cerita seks perkosa tante

PerkosaIstri Teman Sampai Tak Berdaya Ayah tiri dan anak, cerita seks memeksiana com, bokel sd, vidio bokep jual pacar, MEMEK ABG SMA, bokep tante hot indo, cerita bokep ibu kandung dengan sd, ngentot terbaru, Poto gadis payudara besar mulus bugil, video abg semok indonesia sek, foto tante cantik, remaja ngentot, kumpulan memek miyabi hot CeritaDewasa - Aku dan istriku tak pernah memiliki apa yang anda biasa sebut dengan kehidupan seks yang menarik. Saat kami melakukan seks, biasanya hanya dalam posisi yang wajar saja. Irama kehidupan seks kami yang boleh kukatakan membosankan itulah, aku mulai berfantasi tentang 'hal dan orang lain'. Untuk bahan fantasiku, aku membiasakan menonton film porno Read More » ceritasex isteri di rogol, Cerita Dewasa Pelampiasan Istri Teman - Aku mempunyai sahabat namaknya Rifki, dia sudah mempunyai istri namanya Hana senah janji Mereka berpacaran sejak mereka kuliah Aku kata kalau nak ikut aku kena tolong kejutkan aku pagi - pagi sebab aku ni masuk kerja ikut suka hati, sebab aku boss kecik kat ofis abah kat atas abah kat atas. CeritaSex ML Tante Waktu Ditempat Dapur. 👉 NOVELBASAH.CLUB 💦 Cerita ini bermula saat aku masih duduk dikelas 3 smu. Oh ya Namaku Wawan, umurku sekarang 26 tahun. Ada sebuah cerita sex yang sampai saaat ini masih saja terus kukenang dan selalu kuingat. yaitu sebuah kejadian mesum dengan tanteku yang masih terus kuingat sampai saat ini.. Saat sma aku dititipkan kepada seorang tanteku. 3gpcerita sex ibu muda di perkosa, nikmatya ngentot cewek madrasah berjilbab xcerita, cerita sex kisah seks dewasa bergambar 2019, kelentitkuning cerita ibu ngentot cerita ngentot tante cerita panas ibu mertua cerita keloni pembantu cerita sex, cerita seks gairah ibu berjilbab selingkuh kamis februari 18th 2016 cerita dewasa cerita mở bài bằng lí luận văn học. Cerita Pengen - Perawan - ABG - Pemerkosaan - Sedarah - Hari itu kebetulan suasana rumah ku sedang sepi. Di karenakan istri ku sedang pergi ada acara di rumah saudara nya di daerah Semarang dan akan kembali seminggu lagi. Plus pembantu ku yang turut menemaninya. Sehabis dari kantor sore itu, aku pulang dan sesampainya di dalam rumah, ku lihat sesosok perempuan berjilbab putih lengkap dengan seragam putih abu-abunya yang serba panjang. Dia adalah keponakan ku Rika yang sedang tertidur di sofa ruang tamu dengan tv yang masih menyala. Rika masih kelas 1 SMK. Dia sering main ke rumah ku selepas pulang sekolah, jadi nya dia bebas keluar masuk rumah. Ku lihat Rika yang tertidur di sofa dengan rok abu-abu panjang semata kaki namun agak ketat sehingga sepasang pahanya yang indah nampak terlihat sekal dari balik roknya. Dadanya yang mulai ranum berkembang nampak membusung dari balik hem putih OSIS lengan panjangnya. Melihat pemandangan seperti itu bangkitlah ku dekati Rika dan duduk di samping nya sambil kuusap-usap pahanya yang sekal dari luar rok abu-abu semata kaki yang dipakainya. Dengan penuh perasaan kuraba-raba pahanya hingga naik terus sampai ke pangkal dengan sangat hati-hati kusingkap rok seragam abu-abu panjangnya keatas hingga tampak celana dalam Rika yang berwarna putih krim, Selaras sekali dengan pahanya yang putih mulus. Setelah kusingkap roknya perlahan kuraba belahan vagina keponakanku yang berjilbab putih itu dari luar celana aku asyik meraba-raba kemaluannya, Rika terbangun dari tidurnya dan kaget melihat rok abu-abu panjang yang dikenakannya sudah tersingkap dan nampak olehnya aku yang sedang meraba-raba vaginanyanya.”Jjaangannn..ommmm….jangannnn,,,jangan…”, seraya mencoba berdiri dari Rika berhasil berdiri dari sofa buru-buru kutindih tubuhnya hingga terhimpit tubuhku sambil membungkam mulutnya dengan tanganku, dsn tanganku yang satunya meraih celana dalam siswi jilbab ini. “Brettt…”, kutarik celana dalam Rika hingga kugosok kemaluan keponakanku ini dengan jemariku. Setelah 15 menit kugosok-gosok kemaluannya dengan jari hingga terasa basah, kulepas pakaianku hingga yang sudah keras tegak mengacung langsung kuarahkan ke vagina Rika yang telentang di sofa. Keponakanku berjilbab putih dan masih lengkap mengenakan seragam sekolahnya namun sudah tersingkap rok abu-abu panjangnya sepinggang menangis sejadi-jadinya tatkala kutekan penisku masuk membelah gundukan vagina yang masih perawan kepala penisku mulai penetrasi masuk kulihat Rika menjerit kesakitan.“Aaaakkkhhh,,,!”, namun jeritannya tertahan karena terlebih dahulu kubungkam dengan tanganku. Gadis cantik berjilbab putih ini hanya bias menangis seraya mengeleng-gelengkan kepalanya menahan sakit yang timbul dari perbuatanku. Kupaksa batang kemaluanku untuk masuk lebih dalam ke liang surganya batang penisku sudah masuk menembus liang vaginanya, dan terasa ada sesuatu yang mengalir di sela-sela vaginanya. Ternyata darah perawan siswi berjilbab keponakanku ini mengalir hinga membasahi sofa ruang dengan usaha sekuat tenaga penisku terbenam juga seluruhnya. Sesaat kudiamkan di dalam seraya meresapi betapa nikmatnya jepitan nan hangat liang surga milik Rika. ”Ssshhh…ohh,,,nikmattt banget punya kamu Rikaaahh…..oohhh”, racauku sembari mulai menggenjot vagina siswi berjilbab putih keponakanku ini.“Ukkkhh…hehhh…”, desah Rika seakan membalas racauanku seraya mengeleng-gelengkan kepala yang masih terbalut jilbab putihnya. Air matanya nampak mengucur deras dari kedua kelopak matanya yang terpejam menahan perih persetubuhan paksa ini. Cerita Sex - Setelah 5 menit menyetubuhi Rika dengan gaya missionary, tanpa mencabut penisku dari liang surgawi Rika, kubalik tubuhnya dan kuposisikan agar menungging dan kedua tangannya bertumpu pinggiran sofa. “Awas kalau kamu teriak om bunuh!’, ancamku lagi. Setelah pas posisinya menungging, kusibakkan lagi rok abu-abu panjangnya sepinggang. Begitu indah pemandangan di hadapanku ini. Keponakanku yang masih mengenakan jilbab putih serta hem putih lengan panjangnya namun rok rok abu-abu panjangnya sudah tersingkap sepinggang hingga kemontokan belahan pantatnya yang putih mulus seakan menantang untuk minta disodok sejadi-jadinya. Lalu seraya mencengkeram bongkahan pantat yang padat nan kenyal itu kumulai menyodok-nyodok liang surgawinya dari belakang. “Oouhh…aaakkhh..ampunnnnn ommmm…sakittttttt…sakiittttt!”, teriaknya tatkala hentakan keras penisku menghujam keras dari belakang. Wajahnya yang manis terbalut jilbab putih nampak mendongak dan meringis kesakitan. Lalu disela-sela genjotanku kuremas-remas buah dadanya yang masih terbungkus hem putih OSIS lengan panjangnya, “SShhh..oooohhhhh,,,ooohhhhh enak bangetttt memekmu Rikaaaa,,,,”, racauku sembari memeluknya dari belakang dan meremas bongkahan buah dadanya yang masih terbungkus hem putih OSIS lengan panjangnya.“Aaahhh…uuhhhh…”, desahnya dengan mata terpejam seraya kedua tangannya mencengkeram pinggiran sofa 20 menit kugenjot keponakan berjilbabku ini dengan posisi kesukaanku ini. Dan nampak ia makin kepayahan. Hem dan jilbab putihnya sudah awut-awutan. Begitu pula rok abu-abu panjang semata kaki yang kusingkapkan sepinggang. Semuanya sudah nampak lepek basah oleh keringat persetubuhan terlarang merasa akan mendekati puncaknya. Sudah terasa spermaku bergejolak mendesak untuk keluar dari sarungnya. Lalu seraya mencengkeram kepalanya yang berjilbab kutarik tubuh Rika hingga merapat ketubuhku hingga kini posisi kami duduk berpangkuan dengan tubuh Rika yang membelakangiku. • DIRI KU YANG KINI LIAR DAN SUKA SEKSKu percepat sodokanku hingga bunyi benturan pantat keponakanku dengan selangkanganku semakin terdengar kencang,“Plakk…ceplakk!”. “Uhh…Rikkahh!”, seruku sejadi-jadinya menahan nikmat hendak mencapai klimaks seraya mencengkeram dan meremas kuat-kuat kedua payudara siswi berjilbab keponakanku. Rika yang sedang kugenjot dalam kecepatan penuh ini dari belakang hanya biasa merintih-rintih seraya memegangi kedua pergelangan tanganku yang sedang meremas-remas kedua buah Rika yang sudah amat kepayahan menghadapi serangan penisku mendadak mendadak bergetar hebat. Tubuhnya melengkung kebelakang hingga kepalanya yang berbalut jilbab putih itu menempel di pundakku. Nampaknya dia telah mencapai puncak orgasmenya. Dan bersamaan dengan itu pula, “ Aaahh…Riikkaahh…nniihhh!!”, akupun mencapai puncak orgasme sembari menyodok dalam-dalam penisku ke dalam liang surga Rika.”Crrooottt,,.crooot….crottt”, spermaku menyembur kedalam rahimnya bercampur dengan cairan kewanitaan yang juga menyembur berbarenganLalu kami berdua tersungkur lemas diatas sofa dengan posisi tubuhku menindihnya dari belakang. Setelah beberapa saat tenagaku pulih, aku bangkit seraya mencabut penisku dari lubang kemaluan keponakan berjilbabku ini, seraya berkata, “Awas kalau Rika berani bilang siapa-siapa”, ancamku sambil memakai pakaian gue yang berserakan di lantai. ”Sekarang mandi sana biar segar”, titahku padanya yang masih tertunduk letih dan lemah di pinggir sofa. Perlahan siswi berjilbab keponakanku itu bangkit dan pergi ke kamar mandi dengan seragam sekolahnya yang sudah awut-awutan serta ada noda darah dan sperma menempel di ujung kain rok abu-abu semata tersenyum penuh kemenangan kutepuk pantatnya yang bahenol itu, sembari mengingatkan, “Ingat, mulai besok kamu harus sering-sering nginep disini. Om masih pengen terus menikmati memekmu yang hangat itu.” Dan dengan tatapan kosong, keponakanku yang berjilbab itu hanya mengangguk lemah tanpa mengucap sepatah katapun. Kuperkosa Tanteku Yang Judes. Waktu itu aku sedang berlibur di kota Bandung, nginap dirumah Om ku adik mama yang paling kecil. Mereka memang 7 bersaudara dan mamaku yang paling tua. aku saat itu berumur 20 tahun dan omku berumur 35 tahun. Istri om ku tante Ida berumur 27 tahun, orangnya sangat cantik dan mempunyai tubuh yang mungil tapi padat. Pantatnya bebar-benar montok dengan pinggang yang ramping dan perut yang datar, maklum mereka belum mempunyai anak, biarpun sudah kawin hampir 3 tahun. Akan tetapi tante Ida yang cantik itu, orangnya sangat judes, dia tidak memandang mata keluargaku, maklum kami hanya biasa-biasa saja, sedangkan tante Ida datang dari keluarga yang sangat kaya di kota Surabaya, dia hanya 2 bersaudara dan Ida adik perempuannya yang berumur 22 tahun, masih kuliah di ITB dan tinggal dirumah om dan tante Ida di Bandung. Selama aku berada dirumah om ku ini, hampir setiap hari tante Ida mengomel saja, karena dia memang sangat benci kalau aku menginap dirumah mereka. Disamping aku memang termasuk anak yang bandel, biarpun secara postur tubuh, aku sudah kelihatan sangat dewasa, karena tinggi badanku 175 cm dengan tubuh yang berotot, tante Ida curiga saja dan menganggap aku sering menerima duit dari om ku, pada hal sangat jarang om ku memberi aku duit. Saat ini aku nginap di rumah mereka, sebenarnya hanya terpaksa saja, karena aku sedang berlibur di Bandung dan ibuku memberitahukan kepada om ku yang memaksa aku tinggal dirumahnya. Hari ini entah mengapa aku merasa suntuk banget sendirian, kemarin sore sebelum om ku pulang dari kantor, tante Ida marah-marah dan menunjukan muka cemberut terhadap saya. Saat itu rumah berada dalam keadaan sepi, om sudah pergi kekantor, Mbak Ani adik tante Ida sedang pergi kuliah, Bik Suti lagi pergi ke pasar, dan tante Ida katanya mau pergi ke arisan. Tadi sebelum pergi dengan nada yang setengah membentak, tante Ida menyuruh saya menjaga rumah. “Dari pada BT sendiri, mending nonton BF aja di kamar,” pikirku. TV mulai kunyalakan, kuambil CD porno yang kemarin kupinjam ditempat persewahan dekat rumah, adegan-adegan panas nampak di layar. Mendengar desahan-desahan artis BF yang cantik dan bahenol tersebut membuat aku terangsang. Dengan lincahnya tanganku melucuti celana beserta CD-ku sendiri. Burungku yang sedari tadi tegak mengacung kukocok perlahan. Film yang kutonton itu cukup panas, sehingga aku menjadi semakin bergairah. Kutanggalkan pakaian yang masih melekat, akhirnya tubuhku tanpa ada penutup sekalipun. Kocokan tanganku semakin cepat seiring dengan makin panasnya adegan yang kutonton. Kurasakan ada getaran dalam penisku yang ingin meyeruak keluar. Aku mau orgasme, tiba-tiba… “Anton.. apa yang kamu lakukan!!” teriak sebuah suara yang aku kenal. “Ooooohh… Tante…?!” aku kaget setengah mati dan sangat bingung sekali saat itu. Tak kusangka tante Ida yang katanya mau pergi arisan bisa kembali secepat itu. Tanpa sadar aku bangkit berdiri dan kudekati tante Ida yang cantik tapi judes itu, yang masih berdiri dalam keadaan kaget dengan mata membelalak melihat keadaanku yang telanjang bulat dengan penisku yang panjang dan besar dalam keadaan tegang itu. Tiba-tiba entah setan mana yang mendorongku, secara refleks saja aku menyergap dan mendekap tubuh tante Ida yang mungil padat itu. Badannya yang mungil dan tingginya yang hanya sampai sebahu dari ku, ku bekap dengan kuat dan kutarik agak keatas, sehingga tante Ida hanya berdiri dengan ujung jari kakinya saja dengan kepala agak tertengadah keatas, karena kaget. Dengan cepat kucium dan kulumat bibir tipisnya yang seksi. “Eeeehhhh… ppppffffff…!!! badan tante Ida seketika mengejang dan agak menggeliat menerima perlakuan yang tidak pernah dia sangka akan berani aku lakukan itu dan sesaat kemudian dia mulai memberontak dengan hebat, sehingga ciumanku terlepas…. “Anton.. jangan kurang ajar.. berani benar kau ini.. ingat, Toonnn.. Aku ini istri om mu…!!! Cepat lepas… nanti kulaporkan kau ke om mu…” teriak tante Ida dengan suara garang mencoba mengancamku. Aku tak lagi peduli, salah tante Ida sendiri sih, orang mau orgasme kok diganggu. Dengan buasnya aku jilat belakang telinga dan tengkuknya, kedua payudaranya yang biarpun tidak terlalu besar, tapi padat itu langsung kuramas-ramas dengan buas, sampai tante Ida menjerit-jerit. Disamping nafsuku yang memang sudah menggila itu, ada juga rasa ingin balas dendam dan mau mengajar adat padanya atas perlakuan dan pandangannya yang sangat menghina padaku. Dia mencoba berteriak, tapi dengan cepat aku segera menciumnya lagi. Ada kali 10 menit aku melakukan hal itu, sementara tante Ida terus meronta-ronta, dan mengancamku serta mencaci maki, entah apa saja yang dikatakannya, aku sudah tidak memperdulikannya lagi. Aku terus menyerangnya dengan buas dan mengelus-elus dan meramas-ramas seluruh tubuhnya sambil terus mencium mulutnya dengan rakus. Dia tidak dapat melepaskan diri dari dekapanku, karena memang tubuhku yang tinggi 175 cm dengan badan yang atletis dan berotot, tidak sebanding dengan tubuh tante Ida yang 155 cm dan mungil itu. Akibat seranganku yang bertubi-tubi itu, lama kelamaan kurasakan tidak ada lagi perlawanan dari tante Ida, entah karena dia sudah lelah atau mungkin dia mulai terangsang juga. Merasa sudah tidak ada perlawanan lagi dari tante Ida, penisku yang panjang dan besar yang sudah sangat tegang itu kugosok-gosok pada perutnya dan kemudian kuraih tangannya yang mungil dan kuelus-elus ke penisku, tangan mungilnya kugosok-gosok, mengocok penisku yang mulai mengeras. Tubuhnya terasa mengejang, akan tetapi kedua matanya masih terpejam, dan tidak ada perlawanan darinya. Kemudian ketika dengan perlahan kubuka baju tante Ida, dia dengan lemah masih mencoba menahan tanganku, akan tetapi tanganku yang satu mengunci kedua tangannya dan tanganku yang lain membuka satu demi satu kancing-kancing blusnya, dan perlahan-lahan mempertontonkan keindahan tubuh di balik kain itu. Setelah berhasil membuka blus dan BH-nya, kuturunkan ciumanku menuju ke payudara tante Ida yang padat berisi… “Tooonnnn… aaammmpuunn… Toonnnnn… iiii.. iiingaaattttt.. Tooonnn..!!!” Kucium dan kulumat putingnya yang berwarna kecoklatan itu. Terkadang kugigit dan kupuntir putingnya, sementara kusingkap roknya dan jari-jariku mulai mengelus-elus kemaluannya yang masih tertutup CD. Iiiiiiiiii..ooohhhhhhh..aaaagggghh hhhhh..ssssshhhhhhh..Toooonnnnn! !!!! akibat perlakuanku itu, kayaknya tante Ida mulai terangsang juga, itu terasa dari tubuhnya yang mengejang kaku dan dengusan nafasnya makin terdengar kuat. Aku makin memperhebat seranganku dan tiba-tiba tubuh tante Ida bergetar dengan kuat dan.. “Aaaahhhhhh..Toooonnnnjaaa..jaaa nnn oooohhhhhhhaaaaaggggghhhaaaaggghhh .aaaaggggggggghhhhh!!!!! akhirnya, disertai tubuhnya yang mengejang dan menggeliat-geliat kuat, serta kedua tangannya mendekap punggung cairan kewanitaan tante Ida membasahi CD nya sekalian jemariku. Setelah masa orgasmenya berlalu, terasa badan tante Ida melemas terkulai dalam dekapanku dan kedua matanya masih terpejam rapat, entah perasaan apa yang sedang bergelora dalam tubuhnya, puas, malu atau putus asa akibat perlakuanku terhadap nya , sehingga dia mencapai orgasme itu. Tarikan nafasnya masih terengah-engah. Kami terdiam sejenak, sementara tubuh tante Ida bersandar lemas dalam dekapanku dengan mata. Jemari lentik tante Ida masih menggenggam penisku yang masih tegak mengacung. Akhirnya secara perlahan-lahan kepala tante Ida menengadah keatas dan terlihat pandangan matanya yang sayu menatapku, sehingga menambah kecantikan wajahnya dan secara lembut terdengar suaranya “ apa yang kau perbuat pada tantemu ini.????? Eeeehhmmmmaafkan Anton lupa tante tadi masuk tiba-tiba selagi Anton akan mencapai tante sendiri pulatante amat cantik sihhh..!!!!!! sahutku mencari-cari alasan sekenanya. Sekarang kayaknya tante Ida sudah pasrah dan sambil tanganya masih menggenggam penisku katanya lagi.. Tooonnnn..punya kamu gede amat yaaaa????. Punya Om mu nggak sampai segede ini..!!” “Aaahhhhh, tanteapa betull?????!” memang penis ku panjangnya 20 cm dan gede juga dengan kepalanya yang bulat besar, apalagi kalau lagi sangat bernafsu begini. Jemari lentik tante Ida yang tadinya hanya menggenggam saja, kini mulai memainkan penisku dengan manja. Seperti mendapat mainan baru, tangan tante Ida tak mau lepas dari situ. “Taaannnnn., kok diiiii..diidiamin aja, dikocok dong, Taannn. biar enaaakkk.!!!!” “Ton, Ton.. kamu keburu nafsu perlahan-lahan kedua tanganku menekan bahu tante Ida, sehingga tubuh tante Ida berjongkok dan sesaat kemudian kepalanya telah sejajar dengan selangkanganku. Kedua tangannya segera menggenggam penisku dan kemudian tante Ida mulai menjilati kepala penisku dengan lidahnya. Bergetar seluruh tubuhku menerima rangsang dari mulut tante Ida. Dijilatnya seluruh batang kemaluanku, mulai dari pangkal sampai ujung. Tak ada bagian yang terlewat dari sapuan lidahnya. Dikocoknya penisku didalam mulutnya, tapi tak semuanya bisa masuk. Mungkin hanya 3/4 nya saja yang dapat masuk ke mulut tante Ida. Kurasakan dinding tenggorokan tante Ida menyentuh kepala penisku. Sungguh sensasi sangat luar biasa menjalar ke seluruh tubuhku. Cukup lama juga tante Ida mengulum penisku. Kurasakan batang penisku mulai membesar dan makin mengeras. Dari dalam kurasakan ada sesuatu yang memaksa untuk keluar. Merasa aku akan keluar, tante Ida semakin cepat mengocok batang kemaluanku. “Taaannnnn..ah..aohh.. taaannn.. Anton mo keluar,.aaauuugghhhh..taaannnn..!!!!!!!” Akhirnya..Croott..croott..croottt.. Hampir sepuluh kali cairan itu menyembur dari ujung penisku. Diminumnya air maniku dengan, dijilatinya semua, sampai tak ada lagi cairan yang tersisa. Meskipun sudah keluar tetapi penisku tetap saja masih tegar, meski tak seberapa keras lagi. Melihat itu, tante Ida mencium-cium kepala penisku dan menjilat-jilatnya hingga bersih. Kemudian kutarik berdiri tubuh tante Ida dan kudorong ke tempat tidur, sehingga tante Ida terlentang diatas tempat tidur. Dengan cepat kulucuti rok sekalian CD nya, sehingga sekarang tante Ida terlentang diatas tempat tidur dengan tubuhnya yang mungil tapi padat itu berada dalam keadaan telanjang bulat. Tante Ida hanya menatap ku dengan pandangan yang sayu dan terlihat pasrah. Aku naik keatas tempat tidur dan kedua kakinya kupentang lebar-lebar dan aku berjongkok diantara kedua pahanya yang terpentang membuka lebar kemaluannya yang telah licin, siap untuk diterobos. Kupegang batang penisku dan kugosok-gosok sepanjang bibir kemaluannya, sambil kutekan-tekan pelahan. Merasakan gesekan-gesekan lembut vagina tante Ida, penisku mulai mengeras kembali. Ku ambil tangan tante Ida dan ku tempatkan pada batang penisku, segera digengamnya penisku dan diarahkan ke lubang kemaluannya. Dengan sedikit gerakan menekan, kepala penisku perlahan-lahan mulai masuk setengah ke lobang kemaluan tante Ida. Terasa lobang kemaluan tante Ida sangat sempit mencengkeram batang kemaluanku. Dinding kemaluan tante membungkus rapat batang kemaluanku, kutekan lagi dan tubuh tante Ida menggeliat “Oooooohhhhhh… Toooonnnn… bee.. beeeesaaarrrr aaaaa.. maaaattttt.. pe.. peeelaaan… pee laaan… Tooooonnnnn… ooooohhhhh..!!!!!” tante Ida merintih perlahan. Secara pelan dan hati-hati aku menekan batang kemaluanku makin dalam… terus… terus…. ooohhhhhh… eeeenna aaak… benaaarrrr… terasa jepitan kuat dinding kemaluan tante Ida yang menjepit rapat batang kemaluanku. Perasaanku terasa melayang-layang dilanda kenikmatan yang tidak terlukisakan ini.. “Taaaaannnnnooohhhhhh..eeee euuuuunnaaaakkkkkkkktaannnnn.!!!!” Dengan kedua paha yang terkangkang lebar-lebar dan kedua tangannya berpegang pada pinggangku, tante Ida memandang ku dengan tatapan sayu, terlihat sangat cantik dan menawan, sehingga aku yang sedang bertumpu diatasnya perasaanku terasa menggila, melihat dan merasakan wanita cantik dan ayu yang berbadan mungil tapi padat ini, terlentang pasrah dibawahku, menerima seluruh perlakuanku. Kugerakan perlahan-lahan pinggulku menekan kebawah, sehingga penisku terbenam makin dalam kelobang kemaluannya, dalam.. dalam.. terus terus.. daannnn.. .kemudian ujung kepala penisku terasa mentok, karena beberapa kali tubuh tante Ida mengejang ketika aku mencoba menekan lebih kuat, aku kemudian mulai menarik keluar dan selanjutnya memompa keluar masuk. Dengan bersemangat aku mulai menaik-turunkan tubuhku. Gerakan naik-turun yang terkadang diselingi dengan gerakan memutar, sungguh merupakan sensasi yang sangat luar biasa. Apalagi posisi kedua paha tante Ida terkangkang lebar-lebar, membuat tikaman-tikamanku terasa jauh didalam dasar lobang kemaluannya. Aku dapat melihat payudara tante Ida bergerak-gerak keatas kebawah setiap kali aku menekan masuk penisku dalam-dalam sehingga kedua selangkangan kami berhimpit rapat-rapat. Kemudian kurasakan otot-otot kemaluan tante Ida dengan kuat menyedot penisku. Semakin lama kurasa semakin kuat saja kemaluan tante Ida menjepit penisku. Kulihat wajah tante Ida nampak makin memerah menahan orgasme keduanya yang akan melandanya sebentar lagi. “ Aaaagggghhhhhh.. Oouggg.. hhaa..hhaa Toooonn taaannnnteeeeemaaa. Maaauuuukeee keeeeluaraarrrr lagi, Toonnnnn!!!!!!!.” Dan.. Seeeeerrrr..kurasakan cairan hangat membasahi penisku. Sementara nafsuku sudah sangat memuncak menuntut penyelesaiannya, aku sudah tidak bisa lagi bertindak halus, tanpa banyak bicara, segera saja kupompa pantatku dengan cepat dan gencar, mendapat serangan yang agak kasar dan tiba-tiba itu tante Ida menjerit-jerit kesakitan. Meskipun lobang kemaluan tante Ida telah basah dan licin banget, tapi tetap saja terasa seret untuk ukuran penisku yang besar. Tak kuhiraukan lagi suara tante Ida yang menjerit-jerit kesakitan, yang ada dipikiranku saat itu adalah aku ingin segera mengakhiri permainan ini dan merasakan nikmat yang akan datang padaku. Kurasakan otot-otot penisku mulai berdenyut-denyut dengan kerasnya, ada sesuatu yang berusaha untuk keluar dari batang penisku. Kucoba untuk menahannya selama mungkin agar tidak segera keluar, tapi jepitan dinding kemaluan tante Ida akhirnya meruntuhkan pertahananku. “Aaaaaauuddddduuhhhh… taaannnnnn… teeeee… oooooohhhhh..!!!!” keluhan panjang penuh kenikmatan keluar dari mulut ku disertai dengan croott.. semburan..maniku menyemprot dengan kuat, mengisi relung-relung terdalam lobang kemaluan tante Ida, kemudian badanku tertelungkup lemas menidih badan mungi tante Ida, sementara kuubiarkan penisku tetap didalam kemaluan tante Ida untuk merasakan sisa-sisa orgasmeku. Kurasakan kemaluan tante Ida tetap saja berdenyur-denyut, meski tak sekuat tadi. “Taannnn, terima kasih ya, udah mau temenin Anton main.!!!!” kataku dengan manja. “Kamu, tuh, Ton, kalau lagi nafsu jangan main maksa dong, masak tantemu sendiri kamu perkosa juga..!!!!” “Iiihhhhhtante..tapi tante senang ..????” “Iya.. siiihhh.!!!!!” kata tante Ida malu-malu. Sejak saat itu sikap tante Ida terhadapku berobah seratus persen, biarpun sikap kami ini tetap terjaga dihadapan om dan adik tante Ida. Aku dan tante Ida sering berhubungan sex bersama kalau rumah lagi sepi. Aku makin merasa sayang saja terhadap tante Ida, apalagi tante Ida melayani nafsu sex saya dengan rela dan sepenuh hati. Tamat. Baca juga Akibat Kawin Paksa ​Saya Dito…..umur 23 tahun baru lulus dari salah satu universitas ternama di Malang. Dan saya berasal dari keluarga baik-baik. Kejadian ini dimulai ketika saya menginap di rumah om saya di daerah sidoarjo. Om saya telah menikah dan memiliki 2 anak lelaki yang lucu umur 3 dan 5 tahun, serta memiliki istri yang cukup cantik menurut saya umurnya sekitar 27 tahun. Perkosa Tante Montok saya sendiri tinggal disurabaya kurang lebih jarak tempat tinggalku dengan tante adalah 19 Km…………………….. Awal kejadiannya adalah pada hari sabtu malam saya mendengar pertengkaran di rumah tersebut, yang tidak lain adalah om saya dengan tante saya. Ternyata penyakit gatel’ om saya kambuh lagi yaitu sering pergi ke diskotik bersama temannya. Hal tersebut sangat menyakitkan tante saya, karena di sana om saya akan mabuk-mabukan dan terkadang pulangnya bisa pada hari Minggu malam. Entahlah apa yang dilakukan di sana bersama teman-temannya. Dan pada saat itu hanya aku bertiga saja di rumah saya, Om Pram dan Tante Sis. “Brak..” suara gelas pecah menghantam pintu, cukup membuat saya kaget, dan om saya dengan marah-marah berjalan keluar kamar. Dari dalam kamar terdengar tante saya berteriak, “Nggak usah pulang sekalian, cepet ceraikan aku.” Dalam hatiku berkata, “Wah ribut lagi.” Om Pram langsung berjalan keluar rumah, menstarter mobil Tarunanya dan pergi entah ke mana. Di dalam kamar, aku mendengar Tante Sis menangis. Aku mau masuk ke dalam tapi takut kena damprat olehnya kesalahan Om Pram dilimpahkan kepadaku. Tapi aku jadi penasaran juga. Takut nanti terjadi apa-apa terhadap Tante Sis. Maksudku akibat kecewa sama Om Pram dia langsung bunuh diri. Pelan-pelan kubuka pintu kamarnya. Dan kulihat dia menangis menunduk di depan meja rias. Aku berinisiatif masuk pelan-pelan sambil menghindari pecahan gelas yang tadi sempat dilemparkan oleh Tante Sis. Kuhampiri dia dan dengan pelan. Aku bertanya, “Kenapa Tan? Om kambuh lagi?” Dia tidak menjawab, hanya diam saja dan sesekali terdengar isak tangisnya. Cukup lama aku berdiri di belakangnya. Pada waktu itu aku hanya memandangnya dari belakang, dan kulihat ternyata Tante Sis mengenakan baju tidur yang cukup menggiurkan. Pada saat itu aku belum berpikiran macam-macam. Aku hanya berkesimpulan mungkin Tante Sis mengajak Om Pram, berdua saja di rumah, karena anak-anak mereka sedang pergi menginap di rumah adik Tante Sis. Dan mungkin juga Tante Sis mengajak Om bercinta karena baju yang dikenakan cukup menggiurkan, daster tipis, dengan warna pink dan panjang sekitar 15 cm di atas lutut. Tetapi Om Pram tidak mau, dia lebih mementingkan teman-temannya dari pada Tante Sis. Tiba-tiba Tante Sis berkata, “To, Om kamu kayaknya udah nggak sayang lagi sama Tante. Sekarang dia pergi bersama teman-temannya ke Surabaya, ninggalin Tante sendirian di rumah, apa Tante udah nggak cakep lagi.” Ketika Tante Sis berkata demikian dia berbalik menatapku. Aku setengah kaget, ketika mataku tidak sengaja menatap buah dadanya kira-kira berukuran 34. Di situ terlihat puting susunya yang tercetak dari daster yang dikenakannya. Aku lumayan kaget juga menyaksikan tubuh tanteku itu. Aku terdiam sebentar dan aku ingat tadi Tante Sis menanyakan sesuatu, aku langsung mendekatinya dengan harapan dapat melihat payudaranya lebih dekat lagi. “Tante masih cantik kok, dan Om kan pergi sama temannya. Jadi nggak usah khawatir Tan!” “Iya tapi temennya itu brengsek semua, mereka pasti mabuk-mabukan lagi dan main perempuan di sana.” Aku jadi bingung menjawabnya. Secara refleks kupegang tangannya dan berkata, “Tenang aja Tan, Om nggak bakal macem-macem kok.” tapi pikiranku sudah mulai macam-macam. “Tapi Tante denger dia punya pacar di surabaya, malahan Tante kemarin pergoki dia telponan ama cewek, kalo nggak salah namanya Sella.” “Masak Om tega sih ninggalin Tante demi cewek yang baru kenal, mungkin itu temennya kali Tan, dan lagian Tante masih tetap cantik kok.” Tanpa Tante Sis sadari tangan kananku sudah di atas paha Tante Sis karena tangan kiriku masih memegang tangannya. Perlahan-lahan pahanya kuusap secara halus, hal ini kulakukan karena aku berkesimpulan bahwa tanteku sudah lama tidak disentuh secara lembut oleh lelaki. Tiba-tiba tanganku yang memegang pahanya ditepis oleh Tante Sis, dan berdiri dari duduknya, “To, saya tantemu saya harap kamu jangan kurang ajar sama Tante, sekarang Tante harap kamu keluar dari kamar tante sekarang juga!” Dengan nada marah Tante Sis mengusirku. Cukup kaget juga aku mendengar itu, dan dengan perasaan malu aku berdiri dan meminta maaf, kepada Tante Sis karena kekurangajaranku. Aku berjalan pelan untuk keluar dari kamar tanteku. Sambil berjalan aku berpikir, aku benar-benar terangsang dan tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan ini. Sejak aku putus dengan pacarku, terus terang kebutuhan biologisku kusalurkan lewat tanganku. Setelah sampai di depan pintu aku menoleh kepada Tante Sis lagi. Dia hanya berdiri menatapku, dengan nafas tersenggal-senggal mungkin marah bercampur sedih menjadi satu. Aku membalikkan badan lagi dan di pikiranku aku harus mendapatkannya malam ini juga. Dengan masa bodoh aku menutup pintu kamar dari dalam dan menguncinya, lalu langsung berbalik menatap tanteku. Tante Sis cukup kaget melihat apa yang aku perbuat. Otakku sudah dipenuhi oleh nafsu binatang. “Mau apa kamu To?” tanyanya dengan gugup bercampur kaget. “Tante mungkin sekarang Om sedang bersenang-senang bersama pacar barunya, lebih baik kita juga bersenang-senang di sini, saya akan memuaskan Tante”. Dengan nafsu kutarik tubuh tanteku ke ranjang, dia meronta-ronta, tetapi karena postur tubuhku lebih besar tinggiku 182 cm dan beratku 75 kg, sedangkan Tante Sis memiliki tinggi tubuh sekitar 165 cm dan berat kurang lebih 50 kg aku dapat mendorongnya ke ranjang, lalu menindihnya. “Lepasin Tante, Dito,” suara keluar dari mulutnya tapi aku sudah tidak peduli dengan rontaannya. Dasternya kusingkap ke atas. Ternyata Tante Sis tidak mengenakan celana dalam sehingga terpampang gundukan bukit kemaluannya yang menggiurkan, dan dengan kasar kutarik dasternya bagian atas hingga payudaranya terpampang di depanku. Dengan bernafsu aku langsung menghisap putingnya, tubuh tanteku masih meronta-ronta, dengan tidak sabar aku langsung merobek dasternya dan dengan nafsu kujilati seluruh tubuhnya terutama payudaranya, cukup harum tubuh tanteku. Akibat rontaannya aku mengalami kesulitan untuk membuka pakaianku, tapi pelan-pelan aku dapat membuka baju dan celanaku. Sambil membuka baju dan celanaku itu, dengan bergantian tanganku mengusap bukit kemaluannya yang menurutku mulai basah mungkin Tante Sis sudah mulai terangsang walaupun masih berkurang tetapi frekuensinya agak menurun sedikit. kemaluanku telah berdiri tegak dan kokoh nafsu telah menyelimuti semua kesadaranku bahwa yang kugeluti ini adalah isteri pamanku sendiri….yaitu tanteku…. Dengan tidak sabar aku langsung berusaha membenamkan kejantananku ke liang TANTEKU……….. , Aku agak kesulitan menemukan celah kewanitaan tanteku,kadang kemaluanku meleset keatas dan bahkan kadang meleset kearah lubang anus tanteku . ini disebabkan tanteku bergerak kesana kemari berusaha menghindar dan menghalangi kemaluanku yang sudah siap tempur ini……………………… …………….. “To, jangan To, aku Tantemu tolong lepasin To, ampun, Tante minta ampun”. Aku sudah tidak peduli lagi Rengekannya. …….usahaku kepalang tanggung dan harus berhasil……karena gagalpun mungkin akibatnya akan sama bahkan mungkin lebih fatal akibatnya……. Ketika lubang senggamanya kurasa sudah pas dengan dibantu cairan yang keluar dari liang kewanitaannya aku langsung menghujamkan senjataku. “Auuhh, sakit To, aduh.. Tante minta ampun.. tolong To jangan lakukan …..lepasin Tante To..” Ketika mendengar rintihannya, aku jadi kasihan, tetapi senjataku sudah di dalam, “Maaf Tante, saya sudah tidak tahan dan punyaku sudah terlanjur masuk nih…..,” bisikku ke telinganya. Tante Sis hanya diam saja. Dan tidak berkata apa-apa. Dengan pelan dan pasti aku mulai memompa kemaluanku naik turun, ……..tanteku menggelinjang hebat…..seakan akan masih ada sedikit pemberontakan dalam dirinya…. ssshhhhhhhhh….tanteku hanya mendesis lirih sambil menolehkan kepalanya kekiri dan kekanan tak mau menatap wajahku…….kemudian Dia hanya diam pasrah dan kulihat air matanya berlinang keluar. Kucium keningnya dan bibirnya, sambil membisikkan, “Tante, Tante masih cantik dan tetap mengairahkan kok, saya sayang Tante, bila Om sudah tidak sayang lagi, biar Dito yang menyayangi Tante.” Tante Sis hanya diam saja, dan kurasakan pinggulnya pun ikut bergoyang seirama dengan goyanganku. kemaluanku kudorong perlahan …seakan ingin menikmati kenyamanan ini dengan waktu yang lama…….. cllkk…. bunyi badanku beradu dengan badan tanteku…….seirama keluar masuknya kemaluanku kedalam liang senggamanya yangbetul betul enak…… … Kira-kira 10 menit aku merasakan liang kewanitaan tanteku semakin basah dan kakinya menyilang di atas pinggulku dan menekan kuat-kuat mungkin tanteku sedang orgasme………………….. ………………………… ….. kudiamkan sejenak …..kubiarkan tanteku menikmati orgasmenya………kubenamkan lebih dalam kemaluanku ,sambil memeluk erat tubuhnya iapun membalasnya erat…..kurasakan tubuh tanteku bergetar…. kenikmatan yang dahsyat telah didapatkannya……. kubalik badan tanteku dan sekarang dia dalam posisi diatas……kemaluanku masih terbenam dalam kewanitaan tanteku……tapi dia hanya diam saja sambil merebahkan tubuhnya diatas tubuhku,….lalu kuangkat pinggul tanteku perlahan…..dan menurunkannya lagi….kuangkat lagi……dan kuturunkan lagi…….kemaluanku yang berdiri tegak menyodok deras keatas …kelubang nikmatnya…… ahirnya tanpa kubantu ….tanteku menggoyangkan sendiri pantatnya naik turun….. oooooooccchhhhhhhh…….aku yang blingsatan kenikmatan… rupanya tanteku mahir dengan goyangannya diposisi atas…. kenikmatan maximum kudapatkan dalam posisi ini…. rupanya tanteku mengetahui keadaan ini …ia tambah menggoyang goyangkan pantatnya meliuk liuk persis pantat Anisa bahar penyanyi dangdut dengan goyang patah patahnya……. oooooochhhhhh,…………sshh h……kali ini aku yang mirip orang kepedasan aku mengangkat kepalaku…kuhisap puting susu tanteku….. ia mengerang……..goyangannya tambah dipercepat…. dan 5 menit berjalan …….tanteku bergetar lagi……ia telah mendapatkan orgasmenya yang kedua…… pundakku dicengkeramnya erat…… ssshhhhhhh………bibir bawahnya digigit…sambil kepalanya menengadah keatas….. “to….bangsat kamu…….tante kok bisa jadi gini…..ssssshhhh ….tante udah 2 kali kluarrrrrrrr…”….. aku hanya tersenyum….. “tulangku rasa lepas semua to….” aku kembali tersenyum… “tante gak pernah klimaks lebih dari 1 x kalo dengan ommu..” kubalik kembali badan tanteku dengan posisi konvensional.. kugenjot dengan deras kewanitaannya….. oooohhh.. tanteku kembali menggeliat pinggulnya mulai bergoyang pula mengimbangi genjotanku………….. aku pun sudah kepengen nyampe……. dan tidak lama kemudian akupun mengeluarkan spermaku di dalam liang senggamanya. ssshhhhhh……aaachhhhhhh…. ……………. spermaku tumpah dengan derasnya kedalam liang senggama tanteku…….. mata tanteku sayu menatapku klimaks……… permainan panjang yang sangat melelahkan……yang diawali dengan pemaksaan dan perkosaaan yang ahirnya berkesudahan dengan kenikmatan puncak yang sama sama diraih……. kulihat terpancar kepuasaan yang amat sangat diwajah tanteku………………….. “kamu harus menjaga rahasia ini to…..” aku hanya mengangguk…. dan sekarang tanteku tak perduli lagi kalau om ku mau pulang atau tidak……. karena kalau om ku keluar malam maka tanteku akan menghubungiku via HP untuk segera kerumahnya. Kuperkosa Tante Pipit di Gudang Tua – Kali ini aku akan menceritakan Cerita Sex Tante Pipit yang kuperkosa disebuah Gudang Tua. Mau tahu kelanjutan ceritanya? Langsung aja yuk baca dan simak baik-baik cerita dewasa ini. Panggil saja aku Ihksan. Aku pria berumur 22 tahun. Aku kuliah di Yogja, dan aku tinggal bersama tanteku. Tanteku bernama Tante Pipit. Usianya sekitar 32 thn, tinggi badanya sekitar 165cm, dan dadanya wooow… mungkin berukuran 36 B, pantatnya pun sungguh sintal. Tante Pipit adalah janda kembang yg bekerja sebagai seorang akuntan di Yogya. Sebagai laki-laki normal siapa saja yg melihat Tante Pipit pasti akan terpesona, tdk terkecuali aku. Suatu sore ketika Tante Pipit sedang mandi, aku memberanikan diri untuk mengintip lewat lubang kunci. Aku melihat dgn jelas tubuh polos dirinya. aku melihat “melon” nya yg besar, indah yg sangat mantap jika kunikmati batinku. kulihat puting mungilnya yg bewarna kecoklatan, lembahnya yg ditutupi oleh “rerumputan kecil”. Secara tdk sadar “Pisang Ambonku membesar”. Ketika, Tante Pipit hendak keluar dar kamar mandi aku segera meninggalkan kamar mandi dan duduk disofa ruang santai. Masih terlintas bayangan tubuh polos Tante Pipit tadi. Aku lihat Tante Pipit menuju kamarnya hanya dgn berbalut handuk. Kulihat pantatnya yg sekal dan ingin sekali kumeremasnya. Selang 20 menit kemudian Tante Pipit keluar dari kamarnya dan mengenakan Kemeja Putih ketat selaras dgn rok hitam yg ketat pula. “Ihksan, jaga rumah dulu y…?Tante mau pergi meeting sebentar dgn karyawan tante. Pulangnya sekitar jam 9 malam. ” katanya. “Oke, Tante” kataku. Lalu tante segera menuju garasi dan segera menyalakan mobilnya. Setelah tante pergi aku iseng kekamarnya. Aku, masuk kekamarnya yg tdk terkunci itu. Aku kagum melihat keartistikan kamarnya. Aku segera membuka lemari pakaiannya. Dilemarinya kutemukan 2 buah vibrator miliknya. Aku pun maklum karena Tante Pipit sudah janda selama 2 thn. Aku segera mencari benda yg kuinginkan. Tak lama kemudian aku menemukan CD warna pink miliknya beserta Bra pink miliknya yg besar. Branya saja besar apalagi dlmnya, kataku dlm hati. Ukuran Branya kira-kira 36 B. Aku segera mengambil kedua barang itu lalu bergegas menuju kamarku. Aku segera menciumi dan menjilati BHnya, seolah-olah aku menciumi dan menjilati payudaranya yg montok. Setelah puas menciumi dan menjilati branya, aku segera mempermainkan celana dalam sexy miliknya. Aku raba-raba dan kujilati celana dalamnya seolah-olah aku sedang meraba dan menjilati Meqinya. Kemaluanku semakin mengeras dan tdk sanggup lagi menahan magma yg akan keluar. Aku segera mengeluarkan K0ntolku dan segera mengocoknya. Tdk lama kemudian aku arahkan k0ntolku di CD, lalu keluarlah sperma kentalku membasahi CD pink miliknya. Cerita Sex Perawan “Oh…… yeeessss…. ” jeritku kepuasan beronani dgn CD nya. Akupun segera bergegas untuk mandi. Jam menunjukkan pukul 19. 10. Tak lama kemudian terdengar mesin Mercy S Class milik Tante Pipit. Lalu Tante Pipit membuka pintu depan. “Lagi nonton apaan San…?” katanya mengkagetkanku “Lagi nonton Sketsa Tan” kataku. “Oyaa…, nich ada oleh-oleh kue buat kamu” katanya “Terima kasih Tan” jawabku. Aku segera memakan kue yg diberikan tante, seraya menyaksikan tante berjalan menuju kamarnya. Tak begitu lama tante keluar dgn setelan dress warna ungu, dgn belahan dada yg sedikit terbuka. “Kamu sudah makan, San…?” katanya “Sudah tan” jawabku “Kalau begitu makan dulu y. ” katanya lagi “Oke tan” jawabku 15 menit kemudian Tante Pipit selesai makan dan segera bergabung denagnku menonton kelucuan Sketsa. Tante duduk disebelahku, sesekali aku mencuri pandang kepayudaranya yg besar itu. Jantungku berdegum kencang menyaksikan payudaranya montok terbungkus dress warna ungu. Seolah-olah dress warna ungu yg dikenakannya tdk sanggup menahan dadanya yg montok itu. Jam menunjukkan pukul 21. 30. “San, tante tidur dulu y. ” katanya “Y” jawabku singkat Pukul aku bergegas untuk pergi tidur. Keesokan harinya pukul 07. 00 aku bangun dari ranjangku dan segera bergegas menuju kamar mandi. Aku lihat Tante Pipit sudah siap untuk kekantor. Aku segera masuk kekamar mandi. Ketika sedang asyik mandi, Tante Pipit mengetuk pintu kamar mandi “Tante berangkat dulu y…” katanya “Y, tante” jawabkuku. 5 menit kemudian aku keluar kekamar mandi dan bergegas menuju kamar untuk berpakaian. Tdk lama kemudian aku sudah rapi dan siap berangkat kekampus. Aku segera menuju garasi, lalu kunyalakan motor Ninja 250cc milikku. Seusai kuliah usai aku segera menemui ke 4 temanku yg juga memiliki maniak sex. Kami berlima segera merencanakan untuk mengerjai Tante Pipit. Hari yg direncanakan pun tiba. Kami berlima menunggu Tante Pipit dipersimpangan jalan dekat kantornya. Pukul 18. 00 yg ditunggu akhirnya keluar dari kantor. Kami segera mengikuti Tante Pipit dari belakang. Didlm mobil, aku menumpahkan banyak cairan Chlorofom untuk membius Tante Pipit. Akhirnya Tante Pipit sampai dirumahnya. Aku melihat keadaan disekitarku, keadaan jalan komplk perumaha sepi. Segera aku turun dari mobil, lalu menyekap hidung tante dari belakang dgn menggunakan sputangan yg sudah diberi Chlorofom. Tante sempat meronta-ronta, tp tangan kananku mencengkram kuat tubuhnya. Tdk berapa lama kemudian tante pun tertidur. Aku segera menggendong tubuhnya dan segera berlari menuju mobil. Anton segera memembukakan pintu mobil untukku. Sementara itu, Bobby segera memasukkan Mercy S Class tante kedlm garasi. Setelah Bobby selesai, kami segera meninggalkan tempat itu dan segera menuju tempatyg sudah kami rencanakan sebelumnya. Setelah didlm mobil, aku segera melepasan topeng yg aku kenakan. “Kamu, gila juga y San. Tante sendiri mau ditiduri” kata Bobby kepadaku. “Tante, kamu sexy juga y…?” kata Anton yg duduk disebelah Tante seraya meremas-remas dadanya. “Eh, Bob kamu bawa handicamkan…?” kataku kepada Bobby yg duduk dibelakang. “Bawa” katanya seraya mengeluarkan handicam dari ranselnya. “Siap rekam Bob” kataku seraya mengulum bibir sexynya. Aku dan Anton bergantian mengulum bibir sexynya. Aku dan Anton meremas-remas dadanya yg sekal itu. Sementara Bobby asyik merekam adegan kami. Tyo, yg duduk didepanku dan Rizal yg sedang menyetir asyik melihat adegan kami lewat kaca tengah yg ada dimobil. 30 menit kemudian, am sampai digudang tua yg sudah tdk terpakai. Mobil Avanza milik Rizal diparkir didlm gudang. Kami pun segera turun. Aku menggendong tubuh Tante Pipit yg tengah tertidur. Kami segera mencari tempat untuk membaringkan tubuh Tante Pipit. Aku menemukan sebuah meja besar, usang, dan berdebu. Aku segera membaringkan tubuhnya ke meja tersebut. Kami pun segera mengundi untuk menentukan siapa yg pertama menikmati tubuhnya. Beruntung, aku yg pertama menikmati tubuhnya, yg berikutnya Tyo, Bobby, Rizal, yg terakhir Anton. “Shit… aku dapat ampas…!!!” gerutu Anton. Aku segera melepaskan celana jeansku, kemudian kulepaskan CD ku. K0ntolku yg telah mengeras segera meloncat keluar. Kemudian, kulepaskan satu persatu kancing kemeja kantor milik Tante Pipit. Setelah lepas kancing terakhirnya, aku segera melepaskan kemejanya lalu kelemparkan ke bawah. “Wooow…. ” sontak Bobby yg merekam tubuh tante Setelah itu aku mebuka pengait restliting rok warna hitamnya. Kuturunkan perlahan-lahan kuturunkan restlitingnya. Laluku pelorotkan roknya. Lalu, kulempar roknya kelantai. Kini tubuh tante hanya berbalut BH warna hitam dan CD dgn warna yg sama. Aku segera naik kemeja. Aku, segera melumat bibir sexynya, kujilati belakang telinga kanannya, dan kugigit mesra telinga kanannya. Setelah puas aku segera melepaskan pengait BHnya. Setelah lepas, segera kujatuhkan BH hitamnya kelantai. Kini dihadapanku terhampar tubuh polos bagian atas milik Tante Pipit. Kuraba-raba, kuremas-remas perlahan payudaranya. Remasanku perlahan-lahan semakin keras, puas meremas dadanya aku segera memilin-milin mesra puting mungil miliknya. Setelah puas, aku segera menjilat-jilati puting kecoklatan miliknya. Kujilati puting yg kanan lalu yg kiri berulang-ulang. seraya tanganku meremas-remas dadanya. Ketiga temanku duduk di lantai seraya menyaksikan adeganku dgn Tante Pipit. Puas dgn dadanya, segera kulepaskan CD sexy warna hitam miliknya. Setelah itu, kulemparkan CDnya kelantai. Aku, takjub dgn Meqinya yg ditumbuhi reremputan kecil. “Damn…. Shiit…. ” sontak Bobby lagi. Aku meraba-raba bibir Meqinya yg ditumbuhi rerumputan kecil. Kumasukan jari tengahku kedlm meqinya. Kucoblos-cobloskan jari tengahku semakin lama semakin liar. Setela puas segera kulepaskan jari tengahku dari meqinya. Lalu, kucari-cari Clitorisnya dgn jari manisku. Kutemukan Clitorisnya, lalu kepencet-pencet Clitoris mungilnya, kujilat-jilati Clitorisnya berulang-ulang. Tiba-tiba aku merasakan bibirku basah oleh cairan kental dari meqi Tante Pipit. Hm… tampaknya tante orgasme nich” kataku dlm hati. Setelah itu aku mulai mengepaskan K0ntolku dgn Meqinya. Setelah K0ntolku masuk semuanya, aku segera menggerakkan maju-mundur tubuhku. K0ntolku dgn leluasa keluar masuk di Meqinya. Sementara bibirku asyik melumat bibir sexy miliknya, dan tanganku memeluk punggung sintalnya. 25 menit kemudian aku tdk sanggup lagi menahan gejolak magmaku yg akan keluar. Akhirnya Spermaku keluar didlm meqinya. Aku kemudian melepaskan K0ntolku yg belepotan cairankudan cairan dari meqi Tante Pipit. Kubuka mulutnya sexynyadan kuhadapkan ke k0ntolku, lalu kumasukkan k0ntolku kedlmnya. Kumaju-mundurkan kepala tante. Lalu, Spermaku keluar lagi didlm mulutnya. Setelah itu giliran Tyo, kulihat Tyo membersihan sisa-sisa spermaku di Meqi dan bibir Tante Pipit. Sekaran giliranku melihat adegan sex tanteku dgn Tyo. Tyo melalukan adegan sex yg hamir a dgn apa yg aku praktekkan tadi. 20 menit pun berlalu dan Tyo pun sudah selesai ngesex dgn tanteku. Kini giliran si Bobby. Ketika iliran Bobby aku yg menjadi cameramennya untuk adegan sex Bobby dgn Tanteku. 25 menitpun berlaludan Bobby pun sudah selasai ngesex dgn Tante Pipit. Kini giliran Rizal. 30 Menit kemudian Rizal telah selesai. Dan, yg terakhir Anton. 30 menitpun berlalu, Anton pun telah selesai dgn tubuh tante. Kami pun tdk puas kalau hanya ngesex sekali dgn Tante Pipit. Kami pun menggilirnya lagi, sesuai dgn undian tadi. Kami menggilirnya samapai kami merasa puas. Kira-kira pukul 02. 00 ketika giliran Anton ngesek dgn tante, tante perlahan-lahan mulai sadar. Aku segera melempar topeng ke Rizal dan Rizal pun sudah memakai topengnya. Ketika Tante Pipit sepenuhnya tersadar kami sudah memakai topeng masing-masing. Tante terkejut ketik tubuhnya bugil dan K0ntol Anton masih menancap dimeqinya. Tangen Rizal mencoba menahan gerakan kedua tangannya. Tampaknya Anton kewalahan menghadapinya. Kamipun segera membantu Anton memegangi tangan, kaki, dan tubuhnya erat-erat. Tp, tubuh, dan tangan tante meronta lebih keras daripada yg tadi. Lalu, Bobby segera mengambil pistol mainan yg mirip dgn yg asli ke kepala Tante Pipit. “Diam…. !!!! ” bentak Bobby seraya memukulkan gagang pistol mainan itu kepelipis kiri Tante Pipit Darah segar mengalir dari pelipis kirinya. “Apa mau kalian…?” katanya sambil menangis “Yg, kami mau adalah tubuh kamu yg sexy untuk melayani nafsu kami semalaman” kata Bobby menunjuk kearah kami semua. Tante Pipit pun terlihat pasrah dan terus menangis tdk percaya kalau tubuhnya akan kami gilir semalaman. Anton pun segera melanjutkan menggoyang tubuh tante, sementara Bobby masih menodongkan pistol mainan kekepala Tante Pipit. “Yaik…. ” erang tante mengerang keras ketika Anton menggoyang tubuhnya dgn keras. Setelah puas menggoyang tubuh tante, Anton segera mengeluarkan Spermanya didlm Meqinya. Setelah itu giliranku. Kutarik paksa kedua tangan tante, lalu menyuruh tante berlutut. Kujejalkan K0ntolku dibibir indahnya. Kupaksa bibirnya agar membuka. Lalu kujejalkan K0ntolku didlm bibirnya. Kulihat Tante Pipit menangis, tp ku acuhkan saja. kugerakkan kepalanya maju mundur dgn paksaan tanganku. Puas dgn gerakkan tadi aku segera menyuruh Tante berbaring di meja. Aku tarik tubuh indahnya hingga ketepi meja, dan kuangkat pahanya tinggi-tinggi. Kumasukkan K0ntolku dgn keras kedlm Meqinya. Kugoyang keras tubuhnya, seraya kedua tanganku meremas-remas dadanya. Setelah puas kulepaskan k0ntolku dari meqinya. “Achh… achh…” erangnya seraya menitikkan air mata, ketikaku mulai menggoyang tubuhnya dgn keras. Lalu, aku naik ke kemeja dan menyuruh tante untuk posisi menunging. Tante sudah dgn posisi menungging. Aku segera mengepaskan k0ntolku dgn meqinya. Segera kumasukkan k0ntolku kedlm meqinya. Dinding meqinya seolah menekan keras k0ntolku. Segera kugoyang hebat tubuhnya, kuremas-remas pantat sintalnya, sesekali aku remas dadanya yg menggantung dan bergoyang mengikuti irama. Kuletakkan kedua tangan tante dipunggungnya, lalu kutarik punggungnya kebelakang. Kukecupi telinga kanandan kugigit mesra telinga kanannya. Kemudian kugoyang hebat tubuhnya, dan kedua tanganku meremas-remas payudaranya dgn keras. “Augh…. Achhhh…” erangnya Magmaku sudah tdk sabar untuk keluar. Segera saja kutumpahkan magmaku didlm meqinya. Setelah aku, kini giliran keempat temanku. Setelah keempat temanku selesai menggilir Tante Pipit, aku berencana membuat adegan yg lebih hot lagi. Aku, Tyo, Bobby bergabung satu group. Sedangkan Rizal, dan Anton bergabung satu group. Aku segera tidur terlentang diatas meja, lalu kusuruh Tante Pipit naik keatas tubuhku. Tante Pipit mengepaskan meqinya dgn k0ntolku. Setelah masuk, tante menggoyang tubuhnya perlahan. Tante tdk tahu kalau Tyo naik kemeja tepat dibelakangnya. Tyo segera menunggingkan tubuhnya, lalu mengepaskan k0ntolnya dgn lubang duburnya. Perlahan-lahan k0ntol Tyo mulai masuk dilubang duburnya. Tante pun sempat meronta-ronta kesakitan, ketika k0ntol Tyo yg besar itu masuk kelubang duburnya. Darah segar keluar dari lubang dubur Tante Pipit. Ketika k0ntolnya telah masuk semuanya dilubang duburnya Tyo, segera menggoyang tubuh tante perlahan. “Accchhh…. acchh…” erangnya. Ketika tante mengerang kenikmatan, Bobby segera naik keatas meja. Boby berdiri tepat dihadapan Tante Pipit. Bobby mengangkat kepala Tante Pipit, danmenjejalkan k0ntol perkasanya dimulutnya. Kini mulut tante asyik mengulum k0ntol Bobby. Gerakkan kami bertiga semakin liar. Tyo dibelakang, aku tepat dibawahnya, sementara Bobby tepat dihadapannya. Sementara itu tangan-tangan kami tdk kalah liarnya. Tangan Tyo, asyik meremas-remas pantatnya, dan payudaranya, sementara tanganku secara bersamaan dgn Tyo meremas-remas payudaranya dgn keras, sedangkan tangan Bobby asyik meremas-remas rambutnya. Goyangan, kami semakin menggila, adegan itu berlangsung kurang lebih 20 menit. Tyo yg pertama mengeluarkan magmanya dilubang dubur tante, kedua segera kukeluarkan magmaku didlm meqinya, tak lama kemudian disusul Bobby yg mengeluarkan di mulutnya. Setelah puas, kami segera turun dari meja. Tampak, tubuh tante terkulai lemas. Tak, lama kemudian Anton dan Rizal mulai membersihkan sisa-sisa sperma kami disekitar lubang dubur, meqi, dan mulutnya. Setelah semuanya bersih mereka tak memberi waktu istirahat kepada tante. Mereka berdua mulai melakukan adegan yg sama dgn kami bertiga lakukan. Kulihat, Boby asyik mrekam adegan mereka layaknya cameramen, sedangkan Tyo, tampaknya berusaha untuk mengatur nafasnya kembali. 20 menit pun berlalu. Anton dan Rizal tampaknya sudah selesai menggoyang tubuhnya. Aku memberikan 5 menit untuk tante mengatur nafas. Setelah nafasnya kembali normal, aku tarik kedua tangannya dan suruh dia berlutut. Kami berlima mulai membentu lingkaran dan perlahan-lahan berjalan menuju tubuh tante. Kami, segera mengocok k0ntol masing-masing. Kemudian, kami menyemburkan sperma secara bersamaan kewajah tante. Creeett…. Creeett… Creeett…. sperma kami membasahi wajah, rambut, dan sebagian dadanya. Kini wajahnya penuh dgn cairan sperma kami. Aku, segera menjejalkan k0ntolku kemulutnya. Kugerakkan maju-mundur kepalanya. Setelah k0ntolku bersih dari bercak sperma, kini giliran keempat temanku melakukan hal yg sama dgnku. Bobby mengambil lap kering, dan melemparkannya ke tante. Bobby menyuruh tante untuk mengelap wajahnya dgn lap itu. Sementara aku mengambil gunting dan mulai menggunting kemeja yg tadi tante kenakan. Aku menggunting dibagian bawah dadanya, lalu menggunting kedua lengan kemejanya. Setelah wajah tante bersih, aku melemparkan kemeja dan roknya yg telah kumodifikasi sedikit. Kemudian, aku menyuruhnya untuk memakainya kemeja tersebut tanpa BH dan kemudian rokknya tanpa CDnya. Tubuh tante sangat sexy memakai kemeja dan roknya yg telah kumodifikasi sedikit. Rizal, berpura-pura menanyakan alamat rumah tante. Tante Pipit pun menjawabnya secara terbata-bata. Kami, segera menyuruhnya untuk segera menaiki mobil. Aku duduk ditengah bersama Tante Pipit, dan Anton. Rizal, segera menghidupkan mesin mobilnya. Mobil pun melaju meninggalkan gudang tua itu. Selama, didlm mobil aku dan Anton bergiliran menciumi bibir tante. Sementara itu tangan kananku meremas dada kiri tante sedangkan tangan kanan Anton meremas dada kanannya. Baca Juga Cerita Dewasa bercinta Dengan Pembantu Tetangga Yang Binal Kira-kira pukul 04. 30 kami telah tiba dirumah Tante Pipit. Kami segera menarik paksa tubuhnya turun dari mobil. Aku melihat tubuhnya berjalan terhuyung-huyung lemas dan berusaha membuka pintu garasi. Sementara mobil yg kami tumpangi telah jauh meninggalkan rumah Tante Pipit.

cerita seks perkosa tante