cerita sex aku dan ibu
Sesekaliputing itu aku sentuh dan kuusap. Mama menggeliat. Saat menggeliat aku diam. Namun setelah ia tenang aku teruskan lagi. Aku tak bisa melihat wajah mama karena lampu kamar memang dimatikan. Namun aku kemudian mendengar suara lirih, "Kamu bikin mama kepengen." Degggg . aku terkejut. "Mmmm .maaf ma," kataku.
Akutak mau orgasme di lift penuh orang. Sayang, itu mu bisik mama padaku. Rasanya, andai mama menyebut kemaluan, bahkan kontol, aku bisa langsung orgasme. Maaf mah, gumamku malu. Tiba tiba lift berhenti. Mama terlihat khawatir sambil menoleh. Pipi mama mengelus pipiku dan beberapa helai rambut mengelitiki hidungku. Orang orang mulai ribut.
Ceritayang ku tahu sih, aku di minta dan diasuh oleh adik Ibuku sejak masih bayi. Waktu itu, katanya untuk memancing agar bisa hamil, karena adik Ibuku sudah menikah selama 5 tahun tetapi belum punya anak. Tetapi beberapa tahun yang lalu, adik Ibuku dan yang sekarang kupanggil Mama itu bercerai dengan suaminya, entah kenapa.
nampaknyamama benar² ingin melumat habis kontol ku dengan mulutku, saat aku hendak menyudahi oral seks ini, tangannya menahannya, ya sudah aku biarkan saja, mama makin semangat dan mengulum dan menghisap kontol ku dengan sangat menghisap dan mengulum biji pelerku sambil tangannya mengocok kontol ku, lalu kembali mulutnya
Mengalirderaslah tangis sang Ibu"Ya Alloh yang Maha Pengasihterima kasih atas karunia Mu, Anak lelakiku telah kembali"." Panggil lagi Nak..panggil lagi aku Ibu sepuasmukata Itu sangat berharga dan yang paling indah yang pernah ku dengar" Kata Sang Ibu. "Ibu..sepertinya aku telah bermimpi.
mở bài bằng lí luận văn học. Awalnya aku gak ada pikiran ingin melakukan hal gila kepada ibuku, semua berawal ketika aku gak sengaja melihat ibuku yang sedang mandi, waktu itu aku pulang lebih cepat dari biasanya karna guru-guru di sekolah ada rapat. mungkin karna ibuku mengira bahwa di rumah gak ada siapa-siapa jadi dia gak menutup pintu kamar mandi dengan rapat. Ketika melihat pintu kamar mandi yang sedikit kebuka jadi muncul pikiran untuk mengintip ibuku yang sedang mandi. tubuh ibuku yang putih mulus dan buah dada yang besar serta bokong yang montok membuat kontolku menjadi tegang. karna terlalu fokus pada tubuh ibu, tanpa sengaja aku mendorong pinntu kamar yang gak tertutup rapat itu sehingga aku tersungkur masuk kedalam kamar mandi tempat ibu mandi, ibu yang lagi asik mandi pun terkejut. “toni, kamu ngapain??” tanya ibu dengan ekspresi bingung. ”enggak mah, ini tadi ada tikus trus mau toni usir” karna bingung jadi aku asal menjawab. kemudian aku pun langsung lari ke kamar. di dalam kamar aku masih terus memikirkan tubuh ibuku yang seksi itu, aku pun coli dengan membayangkan tubuh telanjang ibu yang kulihat tadi.. beberapa jam kemudia ibu memanggilku. “toni… cepet turun makan dulu” teriak ibuku dari bawah.. aku pun langsung turun untuk makan siang, karna tenagaku habis untuk coli aku jadi sangat lapar. aku pun makan bersama ibu. ketika lagi asik menyantap makan siangku ibu melontarkan pertanyaan yang mengagetkanku. ” toni tadi km ngapain d kamar mandi pas mamah lagi mandi ? km ngintip mamah ya?” tanya ibu padaku. mendengar pertanyaan ibu aku pun jadi kaget dan tersedak. “uhuk,, egak kog mah, tadi itu ada tikus masuk rumah gede banget terus mau toni usir,eh toni malah kepleset jadi masuk deh ke kamar mandi.” kataku berusaha mencari alasan. ”kamu tuh pinter cari alasan, sebernya tadi km ngintip mamah mandi kan? Hayo ngaku” tanya ibuku denga nada yang leibih keras. “iya toni tadi ngintip mamah lagi mandi” jawabku dengan perasaan takut. “km nakal ya.. berani ngintip mamah mandi” “abisnya mamah sih pintu kamar mandi gak di tutup rapat, kan jadi kelihatan mamah lagi mandi” jawabku. “ya kan tadi mamah kira gak ada orang di rumah, lagian kamu gak seperti biasanya pulang cepet”. Kata ibuku. “iya ini tadi guru-guru di sekolah ada rapat, jadi pulangnya cepet” “lain kali jngan ngintip mamah lagi ya” jelas ibuku “iya mah, oya mah tadi itu tubuh mamah seksi bnget” sindirku kepada ibuku. “heh.. km ngomong apa, masih kecil udah ngomong seksi-seksi.” Balas ibuku. “yeee mamah, aku udah 17 tahun kali mah, udah gede” jawabku dengan cemberut. “oohh anak mamah ternyata sekarang udah besar ya…… uadah tau yang seksi-seksi” “hehehehe…. iya dong mah’’ Setelah selesai makan akupun keluar karna sudah ada janji dengan temanku untuk menemaninya membeli kaset DVD dan aku juga membeli satu. Setiap malam aku selalu menyempatkan diri untuk belajar ya walaupun terkadang cuma membolak balik buku aja hehehehe. Kemudian aku teringat dengan kaset DVD yang baru aku beli tadi siang. Aku mengambil bungkusan yang sejak tadi siang aku letak kan di atas meja. Aku membeli film horor, judulnya “pocong pocong srigala”. Aku pun berfikir untuk menonton bersama ibuku, “kayaknya asik nih nonton sama mama” pikirku dalam hati, kemudian aku pun pergi kekamar ibuku untuk mengajaknya nonton film horor bersamaku. Sampainya di depan pintu kamar ibuku aku mendengar suara ibuku yang sedang mendesah keenakan seperti yg sering aku lihat di film-film bokep, kemudian aku mengetuk pintu kamar ibuku. “mah, mamah…. aku boleh masuk?” tanyaku dari luar kamar ibuku. “sebentar toni, mamah lagi ganti baju” jawab ibuku. Setelah beberapa saat ibuku pun menyuruhku masuk kedalam kamarnya. “ada apa?” tanya ibuku. “ini, toni baru beli film horor mah, mau gak nonton bareng sama toni?” jawabku ’iya boleh, sini nonton bareng sama mamah” jawab ibuku Kemudian aku memasukan kaset ke DVD player yang ada di kamar biuku, setelah memasukkan kaset tersebut kemudian aku pun naik ke tempat tidur ibuku, aku duduk di saping ibu. Kami berdua asik menonton film yang sangat2 tidak menegangkan itu sampai tiba-tiba ada adegan yang mengejutkanku, spontan aku pun langsung memeluk ibuku dan ibuku hanya tertawa melihat aksiku itu. “iiihh… mamah kog ketawa sih.” Kataku dengan agak kesal “kamu lucuh sih, udah besar kok masih takut. Hehehe” jawab ibuku sambil tertawa kecil. “mamah kan tau sendiri aku paling takut sama pocong” kataku “ya udah, sini duduk di depan mamah, biar mamah peluk biar kamu gak takut lagi” kata mamku sambil menarik tanganku untuk duduk di depanya. “apaan sih mah, kayak anak kecil aja” jawabku dengan sedikit kesal. “udah gak apa-apa, kan kamu emang masih kecil. Hehehe” Aku pun menuruti perkataan ibuku dan duduk di depannya. Dia memelukku dari belakang, pelukannya benar-benar terasa hanngat, sudah lama aku gak merasakan di peluk ibuku seperti ini. Harum tubuh ibuku, susunya yang besar seperti mengganjal d punggungku membuatku jadi memikirkan hal yang aneh-aneh di tambah ibuku hanya memakai piyama dan terlihat paha nya yang putih mulus karena tidak tertutupi piyama yang ibuku pakai. Aku jadi tidak konsen menonton filmnya, pikiranku semuanya benar-benar telah tertuju pada sosok perempuan yang sedang memelukku, tanpa sadar tanganku mulai bergerak mengelus-elus paha ibu yang putih dan mulus itu, ibuku pun kaget, mungkin dia merasa geli kemudian menyingkirkan tanganku dari pahanya, tapi tanganku tetap kembali mengelus paha ibuku. “toni.. kamu ngapain sih, geli tau..” kata ibuku “paha mamah halus, jadi enak klw di elus-elus” jawabku Ibu kemudian menyingkirkan tanganku dari pahanya lagi, tpi setiap tanganku di singkirkan dari pahanya tanganku pun kembali lagi sampai akhirnya ibu membiarkan tanganku mengelus-elus pahanya yang mulus itu. Di tambah lagi ada adengan panas di film horor tersebut yang membuat pikiranku membayangkan hal-hal yang bukan-bukan. Ketika tanganku sedang asik mengelus-elus paha ibuku dan mataku fokus ke layar tv tiba tiba tangan ibuku menutupi mataku. “anak kecil gak boleh ngelihat yang kayak gini” kata ibuku sambil menutup mataku. “apaan sih mah, aku kan udah besar mah.” Jwabku sambil berusaha menyingkirkan tangan ibuku. “kamu udah pernah ya nonton adegan kayak gitu?” tanya ibuku. “udah dong mah”jwabku. “hahahahahahaha” ’kog mamah malah ketawa sih?” tanyaku “gak apa-apa. Itu berarti anak mamah udah besar, udah tau yang kayak begituan” jawab ibuku sambil menunjuk adegan di film horor yang kami tonton. “tapi jangan sering-sering ya nonton film kayak gitu” lanjut ibuku. “iya mah. Kataku Kami pun melanjutkan menonton film horor itu, susu ibuku yang besar yang menempel di punggungku membuat kontolku semakin tegang dan ingin rasanya memegang susu ibu yang indah itu. “mah, susu mamah kog besar banget sih.” Kataku sedikit usil “hahaha, kamu nih toni bisa aja, kebanyakan nonton film begituan sih jadi pikiran km jorok” celetus ibuku sambil tertawa kecil. “tapi susu mama beneran besar, tersa banget di punggung toni’’ “toni mau pegang susu mamah?” tanya mamaku Aku kaget mendengar apa yang barusan di katakan ibu kepadaku. “beneran mah boleh pegang?” tanyaku untuk memastikan. ’iya boleh, kan dulu waktu kamu masih kecil sering kamu pegang”kata ibuku “ya itu kan waktu aku masih kecil” kataku, walaupun aku sebernya gk ingat kalau pernah megang susunya ibuku waktu masih kecil, mungkin ketika aku masih bayi. “mau pegang apa egak?” kata ibuku lagi “i iya mah, mau” Aku pun menggerakan tanganku agar bisa sampai ke gunung kembar yang sangat indah itu, ketika tanganku menyentuh susu ibuku jantungku jadri berdetak kencang, susu ibuku benar-benar lembut dan kenyal enak banget rasanya ketika di pegang dan membuat kontolku semakin tegang.. “mah, eeeemmmm boleh gak aku lihat susu mamah’’pintaku Ibuku tidak menjawab dia langsung membuka piyamanya dan membuat susu ibuku yang indah itu terlihat dengan jelas, aku pun meremas-remasnya, ibuku juga terlihat menikmatinya, aku gak nyangka bakalan bisa merasakan hal yang seperti ini. ’toni..”panggil ibuku “iya mah” jawabku sambil trus meremas-remas susu ibuku. “kamu boleh kog nyusu sama mamah lagi kalau kamu mau” katamamu. Aku kembali terkejut mendengar perkataan ibuku, bisa merasakan memegang susunya aja aku sudah seneng banget dan sekarang aku boleh menyusu padanya. “beneran mah?” tanyaku lagi “iya sayang” kata ibukut Tanpa pikir panjang lagi aku langsung menyusu pada ibuku, aku mengemut-emut punting susnya yang berwarna sedit merah jambu itu, aku menjilat-jilatinya. Ibuku sangat menikmati aksiku itu “oohh… toni… trus sayang. Trus…” “iya mah. Iya, susu mamah enak bnget” kataku smbil trus menjilati punting susu ibuku Tanganku yang satunya pun sepertinya tidak sepertinya juga tidak mau diam saja, aku mengarahkan tanganku yang kiri untuk sampai ke tengah-tengah selangkangan ibuku, sampai akhitnya aku menyentuh sesuatu yang lembab dan lengket, mungkin itu cairan yang keluar dari dalam memek ibuku. “toni!! “ triak ibuku “iya mah, maaf mah” aku kaget sambil menyingkirkan tanganku dari memek ibuku. “gak apa-apa sayang, trusin aja kalau kamu mau, gak apa-apa” “iya mah” aku pun meruskan aksiku memegangi memek ibuku ’ooohhh. Sssss aahhhh enak sayang. Masukin jari kamu sayang kedalam memek mamah” Aku menuruti permintaan mamah dan memasukan jariku kedalam memeknya, sambil terus menjilati punting susu ibuku. “mah, boleh gak toni cium bibir mamah” tanyaku “boleh sayang.”kata ibu Aku langsung mencium bibir ibuku, rasnya sungguh nikmat hangat dan lembut, lidah kami pun beradu dan air liurku dan ibuku bercampur menjadi satu, ibuku benar-benar kisser yang handal, dia menguasai permainan ciuman ini, aku pun tidak ingin kalah dan membalas keganansan ciuman ibuku dengan penuh semangat dan nafsu. Mungkin ciuman itu berlangsung sekitar 3 menit dan kemudian ibuku berhenti menciumku dan dia langsung memelukku. Pelukan ibu benar-benar tersa sangat hangat. Ibu mendekatkan bibirnya keteingaku dan berbisik kepadaku. “sayang, kamu mau gak puasin mamah malam ini, mamaf udah gak tahan ingin di puasin malam ini, mamah ingin ngentot sama kamu sayang” kata ibuku Mendengar bisikan ibu membuat ku semakin bernafsu dan kontolku semakin tegang dan mengeras. “iya mah, toni mau muasin mamah malam ini, toni akan berikan yang terbaik untuk amamh dan mamah pasti akan puas.” Jawabku. Sesaat kemudian ibuku melepaskan pelukanya, kemudian dia membuka piyamanya. Tubuh ibu yang putih mulus dan sexi yang aku lihat tadi siang ketika ibu lagi mandi kini berada di depanku dan telihat dengan jelas betapa indahnya wanita di depan hadapanku ini. Dua buah susu yang menggantung dan memek tembem yang di tumbuhi bulu halus membuat nafsuku semakin menjadi-jadi. Tanpa di komandoi ibuku aku langsung menciumi memek ibuku, menjilati klitoris ibuku. Rasanya sangat nikmat, terasa asin dan gurih hehe. “oohhhh. Aaahhhh enak sayang. Trusin sayang .. ooohhhhh” kata ibu sambil mendesah menikmati permainan mulutku. “sayang kamu kog pinter banget sih, kamu udah pernah ML ya. Ohhh sssssttt ahhhh” tanya ibuku sambil mendesah dan menjambak rambutku. “hehehe. Iya mah” jawabku sambil nyengir. “enak bnget sayang. Trusin sayang, masukin jari kamu sayang di kocok yang kenceng sayang” kata ibu Aku pun menuruti perintah ibuku, ibu terlihat sangat menikmati tubuhnya bergerak-gerak karna gerakan tanganku di dalam memeknya. Beberapa saat kemudian aku menghentikan aksiku karna aku gak mau ibu orgasme duluan sebelum aku memasukkan kontolku kedalam memeknya yang tembem itu. “mah, emutin kontolnya toni dong” pintaku “iya sayang, sini mamah emutin” jawab ibuku Kemudian aku membuka baju dan celanaku, kontolku yang selama itu terkurung di balik celanaku akhirnya bisa keluar dan bebas. Aku berdiri d depan ibuku. “kontol kamu besar banget toni, kontol papah aja kalah, hehe” kata ibuku “iya mah, dengan kontol ini toni akan puasin mamah” balasku Kemudian ibu langsung menjilati ujung kontolku dan memasukkannya kedalam mulutku, aku baru kali ini merasakan kontolku di emut oleh perempuan, ya walupun sering ML sama pacarku tapi dia gak mau ngemuti kontolku, rasanya sungguh nikmat, “ahh. Enak mah, sambil d kocok mah kontolku” kataku “iya sayang” balas ibuku Ibuku pun melakukan apa yang aku perintahkan. Ibu sangat pintar dalam hal menyepong kontol, mungkin karna sering melakukanya dengan papah. Sekitar 4 menit ibuku mengemuti kontolku yang lumayan besar ini ya walaupun gk sebesar kontol orang barat. Hehe ’sayang masukin dong kontol kamu ke memek mamah, mamah udah gak tahan sayang” pinta ibuku. “iya mah, toni masukin”jawabku Aku pun mundur sedikit kebelakan, posisi ibuku tidur terlentang sambil kedua kaki di buka mengkangkang, gak tau d tempat kalian bahasanya apa. Aku mulai memainkan kontolku, aku tepuk-tepukkan kontolku kememek mamah, aku gesek gesekan kontolku ke klitorinya, mamah semakin bernafsu, nafasnya semngakin terengah-engah. “sayang cepetan di masukin, jngan buat mamah menunggu lama sayang” kata ibuku Aku pun memasukkan kontolku ke memek ibuku, walaupun ibu berumur 38 tahun tapi memeknya masih sempit, mungkin karna ibu sering melakukan perawatan terhadap memek nya, setelah berusaha sedikit keras akhirnya kontolku pun bisa masuk kedalam memek , ibuku, rasa hangat yang menyelimuti kontoku, rasa basah becek yang aku rasakan ketika kontolku masuk kedalam memek ibu membuatku semakin bernafsu, sambil menggenjot ibuku, akupun meremas-remas kedua buah susu ibu yang sangat besar itu, “ahhhh.. ssssss ohhhhhh enak bnget sayang, trus genjot yang kenceng sayang, yang kenceng ahhhh. “ desahan yang sangat erotis membuatku semakin bersemangat. PLOK PLOK PLOK PLOK. Begitulah kira kira suara ketika kontolku beradu dengan memek ibu. “mah enak gak mah, nikmat gak mah, mamaf puas gak?”tanya ku sambil terus menggenjot memek ibu. “aaaahhh,, iya sayang, enak banget, nikmat banget, puasin mamah trus sayang. Ahhhh oohhh ssssstt aahhh..” kata ibuku sambil tak henti-hentinya mendesah. “iya mah, malam ini akan menjadi malam terindah untuk mamah, toni akan puasin mamah sampai maksimal” kataku Cerita Sex Kenangan Malam Indah Dengan Ibuku – Setelah beberapa menit aku menggenjot dan mulai kluar kringan d tubuhku dan tubuh ibuku, aku pun berhenti dan meminta ibu untuk bertukan posisi. Kali ini aku minta posis WOT. “mah capek nih, tukar posisi dong, mamah diatas ya, gantian mamah yang genjot”kataku “iya sayang.”kata ibu Kemudian ibu bangun dari tidur terlentangnya dan aku yang gantian tidur terlentang. Ibu mulai menaikiku dan memasukkan kontolku kedalah memeknya. “aahhhh.. sayaaaanggg…” desah ibuku sambil nenggenjot. “enak mah, terusin mah. Enak” kataku Mamah sangat bersemangat, dia menggenjot kontolku dengan penuh nafsu. “enak sekali sayang, aaahhhhh ohhhhhhhh. Kamu bner-bener pinter muasin mamah sayang”kata ibu sambil trus menggenjot dan mendesah. “iya dong mah, kan toni udah janji akan muasin mamah malam ini” Sudah sekitar 16 menit kami ML dan kamu belum juga mencapai puncak, ternyata ibuku juga tahan berlama-lama. Mungkin dia tidak ingin mengakhiri kesenangan dan kenikmatan ini dengan cepat begitupun aku, aku berusah untuk tetap tahan dan tidak keluar duluan, karna aku masih ingin trus menikmati memek ibu yang tembeh nan indah itu, sambil ibu menggenjot akupun sambil meremas-remas susunya. Karna ibu terlihat sudah capek kamipun berganti posisi seperti semula, ibu d bawah dan aku yang menggenjot. Kali ini kontolku bisa masuk dengan mudah ke dalam memek ibu karna memek ibu suadah sangat basah dan ada sedikit ledir yang keluar dari dalam memek ibu “sayang, genjot yang cepet trus sayang, bentar lagi mamah mau kluar” kata mamah sambil mendesah tanda bahwa dia sangat menikmati permainan ini “iya mah, toni juga udah mau keluar.” Kataku Akhirnya setelah 20 menit kami melakukan permainan ini, buku pun orgasme “mamah keluar duluan sayang. Ahhhhhhhh ooohhhhh sssssssttttt” desahan ibu terdengar lebih keras tanda dia sudah keluar, tangannya mencengkram bantak yang ada di sampingnya denga kuat dan tubuh ibu menggeliat. Semprotan cairan dalam memek mamah menerpa kontolku, begitu hangat dan nikamt membuatku juga sampai ke puncak permainan “mah toni mau keluar juga nih, toni keluarin di dalam memek mamah ya” kataku “iya sayang keluarin, keluarin di dalam memek mamah yang banyak sayang” kata ibu “mah aku kluar, aku kluar, ahhhhhhh” Akhrinya spermaku menyembur keluar masuk kedalam memek mamah dan menembus rahimnya, rasanya nikmat sekali ketika menyemburkan sperma kedalam memek. ibu pun menggeliat ketika semburan spermaku menusuk di dalam memeknya. Aku pun menarik keluar kontolku dan ketika aku menarik keluar kontolku mengalir sedikit lelehan spermaku yang aku keluarkan di dalam memek ibuku. Ibu terkapar lemas dengan nafas berat dan terengah-engah. Aku juga terkapar di samping tubuh ibu, aku mencium bibir ibu dengan lembut dan dia juga membalas ciumanku dengan lembut juga “makasih ya sayang, mamah bener-bener puas malam ini” kata ibuku “iya mah, toni juga puas banget” jawabku. Beberapa saat kemudian aku memakai bajuku dan ibu juga memakai piyamanya kembali, tanpa sadar ternyata film horor yang kami tonton sudah berakhir, laku aku keluar dari kamar ibu sambil membawa kaset film horor yang kam tonton setenganya tadi. Sebelum sempat aku keluar kamar, ibu memanggilku. “toni..” panggil ibuku “iya mah” jawabku sambil menoleh ke arah ibu “kejadian malam ini jangan bilang papah ya sayang.” Kata ibuku “iya mah, toni janji akan jaga rahasia” kata ku “makasih sayang, mamah puas sekali, mmuuaaacchh.” Kata mamaku sambil memberikan kiss bye Aku hanya tersenyum dan beranjak meninggalkan kamar ibu. Sampainya di kamarku aku terdiam sejenak dan berfikir “kenapa ibu tadi bisa ML sama aku ya” pikirku dalam hati, ah sudah lah mungkin ibu merasa kesepian karna papah slalu pulang larut malam yang penting malam inia ku puas dan menjadi malam terbaiku…
Aku dan Ibuku Aku Azhar 22 saya berasal dari salah satu kabupaten di Propinsi. Dan Ibu ku Jamilah 45. Walaupun telah berumur hampir setengah Abad tapi dia terlihat masih sangat cantik dan sexy. Dia memiliki susu yang besar yang berukuran 36 C dengan body yang sangat sexy, terlihat seperti artis film panas tahun 1980-an Yurike Prastica yang terkenal itu. Terlebih lagi bila melihat bokongnya yang besar dan lebar, bergetar ketika dia ibu saya cantik dan sexy, sebelumnya aku tidak pernah berpikir untuk bersetubuh dengan dia. Tapi semuanya berubah sejak saya tidak sengaja melihatnya berbaring berbaring tidur telentang di kamarnya, ketika aku lewat di depan pintu kamarnya. Pintunya yang sedikit terbuka, membuat aku mengintip ke dalam saya terlihat sangat sexy, apalagi melihat paha mulusnya yang gempal setelah selimut dan baju daster yang dipakainya tersingkap. Saya menelan ludah melihat pemandangan yang sangat menggoda itu sambil mengelus penis saya yang tiba-tiba tegang sangat kejadian itu, aku selalu terobsesi dengan ibuku. Terlebih setelah ibu dan ayah tiri saya bercerai yang aku tidak tau penyebabnya. Hidup aku berobah total. Aku suka melihat gerak-gerik ibu di rumah, sambil membayangkan apa yang ada di balik hanya itu, sejak itu aku suka onani dengan membayangkan ibuku sebagai patner sex aku, yang berakhir dengan kenikmatan yang sangat dahsyat. Aku suka menyelinap ke kamar tidur ibu ketika ibu dan 2 orang adik-adik saya tidak ada di rumah, untuk mengambil celana dalamnya sebagai bahan aku beronani sambil membayangkan tubuh sexynya. Bahkan hampir tiap malam aku onani aku onani membayangkannya, lama-lama menimbulkan kebosanan. Aku ingin lebih dari itu, ingin merasakan kontol saya terjepit di memeknya yang terjepit di antara paha mulusnya serta mengulum susu gedenya itu. Saya jadi bergetar membayangkan tahan dengan keinginan aku, malam itu ketika penghuni rumah yang merupakan adik-adik saya telah tidur, saya nekad untuk menyetubuhi ibu, apapun akibat yang terjadi. Nafsu aku makin membara setelah sebelumnya aku sempat nonton blue film dalam handponeku. Saya langsung masuk ke kamar ibu yang tidur sendirian, karena pintunya kamarnya tidak di saya ketika itu sedang tidur terletang. Aku langsung naik ke tempat tidurnya dan berbaring di sebelahnya. Tangan kiri aku langsung bereaksi membuka selimut yang di pakainya. Jantung ku mau copot setelah selimut di buka, aku melihat memek ibu yang terbalut dengan celana dalam hitam, terlihat sangat tebal. Tanpa membuang waktu, aku perlahan-lahan menarik celana dalamnya, untuk memuluskan aksiku. Ibu yang kelelahan tidak menyadari celana dalamnya sudah akua buka, dengan masih aku langsung berdetak kencang, ketika aku liat memek ibu yang di tumbih bulu-bulu yang lebat. Terasa kontol aku sangat tegang. aku langsung membuka sarung yang kupakai, karena saat aku masuk aku hanya pakai sarung tanpa mengunakan celana tahan melihat pemandangan indah itu, aku langsung menjilat memek ibu. Setelah lama saya jilat, ibu tiba-tiba terbangun. Dia terkejut dengan tindakan aku. Dia langsung berontak mendorong aku, sambil menyuruh aku keluar.“Azhar, apa yang kamu lakukan ? aku ibu kamu !!Maaf bu, aku tidak tahan, tolong bu bantu sekali ini saja?Aku tidak putus asa, aku terus merayu dia sambil sedikit memaksa. Aku terus memeluk dia sambil meremas susunya. Lama-lama perlawanan ibu terlihat melemah..”jangan Azhar, aku ibu kamu. Kita tidak boleh begitu .Walaupun mulutnya menolak, tapi tubuhnya terlihat memberikan angin. Terlihat dari napasnya tersengal-sengal seperti orang berlari dan berontaknya terlihat tidak kentara lagi. Tau mau menyianyikan kesempatan, aku langsung menindihnya, sambil terus mencium leher dan bibirnya. Tak mau kehilangan momen, sambil mencium bibirnya, perlahan-lahan aku arahkan kontolku ke memeknya, “Azhar, jangan. Aku ibumu”..Aku tidak perduli, aku tau ibu telah teransang. Maka dengan sekali dorong, kontol aku perlahan masuk ke memeknya,, “Azhar….” Ibu terus mencumbunya, sambil mendorong kontolku masuk lebih dalam ke memeknya. “Ibu,, enak banget,,”..Ibu terlihat juga menikmati permainan itu,,, ouuhhh anakku…..Aku terus mengoyang dengan cepat. Kadang-kadang aku perlahan-lahan sambil terus mencium leher dan bibirnya. Ibu yang pertama-tama menolak, lama-lama membalas dengan nafsu ciumanku. Lidah kami bermain sambil saling sedot lidah, kadang-kadang air ludahku di telannya,,Ouuuhhh Azhar,,,,,terus nak.. Kontol kamu enk bgt !!”, kata ibuMendangar ibu udah pasrah dan sangat menikmati,, aku tambah semangat. Aku balas mengatakan memek dia juga sangat nikmat… “ibu,,, memek ibu enk ba...banget. Azhar suka memek ibu, sambil aku terus meremas susu montoknya….Aku terus mengoyang ibu sambil terus mengisap susu dan mencium bibirnya. Lama_lama ibu terlihat sudah tidak tahan, apalagi kontol aku juga cukup besar.“Azhar,,, ibu mau sampai !! teriak ibu..goyang lagi nak yang keras” katanya“Ouuhhhh Ibu,, Azhar juga mau keluar” teriakku karena kurasakan kontolku sudah terasa berdenyut tanda aku juga mau klimak… “ouuuhhhh !! teriak ibu sambil memeluk badankku erat-erat dan menjepit kedua pahaku dengan pahanya. Aku merasakan penisku di siram oleh cairan cinta ibu….“ohhhh anakku… ibu keluar”… Kontol kamu enak banget sayang”!! kata ibu…Tak tahan melihat kecantikan dan keseksian ibu,,aku juga merasakan udah mau keluar. Setelah goyang agak cepat, aku merasakan ada yang mau meledak di kontolku…”ouuhhhh ibu !!! Azhar keluar .!! kataku sambil merasakan air maniku menyiram memek sexy ibu…. Aku langsung terkapar di atas tubuh bugil ibu menikmati sisa-sia air maniku yang menyiram memek ibu, sambil berciuman lidah dengan ibu…TAMAT
ceritabokepindonesia – Cerita Sedarah Aku dan Ibuku Perkenalkan nama saya Algan, saya berasal dari bandung dan dari kecil saya tinggal dibandung bersama ibu dan ayah saya, saat ini saya masih sekolah kelas 3 SMA di salah satu sekolah negeri di kota bandung, sehari2 saya hanya sekolah, pulang, bantu2 ibu dan main bersama teman2 sebaya, mengerjakan PR dan nonton Tv atau main Game seperti layaknya remaja pad aumumny. Cerita Sedarah pengalaman saya dalam hal sex bermula saat ibu saya mengajak saya berlibur di desa tempat kelahiran ibu, tentu saja tempat kelahiran saya juga karna saya pindah ke bandung saat saya umur 5 tahun atau saat saya mau masuk TK, hari itu adalah hari libur pertengahan semester dan saya libur sangat panjang karna kebetulan sekolah saya direhab ulang agar gedung2 yang rusak menjadi lebih baik dan tidak membahayakan siswa siswi saat proses belajar. Agen Poker Online Terbaik Hari itu hari jum`at saya dan ibu saya berangkat menggunakan bus antar kota menuju sebuah desa di jawa tengah, nama desanya adalah desa Pucukwaru di desa ini semua penduduknya masih sangat tradisional sekali, bahkan di desa ini masih jarang kendaraan roda empat atau mobil jadi dari terminal ke desa saya terpaksa harus menggunakan jas aojek, jauh terminal dengan desa kira2 satu jam lebih, jauh dan agak terpencil memang, namun orang2 dan suasana desa ini membuat saya betah tinggal lama di desa ini, karna memang disini sudah ada listrik, jadi TV,DVD,GAME dan lain2 bisa saya nikmati disini, bahkan jaringan telepon selular untuk internet juga lumayan lancar, malam sekitar pukul 9 saya sampai di desa tersebut, saya dan ibu yang membawa barang banyak seperti pakaian ganti dan buah2an untuk oleh2 pun disambut gembira oleh bulik saya, yaitu bulik Yarmi istri dari pamanku atau paklik, beliau adalah adik dari ibuku yang nomer dua, sedangkan adik ibuku yang terakhir juga wanita bernama bulik Yarma yang tinggal di semarang bersama nenek saya, sedang kakek saya sudah wafat 2 tahun lalu, saya dan ibu langsung masuk kerumah yang lumayan besar walau bangunan sudah cukup tua namun terawat dan bersih, nampaknya bulik yarmi adalah sosok yang rajin, maklum lah orang desa yang utun pasti rajin2. Cerita Sedarah Lama kami berempat saya, ibu, bulik yarmi dan palik seno bercanda dan saling bercerita hingga larut malam dan ibu merasa ngantuk, kami semuapun juga ngantuk, kami pergi tidur masing2, ibuku memilih tidur dikamar, sedang paklik sama bulik tidur dikamar mereka, saya sendiri memilih untuk tidur di depan TV karna disana luar dan enak buat tidur, malas juga harus pindah kekamar karna udah sangat capek. Dingin nya angin malam dan nyamuk2 nakal membuat saya terbangun di malam hari sekitar pukul 2 dini hari, saya dengan malas menyusul ibuku pindah ke kamar untuk tidur bareng ibu, setelah membuka pintu perlahan dan masuk agar tidak membangunkan ibu saya sangat kaget melihat posisi tidur ibu saya yang miring, namun rok nya tersingkap sehingga menampakan paha mulus dan celana dalam ibu yang berwarna putih, pantat ibu sangat besar dan bulat, lama saya menikmati pemandangan ibu, Agen Poker Terbaik tak terasa kontol saya menegang dan ngaceng sengaceng2nya, namun bagaimanapun dia adalah ibu saya dan saya hanya bisa memandanginya saja, saya tidak mau dan tidak berani berbuat lebih, hingga saya kembali tertidur dalam keadaan ngaceng, pagi harinya pagi2 sekali saya merasa ada tangan yang memegang kontol ngaceng saya, entah siapa, mungkin ibu saya mengecek apakah anaknya udah dewasa apa belum. Cerita Sedarah Saya beranjak dari tidur saya, saya melihat ibu sudah tidak ada di sebelah saya, saya juga mendengar suara sepeda motor paklik saya yang seorang pedagang berlalu pergi berangkat berjualan di pasar kota, saya yang masih agak ngantuk samar2 mendengar suara wanita2 berbicara di belakang, kedengaran nya suara ibu dan bulik yarmi mengobrol di belakang mungkin di kamar mandi, kamar mandi disini terletak dibelakang rumah yang berbatasan langsung dengan tembok pagar yang lumayan tinggi karna dibelakang sudah tidak ada rumah, melainkan tanaman singkong dan jagung, dan kamar mandi hanya berdinding bambu yang berlubang disana-sini termakan usia hanya sebatas dada orang dewasa saja, disebelahnya berbatasan langsung dengan WC untuk buang airbesar dan letaknya yang berbatasan langsung dengan bilik tempat mandi sangat terbuka dan hampir tidak tertutup penuhjadi saat kita mandi apabila ada orang boker pasti mudah sekali dilihat, pagi itu tampak ibu sedang eek dan bulik sedang mencuci baju dan beberapa piring dan gelas kotor, saya dengar percakapan mereka mengenai kabar bulik yarni yang di semarang dan nenek, ketika saya menyapa mereka bulik saya yang sedang mencuci pakaian dalam seperti CD dan kutang pun kaget “hoalah le..le… mbok ya jangan ngagetin bulik to, nanti kalo jantung bulik copot kepye coba?” saya menjawab “salah sendiri ngobrol asik banget, gk tahu saya datang” dan di saat saya selesai bicara terdengar suara dari ibu saya yang sedang eek “tuuuuttttt…..brrruuutttttt” lalu saya dan bulik juga ibu sama2 sama tertawa mendengar suara kentut ibu yang setengah ditahan dan dikeluarkan “eh yu, kentutnya kok bisa kayak gitu, nanti kalo tai nya morat-marit tercecer kemana2 gimana? hahahaha” canda bulik saya, saya hanya tersenyum sambil membayangkan dubur ibu saat mengeluarkan tai dan kentut, Agen Poker IDN saya yang masih ngaceng jadi semakin ngaceng,iseng saya menunduk melihat bulik yang sedang jongkok hanya memakai daster pendek tanpa lengan saya melihat belahan dada bulik yang tidak memakai kutang, karna memang tidak ada tali kutang di pundak bulik jadi saya yakin bulik tidak memakai kutang, tampak putih sekali payudara bulik, pentilnya pun kelihatan sangat besar, dasar bulik orang desa yang lugu, saya melihat di ketiak atau ketek bulik ditumbuhi bulu yang sngat lebat dan hitam, mungkin bulik jarang mencukurnya, padahal ibu saya juga punya bulu ketek tapi tidak setebal bulu ketek bulik, tambah ngaceng saja saya melihat itu, lagi asik2nya menghayal tiba2 ibu berkata dari dalam WC “le ambilin air gih, ibu mau cebok aja lupa bawa air, tadi biu kebelet banget,” Cerita Sedarah saya langsung mengambil ember dan saya isi air, ditaruh mana bu?” “sini masuk, taruh di dalam, ibu males berdiri, nanti pantat ibu belepotan tai lo, kan masih lengket di anus ibu” wah ibu vulgar banget ya, saya yang kebelet pipis dari tadi bingung mau pipis dimana, di WC ada ibu yang sedang cebok sambil bersihin memek atau istilah desa sini nama nya tempik ibu menggosok2 tempiknya tanpa mempedulikan saya, sedangkan di kamar mandi bulik sedang mencuci dan berjongkok, ya ampun dari belahan paha bulik saya melihat bulik juga tidak pakai CD, terbukti saat jongkok dan mencuci bulik mengangkang dan bulu jembut nya yang luuuuar biasa tebal, lebat dan hitam pekat berhamburan kemana2. “aku kencing dimana ini ? ibu sih lama banget cebok nya” ibuku yang orang jawa menjawab “sek to le, sek ngresiki tempek ki lo’ saya yang memang dari kecil tinggal di bandung kurang paham artinya, tapi setahu saya beliau sedang membersihkan memeknya, “sudah kencing disini aja, lagian manukmu kan masih kecil to le, bulik aja gak tega melihatnya’ kata bulik saya, saya jadi tersinggung namun merasa bersemangat dan tertantang menunjukkan kontol saya akibat kata-kata bulik tadi, saya jongkok di depan nya agak jauh agar tidak mengenai cucian dia saat saya kencing, saya langsung jongkok dan menunjukkan kontol saya yang ngaceng dan sedang mengeluarkan air kencing, Agen Maxbet bulik melihat itu dan hanya tersenyum saja, tiba2 ibu keluar dari WC dan berkata “loh, yang tadi malam njongat kayak bambu runcing ternyata peli mu to le?” “iyo mbak, peline anakmu wes gedi banget, padahal masih belum lama disunat” kata bulik saya, saya hanya tersipu sambil terus kencing, belum selesai kencing saya giliran bulik berlari kecil menuju Wc sambil berkata pada ibu saya “sebenarnya dari tadi saya kebelet lo mbak yu, mbakyu ngising wae kok lama banget, ngeluarin kambing ya?” “ngeluarin kelapa” canda ibu saya, tak lama saya melihat bulik meletakkan kakinya di kedua sisi Wc dan mengangkat dasternya saya yakin bulik sengaja mengarahkan bokong dan anus nya kemuka saya sambil mengeluarkan kentut nya Cerita Sedarah “brrreeeeetttttttttt…tetetetetet…bbbbrruuuoootttt” kemudian berbalik dan tersenyum, di depan saya saya melihat bulik sedang eek di Wc saya melihat tempik bulik yang berjembut lebat mengeluarkan air kencing nya yang deras dan berwarna kuning, “jjjuuuussstttttsstttttsttttsttttstttttscccccssssssssssssttt” suara tempik bulik saay kencing, sedangkan anus bulik yang juga berjembut tipis2 mengeluarkan eek atau tai yang berwarna kuning kecoklatan sambil kembali bulik terkentut2, mungkinperutnya sakit dari pas ibuku eek tadi, disebelah saya ibu sedang mandi menyiram badan nya dengan air dan menyabuni susu nya, bokong serta tempiknya yang berjembut lebat, tidak lupa dia keramas mengeramasi rambut dan bulu keteknya, saya ngaceng sekali pagi itu, tanggung saya melihat ibu, saya lebih suka melihat bulik yang sedang eek, saya tahu sebenarnya bulik sadar saya sedang melihat dia eek, setelah ibu selesai mandi dan pergi kedalam bulik mulai berkata lihat apa kamu le?” “anu bulik, lihat bambu” “halah wong bambu kok dilihat, bilang aja lagi lihat bulik ngisingeek ya to?” nggak kok bulik” takut juga saya melihat ekspresi wajah bulik “belum pernah ngerti tempik ya le?” “udah bulik’ “dimana?” Agen Judi Maxbet “di film porno bulik” “hhmmmmm, sering lihat film porno ya?” “iya bulik habisnya…” belum selesai saya bicara bulik berkata “tapi belum pernah lihat yang begini kan? belum pernah lihat wanita eek tempik kencing dan anus nya ngeluarin tai kan?” “belum bulik, baru kali ini” “terus gimana rasanya? kamu ngaceng kan le?” “iya bulik” “kamu pernah ngeloco le?” apa itu bulik?’ “ngocok” jawab bulik “ooohhh… pernah bulik” “kalo kamu mau ngeloco aja sambil lihat bulik, mumpung masih pagi” “gak papa bulik?” bulik hanya mengagung sambil melihat kontol saya, saya yang sudah sangat terngsang dan ngaceng karna ulah ibu terlebih ulah bulik saya langsung saya menggenggam kontol saya dan ngocok di depan bulik. “enak po gak le?” “enak banget bulik” bulik mulai terlihat nafsu juga melihat saya ngocok di depan dia sambil sama2 jongkok. “biar kamu tambah ngaceng bulik nungging ya le, kamu bisa lihat anus bulik yang ngeluarin tai’ Cerita Sedarah saya hanya manjawab “iya bulik’ kemudian bulik saya nungging di depan saya mengarahkan anusnya yang berjembut di depan muka saya tampak bulik mengejan agar tai nya segera keluar “eeeeegghhhggggkkkkk’ suara bulik saat mengejan, dan suara kentut bulik terdengar bersamaan dengan tai bulik yang keluar sedikit “ppppprrrrrrtttttttttttttt… brruuuuttttttt, jrooootttttttt’ suara anus bulik bergetar dan mengeluarkan tai yang tercecer di lantai kamar mandi, bulik pun langsung jongkok kembali menghadap saya yang sedang ngocok sambil melet2 tak sadar seperti anjing sambil mengocok kontol dengan menggunakan sabun, bulik juga mnggosok2 tempik nya di depanku sambil berkata vulga “leee…. kontolmu ngaceng to lee.. peli mu gedi lee,,, besar…’ sambil mengocok tempiknya sendiri iya bulik, tempikmu ngacengi bulik, seksi, dan tak lama barengan dengan teriakan kami berdua bulik terlabih dahulu orgasme “crit,crit,cuuurrr” air kenikmatan dari tempik bulik tumpah di lantai Wc dan kamar mandi, sebelum saya muncrat bulik menggantikan tangan saya mengocok kontol saya sambil memperlihatkan ekspresi binal dan ganas yang luar biasa sambil berteriak tanpa peduli terdengar ibu saya “ayoooo lee… muncratin pejuhmu,,, ayo kontooollll,,,, ayo lee… ayo kontol bagusss…. muncrat di muka bulik, sini cah baguss.. muncratin mani mu, sepermamu, pejumu…. pejuhh,,,, sini pejuuhhhhh” dan sedetik kemudian “croootttt…crooottt…crooootttt….cuuurrrrrr…..suuuurrrr” mani saya menyirami muka bulik, dada dan daster bulik, ketek berjembut bulik yang seksi hingga basah. Cerita Sedarah
Kuliah adalah tempat seseorang untuk menuntaskan cita-citanya. Dan juga mungkin tempat di mana kita akan mengenal sebuah dunia baru. Dunia ini begitu luas, sampai-sampai kita tak sadar bahwa dunia itu sedikit demi sedikit mempengaruhi kita. Kita tak heran banyak orang-orang yang pergi kuliah pulang ke kampung halamannya sudah berubah drastis. Dari mereka yang sifatnya lugu menjadi sok gaul, dari mereka yang sifatnya jelek bisa jadi pulang menjadi orang yang alim banget. Inilah yang terjadi padaku, sebuah pengalaman yang entah aku harus menyebutnya apa. Namaku Gun, sebut saja begitu. Seorang mahasiswa fakultas Tehnik di kampus X, salah satu PTS terkenal di kota perasaan kangen sebenarnya ama kampung halaman. Dan perasaan itu pun masih ada sampai sekarang, maklum karena kesibukanku, aku pulang hanya setahun sekali. Selain mengikuti organisasi kampus dan banyak ekstrakulikuler, aku juga dihadapkan pada jadwal perkuliahan yang padat. Namun pada semester kelima ini, aku mau mengambil cuti untuk beberapa waktu. Kabar tak enak datang dari kampung halaman. Baru saja keluargaku di kampung halaman mendapatkan musibah, sebuah kecelakaan. Ayah meninggal dan ibuku mengalami koma. Sedangkan adikku baik-baik saja. Mulai dari sinilah kehidupanku yang satu-satunya orang yang membiayai kuliahku pergi. Sehingga dari sini, aku harus membanting tulang sendirian, untuk ibuku, adikku dan diriku sendiri. Akhirnya kuliah ini aku tunda dulu. Aku mengajukan cuti satu semester. Waktu cuti itu aku manfaatkan untuk membanting tulang. Aku tak bisa mengandalkan dari warisan ayahku. Sebab kalau aku mengandalkannya, aku tak bisa membiayai semua keperluan kami. Dan syukurlah aku diterima bekerja di sebuah perusahaan swasta, walaupun berbekal kemampuanku di bidang analisis data, aku mendapatkan gaji yang adalah seorang wanita yang sangat cantik sebenarnya. Usianya baru 38 tahun. Ia menikah muda dengan ayahku. Dan sampai sekarang ia tetap bisa menjaga kemolekan tubuhnya. Pernah sih waktu masih remaja aku beronani membayangkan ibuku sendiri. Tapi hal itupun tak berlangsung lama, hanya beberapa saat saja. Dan adikku masih sekolah SMP, namanya Arin. Seorang gadis periang, cantik dan imut. Banyak cowok2 yang tergila-gila pada adikku itu. Dan paling tidak ada salah satu teman cowoknya yang pedekate ama dia, tapi yaaamasih minggu setelah kecelakaan itu, ibuku sadar dari komanya. Mulanya ia tak ingat apa-apa, namun setelah tiga hari berada di rumah, ia pun ingat. Tapi karena kondisinya yang masih lemah, ia pun tak bisa berbuat banyak. Aku dan Arin gantian menjaganya. Sebagai anak laki-laki satu-satunya beliau benar-benar menyayangiku. Katanya ia mengingatkanku pada ayah. Aku tahu ia sangat shock dengan kejadian yang baru saja menimpanya. Aku dan Arin terus berusaha menghiburnya, sampai ia benar-benar itu seperti hari-hari sebelumnya, tapi sedikit istimewa, karena teman-teman kuliahku mau mengunjungiku. Ketika pulang kerja, kami sempatkan sejenak untuk berkumpul. Mereka semua ikut berbela sungkawa terhadap keadaanku sekarang. Tapi selain itu mereka mencoba menghiburku, ada-ada saja ulah mereka, yaitu memberiku kaset bokep, dan majalah2 hardcore. Kata mereka, Ini buat menghibur loe sobat, biar nggak berduka terus. Sialan. Tapi nggak apa-apalah, soalnya juga sudah lama aku nggak nonton yang begituan. Namun ternyata inilah sumber dari kejadian pulang dan aku lihat adikku sedang belajar di kamarnya. Ibuku sudah bisa sedikit berjalan, walau masih berpegangan pada apapun yang ada di sudah pulang Gun?, bu, mau makan, di meja makan tadi adikmu beli sesuatu, kata kataku aku mandi dan mengurung diri di kamar. Aku pun mulai menonton bokep dan majalah-majalah hardcore. Mulanya sih agak aneh aja aku melakukan hal ini, tapi rupanya sedikit bisa menghiburku. Jam menunjukkan pukul sebelas malam, aku tak sadar kalau sudah lama aku berada di dalam kamar mengocok sendiri punyaku dan menontoni tubuh para wanita itu. Aku keluar kamar dengan maksud hati untuk makan apa pun yang ada di meja keluar dari kamar, aku melewati kamar ibuku. Astaga, apa yang aku lihat itu? Ibuku yang memakai daster itu tampak tersingkap dasternya, sehingga aku bisa melihat CD-nya. Memang badannya masih mulus. Aku mulai berpikiran jorok, ini pasti akibat barusan aku nonton bokep. Wajahnya masih cantik, dan aku bisa melihat wajahnya yang polos ketika tidur. Aku berdiri di pintu kamarnya, memang pintunya sengaja di buka agar sewaktu-waktu kalau ia memanggilku aku bisa dengar. Entah setan mana yang menguasaiku, akupun mengocok punyaku sambil membayangkan beliau membelai punyaku. Aku kocok pelan-pelan. aku panggil nama ibuku berbisik. Aku terus mengocok, makin lama makin cepat, dan maniku banyak banget sampai mengotori lantai, buru-buru aku bersihkan dengan kain pel yang ada di sebelah pintu. Entah kenapa aku mulai berpikiran seperti itu. Namun rencana jelekku nggak sampai di situ aku libur, sebab hari ini adalah hari sabtu. Kantorku sabtu dan minggu libur. Arin sudah pergi ke sekolah. Aku bangun agak kesiangan. Mungkin kelelahan karena peristiwa kemarin. Aku pun entah dari mana punya pikiran yang aneh-aneh lagi. Aku berniat memandikan ibuku, aku ingin melihat tubuhnya yang utuh. Aku pun ke kamar ibuku, ia sudah bangun dan sedang bersiap ibu mau mandi?, Gun, Gun, mandiin ibu?, usah Gun, ibu sudah bisa sendiri koq, apa-apa bu, kondisi ibu masih belum pulih benar, kataku punya pikiran lainnya, ibuku pun menjawab, mengantarnya ke kamar mandi. Inilah saatnya pikirku. Aku melihatnya melepas daster, BH dan CD-nya satu per satu. Tampaklah dua buah toket yang masih mancung dan miss-v yang aku ingin lihat dari dulu. Aku hanya terbengong, dan tak terasa tongkolku sudah tengah. Darah mengalir cepat ke Gun?, tanya apa-apa , dilepas dong Gun, nanti basah, kata ibuku. Kamu belum mandi juga kan?Iiya, pun melepas pakaianku. Ibuku agak terkejut melihat punyaku yang tegang. Lalu dia duduk di pinggir bak mandi. Seakan mengerti, akupun mengambil gayung dan menyiramkan ke tubuhnya. Ia membasuh mukanya, ia ganti mengambil gayung dan menyiramkannya ke tubuhku. Kami benar-benar saling menggayung. Tibalah saat menyabun. Aku mengambil sabun cair. Kusabuni punggungnya. Busanya melimpah, lalu dari belakang aku menyusuri pundak, hingga ke depan, aku agak takut menyentuh dadanya. Takut kalau dia marah. Tapi ternyata tidak. Akupun sedikit membelai toketnya, dan agak meremas. Kami diam, dan hanya bahasa tubuh saja yang saling berucap. Ku basuh dari dadanya, hingga ke perut. Ketika mau menuju miss-v, ibuku pakai sabun ini, tidak baik untuk kewanitaan, katanya. Bersihkan dulu tubuh pun menurut, aku guyang ia pakai air. Sabun yang ada di tubuhnya hilang, lalu ia mengambil pembersih khusus kewanitaan. Lalu menyerahkannya kepadaku. Aku mengerti lalu mulai menyabun tempat itu pakai sabun tersebut. Mulanya aku hanya sekedar menggosok, tapi lama-lama aku sedikit menyentuh kelentitnya, ibuku memejamkan mata sejenak. Sepertinya ia keenakan, aku teruskan, namun aku tak berani lama-lama. Ia agak tersentak ketika aku menyudahinya. Ia menghirup nafas agak dalam, sepertinya ia sedikit mengguyang air di daerah kewanitaannya. Bersihlah sudah sekarang. Lalu giliranku. Aku disabun oleh ibuku. Mula-mula punggung, dadaku yang bidang, lalu perut, dan sampai di tongkolku yang tegang. Ia mengurut tongkolku sesaat, lalu menggosok buah pelirku, sepertinya ia tahu bagian-bagian itu. Enak sekali sentuhan Gun minta sesuatu?, itu?Gun kan sudah dewasa, dan mengerti soal beginian. Kalau boleh aku ingin ibu mengocok punya Gun sebentar bu, aku mengatakan hal yang aneh-aneh. Yang memang tak perkikirkan bu, aku tak bermaksud demikian, hanya saja, aku sebagai laki-laki normal siapa saja, pasti akan merasakan hal seperti ini, ibu faham, anak ibu sudah dewasa, yang lembut itu pun akhirnya mengocok punyaku, membelainya. Ohapa ini? Aku serasa melayang. Ia benar-benar mengocok tongkolku yang sudah tegang. Peristiwa itu sangat erotis sekali. tongkolku yang dikocok berpadu dengan air sabun. Busanya sangat banyak, aku ingin sekali meremas toket boleh Gun meremas dada ibu?, tanyaku. Gun sangat terangsang ibu nak, seharusnya tidak begini. Gun tak boleh macam-macam sama ibu, ibu sakit Gun, kata ibu tidak mengijinkan juga tidak apa-apa, tapi Gun tidak tahan lagi, pun mencengkram pundak ibuku, pertanda mau orgasme. Ibuku tahu hal itu, dan ia mengocok tongkolku dengan cepat, CROOT..CROOT.. muncrat ke wajahnya, dadanya, dan perutnya. Banyak sekali. Sebagian membeler di Gun?, tanya kataku lalu membersihkan spermaku yang ada di tubuhnya dengan membasuhnya dengan bilang ini sama Arin ya, katanya. Atau orang segera keluar dari kamar mandi. Entah apa yang aku lakukan barusan. Tapi aku sangat menikmatinya. Ibuku dan aku hanya memakai handuk saja. Aku membawanya sampai ke kamar. Di kamar aku masih horny, dengan posisi ibuku yang sekarang hanya pakai handuk saja, membuatku makin tak kuasa menahan godaan ini. Setelah ibuku aku dudukkan. Aku duduk di maaf kalau tadi Gun lancang di kamar mandi, apa-apa Gun, laki-laki normal pun pasti demikian, bahkan bisa lebih, kata apakah boleh Gun lihat lagi dada ibu?, apa Gun?, tanyanya. Ibu masih sakit saja bu, boleh ya?, membuka handuknya, tampaklah dua buah bukit kembar yang aku inginkan. Aku memegang putingnya, entah kenapa tiba-tiba aku menyusu di ibuku tampak tak melawan walaupun aku menghisap susunya. Mengunyah putingnya, menggigit dan meremas keduanya. Tak terasa, ia sudah berbaring tanpa sehelai benang pun. Aku pun menciumi perutnya, hingga ke miss-v-nya. Miss-v-nya yang keset membuatku makin bergairah. Ibuku terus meronta jangan dan jangan. Aku tak peduli, nafsu sudah di ubun-ubun. Ibuku tampak terangsang dengan perlakukanku itu. Ia pun secara tak sengaja membuka pahanya, tongkolku sudah siap, dan aku sudah ada di atas ibuku. Kedua bibir kemaluan bertemu. Ibuku tampak meneteskan air bu, tapi Gun tak kuasa menahan ini, kataku kugesek-gesekkan di bibir miss-v-nya. Agak geli dan enak. Ini adalah aku melepaskan keperjakaanku kepada ibuku sendiri. Aku senggol-senggol klitorisnya, ibuku memejamkan mata, ia menggelinjang, setiap kali kepala penisku menyentuhnya. Lalu akupun memasukkannya. Miss-v-nya sudah basah sekali. Tak perlu tenaga banyak untuk bisa masuk. SLEEB!! Sensasinya luar biasa. Aku tak peduli ia ibuku atau bukan sekarang. Aku sudah menggenjotnya naik turun. Pinggulku aku gerakkan maju mundur dengan ritme sedang. Kurasakan sensai miss-v ibuku yang masih seret menjepit tongkolku yang panjang dan besar itu. Aku usahakan ibuku juga merasakan sensasi ini. Aku angkat bokongnya, aku remas. Kakinya mulai kejang dan menjepit Guncepat selesaikan, cepat Gun., kata ibuku. Ia mencengkram sprei tempat tidur. Ia menggigit bibirnya. Wajahnya yang cantik dan bibirnya yang seksi membuatku terangsang. Dadanya naik turun, ohseksi tubuhmu nikmat ingin ngent*t terus denganmu, aku ingin keluar MegaOOHHAhhhh, aku percepat goyanganku. Ibuku pun sepertinya mau keluar, ia bangkit dengan bertumpu kepada kedua tangannya, pertanda orgasme. Aku juga keluar. Spermaku muncrat di dalam rahimnya, aku tekan kuat-kuat. Akhirnya fantasiku untuk ngent*t dengan ibuku sendiri kesampaian. Aku benamkan dalam-dalam penisku, sampai spermaku benar-benar tak keluar lagi. Ibuku lemas. Ia masih beralaskan handuk bekas mandi. Aku perlahan mencabut penisku. PLOP..!! suaranya ketika aku aku bu, tapi enak sekali, berbaring di samping ibuku. Ibuku memukulkan tangannya ke dadaku. Kamu bajingan!! Ibuku lalu menangis. Ia membelakangiku, sambil memeluk dirinya waktu lama untuk dirinya bisa diam. Sampai kurang lebih 30 menit kemudian, nafsuku bangkit lagi, karena masih melihatnya telanjang. Aku mempersiapkan penisku yang tegang lagi. Kali ini bukan fantasi, inilah yang aku rasakan. Aku mendekatkan penisku ke pantatnya, aku sentuh pinggulnya, lalu aku masukkan penisku ke vaginanya. Nggak perlu susah-susah dan kamu mau apa lagi? Tidak cukupkah kamu menyiksa ibu?Gun, tak tahan nih bu, Gun jugakan masih perjaka, kataku. Posisiku kini dari samping. Dan aku keluar masukkan penisku. Pantatnya dan perutku beradu. Sensasinya luar biasa. Pantatnya benar-benar seksi, semok dan menggiurkan. Aku tak butuh waktu lama untuk bisa ejakulasi lagi di dalam rahimnya. Dan ketika puncak itu aku memeluk aneh memang, tapi nikmat sekali. Setelah itu aku benar-benar memohon Gun bu, maafkan Gun, ibuku menyuruhku untuk keluar kamar. Aku pun keluar. Aku kembali ke kamarku dan memikirkan apa yang terjadi barusan. Aku sudah menjadi anak durhaka.*******Arin pulang. Ibuku bertingkah seperti biasa. Seolah-olah tidak terjadi apa-apa. Tapi tatapan kami mempunyai arti. Antara malu, takut dan senang aku hari minggu. Ibuku tampak agak senang. Kesehatannya sedikit pulih. Ia bisa berjalan normal. Ia seolah melupakan kejadian kemarin. Apakah mungkin gara-gara apa yang aku lakukan kemarin? Bisa jadi. Tak perlu waktu lama memang untuk bisa mencerahkan wajahnya lagi. Ia sudah senang dengan perkembangan ibuku ingin tidur di kamarku. Entah kenapa ia ingin begitu. Dan aku pun mengiyakannya. Pukul 12 malam. Ketika Arin sudah tidur. Dan aku berada di samping ibuku. Kami seranjang. Aku tahu bisa saja saat itu aku sudah bercinta dengannya, tapi ada sesuatu yang membuat kami tidak kesehatan ibu mulai pulih akibat itu Gun, inikan baru satu hari bu, dan Gun sangat menyesal melakukannya kemarin, bangkit, lalu ia menurunkan celana pendekku. Tanpa babibu, ia sudah mengulum penisku. Aku kaget mendapatkan sensasi itu. Tidak ada wajah jaim, tidak ada rasa penyesalan seperti kemarin. Ia sudah mengulum penisku, seorang Blow Jober pro. Ia mengocok, mengulum, menjilat. Dengan ganas ia lumat tongkolku dengan mulutnya yang seksi itu. Ia juga gesek-gesekkan ujung penisku ke putingnya, lalu ia jepit dengan dadanya. Akupun tak menyia-nyiakan ini, aku segera melepas bajuku, lalu bajunya. Kami sudah telanjang, dan ia masih mengoralku. Aku berbaring dengan menikmati sensasi yang sedikit aneh, tapi nikmat. Oh tidak, rasanya aku mau benar-benar mantap. Aku tak kuasa lagi danaahh..benarCROTCROTCROTspermaku tak sebanyak kemarin pagi. Tapi cukup untuk memenuhi isi mulutnya. Ia menyedot spermaku sampai lihat, kata ibuku sambil membuka sedikit mulutnya. Aku bisa lihat lidahnya yang terbungkus cairan putih hebat, masih belum puas, katanya. Ia lalu menelan spermaku bangkit dan langsung nenen. Aku menenen kepadanya seperti bayi, kali ini kami All Out. Tidak seperti kemarin. Kami saling mendesat, saling menggigit. Ibuku ada di atas, dan aku berbaring. Penisku sudah tegang lagi dan mengacung ke atas. Ia berjongkok dan menuntun penisku masuk miss-v-nya dengan tangannya. Ia pun naik turun sambil tangannya bertumpu pada pahaku. Makin lama ia makin cepat gerakannya. Aku juga tak kuasa, bahkan aku bisa-bisa jebol duluan. Ia tahu kalau aku mau jebol, Ia hentikan gerakannya, ia ganti dengan meremas-remas telurku. Ohini baru, tehnik baru. Ketika ia meremas telurku, tampak nafsuku yang sudah dipuncak tiba-tiba hilang. Lalu setelah beberapa saat kemudian, ia bergoyang lagi naik turun. Ia terus mengulangi hal itu kalau aku mau ke puncak, rasanya spermaku berkumpul di ujung penisku. Seolah-olah pijatan itu membuatku seperti menahan bom. Dan benar, ketika ibuku mau orgasme, ia lebih cepat bergerak. Ia naik turunkan lebih cepat dari sebelumnya, ia tak lagi bertumpu di pahaku, tapi di dadaku. Dan ia mengigau, OhGunOhanak mama yang gedhe Gun. Nikmat banget. Ibumu ini jadi budakmu GunAhhSampaisampaiibu mau sampai, kamu juga ya sayang, basahi rahim ibumu, hamili ibumu pun keluar dan langsung bangkit memeluk ibuku. Kami orgasme bersama-sama. Vaginanya sangat basah, begitu juga punyaku. Sperma itu masuk ke rahimnya lagi. Banyak sekali, dan benar, spermaku tadi yang tertahan terkumpul di ujung dan melepas dengan semprotan yang luar biasa. Kami berpandangan sesaat, aku mencium bibirnya. Kami berciuman, aku masih memangkunya, dan tak perlu waktu lama. Kami ambruk dan saling berpelukan. Kami tertidur.******Hubunganku dan ibuku sendiri sekarang sudah seperti suami istri. Aku tak tahu bagaimana kami menyebutnya. Setiap malam aku selalu melakukannya, bahkan tidak tiap malam. Hampir setiap hari, dan kesehatan ibuku makin membaik dari hari ke hari. Dokter pun terheran-heran dengan hal ini. Dan setiap hari kami melakukan gaya yang berbeda-beda. Dan lambat laun hal ini pun tercium oleh saat ketika ibu tidur lebih awal, sehabis main denganku. Aku nonton tv. Di ruang tengah tampak Arin juga ada di sana. Aku duduk tahu kakak gituan sama ibu, kata kaget tentu gimana?, tanyaku nggak usah sok alim deh kak. Kakak ngent*t ama ibu kan?, iya kenapa?, tanyaku ibu bahagia saja, Arin senang. Walau pun agak aneh rasanya kakak yang melakukan itu ama ibu, kepengen ya?,Nggak ahAlah, kalau kau mau bilang aja, nggak usah malu-malu, atau kamu sudah pernah gituan ya?Belum pernah, dan jangan ngejek ya!?Kakak nggak percaya, kamu pasti udah nggak perawan, jahat!, katanya sambil memukul koq mukul, kakak jahat!, harus tahu, aku melakukan ini juga untuk kesembuhan ibu, semakin kakak melakukannya ibu semakin membaikkan?Arin diam sejenak, Iya juga sih, ibu makin tau rahasia?, ?, sudah sejak dari dulu kakak ingin begini sama ibu, ternyata, Arin juga karena memang ibu wanita yang cantik, kataku. Apalagi kakak juga sudah dewasa kan?Entah bagaimana aku juga ingin begitu dengan adikku. Melihat dia hanya pakai celana pendek, bahkan aku bisa melihat putingnya yang menonjol. Kebiasaan dia kalau di rumah tak pakai BH. Alasannya gerah. Jadi hal ini pun membuatku makin memancingnya aku keluarkan penisku. Dan ngapain? Jorok ih, dong, kataku. Aku mengocok perlahan sambil menatap adikku itu. Kamu boleh koq sentuhNggak ah.., aku sedikit entah bagaimana ia tiba-tiba spontan menyentuh gitu, kataku. Sensasinya mulai aku rasakan. Sekarang kocok dong!!Udah ya kak, jangan deh, menurut. Mungkin perbedaan sikapku yang tadi membuat ia sedikit kaget. Aku tahu jantungnya berdegup kencang. Ia mengocoknya terus, tak beraturan. Tapi itu saja sudah membuatku nikmat. Aku lalu merangkulnya dan menciumnya, sembari ia masih mengocok. Ia kaget dan mencoba melepaskan diri, tapi aku lebih kuasa. Adikku yang SMP itu kini first kis menari-nari di dalam mulutnya, ia tampak kewalahan, bahkan aku sigap kaosnya dan kuremas dadanya yang montok itu. Lalu aku menyusu kepada adikku itu, aku lucuti pakaiannya, ia meronta, KakjanganTerlambat sudah, aku sudah menduduki perutnya, ia tak bisa ke mana-mana. Aku lucuti pakaianku, kini kami telanjang. Aku julurkan penisku ke isep!, ah kak, koq jadi gini sih, hanya nurut. Ia buka mulutnya dan aku jambak rambutnya. Kugerakkan kepalanya maju mundur. Nikmat sekali. Tak perlu lama-lama, aku sudahi permainan itu karena aku mengincar vaginanya. Segera, aku berbalik di posisi 69. Aku menjilati miss-vnya. Vagina perawan memang beda. Aku rasanya cairan itu membasahi mulutku. Lidahku terus menari-nari di dalamnya. Sementara adikku mengulum penisku dengan suaraHmmmhhhmmmhhmmmhCairan kewanitaan itu makin banyak. Dan vagina itu basah sekali. Aku sudah benar-benar puas. Lalu aku berbalik. Dan aku siap untuk menusukkan penisku yang besar dan panjang ini ke vagina Arin yang sempit. Mulanya kepalanya yang masuk, sulit sekali. Lalu aku dorong perlahan, aku tarik lagi, aku dorong lagi, vaginanya berkedut-kedut meremas-remas punyaku. Punyaku serasa ingin dia kaakjangan perkosa Arin, katanya juga enak koq Rin, aku pun mulai mendorongnya sekuat tenaga. Arin memiawik tertahan. Nafasnya memburu. Vaginanya berdenyut-denyut, ia menerima ransangan penisku, aku mulai bergoyang teratur. Sembari aku menindihnya aku menciumi bibirnya. Kakak adik ini sekarang sudah bersatu. Tak kusangka penisku bisa masuk penuh memenuhi rongga vagina adikku sendiri. Kini aku tak kuasa ingin keluar. Padahal juga baru sepuluh menit bergoyang. Dan aku pun tak bisa menyia-nyiakan ini, aku memang ingin kakak mau menghamili riiinnAkkkhhaaahhkkk, benar sekali. Spermaku muncrat dengan energi penuh. Adikku merangkulku. Karpet itu jadi saksi bahwa keperawanan adikku aku renggut. Agak lama kami berpelukan dan berguling di karpet. Sampai kemudian aku cabut punyaku. Dan melihat karpet itu tampak sedikit keluar dari vaginanya, karena terlalu banyak yang keluar tadi. Malam itu aku membopong adikku ke kamarnya. Ia menangis. Tentu saja ia kaget dengan yang kulakukan barusan, bahkan ia kakak ya, kataku. Kalau kau mau marah, kakak ada di siniPercuma Arin marah, kakak sudah memerawaniku, katanya. Kakak harus janji, selain ibu dan Arin, kakak nggak boleh dengan wanita lain!!Baiklah kakak berjanji, sekarang, Arin ingin jadi istri kakak, itu, aku berterus terang kepada ibuku tentang kejadian tadi malam. Ibuku tak marah. Ia mengerti keadaanku yang kecanduan sex. Boleh dibilang, hubungan incest ini tak ada orang yang tahu. Bahkan ketika ibuku melahirkan anak hasil hubungan kami, demikian juga Arin. Entahla ini namanya apa. Tapi kami berjanji akan menjaga anak-anak kami sampai ia dewasa nanti. Dan yang pasti. Hari-hariku melakukan sex dengan mereka berdua tak akan pernah usai. Dan anehnya setiap saat aku ingin sekali melakukannya dengan mereka. Ibuku yang suka dan mahir blow job, ditambah Arin yang vaginanya sempit membuatku ingin setiap hari menggaulinya. Kau tahu kalau kalian menganggap kisah ini bualan, kalian salah. aku benar-benar melakukannya dengan ibu dan
Niat untuk memanggil ibuku aku pada mulanya jadi terhenti bila melihat mereka berjalan menuju ke tempat yang di tunjukkan temanku tadi. Aku mengekori dari jauh sambil tidak mahu terlepas pandang. Suasana agak sunyi cuma kedengaran seperti pengajian sedang berjalan agak sayup di dewan tadi. Sampai di hadapan pintu aku lihat pemuda tadi mengucup dahi ibuku sebelum membuka kunci pintu untuk masuk, dan ibuku membalas dengan mencium tangannya lagak seperti suami isteri. Dan yang paling aku ingin tahu apakah yang ingin dia buat ibuku dengan pemuda tersebut di dalam rumah itu. Setelah pintu ditutup aku menghampiri rumah dengan hati2 dan dengan perlahan aku mengintip perbualan mereka di dalam rumah itu. Tak jelas perbualannya cuma yang ku dengar ibu memanggil pemuda tersebut dengan panggilan kanda. Seketika sunyi dan aku agak mungkin mereka sudah tiada di ruang tamu. Ingin saja aku menceroboh masuk ke dalam rumah itu tetapi aku inginkan dulu kepastian sebelum mengambil apa2 tindakan. Dengan berhati2 aku mengelilingi rumah itu mencari sumber suara untuk mengetahui kedudukan ibu bersama pemuda tersebut. Dan apa yang ku dengari dan aku syak mereka sedang melakukan hubungan badan dari cara bunyi katil dan dengusan suara. Terpaku aku seketika tidak tahu apa harus aku buat, aku yakin ibuku sedang melakukan hubungan badan dengan pemuda tersebut. Aku terduduk dan dadaku seolah di tikam. Aku mengambil keputusan untuk pulang membawa ayah datang untuk melihat sendiri kecurangan ibuku. Sampai di rumah aku pantas menyuruh ayahku bersiap untuk mengikut ke arah tempat maksiat ibuku bersama pemuda tersebut tetapi ayah menghalang, terkejut aku bila ayah mengatakan ayah sudah mengetahui semua perbuatan ibu selama ini dan menerangkan semuanya padaku. Mengikut ayah, dia, ibuku dan mertuaku antara orang terawal mengikuti pengajian di tempat itu, mereka antara pengikut istimewa. Dan setelah semakin ramai yang mengikuti pengajian itu ayah, ibu serta mertuaku di naikkan pangkat menjadi orang kanan kepada tuan guru dan ayah mendapat jolokan penjaga kunci yang membuatkan dia menjadi orang kedua selepas tuan guru. Ibu dan mertuaku di kahwinkan dengan anak lelaki tuan guru tersebut secara batin. Kini fahamlah aku maksud ibuku dengan anak murid pilihan dan pemuda yang bersama ibu di dalam rumah tersebut. Anak lelaki sulung yang berumur 25 tahun di kahwinkan dengan ibu mertuaku yang berumur 52 sementara anak lelaki keduanya yang berumur 22 tahun di kahwinkan dengan ibuku berumur 56. Ayah memintaku agar jangan berbuat apa2 kerana itu sudah keputusannya. Aku bertambah buntu bila memikirkan semua ini, haruskan aku membiarkan semua ini terjadi pada keluarga aku, hanya yang mampu aku buat adalah terpaku. Anak muda yang jauh lebih muda dariku menjadi suami kepada ibuku dan juga mertuaku. Aku yakin semuanya sudah di pukau. Ayahku mengajak aku ke tempat tuan guru, aku mengikuti sahaja. Sampai disana ayah terus ke rumah diduduki ibuku bersama pemuda tadi. Tanpa mengetuk ayah terus masuk dan kulihat ibu bersama pemuda tadi sedang makan, kulihat keduanya seperti baru selesai mandi. Di depanku sekarang adalah sepasang suami isteri yang mana ibuku bersama suaminya yang jauh lebih muda dan selayaknya menjadi adik aku. Aku diminta duduk di ruang tamu sementara ayah ibu dan pemuda tadi sedang berbincang agak jauh dariku. Tak berapa lama mereka semua menghampiriku di dahului ibuku datang memperkenalkan pemuda tadi sebagai suaminya, pemuda itu datang kepadaku dan mencium dahiku seperti mana yang dibuatnya pada ibu sebelum ini. Aku jadi terpukau, langsung tidak membantah dan mulutku seolah terkunci dari mengeluarkan kata2. Ibu menjelaskan padaku yang ayah sudah berpangkat di dalam ajaran ini maka ibu tidak lagi boleh menjadi pasangannya. Ayah selayaknya medapat bidadari , itulah penjelasan ibu padaku. Dan meminta aku memanggil suami barunya itu dengan panggilan hanya mampu mengangguk bila pemuda itu tersenyum padaku, dan dia berbisik sesuatu pada ibu. Ibu meminta aku bermalam di situ dan mahu dia perkenalkan ahli keluarganya yang lain. Ku yang pada awalnya berasa sangsi sekarang cuma mengikuti sahaja apa yang di minta mereka. Ayah sudah pun pulang ke rumah, yang tinggal aku ibuku bersama suami mudanya. Ayah baruku itu meminta aku berehat si satu bilik sementara ibuku sedang bersiap. Sambil aku perhatikan keadaan sekeliling ibu datang kepadaku dengan mengenakan jubah dan tudung labuh dia memberitahu yang akan sambung pengajiannya di dewan. Setelah ketiadaan mereka aku menyelidik apa yang ada di dalam rumah itu, album dan cd semuanya aku belek. Aku tertarik pada satu cd yang memaparkan upacara perkahwinan batin antara pengikutnya,turut ada di dalam situ ibu serta mertuaku. Aku lihat kebanyakkan pengikut wanita yang muda di kahwinkan dengan pengikut lelaki yang agak berumur sementara wanita yang berumur dengan lelaki yang muda. Antara kebanyakkan itu ibu dan mertuaku di tempatkan di kiri dan kanan lelaki yang ku percaya itu lah tuan gurunya dan kemudiannya mereka di pimpin tangan oleh dua lelaki muda yang satunya itu ayah baruku dan seorang lagi lelaki yang menghantar ibu dan mertuaku semalam ke dalam sebuah bilik, setelah itu rakamannya terus memaparkan situasi tuan guru memberi pengajian. Banyak benda yang bermain di fikiranku untuk aku tanyakan pada ibuku sekembalinya nanti. Ibuku pulang sendirian setelah berjam aku menunggu dan kesempatan itu aku terus tanyakan ibuku apa semua maksud semua yang terjadi sekrang ini. Ibu yang tenang menerangkan semuanya atas kehendak dan pilihannya sendiri, tiada paksaan dan akan terus menjadi isteri yang setia pada suami barunya supaya mendapat ganjaran dari tuhan. Walaupun aku yang bukan ahli dalam bidang agama menentang semua perbuatan ibuku itu namun ibu tetap berkeras yang dia di pihak yang benar. Ibu menawarkan untuk aku turut mengikuti ajaran itu, aku mula ingin tahu lebih lagi tentang semua ini jadi aku bersetuju. Nampak wajah ceria pada wajah ibuku bila lihat aku berminat. Aku tanyakan tentang mertuaku, dan ibu memberitahu yang kita akan melawat mertua setelah waktu beradu nanti. Bila ku tanyakan apa itu waktu beradu, ibu tersenyum. Ibu dan mertuaku harus melayan apa sahaja kehendak suami, termasuk soal hubungan badan. Tanpa segan ibu memberitahuku yang hubungan badan harus di lakukan setiap hari untuk melengkapkan tahap iman seseorang dan tahap kerapnya hubungan itulah yang menjadikan darjat itu akan menaik. Ibu dengan wajah berseri mengaku padaku yang dia dan suami barunya melakukan 5 kali setiap hari. Dan sebentar lagi bila kepulangan suami barunya nanti ibu harus melayan dahulu kehendak nya. Ibu meminta diri untuk bersiap, dan aku kembali ke dalam bilik. Dalam ku termenung sendirian aku dengar bunyi suara kepulangan suami baru ibuku diluar. Seketika sunyi dan aku keluar bilik mendapati tiada sesiapa di ruang tamu. Aku menghampiri bilik ibu dan suami barunya itu dan mendengar bunyi yang aku dengar siang tadi. Jelas mereka sedang melakukan hubungan badan. Geram bila memikirkan seorang lelaki muda sedang menggauli ibuku sekarang tapi aku tak berdaya melakukan apa2. Setengah jam kemudian bunyi itu berhenti. Mungkin sudah habis permainan mereka, dan lama selepas itu ibu keluar bilik dan mengajak aku kerumah mertuaku di sebelah. Suami barunya tidak ikut mungkin sudah tertidor. Dalam berjalan aku dan ibu cuma berdiam diri, sampai di pintu rumah ibu memberi salam tanpa berjawab. Ibu memberi isyarat padaku agar aku mengikutnya ke pondok yang di bina di depan rumah. Sambil duduk ibu kata padaku yang mungkin mertuaku sedang melayan suaminya itu. Dan aku bayangkan mertuaku di gauli lelaki muda. Bila lihat wajahku gelisah ibu mula membuka cerita yang segala dilakukan ibuku adalah untuk mendapat ganjaran. Ibu menunjukkan kalung pada rantai labuhnya itu dan membaca perkataan yang tertulis padanya, labuh rantai itu sebabnya untuk di kalungkan pada kedua2 badan seolah ianya di ikat di pinggang sewaktu melakukan hubungan badan dan di mestikan ayat itu berada diantara dua alat kelamin supaya benih yang bersemadi mendapat berkat. Dari mula hubungan badan hingga habis tubuh akan seolah bersatu dan hubungan itu akan menjadi lebih selindung ibu menceritakan semua ini padaku kerana baginya tiada rahsia antara anak dan ibu. Akhir ibu meminta aku bersedia untuk menerima seorang lagi ahli keluarga baru dan mengaku dirinya sudah berbadan dua cumanya masih terlalu awal. Aku bertanyakan ibuku sudah warga emas dan adakah benar yang di katakannya, ibu cuma menjawab itulah berkatnya tuan guru, malah mertuaku juga sama benih suaminya sudahpun menjadi. Aku terkejut sambil memikirkan apa yang harus aku katakan pada isteriku nanti seandainya benar mertuaku itu turut mengandung. Ibu seolah memahami isi hati aku, dan katanya aku tak perlu risau kerana itu adalah kehendak mertuaku sendiri.
cerita sex aku dan ibu