cerita seks tukang urut

BibikuYang Nakal. Aku dibesarkan di sebuah desa yang boleh dibilang tidak begitu ramai. Akan tetapi karena nenek memiliki anak yang lumayan banyak, sehingga keadaan di rumah kami sedikit berbeda dengan tetangga yang lain. Aku sendiri sebenarnya hanya anak kedua dari dua bersaudara. Kakakku perempuan, terpaut beda sekitar lima tahun denganku. VideoRate: 3 / 5 ( 1 votes ) ★ ★ ★ ★ ★. Publish on 2nd Dec 2018 1044 views. SodokBelakang - Pada suatu pagi telefon di bilikku berbunyi, dengan malas aku paksakan diri untuk mengangkatnya. Ternyata telefon itu dari Pak Alang, tukang kebun dan penjaga Rumah Rehat kami. Ternyata telefon itu dari Pak Alang, tukang kebun dan penjaga PerempuanMelayu Vs Lelaki Cina. Home Cerita Lucah Perempuan Melayu Vs Lelaki Cina. Source: Details. The latest tweets from Budak_sangap. Source: melayuboleh.fun Check Details. Hari tu aku off jadi aku ke bandar. Source: xxnxxporno2016.biz Check Details. LucahMelayu Fantasy Sex Melayu Bos Perempuan Melayu Cerita Lucah. CeritaDewasa Sex | Tukang Pijat Yang Seksi - Cerita dewasa kali ini berjudul Tukang Pijat Plus Yang Cantik Waktu sudah menunjukkan jam 23 cerita dewasa, cerita sex remaja, video 3gp, cerita perkosaan dan yang berhubungan dengan sex cerita dewasa Ads Alamat LENGKAP Dan NOMER TELEPON Subandi Tukang Urut Penis Alamat LENGKAP Dan NOMER TELEPON Hasratseorang wanita berusia 29 tahun mendapatkan khidmat urutan di sebuah pusat refleksologi bertukar menjadi tragedi apabila dia menjadi mangsa seks tukang urut terbabit. Menurut sumber, kejadian itu berlaku pada Ahad, 14 Mac 2021 di sebuah pusat refleksologi di Pandan Indah, jam 4.30 petang. mở bài bằng lí luận văn học. Pijat memang terbukti mampu meregangkan otot yang kaku dan menyegarkan tubuh. Makanya suamiku setiap malam minggu mendatangkan tukang pijat langgannya kerumahku. Namun setelah mengenal Pak Jono, semua menjadi berubah. Tidak suamiku saja yang tambah segar akan service Pak Jono, aku pun menuai kepuasan tiada tara dengan kehadiran dia di rumahku. Hingga perselingkuhan itu pun terjadi. Berikut cerita panas dari kisah pribadiku yang lebih lengkap. Aku adalah seorang isteri dari seorang karyawan swasta. Aku punya anak dua. Yang kedua kelas satu. Aku sering nungguin anakku yang kedua di sekolahnya, terutama waktu olah raga. Guru olah raga anakku bernama Pak Jono. Ia suka sekali bercanda dan berhumor. Tubuhnya tinggi, kurang lebih 175 cm dan berbadan besar dan kekar. Warna kulit agak hitam. Ia baru saja bercerai dengan isteri 4 bulan yang lalu. Jadi ia seorang duda. Selain ia guru olah raga, ia pun pintar memijat. Banyak guru lain minta dipijet olehnya. Ketika olah raga seperti biasanya ia memakai celana training. Sambil menunggu anakku aku memperhatikan ia yang sedang olah raga bersama murid-murid kelas dua. Begitu aku memperhatikan diantara selangkangannya aku lihat tonjolan yang memanjang dan besar. Aku berkata dalam hatiku, wuh panjang dan besar sekali barangnya. Suamiku hobi dipijat. Tukang pijat langganannya selama ini adalah pemijat tunanetra. “Guru olah di sekolah anak kita pintar memijat, ngerti urat lagi katanya. Coba saja mas!” kubilangi suamiku. “Boleh juga kita panggil ke sini malam minggu depan. Mau enggak dia ngurut malam-malam?” “Enggak tahu ya .. Coba aku tanyakan besok ya.” Keesokan harinya aku pergi ke sekolahan dan bertemu dengan Pak Jono. “Pak, mau enggak mijetin suami saya?” tanyaku. “Tapi kalo bisa malam hari, Pak.” “Boleh juga asalkan ongkosnya mahal,” katanya sambil bercanda. Setelah suamiku pulang kantor sambil makan malam aku ceritakan padanya bahwa Pak Jono mau. “Boleh panggil ke sini tapi malam sekitar jam kata suamiku. Sampai waktu yang ditentukan Pak Jono datang ke rumahku. Ia ngobrol dengan suamiku sambil bercanda sehingga baru saja kenal suamiku merasa akrab dengannya. Aku duduk di dekat suamiku menemaninya. Kemudian suamiku menyuruhku merapikan kamar depan dekat ruang tamu. Mulailah suamiku dipijet oleh Pak Jono sambil ngobrol ngalor-ngidul. Pak Jono banyak ngebanyol karena memang ia hobi bercanda. Aku nonton TV sambil tiduran di sofa ruang tamu ngedengerin obrolan Pak Jono dan suamiku. Suamiku mulai bercerita agak serius dengan suara pelan-pelan. “Aku ini tidak kuat dalam dalam hubungan seksual. Kenapa, ya? Jadinya isteriku suka marah-marah kalau hubungan intim. Kalau Pak Jono bagaimana dengan isteri Anda?” “Saya sekarang duda sudah 4 bulan. Kalau dulu sebelum cerai saya kebalikan bapak. Ia kewalahan dengan kemampuan saya sampai ia minta cerai.” “Wah, hebat kamu ini, Pak.” Pak Jono yang biasanya suka bercanda mulai berbicara serius. “Mungkin Bapak terlalu lelah, atau mungkin punya Bapak terlalu kecil dan pendek. Bapak urut yang membesarkan dan memanjangkan saja. Saya hanya bisa mengeraskan saja. Kalau memanjangkan dan membesarkan aku tidak bisa,” katanya pada suamiku. “Wah, tukang urut yang memanjangkan dan membesarkan itu banyak yang bohong,” kata suamiku. “Ada yang bener, Pak. Ada teman saya berhasil dari 13 menjadi 17 cm dan menjadi besar lagi,” kata Pak Jono berusaha meyakinkan. “Pak Jono pernah nyoba enggak?” tanya suamiku selanjutnya. “Saya tidak perlu karena punya saya sudah sangat panjang dan besar. Panjangnya 19 cm dan besarnya 4,5 inch,” jawab Pak Jono sambil tertawa. “Kalau punya bapak berapa?” “Punya saya panjangnya 12 cm besarnya 2,5 inch.” Mendengar obrolan suamiku dan Pak Jono aku berkata dalam hatiku. “Wuh… besar dan panjang sekali punya Pak Jono, pantesan tonjolannya panjang dan besar dan itu belum bangun. Apalagi kalau barangnya sudah bangun.” Aku jadi berkhayal, kalau seandainya…. Wah, nikmat sekali… Setelah mereka selesai aku pura-pura tidur. Kemudian suamiku membangunkan aku. “Bagaimana, Mas? Cocok enggak pijetan Pak Jono?” tanyaku setelah Pak Jono pulang. “Wah bagus sekali, lebih bagus daripada langganan saya. Sekarang saya mau langganan sama Pak Jono saja. Saya sudah bilang kalau saya mau pijet tiap malam minggu.” “Kalau kamu mau juga, boleh coba malam minggu depan. Pijetannya bagus kok. Badanku rasanya enteng dan enak sekali,” kata suamiku “Aku mau, tapi malu mas, nanti ia cerita di sekolahan.” “Ya enggak sih, nanti kita bilangin jangan cerita-cerita pada orang lain.” Keesokan harinya saya ketemu Pak Jono. Sambil tersenyum, ia langsung bertanya padaku. “Bagaimana Bu? Cocok enggak Bapak dengan pijetan saya?” tanya Pak Jono padaku. “Cocok sekali… Malam minggu depan bapak disuruh suamiku pijet lagi. Bahkan suamiku mau langganan.” “Ya.. Bapak sudah bilang sama saya.” Setelah suamiku menawarkan untuk diurut oleh Pak Jono, hatiku tidak karuan, membayangkan bermacam-macam, bercampur takut dan ingin merasakan sesuatu. Karena memang aku jarang menemukan kepuasan dengan suami. Selain punya suamiku lemes, barang kecil dan pendek dan tidak tahan lama. Hampir-hampir setiap malam aku membayangkan penis punya Pak Jono. Aku berkata dalam hati, barang Pak Jono pasti kehitam-hitaman, besar dan panjang. Biasanya orang yang agak hitam itu kuat, mana badannya tinggi, besar dan kekar. Pokoknya sangat jantan. Kayak apa kalau badan yang besar itu menindiku dan memelukku keras-keras, sementara badanku langsing seperti ini, dan tinggiku hanya 155 cm. Apa kuat aku ditindih badan raksasa itu. Apa bisa masuk barang sebesar itu ke lobangku yang kecil ini. Apa tidak mentok kesakitan bila barang yang keras dan panjang ditekan ke lobangku dengan tenaga yang raksasa. Pokoknya aku membayangkan antara takut dan ingin merasakan. Kata teman-temanku barang gede dan panjang itu sangat nikmat sekali. Saking nikmatnya, katanya sampai ngeyut ke ubun-ubun. Malam ini malam minggu, Pak Jono akan datang. Hatiku berdebar-debar. Jam menunjukkan Tak lama kemudian Pak Jono datang. Suami mempersilahkan masuk, dan bilang padanya bahwa aku mau juga dipijet malam ini, dan suamiku minta tidak bercerita macam-macam ke orang lain. Pak Jono menjawab, “Ya, tidak dong, Pak.” Suamiku mulai diurut. Kurang lebih jam suamiku selesai diurut. Sekarang giliran aku yang akan diurut. Aku pakai kain sarung. Suamiku tiduran di sofa di ruang tamu sambil nonton TV. Aku mulai tengkurep, hatiku dag-dig-dug. Pak Jono mulai menyingkap kain sarungku di bagian betis dan memegang betisku sambil mengurut pelan-pelan, aku merinding merasakan urutan Pak Jono, karena sebelumnya aku membayangkan sesuatu yang nikmat. Kini Pak Jono membisu seribu bahasa tidak seperti biasanya suka bercanda dan berhumor, mungkin menikmati pandangan terhadap betisku yang mulus. Maklum ia menduda 4 bulan. Semakin merinding dan berdebar-debar hatiku ketika Pak Jono meletakkan kakiku ke pahanya. Sambil mengurut ia maju sedikit-sedikit sehingga kakiku menyentuh ke bagian selangkangannya sehingga terasa kakiku menyentuh benjolan yang mulai mengeras. Dengan suara pelan dan terpatah-patah Pak Jono bertanya. “Paha ibu mau diurut?” “Ya pak, memang di bagian itu agak terasa nyilu-nyilu. Pelan ya, Pak,” aku pun menjawab dengan suara pelan. Pak Jono mulai menyingkap pelan-pelan sarungku sampai di bawah sedikit pinggulku. Ketika Pak Jono mengurut pahaku sampai ke selangkanganku, aku merintih dengan suara pelan-pelan takut kedengaran suamiku. Pak Jono pun terasa meningkat rangsangannya terasa dari sentuhan tangannya yang kadang-kadang mengurut sambil mengelus dan meremas pahaku apalagi ketika sampai di selangkanganku. Semakin timbul sensasi yang luar biasa ketika Pak Jono membuka kain sarungku di bagian atas pinggulku dan memelorotin cdku sedikit ke bawah. Kini ia mulai mengurut sambil meremas-remas pinggulku, dan rangsanganku semakin tinggi, aku merintih dengan suara pelan. Dan Pak Jono tahu kalau merangsang, aku juga tahu kalau Pak jono juga merangsang. Aku berkata dalam hatiku sebelum aku diurut dalam posisi terlentang, aku akan pamit sama Pak Jono untuk buang air kecil sambil aku ingin melihat apakah suami sudak tertidur atau belum. Ketika Pak Jono menyuruhku terlentang, aku berkata kepadanya “Aku mau ke kamar mandi dulu untuk buang air kecil.” Ketika keluar kamar aku lihat suamiku tertidur pulas mungkin karena lelah seharian dan habis diurut. Di kamar mandi aku berkata dalam hati. Kalau nanti sarungku disingkap sampai ke selangkanganku dalam posisi terlentang, pasti Pak Jono akan melihat bulu jembutku. Ia akan semakin merangsang. Aku menginginkannya meraba vaginaku dan memasukkan jarinya ke lobang vaginaku. Setelah masuk ke kamar, aku bilang bahwa suamiku tertidur lelap. Ketika mendengar kataku Pak Jono semakin bersemangat. Kini aku terlentang di hadapan Pak Jono. Dan Pak Jono tidak was-was lagi ia membuka sarungku sampai ke selangkanganku. Aku memenjamkan mata sambil menggigit bibirku. Kini Pak Jono tidak memijat lagi tetapi ia mengelus-elus dan meremas-rema pahaku dengan gemesnya. Kini ia melihat bulu jembutku dan mengelus-elus bibir vaginaku, dan semakin tidak tahan rasanya aku ingin memegang barangnya Pak Jono sambil penasaran tapi malu. Pak Jono semakin berani menusukkan jarinya ke lobang vaginaku yang sudah membasah dengan ledir. Aku mulai memberanikan diri meraba selangkangan Pak Jono. Dan Pak Jono membuka resleting celananya. Sambil aku melirik ke selangkangannya, Pak Jono mengeluarkan rudalnya. Aku terkejut astaga besar dan panjang sekali. Warnanya kehitam-hitaman, nampak urat-uratnya mengeras, dan kepala rudal jauh lebih besar lagi dari batangnya. Aku menggenggamnya tapi genggamanku tidak muat saking besar. Sambil mengelus-elusnya, aku bayangkan kalau rudal yang kepalanya sangat besar ini dimasukkan ke lobangku. Apakah tidak robek lobang vaginaku dan jebol lobang rahimku. Sensasiku semakin meningkat. Perasaanku bercampur ingin menikmati dan takut robek dan jebol. Pak Jono kini semakin ganas mengocok lobang vaginaku dengan jarinya, dan aku sangat ingin ditindihi dan disetubuhi tapi takut kalau suami bangun kalau mendengar jeritanku. Sambil mengocok Pak Jono menciumi pipiku. Pelan-pelan ia lalu mengecup bibirku, semakin lama ia semakin ganas mencipoki, aku pun terangsang berat. Kemudian ia memelukku dan menindihku sambil berusaha menyingkap sela-sela samping CD-ku untuk memasukkan rudalnya, tapi tidak berhasil masuk. Kemudian ia menekan lagi. “Aduh…” jeritku sambil menggigit bibirku tidak tahan. Tekanan kedua kalinya ini tidak berhasil memasukkan rudalnya ke lobang vaginaku. Kemudian ia menekan lagi dengan tenaga yang super keras dan hampir masuk, tapi terdengar suara suamiku mengegok. Pak Jono dan aku pun kaget terbangun dan menutupkan sarungku ke seluruh tubuh. Dan aku mengakhiri pijetan. Kemudian aku membangunkan suamiku. Pak Jono pun pamit pulang karena memang sudah larut malam. Kemudian aku mengajak suami masuk kamar, aku sudah tidak tahan. Barang suami juga mengeras tidak seperti biasanya. Kini aku menyalurkan rangsanganku dengan suami sambil membayangkan disetubuhi Pak Jono. Malam itu aku benar-benar merasakan puncak orgasme yang luar biasa tidak seperti biasanya, juga suamiku. “Ma… Malam ini tidak seperti biasanya. Urutan Pak Jono memang luar biasa membuat kita benar-benar mencapai puncak kenikmatan yang luar biasa. Kita minggu depan urut lagi ya, Ma…” kata suamiku. Hari-hari aku hidup dalam bayangan Kalau malam minggu depan suamiku tidak ada di rumah, aku akan menyiapkan minyak pelumas agar dioleskan ke lobang vaginaku. Aku membayangkan barang Pak Jono yang besar dimasukkan sambil melelukku, menyepokiku dan menggenjotku. Membayangkannya saja sangat nikmat apalagi benar-benar dimasukkan. Sambil rasa khawatir kalau lobangku nanti robek dan lobang rahimku jebol. Kini malam minggu datang, hatiku berdebar-debar membayangkan sesuatu yang besar dan panjang, membayangkan lobang vaginaku membengkak lebar, dan lobang rahim diterobos barang besar. Pak Jono datang memakan pakaian yang serasi nampak sangat gagah dan manis. Ketika suami ngobrol dengan Pak Jono telpon berdering. Ternyata teman suamiku mengajak ke luar kota untuk mengurus bisnisnya. “Ya nanti setelah dipijet,” jawab suamiku. Malam ini aku semakin yakin bahwa aku akan disetubuhi dengan Pak Jono. “Ma… saya nanti setelah diurut akan pergi ke luar kota,” kata suamiku padaku. “Jadi, saya tidak usah dipijat, habis tidak ada Mas.” “Tidak apa-apa pijet saja, Pak Jono orangnya baik, aku sudah percaya kok.” Mendengar pernyataan suamiku, hatiku girang karena sebentar lagi pasti aku disetubuhi oleh Pak Jono yang berhari-hari aku membayangkannya. Setelah suamiku selesai diurut ia mandi. Dan Aku bilang pada Pak Jono, “Tunggu dulu ya pak, minum-minum dulu kopinya. Aku mau menyiapkan pakaian bapak untuk ke luar kota.” Setelah suamiku menyiapkan semua yang akan dibawa ke luar kota, ia pamit ke Pak Jono. Aku mengantarkan sampai pintu gerbang. Begitu Bapak berangkat hujan turun rintik-ritik. Aku masuk ke ruang tamu dan bilang sama Pak Jono, “Tunggu dulu ya pak, aku pakaian dulu.” Aku memakai sarung dan kaos… dan sengaja aku tidak memakai BH dan celana dalam. Begitu aku keluar, sorotan mata Pak Jono menatap payudaraku, aku tersenyum. Aku duduk di kursi sebentar. Aku bayangkan bahwa Pak jono duda selama 4 bulan, berarti ia tidak berhubungan selama 4 bulan. Aku yakin ia tidak jajan sembarangan. Aku begitu yakin malam ini aku akan digenjot berkali-kali dan berjam-jam. Memang aku ingin sekali berhubungan badan sepuas-puasnya. Sekarang aku memilih kamar untuk urut di bagian belakang, agar jeritanku yang keras nanti tidak terdengar oleh siapapun. Aku mengajak Pak Jono ke kamar belakang, dan hujan turun cukup deras sehingga cuaca dingin mengantarkan impianku, dan tidak akan terdengar suara apa pun kecuali jeritanku, bunyi cipokan yang mengganas, dan bunyi lobang vaginaku yang digenjot oleh kepala rudal besar dan tenaga yang super keras. Kini aku beduaan yang sama mengharapkan kepuasan seksual dengan sepuas-puasnya. Pak Jono membuka kain sarungku dan tinggal kaos yang menutupi payudaraku. Ia meremas-remas pahaku. Aku mengelinjang-gelinjang. Kemudian Pak Jono membuka celananya. Rudalnya tegang, membesar dan memanjang. Uratnya mengeras dan kepala rudalnya membesar sekali. Ia menciumi pahaku terus ke bibir vaginaku. Aku sudah tidak tahan karena mulai tadi sudah merangsang karena membayangkan kenikmatan yang sebentar lagi akan aku rasakan. Ia membuka bajunya dan kaosku. Kini kami berdua telanjang bulat. Hujan turun makin lebat, jam menunjukkan Ia meremas-remas tetekku sambil mengocokkan jarinya ke lobang vaginaku. “Pak, masukkan… aku sudah tidak tahan.” “Aku juga tidak tahan, aku sudah 4 bulan tidak pernah berhubungan badan, aku ingin malam ini benar-benar puas, mungkin aku main sampai pagi,” timpal Pak Jono. “Aku juga pak… Aku serahkan semua tubuhku pada Pak Jono. Tapi, oleskan minyak pelumas yang kusiapkan ini ke lobang vaginaku dan ke rudal Bapak agar aku tidak merasakan sakit.” Aku siapkan parfum dan minyak pelumas yang harum. “Bu… lobang Ibu kecil sekali,” katanya begitu ia mengoleskan minyak pelumas dicampur dengan ludahnya. Kini Pak Jono mengangkangkan pahaku lebar-lebar. Pelan-pelan ia menindihiku. Aduh rasanya berat sekali. Ia arahkan rudal besar dan panjang itu lobang vaginaku. Ia menekan, tapi tak berhasil masuk. Kedua kalinya ia menekan lagi dan tidak juga berhasil masuk, aku menjerit kesakitan. “Pertama rasanya agak sakit, karena lobang ibu kecil sekali, dan barang saya besar sekali, jauh tidak ngimbang,” katanya merayuku. Ketiga kalinya ia mengolesi lobangku dengan minyak pelumas banyak sekali sampai meleleh ke lobang anusku, ia campur air ludahnya. Ia mengolesi juga rudalnya dicampur dengan ludahnya, kemudian ia menekan rudal besar, panjang, hitam dan keras sekali. Ia menekannya dengan tenaga yang super keras, akhir masuklah kepala rudal besar itu, dan aku pun menjerit kesakitan. Ia terdiam, menahan sejenak, sambil menindihiku dan menciumiku, merayu dan berbisik ke telingaku. “Ditahan sakit dahulu ya, nanti Ibu akan merasakan kenikmatan yang luar biasa.” Aku mengangguk. “Tahan ya, Bu, aku akan tekan lagi agar masuk semua,” bisiknya lagi. Ia menekannya dengan tenaga yang keras, aku tidak tahan. “Aduh.. sakit, Pak,” Jeritku tertahan sambil menggigit bibir. Akhirnya barang itu trot… bleees… masuk semua. Rasanya rudal itu masuk menembus ke lobang rahimku. Kini beralih dari rasa sakit ke rasa nikmat yang luar biasa. “Pak .. rasanya nikmat sekali.” Semakin ganaslah Pak Jono menggenjotnya. Nyaring sekali bunyi lobang vaginaku akibat genjotan yang luar biasa. Nikmatnya luar biasa terasa sampai ke ubun-ubun, aku menggigil, meraung-raung kenikmatan. “Aah… uuuh… uuh… aku… aku… mau mencapai puncak, Pak…” Pak Jono menekan keras-keras. Aku pun mencapai puncak kenikmatan yang luar biasa yang tidak pernah kurasakan sebelumnya. Pak Jono sangat kuat dan bertahan lama, ia belum mencapai orgasme. Aku sudah lemas, tapi karena Pak Jono meremas-remas kembali tetekku dan menjelati vaginaku, aku mulai merangsang lagi. Pak Jono menyuruhku nungging. Ia menusukkan kembali rudalnya dan mengocoknya dan menggenjot dari belakang, bunyinya semakin keras, ceprok… ceprok.. ceprok… sambil ia mengelus-ngelus lobang anusku. Ia ngambil minyak pelumas dan dioleskan ke lobang anusku, jarinya ditusukkan ke lobang anusku. “Aduh… Pak!” jeritku. Tapi ia pintar sekali menciptakan rangsangan baru. Ia kocok lobang anusku pelan-pelang dengan jarinya, lama-lama aku merasakan nikmat. “Enak.. Pak… Nikmat… Pak.” Akhirnya Pak Jono menambahi minyak pelumas ke lobang anusku, dan mencabut rudalnya dari vaginaku, ia oles-oleskan kepala rudalnya ke pintu anusku. “Hangat rasanya, nikmat Pak, nikmat Pak.” Kemudian menusukkan tepat ke lobang anusku dan menekannya. Akhirnya barang besar itu masuk juga. Cepret… prot… ia tekan pelan-pelan hingga separuh penis itu. Ia mendorongku agar aku tengkurep. Begitu tengkurep ia menindihku, menekankan lagi sisa separuhnya. Aduh nikmat sekali rasanya di anus. Sampai terasa ada cairan muncrat dari dalam lobang anusku. Ia terus mengocok dan menggejot semakin cepat, aku merasakan nikmat sambil menahan genjotan. Prot… prot… druuuuut. Semakin ganas ia menggenjot sampai aku terkentut-kentut dibuatnya. Akhirnya Pak Jono mencapai puncaknya dan muncratlah pejunya memenuhi lobang anusku. Malam itu aku benar-benar merasakan kenikmatan yang luar biasa. Aku disetubuhi oleh Pak Jono sampai 4 kali hingga pagi. Pak Jono guru olah raga yang humoris. Setelah kejadian yang pertama itu aku masih sering ke sekolahan tapi aku sering menghindar untuk ketemu Pak Jono karena malu dengan kejadian yang kualami itu, kecuali banyak teman-teman. Pada suatu ketika aku duduk berjauhan dari tempat olah raga, tapi aku melihat Pak Jono memperhatikan aku dari kejauhan, dan waktu itu kebetulan sepi tidak ada ibu-ibu yang lain. Pak Jono memandangi aku, aduh .. aku rasanya malu, kemudian ia duduk di sebelahku dan bertanya. “Bagaimana, Bu… Masih terasa sakit dan nyelunya. Maafin aku ya, Bu..” “Enggak kok udah enggak… Memang sehabis berhubungan badan dengan Pak Jono itu terasa lobang vaginaku terganjal oleh sesuatu sampai dua hari,” jawabku sambil tersenyum malu. Pernah suatu malam aku diajak nonton film BF oleh suami, aku pura-pura menolaknya, tapi suamiku memaksa dengan merayuku. “Bagus kok filmnya dan agar kita nanti lebih hangat lagi. Kebetulan film itu antara orang hitam dan wanita Jepang.” Ketika melihat kemaluan orang hitam aku terbayang barang Pak Jono. “Pa.. besar dan panjang sekali anunya… sampai perempuannya menggeliat-geliat, menggigit bibir, dan ngerinti-rintih, sakit kali ya, Pa ..” bisikku pada suamiku. “Tidak justeru itu ia merasakan puncak kenikmatan.” “Kalau punya Papa… seperti itu asyik ya, Ma ..” bisik suamiku. “Ah, mana mungkin. Papa kan orangnya kecil dan pendek, sedangkan dia tinggi besar.” Suamiku berbisik lagi sambil meraba barangku “Mungkin punya Pak Jono seperti itu ya, Ma..” “Enggak tahu ya, Pa.. Kok Papa bilang begitu?” jawabku dengan perasaan terangsang. “Ya soalnya dia pernah cerita pada saya.” “Apa ceritanya, Pa ..?” “Dia kalau berhubungan badan dengan isterinya, sebelum ia cerai, isterinya sampai sambat-sambat. Padahal isterinya juga tinggi besar, bagaimana kalau isterinya kecil seperti kamu?” “Papa… kok isterinya Pak Jono dibandingin ke Mama..” sambil kuremas barangnya dengan gemes. “Orang hitam itu kuat dan ganas mainnya, lihat tu Ma..” “Papa…” aku jadi merangsang suamiku. Kemudian filmnya dihentikan kami main dengan sangat hot sekali, tapi tidak se-hot waktu main dengan Pak Jono. Besok harinya aku semakin ingin dipijet lagi oleh Pak jono. Aku terbayang terus, setelah nonton adegan orang hitam dengan perempuan Jepang di film itu. Malam minggu kurang tiga hari. Pikiranku membayangkan apa yang akan terjadi pada malam minggu nanti setelah aku dipijet oleh Pak Jono. Aku masih terbayang ketika barang Pak Jono yang besar, panjang dan keras itu mulai memasuki pintu kemaluanku. Aku rasanya mau menjerit karena bercampur antara sangat nyilu dan nikmat dan hangat. Aku masih terbayang waktu ia mengecup bibirku dengan gemes sambil mengayunkan barangnya ke lobang kenikmatanku dengan diiringi bunyi ceplak.. ceplok.. srook… Belum hilang dari bayanganku barang yang kepala lebih dari batang bagian tengah dan pangkalnya itu ketika dicabut dari lobang vaginaku berbunyi trooot.. ceplok… Apalagi waktu barangnya dimasukkan lobang anusku yang awalnya terasa sakit lalu dengan pandainya permainan Pak Jono rasa sakit itu rasa nikmat yang sulit kubayangkan. Kini tibalah malam minggu, malam yang kunanti-nantikan. Suamiku, sebagaimana biasanya, mempersilakan Pak Jono masuk. Sebelum memulai memijet, Pak Jono ngobrol dulu dengan suamiku. Sementara itu aku membuatkan kopi untuk mereka berdua. Tak lama kemudian suamiku mulai diurut. Sedang enak-enaknya diurut, tiba-tiba ada telpon dari Bosnya. Aku pun memanggil suamiku. Setelah berbicara di telepon beberapa lama dengan bosnya, ia berkata padaku bahwa ia diajak ke luar kota untuk urusan bisnis. Lalu ia memberiku uang agar diberikan ke Pak Jono nanti setelah aku selesai diurut. Dalam hati sebetulnya aku merasa sangat terangsang. Pikiranku membayangkan bahwa aku dan Pak Jono sebentar lagi akan melakukan sesuatu yang kenikmatannya sulit aku bayangkan. Setelah selesai diurut, suamiku mandi, sementara aku mempersiapkan pakaian untuknya. Aku mengantarkan suamiku sampai di pintu melepas keberangkatannya. Setelah itu aku menutup dan mengunci pintu. “Sebentar ya Pak, teruskan dulu minum kopinya, aku mau ganti baju,” kataku pada Pak Jono. Aku memakai sarung dan kaos yang tipis, tanpa memakai CD dan BH, karena aku membayangkan sebentar lagi aku akan melakukan hubungan badan yang luar biasa. “Gaya apa saja malam ini yang akan dilakukan oleh Pak Jono terhadapku?” tanyaku dalam hati sambil berganti pakaian. Kusemprotkan parfum yang istimewa ke tubuhku. Aku keluar dari kamar utamaku kemudian duduk dulu di ruang tamu bersama Pak Jono. Pak Jono tersenyum. Aku pun membalas senyumannya dengan memberi isyarat yang ia pahami maksudnya. Kemudian Pak Jono mengajakku ke kamar tempat urut biasanya. Sepertinya Pak Jono sudah tidak sabar lagi. Aku mulai tengkurep. Pak Jono tidak mengurutku seperti biasanya karena nafsunya yang sudah sangat menggelora. Ia menyingkap sarungku sampai ke panggulku. Ia mengelus-elus pahaku dan meremas-remas pinggulku. Ia ciumi pahaku dan pinggulku. Aku kini sudah tak berdaya karena lama aku menyimpan nafsu birahi. “Pak .. malam ini aku ingin benar-benar puas, seperti puasnya perempuan Jepang yang digauli oleh orang hitam di dalam film BF,” rintihku. Pak Jono dengan nafsu yang menyala-nyala dan ganas bertanya kepadaku. “Ibu nonton film BF? Bagaimana ceritanya?” “Laki-lakinya seperti Pak Jono, barangnya sangat besar dan panjang. Ia dengan ganasnya mengocok perempuan Jepang sampai berkali-kali. Ia merintih-rintih, lalu ia tergeletak lemas dengan memperoleh kepuasan yang luar biasa. Pak Jono.. Aku juga malam ini ingin seperti perempuan Jepang itu.” Kemudian Pak Jono membalikkan tubuhku. Kini aku terlentang, dan Pak Jono dengan mudah membuka sarung. Memang aku sebelumnya tidak memakai CD. Ia mengangkangkan kedua kakikuku, lalu ia menciumi kemaluanku sambil meludahi lobangnya dan meremas-remas payudaraku. Kini aku tak kuasa lagi menahan nafsuku, rasanya ingin meledak. Pak Jono membuka baju kaosnya dan celana dan CD-nya. Barang Pak Jono luar biasa tegak dan keras, besar dan panjang. Kemudian ia membuka kaosku. Kini kami berdua telanjang bulat dengan sinar yang cukup terang. Sehingga nampak jelas urat-urat kemaluan Pak Jono yang siap menerjang lobang kemaluanku. Pak Jono merebahkan tubuhnya kemudian memelukku dengan gemes dan mengecup bibirku sambil menggigit-gigitnya, sementara penisnya dijepitkan ke antara kedua pahaku. Terasa hangat di pangkal kedua pahaku sambil barangnya bergerak-gerak. Kini Pak Jono sudah tidak sabar lagi, akupun juga. Pak Jono menindihku. “Aduh… Pak… berat sekali badan Bapak,” kataku terengah-engah di bawah himpitan tubuhnya. Pak Jono mengangkangkan pahaku seperti V. Ia meludahi lobangku dan barangnya agar licin dimasukkannya. Begitu banyak Pak Jono meludahi lobangku sampai meleleh ke pintu lobang anusku. Pak Jono mengarahkan barangnya yang sangat besar, panjang dan keras itu ke lobang vaginaku yang kecil tapi montok. Ia menekannya tapi pertama dan kedua kali tidak berhasil Masuk. “Aduh.. Pak.. Pelan-pelan, Pak,” jeritku. “Katanya ingin puas ngerasain keganasan barangku?” Pak Jono berbisik dengan suara terengah-engah. “Nanti, Pak.. kalau sudah masuk semua. Sekarang pelan-pelan dulu.” Ketika ia menekan kembali, akhirnya penisnya berhasil menerobos lobang kenikmatanku. Croook… Trooot… Bleees… Kemudian ia menindihiku. Kini tubuh tinggi, besar dan kekar itu menindihi diriku yang kecil mungil. Ia mulai menggenjotku. Mula-mula ia mengayunkan pinggulnya pelan-pelan. Makin lama makin keras dan ganas, sambil menekan. Ketika ia dengan ganasnya menekan penisnya sampai rasanya nyelu dan ngenyut, sambil memelukku dengan gemes dan ganas. “Aduh.. Pak!” aku berteriak kecil. Ia terus menggenjotku dengan tenaga yang kuat dan kerasa sampai aku terkentut karena menahan genjotannya. Memang nikmat sekali, nikmat yang luar biasa. Kemudian aku menggelinjang sambil merintih dan menjerit. Sroot… Aku memcapai puncak kenikmatan. Dan Pak Jono kuat sekali, ia belum juga orgasme. “Udah dulu, Pak…” kataku dengan suaraku terengah-engah. “Ibu tengkurep. Aku ingin masuk ke lobang belakang. Aku akan keluarkan spermaku di lobang belakangmu,” bisiknya padaku. Aku mulai tengkurep, dan Pak Jono mulai menindihku. Ia meludahi lobang anusku sambil menusukkan jarinya. Aduh rasanya… Kemudian ia menusukkan rudalnya ke lobang anusku. Setelah empat kali tekan baru bisa masuk. Ia menggenjot dengan ganasnya. Makin lama makin keras kocokan dan genjotannya, lalu muncratlah air hangat ke dalam lobang anusku. Aduh… nikmat lagi walaupun baru saja aku mencapai orgasme. Urut batin adalah terapi urutan tradisional yang mengfokuskan kepada anggota kelamin lelaki. Petua orang-orang lama mengatakan urut batin boleh meningkatkan fungsi seksual dan kesihatan kelenjar prostat. . Bukan itu sahaja, urut batin dikatakan dapat meningkatkan aliran darah, mengurangkan stress, meningkatkan kekerasan zakar dan mencegah pancut awal. . Namun, perkhidmatan urut batin tidak boleh menggantikan perubatan moden, dan prosedurnya perlulah dilaksanakan oleh juru urut yang bertauliah. . . Kalau dengar cerita pasal urut batin dari kawan-kawan, memang rasa nak tergelak. . Ada seorang kawan, namanya Kamal bukan nama sebenar yang bukan main semangat lagi nak kuatkan “kejantanan” sebabnya dia asyik kalah awal. . Setiap kali dia melakukan hubungan seksual bersama isteri, belum sempat masuk 5 minit dia dah pancut! Pernah sekali isterinya mengadu yang dia tidak puas pun bila bersama dengan Kamal di ranjang. . Kamal yang rasa tercabar mula mengumpul maklumat berkenaan urut batin dan hasil carian di internet menggunakan keyword “urut batin kuala lumpur”, Kamal menemukan servis urut batin Thailand. . . Punca Dapatkan Khidmat Urut Batin . . Rasanya punca ini sama jer untuk semua lelaki iaitu Zakar lembik Zakar kontot Cepat sangat pancut . Apa sebenarnya yang membawa kepada masalah yang disebutkan tadi? . Dalam kes Kamal, faktor utama masalah tersebut berlaku adalah Kuat sangat tengok porn sebelum kahwin Kuat sangat melancap sebelum kahwin . . Sebelum anda pun decide untuk dapatkan khidmat urut batin, baca dulu sampai habis cerita Kamal. . Sesampainya Kamal di pusat urut batin Thailand di Bukit Bintang, awek Thailand kalau betul awek menawarkan Kamal servis melancap! . Habis! Kamal yang memang first time jumpa benda-benda macam ni memang dah tak tahan sangat terus jer setuju dengan servis melancap tu. . Bila dah habis sesi tersebut, Kamal rasa bersalah dan dia sedar yang servis tersebut bukanlah apa yang dia benar-benar perlukan. . Baca Juga Lemah Tenaga Batin – Apa yang Anda Perlu Buat Untuk Atasinya? . . Punca Dapatkan Khidmat Urut BatinUrut Batin – Kegiatan Tidak BermoralUrut Batin Lelaki – TradisionalBoleh Ke Sebenarnya Urut Batin?Anda Perlukan Nasihat PakarKenapa Nasihat Pakar Sangat Penting? . . **Psst Baca sehingga habis ya, ada hadiah menanti anda di akhir artikel ini. . . . Urut Batin – Kegiatan Tidak Bermoral . . Jangan salah faham kerana urut batin lelaki oleh wanita akan jadi kegiatan tidak bermoral kalau anda terikut langkah si Kamal tadi. . Kegiatan urut batin tidak bermoral ini sebenarnya banyak ditawarkan di lokasi-lokasi “panas” yang lebih dikenali sebagai rumah merah. . Mudah jer untuk anda cam tempat ni sebabnya akan ada lampu merah di hadapan premis yang menawarkan khidmat urut batin ditambah dengan servis onani atau servis yang lebih “ganas”. . . Jap. Kami list beberapa lokasi rumah merah yang popular di Malaysia . Bintang Haji Taib Merdeka 4. Brickfields Street . Kalau anda bercadang nak pergi, kami memang tak dapat nak halang cumanya kami nak beritahu anda siap-siap yang perbuatan anda mendapatkan khidmat urut batin dari rumah merah ini adalah sia-sia. . Contoh terbaik adalah si Kamal sebabnya ia langsung tidak memberikan kesan terhadap kesihatan seksual dan tenaga batin. . Apa yang dapat hanyalah keseronokan yang sementara dan kemudian rasa bersalah. . . Urut Batin Lelaki – Tradisional . . Kamal kemudian bertekad untuk mencari servis urut batin yang sebetulnya. . Macam biasa, Google akan menjadi sumber rujukan utama. . Mulanya Kamal terjumpa “urut batin twitter” tapi Kamal tahu yang ia pastinya bukan urut batin yang diperlukan macam servis oleh awek Thailand sebelum ni. . Jadi, Kamal tekad untuk mencari servis urut batin daripada pakcik-pakcik kat kampung yang lebih berpengalaman. . Itupun selepas dia berkongsi pengalaman rumah merah dengan beberapa kawan rapat. . Respons mereka? . . “Dah kau pergi urut dengan awek Thailand kenapa? Memang la dapat servis melancap sekali.” . “Urut batin yang betul ni kau tak sempat terangsang. Rasa sakit sampai senak!” . “Kalau kau jumpa pakcik-pakcik yang buat urut batin tradisional, dia bukan urut kat zakar je.” . “Pakcik-pakcik ni semua ada teknik spesifik untuk setiap urut batin tradisional tu. Memang diwarisi turun temurun.” . Dalam asyik Kamal googling, dia terjumpa iklan macam ni . . Kamal kalah sekali lagi sebabnya dia masih memilih urut batin oleh wanita. . Bukan apa, daripada iklan tersebut dia rasakan yang tukang urut ini macam berpengalaman. . Bila dah setel mengurut, memang rasa senak-senak kat zakar dan ada kesan lebam sikit. . Zakar pun rasa ringan, mungkin placebo effect. . Tapi, Kamal rasa makin pelik sebab dia rasa macam tak ada kesan apa-apa terhadap zakarnya. . . Boleh Ke Sebenarnya Urut Batin? . . Bila dah dua kali dapatkan servis urut batin ni, baru terdetik di hati Kamal untuk mendapatkan informasi yang tepat. . Hasil kajian Kamal mendapati, urut batin sebenarnya tak bagus untuk zakar. . Menurut Prof. Doktor Zulkifli Md. Zainuddin, Perunding Urologi dan Ketua Jabatan Surgeri, Pusat Perubatan UKM dibawah ini. . Urut tenaga batin tidak akan menyelesaikan masalah lemah tenaga batin anda kerana mengikut kajian klinikal, zakar anda adalah ibarat span dimana ia hanya membesar apabila ada tekanan darah didalamnya dan ia berkait rapat dengan saraf. . Jom tonton video ringkas daripada beliau dibawah ini. . . Urutan akan menyebabkan zakar anda lebih mudah untuk rosak terutamanya jika ia diurut dengan kuat kerana zakar dan buah zakar anda adalah organ yang sangat sensitif. . Ditambah pula jika teknik urutan yang dilakukan adalah salah, ia akan merosakkan zakar anda! . Nak tahu apa kes kritikal yang pernah dihadapi oleh Dr. Zulkifli? . Antara kes tersebut adalah Zakar membengkak Saluran kencing rosak Buah zakar lebam . Tak rasa seram sejuk ke kat bahagian zakar anda sekarang? . Baca Juga Ubat Kuat Lelaki – Perbezaan Ubat Kuat Tradisional VS Moden VS Farmasi. Anda Perlu Pilih yang Mana? . . Anda Perlukan Nasihat Pakar . . Pakar yang dimaksudkan adalah pakar kesihatan atau lebih spesifik adalah pakar sakit tuan dimana anda akan mendapat gambaran dan cara sebenarnya berkenaan masalah anda. . Rawatan daripada pakar akan melalui SOP yang lebih terperinci dimana anda akan dapat mengetahui dengan lebih jelas apa sebenarnya masalah yang anda hadapi. . Sebagai contoh, untuk masalah mati pucuk, anda akan melalui 4 tahap rawatan iaitu Proses Pertama – Kaunseling Proses Kedua – Ubatan Proses Ketiga – Rawatan menggunakan vacuum pump Proses Keempat – Pembedahan jika masalah anda terlalu kronik dan perlukan persetujuan anda juga . . Kenapa Nasihat Pakar Sangat Penting? . . Ada kemungkinan masalah yang anda alami berpunca daripada beberapa perkara seperti Gaya hidup anda yang tidak sihat Corak pemakanan anda Penyakit tertentu Psikologi . Setiap masalah memerlukan rawatan yang berbeza dan tiada satu rawatan ideal untuk menyelesaikan kesemua masalah tersebut. . Anda mungkin merasakan anda mengalami masalah mati berkaitan tenaga batin disebabkan oleh psikologi sebagai contoh isteri anda tidak lagi menarik seperti mula-mula kahwin dulu. . Namun, sebenarnya masalah tersebut adalah disebabkan oleh gaya hidup anda yang suka merokok! . Jadi, sudah tentu rawatan untuk tabiat merokok adalah berbeza bukan? . . . . Apa Yang Anda Boleh Lakukan? . . Jika anda masih memilih untuk mendapatkan khidmat urut batin, ia terpulang kepada anda kerana segala risiko adalah 100% tanggung jawab anda sendiri. . Jika terjadi masalah seperti zakar anda lebam dan membengkak serta salur darah zakar anda rosak, mungkin agak terlambat untuk anda mendapatkan khidmat nasihat doktor. . Sebaiknya anda perlu merancang perjumpaan dengan doktor sesegera mungkin untuk menyelesaikan masalah berkaitan batin ini. . Mereka ada penyelesaian terbaik dan kaedah yang 100% lebih selamat berbanding dengan tukang urut batin yang berdasarkan pengalaman semata-mata. . Sekian sahaja perkongsian untuk kali ini dan jangan lupa untuk baca perkongsian kami yang lain juga. Semoga bermanfaat! Hari itu hari Ahad, rutin hidup aku adalah Isnin dan Rabu melayan Lin dan Farah semasa kelas tusyen, Sabtu melayan pensyarah aku di biliknya dan hari Ahad adalah hari untuk diri aku sendiri! Setiap Ahad, aku akan merayau rayau di pasaraya sekitar Johor untuk "mencuci mata" dengan memerhatikan wanita wanita seksi yang berjalan dengan pelbagai jenis saiz tetek. Aku ini memang jenis yang suka melihat ke payudara wanita. Saiz yang lebih besar adalah lebih baik. Tapi jangan tetek besar sebab gemuk! Macam tu aku tak suka. Aku pernah menyapukan air mani aku ke coli perempuan. Memang gila kan aku ini! Selain itu, semasa merayau rayau, aku akan mencari peluang untuk mengintai tetek wanita semasa dia menundukkan badan. Memang itu telah menjadi hobi aku. Ahad 10 pagi. Aku bangun dengan batang yang masih terasa sengal sengal selepas buat 3 round dengan pensyarah aku, Puan Ayuwati sekaligus. Semasa mandi pagi, aku teringat kisah semalam dan aku mula melancap, ah ah ah, sedap juga melancap walaupun tidak seenak bila dimasukkan ke lubang pantat sebenar. Ahad 11 pagi, selepas bersarapan, aku menaiki motosikal RXZ menuju ke pasaraya CS di Johor Baru. Sampai di sana, aku pun mula merayau rayau sendiri. Aku ada juga ajak member aku keluar tadi, tapi dia kata tak senang, kena temankan teman wanita. Aku faham faham saja, entah berapa kali dia kongkek girlfriend dia tu sepanjang hari ini. Ahad 12pm, aku makan tengahhari di restoran N di pasaraya CS. Sambil memesan makanan, aku sempat melirik mata ke belahan baju pelayan kaunter yang cantik itu. Tak nampak sangat, tapi kalau dia tunduk, mesti aku akan nampak bentuk payudaranya. Selepas itu, aku pun menuju ke meja makan. Tiba tiba, aku ternampak suatu iklan. "Urut seluruh badan.. RM 30 saja, contact no xx-xx". Aku berfikir sejenak, kalau "Seluruh Badan", apakah maknanya termasuk batang aku sekali? Ah, peduli apa, sekarang perut aku lapar, jadi mesti diisi dahulu, lain lain benda nanti baru fikir! Ahad 1pm, aku selesai makan dan meninggalkan meja makan. Aku ternampak iklan yang sama sekali lagi, otak aku yang kotor pun berfikir lagi. Sebenarnya, aku baru keluar gaji semalam, duit hasil aku mengajar Lin dan Farah tusyen juga mengajar mereka seks, kepada pembaca yang tak faham maksud aku, bacalah cerita aku yang terdahulu! Jadi, aku rasa RM 30 kira boleh try juga, lagipun badan aku masih sakit sakit digenggam dan ditumbuk tumbuk oleh Puan Ayuwati. Buat pengetahuan pembaca, Puan Ayuwati memang gila gila sedikit, suka melakukan aksi ganas semasa bersetubuh. Masih ingat lagi bagaimana aku dipaksa meminum air kencingnya? Begitulah, aku ditumbuk tumbuk semalam. Nasib baik Puan Ayuwati tak kuat, sebab semasa orgasme dia akan menjerit jerit sambil menumbuk aku dengan sehabis tenaganya. Walaupun tak kuat, tapi bahu aku terasa sakit juga. Maka, aku memutuskan untuk menghubungi nombor itu. Aku memikirkan kalau lelaki yang mengangkat telefon itu, aku akan melupakan saja hasrat aku untuk mengurut. Tapi, ternyata perempuan yang mengangkatnya. Aku pun membuat temujanji di bilik sewa aku. Dari ragam suaranya, aku meneka dia dalam usia 30-an. Ahad 3 pm, pintu aku diketuk. Aku pun cepat cepat bangun dari sofa tengok TV di tempat aku dan membuka pintu. Wah, ternyata sangkaan aku betul. Si tukang urut ini kelihatan berusia 30-an. Aku dapat mencium bau perfume yang wangi dari badannya. Aku mengesyaki dia adalah seorang pelacur! Mekapnya juga terlalu tebal, dan aku teringat iklan di TV sebentar tadi tentang kempen pencegahan penyakit AIDS. "Mahu urut, kan?" dia bertanya. Ya, aku menjawab. Aku pun membawanya ke bilik aku. Dia menyuruh aku menanggalkan pakaian dan tinggalkan hanya celana dalam sahaja. Aku mengikut saja lalu berbaring di atas katil aku. Kemudian, acara mengurut pun bermula. Aku sempat bertanyakan namanya, dia kata namanya Tina saja. Aku tidak berbual panjang dengannya kerana dia tidak begitu serius melayan pertanyaan aku. Cara mengurut Tina sangat baik. Bahu aku yang ditumbuk oleh Puan Ayuwati semalam terasa selesa semasa dipicit picit oleh Tina. Dia memulakan acara mengurut dari bahu, kemudiannya kepala aku. Aku terasa sangat senang semasa diurut oleh Tina. Minyak urut yang digunakan juga wangi. Tina hanya kata minyak itu adalah buatan tradisional kampungnya. Selepas bahu dan kepala, dada aku pula dipicit picitnya. Aku merasa geli semasa dia tersentuh puting aku. Aku menahan gelak, tapi akhirnya tertawa juga. Dia yang melihat keadaan aku sebegitu juga tersenyum sedikit. Eh, manis juga muka dia semasa tersenyum. Selepas dada, kedua dua kaki aku diurut. Kaki aku yang penat setelah merayau di pasaraya tadi terasa ringan dan selesa selepas diurut. Aku merasakan proses mengurut telah selesai. Lalu aku pun bangun dan Tina pun mengemas benda benda. Sambil mengemas benda, Tina menunduk nunduk badannya dan mata keranjang aku pun sempat menoleh ke arah teteknya. Tetek Tina tergolong dalam saiz D, sangat ketara besarnya jika dibandingkan dengan tubuhnya yang kecil. Batang aku naik ketika itu apabila perasan bahawa Tina tidak memakai coli. Kalau diikutkan hati, ingin aku terkam terus Tina pada masa itu juga dan cuba membuat hubungan seks dengannya. Tapi, kempen di TV sebentar tadi menakutkan aku. Aku membayangkan wajah pesakit AIDS yang pucat dan tubuh yang melarat di sana sini. Akhirnya, aku memutuskan untuk cepat cepat ke tandas dan melancap sendiri sahaja. Aku pun melancap, tak sampai 5 minit, air mani pun keluar, ah ah ah. Semasa aku keluar dari tandas, Tina telah duduk di katil aku. Dia meminta bayaran RM 30 itu dan aku pun pergi mengambilnya. Semasa membayar, Tina bertanya sama aku mahu "extra service"? Tepat jangkaan aku, Tina sebenarnya adalah pelacur! Dia mengatakan kalau melancap, RM 10, oral RM 30, dan kalau tempah dia sepanjang hari untuk bersetubuh, harganya RM250. Aku keliru pada masa itu. Aku memikirkan Lin, Farah dan pensyarah aku. Aku tidak mahu menjangkitkan mereka dengan penyakit kelamin. Selain itu, aku memikirkan kalau aku mampu bertahan hingga esok, aku boleh puaskan nafsu aku ke atas Lin dan Farah yang begitu dahagakan batang aku. Tapi, aku tidak dapat menahan diri pada masa itu kerana Tina telah membuka bajunya dan telah telanjang dada. Akhirnya, aku memberinya RM 50 RM 30 untuk urut, RM 20 lagi untuk melancapkan aku dua kali berturut turut. Aku pun tidur terbaring di atas katil aku dan menyuruhnya membuat aku orgasme dengan tangannya. Aku pun melepaskan celana dalam aku, sementara Tina membuat beberapa aksi mengghairahkan lalu berbogel di depan aku. Aku mula menggunakan tangan sendiri untuk melancap. Tapi, Tina menepis tangan aku, dia kata itu adalah tugasnya sekarang. Aku pun membiarkan sahaja Tina dengan tugasnya. Tina membuka sebotol losyen dan menyapu tangannya dengan losyen itu. Selepas itu tangannya menggenggam batang aku dan mula melancapkan aku. Dari perlahan lahan, Tina mula mempercepatkan gerakan tangannya. Tapi, selepas 15 minit, Tina masih melancapkan batang aku tetapi kesannya belum sampai. Kasihan Tina, dia tidak tahu aku telah melancap sendiri di dalam tandas tadi, jadi untuk kali kedua memang susah dia mahu memuaskan aku. Tapi, Tina ternyata profesional, dia membuka lapisan batang aku di bahagian atas kesemuanya, dan kemudian tangannya menumpu di situ. Aku merasa sangat terangsang kerana bahagian itu adalah paling sensitif buat lelaki. Tak samapai 5 minit Tina menumpu di situ, aku klimaks. Tina mengelap air mani aku dengan tisunya. Kemudian, dia membuang tisu itu dan mahu beredar. Aku memanggilnya, "Hey, masih ada lagi sekali. Mengapa kamu mahu pergi sekarang?" Tina terperanjat kerana dia tidak menyangka aku masih bertenanga untuk dilancapnya lagi sekali. Aku berkeras mahukan kembali RM 10 aku jika dia tidak mahu "service" batang aku lagi sekali. Tina akhirnya mengalah dan mula mengurut lagi sekali batang aku. Seperti biasa, batang aku memang susah nak naik dan klimaks jika membuat tiga kali dalm satu round. Tina melancapkan batang aku lama tapi tak naik naik juga. Akhirnya, dia bertanya kepada aku. "I give up, i use my mouth, it's free, do u want it?" Aku menolaknya kerana takut dijangkiti AIDS. Aku memaksanya mengeluarkan air mani aku dengan tangannya. Tapi, selepas 20 minit lagi berlalu, aku tak terasa apa-apa, Tina sangat cepat menggoyangkan dan melancap batang aku, tapi tak berkesan juga. Sekali lagi, dia mahu menggunakan mulutnya, dan aku menolaknya sama sekali. Akhirnya, Tina bertanya, "Is breast fucking OK?" Aku menjawab boleh. Kemudian, dia pun bertukar posisi kepada berbaring di atas katil aku, dan aku menjepitkan batang aku di antara teteknya yang besar itu. Kali ini, aku yang control kelajuan fuck kedua-dua teteknya. Sambil itu, aku memainkan puting teteknya dengan tangan aku. Tina terasa nikmat kerana aku melihatnya menutup mata menikmati semua itu. Oleh kerana aku yang mengawal permainan kali ini, aku pun memancutkan air mani aku selepas 10 minit. Air mani aku bertaburan di mukanya. Aku yang keletihan berbaring sahaja di tepi Tina dan menyuruh Tina balik sendiri dan berpesan kepadanya untuk menutup pintu. Tapi, Tina yang telah aku bangkitkan nafsunya ingin bersetubuh dengan aku. "Ohh, shit, i want to do it with u, it is free, i need it now! Can u fuck me with ur cock?" Aku hanya tersenyum kepadanya sambil berkata, "Sorry, find a dildo dan satisfy yourself, i want only safe sex." Dia nampak sedih dengan jawapan aku dan kemudian beredar selepas mengemas pakaian dan alatannya. Begitulah berakhirnya pengalaman aku dilancap oleh seorang pelacur. Kali pertama, aku service sendiri, kali kedua oleh tangannya, dan kali ketiga aku terpaksa breast fucking pelacur itu kerana geram melihat teteknya yang besar. Kalau difikirkan kembali, aku tidak menyesal kerana tidak membuat hubungan seks dengan Tina. Kalau dia mengurut 1 orang dalam sehari dan telah bergiat dalam bidang ini selama setahun, sekurang kurangnya 365 batang lelaki pernah masuk ke vaginanya. Memikirkan itu, aku sangat takut akan dijangkiti penyakit AIDS! Tapi, kalau sekadar dilancap dan breast fucking tubuhnya, aku rasa aku masih “Pak bisa minta tolong untuk panggilkan Mbok Inem tukang urut itu?? Badanku agak pegal dan mau mriang nih”kataku dgn minta – pintu depan diketok orang dan bergegas aku keluar, ternyata yg dateng Pak Hartoyo dgn perempuan muda lumayan cakep bersih orangnya, tertegun aku jadinya.“Mas Andi, ini anaknya Mbok Inem, terpaksa saya bawa karena ibunya sedang pulang kampung beberapa Hari itu hari Ahad, rutin hidup aku adalah Isnin dan Rabu melayan Lin dan Farah semasa kelas tusyen, Sabtu melayan pensyarah aku di biliknya dan hari Ahad adalah hari untuk diri aku sendiri! Setiap Ahad, aku akan merayau rayau di pasaraya sekitar Johor untuk “mencuci mata” dengan memerhatikan wanita wanita seksi yang berjalan dengan pelbagai jenis saiz tetek. Aku ini memang jenis yang suka melihat ke payudara wanita. Saiz yang lebih besar adalah lebih baik. Tapi jangan tetek besar sebab gemuk! Macam tu aku tak suka. Aku pernah menyapukan air mani aku ke coli perempuan. Memang gila kan aku ini! Selain itu, semasa merayau rayau, aku akan mencari peluang untuk mengintai tetek wanita semasa dia menundukkan badan. Memang itu telah menjadi hobi aku. Ahad 10 pagi. Aku bangun dengan batang yang masih terasa sengal sengal selepas buat 3 round dengan pensyarah aku, Puan Ayuwati sekaligus. Semasa mandi pagi, aku teringat kisah semalam dan aku mula melancap, ah ah ah, sedap juga melancap walaupun tidak seenak bila dimasukkan ke lubang pantat sebenar. Ahad 11 pagi, selepas bersarapan, aku menaiki motosikal RXZ menuju ke pasaraya CS di Johor Baru. Sampai di sana, aku pun mula merayau rayau sendiri. Aku ada juga ajak member aku keluar tadi, tapi dia kata tak senang, kena temankan teman wanita. Aku faham faham saja, entah berapa kali dia kongkek girlfriend dia tu sepanjang hari ini. Ahad 12pm, aku makan tengahhari di restoran N di pasaraya CS. Sambil memesan makanan, aku sempat melirik mata ke belahan baju pelayan kaunter yang cantik itu. Tak nampak sangat, tapi kalau dia tunduk, mesti aku akan nampak bentuk payudaranya. Selepas itu, aku pun menuju ke meja makan. Tiba tiba, aku ternampak suatu iklan. “Urut seluruh badan.. RM 30 saja, contact no xx-xx”. Aku berfikir sejenak, kalau “Seluruh Badan”, apakah maknanya termasuk batang aku sekali? Ah, peduli apa, sekarang perut aku lapar, jadi mesti diisi dahulu, lain lain benda nanti baru fikir! Ahad 1pm, aku selesai makan dan meninggalkan meja makan. Aku ternampak iklan yang sama sekali lagi, otak aku yang kotor pun berfikir lagi. Sebenarnya, aku baru keluar gaji semalam, duit hasil aku mengajar Lin dan Farah tusyen juga mengajar mereka seks, kepada pembaca yang tak faham maksud aku, bacalah cerita aku yang terdahulu! Jadi, aku rasa RM 30 kira boleh try juga, lagipun badan aku masih sakit sakit digenggam dan ditumbuk tumbuk oleh Puan Ayuwati. Buat pengetahuan pembaca, Puan Ayuwati memang gila gila sedikit, suka melakukan aksi ganas semasa bersetubuh. Masih ingat lagi bagaimana aku dipaksa meminum air kencingnya? Begitulah, aku ditumbuk tumbuk semalam. Nasib baik Puan Ayuwati tak kuat, sebab semasa orgasme dia akan menjerit jerit sambil menumbuk aku dengan sehabis tenaganya. Walaupun tak kuat, tapi bahu aku terasa sakit juga. Maka, aku memutuskan untuk menghubungi nombor itu. Aku memikirkan kalau lelaki yang mengangkat telefon itu, aku akan melupakan saja hasrat aku untuk mengurut. Tapi, ternyata perempuan yang mengangkatnya. Aku pun membuat temujanji di bilik sewa aku. Dari ragam suaranya, aku meneka dia dalam usia 30-an. Ahad 3 pm, pintu aku diketuk. Aku pun cepat cepat bangun dari sofa tengok TV di tempat aku dan membuka pintu. Wah, ternyata sangkaan aku betul. Si tukang urut ini kelihatan berusia 30-an. Aku dapat mencium bau perfume yang wangi dari badannya. Aku mengesyaki dia adalah seorang pelacur! Mekapnya juga terlalu tebal, dan aku teringat iklan di TV sebentar tadi tentang kempen pencegahan penyakit AIDS. “Mahu urut, kan?” dia bertanya. Ya, aku menjawab. Aku pun membawanya ke bilik aku. Dia menyuruh aku menanggalkan pakaian dan tinggalkan hanya celana dalam sahaja. Aku mengikut saja lalu berbaring di atas katil aku. Kemudian, acara mengurut pun bermula. Aku sempat bertanyakan namanya, dia kata namanya Tina saja. Aku tidak berbual panjang dengannya kerana dia tidak begitu serius melayan pertanyaan aku. Cara mengurut Tina sangat baik. Bahu aku yang ditumbuk oleh Puan Ayuwati semalam terasa selesa semasa dipicit picit oleh Tina. Dia memulakan acara mengurut dari bahu, kemudiannya kepala aku. Aku terasa sangat senang semasa diurut oleh Tina. Minyak urut yang digunakan juga wangi. Tina hanya kata minyak itu adalah buatan tradisional kampungnya. Selepas bahu dan kepala, dada aku pula dipicit picitnya. Aku merasa geli semasa dia tersentuh puting aku. Aku menahan gelak, tapi akhirnya tertawa juga. Dia yang melihat keadaan aku sebegitu juga tersenyum sedikit. Eh, manis juga muka dia semasa tersenyum. Selepas dada, kedua dua kaki aku diurut. Kaki aku yang penat setelah merayau di pasaraya tadi terasa ringan dan selesa selepas diurut. Aku merasakan proses mengurut telah selesai. Lalu aku pun bangun dan Tina pun mengemas benda benda. Sambil mengemas benda, Tina menunduk nunduk badannya dan mata keranjang aku pun sempat menoleh ke arah teteknya. Tetek Tina tergolong dalam saiz D, sangat ketara besarnya jika dibandingkan dengan tubuhnya yang kecil. Batang aku naik ketika itu apabila perasan bahawa Tina tidak memakai coli. Kalau diikutkan hati, ingin aku terkam terus Tina pada masa itu juga dan cuba membuat hubungan seks dengannya. Tapi, kempen di TV sebentar tadi menakutkan aku. Aku membayangkan wajah pesakit AIDS yang pucat dan tubuh yang melarat di sana sini. Akhirnya, aku memutuskan untuk cepat cepat ke tandas dan melancap sendiri sahaja. Aku pun melancap, tak sampai 5 minit, air mani pun keluar, ah ah ah. Semasa aku keluar dari tandas, Tina telah duduk di katil aku. Dia meminta bayaran RM 30 itu dan aku pun pergi mengambilnya. Semasa membayar, Tina bertanya sama aku mahu “extra service”? Tepat jangkaan aku, Tina sebenarnya adalah pelacur! Dia mengatakan kalau melancap, RM 10, oral RM 30, dan kalau tempah dia sepanjang hari untuk bersetubuh, harganya RM250. Aku keliru pada masa itu. Aku memikirkan Lin, Farah dan pensyarah aku. Aku tidak mahu menjangkitkan mereka dengan penyakit kelamin. Selain itu, aku memikirkan kalau aku mampu bertahan hingga esok, aku boleh puaskan nafsu aku ke atas Lin dan Farah yang begitu dahagakan batang aku. Tapi, aku tidak dapat menahan diri pada masa itu kerana Tina telah membuka bajunya dan telah telanjang dada. Akhirnya, aku memberinya RM 50 RM 30 untuk urut, RM 20 lagi untuk melancapkan aku dua kali berturut turut. Aku pun tidur terbaring di atas katil aku dan menyuruhnya membuat aku orgasme dengan tangannya. Aku pun melepaskan celana dalam aku, sementara Tina membuat beberapa aksi mengghairahkan lalu berbogel di depan aku. Aku mula menggunakan tangan sendiri untuk melancap. Tapi, Tina menepis tangan aku, dia kata itu adalah tugasnya sekarang. Aku pun membiarkan sahaja Tina dengan tugasnya. Tina membuka sebotol losyen dan menyapu tangannya dengan losyen itu. Selepas itu tangannya menggenggam batang aku dan mula melancapkan aku. Dari perlahan lahan, Tina mula mempercepatkan gerakan tangannya. Tapi, selepas 15 minit, Tina masih melancapkan batang aku tetapi kesannya belum sampai. Kasihan Tina, dia tidak tahu aku telah melancap sendiri di dalam tandas tadi, jadi untuk kali kedua memang susah dia mahu memuaskan aku. Tapi, Tina ternyata profesional, dia membuka lapisan batang aku di bahagian atas kesemuanya, dan kemudian tangannya menumpu di situ. Aku merasa sangat terangsang kerana bahagian itu adalah paling sensitif buat lelaki. Tak samapai 5 minit Tina menumpu di situ, aku klimaks. Tina mengelap air mani aku dengan tisunya. Kemudian, dia membuang tisu itu dan mahu beredar. Aku memanggilnya, “Hey, masih ada lagi sekali. Mengapa kamu mahu pergi sekarang?” Tina terperanjat kerana dia tidak menyangka aku masih bertenanga untuk dilancapnya lagi sekali. Aku berkeras mahukan kembali RM 10 aku jika dia tidak mahu “service” batang aku lagi sekali. Tina akhirnya mengalah dan mula mengurut lagi sekali batang aku. Seperti biasa, batang aku memang susah nak naik dan klimaks jika membuat tiga kali dalm satu round. Tina melancapkan batang aku lama tapi tak naik naik juga. Akhirnya, dia bertanya kepada aku. “I give up, i use my mouth, it’s free, do u want it?” Aku menolaknya kerana takut dijangkiti AIDS. Aku memaksanya mengeluarkan air mani aku dengan tangannya. Tapi, selepas 20 minit lagi berlalu, aku tak terasa apa-apa, Tina sangat cepat menggoyangkan dan melancap batang aku, tapi tak berkesan juga. Sekali lagi, dia mahu menggunakan mulutnya, dan aku menolaknya sama sekali. Akhirnya, Tina bertanya, “Is breast fucking OK?” Aku menjawab boleh. Kemudian, dia pun bertukar posisi kepada berbaring di atas katil aku, dan aku menjepitkan batang aku di antara teteknya yang besar itu. Kali ini, aku yang control kelajuan fuck kedua-dua teteknya. Sambil itu, aku memainkan puting teteknya dengan tangan aku. Tina terasa nikmat kerana aku melihatnya menutup mata menikmati semua itu. Oleh kerana aku yang mengawal permainan kali ini, aku pun memancutkan air mani aku selepas 10 minit. Air mani aku bertaburan di mukanya. Aku yang keletihan berbaring sahaja di tepi Tina dan menyuruh Tina balik sendiri dan berpesan kepadanya untuk menutup pintu. Tapi, Tina yang telah aku bangkitkan nafsunya ingin bersetubuh dengan aku. “Ohh, shit, i want to do it with u, it is free, i need it now! Can u fuck me with ur cock?” Aku hanya tersenyum kepadanya sambil berkata, “Sorry, find a dildo dan satisfy yourself, i want only safe sex.” Dia nampak sedih dengan jawapan aku dan kemudian beredar selepas mengemas pakaian dan alatannya. Begitulah berakhirnya pengalaman aku dilancap oleh seorang pelacur. Kali pertama, aku service sendiri, kali kedua oleh tangannya, dan kali ketiga aku terpaksa breast fucking pelacur itu kerana geram melihat teteknya yang besar. Kalau difikirkan kembali, aku tidak menyesal kerana tidak membuat hubungan seks dengan Tina. Kalau dia mengurut 1 orang dalam sehari dan telah bergiat dalam bidang ini selama setahun, sekurang kurangnya 365 batang lelaki pernah masuk ke vaginanya. Memikirkan itu, aku sangat takut akan dijangkiti penyakit AIDS! Tapi, kalau sekadar dilancap dan breast fucking tubuhnya, aku rasa aku masih selamat.

cerita seks tukang urut