cerita sex dengan orang gila
RasasususegarBaru saja aku mau mencari kunci pintu, kakak perempuanku Linda, 25 tahun, membukakan pintu Cerita Panas ini terjadi pada tahun 1994, saat itu aku tercatat sebagai siswa baru pada SMUN ** (edited), pada waktu itu sebagai siswa baru Terima kasih telah membaca cerita sex di situs Cerita Seks Dewasa 365 yang berjudul Selingkuh Dengan
Terdengargila, tapi karena berhasil membujuknya, itu semua menjadi tdk masalah. Kami berdua memutuskan untuk melakukannya besok sore di sebuah hotel di daerah Jakarta Selatan. Wah, membayangkan apa yg akan terjadi esok, aku jadi tdk sabar dan tdk bisa tidur, walaupun setelah dikocok jadi bisa tidur, hehehe.
CeritaDewasa- Hari itu sabtu, pas dalam minggu dihari kelahiranku yang ke-17, jadi orang tuaku sengaja mengadakan pesta Ulang Tahun u
PhoneSex Berakhir Nikmat. Umur pernikahan kami sudah berjalan 2 tahun. Cuma setahun terakhir ini suamiku ditugaskan ke Australia. Bisa kalian bayangkan, setahun penuh kami harus menahan nafsu gejolak birahi. Aku tahu suamiku nggak bakalan nyleweng, atau bercinta dengan wanita lain. Akupun juga begitu, meskipun ketika masih single, kehidupanku
Rintihnyadengan suara yang sudah bergetar. Melihat mulutnya yang setengah terbuka dan agak bergetar-getar, aku jadi tidak tahan lagi. Aku tundukkan muka, kemudian mendekatkan bibirku ke bibirnya. Ketika bibir kita bersentuhan, aku merasakan bibirnya yang sangat hangat, kenyal, dan basah.
mở bài bằng lí luận văn học.
Perkenalkan pembaca, aku adalah seorang cowok yang hidup di sebuah desa pinggiran kota di Jawa Tengah. Aku dilahirkan dan dibesarkan dalam keluarga yang begitu sederhana dan tabu membicarakan sex, sehingga aku tidak begitu paham seputar pengetahuan sex. Sampai suatu saat aku diberi tahu temanku bahwa sebenarnya aku ada karena hasil hubungan sex kedua orang tuaku. Aku sangat bimbang benarkah demikian? Saat itu umurku baru beranjak 16 tahun, dorongan sexku sangat kuat dan aku tidak tahu cara melepaskan tekanan sex itu. Penisku menegang manakala aku melihat gambar gadis cantik di kalender yang mengenakan baju semi bikini. Dalam gambar itu aku suka sekali mengusapkan jariku di bagian buah dadanya. Beberapa kali aku bisa mimpi basah, seakan aku bertemu dan memeluk gadis dalam kalender, kemudian penisku menyemprotkan cairan nikmat. Setelah semprotan itu, aku merasakan ototku menjadi lebih kendor dan badanku ringan. Aku berusaha mencari jawaban melalui teman dan bacaan, mengapa aku biasa seperti itu. Pada akhirnya aku menemukan rahasia sangat berarti dan berharga, ternyata untuk mengeluarkan semprotan nikmat bisa tanpa melalui mimpi basah. Berdasarkan pengalaman pribadi dan omomg-omong dengan teman, onani adalah cara paling nikmat mengendorkan otot-otot yang menegang. Malam itu pertama kali aku melihat film porno di rumah teman, setelah selesai belajar bersama, aku diajak nonton video porno. Disinilah aku memperoleh pengalaman banyak bahwa penis yang menegang artinya membutuhkan penyaluran sex, bisa lewat hubungan sex atau lewat onani. Bacaan porno yang dimiliki temanku sering aku pinjam, sambil membaca aku melakukan onani. Sehari aku bisa beronani sampai tiga kali berkat pemberitahuan temanku cara beronani paling nikmat, yaitu menggunakan minyak kelapa yang dioleskan di tangan. Pelajaran berikutnya adalah mencari kenikmatan dengan mengoleskan susu kental manis ke penis, kemudian seokor anak kucing disuruh menjilati susu di penis boleh dicoba nikmat lho. Pengalaman berikutnya adalah membuat vagina tiruan menggunakan balon yang diisi air hangat dan diolesi minyak kelapa. Aduh mak nikmat sekali. Kisah berikut ini adalah pengalaman pertamaku merasakan nikmatnya vagina perempuan dan sekaligus hilangnya keperjakaanku. Hari minggu aku dan temanku sepakat pergi memancing di sungai dekat pasar kecamatan. Disana ada pintu air yang airnya jernih dan tenang serta banyak ikannya. Memancing bagi kami hanya pekerjaan iseng saja, karena untuk mendapatkan ikan bukan tujuan utama. Sambil mancing kami membawa bacaan porno dan ngobrol tentang sex. Ketika kami asik merebahkan badan di rerumputan yang terlindung semak rimbun, tiba-tiba ada rombongan ibu-ibu turun ke sungai memandikan perempuan gembel muda yang otaknya tidak waras Orang-orang di desaku pada saat itu masih banyak yang mandi di sungai. Tempat madi perempuan dipisah jauh dengan tempat mandi laki-laki dan ditutup kain. Selama mandi seorang perempuan memakai kain panjang yang disebut kemben. Sedangkan perempuan muda yang sedang dimandikan ibu-ibu, telanjang bulat sambil berdiri digosok sabun dan dikeramasi. Melihat pemandangan seperti itu birahiku memuncak. Dari jarak pandang yang cukup jelas dan tersembunyi, kami bisa melihat bentuk tubuh montok perempuan gila yang dimandikan. Kami berdua tiarap dan begitu asik menikmati tubuh telanjang yang semakin lama semakin bersih dengan warna kulit kuning langsap. Begitu juga rambut yang gembel setelah selesai dikeramas dipotong pendek. Perempuan gila itu kelihatan senang selama dimandikan ibu-ibu, terlihat ia berjingkrakan sambil mainan air. Sekemabali dari tempat mancing, dengan perut lapar, kami menuju ke salah satu warung di pasar. Betapa kaget, ternyata di dalam warung itu sejumlah laki-laki sedang merubung perempuan gila yang tadi dimandikan untuk ditanyai nomor undian SDSB. Perempuan itu telah mengenakan sarung dan switer bersih. Sambil cengar cengir dia membuat coret-coretan di atas karton pembungkus rokok. Semua laki-laki disitu mengikuti dengan cermat setiap goresan yang dibuat perempuan gila. Aku sendiri tidak peduli pada tingkah mereka, karena yang menjadi daya tarik adalah si perempuan gila bertubuh montok. Aku dan temanku saling pandang dan kami saling berbisik, alangkah nikmatnya bila kami bisa memandikan perempuan itu. Sehari kemudian aku belajar di rumah temanku. Seperti hari-hari yang lalu, selesai belajar kami putar video porno meskipun filemnya hanya ada satu-satunya. Selesai nonton jam telah menunjukkan pukul malam, aku mengayuh sepeda menuju rumah dengan diterangi cahaya bulan. Penisku sepanjang perjalanan tegang terus karena belum memperoleh penyaluran lewat onani. Jalan desa yang sangat sepi, masih aku kenali dengan baik berkat lampu sepeda dan cahaya bulan sehingga tidak akan menabrak sesuatu. Aku kaget ketika di depanku tiba-tiba melintas seorang wanita. Aku mengerem sepeaku dengan mendadak dan memperhatikan kaki perempuan yang melintas. Pikiran pertama yang terbayang dalam benakku perempuan itu kuntilanak sejenis setan perempuan dan kalau berjalan seperti terbang, seperti kepercayaan orang-orang di desaku. Tapi aku kaget ketika mendengar suara perempuan ngomong dan ketawa kecil persis sepeti suara si tubuh montok di warung. Setelah aku perhatikan, ternyata ia perempuan gila yang dimandikan ibu-ibu di sungai. Entah apa yang membuat pikiranku berubah kotor tiba-tiba ada harapan untuk bisa meraba tubuh perempuan telanjang. Keinginan itu sangat kuat dan aku memutar sepeda balik ke rumah teman belajarku, kami diskusikan rencana untuk bisa menelanjangi dan diraba-raba tubuh perempuan. Itu saja rencana yang ada pada kami. Singkat kata, kami berdua meninggalkan sepeda di rumahnya dan membeli makanan di warung sebagai bekal. Ternyata perempuan gila itu sudah tidak ada di tempatnya lagi. Kami berdua mencari dengan sembunyi-sembunyi dan melintasi balik pagar jalanan, supaya tidak dilihat orang. Akhirnya ia kami menemukan perempuan itu di dekat jalan menuju lintasan ke sawah. Ia sedang duduk di tepi jalan. Dengan jantung berdegup keras, kami dekati dan kami bujuk serta kami beri makanan kemudian kami bimbing ke tepi sawah di balik tanah yang menggunung jauh dari jalan desa. Disana ada sebuah bangau kecil tempat istirahat setelah bekerja di sawah. Setelah kami beri minuman, mulailah aku membuka switer dan sarung yang dikenakan perempuan itu tanpa kesulitan. Anehnya temanku menggigil menahan gejolak hatinya sehingga ia tidak membantu ketika aku membuka baju perempuan itu. Tubuh telanjang itu sudah ada di hadapan kami dan ternyata perempuan itu tanpa BH dan celana dalam. Penisku langsung menegang dan mengeras seperti batu. Kemudian kami rebahkan perempuan itu di papan lebar tempat duduk di bangau dengan kaki menjuntai ke bawah. Sarung dan switer digunakan sebagai bantalnya. Mulailah tanganku menggerayangi badannya, aku tarik tangan temanku yang masih menggigil untuk ikut meraba dadanya yang menggelembung kenyal. Temanku mulai tenang dan menggigilnya reda dan mulai menggerakkan tangannya di sepanjang tubuh dan perut perempuan itu. Rencana semula yang hanya meraba dan menikmati tubuh telanjang, akhirnya berubah setelah perempuan itu kami lihat mulai terangsang. Meskipun ia perempuan gila, ternyata bisa mengeluarkan erangan nikmat ketika jariku masuk ke liang vaginanya yang mulai basah dan pinggulnya ikut digerakkan. Aku kaget ketika perempuan itu tiba-tiba teriak keras “aduh enak banget…… aduh enak…….terus….” terpaksa aku minta temanku membekap mulutnya. Aku perhatikan ternyata temanku menggigil lagi seperti orang sakit malaria. Akhirnya aku membuat inisiatif untuk menyetubuhi perempuan itu dan temanku setuju. Aku memperoleh kesempatan lebih dulu merasakan persetubuhan dan temanku akan berjaga-jaga dari jarak jauh sambil menenangkan hatinya. Kesepakatan lain adalah tidak boleh ada mani yang dikeluarkan dalam vaginanya, agar tidak terjadi kehamilan yang bisa bermasalah dikemudian hari. Aku sedikit menggiigil ketika aku membuka baju dan celanaku. Penisku yang sudah tegang mulai kuarahkan ke vaginanya. Jari-jariku membuka sedikit bibir vaginanya untuk memudahkan penisku masuk ke dalamnya. Ketika kepala penisku masuk, perempuan itu kelihatannya memahami kalau harus membuka pahanya. Untuk memperlancar, penisku aku tarik dan aku masukkan dengan pelan dan semakin lama semakin dalam. Terasa saat penis aku tarik, ada otot yang menangkap dan menjepit. Ketika penis aku dorong ke depan, ada cengekraman dan denyutan dalam vaginanya, sehingga aku akhirnya mendorong habis penisku sampai habis ke dalam. Aku sangat kaget karena tiba-tiba perempuan gila itu bangkit dan memelukku erat badanku serta menggoyangkan pinggulnya sambil teriak nikmat. Teriakannya cukup keras terpaksa aku atasi dengan menyumpal mulutnya dengan mulutku. Meskipun mulutnya bau tidak enak, tapi rasa vagina yang mulai meremas penisku, ternyata mengalahkan segala bau yang harus aku terima. Penisku mulai bermain maju mundur sambil merebahkan badan perempuan itu. Belum sempat aku menikmati 2 menit, ujung penisku mulai ada rasa desakan yang akan menembakkan cairan. “Oohhh….. hahhhhh…….” terpaksa aku cabut penisku dan aku keluarkan di luar jatuh diantara kedua belah pahanya yang terjuntai. Agar tidak diketahui temanku kalau aku sudah sampai puncak, aku bergaya seolah-olah perempuan itu sedikit binal. Secapatnya penisku aku lap dengan tangan dan aku menarik tangannya untuk memegang penisku. Ternyata dia tahu dan mengarahkan penisku ke dalam lubang kenikmatannya. Aku masukkan dengan sekali terobos kemudian aku kocok dengan binal. Disini aku merasakan betapa nikmat dan beda rasa vagina dengan rasa onani. Tanganku memeras buah dadanya yang masih kenyal dan mulutku mulai melumat puting susunya. Sedotan vaginanya pun semakin kuat dan kembali terdengar suara teriakan keras tanda kenikmatan. Kembali mulutku menyumpal mulutnya. Aku tidak sempat mempertahankan lebih lama agar perempuan ini sampai puncak seperti yang aku lihat di video. Aku kalah lagi ketika terulang desakan dalam penisku tidak terbendung, secepatnya aku cabut penisku dan aku muncratkan di luar vaginanya. Permpuan itu kelihatan kecewa ketika aku mengakhiri kocokan tanpa peduli dia belum sampai puncak. Aku panggil temanku untuk meneruskan dengan sedikit pesan agar jangan sampai dia teriak kencang saat mencapai kenikmatan. Caranya mulutnya harus dibekap. Aku kemudian menjauh ganti berjaga sambil melepas kepenatan. Tidak lama kemudian perempuan itu teriak sepertinya sebagai tanda kenikmatan dan pantatnya diangkat tinggi. Dari jarak pandang yang cukup jelas ternyata temanku kesulitan membekap mulutnya karena perempuan itu menggoyang-goyangkan kepalanya sangat kencang. Aku kawatir teriakannya ada yang mendengar sehingga aku lari mendekat dan aku bekap. Temanku belum berhasil melepaskan cairan kenikmatannya dan meneruskan mengocok sambil berlutut. Gerakan buah dadanya di bawah terang sinar rembulan terayun seirama kocokan temanku menyebabkan aku tidak tahan untuk memeras dan mengenyot teteknya. Aku lihat temanku menaikkan kedua kaki perempuan itu di pundaknya dan kembali menggenjot dengan kuat. Melihat pemandangan semacam itu ditambah rintihan perempuan, aku tidak tahan membiarkan penisku yang tegang kembali menanggur. Penisku membutuhkan penyaluran tahap ketiga. Aku ambil cara sambil mengenyot teteknya, tangan kiriku mengocok penis dan tangan kananku membekap mulut si perempuan itu. Aku melihat tangan perempuan itu memegang erat pinggiran tempat duduk seolah berusaha bisa mencapai puncak. Temanku kelihatan lebih perkasa, setelah berjalan 15 menit badanya menegang dan dengan cekatan mencabut penisnya, dia mencapai puncak dan memuntahkan maninya di luar. Secepatnya kedudukan temanku aku ambil alih dan seperti gaya temanku, aku angkat kaki perempuan itu di pundakku, kemudian penisku aku hujamkan kembali di vaginanya. Gerakan mengocok aku lakukan dengan pelan-pelan agar aku bisa bertahan lama dan tidak cepat keluar. Gerakan pelan itu ternyata menambah kuat cengkeraman vaginanya disertai denyutan panjang yang kemudian diikuti gerakan liar pantatnya. Tidak lama kemudian perempuan itu merintih dan teriak panjang “Aduh…….aduh……. ennaaakkkkk banget…….. aaahhhhh” kemudian menjadi jeritan tertahan yang diikuti dengan rangkulan sebagai pertanda ia mencapai puncak. Desakan dalam penisku juga tidak bisa aku bendung lagi dan aku semprotkan maniku di dalam. Aku merasakan betapa nikmat mengeluarkan cairan itu di dalam vagina. Kami cepat-cepat berpakain dan mengenakan pakaian perempuan itu. Kami mengalami kesulitan ketika mengenakan pakaiannya karena dia sudah tertidur pulas. Kami berdua pulang mengambil jalan memutar supaya tidak ketemu orang. Sepanjang jalan kami berdua diam tidak bicara apapun. Ketika aku mengambil sepedaku di rumahnya, jam menunjukkan pukul pagi lebih sedikit. Sampai di rumah aku berbaring dan tidak bisa tidur, masih terbayang rasa kenikmatan yang baru saya rasakan bersama hilangnya keperjakaanku. Maafkan kebiadabanku perempuan. Like Fans Pages kami di Follow juga twitter kami di
Pagi hari itu aku di aku di telepon Mbak Linda. Aku disuruh datang kerumahnya. Katanya ada hal penting yang harus dibicarakan. Aku langsung menyanggupinya. Tapi aku bilang kalau aku hanya bisa datang besok sore hari, karena aku sudah ada janji dengan adiknya si Yuni pada hari ini. Mbak Lindapun setuju dengan usulku itu. Aku lalu berangkat ke rumah Yuni. Sesampainya aku di rumah Yuni, aku langsung saja masuk kedalam rumah karena aku sudah terbiasa dengan keluarganya. Sesampainya aku di dalam rumah, aku tidak mendapati siapa-siapa. Aku langsung saja duduk di ruang tamu. Tapi aku mendengar ada orang yang sedang mandi. Aku tidak tahu siapa yang sedang mandi itu, jadi aku hanya menunggu saja. Tidak berapa lama aku menunggu tiba-tiba Yuni dan ibunya muncul dari pintu depan. “Hai Andrie, udah lama kamu datang?” sapa ibu nya Yuni yang biasa kupanggil Tante Siska. “Iya tante barusan aku datang nih.. Tante dan Yuni darimana?” aku balik bertanya. “Kami dari mall Andrie.. Capek sekali nih” jawab si Yuni duduk dekat ibu tirinya itu. “O ya tadi aku mendengar ada orang yang sedang mandi.. siapa ya?” tanyaku. “O.. pasti Mbak Shinta Andrie..” jawab Yuni lagi. Tak lama kami pun terdiam. Cukup lama kami terdiam. Diam-diam aku memperhatikan mereka berdua. Yuni dan ibunya hanya tersenyum saja aku perhatikan seperti itu. Aku jadi mulai bernafsu memandangi mereka berdua. Aku lalu mendekati mereka. Setelah berdiri dekat mereka, aku langsung membuka celanaku dan mengeluarkan kontolku yang sudah mulai tegang. “Ah.. Andrie, kamu sudah kepingin lagi ya..?” kata tante Siska dengan genitnya. “Iya tante.. kita mulai lagi yuk..” kataku sambil meremas payudara tante Siska dari balik pakaiannya. Sementara kepala Yuni kudorong supaya dia memasukkan kontolku kedalam mulutnya. Aku dan keluarga Yuni memang sudah terbiasa melakukan seks bersama2. Karenanya aku langsungsaja memulainya. Yuni langsung mengulum kontolku dengan sangat bernafsu. Aku sangat senang sekali melihat dia mengulum dan menghisapkontolku. Sementara tanganku terus meremas-remas payudara tante Siska dan mulai membuka pakaiannya. Akhirnya tante Siska hanya memakai celana roknya saja. Tanganku terus meremas-remas payudara tante Siska sementara Yuni sibuk menghisap kontolku. Kemudian kepala Yuni kutarik perlahan dan gantian tante Siska yang memasukkan kontolku kedalam mulutnya. Sungguh sangat enak sekali. Aku juga mulai melepaskan pakaian yang dikenakan Yuni sambil meremas-remas payudaranya kiri dan kanan. Akhirnya Yuni juga hanya mengenakan rok nya saja, tanpa baju. Mereka berdua asyik menghisap kontolku dengan sangat bernafsu dan bergantian dan mereka hanya hanya memakai pakaian bawahnya saja. Tanganku juga meremas-remas payudara mereka bergantian. Agak lama juga mereka menghisap kontolku hingga warnanya kemerahan. “Tuh Shinta sudah selesai mandi Andrie..” kata ibu si Yuni. Aku melihat Shinta keluar dari kamar mandi dengan hanya mengenakan handuk yang melilit tubuhnya. Nampak jelas keindahan tubuh Shinta yang dililit handuk itu. “Hai Andrie sudah lama datangnya?” tanya Shinta dengan riang padaku dan agak kaget dengan yang kami lakukan. “Ohh.. kalian udah mulai duluan ya?” katanya sedikit kaget. “Iya Mbak” jawabku sambil tersenyum. Melihat pemandangan yang ada didepanku itu, aku jadi semakin bernafsu. Aku langsung menghampiri Shinta dengan kontol yang tegang dan mengacung kearahnya. Yuni dan Tante Siska hanya tersenyum saja melihatku. Sementara Mbak Shinta hanya berdiri saja melihatku mendekatinya. Aku langsung menarik tangannya ke sofa di ruang tamu disamping Yuni dan ibunya duduk. Sesampainya di sofa aku melepaskan handuk yang melilit tubuhnya yang putih mulus hingga tubuhnya yang putih tinggi semampai itupun polos bugil menampakkan keindahannya. Sementara kontolku berdiri tegak dengan warna yang kemerahan. Shinta hanya menjerit kecil dan tertawa saja. Dia membiarkan aku melepaskan handuk yang dipakainya. Aku langsung memeluk tubuhnya yang wangi. Aku segera menciumi payudaranya sambil memeluk tubuhnya dengan berdiri. Aku menghisap payudaranya kiri dan kanan. Shinta hanya mendesah saja. Sementara itu Yuni dan ibunya hanya memperhatikan saja dengan nafas yang mulai tidak teratur. Yuni dan ibunya hanya memakai pakaian bawah saja. Sementara tangan Shinta mulai melepaskan bajuku, hingga aku juga telanjang bulat. Aku masih asyik menghisap payudara Shinta kiri kanan dan ciumanku berlanjut kebawah. Aku berjongkok. Aku mengangkat kaki kanan Shinta ke pinggir sofa. Aku menjilati vaginanya. Sungguh enak vagina Shinta kalau dijilat. Sementara kontolkupun sudah semakin tegang dan membesar dan makin panjang. Aku masih terus menjilati vagina Shinta dengan sangat bernafsu. Shinta masih saja merintih-rintih. Aku makin semangat mendengar rintihan Shinta. Tak lama Shinta menarikku keatas. Dan dia pun berjongkok. Lalu dia langsung memasukkan kontolku kedalam mulutnya. Shinta menghisap penisku dalam-dalam dan menghisapnya dengan sangat bernafsu. Sementara Yuni dan ibunya makin semangat menonton kami. Mereka melihat sambil mendekati kami. Shinta masih terus menghisap kontolku dengan sangat bernafsu. Aku sangat senang melihat Shinta seperti itu. Agak lama aku membiarkan Shinta memasukkan dan mengeluarkan kontolku kedalam mulutnya. Akhirnya akupun tidak tahan lagi. Aku segera menarik Shinta dan membaringkannya ke sofa, tepat disamping Yuni. Aku lalu membuka paha Shinta dan mulai memasukkan kontolku kedalam vaginanya. Shinta menjerit tertahan begitu kontolku masuk menerobos kedalam memeknya. Ahh.. sungguh sangat enak sekali. Begitu kontolku masuk, langsung memek Shinta memijit-mijit kontolku. aku langsung memasukkan dan mengeluarkan kontolku kedalam memeknya. Shinta hanya menjerit kecil dan mendesah saja. Aku langsung menggenjot dan mulai mempercepat gerakan pinggulku. Shinta hanya makin keras desahannya. Akupun semakin bersemangat aja. Aku semakin mempercepat gerakan pinggulku. Dan tak lama aku merasakan kontolku jadi hangat. Rupanya Shinta sudah keluar. Tapi aku kayaknya masih lama untuk keluar. Kulihat Shinta nampak terengah-engah. Aku langsung menghampiri ibu si Yuni yaitu tante Siska. Aku langsung meremas payudara tante Siska yang putih dan montok. Aku langsung menciumi payudara tante Siska dan membuka BH nya. Aku menghisap payudara tante Siska bergantian. Tante Siska hanya mendesah saja aku perlakukan begitu. Sementara Yuni menatapku dengan bernafsu. “Sebentar ya Yuni, sekarang aku menggarap ibumu dulu.” kataku pada Yuni. “Lakukan saja Andrie, aku senang dengan situasi seperti ini.” jawab Yuni. Aku terus menciumi payudara tante Siska dengan bersemangat. Ciumanku makin lama makin kebawah. Akhirnya ciumanku mengarah ke vagina tante Siska. Aku menjilati vagina tante Siska dan memasukkan lidah ku kedalam aginanya. Tante Siska menjerit senang. “Ahh.. Andrie.. terus sayang..” katanya sambil mendesah. Aku semakin bersemangat saja. Akhirnya aku duduk di sofa dan memberi isyarat pada tante Siska supaya berdiri membelakangiku. Tante Siska mengerti dan membelakangiku. Perlahan-lahan aku mendudukkan tante Siska di pangkuanku dan mengarahkan kontolku ke vaginanya dari belakang dan sambil duduk. “Biar aku bantu memasukkan kontolmu kedalam memek ibuku Andrie..” kata Yuni sambil menggenggam kontolku dan mengarahkannya kedalam memek ibunya. Perlahan-lahan kontolku menerobos memek tante Siska. Tante Siska menjerit tertahan begitu kontolku masuk ke memeknya. “Ahh.. Andrie enak sekali sayang..” kata tante Siska dengan desahan yang makin menaikkan nafsu seks ku. Aku makin bersemangat saja. Perlahan-lahan tante Siska mulai menaik turunkan pantatnya diatas pangkuanku. Dan tanganku juga asyik meremas-remas payudaranya dari belakang. Sementara Yuni dengan serius memperhatikan tepat di depan kontolku yang sudah masuk kedalam memek ibunya. Sekali-kali waktu tante Siska menaikkan pantatnya, Yuni menjilati batang kontolku. Begitu seterusnya. Gerakan pantat tante Siska mulai cepat. Dan makin lama makin cepat. Dan kelihatan kelincahan pantat tante Siska naik turun diatas pangkuanku. Kadang-kadang dia memutar2 pantatnya. Sekali waktu kontolku terlepas dari memek tante Siska. Waktu terlepas itu Yuni segera menyambar kontolku dan mengulum-ngulum nyadengan sangat bernafsu. Kemudian memasukkan kembali kedalam memek ibunya. Tanganku tetap tidak berhenti meremas-remas payudara tante Siska. Kadang-kadang aku menghisap payudara tante Siska dari belakang. “Ahh.. Andrie.. kamu pingin menghisap susuku ya..?” kata tante Siska. “Kalau begitu aku ubah posisiku ya.. sayanghh..” kata tante Siska sambil melepaskan kontolku dari memeknya dan berbalik menghadap ke depanku. Kemudian dia kembali memasukkan kontolku kedalam memeknya. “Ayo sayang.. kita lanjutkan lagi..” katanya. Kemudian kembali tante Siska menaik turunkan pantatnya diatas pangkuanku. Sementara aku dapat bebas menghisap payudaranya dan meremas-remas payudaranya bergantian. Tante Siska merintih-rintih diatas pangkuanku. Pantatnya makin lama makin cepat turun naik sehingga kontolku yang sudah masuk kedalam memeknya menimbulkan bunyi. Agak lama juga tante Siska menaik turunkan pantatnya hingga kemudian.. “Andrie.. akusudah mau keluar.. sayanghh.. Kamu gimana..?” katanya. “Keluarkan saja tante.. aku masih agak lama nih..” kataku sambil menciumi payudaranya dan menghisapnya bergantian. Sementara tanganku tidak berhenti meremas-remas payudaranya yang putih montok. Tak lama kemudian tante Siska memeluk tubuhku dengan kencang. Kepalaku dibenamkannya dalam-dalam ke payudaranya. “Ahh.. Andrie.. sayanghh.. aku sudah keluar..” katanya dengan tubuh yang melemah. Sementara aku masih jauh untuk keluar. Memang aku tidak bisa cepat keluar kalau hanya main dengan satu orang wanita saja. Kemudian tante Siska mencabut kontolku dari memeknya. “Andrie.. sekarang giliran Yuni yang kamu garap..” katanya sambil menghisap kontolku yang masih tegang. Aku kemudian bergerak kearah Yuni dan menyuruhnya untuk menungging. Yunipun mengerti dengan tujuanku. Dia menungging dengan posisi kaki tegak. Sementara tangannya memegang sandaran sofa. Tante Siska dan Mbak Shinta hanya duduk dengan nafas yang masih terengah-engah. Perlahan-lahan aku memasukkan kontolku kedalam memek Yuni dari belakang sambil berdiri. “Ahh.. enak Andrie..” kata Yuni. Kemudian setelah posisinya pas, aku memaju mundurkan pantatku sambil memegang pantat Yuni dan meremas-remas nya. Makin lama gerakan ku makin cepat dan Yuni merintih rintih dengan suaranya yang makin bikin aku bersemangat. “Ah.. ahh.. ahh.. Andrie.. enak sayang..” katanya. Aku tidak peduli dengan suara Yuni malah makin mempercepat gerakan pantatku. Aku lalu meraih payudara Yuni sehingga dia berada pada posisi membelakangiku sambil berdiri. Kaki kirinya kunaikkan keatas pinggir sofa. Kemudian kembali aku menggenjotnya dari belakang sambil tanganku tidak berhenti meremas-remas payudaranya yang montok. Yuni hanya merintih-rintih saja. Sekitar sepuluh menit, aku mulai merasakan tanda-tanda akan keluar. “Yuni.. aku sudah mau keluar nih.. kamu bagaimana sayang..?” kataku sambil terus menggenjot pantatnya. “Aku juga hampir keluar Andrie.. kalau kamu mau keluar diluar memekku saja ya sayang.. karena aku belum minum pil KB nih..” katanya. Tapi ternyata tubuh Yuni sudah mulai menegang. “Ahh.. Andrie.. aku keluar duluan aghh..” katanya dan ternyata kakinya tidak mampu untuk berdiri sehingga dia terduduk dan kontolku tercabut dari memeknya. “Aku juga sudah mau keluar ahh.. aku sudah mau keluar juga..” kataku. Tante Siska dan Mbak Shinta yang dari tadi hanya melihat saja buru-buru mendekat dan mengarahkan kepalanya kekontolku. Yuni juga mendekatkan kepalanya kekontolku. Akhirnya aku keluar juga. Sambil memegang kontolku, aku mengarahkan air maniku kemulut tante Siska, Mbak Shinta dan Yuni yang sudah berjongkok didepan kontolku. Mereka membuka mulutnya lebar-lebar hingga air maniku masuk kedalam mulut ketiganya. Lumayan banyak juga air maniku keluar hari itu. Mereka kelihatan senang melihat air maniku banyak keluar dan mereka menelan spermaku, kemudian mereka bergantian mengulum kontolku sekaligus membersihkan sisa sperma yang masih menempel di kontolku. “Ahh.. enak sekkali..” kataku sambil duduk diatas sofa. Tante Siska duduk disebelah kiriku dan Mbak Shinta duduk di sebelah kananku sementara Yuni duduk di pangkuanku. Kami sama -sama menarik nafas panjang. “Ahh.. seru sekali ya..” kata Mbak Shinta. “Iya Andrie memang luar biasa ..” kata tante Siska. Sementara Yuni hanya menggenggam kontolku yang walaupun sudah keluar tapi masih tetap tegang. “Iya.. aku lemas nih..” jawabku. Mereka bertiga hanya tersenyum saja. Lama kami terdiam. “Tadi pagi aku ditelpon Mbak Linda.. ada apa ya..?dia menyuruhku untuk datang kerumahnya.” kataku memberitahukan tentang telepon dari Mbak Linda. “Kapan kamu disuruh kesana Andrie..?” tanya Yuni “Aku bilang kalau aku bisa datang besok sore.” jawabku. “Ya udah datang aja besok. Mungkin Mbak Linda kangen sama kamu” jawab Yuni lagi. Aku tersenyum saja mendengarnya. “Oya tadi ibu sama Yuni beli makanan. Kita makan aja yuk. Lapar nih.” kata ibu Yuni. Akhirnya kami berempat berjalan menuju keruang makan dengan telanjang bulat. Kontolku sudah tidak tegang lagi berayun-ayun kekiri dan kanan waktu melangkah. Tante Siska, Mbak Shinta dan Yuni hanya tersenyum saja melihat kontolku. Kami berempat makan diruang makan dengan telanjang bulat. Setelah makan kami duduk-duduk santai di meja makan. Hari itu seperti biasa aku tidak diperbolehkan pulang tapi harus menginap disana. Setelah makan kami meneruskan lagi permainan kami di kamar tante Siska yang agak luas. Aku terus mengentot Yuni, ibunya dan Mbak Shinta bergantian dan bermacam gaya. Akhirnya karena kecapekan kami tertidur di kamar tante Siska. Malamnya kami teruskan lagi permainan kami hingga kami kembali tertidur dan bangun pagi hari. Keesokan harinya aku pulang ke rumah. Sesampainya aku dirumah aku melanjutkan tidurku sampai siang hari. Setelah bangun tidur aku langsung makan siang dan membersihkan rumahku. Tak lama aku mendapat telepon lagi. Rupanya Mbak Linda lagi yang meneleponku. “Hai Andrie.. Gimana kemarin rame nggak dirumah Yuni?” kata Mbak Linda memulai pembicaraan. “Iya.. Mbak aku capek sekali nih..” jawabku. “Memangnya ada apa Mbak menyuruhku datang kesana?” tanyaku. “Begini Andrie.. suami Mbak Mas Hadi ingin bertemu denganmu. Kamu dulu udah Mbak kenalkan dengan Mas Hadi kan?” jawab Mbak Linda. “Tapi ada masalah apa Mbak?” tanyaku penasaran. “Mbak juga tidak tahu.. karena itu kamu nanti sore datang ke sini ya?” jawabnya. “Iya deh Mbak nanti sore aku kesana.” jawabku dan akhirnya kami menutup telepon. Dalam hati aku penasaran, “Ada apa kok Mas Hadi suaminya Mbak Linda tiba-tiba ingin bertemu denganku? Apa mungkin dia tahu kalau aku sudah meniduri isterinya?” Aku hanya menerka-nerka saja tapi aku tidak mendapatkan jawaban yang memuaskan. Akhirnya aku memutuskan kalau toh nanti Mas Hadi tahu aku telah meniduri isterinya dan marah kepadaku aku siap menerima resikonya. “Paling-paling dia hanya memaki-maki dan memukul aku saja” kataku dalam hati. Sore harinya aku berangkat kerumah Mbak Linda sendirian. Sesampainya disana ternyata Mbak Linda dan suaminya Mas Hadi sudah menungguku di ruang tamu. Mas Hadi umurnya kurang lebih 30 tahun. “Hai Andrie.. ayo masuk” kata Mbak Linda mempersilahkan aku masuk kerumahnya. Sementara Mbak Linda keluar dan mengunci pintu pagar dan kemudian juga mengunci pintu rumahnya dari dalam. Dia juga menutup dan mengunci jendela. Dan terakhir Mbak Linda menyalakan AC dan menghidupkan lampu ruang depan sehingga rumahnya menjadi terang. Aku tidak tahu apa maksudnya seperti itu. Bukankah aku aku masih dirumahnya?Tapi aku bersikap tenang seperti tidak ada apa-apa. Akhirnya Mbak Linda duduk disamping Mas Hadi. “Mbak linda dan Mas hadi cuma berdua saja dirumah?” tanyaku memulai pembicaraan. “Iya pembantu Mbak pulang kampung, jadi tinggal kami berdua saja dirumah.” jawab Mbak Linda. Setelah itu kami pun berbincang-bincang tentang berbagai hal. Tapi anehnya Mas Hadi sedikit sekali bicaranya. Dia terus saja memperhatikan aku dari ujung rambut hingga kekaki. Aku menjadi salah tingkah di pelototin begitu. “Ada apa Mbak memanggil saya kemari? katanya ada hal penting. Bisa di jelaskan Mbak?” tanyaku. “Begini Andrie.. Mas Hadi yang ingin bicara denganmu. Silahkan Mas katanya mau bicara dengan Andrie. Tuh dia udah datang.” kata Mbak Linda dengan kepala menunduk. Aku merasa heran dengan sikap Mbak Linda yang tiba-tiba berubah. Mas Hadi hanya mendehem saja “Hem.. aku mau bertanya padamu Andrie. Kuharap kamu menjawabnya dengan jujur dan jantan.” kata Mas Hadi memulai pembicaraan. Tiba-tiba aku merasa grogi juga. Jangan-jangan dia sudah tahu kalau aku sudah meniduri isterinya kataku dalam hati. Tapi sebelum berangkat kesini tadi aku sudah memutuskan menerima resiko apapun juga. Jadi aku tidak takut, toh memang aku yang salah. Aku memberanikan diriku. “Ya Mas, Mas mau bertanya apa? semuanya akan kujawab.” kataku. “Aku bertanya, apa benar kamu sudah tidur dengan isteriku Linda?” kata Mas Hadi dengan suara yang tegas dan keras. Walaupun aku sudah mengira dia akan menanyakan itu, tapi tetap saja aku menjadi gugup. Tapi walaupun gugup aku harus menjelaskan apa adanya dan semuanya, tekadku dalam hati. “Iya Mas.. karena itu saya minta maaf sama Mas. Kalau Mas jadi marah saya siap menerima hukuman apapun dari Mas.” jawabku dengan suara pelan. “Sudah berapa kali kamu tidur dengannya?” tanya Mas Hadi lagi. “Sudah tidak terhitung lagi Mas.. sering.” jawabku dengan kepala yang menunduk. Diam-diam aku melirik kearah Mbak Linda dan dia juga hanya menunduk saja. Aku jadi semakin ketakutan. Dalam hati aku berpikir jangan-jangan Mas Hadi akan membunuhku. Lama kami terdiam. “Apa kamu merasa bersalah melakukan itu Andrie..?” tanya Mas Hadi lagi. “Iya Mas.. saya merasa bersalah pada Mas.” jawabku. “Terus sekarang apa kamu merasa takut?” tanya Mas Hadi lagi. “Iya.. Mas..” jawabku dengan suara semakin pelan. Tiba-tiba hal yang tidak terduga terjadi. Tiba-tiba Mas Hadi tertawa. “Ha.. ha.. ha.. Andrie.. Andrie.. kamu jadi ketakutan seperti itu jadi kelihatan lucu.. ha.. ha.. ha..” kata Mas Hadi terbahak-bahak. Aku jadi kebingungan dengan situasi yang jadi berubah seperti itu. Aku melihat Mbak Linda. Ternyata sama saja, dia ikut tertawa seperti suaminya. Lama mereka tertawa berdua. Aku jadi makin tidak mengerti. “Ada apa Mas kok malah tertawa..?” tanyaku dengan nada heran. Mereka malah makin keras tertawanya. Akhirnya aku biarkan saja mereka tertawa dengan wajah kebingungan. Setelah agak lama barulah Mas Hadi dan Mbak Linda berhenti tertawa. “Begini Andrie.. kamu jangan ketakutan seperti itu. Aku sebenarnya tidak marah. Tapi hanya ingin lihat reaksimu saja.” kata Mas Hadi. Tentu saja aku jadi heran. “Aku akan marah sekali kalau kamu tadi berbohong. Ternyata kamu tidak berbohong. Aku anggap kamu cukup jantan untuk mengakui semua perbuatanmu. Karena itu aku tidak marah.” jawab Mas Hadi sambil tersenyum. “Benar Mas Hadi tidak marah?” tanyaku untuk meyakinkan diriku. Mas Hadi hanya tersenyum sambil menganggukkan kepalanya. Akhirnya aku menarik nafas lega. Mbak Linda hanya tersenyum saja melihatku. Aku juga mulai tersenyum. “Terus selanjutnya apa Mas?” tanyaku penasaran. “Begini Andrie, Mbak Lindamu ini sebenarnya nafsu seksnya tinggi. Aku sendiri jarang sekali bisa memuaskan nafsu seksnya itu. Karena itu dia biasa menggunakan alat ini.”jawab Mas Hadi terus terang sambil memperlihatkan semacam alat kontol-kontolan plastik kepadaku. “Tapi belakangan ini aku lihat dia sudah jarang menggunakan alat ini dan ini yang membuatku jadi penasaran. Akhirnya dia kutanyai terus dan diapun mengaku kalau dia sudah tidak menggunakan alat ini.” kata Mas Hadi lagi. “Dia juga sudah mengaku kalau dia sudah sering tidur denganmu.” kata Mas hadi menjelaskan. “Jadi sebenarnya aku senang dia sudah tidak menggunakan alat ini, karena bagiku alat ini bisa merusak vaginanya sendiri. Jadi kesimpulannya kamu kuperbolehkan tidur dengan Linda selagi dia mau. OK?” kata Mas Hadi sambil tersenyum. “Kamu bebas berbuat apa saja dengannya walaupun di dekatku. Aku ingin lihat dia dipuaskan oleh orang beneran bukan dengan mainan seperti ini.” kata Mas Hadi sambil melemparkan kontol-kontolan itu ke tempat sampah. “Tapi satu hal Andrie, kamu boleh main dengan wanita manapun tapi tidak boleh dengan wanita WTS. Sekali saja kamu melanggarnya kamu tidak boleh lagi mendekati Linda. Kamu mengerti?” kata Mas Hadi lagi. “Iya Mas, saya mengerti. Saya berjanji tidak akan main dengan WTS.” jawabku. Mas Hadi dan Mbak Linda tersenyum. “Nah sekarang kamu sudah welcome disini. Kamu bebas masuk dan melakukan apa saja disini. Tapi suatu waktu nanti aku juga ingin meniduri pacarmu si Yuni. OK?” kata Mas Hadi lagi. “Ya Mas terserah Mas saja.” jawabku. Aku benar-benar merasa lega dan tenang. Kemudian aku memperhatikan Mbak Linda. Mbak Linda hanya tersenyum kepadaku. Aku jadi ingat dengan perkataan Mas Hadi barusan. Aku sudah diberi kesempatan sebebas-bebasnya dengan isterinya walaupun dia ada disini. Perlahan-lahan kontolku mulai berdiri. Lalu aku mendekat kearah Mbak Linda dan duduk disampingnya. Mbak Lindapun duduk merapat ke arahku. Sementara Mas Hadi hanya tersenyum memandangi kami. Aku langsung saja mencium bibir Mbak Linda dihadapan suaminya sendiri. Mbak Lindapun membalas ciumanku. Lalu aku membuka baju kaos yang dipakai Mbak Linda hingga dia hanya memakai BH saja. BH itupun langsung kucopot didepan Mas Hadi. Maka terpampanglah di hadapanku payudara Mbak Linda yang putih, montok dengan puting payudara yang berwarna merah muda. Aku langsung menciumi payudaranya dan bergantian kiri kanan. Aku menghisap payudara Mbak Linda dengan sangat bernafsu. Mbak Linda hanya merintih-rintih saja. Sementara Mas Hadi masih saja melihati kami. Kemudian Mbak Linda membuka resleting celanaku dan mengeluarkan kontolku yang sudah mulai tegang. Aku membiarkan saja Mbak Linda membuka celanaku dihadapan suaminya. Kontolku masih belum begitu tegang tapi kelihatan sekali besarnya. “Wowww.. Andrie.. kontolmu mulai tegang ya..” kata Mbak Linda sambil membiarkan tanganku bermain di payudaranya yang putih dan montok. Kemudian dia mendekatkan mulutnya kekontolku dan menghisapnya dalam-dalam. “Ahh.. enak sekali Mbak ” kataku dengan mendesah. Mbak Linda masih terus mengulum kontolku dan tangankupun tidak berhenti meremas-remas payudaranya. Mas Hadi hanya membiarkan kami main berdua. Mbak Linda masih terus menghisap-hisap kontolku dengan sangat bernafsu. Akupun masih terus menikmatinya. Dan tidak lama kemudian aku merasakan sudah mau keluar. Memang Mbak Linda sangat ahli dalam menghisap-isap kontolku, sehingga aku jadi merasa cepat keluar. Kontolku makin lama makin tegang dan membesar. Mbak Linda sangat senang sekali melihatnya. Dan tidak lama kemudian “Ahh.. Mbak aku sudah mau keluar..” kataku. “Keluarkan saja dimulutku Andrie..” kata Mbak Linda sambil mengeluarkan kontolku dari mulutnya kemudian memasukkannya kembali dan menghisapnya. Dan benar saja akupun keluar. Kupegang kepala Mbak Linda dan memuntahkan cairan spermaku kedalam mulutnya. Mbak Lindapun membiarkan saja aku menumpahlkan maniku dimulutnya. Akhirnya Mbak Linda melepaskan kontolku dari mulutnya dengan sperma yang menetes dibibirnya. Dia menjilat sisa sperma yang menetes dibibirnya kemudian menelan semuanya. Kemudian dia kembali mengulum-ngulum kontolku dan membersihkan sisa sperma yang menempel dikontolku. Aku hanya menarik nafas panjang dengan mata terpejam. “Ahh.. enak sekali.. Mbak” kataku. Sementara Mbak Linda juga duduk menyandarkan dirinya dipangkuanku dan membiarkan payudaranya terbuka lebar. Aku juga membiarkan kontolku terbuka dihadapan Mas Hadi. Lama kami terdiam dengan nafas yang masih terengah-engah. Kemudian Mas Hadi berkata, “Gimana Andrie..?enak?” katanya sambil tersenyum padaku. “Iya Mas.. sedotan Mbak Linda sungguh sangat enak sekali..” jawabku. Mbak Linda hanya memegangi kontolku dan sesekali meremas-remasnya. Kemudian Mas Hadi berkata, “Andrie aku minta tolong padamu ya.. kamu bisa pakai handycam?” “Bisa Mas, memangnya untuk apa?” tanyaku. Mas Hadi tidak menjawab pertanyaanku malah dia berkata, “Linda, sekarang kamu pakai lagi bajumu yang rapi dan kamu Andrie, pakai lagi celanamu.” Mbak Linda menurut saja, sementara Mas Hadi berjalan menuju lemari yang diruang tengah dan mengambil handycam dari dalam lemari. Kemudian Mas Hadi kembali keruang tamu. Aku juga sudah mengancingkan celanaku . “Ayo kita kekamar. Linda bawa si Andrie kekamar.” kata Mas Hadi sambil berjalan menuju kamar tidur. Mbak linda juga berjalan kekamar sambil menarik tanganku. Aku menurut saja. Sesampainya dikamar, Mas Hadi menghidupkan lampu kamar hingga kamarpun jadi terang benderang. “Begini Andrie, aku minta kamu merekam aku lagi main dengan Linda. Kamu harus bisa mengambil gambarnya dari tempat-tempat yang bagus. OK?” kata Mas hadi menjelaskan. Aku hanya mengangguk saja. Aku mengerti dengan tujuan Mas Hadi dengan handycam tersebut. “Gimana Linda kamu udah siap?” tanya Mas Hadi. Mbak Linda hanya mengangguk saja. “Kamu Andrie sudah siap?” tanya Mas Hadi lagi. Aku juga mengangguk saja. Kemudian Mas Hadi menarik tangan Mbak Linda ke tempat tidur. “Sekarang Andrie.” kata Mas Hadi memberi perintah padaku. Aku langsung menghidupkan handycam dan menyorot mereka berdua. Mas Hadi langsung mencium bibir Mbak Linda dengan bernafsu. Mbak Linda juga membalasnya. Sementara tangan Mas Hadi meremas-remas payudara Mbak Linda dan perlahan-lahan dia melepaskan pakaian yang dipakai Mbak Linda. Hingga akhirnya Mbak Linda hanya pakai BH saja dan itupun langsung dicopot oleh Mas Hadi. Mas Hadi terus menciumi leher Mbak Linda yang putih mulus. Mbak Linda memang mempunyai tubuh yang sangat seksi. Siapapun pasti akan tergiur melihat tubuh Mbak Linda. Aku merasa bersyukur Mas Hadi mau isterinya kutiduri, walaupun imbalannya nanti dia akan meniduri pacarku si Yuni dihadapanku. Ya.. nggak apa-apa lah kataku dalam hati. Ini pengalaman yang mengasyikkan bagiku kataku lagi. Mas Hadi masih terus meremas-remas payudara Mbak Linda. Kemudian dia mulai menciumui payudara Mbak Linda kiri dan kanan. Aku terus merekam apa yang mereka lakukan. Kadang-kadang aku merekam sambil mendekati mereka. Tapi mereka tidak peduli dengan yang aku lakukan. Mas Hadi masih terus menciumi payudara Mbak Linda dan menghisap-hisap puting payudaranya. Mbak Linda hanya mendesah-desah saja. Kemudian Mas Hadi mulai mencopot rok yang dipakai Mbak Linda, hingga dia hanya pakai celana dalam saja. CD Mbak Linda itupun juga copot, hingga Mbak Linda benar-benar bugil. Mas Hadi merebahkan tubuh Mbak Linda di tempat tidur dan menciumi paha Mbak Linda yang putih mulus. Aku mengarahkan kameraku menyusuri tubuh Mbak Linda yang sangat indah, terutama dibagian vaginanya yang sepertinya habis dicukur. Lama aku menyoroti vagina Mbak Linda. Mas Hadi membuka vagina Mbak Linda dan memberi isyarat supaya aku menyorot memek Mbak Linda. Aku mengerti dengan apa yang aku kerjakan. Kemudian Mas Hadi mulai menjilat-jilat memek Mbak Linda dengan sangat bernafsu. Mbak Linda hanya merintih-rintih saja. Lama Mas Hadi menjilati memek Mbak Linda. Akhirnya Mbak Linda bangun dan mulai membuka pakaian Mas Hadi. Hingga Mas Hadi juga berada dalam keadaan bugil. Ternyata kontol Mas Hadi jauh lebih kecil dari punyaku. Aku masih terus asyik merekam mereka. Kemudian Mbak Linda menciumi kontol Mas Hadi dan memasukkannya kedalam mulutnya. Memang kontol Mas Hadi sangat kecil, walaupun tegang tetap saja kecil. Pantas saja Mbak Linda tidak pernah merasa puas kalau main dengan Mas Hadi. Mbak Linda masih terus menghisap kontol Mas Hadi. Mas Hadi hanya merem melek saja matanya. Mbak Linda masih terus asyik mengulum dan menghisap kontol Mas Hadi. Tak lama Mas Hadi kembali merebahkan Mbak Linda dan menyuruhnya supaya telentang. Kemudian Mas Hadi menyuruhku mendekat. Perlahan-lahan Mas Hadi mulai memasukkan kontolnya yang sudah tegang ke memek Mbak Linda. Mbak Linda hanya merintih dan makin mengangkangkan kakinya. Akhirnya kontol Mas Hadi masuk kedalam memek Mbak Linda. Dan dia mulai menaik turunkan pantatnya. Mbak Linda juga mengimbangi gerakan Mas Hadi dari bawah. Makin lama gerakan pantat Mas Hadi makin cepat. Dan rintihan Mbak Lindapun juga makin keras terdengar. Akhirnya tubuh Mas Hadi menegang dan dia membenamkan kontolnya dalam-dalam kedalam memek Mbak Linda. “Ahh.. enaknya..”kata Mas Hadi. Sementara Mbak Linda hanya mendesah saja. Tapi sepertinya Mbak Linda masih lama untuk keluar. Kemudian Mas hadi berkata, “Sekarang giliranmu Andrie, sini biar aku yang merekam.” katanya sambil mencabut kontolnya dari memek Mbak Linda. Aku lalu menyerahkan handycam pada Mas Hadi dan mendekati Mbak Linda. Mas Hadi mulai merekam yang aku perbuat. Aku langsung saja menindih tubuh Mbak Linda yang putih molek. Mbak Lindapun membuka tangannya dan memelukku. Aku langsung menciumi bibir Mbak Linda. Mbak Linda juga membalas ciumanku. Lama kami berciuman. Sementara Mas Hadi masih asyik merekam aku dan isterinya yang sedang bergumul. Aku masih terus menciumi bibir Mbak Linda. Kemudian ciumanku kuarahkan kelehernya yang putih. Mbak Linda menggelinjang dengan manjanya. Aku terus menciumi lehernya dan kemudian turun ke payudaranya. Payudara Mbak Linda habis aku ciumi. Puting payudaranya aku hisap bergantian. Mbak Linda hanya merintih-rintih saja. Mas Hadi juga makin semangat merekam yang kulakukan pada isterinya. Aku terus saja meremas dan menghisap puting payudara Mbak Linda. Kemudian akupun mulai membuka seluruh pakaianku hingga bugil seperti Mbak Linda dan Mas Hadi. Mbak Linda mendekatkan kepalanya kekontolku dan mulai menghisapnya dengan kepala maju mundur. Aku menikmati saja kuluman bibir Mbak Linda pada kontolku. Kupegang kepala Mbak Linda dan membantunyadengan memaju mundurkan pantatku. Mas Hadi terus merekam adegan kontolku dihisap isterinya. Aku mulai tidak sabar, dan kusuruh Mbak Linda supaya nungging. Mbak Linda pun menungging. Kelihatan seluruh lekuk lekuk tubuh ramping dan mulus milik Mbak Linda yang bikin nafsuku semakin naik. Kutepuk pantat Mbak Linda dan meremas pantatnya. Mbak Linda menjerit kecil. Aku lalu mengarahkan kontolku kedalam memeknya dari belakang. Dan kontolkupun akhirnya menerobos memek Mbak Linda. “Awww.. enak Andrie..” kata Mbak Linda dengan desahan yang menggairahkan. Aku mulai memaju mundurkan pantatku. Mbak Linda pun makin keras rintihannya. Kulihat Mas Hadi masih asyik merekam semua yang kulakukan pada isterinya. Tapi rupanya kontol Mas Hadi sudah mulai tegang lagi. Dia mengambil kaki kamera handycam dan memasang handycam di tempat kaki kamera itu. Kemudian dia mendekati aku dan Mbak Linda. Dia menyodorkan kontolnya yang sudah tegang kemulut Mbak Linda. Mbak Lindapun langsung mengulumnya. Jadi sementara aku mengentot Mbak Linda dari belakang, dia mengulum kontol suaminya. Aku terus memaju mundurkan pantatku dan sesekali aku meremas-rema payudara Mbak Linda. Memang memek Mbak Linda seperti terasa memijit-mijit kontolku. Lama situasi seperti itu berlangsung. Sementara adegan tsb terus direkam oleh handycam yang dipasang Mas Hadi pada kaki kamera. Mbak Linda terus saja menghisap kontol suaminya, sementara aku terus mengentot memeknya dari belakang. Tak lama aku merasa sudah mulai keluar. “Mbak aku merasa mau keluar nih..” kataku. “Mbak juga.. Andrie.. merasa mau keluar..” kata Mbak Linda. “Aku juga sudah mau keluar ..” kata Mas Hadi. “Aku keluarkan dimana Mbak?” tanyaku. “Didalam memek Mbak saja Andrie..” kata Mbak Linda diantara rintihannya. Tiba-tiba Mas Hadi mengerang. “Aghh.. aku keluar ..” katanya sambil memegang kepala Mbak Linda dan membenamkan kontolnya kemulut Mbak Linda. Akhirnya Mas Hadi keluar juga dengan sperma nya masuk seluruhnya kemulut Mbak Linda. Dan tak lama Mbak Linda pun juga keluar dengan tubuhnya menegang dan kontol Mas Hadi masih di mulutnya. Akupun sudah merasa mau keluar juga. Kupeluk erat-erat pinggang Mbak Linda yang ramping dan membenamkan kontolku dalam-dalam kedalam memeknya dari belakang. “Agghh.. Mbak.. aku juga keluar..” rintihku sambil membenamkan dan menumpahkan cairan spermaku kedalam memek Mbak Linda. Mbak Linda merintih-rintih. Kemudian kami bertiga terkulai lemas. Mas Hadi berbaring dipinggir tempat tidur, Mbak Linda ditengah dan aku dipinggir satu lagi. Lama kami terdiam. Kemudian Mas Hadi mematikan handycamnya. “Bagaimana Linda?enak nggak tubuhmu dimasukin dua kontol sekaligus?” tanya Mas Hadi pada Mbak Linda. “Enak sekali Mas.. aku jadi capek nih..” jawab Mbak Linda. “Kalau aku baru kali ini Mas ngentotin isteri orang, sungguh pengalaman yang sangat mengasyikkan.” kataku. “Mungkin ini pertama kali bagi kamu ya Andrie, tapi nanti kamu bisa ngentot dengan bebas dengan cewek-cewek yang aku perkenalkan padamu. Dan yang lebih penting lagi aku dan kamu akan ngentotin si Yuni bersama-sama. Ya kan Linda?” kata Mas Hadi. Mbak Linda hanya tersenyum saja mendengar kata suaminya itu. “Mas Hadi ini sering ngentot dengan isteri teman-temannya Andrie, tapi aku tidak diperbolehkannya ngentot dengan teman-temannya. Dia curang nih. Kalau kalian mau ngentotin si Yuni bersama-sama terserah saja, asal jangan memaksa dia” kata Mbak Linda sambil tersenyum. Aku hanya tersenyum saja dan tanganku tidak berhenti meremas-remas payudara Mbak Linda dihadapan Mas Hadi. “Kamu nanti akan kuajak ke rumah temanku Andrie. Disana kamu boleh ngentot dengan wanita manapun dirumah itu.” kata Mas Hadi lagi. Dalam hati aku berpikir, rupanya suami isteri ini sudah biasa selingkuh terang-terangan. Dan itu tidak menjadi masalah dalam keluarga mereka. Ternyata mereka menganut seks bebas. Yang penting mereka melakukannya dengan suka sama suka. Nafsu seksku langsung naik lagi. Tiba-tiba telepon rumah Mbak Linda berbunyi. Mas Hadi berjalan dengan telanjang bulat menuju ke tempat telepon. Sementara kontolku sudah mulai tegang lagi. Mbak Linda sangat senang memperhatikan kontolku yang mulai tegang. Aku langsung menindih tubuh Mbak Linda yang wangi. Tak lama Mas Hadi kembali kekamar. “Telpon dari mana Mas?” tanya Mbak Linda. “Itu telepon dari Sonya, katanya dia mau kesini. Dia bilang kalau suaminya tugas keluar kota.” jawab Mas Hadi. “Siapa Sonya Mbak Linda?” tanyaku. “Sonya itu adik Mas Hadi jadi iparnya Mbak Linda.” jawab Mbak Linda sambil meremas-remas kontolku. “O begitu..” jawabku. Mas hadi melirik kekontolku dan berkata, “Wah.. udah bangun lagi Andrie.. kalau kamu mau menggarap Linda.. silakan saja. Aku masih capek.. dengkulku lemas nih..” kata Mas Hadi. Mendengar itu aku langsung saja menciumi payudara Mbak Linda dan langsung memasukkan kontolku ke memeknya dari atas. Mbak Linda menjerit kecil, “Awww.. enak Andrie..” katanya. Aku terus menggenjot memek Mbak Linda, sementara Mas Hadi hanya memperhatikan saja aku setubuhi isterinya. Agak lama kami main seperti itu hingga akhirnya aku dan Mbak Linda merasa mau keluar. Akhirnya puncak birahi kami jumpai juga. Aku kembali menyemprotkan spermaku kedalam memek Mbak Linda. Dan tubuh kami yang tadi tegang akhirnya melemah. Kontolku masih berada dalam memek Mbak Linda. Kadang kadang kontolku kugerakkandalam memeknya. “Awww.. Andrie.. geli..” kata Mbak Linda. Mas Hadi hanya tersenyum mendengarnya. Akhirnya Mbak Linda bangun dan mencabut kontolku dari memeknya. Kemudian dia mengulum kontolku dan membersihkan cairan sperma yang menempel di kontolku hingga bersih. Kemudian dia berkata, “Ayo pakai pakaian, si Sonya nanti akan datang, jadi kita makan dulu.” Kamipun berpakaian dan menuju ruang makan. Kami lalu makan bersama. Setelah makan, kemudian kami pindah keruang tamu dan menyetel TV. “Kita nonton adegan tadi yuk” ajak Mas Hadi. Kami pun menonton adegan ngentot kami tadi melalui handycam yang dihubungkan ke TV. Sungguh sangat seru sekali waktu melihat aku ngentot dengan Mbak Linda di dalam video. Waktu kami menonton itu mendadak ada bel berbunyi. “Nah.. pasti Sonya yang datang” kata Mas Hadi sambil membuka pintu depan dan kemudian membuka pintu pagar. Kemudian dia kembali mengunci pintu pagar dan mengajak Sonya masuk kedalam rumah. Sonya langsung masuk kedalam rumah. Mbak Linda bertanya pada sonya, “Memangnya suamimu berapa hari tugas keluar kota Sonya?” “Kira-kira dua minggu Mbak.” jawab Sonya. “Andrie kenalkan ini adik Mas Hadi, namanya Sonya, umurnya mungkin sama dengan kamu.” kata Mas hadi memperkenalkan. Aku langsung berjabat tangan dengan Sonya. Sonya sangat cantik dengan tubuh ramping, tinggi semampai, rambut hitam panjang sebahu dan kulitnya sangat putih. Lebih putih dari kulit Mbak Linda. payudaranya lumayan besar tapi lebih kecil dibanding payudara Mbak Linda. Suaminya seorang pengusaha dan sedang keluar kota. Sementara TV yang berisi adegan kami tadi masih nyala. “Hai kalian main rame-rame tadi ya..?” kata Sonya sambil duduk di sofa dan dengan serius dia memperhatikan adegan aku ngentotin Mbak Linda dari belakang dan Mas Hadi dari depan. Nampak nafasnya mulai naik turun. Tapi tiba-tiba Mas Hadi langsung menarik tubuh adiknya dan berdiri. “Sonya aku pingin menggarap kamu lagi.” kata Mas Hadi. Sonya hanya menerima saja perlakuan kakaknya. Aku agak kaget juga melihat Mas Hadi mau menyetubuhi adiknya di depan isterinya sendiri. “Jangan heran Andrie.. perawan Sonya ini aku yang mengambilnya dulu” kata Mas Hadi seperti mengerti dengan pikiranku. “Aku dan sonya sudah sering tidur bareng dengan Linda disini. Suami Sonya ini temanku sendiri. Nanti kamu juga boleh berbuat apa saja dengan Sonya disini.” kata Mas Hadi lagi. Aku hanya dapat meneguk ludah saja. Sementara adegan ngentot kami di TV sudah selesai dan Mbak Linda langsung mematikan TV-nya. Sekarang aku dan Mbak Linda memperhatikan Mas Hadi sedang menggerayangi adiknya. Mas Hadi menciumi bibir Sonya yang merah tanpa lipstik. Memang Sonya memiliki tubuh yang sempurna dan menggairahkan. Mereka masih asyik berciuman. Tiba-tiba Mas Hadi menyuruh Sonya jongkok di depannya. Sonyapun menurut. Dia jongkok didepan Mas Hadi dan mulai membuka celana kakaknya. Setelah celana Mas Hadi terlepas Sonya langsung mengulum kontol kakaknya. Mas Hadi hanya merem melek saja merasakan kontolnya dihisap adiknya. Sonya masih terus menghisap kontol Mas Hadi dengan bersemangat. Hingga akhirnya Mas Hadi memegang kepala adiknya dan membenamkan kontolnya kemulut Sonya. Sperma Mas Hadi keluar didalam mulut Sonya. Kemudian Mas Hadi menarik kontolnya. Kulihat Mbak Linda mendekati Sonya dan Mas Hadi. Sonya kemudian memberikan sperma Mas Hadi yang ada dimulutnya kemulut Mbak Linda. Mbak Linda menerima sperma dari Sonya. Kemudian mereka berdua saling berciuman. Aku heran juga ternyata Mbak Linda juga suka dengan wanita alias lesbi. Lama mereka berdua saling berciuman. Kemudian Mas Hadi berkata, “Andrie kalau kamu mau meniduri Sonya silahkan saja.” Kulihat Sonya hanya tersenyum saja mendengar kata-kata kakaknya. Aku memang sangat pingin merasakan tubuh Sonya. Tidak menunggu lama akupun mendekati Sonya. Mas Hadi dan Mbak Linda kembali duduk di sofa. “Kami capek sekali Andrie..” kata Mbak Linda dan Mas Hadi. Setelah dekat dengan Sonya aku langsung memeluk tubuhnya. Sonya pun menerima pelukanku. “Mari sayang.. kita berkenalan dulu..” katanya sambil mencium bibirku. Akupun menyambut ciuman bibir Sonya. Kami lalu berciuman dengan sangat bernafsu. Kemudian ciumanku kuarahkan keleher Sonya yang putih bersih. Sonya hanya memejamkan matanya saja dan merintih-rintih. “Ahh.. sayang teruskan..” katanya. Aku lalu meremas-remas payudara Sonya dari luar pakaiannya. Terasa payudaranya sangat empuk. Tak sabar aku langsung membuka pakaian yang dikenakan Sonya. Sonya pun membiarkan apa yang aku lakukan padanya. Setelah baju luarnya kubuka aku mulai membuka kaus yang dipakainya hingga hanya memakai BH saja. Gila.. ternyata Sonya itu kulitnya putih payudara. Bersih. Aku terkagum-kagum memandangi tubuhnya. Lalu aku mulai membuka BH yang dipakainya. Dan kelihatan lah seluruh payudara Sonya yang sangat putih, ukuran sedang dengan puting payudara yang berwarna merah jambu. Aku tidak berhenti sampai disitu. Aku langsung melepaskan rok yang dipakai Sonya hingga dia hanya memakai CD saja. Tapi CD itupun langsung kutanggalkan, hingga Sonya benar-benar bugil. Sekarang aku bisa memandangi tubuh Sonya yang bugil putih payudara dan bersih, ramping seksi dan tinggi semampai. Kelihatan tubuh Sonya sangat sempurna. “Aku berjanji seluruh tubuhmu akan kujilat habis sayang..” kataku pada sonya. Sonya hanya tersenyum saja. “Silahkan saja Andrie..” jawabnya. Aku melihat ternyata Sonya juga habis mencukur bulu memeknya, sehingga memeknya kelihatan dengan sangat jelas berwarna putih juga. Ahh sungguh sangat menggiurkan tubuh Sonya ini kataku dalam hati. Ternyata diam-diam Mas Hadi merekam adegan kami tadi dari awal. Tapi aku tidak peduli malah aku tambah semangat. Sonya langsung melepaskan seluruh pakaianku hingga aku juga berada dalam keadaan bugil. Kontolku mengacung tegak kearahnya. Sonya kelihatan sangat senang sekali. Aku langsung menggendong tubuh Sonya dan membawanya kekamar Mas Hadi. Mas Hadi dan Mbak Linda mengikuti kami dan tidak berhenti merekam apa yang aku lakukan. Sesampainya di kamar Mas Hadi aku langsung merebahkan tubuh Sonyaditempat tidur. Sonyapun berbaring dengan posisi mengangkang hingga kelihatan seluruh memeknya. Mas Hadi mendekati selangkangan Sonya untuk merekam memek Sonya yang indah itu. Sonya membiarkan saja apa yang terjadi. Aku langsung menciumi payudara Sonya dengan bergantian. Aku hisap puting payudaranya yang berwarna merah muda itu. Sonya hanya merintih-rintih saja. Lama aku menciumi dan menghisap payudara Sonya. Kemudian ciumanku turun kearah pahanya. Semuanya sudah habis kujilat. Sampai akhirnya bibirku sampai di vagina Sonya. Aku menjilati vaginanya, kudengar Sonya menjerit-jerit kecil. Aku makin bersemangat menghisap vaginanya. Setelah agak lama aku menjilati vaginanya, Sonya mulai duduk dan mengarahkan kepalanya ke kontolku. Sonya langsung mengulum kontolku. Dia memasukkan dan mengeluarkan kontolku didalam mulutnya. Sekali waktu dia menjilati kontolku sampai ke zakar. Sungguh sangat enak sekali. Aku jadi tidak sabar pingin merasakan memek Sonya yang indah. Mas Hadi masih terus merekam perbuatan kami. Aku lalu membaringkan tubuh Sonya dan dia pun tidur telentang dengan kakinya yang terbuka. Tidak menunggu lama aku memasukkan kontolku kedalam memeknya. Mas Hadi merekamnya dari jarak yang sangat dekat. Ternyata memek Sonya sangat sempit. Mungkin dia tidak pernah merasakan kontol sebesar punyaku masuk kememeknya. Agak lama aku berusaha memasukkan kontolku kedalam memek Sonya. Mas hadi masih merekam dengan sangat bersemangat. Sementara Sonya merintih-rintih saja. Akhirnya kontolkupun masuk kedalam memek Sonya. Bless.. Sonya berteriak kecil, “Awww.. Andrie.. enak sekali..” katanya. Aku terus membenamkan kontolku kedalam memek Sonya hingga terbenam seluruhnya. Sonya memeluk tubuhku dengan kencang. Kemudian aku menaikkan pantatku dan menurunkan lagi. Begitu gerakan yang aku perbuat terus menerus. Lama-lama Sonya sudah terbiasa. Dia mulai mengimbangi permainanku dari bawah. Aku sangat senang sekali dengan goyang pinggulnya. Kemudian aku mengajaknya merubah gaya kami. Aku duduk di pinggir tempat tidur dengan kaki kelantai. Sonya mengerti maksudku. Diapun berdiri membelakangiku dan perlahan-lahan dia memasukkan kontolku yang sudah membesar sempurna kedalam memeknya. Mas Hadi berdiri di depan kami dan mengarahkan kameranya ke vagina Sonya. Tapi aku dan Sonya tidak peduli. Dia terus berusaha memasukkan kontolku yang besar kedalam memeknya. Akhirnya kontolku masuk juga. Sonya kembali menjerit kecil, “Ahh.. enak nya..” kata Sonya. Kemudian dia mulai menaikkan pantatnya. Mas Hadi masih terus merekam kontolku yang keluar masuk kedalam memek Sonya. Sonya masih menaikkan pantatnya dan menurunkan lagi. Sementara tanganku asyik meremas-remas payudara Sonya. Sekali waktu aku menghisap payudara Sonya dari belakang. Sonya sengaja memberikan payudaranya untuk dihisap padaku. Sambil menaik turunkan pantatnya aku terus menghisap payudara Sonya kiri dan kanan. Mbak Linda hanya memperhatikan saja disamping Mas Hadi yang terus asyik merekam aku dan adiknya ngentot. Lama kami memakai gaya seperti itu. Kelihatan pinggul dan pantat Sonya yang lincah bergoyang2 di pangkuanku. Tanganku terus saja meremas payudaranya. Hingga akhirnya aku sudah merasa mau keluar. Tapi bersamaan dengan aku tiba-tiba tubuh Sonya menegang. “Ahh.. Andrie.. aku keluar duluan..” katanya “Aku juga Sonya..” kataku dengan tanganku meremas payudaranya agak kencang. Aku membenamkan kontolku dalam-dalam ke memeknya. “Aghh.. enak sekali Sonya” kataku. Kemudian aku tidak sanggup lagi duduk hingga aku terbaring dengan tubuh Sonya diatasku. Sementara kontolku masih terbenam dalam memeknya. Nafas kami terengah-engah. Akhirnya kontolku pun tercabut dari memek Sonya, tapi masih tetap tegang. Tiba-tiba aku merasakan ada yang menghisap kontolku. Ternyata Mbak Linda yang menghisap kontolku dan membersihkan sisa sperma yang menempel di sana. Mas Hadi masih terus merekam adegan itu. Kemudian setelah membersihkan kontolku, Mbak Linda kulihat menjilati memek Sonya. Dia menjilati sisa sperma yang juga menempel dimemek Sonya. Sonya membuka lebar-lebar kakinya dan membiarkan Mbak Linda menjilati memeknya. Mbak Linda terus menjilati memek Sonya. Dan kulihat Sonya sudah mulai bersemangat lagi. Dia melayani Mbak Linda. Dia mulai membuka pakaian Mbak Linda hingga bugil. Mereka berdua kembali berciuman. Mas Hadi masih terus merekamnya. Aku hanya memperhatikan mereka berdua. Baru kali ini aku melihat wanita lesbi yang sedang main di hadapanku. Biasanya aku hanya melihat di VCD saja. Aku masih asyik menonton kedua wanita cantik ini. Mereka berdua masih saja asyik saling berciuman. Kemudian mereka merubah gaya jadi 69. Mbak Linda dan Sonya saling menjilati memek lawannya masing-masing. Mas Hadi masih terus merekam adegan tersebut. Melihat hal itu aku jadi bernafsu lagi. Aku mendekati Mbak Linda dan Sonya dan menyuruhnya berbaring sejajar. Kontolku sudah benar-benar tegang lagi. Yang pertama ku garap adalah Sonya dulu. Aku kembali memasukkan kontolku kedalam memeknya. Kontolku langsung masuk kedalam memek Sonya dan aku mulai menaik turunkan pantatku. Kemudian aku mencabut kontolku dan pindah ke Mbak Linda dan memasukkan kontolku kedalam memeknya. Begitulah bergantian aku melakukan seperti itu. Mas Hadi sendiri masih terus merekam kami. Setelah agak lama aku melakukan seperti itu, waktu aku mengentot Mbak Linda, kulihat Mbak Linda sudah menunjukkan tanda-tanda mau keluar. Dan benar saja Mbak Linda akhirnya keluar. Aku langsung pindah ke Sonya dan memasukkan kontolku kedalam memeknya. Aku terus menggenjot Sonya hingga akhirnya tubuhnya menegang tanda mau keluar. Bersamaan dengan itu aku juga mau keluar. Aku segera mencabut kontolku dan mengocoknya diwajah Mbak Linda dan Sonya. Akhirnya spermakupun muncrat menyiram wajah mereka berdua. Mereka membuka mulutnya lebar-lebar, sebagian spermaku masuk kedalam mulut mereka dan sebagian lagi mampir diwajah mereka. Mbak Linda dan Sonya menelan sperma yang masuk kemulut mereka dan saling menjilat sperma yang mengenai wajah mereka masing-masing. Mas Hadi masih terus mengambil adegan tersebut. Sementara aku sudah terkulai lemas. Begitu juga dengan Mbak Linda dan Sonya. Mereka merebahkan tubuhnya dikiri kananku. Kami sama-sama menarik nafas dalam. “Wah.. seru sekali ya..?” kata Sonya. Mas Hadi lalu mematikan handycamnya dan langsung membuka seluruh pakaiannya. Ternyata kontol Mas Hadi sudah tegang dari tadi. Dia langsung menindih Sonya dan disambut adiknya dengan membuka kedua pahanya. Tanpa pemanasan lagi Mas Hadi langsung memasukkan kontolnya ke memek adiknya dan memaju-mundurkan pantatnya. Sementara mulut Mas Hadi asyik menghisap payudara Sonya kiri kanan. Sonyapun begitu meladeni kakaknya dengan tetap bersemangat. “Ahh.. Mas.. terus Mas..” katanya manja. Tak lama kemudian tubuh Mas Hadi dan Sonya sama-sama tegang. Mas Hadi membenamkan pantatnya dalam-dalam kememek sonya. Sonya pun tampak menegang dan memeluk kakaknya dengan erat. “Ahh Mas aku mau keluar..” katanya. Akhirnya mereka sama-sama terengah-engah dan Mas Hadi terbaring disamping Sonya. Akhirnya kamipun terdiam. “Ahh.. sungguh enak sekali ya Andrie..” kata Mbak Linda. “Ya Mbak luar biasa.” jawabku. “Kamu nggak usah pulang Andrie.. tidur disini saja..” kata Mbak linda lagi. Akhirnya akupun tidak diperbolehkan pulang dan harus menginap malam itu. Malam itu kembali kami main bergantian. Sementara hasil rekaman dari handycam kami simpan sebagai kenang-kenangan. Hanya orang yang pernah tidur dengan kami saja yang pernah melihat hasil rekaman tersebut. Rekaman yang dibuat oleh Mas Hadi tidak boleh di gandakan karenanya hanya terdiri dari satu kaset saja. Akhirnya pada hari itu aku bisa dengan puas meniduri Mbak Linda didepan suaminya dan meniduri Sonya, adiknya sendiri. Tapi aku tidak pernah puas meniduri Sonya karena tubuhnya yang benar-benar sempurna. Akhirnya aku diajak Sonya ke apartemennya dan kami kembali melakukan hubungan seks kami dengan sebebas-bebasnya, sampai suami Sonya pulang kesana. Aku bisa menikmati tubuh Sonya sepuas-puasnya. Walaupun suami Sonya tahu aku telah meniduri isterinya, dia tidak marah karena dia tahu kalau aku juga telah diijinkan Mas Hadi meniduri adiknya Dan kira-kira 2 minggu setelah itu, Mas Hadi memintaku melalui telepon, agar mengajak Yuni datang kerumahnya. Aku langsung menyanggupinya. Aku langsung menelpon Yuni dan menympaikan hal tersebut. Ternyata Yuni juga tidak keberatan ditiduri kakak iparnya. Aku tidak ambil pusing dengan yang akan terjadi, walapun pacarku nanti akan ditiduri Mas Hadi dihadapanku. Bagiku selagi masih suka sama suka aku bisa menerimanya. Pada hari Sabtu, aku dan Yuni pergi kerumah Mas Hadi. Yuni memakai baju warna merah, sehingga kulitnya kelihatan lebih putih. Sesampainya disana kami disambut Mbak Linda dan Mas Hadi. Mereka lalu mengajak kami makan malam bersama-sama. Setelah makan, kami lalu keruang tamu dan mengobrol tentang berbagai hal. Mas Hadi duduk disamping Mbak Linda. Sedangkan aku duduk di samping Yuni. Waktu itu jam telah menunjukkan pukul malam. Tiba-tiba Mas Hadi mendekati Yuni yang duduk di sampingku. Tanpa menunggu reaksi Yuni, Mas Hadi langsung saja duduk disamping Yuni. “Andrie, sekarang giliranku ya?” kata Mas Hadi sambil tersenyum padaku. Mas Hadi langsung saja meremas-remas payudara Yuni dan menggerayangi tubuhnya. Yuni hanya menyandarkan tubuhnya ketubuhku dan membiarkan tangan Mas Hadi meremas-remas payudaranya. Sementara Mbak Linda hanya tersenyum saja melihat suaminya mulai menggerayangi tubuh adiknya. “Nah.. Mas Hadi sudah mulai lagi ya..” kata Mbak Linda sambil tersenyum. “Yuni sekarang giliranku menidurimu ya, karena kamu sudah tahu kan, Andrie juga sudah meniduri isteriku.” kata Mas Hadi sambil tersenyum. “Silahkan saja Mas, aku juga pingin merasakan kontol Mas Hadi” jawab Yuni juga tersenyum. Yuni membiarkan Mas Hadi memasukkan tangannya kedalam baju Yuni. Malah Yuni semakin bersandar pada tubuhku dan seakan-akan menyodorkan payudaranya untuk diremas Mas Hadi. Melihat itu Mas Hadi kelihatan semakin bernafsu. Mas Hadi langsung membuka baju Yuni. Ternyata Yuni dari rumah sengaja tidak memakai BH, sehingga langsung kelihatan payudaranya yang indah. Mas Hadi langsung menciumi bibir Yuni di hadapanku. Yunipun membalas ciuman kakak iparnya. Awalnya aku merasa cemburu juga pacarku digituin dihadapanku. Tapi lama-lama aku jadi terbiasa juga dan menikmati apa yang kulihat ini. Yuni dan Mas Hadi masih terus berciuman dan saling melumat bibir dihadapanku. Sementara Mbak Linda hanya tersenyum menyaksikan adegan tersebut. Yuni sudah setengah bugil. Sekarang Mas Hadi mulai menciumi payudara Yuni. Yuni membiarkan saja payudaranya diciumi dan dihisap kiri kanan. Kemudian Mas Hadi mulai melepaskan celana panjang yang di pakai Yuni, hingga dia hanya memakai celana dalam saja. Tapi celana dalamnya juga langsung dilepas Mas Hadi, hingga Yuni benar-benar bugil. “Wah.. tubuhmu benar-benar indah Yuni.. Sebenarnya sudah lama aku ingin meniduri kamu.” kata Mas Hadi dengan penuh nafsu. Mas Hadi lalu menjilati memek Yuni. Yuni hanya menjerit senang “Awww.. enak Mas.. terus..” katanya. Aku yang melihat adegan tersebut jadi terangsang juga. Tanganku mulai meremas-remas payudara Yuni dari belakang. Jadi sementara Mas Hadi menjilati memeknya dari depan aku meremas-remas payudaranya dari belakang. Mbak Linda masih duduk ditempatnya dan sepertinya dia juga sudah mulai terangsang. Tapi dia kelihatannya masih ingin melihat dulu. “Yuni, katamu dulu ingin dimasuki kontol cowok 2 orang sekaligus, sekarang kesempatanmu ya..” kata Mbak Linda. “Ya Mbak.. gimana sih rasanya ya.. sekarang Mbak diam dulu disana ya..” kata Yuni dengan mata yang terpejam dan nafas terengah-engah. Tanganku masih terus meremas-remas payudara Yuni sementara Mas hadi masih asyik menjilati memek Yuni. Kemudian Mas Hadi menanggalkan seluruh pakaiannya hingga benar-benar bugil seperti Yuni. Mas Hadi lalu menyodorkan kontolnya ke Yuni. Yuni langsung mengulum kontol kakak iparnya. Mas Hadi hanya merem melek saja. “Ahh.. enak Yun..” kata Mas Hadi. Aku juga sudah tidak tahan lagi. Aku langsung berdiri dan membuka pakaianku hingga bugil. Sementara Yuni sekarang bersandar di sofa sambil menghisap kontol Mas Hadi. Kemudian aku langsung menyodorkan kontolku ke mulut Yuni. Yuni menyambutnya dan menghisapnya bergantian dengan kontol Mas Hadi. Akhirnya Mas Hadi mulai menindih tubuh Yuni dan memasukkan kontolnya kedalam memek Yuni. Yuni hanya menjerit kecil saja. “Awww.. enak Mas..” katanya lagi. Mas Hadi mulai memaju-mundurkan pantatnya dan Yuni semakin mengangkangkan kakinya. Sementara mulutnya asyik mengulum kontolku yang semakin tegang. Mas hadi masih terus menggoyang Yuni dari atas dan Yuni masih terus mengulum-ngulum kontolku dengan bersemangat. Kemudian Mas Hadi menyuruh Yuni menungging. Yuni pun menurutinya. Mas Hadi lalu memasukkan kontolnya dari belakang dan Yuni kembali memasukkan kontolku kedalam mulutnya. Persis adegan waktu aku meniduri Mbak Linda dihadapan suaminya dulu. Tak lama tubuh Mas Hadi kelihatan menegang tanda dia mau orgasme. Benar saja Mas Hadi membenamkan kontolnya dalam-dalam kedalam memek Yuni. Akupun serasa mau keluar juga akibat kontolku dihisap oleh Yuni. Bersamaan dengan itu Yunipun kelihatan juga mau orgasme. Tubuhnya menegang. Aku lalu memegangi kepala Yuni dan membenamkan kontolku kedalam mulutnya. Akhirnya Mas Hadi, aku dan Yuni keluar secara bersamaan. Kami terduduk di sofa. Yuni dan Mas Hadi tersandar di sofa. Begitu juga denganku. Mbak Linda yang dari tadi melihat saja mulai mendekati Mas Hadi dan mengulum sisia sperma yang menempel di penisnya. Setelah itu Mbak Linda mengulum kontolku dan membersihkan sisa sperma yang menmpel dikontolku dan menelan semua sperma yang telah dijilatnya tadi. Kemudian dia jongkok dihadapan Yuni yang duduk mengangkang dengan mata terpejam. Mbak Linda kemudian juga menjilati memek Yuni yang penuh dengan sperma. Kulihat Yuni agak kaget dengan yang dilakukan kakaknya. “Ahh.. Mbak ngapain Mbak..?” kata Yuni lagi. Tapi Mbak Linda tidak mengacuhkan Yuni, dia tetap saja menjilati memek adiknya itu. Akhirnya mungkin karena enak, Yuni membiarkan saja memeknya dijilati kakaknya. Aku dan Mas Hadi hanya memperhatikan adegan itu. Lama-lama kontolku dan kontol Mas Hadi tegang lagi. Aku langsung menggerayangi tubuh Mbak Linda yang sedang menjilati memek adiknya. Aku lalu membuka seluruh pakaian Mbak Linda hingga bugil. Kemudian aku menyodorkan kontolku yang sudah tegang ke mulut Mbak Linda dan Mbak Linda menghisap-hisap kontolku. Sementara itu Mas Hadi duduk di sofa dan menyuruh Yuni duduk di pangkuannya. Yuni lalu mengangkangkan kakinya dan mengarahkan kontol Mas Hadi kedalam memeknya. Aku jadi tidak sabar ingin kembali merasakan memek Mbak Linda. Aku duduk disamping Mas Hadi dan menyuruh Mbak Linda melakukan hal yang sama dengan Yuni. Mbak Linda mengangkangkan kakinya dan memasukkan kontolku kedalam memeknya. Akhirnya kami melakukan hubungan seks dengan duduk berdampingan. Aku terus menciumi dan menghisap payudara Mbak Linda. Begitu juga dengan Mas Hadi masih asyik menghisap payudara Yuni bergantian kiri kanan. Lama kami melakukan hal tersebut. “Mas kita gantian yuk..” kata Yuni pada Mas Hadi. Mas hadi hanya mengangguk saja dan melepaskan kontolnya dari memek Yuni. Aku juga melakukan hal yang sama. Mbak Linda mulai melakukan hal tadi dengan suaminya, begitu juga aku dengan Yuni. Agak lama juga kami melakukan gaya tersebut. Kami bisa saling melihat pasangan lain dengan goyangan pinggul yang makin merangsang. Tak lama kamipun mulai merasakan tanda-tanda mau keluar. Dan akhirnya kamipun keluar hampir bersamaan. Kamipun terkulai lemas di sofa. Demikianlah, pada waktu itu aku juga bisa kembali meniduri Yuni dan Mbak Linda bergantian. Begitu juga dengan Mas Hadi, juga meniduri Yuni dan Mbak Linda bergantian. Dan sekali waktu aku juga mengajak Yuni ke rumah Sonya. Disana aku juga bisa menikmati tubuh Yuni dan Sonya sekaligus.
Karena Menonton VCD lucah – Satu kisah benar sebagai teladan kepada pasangan suami isteri yang pada saat ini sudah kehilangan kehangatan,ghairah dan nikmat bersama suami/isteri. Sudah semulajadi kejadian lelaki/suami itu dimana akan tiba saatnya bilamana dia sudah tidak merasa ghairah untuk bersama isterinya lagi. Tidak perlu dibincangkan disini mengapa semua ini berlaku,yang menjadi isu disini ialah bagaimana kita mengembalikan keghairahan dan kenikmatan ketika kita bersama2 dulu waktu mula2 berumahtangga. Itulah hakikat kehidupan sex yang telah aku sendiri lalui. Bertahun lamanya sex dalam rumahtangga menjadi pudar dan tak berseri lagi. Apa lah lagi yang boleh dibuat. VCD lucah lah menjadi tontonan untuk memberikan perangsang bagi menghidupkan kembali rasa ghairah dan membangkitkan nafsu sex. Oleh kerana terlalu banyak menonton VCD lucah,timbullah dan terbayanglah dalam fikiran akan nikmat kepuasan jika isteri sendiri yang menjadi pelakonnya. Daripada melihat pelakon lain yang beraksi lebih menghairahkan dan menghangatkan jika isteri sendiri yang berlakon. Inilah punca yang memulakan semua cerita yang diceritakan disini. Aku membayangkan dalam fikiran isteri main dengan lelaki lain dan dengan hanya membayangkan sahaja aku sudah dapat merasakan kepuasannya. Bagaimana jika benar terjadi,tentulah suatu yng paling istimewa dapat aku rasai dan kecapi. Tak dapat aku gambarkan dengan kata2. Semua telah dirancang dengan teliti. Bukan mudah hendak mendapat peluang dan kesempatan melihat isteri main dngan lelaki lain. Ini adalah pertama kalau kalau jadi aku akan dapat melihat dengan kata kepala sendiri isteri main dengan lelaki lain. Isteri aku pernah main dengan lelaki lain sebelum ini tapi aku tak dapat melihatnya sendiri. Pertama kali itu aku jugak yang rancangkan. Dari perkenalan dalam internet aku dapat pasangan yang sama2 sealiran. Kami berjanji di satu Hotel dan bila bertemu kami hanya book satu bilik saja. Entah macam mana,kami bersetuju masuk bilik secara bergilir2. Nak buat macam mana,terpaksalah aku setuju sebab ini pertama kali dalam sejarah hidup. Jadi setelah dipersetujui aku pun masuk lah bilik dulu bersama pasangan baru aku tu. Tak banyak yang dapat aku ceritakan kerana aku tak berapa bersungguh untuk main dengan pasangan baru aku tu kerana aku lebih ghairah memikirkan isteri aku akan main dengan pasangan barunya nanti. Aku terpancut cepat ketika main dengan pasangan aku tu. Aku tak puas. Pasangan aku pun aku rasa tak puas jugak tentunya. Selepas kami selesai lalu kami pun turun ke lobi untuk berjumpa isteri aku dan suami pasangan aku tu. Mereka tersenyum bila melihat kami. “cepat” kata mereka. Apa yang dapat kami katakan. Aku terpaksa mengaku yang aku tak tahan sangat nak buat macam mana. Kini tibalah pulak giliran isteri aku mengikut lelaki itu kedalam bilik. Dia agak keberatan,maklumlah tak pernah buat kerja semacam tu sebelum ini. Terpaksalah aku pujuk kerana kata ku aku dah dapat isterinya,hendak tak hendak terpaksalah dia pula kena main dengan suaminya pula. Isteri dengan berat hati dan dalam keadaan terpaksa ikut lelaki itu naik kebilik. Setelah isteri aku hilang dari pandangan mata aku bila pintu lif tertutup,tak dapat aku nak luahkan dengan kata2 bagaimana perasaan aku ketika itu bila memikirkan yang isteri aku akan main dengan lelaki lain sekejap lagi. Takut,berdebar,ghairah dan entah apa2 perasaan lagi pun aku tak dapat nak ceritakan. Sesak nafas aku dibuatnya. Tak terkeluar sepatah kata pun aku waktu itu walaupun pasangan baru aku yang baru saja aku setubuhi ada bersama aku ketika itu. Apa yang aku fikirkan dan bayangkan ketika itu ialah isteri aku yang telah aku kahwini selama ini sedang berada dalam bilik bersama lelaki lain yang baru kami temui. Masa terasa amat lambat berlalu. Fikiran aku bercelaru. Gemuruh tubuh aku,gementar pun ada dan sebenar nya aku tak dapat nak gambarkan perasaan aku waktu itu. Bercelaru dan buntu. Ada rasa takut,ada rasa ghairah dan entah apa2 rasa lagi yang aku sendiri tak tahu. Mengelabah dan tak senang duduk aku dibuatnya. Setelah lama dan puas aku menunggu,pintu lif terbuka dan tersembul lah wajah mereka yang aku tunggu2 selama ini. Mereka berjalan beriringan dan masing2 nampak ceria dan tersenyum. Hati aku lega benar bila mereka dah selesai semuanya. Kami berbual sebentar dalam suasana yang amat mesra dan selepas itu kami pun berpisah. Dalam kereta menuju balik kerumah aku tak sabar2 bertanyakan isteri aku apa yang berlaku antara mereka. Isteri aku pun sama. jadi aku pun ceritalah apa yang berlaku antara aku dengan pasangan aku tu. Aku cerita dulu sebab aku tak sabar2 nak mendengar ceritanya pulak. Isteri aku berkata apabila sudah berada dalam bilik,dia duduk dihujung katil dan lelaki itu duduk sebelahnya. Mereka berbual sebentar dan faham lah lelaki itu bahawa ini adalah kali pertama bagi isteri aku main dengan lelaki lain setelah kami berkahwin. Isteri aku pada waktu itu masih rasa keberatan untuk buat hubungan sex dengan lelaki itu. Kalau boleh biarlah mereka berbual dan lelaki itu tak jadi sentuhnya apatah lagi main dengannya. Lelaki itu pandai memujuk. Katanya dia akan buat isteri aku gembira malam itu dan dia tidak akan lakukan apa2 yang isteri aku tak suka. Sambil membisikan kata2 sayang ketelingga isteri ku dia pun mula mencium isteri aku. Kemudian mereka bercium mulut dan saling menghisap lidah. Mencium pipi,leher dan tangannya mula memainkan peranan. Isteri aku mengaku dia mula hanyut dan dah mula terasa sedap dan nikmatnya disentuhi dan dicumbui oleh lelaki lain. Maklum lah dengan aku suaminya ini dah bertahun kami main dah tak terasa kelainannya lagi. Dah tak ada apa yang istimewanya lagi. Isteri aku sudah di buai nimat akibat di perlakukan oleh teman barunya itu. Mata isteri aku terpejam kerana keasyikan yang tak terhingga bila teman nya mecium leher dan tangannya mengusap dan meramas2 payu dara nyamasih berpakaian lengkap. Temannya sedar isteri aku telah lemas dan rela diperlakukan apa saja,dia pun mula menanggalkan baju isteri aku. Tinggallah bra dan kain nya saja. Dia terus mencium dada isteri aku dan isteri aku tak tahan dan terpaksa baring. Temannya mengiringkan badan isteri aku dan dia membuka butang branya dan tersembul lah payu dara isteri aku. Isteri aku sendiri merasa teramat terangsang dan ghairah sekali bila temannya membuka baju dan branya. Maklumlah ini kali pertama dia bersama lelaki lain selain daripada aku. Isteri aku mengaku dia amat terangsang dan merasa ghairah sangat pada waktu itu. Dalam hatinya dia mahu lelaki itu teruskan aktivitinya meraba,mengusap,mecium dan mengomolinya. Temannya sudah berpengalaman dan tahu keadaan isteri aku waktu itu dengan melihat mata dan reaksi isteri aku. Dia tersenyum kerana isteri aku dah mengalah dan sekarang menyerah tubuhnya sepenuhnya kepadanya. Temannya tak melepaskan peluang terus menghisap dan sebelah tangan meramas2 payu dara yang sebelah lagi. Sebelah tangan lagi mengusap2 perut dan turun ketundun isteri aku. Mata isteri aku terpejam,nafasnya kencang,dadanya sesak menikmati kepuasan. Isteri aku mengaku dia terpancut dan pantatnya berair ketika lidah temannya menghisap puting teteknya dan tundunnya diraba dan diusap. Isteri aku dah hilang kewarasan,dia merenggek2 kecil,mengetap bibir dengan mata yang terpejam. Temannya bertindak membuka kainnya. Mencium paha dan sekitar pantatnya. Isteri aku lupa diri dan lupa segalanya. Kenikmatan menguasai diri. Temannya melurut turun pantiesnya yang lembap akibat air isteri aku yang dah banyak keluar. Nah sekarang isteri aku berbogel terbaring diatas katil bersama teman barunya. Isteri aku tak dapat menceritakan betapa nikmat dan dirinya benar2 hanyut bila teman nya mencium dan menjilat pantatnya. Air nya keluar lagi. Setelah puas temannya mencium dan menjilat indah isteri aku,dia pun membuka semua pakaiannya. Agak mengambil masa juga bila dia membuka pakaiannya sendiri tanpa pertolongan isteri aku. Dengan masa rehat sekejap itu isteri aku pun membuka mata kembali dan terlihat lah dia dengan mata nya sendiri dihadapannya berdiri seorang lelaki lain yang sedang berbogel. Terlihatlah dia kepada konek lelaki itu. Keras terpacak. Kata isteri aku koneknya kecil sedikit berbanding aku punya tetapi kerasnya lain macam. Ternampak benar2 keras. Temannya merangkak keisteri aku yang sedang berbaring. Isteri aku faham sekarang tiba pula giliran dia memainkan peranan. Isteri aku yang sudah hanyut dalam keghairahan itu mencapai konek teman nya dan terus menghisapnya dengan penuh romantis sekali. Aku sudah berpesan padanya supaya hisap konek lelaki dengan perlahan dan penuh romantis. Jangan nampak gelojoh. Isteri aku terus menghisap konek temannya sambil tangannya memainkan telurnya. Temannya mendengus dan mengerang kecil,air mazinya terkeluar dan isteri aku mengaku dia dapat merasakan nya dan dia terus hisap dan menelannya. Mungkin temannya tak tahan diperlakukan begitu oleh isteri aku,dia pun menarik cepat2 koneknya dari mulut isteri aku. Dia mencium dan menjilat pula indah isteri aku. Isteri aku berair lagi dan pantatnya memang kebasahan betul. Lelaki tadi sudah tak dapat tahan agaknya dia terus menindih isteriaku,memegang koneknya dan menusuk kelubang indah isteri aku. Isteri aku benar2 hanyut. Tenggelam dalam nikmat nafsu yang bergelora. Lupa dia pada segala2nya. Lupa dia yang sebelum ini dia keberatan untuk terjerumus dalam aktiviti sebegini. Diri dia sudah dikuasai nafsu sepenuhnya. Isteri aku tak dapat ceritakan sebenar nya apa yang berlaku bilatemannya mula mula menusuk koneknya kepantat isteri aku kerana dia benar2 hanyut dalam keghairahan dan tak sedar apa yang berlaku. Setelah menyorong tarik ,masuk dan keluar indah isteri aku,teman nya dah tak tahan benar dan dia benar2 hendak terpancut dan dia berbisik ditelingga isteri aku. Katanya,”sayang,abang dah nak keluar ni,naklepas kat mana?”Isteri aku yang sedang dalam kegahirahan yang amat sangat itu menjawab,”lepas kat dalam,bang”. Isteri aku baru lepas period dan waktu itu adalah waktu selamat. Temannya puas mendengar jawapan isteri aku dan menambahkan kelajuan tusukannya. Dua2 sudah lupa segalanya. Masing2 dalam rasa keghairahan yang teramat sangat. Nafsu telah menguasai mereka berdua. Mereka dipuncak kepuasan yang teramat sangat. Akhirnya lelaki itu membenamkan koneknya sedalam mungkinkedalam indah isteri aku dan melepaskan pancutannya. Isteri akutersentak dan terangkat punggungnya menahan kesedapan yang tak terhingga. Teman nya rebah menindih isteri aku dan mereka berkucup kepuasan. Temannya kebilik air membasuh dan isteri aku terus memakai panties nya. Aku dah berpesan dari awal lagi,kalau dia sanggup main dengan lelaki lain dan sampai pada tahapnya bila lelaki itu hendak terpancut air maninya dan pada ketika itu jika isteri aku sanggup membiarkan lelaki itu terpancut didalam pantatnya,dia tidak boleh membasuhnya. Biarkan didalam dan terus pakai panties. Kerana aku ingin lihat buktinya. Nampak nya isteri aku ingat akan pesanan aku itu. Temannya keluar dari bilik air dan bertanya dengan hairan mengapa isteri aku tak pergi membasuh. Dia dengan selamba menjawab,”nak bawak balik buahtangan untuk suami”. Temannya tersenyum mendengar jawapan itu. Itu lah kisah pengalam pertama kami. Kali pertama aku main dengan isteri orang dan kali pertama juga isteri aku main dengan lelaki lain. Sayangnya aku tak dapat melihat aksi mereka. Aku dan isteri sanggup membuat aktiviti ini hanya semata2 kerana terpengaruh kepada adegan2 dalam vcd lucah yang pernah kami tonton. Aku ingat lagi pertama kali bila aku menyuarakan niat aku hendk melihat isteri aku main dengan lelaki lain. Tentulah dia membantah. Lama kelamaan aku berjaya memujuknya untuk mencuba. Itu lah ceritanya bagaimana kami boleh terjerumus dalam hubungan sex sebegini. Isteri aku akhirnya mengaku dia pun sedap dan puas bila main bersama teman nya itu. Aku pun mencadangkan pada nya untuk main lagi dengan syarat kali ini aku nak lihat sendiri. Dia setuju dan ini lah yang sebenarnya yang hendak aku ceritakan disini bagaimana kami boleh sampai hingga kesini. Balik kepada mukadimah diatas tadi,maka sampailah hari dan saat yang ditunggu2. Peluang melihat isteri main dengan lelaki lain. Aku kenal lelaki ini didalam internet juga. Setelah aku pasti dia boleh dipercayai dan merupakan calon yang sesuai aku pun berikan nombor talipon kami untuk dia hubungi dan berkenalan dulu dengan isteri ku. Mereka saling berhubung talipon selepas itu dan topik perbualan mereka sudah termasuk soal2 sex. Nampaknya merkaisteri ku dan temannyamesra dan serasi. Aku pun merancangkan dengan teliti. Masa dan tempat yang sesuai harus ditentukan dulu. Setelah semuanya beres aku berpesan pada isteri aku bagaimana dan apa kah yang boleh dan tak boleh dilakukan semasa bersama nanti. Aku merancangkan supaya mereka berdua dapat bersama semalaman. Aku membeli baju tidor,bra dan panties baru untuk isteri aku bagi meraikan malam yang penuh istimewa ini. Baju tidor putih yang tentunya jarang dan amat seksi sekali dengan satu set bra dan panties warna hitam. Tibalah hari dan saatnya. Lelaki tadi sudah book satu bilik dan menunggu didalamnya. Seperti yang dijanjikan aku sampai dibilik nya jam 8. 20 malam. Sampai dihadapan pintu bilik aku menekan loceng. Isteri aku sembunyi dibelakang. Dia merasa gementar dan amat berdebar untuk bertemu teman barunya. Maklumlah selama ini hanya berbual melalui talipon saja. Belum pernah tengok muka. Entah macam mana orangnya. Takut dan berdebar. Pintu dibuka dan nampak lah lelaki tadi. Isteri aku terkejut dan terkedu kerana tak seperti yang dibayangkannya. Walau apa pun kami berjalan masuk. Aku terus duduk dikerusi dan isteri di atas katil. Oh ya,kami saling bersalam dan memperkenalkan diri sewaktu dimuka pintu tadi. Kami berbual2 sebentar. Aku diatas kerusi dan mereka berdua diatas kati berdua. Seperti dirancangkan isteri aku membawa beg yang dibawanya kebilik air. Dalam beg itu lah ada pakaian tidornya yang baru dibeli itu. Isteri aku ingat rancangan awal kami dan terus memangil teman barunya kebilik air. Terdengar suaranya memanggil dari bilik air,”bang,mari kejap”. Aku pura2 tanya,”abang yang mana?”. Isteri menjawab,abang yang baru la”. Aku tersenyum dan teman nya berjalan kebilik air. Aku tak tahu apa yang sebenarnya ber aku. Tetapi rancangan awal aku ialah bila didalam bilik air aku mahu mereka bercium dulu sepuas2nya dan akhirnya meminta temannya membuka semua pakaiannya. Setakat itu saja dan kemudian temannya akan keluar semula dimana isteri aku menggenakan pakaian tidornya. Aku tak tahulah apa sebenarnya yang berlaku diantara mereka. Tetapi yang aku tahu aku kerasa amat terangsang dan ghairah sekali bila membayangkan apa yang mereka berdua sedang buat. Sekejap lepas itu lelaki itu pun keluar semula dan kami berbual2 lagi. Selepas itu keluarlah isteri aku dengan pakaian tidor nya yang teramat seksi pada pandangan aku. Baju tidor berwarna putih dan jelas terlihat didalamnya bra dan panties yang berwarna hitam. Nafsu aku teramat2 terangsang hingga tak tahu nak cerita bagaimana perasaan aku waktu bila melihat isteri aku dengan pakaian tidornya yang seksi dilihat oleh teman barunya dan aku memahami benar isteri aku ini akan disetubuhi sepuas2nya oleh teman barunya ini. Terkeluar kata2 dari mulut aku,”ni yang abang tak tahan ni. Rasa nak bawak balik rasanya. Jealous abang macam ni”. Isteri aku dengan selamba terus duduk betul2 disebelah temannya dan berkata,”ha. . . jangan mengarut. Dah janjikan nak bagi peluang pada kami,saya tak kira,malam ini saya adalah hak abang baru saya ini. Abang yang rancangkan semua ini. “Isteri aku berani cakap macam tu sebab mereka dah berhubung lama dengan talipon dan sudah berjanji akan main puas2 bila dapat bersama nanti. Sebenarnya dalam hati aku yang waras ,memang aku jealous,tapi kerana nafsu aku turutkan jugak rancangan asal kami. Kami terus berbual2. Sambil itu isteri aku sudah rasa keghairahan agaknya terus memegan tangan temannya dan megusap2nya. Aku dah tak sabar lagi nak lihat isteri aku main dengan temannya terus berkata,”abang nak kena balik ni,kalau boleh abang nak tengok la apa yang selama ini abang nak tengok”. Isteri aku faham dan ingat rancangan asal kami. Dia mulakan langkah dengan mencium pipi temannya. Temannya juga faham dan sememangnya dia kena lakukan juga aksi sek dengan isteri aku supaya lagi cepat selesai lagi cepat lah aku boleh balik dan dapat lah mereka berdua saja menikmati masa bersama hanya mereka berdua saja. Mereka sekarang bercium,berkucup mulut,saling bertukar dan menghisap lidah. Aku dapat saksikan sekarang didepan mata aku sendiri aksi sek isteri aku. Mereka berkucup begitu kusyuk sekali maklumlah dah pernah membuat phone sex sebelum ini agaknya. Temannya membaringkan isteri aku dan terus menggomolinya dengan penuh bernafsu sekali. Apa yang aku ingin sangat lihat dah berlaku didepan mata aku. Isteri aku seperti jatuh cinta dengan teman baru nya ini. Sungguh asyik dia melayani adengan2 sex dari temannya tanpa sedikit pun dia menoleh kepada ku. Adakah dia benar2 dalam keadaan bernafsu atau pun dia sudah jatuh hati pada teman barunya ini dan dah tak hiraukan aku lagi atau pun dia ingin membalas dendam kerana aku yang ingin sangat lihat dia main dengan lelaki lain dan sekarang masanya dia benar2 main tanpa pedulikan aku lagi. Aku masih diatas kerusi. Mereka masih bergomol dan bergumpal. Agak ganas juga aksi mereka. Habis satu kati mereka berpusing. Sekejap isteri diatas dan sekejap isteri dibawah pula. Adengan mereka setakat ini hanyalah berkucup,meraba ,menghisapdan meramas. Aku yang melihat terasa pedih konek kerana konek aku sudah tegang didalam seluar. Aku lihat temannya berbisik sesuatu ditelingga isteri aku dan isteri aku kelihatan tersenyum. Dia bangun dan duduk diatas katil itu. Teman nya menarik baju tidornya dari kaki dan terus melurutnya keatas kepala untuk menanggalkannya. Sekarang isteri aku sudah tidak berbaju lagi. Temannya terus membaringkan dan mereka sambung semula aksi mereka. Kali ini teman nya lebih bebas menerokai tubuh isteri aku kerana dia hanya tinggal bra dan panties saja. Inilah kali pertama dapat aku lihat lelaki lain mencium, mengusap, meramas,menghisap mulut,pipi,leher,dada,paha dan perut isteri aku. Sebenarnya temannya ini meratah hampir keseluruhan tubuh isteri aku. Aku rasa aku dah terpancut didalam seluar melihat aksi mereka. Isteri aku bangun dan membuka sendiri tali branya dan mencampakkannya ketepi katil. Temannya yang melihat terus turun katil,berdiri dan membuka habis pakaiannya tanpa bantuan isteri aku. Sekarang isteri aku tinggal panties saja lagi manakala temannya berbogel habis. Isteri aku dan aku sendiri terus fokuskan pandangan ke konek temannya. Tegang teramat tegang tetapi saiznya kecil daripada aku. Dalam hati aku terasa juga bangga kerana dah dua lelaki bersamanya tetapi dua2 konek kecil daripada aku. Temannya naik semula kekatil dan menghampiri isteriaku. Isteri aku memegang konek temannya dan terus memasukkan kemulut sambil temannya duduk berlutut. Sungguh menghairahkan permandangan ketika itu hingga tak dapat nak aku luahkan dengan kata2 melihatkan isteri aku dengan penuh romantis membelai,mengucup dan menghisap konek temannya. Aku sesungguhnya hilang pertimbangan dan tak dapat berfikir lagi kerana diri sudah dikuasai nafsu hanya dengan melihat aksi isteri aku dengan temannya. Sepanjang adengan mereka dari mula hinggalah saat itu,tidak sekali pun isteri aku menoleh kepada aku,hanya teman nya saja sesekali menoleh meminta kepastian. Dan setiap kali dia memandang aku akan membalas dengan senyum dan memberi isyarat yang bermakna “go ahead. . carry on”. Isteri aku nampaknya bernafsu sekali menghisap konek temannya. Nampak penuh bernafsu dan kelihatan seperti gelojoh dan rakus. Sudah lupa dia pada pesan aku supaya hisap dengan penuh romantis. Tahulah aku yang isteri aku sudah benar2 hanyut tenggelam dalam keghairahan nafsu sexnya. Temannya mengambil giliran memainkan peranan dan embaringkan isteriaku. payu dara isteri aku ditujuinya . Diusap,diramas,dicium dan dihisapnya. Sesekali mereka berkucup mulut dan kelihatan pada aku sesekali ada juga temannya membisikan sesuatu ketelingga isteri aku. Mereka benar2 hanyut dan lupa diri. Tenggelam dalam nafsu yang bergelora. Temannya menarik panties isteri dan melurutnya turun kekakiperlahan2 dan sambil itu mulutnya ikut turun mencium perut,pusat dan terus ketundun indah isteri aku. Panties isteri aku sudah ditanggalkannya,dipegangnya dan diciumnya panties itu sebelum mencampakkannya ketepi. Isteri aku tersenyum padanya. Temannya melihat dan memfokuskan pemandangannya kepantat isteri aku. Ditenungnya lama juga,mungkin menikmati keindahannya kerana sekarang dia sudah benar2 dapat merasainya setelah sekian lama hanya berhubung dengan talipon sahaja. Dia ternampak tak sabar dan terus mencium tundun indah isteri aku. Dibawa lidahnya turun kealur indah isteri aku. Mata isteri aku dah terpejam dan kepala nya kelihatan berpaling sekejap kekiri dan sekejap kekanan. Dengan keadaan isteri aku yang terbaring terlentang itu,temannya bebaslah menerokai segenap inci tubuh isteri aku. Habis satu tubuh isteri aku dicumbuinya dan diciumnya. Tibalah masa dan saat yang ditunggu2. Temannya menindih tubuh isteri aku. Kedudukan mereka tidak bersesuaian dengan kerusi yang aku duduk waktu itu. jadi aku tak boleh nampak konek temannya mengesel2 indah isteri aku. Jadi aku pun bangun dan berjalan ketepi katil berdiri betul2 dibahagian kaki mereka. Dengan itu dapatlah aku lihat nanti konek temannya memasuki indah isteri aku. Mereka suda tak pedulikan aku lagi. Mereka mungkin tak sedar pun aku berdiri dihujung kaki mereka kerana mereka berdua sememangnya benar2 hanyut dan tenggelam dalam nafsu yang menggila. Temannya memegang koneknya dan menggesel2kan kelubang indah isteri aku. Aku dekatkan kepala aku sehampir mungkin kelubang indah isteri aku dan konek temannya itu. Baru lah aku nampak yang indah isteri aku benar2 teramat basah dan kembang sekali. Aku rasa nak terpancut dalam seluar waktu itu. Puas menggesel2kan dan bermain2 disitu dia terus meletakan koneknya betul2 didepan pintu lobang indah isteri aku. Setelah itu dimasukkan nya perlahan. nampak mudah sekali kerana indah isteri aku terlalu berair dan terlalu kembang kerana keghairahannya yang amat sangat. Isteri aku sendiri aku tahu lah pada waktu itu pantatnya berair dan kembang sekali. Mudah lah bagi temannya masuk. Ditujahnya indah isteri aku dengan laju sekali. Isteri aku menggerang tanpa segan silu lagi. Terpancul dari mulutnya,”sedap bang. laju lagi bang. “Temannya memang hebat. Koneknya keras sekali dan dia boleh bertahan lamamakan ubat aku agak. Puas diatas,mereka bertukar posisi dengan isteri aku pulak diatas. Waktu ini isteri aku dan temannya dah tak kisah lagi aku berada dimana. Mereka hanya asyik dengan aksi mereka saja. Puas isteri aku diatas,mereka buat 69 pulak. Masing2 mencuci senjata pasangan masing2. Puas mencuci dan melayani pasangan masing2 mereka buat doggie pulak. Lama mereka bermain. Memang lama betul. Handal betul teman isteri aku ni. Entah berapa kali isteri aku terpancut pun tak tahu. Yang aku tahu setiap kali temannya menujah pantatnya mesti kedengaran bunyi yang biasa kita dengar bila indah yang basah benar ditujahi oleh konek lelaki. Agaknya kerana lama dan dah tak tahu lagi apa aksi yang hendak dibuat,temannya menoleh kepada aku dan bertanya,”tak nak join ke?”. Aku pun apa lagi,terus membuka semua pakaian aku dengan gelojoh sekali dan terus naik kekatil bersama mereka. Isteri aku nampaknya tak berapa gembira bila melihat aku nak join mereka. Agaknya aku ni kacau daun agaknya. Kami sama2 menggomoli isteri aku hingga tercunggap dia kami buat. kami bekerjasama membuat apa saja untuk memenuhi kepuasan isteri aku. Aku dah tak tahan sangat terus mengambil posisi dan memasukan konek aku ke lobang indah isteri aku yang dah longgar kerana terlalu kembang. Tak lama,sekejap saja aku dah terpancut atas perut isteri aku. Bila dah terpancut aktiviti terhenti dengan sendirinya kerana isteri aku terpaksa kebilik air untuk memcuci. Nampak benar dia tak berapa suka jadi begitu. Temannya masih hebat. Koneknya masih tegang. selesai isteri aku membasuh,aku pula kebilik air untuk mencuci. Setelah siap aku kenakan pakaian dan duduk diatas kerusi semula. Isteri dan temannya masih diatas diatas katil berbogel. Aku terasa seperti merosakan kegembiraan mereka lalu meminta diriuntuk pulang. Sebelum pulang aku mencium dulu isteri dan berpesan padanya yang aku akan datang ambilnya semula jam 7. 30 pagi esok. Isteri aku mungkin sedar sepenuhnya dan kembali waras terus mencium aku balik dan berkata,”terima kasih abang kerana membenarkan saya bermalam bersama abang baru ni”. Saya senyum dan berpesan pada temannya,”tolong jaga isteri saya dengan baik,she’s yours tonight,please take good care of her and enjoy your night”. Dengan itu aku pun berjalan keluar bilik dan selepas pintu ditutup kedengaran ia dikunci. Entah apa yang akan berlaku seterusnya. . . bersambung lagi. . . . bila aku sampai keesokan paginya dan cerita darimulut isteri aku bagaimana mereka menghabiskan masa semalaman bersama. Malam yang menyeksakan berlalu juga akhirnya. Aku bergegas semula ke Hotel penginapan mereka. Tepat jm 7. 30 pagi aku membunyikan loceng pintu. Teman lelaki nya berpakaian biasa membuka pintu dan tersenyum menyambut aku. Aku berjalan kedalam dan ternampak isteri sedang menyandar dihujung katil dengan hanya berkemban tuala. Ternampak juga pada aku dia memakai panties hitam bila dia mengubah kakinya. Aku bertanya pada teman lelakinya bagaimana semalam yang mereka berdua lalui. Dia hanya tersenyum puas dan mengatakan “very great”. Isteri pula menyampuk,”best bang. Puas hati”. Aku kekatil dn mendapatkn isteri aku dan memeluknya,cium sepuas2nya. Aku peluk kemas2 dan ku cium dia lagi. Nafsu aku tiba2 terangsang kerana aku telah memendam perasaan bergelora semalaman mengenangkan mereka berdua yang aku tinggalkan betul2 menikmati kebebasan melakukan apa saja demi memuaskan nafsu pasangan masing2. Aku buka tuala yang membaluti tubuh isteri aku. Temannya duduk di kerusi berdekatan melihat aksi aku pula. Aku cium seluruh tubuh isteri aku Dia juga telah lemas mungkin krana masih terasa keghairahan bersama temannya semalaman dan temannya itu sekarang sedang menyaksikan permainannya pula. Aku cium dan kuhisap dan jilat indah isteri aku. Basah dan kembang sekali. Aku menoleh pada temannya dan mempelawa dia join sekali. Tapi pendek saja dia membalas,”go ahead,I dah cukup puas semalam,dah tak larat lagi”. Dengan itu aku terus menindih tubuh isteri aku dan aku pun mula mendayung. Menojah keluar masuk lubang indah isteri aku yang telah puas di gunakan oleh teman baru nya yang sesekarang sedang memerhati kami pula. Aku lakukan berbagai aksi dan akhirnya kami pun sampai. Aku terpancut kepuasan diatas dada isteri aku. Isteri bangun kebilik air dan aku hanya mengesatkan saja dengan tuala yang dipakai oleh isteri tadi. Isteri keluar dari bilik air sambil berbogel dan aku tolong lapkan seluruh tubuhnya. Aku dapatkan branya dan aku tolong pakaikan. Aku juga tolong pakaikan pantiesnya. Sememangnya biasa bagi aku memakaikan isteri aku pakaian dalamnya. Aku juga dapatkan baju dan kainnya dan aku tolong pakaikan juga. Setelah siap isteri aku hanya sikatkan rambut dan kenakan make-up rengkas saja. Aku beritahu temannya kami terpaksa berpisah sekarang. Isteri aku dapatkan temannya dan mereka terus berpeluk dengan penuh emosi sekali. Ternampak seakan isteri aku enggan melepaskannya. Aku nampak kelopak mata isteri bergenang dengan air mata. Mereka berkucupan sepuas2nya seakan tak mahu berpisah. Aku katakan pada isteri sudah sampai masa berpisah. Jika ada kesempatan kita akan berjumpa lagi. Aku pimpin tangan isteri dan membawanya keluar. Sambil berjalan keluar dari pintu dia menoleh memandang temannya dengan pandangan yang sayusekali. Temannya melambai tangan dan mengukir senyum tawar. Dalam kereta menuju pulang aku tak bertanya apa2 pada isteri kerana aku lihat dia termenung sayu memandang keluar cermin kereta. Aku tahu dia masih teringatkan temannya itu. Aku terpaksa sabar untuk mendengar ceritanya apa yang telah mereka lakukan sepanjang malam itu. Sepanjang perjalanan pulang isteri aku tertidur. Letih agaknya dia kerna teruk dikerjakan oleh temannya itu atau dia letih kerana menggerjakan temannya itu. Kasihan pula aku melihat dia. . . . timbul perasaan sayang pada isteri aku yang amat mendalam. Sayang sesungguh hati. Aku benar2 sayang dan mencintainya. Dia telah membuat aku merasa begitu bahagia dan puas sekali. Aku sedar dan aku akui yang aku benar2 menyayangi dan mencintai isteri aku itu dengan sepenuh jiwa raga aku. Malam itu dia menceritakan kepada aku semua kejadian antara mereka berdua. Selepas aku meninggalkan mereka didalam bilik mereka menyambung hubungan sex mereka. Temannya betul2 handal. Dia benar2 melakukan apa2 saja demi memuaskan isteri aku. Dia tetap gagah dan berjaya menahan dirinya dari terkeluar lagi. Dekat jam 12. 00 tgh. malam mereka keluar untuk makan. Temannya memimpin tangan isteri aku seperti sepasang kekasih. Selesai menikmati makan dikedai mereka tak buan masa dan balik kebilik. Masuk kebilik mereka menyambung aktivi sex mereka sehingga lah isteri aku dah tak tahan dan minta temannya keluarkan air maninya. Temannya betul2 bertanya pada isteri aku samada betul dia dah puas dan ingin berhenti. Isteri aku menjawab ya dan serentak itu temannya melakukan aksi akhir dan memancutkan maninya keatas tubuh isteri aku. Jam mungkin sekitar 2. 00 pagi waktu itu. Mereka tidor berpelukan dan nyenyak benar. Isteri aku terbangun sebelum jam 5. 00 pagi tapi kelihatan temannya masih nyenyak terlena. Isteri bertindak nakal. Dia bermain dengan konek temannya. Dibelai. diusap dan dihisapnya konek temannya itu. Konek itu tegang. Entah temannya sedar atau tidak isteri aku benar2 tak tahu. Isteri aku berdiri dan mengangkangkan kakinya diatas tubuh temannya. Dia dudukkan diri betul2 diatas konek yang tegang itu. isteri memasukkan sendiri konek temannya kedalam pantatnya dan dia bermain2 sendiri mengangkat indah keatas dan menurunkannya semula. Mengeluar dan memasukkan konek temannya kedalam pantatnya. Dilakukan nya dengan lembut dan perlahan dengan penuh romantis. Isteri aku benar2 menikmati setiap saat dan setiap saat konek temannya masuk dan keluar dari lobang pantatnya. Sungguh nikmat dan ghairah sekali akui isteri aku. Setelah lama juga temannya terjaga dan terus dibalikkan tubuh isteri aku melentang. Mungkin kerana terlalu terangsang dan ghairah diperlakukan begitu oleh isteri aku,dia terus memasukan koneknya semula kedalam indah isteri aku dan mula memainkan perana mendayung keluar dan masuk indah isteri aku. Habis semua aksi dan posisi mereka lakukan dan akhir nya isteri aku juga yang meminta temannya keluarkan maninya kerana dia benar2 sudah tak tahan lagi. Dia sudah puas benar dan letih sekali. Temannya akur dnga permintaan isteri dan dia pun berusaha keras membuat berbagai aksi bagi mengeluarkan maninya. Akhirnya tamatlah permainan. temannya mengeluarkan maninya kali kedua sepanjang mereka bersama dari semalam. Mereka berdua benar2 puas. Puas sepuas-puasnya hingga tiada kata yang dapat gambarkan kepuasan yang telah mereka berdua nikmati dan rasai. Hari hampir cerah ketika mereka selesai bermain tadi. Mereka bergilir mandi dan selepas itu menunggu kedatangan aku untuk mengambil kembali isteri aku seperti yang dijanjikan. Isteri aku memberitahu bahawa temannya betul2 telah membuatnya puas dan dia merasa bahagia dan seronok sekali. Isteri aku memeluk aku dan mengucapkan terima kasih dan meluahkan sayang nya yang tak terhingga kepada aku kerana memberi kesempatan pada nya bermalam dengan teman lelakinya yang aku sendiri carikan untuknya. Aku pun dah tak ingat. Agak2nya beberapa bulan selepas peristiwa bermalam bersama temannya itu,temannya datang bertandang kerumah. Isteri amat gembira dan berkobar2 sekali menyambut temannya itu. Biasalah masing2 dah pernah main jadi selepas berbual sebentar saja isteri aku meminta izin aku untuk main dengan temannya itu. Aku setuju saja. Dihadapan aku waktu itu juga isteri aku terus membaringkan temannya diatas lantai rumah dan membuka zip seluar temannya. Terkeluarlah konek temannya yang keras menegang. Terus isteri aku menghisapnya dengan penuh romantis sekali. Seluar dan underwear temannya tidak ditanggalkan terus. Hanya dilurutkan turut sikit sahaja. tak sampai pun kelutut. Isteri aku menindih tubuh temannya yang sedang terlentang itu. Sebelum itu dia telah menanggalkan kain yang dipakainya. Baju tak ditanggalkannya,dibiarkan begitu. Mereka berkucupan dengan indah isteri aku mengesel2 konek temannya yang menegang itu. Puas berkucup,bercium dan memainkan indah dan konek,isteri aku menoleh kepada aku dan meminta aku ambil condom. fahamlah aku isteri aku mahu temannya memakai condom kerana dia baru lepas period. Takut masih ada darah kotor lagi. Aku pun cepat2 kebilik dapatkan condom. Aku kembali kepada mereka dan aku lihat mereka masih diposisi yang sama dengan isteri diatas dan temannya barin terlentang. Isteri masih lagi mengesel2kan pantatnya keatas konek temannya yang sedia menegang. Melihatkan itu kerana tak mahu ganggu keasyikan mereka berdua,aku koyakkan plastik condom itu dan aku keluarkannya. Aku dekatkan dir kepada mereka dari bahagian kaki mereka jadi mereka tak lah nampak aku kerana mereka sedang asyik berpeluk dan berkucup. Dengan condom yang tesedia ditangan aku,aku pegang konek temannya,aku sendiri memasangkan condom itu kekonek temannya. Aku pasangkannya dengan baik dan kemas. Tidak seorang dari mereka pun memberi sebarang reaksi kepada tindakan aku itu. mungkin mereka rela dengan pertolongan aku itu. Melihatkan itu aku terus pegang lagi konek teman nya itu yang sudah siap terpasang condom dan aku halakan kelubang indah isteri aku. Sebelah tangan aku memegang koneknya dan sebelah tangan lagi aku pegang bahagian atas bontot isteri aku dan aku tariknya supya jatuhkan bontotnya. Bila dia menurut maka jatuh lah lubang pantatnya betul2 diatas konek temannya itu. terasa konek temannya isteri aku terus merapatkan lagi pantatnya hingga kepangkal konek temannya. Isteri aku memainkan peranan mengeluarkan dan memasukkan konek temannya kedalam pantatnya. Aku masih berada disitu kerana menikmati sepuas2nya permandangan konek temannya memasuki dan keluar dari indah isteri aku. Aku betul2 menghayati permandangan itu,aku dekat muka aku sehampir mungkin. Ada sesekali tu tercabut juga konek itu datri indah isteri aku. Setiap kali tercabut aku lah yang memasukkannya kembali. Mereka berdua relax betul. Dan aku amat puas kerana mereka berdua amat menghargai pertolongan yang aku berikan. temannya tidak keluar mani. Isteri aku dah puas. Kurang selesa sikit keadaan pada masa itu kerana itu lah pertama kali dalam sejarah hidup kami isteri main dengan lelaki lain dalam rumah kami sendiri. Waktu itu sudah hampir tengahhari dan sekejap lagi anak2 akan balik dari sekolah. Dengan sebab itulah isteri cepat puas kerana dia rasa tak selesa. Dia minta berhenti dan temannya berhenti disitu tanpa mengeluarkan maninya. Isteri aku memimpin tangan temannya kebilik air. Aku pun turut sekali. Aku lihat isteri aku bertindak mengeluarkan kembali condom yang dipakai tadi dan diberikan kepada aku. Isteri aku menyabun dan mencuci konek temannya. nampak mereka berdua sungguh mesra dan serasi. Aku bahagia dan gembira sekali melihat isteri aku gembira dengan apa yang berlaku sekejap tadi. Selesai mengenakan pakaian kembali,temannya minta diri dan pulang. Itulah kali terakhir isteri aku membuat hubungan sex dengan temannya itu. Mereka tak pernah berjumpa hingga kini. Masa berlalu dan aku ingin merasai kembali nikmat melihat dan membenarkan isteri membuat hubungan sex dengan dengan lelaki lain. Aku akhirnya bertemu dengan calon yang sesuai. Bagi memudahkan cerita biar aku namakannya S. S datang ketempat kami dan tinggal disatu resort. Aku membawa isteri kebilik S. Dalam perjalanan isteri membuat janji supaya aku duduk diluarberandadan biarkan mereka berdua saja berbual dulu bagi menambahkan kemesraan antara mereka. Sesampai dibilik,isteri aku duduk dihujung kati dan aku terus keberanda diluar. Aku tarik langsir dan aku tutup sikit pintu. Aku dapat lihat sikit saja dalam bilik itu dari kerusi yang aku duduk itu. Aku langsung tak nampak isteri aku. S boleh juga aku nampak sikit2 ,itu pun kalau aku bongkok kan sikit badan aku kedepan. Mereka berbual tapi aku tak dengar apa2 langsung. Aku mencuri pandang dan aku nampak S sudah merapatkan tubuhnya dekat isteri aku. Tubuh mereka dah bergesel sambil berbual. Masa berjalan dan entah tiba2 aku terpandang S bangun dngan hanya berseluar sahaja. Bila pula dia menanggalkan bajunya. tak jadi ni,aku pun nak lihat juga. Tak terlepas peluang melihat isteri aku membuat aksi2 sex dengan S. Bila aku masuk saja ,aku lihat baju isteri aku dah terbuka habis butangnya. Aku duduk atas kerusi dan melihat aksi mereka seterusnya. Aku berani masuk dan melihat kerana isteri aku tak melarang atau tidak ada sebarang perjanjian antara kami yang aku tak boleh masuk. Perjanjian awal hanyalah tinggalkan mereka berdua untuk berbual2 saja. S mula menanggalkan kesemua pakaian semua pakaian isteri aku. Dia juga bertindak membogelkan diri ya sendiri. Dua2 sudah berbogel habis. Pertama kali S dapat memandang tubuh isteri aku tanpa pakaian. Dibaringkannya isteri aku dan terius digomol dan diterokainya setiap inci dan pelusuk tubuh isteri aku. Ternampak dia begitu rakus sekali. Ghairah sungguh dia agaknya mendapat tubuh isteri aku. Mereka bertindak bergilir2 memuaskan pasangan masing2. Isteri aku pun sudah memegang,mengusap,membelai,menjilat dan menghisap konek S. Lama juga selepas itu baru S memandan pada aku dan memberi isyarat agar aku join nya sekali. Aku tanpa berlengah membuka semua pakaian aku dan naik kekatil. Aku dan S melakukan apa saja yang terdaya dan termampu kami lakukan,kami berusaha bersungguh dan secara bersama memuaskan isteri aku. Hasil nya ternyata memberangsang sekali. Isteri aku lemas kepuasan diperlakukan begitu oleh kami berdua secara serentak. kami tak beri peluang pada isteri aku untuk bernafas. Kami menyerang dan menggomolinya secara serentak. Kalau S dibahagian atas aku dibahagian bawah. Kami bergilir. Bayangkanlah ada empat tangan yang merayap kesetiap inci tubuh ister aku dan ada dua mulut dan lidah yang menjalar kesetiap pnjuru nikmat ditubuh isteri aku. terkejang2 iteri aku menahan kesedapan dan kenikmatan yang tak terhingga. Pantatnya basah tak terkta. S tak tahan dan terus menindih tubuh isteri aku dan cuba masuk kedalam tapi tak dibenarkan oleh isteri aku. Aku tak tahu mengapa. Kami tak rancangkan supaya jadi begitu. Itu adalah keputusan isteri aku sendiri. Aku sememangnya tak akan memaksa isteri aku melakukan apa2 yang tak disukainya. Aku akan biarkan isteri aku lakukan hanya apa yang dia sendiri hendak lakukan. Bukan melakukan sesuatu kerana terpaksa. Isteri memberitahu S yang dia tak mahu masuk. Sakur dan minta isteri bantunya keluarkan maninya. Isteri aku hisap sebentar dan kemudian melancapkannya. S menggigil kesedapan dan terpancut akhirnya atas payu dara isteri aku. Melihatkan itu aku pula menindih tubuh isteri aku dan melancapkan sendiri konek aku diatas dada isteri aku. S sudah kebilik air membasuh. Isteri hanya terpejam mata menahan kesedapan. Sebelah tangan aku ,aku lancap konek aku sendir. Sebelah tangan lagi aku bermain2 dengan air mani S yang dipancutkan atas tetk isteri aku. Aku lomorkan seluruh payu dara isteri aku. Aku mainkan air mani S diputingnya. Aku sapu dan lomurkan disekeliling payu dara isteri aku. Itu yang buat dia terpejam mata itu. Aku tak tahan dan aku pancutkan dimana S pancutkan tadi. Air mani kami bercampur dan bertambah banyak. Aku perahkan habis2 air mani ku dari konek aku. Air mani yang banyak tu aku lomurkan dan sapukan lagi ditetek isteri aku sampai ia kelihatan beku dan hampir kering . Selepas itu aku memimpin tangan isteri kebilik air dan kami membasuh seluruh tubuh isteri aku. Aku mandikan dia dan aku cucikan dia sebaiknya. Selesai kami keluar dan sekali lagi aku pakaikan satu persatu pakaian isteri aku bermula dari panties,kemudian bra dan seterusnya kain dan bajunya. Kami meminta diri dan mereka berpelukan dulu dan bertukar kucupan dan ciuman. Aku berkata pada S yang aku harap dia puas walaupun tak dapat masuk indah isteri aku. S sporting dan mengatakan tak apa mungkin lain kali ada rezeki pulak. Kami keluar meninggalkan S didalam bilik. Lebih kurang dua bulan lepas tu S datang lagi. Aku membawa isteri kedalam bilik S. Semasa dalam perjalanan isteri aku dah memberi amaran pada aku. kali ni dia langsung tak benarkan aku campur tangan atau ambil bahagian dalam aksi sex mereka berdua nanti. Sebenarnay isteri aku marah pada aku kerana akusengaja tak melayan nafsu sejak dua minngu dah S maklumkan pada aku dia nak datang 2 minggu sebelum itu. jadi aku pun plan kan supaya isteri benar2 kehausan dan dahaga semasa bertemu S nanti. sengaja aku buat begitu kerana aku kasihankan S yang datang dari jauh dulu tak dapa main indah isteri aku. Jadi kali ini plan kan supaya isteri dalam keadaan terdesak dan amat memerlukan konek untuk memuaskannya. Plan aku berjaya. Isteri aku bukan membuat perjanjian dengan aku tetapi sebenarnya memberi amaran sebenarnya. Dia memang tak benarkan aku join mereka nanti. Tak boleh sentuhnya langsung. Boleh tengok dari jauh saja. Tak boleh bersuara dan tak boleh join. Sebenarnya isteri aku terpaksa membenarkan aku berada bersama dalam bilik dengannya kerana bila aku ada sama dia berasa lebih confident dan selamat. Dengan kata lain aku ni hanya sebagai body guard saja la. sampai dalam bilik terus mereka berpelukan memang isteri aku nak membalas dendam dan menunjuk2 pada aku yang S akan puaskannya walaupun aku gagal puaskan dia dua minggu lepas. Isteri aku tak tahu yang aku senggajakan perkara itu kerana apa yang aku hajatkan sudah berhasil dan hasil nya ada terserlah didepan mata aku sekarang. Isteri aku tak membuang masa terus membuka seluar S dan mnghisap koneknya dengan gelojoh sekali. S membuka sendiri bajunya. Isteri aku benar2 menghisap konek S seperti orang kebuluran dan seperti tak hendak melepaskannya langsung. S tak tahan ,didirikannya isteri aku dan ditanggalkannya habis pakaian isteri aku dengan pertolongan isteri aku sendir. nampak sangat dia ingin cepat sangat bogel. S membaringkan isteri aku dibirai katil. Dia cium,jilat dan hisap bibir indah dan biji indah isteri aku. Mata isteri aku terpejam. Bunyi S menjilat indah isteri aku kerana indah isteri aku dah keluar air yang teramat banyak. Maklum lah dah dua minggu aku tak gunakannya. S bangun dan memandang aku dan aku beri isyarat padanya supaya masuk. S tersenyum. Dari posisi dibirai katil itu,S renggangkan kaki isteri aku dan menghalkan koneknya tepat kelubang indah isteri aku. Dengan mudah dia menolak masuk serapatnya kerana indah isteri aku sudah basah benar dan kembang teramat sangat kerana terlalu ghairah. Mereka bekerjasama terus bermain bebagai posisi. Akhirnya S membisikan sesuatu ditelingga isteri aku dan dan isteri aku membalasnya. Serentak dengan itu S mencabut koneknya dan merangkah berlutut keatas dada isteri aku. S menggunakan tangannya melancap sendiri koneknya dan menghalakan arah pancutannya kecelah lurah dada isteri aku dn dia akhirnya terpancut. Maninya bertaburan atas dada isteri aku. S terus kebilik air. Aku bangun dapatkan isteri aku kerana projeknya dah selesai. ceritalucahku. blogspot. com Aku tak tahan tengok air mani S atas dada isteri aku. Aku pegang dan aku lumurkannya diatas dada isteri aku sambil sebelah tangan aku aku bukakan zip seluar aku. Aku keluarkan konek aku dan aku lancapkan atas dada isteri aku dan sekejap saja dah terpancut. Aku hlakan dan campurkan air mani kami berdua. Aku sapukan kedua2 air mani kami keserata tubuh isteri aku. Selepas itu baru aku pimpin isteri aku kebilik air. Seperti biasa aku mandikannya dan aku bersihkannya. Kami keluar bilik air dan aku lapkan tubuh isteri sehingga kering. Kemudian seperti biasa aku pakaikan satu persatu pakaian ketubuh isteri aku. Aku memeluk dan menciumnya. Ternyata isteri aku amat puas sekali bermain dengan S. S berjaya memuaskan nafsu isteri aku yang sengaja aku biarkan kehausan selama dua minggu kerana menunggu kedatangannya. Seperti biasa juga,mereka berpelukan dan saling berkucupan sebelum kami berpisah. S nampak tersenyum puas kerana berjaya dapat menerokai lubang indah isteri aku. Inilah kisah benar aku dan isteri aku. Sejak mula disetubuhi olehlelaki pertama didalam bilik Hotel dalam tahun 2000 dulu dan hingga S berjaya menikmati lubang nikmat isteri aku dalam tahun 2003 ini,itu lah sahaja tiga3 orang lelaki yang berjaya menikmati tubuh isteri aku . Sehingga aku menulis cerita ini ini lah saja pengalaman yang telah kami lalui. Kehidupan sex kami amat memberangsangkan selepas pengalaman isteri aku bersama lelaki lain. Lebih hangat dan lebih hebat yang tak pernah kami rasakan sebelum ini. Kami benar2 menikmati hubungan sex sekarang berbanding waktu dulu sebelum aktiviti ini terjadi. Percaya lah aku sehingga saat ini kerana terlalu ghairah terhadap isteri sendiri akan mencium pussy isteri semasa akan keluar bekerja dan sebaik pulang dari bekerja. Aku akan pastikan yang aku akan mencium pussy isteri aku setiap hari. Aku juga sehingga saat ini akan tolong memakaikan pakaian dalam isteri aku bila aku ada kesempatan berbuat demikian. Demikian lah hebatnya hasil pengalaman yang telah kami lalui. Aku benar2 sedar dan akui bahawa aku sememangnya amat dan teramat sayang dan menyintai isteri aku. Orang yang tak memahami aku mungkin tidak akan faham bagaimana seorang suami yang sanggup membenarkan isterinya ditiduri oleh lelaki lain berkata yang dia amat menyayangi isterinya itu. Tapi itu lah kebenarannya. Aku lebih menyayangi dan menyintai isteri aku selepas pengalaman dia ditiduri oleh lelaki lain. Aku bukanlah semudah itu membenarkan isteri aku ditiduri oleh sebarang lelaki. Aku sendiri yang memilih calonnya. Lelaki yang sudah berjaya meniduri isteri aku adalah merupakan calon2 yang terpilih. Cerita sex melayu di Aku meletakan beberapa kriteria dalam membuat pilihan. Antaranya ialah rahsia kegiatan kami mesti terjamin 100%,bersih dari sebarang penyakit kelamin sebab itu aku lebih suka kepada suami orang yang sudah mempunyai anak2,bekerja yang baiktentunya dia akan lebih bertanggung jawab kerana tak mahu kerjayanya tergugat,berterusterang dan ada rasa saling hormat menghormati. Topik cerita sex lucah yang terkait adalah cerita lucah-isteri, cerita sex lucah, ceritalucahku blogspot, cerita lucah suami isteri, cerita berahi suami isteri, cerita lucah kekasih, kisah berahi suami isteri, cerita lucah benar, nikmat sex, koleksi cerita lucah suami isteri, ceritalucahku blogspot 2011 kakak aku nakal, cerita sex ghairah, ustazah nasuha, www kisah lucah, pengalaman lucah, melayu sek, cerita lucah isteri melayu, cerita lucah pantat, nikmat, kisah lucah isteri.
Cerita Seks Melayu – Ini adalah kisah benar yang terjadi pada diriku lebih kurang 18 tahun yang itu aku berusia hampir 18 tahun dan baru saja menamatkan zaman persekolahan aku. Selepas menduduki peperiksaan SPM, aku bekerja sementara dengan sebuah syarikat pembalakan. Tugas aku memerlukan aku tinggal di hutan untuk mengira hasil kayu balak yang dikeluarkan. Lokasi tempat aku bekerja lebih kurang 70 km dari pekan terdekat mempunyai lebih kurang 25 pekerja. Disitulah tempat aku berkenalan dengan Hajjah Zainon, tukang masak di kongsi tersebut. Aku paggil dia Kak Non. Janda berumur lebih kurang 55 tahun. Orangnya agak awet muda, pakaian selalu menutup aurat dan aku tengok dia beriman orangnya. Maklumlah, sembahyang dan puasa, tidak pernah tinggal. Kak Non ni orangnya agak pendiam tetapi yang aku hairan, walaupun umurnya 55 tahun, tapi tak nampak pula kedut kedut pada wajahnya. Mungkin kuat makan jamu agaknya. Selain dari tugas aku mengira hasil kayu balak, aku juga perlu ke pasar untuk membeli barang keperluan dapur. Dalam seminggu adalah 2 kali aku ke pasar. Jadi selalu jugalah Kak Non temankan aku. Dia lebih arif dalam soal memilih lauk pauk yang sesuai untuk makanan pekerja balak. Tukang masaklah katakan. Aku turutkan saja apa kemahuannya kerana dia yang lebih memahami hal masakan. Oleh kerana perjalanan pergi dan balik ke pasar amat jauh, lebih kurang 2 jam menggunakan kenderaan pacuan 4 roda, selalu jugalah kami berbual-bual masa tersebut. Setelah mengenali Kak Non lebih kurang 3 bulan, barulah sikap pendiamnya agak berubah sikit. Mahu juga dia berbual panjang dengan aku. Maka terbukalah kisah hidupnya yang boleh tahan juga hebatnya. Setelah pulang dari menunaikan fardu haji, dia bercerai dengan bekas suaminya setelah dimadukan. Dia rela dimadukan tapi bekas suaminya lebih sayangkan isteri mudanya. Kak Non ni anak orang yang agak berada, tidak pernah bekerja seumur hidupnya. Jadi tukang masak ni pun kerana bosan hidup sendirian di rumah. Anak-anaknya sudah berumah tangga dan hidup sendiri. Oleh kerana sendirian di rumah, dia bekerja di hutan. Ada ramai kawan, katanya. Antara ramai pekerja di kongsi balak itu, akulah yang paling rapat dengannya. Mungkin juga kerana aku selalu ke pasar dengannya. Mungkin juga kerana aku selalu berbual panjang dengannya. Nak dijadikan cerita, masa itu penghujung tahun, jadi musim hujan berlarutan. Bila musim begini, kerja balak tidak dapat diteruskan dengan sempurna. Jadi tidak ramailah pekerja di kongsi balak. Hari itu, sudah dua hari hujan berterusan, jadi ramailah pekerja yang balik kampung. Tinggallah kami berdua saja. Ini adalah peraturan kongsi balak dimana dalam satu satu masa, sekurang-kurangnya mesti ada dua pekerja untuk mengawal kongsi. Tidak boleh ditinggalkan kosong tanpa penghuni. Hari itu, hujan turun tanpa henti. Lepas makan tengahari, aku duduk sendirian di dapur. Entah macam mana, terus tertidur atas pangkin kayu depan bilik Kak Non. Bila aku sedar, hari sudah petang. Aku dapati Kak Non duduk berhampiran dengan aku sambil tersenyum memandang aku. Sumpah aku cakap, gaya senyumannya, raut wajahnya memang menawan hati. Awet mudalah katakan. Kalau dia tidak beritahu umurnya 55 tahun, memang aku agak lebih kurang 40 lebih saja. Dah lewat ni, pegilah mandi, nanti kita makan malam sama sama, kata Kak Non. Aku terus bingkas bangun dan menuju ke sungai untuk mandi. Lepas makan malam, kami duduk berbual-bual dekat pangkin kayu depan bilik Kak Non. Masa itu, langit sudah gelap, hujan turun semula. Hanya lampu pelita yang menerangi suasana di dapur. Kak Non minta diri untuk sembahyang isyak. Lebih kurang setengah jam, dia kembali semula duduk berhampiran aku. Kali ini, dia memakai baju tidur labuh berbunga batik tanpa tudung. Rambutnya separas belakang dibiarkan ditiup angin. Wangi kami berbual sempat juga dia bergurau senda dengan aku. Kadang-kadang dia mengusik dan sekali sekala sempat juga dia mencubit peha aku. Hairan juga aku, belum pernah Kak Non berkelakuan begini. Mungkin Kak Non agak berani kerana tiada orang lain di situ agaknya, kataku dalam hati. Kak Non panggil aku adik, maklumlah umur kami berbeza jauh. Aku layak jadi anaknya kalau hendak dikira umur kami. Masa berbual, Kak Non banyak bertanya soal-soal peribadi aku masa itu. Aku masih ingat lagi soalan-soalannya. Adik, dah ada girl friend?’ tanyanya. Belum’ jawabku denga ikhlas. Memang aku tiada girl friend masa itu, maklumlah aku ini budak kampung sikit, kurang social, tambahan pula tempat tinggal aku bukan di kota besar macam KL. Aku tidak pandai soal-soal dating, internet, chit chat macam budak-budak zaman sekarang. Ye ke ni?’ Tanya Kak Non lagi. Betul kak’ jawabku. Tak pernah romen?’ Tanya Kak Non lagi. Tersentak aku sambil tunduk tersipu-sipu. Memang aku tiada pengalaman kerana aku sememangnya masih teruna masa itu. Tak’ jawapku perlahan.Ye ke ni?’ Tanya Kak Non. Betul, tak pernah romen tapi pernah tengok video blue’ jawapku. Kak Non ketawa kecil. Kenapa kak ketawa?’ Aku bertanya perlahan. Masa tengok tu stim tak?’ Tanya Kak Non. Aku hanya tersenyum tanpa menjawab soalannya. Nak dipendekkan cerita, selepas minum air kopi, Kak Non minta diri untuk kemas tempat tidur. Aku diam saja. Lebih kurang 10 minit, dia muncul semula lalu berkata, Adik, kak takut tidur sorang, hujan lebat ni, guruh dan kilat pulak tu, temankan kak tidur dalam bilik ye?’ Aku terdiam sambil merenung wajahnya yang tersenyum. Sumpah aku cakap, tidak terlintas dalam otak aku mengenai seks masa itu. Aku betul-betul tiada pengalaman dalam hal ini. Alaaa, bolehlah adik, tolong kak ye?’ rengek Kak Non dengan begitu manja sampai hati aku nak hampakan permintaannya. Aku masih terdiam sambil merenung wajahnya. Tiba-tiba tanpa diduga, dia menarik tanganku terus agak rapat tergesel sedikit dengan buah dadanya. Aku masih lagi terdiam sambil berdiri depan pintu biliknya. Kak Non terus menarik tanganku masuk kebiliknya. Adik, tidur kat sini, kakak tidur sebelah sana, ok?’ kata Kak Non. Aku angguk saja. Bilik itu tidaklah sebesar mana tapi kalau tidur sebaris dalam keadaaan memanjang, bolehlah tidur lebih kurang empat orang. Jadi aku tidur tepi dinding sini, Kak Non tidur tepi dinding sana, jarak antara kami berbaring adalah lebih kurang 5 kaki lebih. Aku terus baring sambil berselimut. Aku nampak Kak Non pun sama tapi masih lagi memandang aku sambil tersenyum. Aku diam saja. Suasana dalam bilik agak samar-samar yang hanya diterangi lampu pelita. Masa itu pula, hujan turun dengan lebat disusuli dengan guruh dan kilat yang sabung menyabung. Angin pula bertiup agak kencang. Tiba-tiba, lampu pelita padam. Mungkin kehabisan minyak agaknya. Aku bingkas bangun untuk menyalakan semula api tapi Kak Non cakap, tak payahlah adik, dah lewat malam ni, tak payahlah pasang lagi, tidurlah’. Aku pun baring semula. Masa baring, aku masih lagi terdengar Kak Non agak gelisah. Kejap baring mengiring, kejap menelentang dan sekejap lagi meniarap. Aku diam saja sambil memejamkan mata untuk tidur. Tiba-tiba aku terasa ada sesuatu yang menghimpit tubuhku. Aku cuba bingkas bangun tapi terasa ada tangan yang menekan dadaku supaya berbaring semula. Belum sempat aku berkata-kata, tapak tangan sudah menekup mulutku. “Shhhh adik, diam la akak ni” aku terdengar suara Kak Non berbisik di telinga aku. “Kenapa ni kak?’ tanyaku. Kak takutlah bunyi guruh tadi tu, bagi akak tidur sebelah adik ye?’ tanya Kak Non. Sambil bercakap tu, Kak Non terus tidur mengiring sambil tangan sebelahnya memeluk erat tubuhku. Kepalanya dirapatkan ke lenganku. Buah dadanya pula terus menghimpit tubuhku. Terasa masih keras lagi. Hidung aku terasa segar dengan bau minyak wangi yang dipakai oleh Kak Non. Aku hanya diam sambil memejamkan mata. Hairannya, mataku enggan tidur walau dipaksa keras olehku. Aku terasa pelukkan Kak Non makin lama makin kemas. Dalam kegelapan malam, aku dapat merasakan Kak Non menarik selimut yang membaluti tubuhku dan merapatkan tubuhnya padaku. Sambil membetulkan selimut, tangannya antara sengaja dengan tidak menyentuh pelirku beberapa kali. Apa lagi, mulalah keras tegak pelirku dibuatnya. Pelukkan Kak Non makin erat dan hairannya, aku seperti tidak boleh berkata-kata lagi. Aku hanya diam seribu bahasa. Dik, tolong akak ye?’ kata Kak Non. Apa dia kak?’ jawabku dengan perlahan. Akak dah lama tak main, dekat 5 tahun tak rasa pelir, akak betul-betul nak malam ni, tolong jangan hampakan harapan akak ye?’. Masa itu, tangan Kak Non sudah menjalar ke dalam kain pelikat yang aku pakai. Sudah tabiat aku tidur tanpa memakai seluar dalam. Tangan Kak Non sudah menggengam erat pelirku yang tegang. Adik tak pernah main dengan orang lain sebelum ini kak, adik tak reti’ jawapku. Aku betul-betul ikhlas kerana sememangnya aku tiada pengalaman dalam seks. Tak apa, adik duduk diam aje, biar akak ajar, adik buat aje apa yang akak suruh’ , jawap Kak Non berbisik ke telinga aku. Kak Non bingkas bangun, menyalakan lampu pelita yang terpadam awal tadi. Dia menarik selimut yang membaluti tubuhku. Aku terlentang dengan kain pelikat yang sudah longgar ikatan. Aku masih berbaju singlet. Kak Non baring meniarap atas tubuhku. Terasa berat juga hempatan tubuhnya, tapi dia pandai mengimbangi berat badannya. Lututnya ditekan ke tilam bagi meringankan berat tubuhnya. Kak Non mengucup mulutku dan aku terasa lidahnya dijalarkan ke dalam mulutku. Kak Non mencium pipiku kiri kanan bertubi-tubi. Selepas itu, Kak Non duduk mengiring dan menanggalkan baju tidur labuhnya. Maka terserlahlah buah dadanya yang sederhana besar tapi masih lagi dibaluti coli. Aku baru sedar ketika itu Kak Non tidak memakai seluar dalam. Dengan pantas Kak Non memegang tanganku dan dilekatkan ke celah kelangkangnya. Terasa bulu burit Kak Non yang lebat dan kasar itu. Masa itulah, Kak Non menanggalkan colinya. Tanpa berkata apa-apa, Kak Non sekali lagi baring meniarap atas tubuhku tapi kali ini agak tinggi sedikit parasnya. Buah dada Kak Non betul-betul di atas mukaku. Kak Non menghempapkan buah dadanya ke mukaku dan berkata, adik, hisap puting akak, sebelah lagi adik ramas kuat-kuat, ye?’ Aku terus mengulum puting Kak Non dan meramas-ramas sebelah lagi. Sambil itu Kak Non menggesel celah kangkangnya ke arah pelirku. Pelirku makin lama makin keras aku rasa. Aku terasa air lendir Kak Non meleleh terkena pelirku. Mulutku terus mengulum puting buah dadanya sambil sebelah lagi tanganku meramas-ramas. hiiisssssshhh sedapnya adik, hisap lagi, hisap lama lama, sedapnya, hiiissssssssshhhhhhhh’. Kak Non tak henti henti mengerang dan merintih. Kuat betul suaranya, hinggakan tak sedar hujan di luar makin lebat. Guruh dan kilat saling sabung 10 minit, Kak Non baring di sebelah pahaku. Mulutnya terus mengulum kepala pelirku. Ikhlas, aku belum pernah merasa kenikmatan seperti ini. Melancap tu biasalah, tapi pengalaman pelirku dihisap adalah kali pertama. Tak boleh aku bandingkan kenikmatannya dengan perkara lain dalam dunia ini. Agaknya, inilah yang dikatakan syurga dunia. Sambil mengulum kepala pelir, tangan Kak Non meramas ramas mesra buah pelir. Aduh, nikmatnya tak boleh nak diceritakan. Bila Kak Non memasukkan kesemua pelirku dalam mulutnya, punggungku terangkat tanda nikmat yang teramat sangat. Kak Non terus mengulum tanpa henti, sambil hujung lidahnya dijelir jelirkan menyentuh kepala pelirku. Mataku pejam rapat. Inilah kali pertama aku merasa kenikmatan seks yang sebenarnya. Selama ini aku hanya pernah tengok blue film saja. Selepas kira kira 15 minit, Kak Non mengubah kedudukan tubuhnya. Dia meniarap atas tubuhku tapi cara terbalik, stail 69. Mulutnya terus mengulum pelirku sambil buritnya digeselkan ke mukaku. Adik, jilat burit akak, tolonglah, akak betul betul gian ni, tolonglah dik’. Aku terus merapatkan mulutku ke burit Kak Non. Terasa air lendir meleleh di bibirku. Tak tahu aku nak cerita bagai mana rasa air lendir itu. Masin ada, pahit ada, pendek kata macam macam rasalah. Aku terus menjilat bibir burit Kak Non sambil tanganku meramas ramas kedua dua daging punggungnya. aduuuhhhhh sedapnya, hiiissshhh haaaaaaaahhhhhh sedapnya adik, jilat lagi, lama lama, aduuhhhhhhh sedapnya dik, hiiiiiiiii huuuuuuuuuuuu’ Kak Non terus menerus mengerang dan merintih. Bila aku jelirkan lidahku ke dalam lubangnya, terus Kak Non membenamkan celah kangkangnya rapat ke mukaku. Hampir hampir lemas aku dibuatnya. Adik, hisap kelentik akak, cepat cepat’. Aku terus merapatkan bibirku dan menghisap biji kelentitnya. aduuuhhh wuuuuuu sedapnya, sedapnya adik, hisap lagi, hisap lagi, huuuuuhh wwwwuuuuuuuu sedapnya’ Kak Non terus merintih dan mengerang tak henti henti. Punggungnya kejap tinggi kejap rendah. Aku terus memaut kemas punggung Kak Non sambil mulut dan lidahku terus menerus menjilat buritnya. Seketika kemudian, Kak Non bingkas bangun. Tangannya melancap pelirku. Kemudian Kak Non duduk mencangkung atas tubuhku. Celah kangkangnya betul betul di atas pelirku. Dua tapak kakinya memijak tilam. Kak Non mengangkat tinggi punggungnya sambil tangannya memegang erat batang pelirku. Bila punggungnya direndahkan, aku terasa kepala pelirku menyentuh bibir burit kak Non. Tangan Kak Non terus menggesel gesel kepala pelirku pada bibir buritnya. Aku terasa air lendir Kak Non meleleh. Bila kepala pelirku menyentuh biji kelentit, kak Non merintih. aduhhh sedapnya dik, sedapnya, lama dah akak tak rasa sedap macam ni’. Seketika kemudian, Kak Non memegang erat batang pelirku, dihalakan ke arah lubang buritnya, terus dia menekan punggungnya ke bawah. Aku terasa batang pelirku masuk ke dalam lubang burit, ketat sikit tapi kerana licin air lendir, senang saja terus rapat ke pangkal. Maka hilanglah teruna aku di tangan burit ? Hajjah Zainon. Sedapnya tak boleh nak diceritakan. Bila pangkal pelirku rapat ke tundunnya, Kak Non mengerang, hhhuuuuuuuhssss sedapnya adik, tak sangka besar pelir adik, panjang pulak tu, sedapnya …….’ Aku terasa Kak Non mengemut ngemut, kepala pelirku kembang dibuatnya. Nikmatnya tak boleh nak dibayangkan. Aku terus meramas ramas buah dadanya dengan geram sambil menggentel gentel putingnya. Kak Non terus mengangkat punggungnya dan kemudian dibenamkan kembali rapat ke pangkal. Mataku pejam tanda nikmat yang bukan kepalang. Selepas beberapa kali duduk bangun, aku terasa batang pelirku agak basah. Mungkin kerana air lendir Kak Non yang banyak. Bila Kak Non mengangkat punggungnya, terdengar bunyi air berdecik dan bila punggungnya dihempapkan kembali, bunyi itu berulang kembali. Seolah olah berjalan dalam lumpur yang becak. Mulut Kak Non tak henti henti merintih dan mengerang. adik ….. sedapnya adik, dah lama akak tak rasa sedap macam ni, hhhuuuuuuuuuhh hiiiisssssssshhh sedapnya, sedapnyaaaaaaa………’ Kira kira 15 minit kemudian, Kak Non mengangkat punggungnya agak tinggi dan tercabutlah pelirku dari dalam lubang buritnya. akak penatlah, biar akak baring, adik pula yang buat’. adik tak reti’ jawabku ikhlas, sememangnya aku tiada pengalaman dalam seks. Tak apa, nanti akak ajar’ Kak Non pantas menjawab. Aku bingkas bangun dan Kak Non baring terlentang di atas tilam. Kangkangnya terbuka luas. Baring atas akak, cepat’ katanya. Aku terus baring meniarap atas tubuh Kak Non. Muka kami bersentuh dan dadaku menghempap buah dadanya. Sepantas kilat, Kak Non memaut tengkukku dan bibirku terus dikucupnya. Aku terasa lidahnya menjalar ke dalam mulutku dan kemudian lidahku terus dikulumnya. Angkat punggung adik’ kata Kak Non. Bila punggungku terangkat, tangan Kak Non terus memegang batang pelirku dan digesel geselkan ke bibir buritnya. Aku terasa licin memandangkan air lendir Kak Non keluar dengan banyak. Bulunya sudah basah kuyup seolah olah tikus jatuh dalam air. Bila kepala pelirku menyentuh biji kelentitnya, Kak Non mengerang dan merintih lagi. hhhaaaaaahh waaaah sedapnya dik, tekan pelir adik dalam lubang akak’. Bila punggungku dirapatkan, aku terasa batang pelirku menjunam laju ke dalam lubang burit Kak Non. Mungkin kerana air lendir yang banyak, senang saja pelirku sudah rapat ke pangkal. waaaaaaaaa sedapnya adikkkkkkkkk, hhhaaaaaaaa husssssssssssssssedapnyaaaaaaaaa’ rintih Kak Non. Sedapnya, adik sorong tarik macam akak buat tadi’ kata Kak Non. Walaupun aku tiada pengalaman seks, tapi aku selalu menonton video lucah jadi aku faham apa makna kata kata Kak Non tadi. Aku terus mengangkat punggungku, bila terasa kepala pelirku hampir terkeluar dari lubang burit, aku terus membenamkan kembali punggungku. Bila pelirku rapat ke pangkal, Kak Non mengemut ngemut dengan kuat membuatkan kepala pelirku kembang. Nikmatnya sedap bukan kepalang. Sambil merintih dan mengerang, kedua dua tangan kak Non terus memaut erat belakangku. Kangkangnya dibuka seluas yang boleh bagi memudahkan aku menyorong dan menarik pelirku. Mulutnya dilekatkan ke bibirku dan kemudian mengulum lidahku. Aku terus menyorong dan menarik sambil kak Non tak henti henti mengerang. addduuuuuuuhhh sedapnya, sedapnya, cepatlah kak tak tahan ni, rasa nak sampai dah, tolonglah adik, sedapnyaaaaaaaaa hhhhuuuhhhhhhhhhhhhiiiiiiiiissshh waaaaaaaaaaaa sedapnya’. Kira kira 20 minit, aku terasa air maniku hendak terpancut. akak, adik rasa nak keluar air ni’ kataku. eloklah tu dik, akak pun nak sampai dah ni, hiiiiisssssssshhh adik sorong tarik laju laju ye, cepatlah, akak tak tahan dah ni, waaaaaaaa sedapnya adik’ kata Kak Non. Aku terus menyorong dan menarik dengan laju, sambil itu Kak Non terus mengangkat ngangkat punggungnya, kejap tinggi kejap rendah, seirama dengan sorong tarik pelirku. hhaaaahhhhAkak, nak keluar air ni’ kataku dan dibalas olehnya, yelah, akak pun nak sampai dah ni’. Seketika kemudian, aku terasa air maniku hendak terpancut, aku terus menyorong tarik dengan laju, dan bila air maniku terpancut, aku membenamkan pelirku rapat ke dalam lubang burit Kak Non. hhahhhhhhhh sedapnya akak, sedapnyaaaaaaaaaa’ kataku. Kak Non memelukku dengan erat. hhuuuuuuuuhhhh wwwwaaaaaaaaa sedapnyaaaaaaaaaaaaa adik. Sedapnya akak dah ssampai ni, wwwwwwwwuuuuuh sedapnya, kata Kak Non. Aku terasa pelirku hangat dan bau air mani menusuk ke lubang hidungku. Aku terdampar lesu di atas tubuh Kak Non yang juga aku nampak seolah olah pengsan. Matanya pejam rapat, nafasnya aku rasa keluar masuk dengan cepat sekali. Selepas 15 minit, barulah kami dapat bersuara. Adik, sedapnya akak dapat main dengan adik, dah lama akak tak main macam ni, tau, sedapnya tak boleh nak dibayangkan, nanti lain kali kita buat lagi ye’ kata Kak Non. Aku hanya senyum sambil terus memeluknya dengan erat. Kak Non membalas pelukkanku dan pipiku dicium bertubi tubi. Terimakasih dik kerana sudi puaskan nafsu akak, akak sayang adik, tau’. Topik cerita sex lucah yang terkait adalah serilucah baru, main puki, cerita lucah hajah, cerita lucah hajjah, panduan cerita sex melayu, cara menjilat puki, puki melayu sex, cerita lucah 18 tahun, www ceritalucahcikgu, cerita seks hajah, cerita sex minah kilang, cerita seks hajjah, Hajah zainon, main buntut, cerita main buntut, kisah benar sex melayu, main buritnya, serilucahbaru, puki seks, hajjah sex.
cerita sex dengan orang gila