara becak pak sahrul. Aku masuk dari ventilasi, pak renggo menggendong mama kedalam kamar dan melemparnya kekasur. Mama tdk memakai pakaian awal, melaikan daster yg aku tak tahu dari mana. Tak lama kemudian kudengar suara suara becak pak sahrul yg seperntinya mengantar pak renggo pulang. Aku keluar dari kamar dan masuk kekamar mama, badan mama wangi mungkin karena bunga kekamar aku menusukan tanganku kevagina mama dan kucium wangi vagina mama yg bercampur dengan bau sperma. Lalu aku pergi tidur. Paginya aku terbangun pukul 6 lalu aku mandi. Setelah berpakaian, aku keluar. Suasana masih sepi, pintu kamar mama terbuka dan aku mendengar suara air dari dalam kamar mandi.“kemana orang2?” siang itu amat sepi, hanya ada beberapa pemulung sepanjang jalan rumahku. Terlihat sebuah mobil minibus hijau terpakir didepan rumahku. Aku kemudian bersembunyi dibak sampah setelah melihat pak sahrul berdiri didepan rumahku. Tak lama kemudian mama keluar dengan memakai tanktop merah keputih putihan dan celana panjang hitam yg sahrul ternyata bersama pak renggo dan pak saiful. Pak saiful adlh pemilik mobil yg juga merupakan salah seorang juragan dari pada tukang becak. Konon katanya dia memiliki 3org istri. Setelah menghidupkan mobil mereka pergi. Karena keretaku sengaja kuparkirkan diteras, aku tdk kehilangan jejak dari agak jauh dari rumah penduduk kampung sekitar. Setelah mobil terpakir, mama turun dengan memeluk pinggang pak saiful. Tangan pak Saiful pun memeluk sambil mengelus rambut mama yg panjang. Lalu pak sahrul menutup pintu depan gudang itu. Kuparkirkan keretaku dibali1k pohon2 dan kupastikan takkan ada orang yg bisa melihat dari aku berjalan mengelilingi gedung itu. Berkat keahlianku, aku berhasil masuk tanpa sepengetahuan mereka. Aku bersembunyi dibalik tumpukan tongtong minyak. Pak saiful yg memakai kemeja pantai dan celana hitam sedang asyik mengelus rambut mama sambil bercerita cerita. Mereka tampak seperti sepasang kekasih.“sebentar ya sayang.” kata pak SaifulKemudian pak saiful mengeluarkan 10 lmbr uang 100rb dan memberikan kepada pak sahrul. Kemudian pak sahrul dan pak saiful keluar. Sambil berjalan kearah mama, tangan pak saiful membuka 1per1 kancing bajunya. Tepat dibelakang mama, pak saiful hanya mengenakan celana panjangnya. Mama bangkit dan mereka saling pak saiful memegang pinggang mama. “Cuppfff” mereka berdua bercium mesra. Tangan mama melingkar dileher pak saiful. Ciuman pak saiful pun turun kepipi dan kuping mama. Dengan kedua tanganya, pak sahrul menurunkan tanktop merah mama sekaligus bh putih mama. Bibir pak sahrul pun turun menjilati payudara mama dengan penuh gairah.“Oh. Shsshhakh” desah pak saiful menekan puting mama kedalam. Badan mama semakin menggoyang.“ah susumu msh banyak kan.” kata pak saiful. Dengan mulut yg masih menempel diputing mama, tangan pak saiful menurunkan celana panjang mama. Tak lama kemudian celana itu beserta cd mama telah turun hingga ke betis mama. Pak saiful langsung mengeluarkan penisnya. Dgn sedikit mencolek dan menjilat vagina mama, diarahkan kontolnya yg hitam itu kevagina mama.“akh. Pak oh.” desah lambat laun penis itu masuk kevagina mama. Pak saiful yg berhadapan dengan mama langsung menggoyang dan mulutnya menempel dimulut mama. Aku tdk mendengar jeritan mama. Goyangan pak saiful sangat cepat. Sesekali pak saiful melepas ciumanya, mama mendesah keras dan ingin mengucapkan pak saiful semakin cepat.“akh.. akh.. akh..” desah mama berdua saling memejamkan mata. Pak saiful menekan keras penisnya kedalam vagina mama. Ternyta mereka berdua telah mencapai orgasme.“oh.. ha. Ha” desah mama dengan nafas yg tak langsung terlentang dipapan itu. Kemudia pak saiful memakai bajunya dan bergegas meninggalkan mama. PAk saiful keluar dan tak lama kemudian masuk pak ronggo bersama seorang dokter yg masih muda. Badanya besar dan mempunyai jenggot tipis dan menurutku lumayan ganteng.”ini dia.” kata pak itu mengeluarkan semacam alat yg berbentuk mangkuk kecil. kedua alat itu dipakaikan dikedua payudara mama dan tepatnya diputing alat itu bergertar. Mama spontan bangkit dan mendesah tapi mama entah kenapa tak melawan. Setelah 5mnt, alat itu berhenti dan dicabut. Kemudian dokter itu menjepit puting mama dengan tanganya. Susu mama perlahan menetes.“wah ibu masih bersusu yah.” kata dokter itu. Pak ronggo tampak bahagia melihatnya. silakan kalau dokter mau kata itu menempelkan mulutnya diputing mama, secara bergantian ia menghisap puting mama. mama memejamkan matanya sambil itu menyedot kuat payudara mama. Badan mama mengenjang dan mama orgasme. Kemudian dokter itu bangkit dan akan pergi.“pak apa mungkin istri saya ini dapat hamil?” tanya pak ronggo.“masih bias jika bapak mau dapat meminta pertolongan saya.” kata dokter itu.“sekarang pak.” kata pak dokter itu memberikan sebuah resep kepada pak ronggo.“ini silakan dicoba. tapi sebelumnya istri bapak harus saya bersikan vaginanya dari sperma yg ada didalamnya.” kata pak ronggo membawa mama dan dokter itu kerumah. Dirumah aku tdk tahu apa yg terjadi karena pak ronggo berjaga didepan rumah. Setelah dokter itu keluar dengan wajah yg berseri dan pergi dengan becak pak renggo, aku masuk. Didalam aku menemukan mama tegeletak dikasur dengan rambut yg berantakan dan bugil.“oh.. ssh” desah mama keluar dari mulut mama. Mama duduk dikasur dan memegang vaginanya. Kemudian ia masuk ke wc dengan jalan yg tak lurus. Sejak kejadian itu, pak renggo selalu meminta jatah dengan mama.
Cerita Sex – Cerita Sex Tukang Pijat Yang Cantik Bikin Birahiku Tak Tertahankan, Sebagai seorang konsultan aku sering pergi keluar kota dan menginap di hotel bisa sampai berbulan-bulan lamanya. Seringnya menginap sekamar bareng dengan anggota tim lainnya namun kadang juga menginap sendirian. Pekerjaanku yang bersifat projek jelas sering menuntut waktu ekstra dan kerja keras sehingga membuatku mengalami keletihan baik fisik dan mental. Kalau sudah begitu aku segera mencari tukang pijat untuk mengendorkan urat saraf yang telah amat tegangnya. Giliranku kali ini mendapatkan projek di kota B yang berhawa sejuk dan merupakan kota idolaku. Dulu aku sempat lama berdiam di kota ini ketika kuliah di salah satu perguruan tinggi ternama di negeri ini. Sebagaimana projek-projek lain yang sering kukerjakan maka tidak ada perkecualian projek ini juga menuntut energi dan pikiran ekstra keras karena ketatnya jadwal. Salah satu hal yang menyebalkan di kota ini adalah masalah taxi yang buruk kondisinya dan lagi jarang mau menggunakan argo sehingga harus selalu melakukan negosiasi terlebih dahulu. Oleh sebab itu sering aku mencari hotel terdekat dengan lokasi projek sehingga dapat dicapai dengan jalan kaki hanya beberapa menit. Minggu ini adalah puncak-puncaknya pekerjaan sehingga keletihan amat sangat terasa. Hal ini menyebabkan aku malas pulang week end ke kota J di mana aku tinggal. Kurencanakan Sabtu pagi besok saja untuk pulang menggunakan kereta api. Karena anggota tim lain selalu pulang ke J semuanya berdomisili di J di akhir minggu maka kini tinggal aku sendirian. Setelah makan malam di restoran hotel aku masuk ke kamar sambil nonton acara-acara TV. Berhubung hotel ini bukan hotel mewah maka channel acara TV-nya pun terbatas, untuk mengirit ongkos operasional kali. Setelah satu jam aku mulai dihinggapi kejenuhan. Mau tidur masih amat susah karena malam begitu larut, baru jam 8an, dan badan yang amat letih ternyata malah membuat sulit untuk segera beristirahat tidur. Tiba-tiba aku teringat biasanya hotel ada info layanan pijat. Kucari-cari brosurnya tidak kutemukan. Tanpa kurang akal kutelpon operator untuk menanyakan apakah di hotel ini bisa dicarikan tukang pijat. Ah lega rasanya ketika dijawab bisa dan akan segera diantar. Sambil menunggu kedatangan tukang pijat aku mulai mencoba kembali menikmati acara-acara di layar TV. Tapi ternyata pikiranku sudah mulai melantur membayangkan nikmatnya ketika badan yang pegal hebat ini akan mendapatkan terapi pijat yang pasti akan memanjakan urat dan saraf-saraf yang telah mulai menuntut untuk dirilekskan sejak beberapa hari ini. Ah beginilah nikmatnya masih bujangan sebagai lelaki berusia 35 aku jelas termasuk telat menikah, hehe biarin masih enak sendiri kok, waktu masih bisa diatur sesuka hati. Coba kalau berkeluarga sebagaimana kawan-kawanku itu, pasti mereka harus buru-buru pulang sementara masih harus berjuang untuk mendapatkan tiket kereta karena penuhnya calon penumpang di akhir minggu. Sejam kemudian ada suara ketukan pintu, ah sudah datang, batinku dengan girang. Ketika kubuka aku agak sedikit heran karena tukang pijatnya ibu-ibu berumur 45-an lebih kira-kira. Tinggi tubuh sekitar 155 cm, berkulit kuning bersih, wajah sudah menunjukkan usianya yang memang sudah matang. Dengan mengenakan jaket kain dan bercelana jean yang agak ketat. Dengan santunnya dia permisi untuk masuk. Kupersilakan dia masuk sementara pengantarnya yang adalah bell boy kemudian pergi meninggalkannya. Setelah di dalam kamar kupersilakan duduk dulu di kursi pojok kamar. Aku ijin sebentar ke toilet untuk pipis karena aku memang termasuk orang yang nggak tahan dingin sudah di kota yang dingin ber-AC pula sehingga sering pipis. Daripada nanti pas ditengah-tengah aksi pemijatan aku kebelet mendingan kukeringkan dulu kantong pipisku. Kan nggak nyaman pas lagi merem-melek dipijat eh kebelet pipis, pasti akan merepotkan. Setelah selesai dari toilet kulepas kaos dan celana pendekku sehingga tinggal CD saja. Lalu kulihat ibu itu membuka jaketnya sehingga hanya memakai kaos ketat hitam saja. Wah ternyata si ibu ini masih bagus juga badannya, kelihatan perut masih kencang. Tanpa banyak buang waktu langsung aku tengkurap di atas ranjang. Ibu tukang pijat mendekat dan mengatakan maaf serta mohon ijin untuk mulai pemijatan. Pertama yang dipijat adalah telapak kaki. Ah nyamannya. Telapak kakiku yang telah kaku-kaku ditekan-tekan dan kemudian diurut. Aku tak mau banyak bicara agar Si Ibu lebih fokus pada pekerjaannya dan aku konsentrasi agar kenikmatan yang kuraih dari pijatan-pijatan maksimal. Setelah selesai dari telapak kaki mulailah naik menuju ke betisku yang tak kalah kakunya. Rupanya betis kaku kalau dipijat menimbulkan rasa nyeri sehingga aku sedikit meringis. Rupanya Si Ibu tahu kesakitanku lalu sedikit dikurangi tekanannya. Selesai ditekan-tekan kemudian diurut-urut. Untuk urut dipakailah cream agar licin. Begitu sampai menuju paha tiba-tiba kudengar suaranya.. “Den, maaf CD-nya dilepas saja biar nggak kotor kena minyak. Maaf ya.” Karena logis alasannya ya kulepas saja meskipun membuatku kikuk aku sering dipijat tetapi biasanya pria tuna netra. Aku lepas CD-ku dengan hanya mengangkat pantat terus kuperosotkan keluar dari kaki. Menurutku Si Ibu nggak dapat melihat “adikku”. Lalu aku mapan lagi agar pijatan dapat diteruskan. Mulanya paha luar yang mendapatkan giliran. Setelah kedua sisi paha luar selesai baru dilanjutkan dengan paha dalam. Dengan mengurut dari arah bawah menuju atas, stop press!! Bisakah anda bayangkan? Jari-jarinya, kayaknya ibu jarinya aku nggak bisa lihat sih secara halus menyenggol kantong-kantong kejantananku. Serr. Kudiamkan. Kemudian pantatku mulai dijamahnya dengan cara melingkar dari bawah ke atas luar terus turun masuk ke dalam dan berakhir di.. Ujung selangkangan persisnya tengah-tengah antara kedua kantong kejantananku. Serr. Serr. Uenak sekali. Aku heran agak lama juga dia ini bermain di wilayah sensitif ini. Tapi biarlah, enak ini. Hehe. Eh ketika sedang enak-enaknya menikmati jari-jari lihainya yang baru pertama kali kunikmati sensasi kenikmatan tiada tara ini berlangsung tiba mulai naik ke arah pinggang. Agak kecewa juga, tapi kutahan biarlah dia menyelesaikan pekerjaannya sesuai dengan prosedur standar pemijatan yang dia praktekkan. Begitu selesai dengan leher belakang sebagai bagian teratas yang dirambahnya, tiba-tiba dengan cool’-nya memerintahkan untuk telentang. Wah kacau ini. Bisa ketahuan nih kalau adikku ternyata telah terjaga. Tapi ya sudahlah biarkan segalanya berlalu dengan alamiah. Yang sudah telanjur tegak biarlah begitu. Hehe. Mulai lagi Si Ibu dari bawah yaitu bagian depan telapak kaki. Mulai saat ini sudah tidak mampu lagi kunikmati pijatan dari detik ke detik dan setiap inchi anggota tubuhku. Aku hanya memikirkan apa yang akan dia lakukan ketika sudah merembet ke arah paha. Gara-gara pikiranku sudah terpandu oleh kerja hormon testosteronku maka jelas sudah, adikku semakin percaya diri untuk mengeras sebelum sentuhan terjadi. Akhirnya tiba juga saat-saat yang kunantikan. Rupanya teknik yang dia lakukan di bagian pantatku tadi dipraktekkan juga di bagian depan. Aduh Mami, enaknya minta ampun, eh nambah. Sempat kutatap wajahnya, kulihat sekilas-sekilas dia melirik adikku. Hmm rupanya dia ingin tahu efek pijatannya apakah membuahkan hasil atau tidak. Dan tidak salah dia. Sukses besar. Bahkan si adik telah sedikit menitikkan cairan. Ketika itu dia mencuri pandang ke aku. Aku menangkapnya. Mulai kuamati wajahnya untuk melihat lebih jelas seperti apa sebenarnya tampang Ibu ini. Biasa aja. Tidak menarik. Bahkan sudah ada beberapa kerutan. Sedikit. Tidak terlalu muluslah wajahnya. Tapi tidak berpengaruhlah itu karena nyatanya adikku tetap saja berdiri kayak tonggak, sedikit miring karena gravitasi. Lagi asyik-asyiknya melayang-layang imajiku akibat aksi pijatan-pijatan yang berbentuk lingkaran-lingkaran itu tiba-tiba rambahannya sudah menuju perut. Ah. Sedikit down. Sedikit kecewa. Tunggu dulu, rupanya ketika di perut masih ada harapan untuk mendapatkan sentuhan-sentuhan dahsyat itu. Ketika gerak maju-mundur di perut dengan formasi melingkar luar-dalam juga, ternyata setiap mundur gerakannya dibablaskan sehingga si adik tetap bisa menikmati sentuhan-sentuhan. Bedanya sekarang yang mendapatkan anugerah adalah bagian kepala adik. Sip. Sip bener ini. Kok ya ada tukang pijat sehebat ini. Apakah karena sudah ibu-ibu maka pengalamannya memijat bertahun-tahun yang membuatnya menjadi piawai begini? Mustinya iya. Lalu, akhirnya pijatan di akhir bagian dada. Begitu selesai.. “Mau diapain lagi Den?” “Maksud Ibu?” Tukasku. Tersenyum simpul dia dan.. Tahu-tahu tangannya pura-pura pijat-pijat lagi di selangkangan tetapi dengan titik kontak gesekan ke adik’ semakin besar dan lama. “Oh tahu aku maksudnya”, pikirku. Tanpa kujawab mulai kuelus punggungnya dia duduk di pinggir ranjang dengan membelakangi. Dia diam dan mulai berani hanya mengelus khusus adikku saja, tidak lagi pura-pura menyentuh bagian lain. Kusingkap pelan kaosnya. Astaga, rupanya kondisi dalamnya terawat mulus. Tak kusangka padahal sudah seumur itu. Menggelegaklah kelelakianku. Tanpa terkontrol lagi aku yang tadinya telentang bangkit duduk sehingga punggungnya berhadapan dengan tubuh depanku dan tanganku yang kiri menyingkap kaosnya lebih ke atas lagi sementara yang kanan ke depan menjamah sang.. Tetek. Dia sengaja mencondongkan dirinya ke arahku agar lebih mepet. Kulepas kaosnya dan dibantu dia sehingga sekarang setengah telanjang dia. Eits! Bulu keteknya nggak dicukur. Gairahku malah semakin meledak, kubalikkan badannya agar menghadapku. Dia menunduk mungkin malu atau minder karena umur atau ketidak cantikannya, entahlah, yang pasti dia telah dengan ahlinya melepaskan nafsuku’ dari kandangnya. Kurebahkan dia dengan masih tetap pakai BH karena aku lebih suka menjamah teteknya dengan cara menyelinapkan tangan. Kuserbu keteknya yang berbulu agak lebat itu kering tanpa burket’, kalaupun burket’ toh nafsuku belum tentu turun sambil terus meremas tetek. Kutindih dia. Celana jeans masih belum dilepas. Kususupkan tangan kananku ke dalamnya. Menyentuh veginya. Basah. Kupindahkan serangan ciumanku ke lehernya. Mendesah. Lalu mengerang-mengerang lembut dia. Kehabisan nafas aku, ketika kutarik kepalaku naik untuk mengambil udara ditarik lagi kepalaku. Ah rupanya G-Spot’nya ada di leher belakang telinga sebelah kanan. Kuhajar lama dengan dengusan napas hidungku di wilayah itu. Semakin liar polahnya. Tangan kananku semakin dibasahi dengan banyak cairan. Kulepas tanganku dan kusuruh dia bangkit. “Lepaskan BH dan celana ya”. Tanpa tunggu lama wajahnya yang sudah merah merona itu mengangguk dan cepat-cepat semua yang kuingin lepas dilepasnya. Kupandangi sebentar teteknya, masih lumayan bulat. Kupandangi veginya, wow alangkah lebatnya. Kurebahkan lagi dengan segera. Kutindih lagi dia. Mengerang hebat. Nafasku memburu berat. Kukangkangkan pahanya. Dan bless.. Rudalku telah menghunjam vegi’nya yang telah banjir itu. Kusodok-sodok sekuat tenaga. Semakin keras erangannya. Kuseret pahanya ke pinggir ranjang, dengan berdiri kuangkat kakinya menumpang di pundakku, kuarahkan kembali rudalku menuju veginya yang lenyap ditelan jembut. Kusibakkan terlebih dulu, lalu bless.. Bless. “Argh.. Arghh.. Yang cepeth Denn Arghh.. Kencangin laggih Denn.. Auhh.. Ahh..” Menjelang 10 menit mulai terasa hangat adikku. “Akkhu.. Sudahh mauu.. Kelluaar.. Bikk.. Ahh.. Ahh”. “Akkh.. Bibikh.. Jugah.. Denn. Ahh.. Argh”. Dan tanpa dapat dibendung lagi jebollah lahar panas dari rudalku menyemburi lembahnya yang rimbun itu. Pada saat yang bersamaan. Sensasi kimiawi dari surga telah mengurasku menuju keletihan. Entah kenapa badanku yang sebelumnya sudah letih banget ternyata masih mampu mengeluarkan tenaga sebesar ini. Ibu ini memang lihai. Luar biasa kuakui. Setelah berbaring-baring sekitar 15 menit Si Ibu minta ijin ke toilet untuk bersih-bersih diri. Kusiapkan amplop untuk memberinya kompensasi atas jasa kenikmatan luar biasa yang baru sekali ini kurasakan seumur hidupku. Tanpa dibukanya amplop itu sambil mengucapkan terima kasih dengan sopan, dia keluar kamar setelah mengenakan jaketnya kembali. Sejak mengenal kenikmatan pijat hotel’ itu, aku mulai sering mencoba-coba. Di kota B banyak sekali panti-panti yang berkedok pijat namun sesungguhnya yang ditawarkan adalah lebih dari sekadar pijat. Awalnya kucoba yang muda-muda dan cantik, akhirnya aku kembali mencari yang telah senior karena yang masih muda kuanggap belum banyak pengalaman dan tidak banyak kenikmatan yang kuraih. Di samping itu lebih aman secara kesehatan dengan yang tua karena jarang dipakai, sementara yang muda dan cantik laris diantri banyak pria dari berbagai lapisan dan dengan kondisi kesehatan yang sulit terkontrol pula. Demikianlah kisah keperjakaanku yang hilang di tangan sang Ibu Pemijat. Aku tidak menyesal. Bahkan malah sulit melupakannya. Yang kusesali adalah mengapa kenikmatan yang sedemikian dahsyatnya baru kuketahui setelah setua ini.
Saya punya pengalaman sewaktu di massage oleh mas R,maaf saya posting pengalaman kami ya mas.. saya lihat millis ini makanya saya ingin sekali share supaya adilSaya seorang suami 34 thn Isteri saya berumur 26 tahun. Kami keturunan dan tinggal di Apatement TA .Isteri termasuk berukuran sedang, tinggi 164 cm, berat 47 kg dan termasuk ramping, hobby senam dan merawt kulit ,warna kulit kuning langsat, dan mulus. Saya mempunyai hobby massage. Entah pikiran saya kemasukan fantasi dari mana sehingga timbul keinginan saya untuk melihat isteri saya dipijat. Karena faktor safety n Privasilah Saya mencari masseur profesional,sebab teman saya punya pengalaman buruk sewaku mencari dikoran LM, pertama tama saya searching di koran P banyk sekali namun hanya menuliskanPijat untuk wanita atau ada pula ditulis pasutri namun menerima Pria saya takut kena macam2 , karena rasa penasaran akhirnya saya tlp namun dari gaya bicara dan susunan kalimatnya saya berkesimpulan bahwa mereka ingin ML gratis tapi dapat duit, Ok lah duit buat saya tdk menjadi masalah tetapi saya tidak mau “memberikan”isteri saya kepada orang yang mendahulukan nafsu,hampir seluruh search engine saya obok obok dan akhirnya suatu waktu saya bagaimanapun web massage sensual yang saya buka always no intercouse ,saya coba berkorespondensi dan meneukan jawaban bahwa yang benar profesional itu intercouse tidak menjadi bagian yang “dijual”artinya harus natural. mmmm”..saya mengerti sekarang Lama saya mencari,akhirnya sktr 2009 april ,saya membaca koran dan mata saya tertumbuk pada iklan yg berbunyi lbh kurang spt ini ADRI Massage sensual for ur wife khusus u Pasutri .Hsbnd watch teraphy/ Pjt bljr diLN call 08179***no Plus No SMS dst aku lupa Saya telepon,ternyata responya bagus ,bahasanya rada intelek dan ga kampungan,but I have to make sure dulu,bbrp hari kemudian saya bertemu dgnya di salah satu mall dekat memperkenalkan namanya R kok berbeda dg iklannya ADRI Orangnya bersih cukup ganteng wajahnya didagu n pipi ditumbuhi rambut yang udah tercukur ,berpakaiannya sangat match mencerminkan pria metro sex dan pekerja kantoran rambutnya model spike dg wet look , agak gemuk tapi gemuk kekar n kencang dan bukan yang gembrot.. Mulai aku cerita ini itu,mas R menerangkan dg sangat jelas Salah satu yang saya ingat dia memulai pertanyaan dg ini “apakah mas sudah komunikasikan”saya tidak mau kalau belum deal dg wife karena teraphy ini tdk akan pernah berhasil!”. Kalau nanti jadipun mungkin suatu saat say ketemu anda dimana ,maafkan kalau saya tidak menyapa,demi menjaga privasi mas,..begitu kata Mas R ,jadi makin mantap nih karena saya ingat teman wktu itu cerit apemijatnya tiap hari sms isterinya ngajak ketemuan sendiri Aku jawab memang pernah saya komunikasikan dan itu sudah 4 tahun lalu dg bujuk dan rayuan terus menerus dia setuju aja kok tetapi dia pilih yang benar dan bisa,semoga mas R ini benar ya, jawabku” Jawab mas Rio ” Pokoknya setelah diurut badan akan terasa enak. Bukan hanya itu, bahkan saya expert untuk mengurut bagian syaraf yang menimbulkan rangsangan seksual. Saya mulai timbul keinginan cepat cepat untuk melihat mas R mijat isteri saya. Saya pulang dan merayu isteri agar ia mau diurut minggu depannya. Saya akan belikan kamu sepatu dan tas satu set bujuk ku..Saya katakan juga pada isteriku, “Mas R masseur yg benar pintar, benar-benar mengerti urat. Dan hmm agak menarik wajahnya pancingku …” Lho memang mas Homo ya..kok senang dipijat ma R canda isteriku,saya lalu tunjukan foto mas R yan dikirim lewat emailku. isteriku senyum senyum dan bilang..,mas wajah buat aku nomer sekian yang penting benar bisa mijit dan sopan Akhirnya ia mengangguk. Minggu berikutnya aku jemput mas R di plasa Senayan . “Kalau ibu mau, dan bapak mengizinkan, saya ok saja. Memangnya keluhan ibu apa”” “Ia suka pegel-pegel pinggang dan kurang bersemangat dalam seksual.” Pancingku ” dalam keadaan normal sex yang pertama adalah masalah pikiran..”kedua baru fungsi organ tubuh yang dissorder ” jwb mas R ,saya ingat benar kata kata itu Lanjutnya ” kita mesti benahi pikiran nya..itu bisa timbul karena kejenuhan atau dia punya fantasi maupun mgkn masa lalu yang kurang menyenangkan kalau pegelnya sih sudah biasa dan dg imbangannya harus diurut bagian-bagian syaraf tertentu pak,” katanya. “Apa mas mengizinkan””“Ya, monggo aja tidak apa-apa.” Sesampainya di rumah, saya panggil isteri. Saat itu waktunya sudah agak malam sekitar jam 9 an “Ma, ayo, kamu dipijat.” Isteriku masuk dengan memakai kain sarung batik ke kamar, di kamar utama saya ada lemari pakaian yang besar tertanam di tembok .Mulailah isteri saya tengkurep. Dan saya tidur 2 an di sebelahnya sambil mengamati. Mas R menyingkapkan kain sarung istriku sampai di bagian betisnya, stlh sebelumnya mengeluarkan minyak yg harumnya sangat wangi dan mulai mengurutnya . Setelah selesai Kemudian Mas R menyingkap sarung istriku ke bagian pahanya dan mengurutnya. Aku memperhatikan isteriku. Kayaknya dia merasakan dan cocok dengan urutannya. Maklum isteriku paling sering di pjt lulur sama mbok mbok jadi ngerti mana yang benar dan tidak Saat Mas R memijat bagian pahanya dan pinggul istriku. Isteriku nampak semakin nikmat, sambil kelihatan badannya sedikit bergerak. Supaya isteri saya tidak canggung saya berinisiatif keluar, dan bilang sama Mas R, “Saya keluar dulu ya, Mas.” Dia jawab jangan ditinggal mas..tapi saya dengan kode, tanpa isteri mengetahuinya, saya bilang bahwa akan sembunyi di lemari besar itu Mas R menaikan alisnya tanda setuju Kemudian saya masuk ke almari mengintip dari celah celah pintu almari Terdengar suara isteriku mendesah-desah, “Aaah…. sssss Aaahsssssssssszzz…. Aaah….”. Aku lihat istriku menggeliat-geliat, mungkin mulai terangsang, karena ternyata Mas Ri telah menyingkap kain sarung isteriku sampai ke bagian bawah sedikit pinggulnya. Tangan Mas R kelihatan mengurut dengan pelan dan menelusuri jengkal demi jengkal bagian pangkal paha isteriku sampai kelihatan CD hijau muda-nya. Aku perhatikan ..”, ia belum memulai memijat ke bagian yang lebih sensitif. Lalu Mas R minta izin untuk membuka sarung isteriku dari bagian atas pinggulnya,sangat sopan dan lalu memijat pinggulnya. Tangannya lalu dimasukkan ke celah dalam sedang mencari titik syaraf belakangan aku tahu bahwa itu adalah Yoni massage step 1 isteriku semakin mendesah-desah dan menggeliat-geliat. Lho kok Barangku pun semakin ngaceng keras. Aku lalu brpikir jangan jangan saya ini punya kelainan,apalagi diujung celanan yang menonjol kelihatan basah dikit. Kemudian Mas menyuruh istriku terlentang. Aku semakin memperhatikannya. Tangan kekar Mas membuka kain isteri di bagian pahanya dan nampaklah paha mulus isteriku dan CD-nya. Ia mulai mengurut paha istriku sambil meremas-remasnya sampai ke pangkal pahanya. Rupanya bukan begitu saja isteriku terangsang, Mas memang nampak sengaja merangsang istriku dengan pijatan khususnya ohh memang prfesional krn saya liat Mas R memijat tanpa expresi ngos ngosan . Kelihatan tangan kekarnya meremas-remas paha dan pangkal paha istriku sampai ke pinggulnya. Keringat mas R keluar padahal AC kamar dingin isteriku menggigit ujung bantal sepertinya dia tidak kuat menahan pijatan maut mas intip tangan Mas R mengurut dan mengelus bagian balakang daerah V menjerit kecil uh..uh nafasnya agak tersengal .Setelah selesai diurut dan Mas R pulang, aku langsung ajak isteriku berhubungan. Karena memang saya pun sudah tidak tahan melihat , barang saya ngaceng keras sekerasnya . Dan ternyata isteriku pun sangat terangsang jauh tidak seperti biasanya. V nya hangat dan banjir cairan kental spertinya lubrikasinya udah jalan tdk seperti biasanya saya harus menolesi KY JELLY dahulu sbelum ML ” kok Mr P mas keras sekali””“Memang Mas R itu benar-benarmasseur yang mengerti syaraf.”“Saya juga mas. Enak banget, Kalau begitu, kapan2 kita urut lagi, ya”” bilang isteriku“Ok..” sahutku sambil tersenyum. Berhasil nih Sebenarnya Pikiranku semakin jorok membayangkan Mr P mas R kalau itu dimasukkan ke lobang isteriku yang kecil mungil itu. Kira kira 2 minggu Sambil ia memijatku aku bilang padanya. “Mas hebat, benar-benar mengerti syaraf. Isteriku tidak seperti biasanya. Aku dan isteriku sangat menyukai pijatan Mas R.”“Oh ya, terima kasih Mas kalau memang cocok pijatan saya.” Aku bilang padanya, “Aku nanti ada pertemuan bisnis di rumah teman saya. Tidak apa-apa walaupun tidak ada saya, tetap aja isteri saya dipijat. Saya tidak terlalu lama kok paling sekitar 3 jam-an saya sudah pulang.” Dia benar benar enggak mau!! Aneh nih mas R”sudah diijinkan kok ga mau kritik buat Mas R yg katanya sering nolak “rezeki” akhirnya aku tahu belakangan bhw mas R bersikap profesional bahwa hasil massage sensual itu harus dinikmati ke2 pasangan. Akhirnya aku mengalah tetap ada disampingnya alias mengintip mas R pernah email ke aku ,katanya aku lebih horny kalau mengintip istilahnya Peeping Tom Isteriku dalam posisi tengkurep dan kain sarungnya sudah tersingkap sampai ke pinggul sehingga kelihatan CD-nya. Dan Mas R mengurut paha istriku sampai ke pangkal pahanya. Suara desahan dari mulut istriku terdengar semakin keras dan tubuhnya pun menggeliat-geliat, membuat Mas Rsemakin agak bersemangat . Tangannya yang kekar dengan jari-jarinya memijat selangkangan isteri saya dari arah belakang setelah diurut bagian punggung dan pundaknya nya tak lama kemudian Mas R menyuruh isteriku terlentang. Ketika istriku sudah dalam posisi terlentang, Mas R mulai berani menyibak kain sarung isteriku sampai ke bagian atas. Tangannya mulai memijat bagian di dekat bibir vagina istriku kira kiran 20 menit. Ia menyingkap pelan-pelan CD istriku. Dan isteriku pun diam. Nampaknya ia pun memang mengharapkannya. Mas R mulai mengelus-ngelus bibir vaginanya, dan isteriku semakin keras desirannya. Terdengar suara “Aah uh… Aah… Aah” dari mulut istriku sambil mengeliat-geliat. Isteriku nampak mulai terangsang berat, dan kelihatan tangannya menggerayangi selangkangan Mas R. Ia mijat vagina istriku dan memasukkan jarinya ke dalam lobangnya. Begitu jari Mas R dimasukkan, isteriku menjerit kecil dan menggeliat sambil meremas celana mas R dengan R diam saja tidak menolak tapi tidak meng iyakan Aku panasaran, Isteriku meremas-remasnya dengan sangat gemas karena sudah terangsang berat. Kelihatan vaginanya membasah dengan lendir. Dan Mas R tetap aja tanpa expresi memijat vagina istriku sambil memasukkan jarinya.. Kemudian isteriku membuka kaos dan BH nya. Kemudian Mas R memassage payudara isteriku dengan cairan putih ,mungkin cream khusus Payudara sehingga semakin tidak tahan isteriku.. Saya pun ereksi mengeras luar biasa. Makin lama lama makin intensive pijatan di Vagina dan payudara isteriku ,Isteriku merintih-rintih sambil menggigit bibirnya. “Aah… oh… oh…” Nampak Mas R duduk di antara paha istriku yang terbuka lebar .Semakin lama Mas R semakin menambah level pijatannya dan kelihatan isteriku ingin di peluk yang sangat kuat. Mas R gelagapan saat dicium istriku. Badan Mas R yang memijat pun tampak tetap menekan selangkangan istriku walaupun aku tahu dia tidak penetrasi. Sambil mengurut payudara nya,mungkin karena tekanan celana mas R yang agak kuat di daerah belahan V nya ..isriku sempat teriak kecil mungkin tanda dia mau mendekati orgasme..setalah itu mas R pindah memijat clitorisnya ,dengan tangan dan jari telunjuknya dia memilin dan mengocok clitoris isteriku,aku dengar mas R bilang..”jangan takut mbak ini Yoni massage level 5 atau level akhir ,relax aja dan nikmati,fantasikan apa saja yang mbak mau ..pinggul istriku dimaju mundurin sdri ,di angkat angkat ,lalu tangan Mas R diberi lagi minyak ..kira kira 1o menit isteriku tampak menahan getaran hebat..dan aku terkejut saat isteriku bilang “Mas R tolong dong oral in aku mas..” Jujur saja aku memang menginginkan hal itu karena saya masih dengan posisi mastrubasi.. Dengan sigap mas Rio berkata “memang semestinya tahap paling akhir dari level 5 adalah Oral ,tapi saya jarang sekali lakukan , mas rio sempat meminta izin aku apakah diizinkan mengingat istriku memintanya,aku kasih kode go head!!! terus aja!! full access buat mas Rio..dalam hati aku berkata pasti karena isteriku cantik jadi dia mau Akhirnya mas Rio mengoral istriku ,tampak isteriku mengerang keenakan dan menggelinjang hebat sambil sekali tangannya memegang sprei yang sudah berantakan kesana kemari lepas dari tempatnya,krn isteriku memejamkan mata maka saya pelan pelan keluar dari lemari melihat mas Rio mengoral isteriku,gila benar lidah mas R sangat terlatih,dg ujung lidah dia mempermainkan ujung clit yang sudah mengeras dari tadi ,tangan mas Rio lalu menarik tangan isteriku dan memegang kedua tangan isteriku mereka saling menggegam ..dan”.finally isteriku menjerit dan bergetar ooooooohhhh jeritnya tandanya dia gak kuat menahan orgasmenya ..mas aku keluar..Aku sengaja memberi waktu yang cukup luang bagi isteriku agar orgasme. Setelah istriku mulai hilang rasa capeknya dengan tidur sejenak barulah aku dan menemui mereka berdua yang saat itu sedang minum kopi di ruang tamu dalam keadaan segar. Nampak wajah istriku bersinar terang dan berseri-seri. “Mas, pijatan Mas R memang enak sekali…” kata istriku menyambut kedatanganku. Kalau boleh 2 minggu lagi datang ya Mas kata isteriku “Boleh…,” sahutku sambil tersenyum. Tapi mas R belum mengiyakan dia hanya tersenyum saja,karena saya tahu Mas R sangat sibuk dengan gawean kantornya… setelah memberikan amplop untuk ganti bensin dan sekedar uang jajan mas R pamit pulang ..entah kapan aku bisa memancing mas R untk Mau ML..sorry mas aku lg taruhan sama isteriku ,,,,,,,,,,,,,,
Setelah pensiun di usia 55 tahun tidak ada kegiatan dan kesibukan. Pada awalnya memang terasa bebas karena tidak ada keharusan bangun pagi, berangkat ke kantor. Setelah hampir setahun terasa jenuh juga. Hidup dengan penghasilan yang kurang memadai membuat kehidupanku jadi agak menurun. Kedua anak ku sudah dewasa dan sudah bekerja semua, untuk biaya rutin memang aku tidak dari mana idenya, tiba-tiba aku mencoba terjun jadi pemijat. Tetapi bukan pemijat biasa, aku ingin mengkhususkan diri memijat wanita. Aku jadi berminat mempelajari cara-cara memijat, baik membaca buku-buku sampai menelusuri berbagai website di internet. Agak sulit memang, tetapi sedikit-demi sedikit aku mulai hafal titik-titik syaraf, terutama di tubuh aku berminat menjadi pemijat yang khusus wanita. Aku ingin mempunyai pengalaman di bidang itu. Uang tidak terlalu menjadi tujuanku, tetapi pengalaman itu yang aku memulai dengan memasang iklan di koran. Setiap hari selama satu bulan aku pasang iklanku. Setelah 10 hari iklan ditayangkan aku baru mendapat telepon. Peneleponnya seorang wanita. Dia bertanya sangat mendetail. Aku menjawab seadanya, tidak ada yang kemudian memutuskan untuk minta aku pijat. Wanita ini tinggal di hotel, karena dia memang bukan orang Jakarta. Jantungku agak berdebar juga, menghadapi order yang pertama di lobby aku menghubunginya melalui house phone. Dia mempersilakan aku langsung ke kamarnya. Ketika pintu dibuka aku melihat seorang wanita yang tidak muda lagi. Usianya kutaksir sekitar 45 tahun, badannya agak gemuk, tapi guratan wajahnya masih tersisa kecantikannya ketika muda dulu. Setelah ucapan selamat malam, aku dipersilakan duduk dan dia menanyaiku ini khawatir bahwa aku bukan tukang pijat sungguh-sungguh. Dia tidak suka dipijat oleh gigolo dan semacamnya. Tapi dia juga kurang suka dipijat oleh perempuan, karena tenaganya kurang kuat. Aku hanya berbohong bahwa profesiku sudah kujalani sekitar 10 tahun. Padahal ini adalah yang pertama.“Pak, aku pakai apa, pakai kimono ini bisa,” tanyanya.“Terserah ibu, enaknya pakai apa.” Jawabku.“Pakai body lotion saya saja ya pak, “katanya memberi body lotion lalu dia tidur memulainya dengan memijat telapak kaki kanan. Aku mencoba dia sekuat apa mampu menahan tekanan jari-jariku. Pertama aku hanya menekan telapak kakinya biar agak lemas, setelah itu titik-titik syarafnya aku tekan satu persatu. Pada penekanan titik-titik syaraf itu baru dia menggelinjang-gelinjang jelaskan mengenai organ-organ tertentu yang kurang sehat. Dia mulai mengagumiku, karena aku mengerti pusat-pusat syaraf. Aku tekan beberapa pust syaraf di telapak kaki sampai dia tidak terlalu merasa sakit lagi. Aku mulai merambah ke betisnya. Betisnya cukup besar dan lemaknya tebal. Aku lumuri body lotin di sekujur menekan bagian betisnya agar terasa lebih nyaman. Otot-otot betisnya terasa agak kaku. Mulanya dia merasa agak sakit, tetapi lama-kelamaan berkurang karena ototnya mulai melemas. Dibagian betis aku juga menekan simpul-simpul syaraf. Pijatanku kubatasi sampai belakang lutut, lalu aku pindah ke kaki sebelah berbagai simpul syaraf, yang paling kuhafal adalah simpul syaraf rangsangan. Dia kedua kakinya aku mainkan simpul syaraf rangsangan. Syaraf itu jika bereaksi maka pemiliknya merasa gerah, atau panas. Benar saja si ibu mulai mengeluhkan jika ACnya kurang dingin, padahal dari tadi ACnya sudah cukup perlu menekan syaraf rangsangan itu hanya untuk mencairkan suasana agar si ibu tidak kaku dan rasa malunya agak berkurang. Jika dia sama sekali tidak terangsang, bisa-bisa aku tidak bisa langsung memijat paha dan badannya langsung, tetapi dari balik merasa yakni bahwa si ibu sudah mulai terangsang, pertama karena dia mulai merasa gerah, dan kedua ketika aku minta ijin memijat pahanya, dia mengangguk saja. Aku memang tidak menyibak kimononya, tetapi tanganku menelusuri pahanya dari bawah kimono. Meski aku tidak melihat, tetapi tanganku merasakan betapa tebalnya paha si paha dipenuhi lebih banyak syaraf rangsangan, terutama paha bagian dalam. Aku memainkan tekanan pijatan di bagian itu. Gerakan pijatanku lama-lama mengakibatkan kimononya tersingkap makin tinggi. Kedua pahanya sekarang sudah terpapar jelas bahkan calana dalamnyanya juga sudah kelihatan. Aku sangat berhati-hati untuk tidak menyenggol bagian keadaan seperti itu, aku mengatakan akan memijat punggungnya, dan minta persetujuan apakah dipijat dengan tetap tertutup kimono, atau kimononya dibuka, sehingga bisa dipijat dengan body lotion. Si ibu memperbolehkan aku memijatnya langsung. Kimono dibukanya dalam keadaan dia masih telungkup. Aku membantu melepas kimononya dan aku gantungkan di pintu kamar mulai beroperasi di pungungnya. Gerakan pijat di punggun memberikan rasa nikmat melonggarkan rasa cape, juga rasa nikmat rangsangan. Aku melakukan gerakan kombinasi keduanya.“Pak kalau merepotkan BHnya dilepas saja,” kata si gerakan hati-hati aku mencopot kaitan bhnya. Mungkin karena si ibu sudah terangsang sehingga dia malah ingin pula merangsangku dengan pancingan melepas bh. Aku masih mengontrol diri. Gerakan pijatanku berkali-kali masuk ke bawah celana dalamnya untuk menekan bagian pantatnya. Aku katakan bahwa efek pijatan itu mengendorkan otot-otot yang kaku di bagian pantat, karena terlalu banyak duduk. Kelihatannya dia percaya, sehingga dia menawarkan aku untuk membuka celana dalamnya.
cerita sex dengan tukang pijat