cerita seks kepala desa
Sesampaidi desa itu, Santi diperkenalkan dengan para pegawai klinik. Salah seorangnya bernama Yanti. Santi menetap di rumah kepala suku yang kebetulan memiliki dua buah rumah. Santi dikenalkan kepada Pak Rutan yang merangkap kepala dusun desa itu. Pak Rutan amat disegani dan ditakuti di desa itu. Jarak antar rumah di desa itu amat jarang.
mở bài bằng lí luận văn học. Perkenalkan, namaku Kasno. Aku adalah seorang pemuda berumur 18 tahun. Aku tinggal di Desa *****edited, ini bermula sekitar dua tahun yang lalu saat aku baru bekerja di Balai Desa sebagai pembantu Pak Sumantri, kepala desa kami. Pak Sum orang pandai. Ia bergelar Drs. Sebenarnya ia berasal dari Jakarta, namun sudah menetap di desaku cukup lama. Pak Sum berkulit putih, wajahnya ganteng dan berkumis. Ia sangat baik kepadaku. Aku sangat hari pertama aku bekerja, ia memintaku untuk mengurutnya di kamarnya di Balai Desa. Begitu sampai di kamarnya, ia memintaku untuk membukakan pakaiannya. Aku merasa aneh sekaligus malu. Namun kulakukan juga. Tubuhnya tegap dan atletis. Namun entah kenapa aku senang melihat dadanya yang berbulu lebat. Ia tersenyum kepadaku. Kemudian ia menyuruhku membukakan celananya ragu-ragu untuk melakukannya, namun ia bilang bahwa kakinya pegal dan ingin dipijit juga. Aku berjongkok di hadapannya. Perlahan-lahan kulepaskan ikat pinggangnya. Aku merasa celananya begitu menonjol. Kemudian kutarik risleting celananya, kulepaskan celananya ke lantai dan.. aku sangat terkejut melihat kontolnya yang bukan hanya tampak menonjol melainkan sudah keluar dari celana sangat besar dan panjang. Aku bahkan dapat melihat kepala kontolnya yang tampak mengkilat karena air mani. Aku berusaha untuk menahan kegugupanku. Kulihat ia tersenyum kepadaku. Kemudian kupersilakan ia untuk tiduran agar bisa kupijit. Kupijit bagian belakangnya. Ia memintaku untuk mengurut pantatnya. Kemudian ia membalikkan badannya memintaku untuk memijit dadanya kupijit dadanya yang berbulu lebat. Ia memintaku untuk terus memijitnya ke bagian bawah. Aku sangat gugup. Aku merasa ia akan memintaku untuk memijit kontolnya. Namun untunglah tak lama kemudian ada yang mengetuk pintu kamar. Rupanya Pak Marmo, Sekretaris Desa memberitahukan bahwa ada tamu yang menunggu Pak Sum di kantornya. Pak Sum tampak kecewa namun ia kemudian memakai pakaiannya kembali. Saat memakai celananya, ia meminta aku menarik risleting celananya. Tampaknya ia berusaha agar aku memperhatikan kontolnya yang ngaceng. Buru-buru kulakukan tersenyum sambil berkata, "Enak betul pijitanmu Kas, besok lagi ya".Aku hanya mengangguk sambil menarik napas lega. Keesokan malamnya, aku menonton televisi di Balai Desa. Sekitar pukul 10 malam, aku dibangunkan Pak Sum. Rupanya aku ketiduran di depan televisi. Lalu Pak Sum menyuruhku agar pindah tidur di kamarnya. Lantaran sudah mengantuk, aku menurutinya. Sekitar tengah malam, Pak Sum membangunkanku. Aku terkejut melihatnya. Ia sudah telanjang, hanya mengenakan celana dalam. Kemudian ia membuka celana dalamnya dan memperlihatkan kontolnya terkesiap melihat kontolnya yang sangat besar, panjang dan berbulu lebat. Kemudian ia berusaha membuka bajuku. Aku berusaha menolak, namun ia terus memaksa. Akhirnya aku menyerah, kubiarkan ia membuka bajuku, bahkan kemudian celana panjangku. Ia tampak senang melihat celana dalamku, lalu kemudian mengelus dan meremasnya. Pak Sum kemudian menindih tubuhku. Dadanya yang berbulu lebat menindih dadaku. Ia kemudian mencumbu bibirku. Aku berusaha untuk menghindar namun ia terus menyerah, kubiarkan ia menciumi bibirku. Ciumannya sungguh menggebu-gebu. Mula-mula aku merasa risih, merasakan bibir dan kumisnya dibibirku. Lalu ia menciumi leherku, kemudian dada dan bahkan ketiakku. Aku merasa aneh namun aku diam saja. Ia terus menciumiku, perutku bahkan kemudian.. Celana dalamku. Aku terkejut ketika ia menciumi celana dalamku dengan penuh nafsu. Ia kemudian berusaha untuk berusaha mencegahnya namun ia berkata, "Ayolah Kas, nggak apa-apa, kamu pasti suka" sambil terus membiarkan ia membukanya. Ia tampak senang melihat kontolku. Ia menggenggam kontolku yang rupanya juga sudah ngaceng. Kemudian ia menciuminya. Astaga, tak bisa kupercaya melihatnya mencium dan menjilati kontolku dengan penuh nafsu. Mula-mula pelirku, kemudian terus naik ke batang kontolku. Akhirnya sampailah ia ke bagian kepala kontolku. Ia melirik ke arahku sambil tersenyum. Aku menahan nafas menanti apa yang akan dilakukannya. Kemudian ia menundukkan kepalanya dan.. Mencumbui kepala tak bisa melukiskan betapa nikmat rasanya merasakan lidah dan bibirnya menjilat dan mencumbu kepala kontolku. Aku memejamkan mata, rasanya aku berada di awang-awang. Ia pun tampak sangat menikmatinya. Kemudian ia memasukkan batang kontolku ke dalam mulutnya. Ia menghisap dan mempermainkan batang kontolku di dalam mulutnya. Tanpa sadar aku mendesah penuh kenikmatan. Ia terus menghisap kontolku. Gerakannya bervariasi. Kadang-kadang lembut, kadang ia bahkan menggigitnya pelan-pelan. Aku sungguh merasa akupun merasa kenikmatanku memuncak. Akhirnya aku mengeluarkan air maniku. Aku memejamkan mata. Kupikir Pak Sum akan berhenti menghisap kontolku. Namun ternyata ia terus menghisapnya. Bahkan ia terus menjilati kepala kontolku sampai benar-benar bersih dari air maniku. Akhirnya ia berhenti. Kemudian ia membaringkan tubuhnya tersenyum sambil mengelus kepalaku dan berkata, "Bagaimana Kas, enak kan?" Aku hanya kemudian menindih tubuhku sambil berkata, "Mau lagi?"Aku terdiam, tubuhku agak lemas. Namun ia terus merangsangku. Ia membimbing tanganku agar mengelus bulu dadanya. Kemudian ke kontolnya yang sangat besar itu. Dia menyuruhku untuk menggenggamnya. Aku merasa kontolku kembali gaceng. Kemudian ia memeluk dan membalikkan posisi kami sehingga kini akulah yang berada di atas tubuhnya. Ia menyuruhku untuk melakukan persis seperti yang dilakukannya kepadaku. Aku agak ragu untuk kutundukkan kepalaku, ia langsung mencumbu bibirku. Aku tak lagi menolak bahkan akulah yang kemudian dengan penuh nafsu menciumi bibirnya, lehernya terus ke dadanya yang berbulu lebat. Kuciumi dan kuelus dadanya juga ketiaknya. Tubuhnya sangat harum menggairahkan. Bahkan kujilati dan kuhisap puting susunya. Ia tampak terkejut sekaligus senang. Akhirnya aku sampai ke kontolnya. Kupegang kontolnya. Oohh.. Kontolnya sangat besar dan panjang. Panjangnya sekitar 25 cm diameternya sekitar 7 kepala kontolnya sudah mengkilat karena basah oleh air maninya. Perlahan kudekatkan kepalaku untuk menciuminya, kemudian kucium dan kujilat dengan penuh nafsu. Pantas saja Pak Sum sangat ingin menciumi kontolku karena rasanya sangat nikmat. Kuciumi pelernya lalu naik ke atas, kuciumi bulu jembutnya yang halus kemudian batang kontolnya. Kepala kontolnya yang besar sungguh membuatku terangsang. Kujilati kepala kontolnya itu. Baunya benar-benar membuatku mabuk Pak Sum memejamkan matanya karena merasakan nikmat. Kemudian aku menghisap kontolnya. Namun karena begitu besar dan panjang, mulutku hanya bisa menghisap sekitar separuh saja. Itupun mulutku terasa penuh karena ukuran kontolnya luar biasa besar. Kupermainkan kontolnya agar ia mengeluarkan air maninya. Namun ia memang luar biasa. Sesudah hampir satu jam pun ia belum juga mencapai puncak kenikmatan. Aku tak putus asa. Kuhisap terus kontolnya sambil menggenggam dan mempermainkan aku melepaskan hisapanku. Kupegang dan kudekatkan kontolku ke kontolnya. Kugesek-gesekkan kepala kontolnya dengan punyaku. Ia mendesah penuh kenikmatan. Lalu aku kembali menghisap kontolnya. Usahaku berhasil, tak lama kemudian ia mengerang lalu aku merasakan mulutku dibanjiri air maninya yang kental. Kuhisap dan kutelan air maninya. Rasanya agak sedikit asin tapi baunya sungguh membuatku mabuk kepayang. Kemudian kujilati kembali kepala kontolnya yang semakin basah karena air mani sampai bersih. Kemudian kubaringkan tubuhku menatapku dan memujiku sambil berkata, "Kamu luar biasa, Kas".Aku memejamkan mataku. Kupikir ia sudah lelah. Namun rupanya ia belum puas. Tangannya kembali mengarahkan tanganku agar memegang kontolnya. Astaga.. Ia memang luar biasa. Kontolnya masih tetap besar dan keras seperti semula. Kuremas kontolnya. Kemudian ia menyuruhku membalikkan badan dan menungging. Mula-mula aku tak mengerti apa yang akan ia memegang pantatku lalu kurasakan ia menggesekkan kontolnya ke pantatku. Kurasakan kontolnya yang besar di pantatku dan aku merasa nikmat. Namun rupanya Pak Sum tidak hanya sekedar ingin menggesek-gesekkan kontolnya ke pantatku karena kemudian kurasakan ia berusaha memasukkannya ke anusku perlahan-lahan. Semula kupikir hal itu tidak mungkin karena kontolnya yang sangat besar. Namun aku salah. Ternyata kontolnya bisa ia memelukku dan mengeluarmasukkan kontolnya persis seperti sedang mengentot. Mula-mula memang terasa sakit dan aneh. Namun kemudian ternyata rasanya nikmat dan aku menikmatinya. Aku sangat terangsang. Apalagi tangannya juga meraba-raba tubuhku dan meremas kontolku. Ia juga menciumi leherku sambil terus mengentotiku. Kurasakan ia mengguncang-guncang tubuhku semakin lama semakin cepat. Akhirnya ia mendesah, rupanya ia telah mencapai puncaknya. Kurasakan kali ini pantatku dibanjiri oleh air maninya. Namun ia tidak langsung berhenti. Ia masih terus mengentotiku selama beberapa menit. Kemudian akhirnya ia mencabut kontolnya lalu berkata.."Ayo Kas, sekarang giliran kamu".Aku terkejut, namun aku mengerti apa yang harus kulakukan. Ia menungging lalu kuarahkan kontolku ke pantatnya. Perlahan kumasukkan kontolku ke dalam anusnya. Mungkin karena kontolku lebih kecil, aku dapat memasukkannya lebih mudah. Kemudian aku mulai mengentotinya. Kupeluk badannya, kuelus dadanya yang berbulu lebat. Kuraba pula kontolnya. Ia sungguh luar biasa. Kontolnya masih tetap keras. Aku rasakan aku semakin terangsang. Kemudian aku merasa bahwa aku akan kembali mengeluarkan air mani. Benar saja. Tak lama kemudian aku mengeluarkannya didalam pantat Pak Sum. Aku tak kuat lagi. Kucabut kontolku. Tubuhku benar-benar lelah. Kubaringkan tubuhku. Ia kemudian berbaring di berbisik, "Sudah capek Kas? Tidurlah. Ini sudah hampir pagi. Besok kita lanjutkan ya". Aku kemudian memelukku. Nikmat sekali merasakan dadanya yang berbulu lebat. Akupun tertidur dalam pelukannya. Sejak saat itu, setiap kami bisa berduaan, pasti kami menghabiskan waktu dengan berhubungan seks. Kami melakukannya di mana saja. Selain di kamarnya, kami juga melakukannya di kamar mandi, di mobilnya bahkan pernah di sebuah toko waktu Pak Sum mengajakku ke Jakarta. Ia ingin membelikanku aku sedang mencoba celana panjang baru di kamar ganti sebuah toko, ia masuk dan kemudian melihat aku sedang membuka celanaku. Lalu ia membuka celana dalamku dan menghisap kontolku. Aku terkejut dan sangat gugup namun ia terus melakukannya sampai aku membasahi mulutnya dengan air maniku. Sesudah itu bahkan ia juga menyuruhku menghisap kehidupan seksku dengan Pak Sum. Aku benar-benar berbahagia. Tak kusangka berhubungan seks dengan sesama lelaki dapat terasa begitu nikmat. Kami melakukannya tanpa mengenal waktu dan tak pernah merasa bosan. Ia sangat sayang kepadaku. Aku pun sangat mencintainya. Kami berjanji akan terus bersama,
Agan-agan. mohon ijinnya untuk posting. ane baru belajar nulis PetaniPendahuluanDi dusun Sukamandi tinggalah keluarga kecil. Suami isteri dengan seorang anak. Mereka tinggal di rumah kayu dengan kebun kecil mengelilingi rumah. Si Suami adalah buruh tani yang mengerjakan ladang orang lain. Si isteri mengurusi anaknya yang baru saja masuk sekolah menengah mereka adalah anak laki-laki yang cukup bongsor seusianya. Namanya adalah Arjuna. Dan, ternyata nama itu cukup pas untuk dia, karena walaupun baru menginjak usia remaja, namun wajahnya sudah lumayan ganteng. Bahkan bisa dibilang di dusun itu untuk anak-anak remaja, dialah yang paling Suami bernama Waluyo. Wajahnya tidak terlalu tampan, namun merupakan wajah laki-laki yang penuh ketegasan dan kekuatan, tanda bahwa ia bukanlah laki-laki yang gampang disepelekan, apalagi badannya yang tinggi besar dan kekar, sedikit uban memperlihatkan penderitaan karena usianya baru empat Isteri bernama Dewi, baru berusia dua puluh delapan tahun, karena menikah ketika usianya 14 tahun. Wajahnya cantik. Tampaknya ketampanan anaknya menurun dari dia. Bila suaminya bertinggi 177 cm, Dewi bertinggi badan 160 cm. Walaupun ini adalah tinggi rata-rata wanita indonesia, namun karena tubuh Dewi yang berisi dan cenderung terlihat gemuk sehingga dia tidak nampak tinggi ataupun pendek dibanding perempuan Dewi adalah isteri kedua Waluyo. Sebelumnya Waluyo pernah menikah dan bercerai. Isteri pertamanya bernama Fauziah, anak pedagang sapi dari Kalimantan yang keturunan Arab. Dari Fauziah, Waluyo mempunyai seorang anak gadis berusia 16 tahun bernama Annisa. Fauziah dan Annisa tinggal bersama keluarga Fauziah di pernah bekerja di Kalimantan selama sepuluh tahun, dan di sanalah ia menikahi Fauziah dan memiliki anak. Namun, karena orangtua Fauziah tidak setuju maka pernikahan itu berakhir dengan perceraian dan Waluyo kembali pulang ke Jawa. Dua tahun di kampung halaman, Waluyo akhirnya menikahi ini keluarga Waluyo dan Dewi adalah keluarga yang tampak harmonis. Namun memang, karena mereka tinggal di dusun kecil yang berpenduduk sedikit, lagipula tempat tinggal mereka agak jauh dari perkampungan, sekitar sekilo dari kampung, maka sebenarnya tidak pernah ada yang tahu apakah rumah tangga mereka itu bagaimana itu, kejadian yang akan menimpa keluarga inipun kemungkinan besar tidak akan ada orang yang tahu. Kejadian ini dimulai saat Arjuna, atau Jun, panggilannya, memasuki masa akil baliq dan juga karena pengaruh oleh teman-temannya. Kejadian ini akan menjadi suatu aib bagi keluarga mereka. Aib yang menghasilkan berbagi aib nantinya, yang syukurnya sampai saat inipun tidak diketahui orang marilah kita mulai kisah keluarga kecil ini dari awal penyebab segalanya. BAB SATUAWAL MULAHari itu baru pertama kalinya Jun melihat tubuh wanita telanjang. Walaupun wanita itu hanyalah foto dalam majalah, namun Jun mendapatkan informasi yang baru mengenai lawan jenis. Apalagi, si Harun, anak Pak Lurah yang membawa majalah itu juga menambahkan informasi baru. Informasi mengenai ngemprut. Yaitu aktivitas laki dan perempuan yang sangatlah tidak masuk akal kalau diterima pertama kali, yaitu saling mengadukan kelamin sehingga kamu pernah, Run?Belum. Tapi aku pernah ngintip Bapak dan Ibu ngemprut. Ibu kelihatannya kayak makan rujak, mulutnya mendesah-desah, Bapak kayak abis lari di lapangan, nafasnya memburu sambil menggeram kayak anjing gitu. Tapi Bapak berkali-kali bilang, tempikmu legit bener, Jeng! terus juga bilang wuenak, JengIbu kamu ga ngomong?Iya dia bilang juga enak. enak, pak. Enak, pak. Terus, membayangkan kedua orang itu telanjang dan ngemprut di kamar. Diingatnya Ibu si Harun itu lumayan cantik, walau tak secantik dan seputih Ibunya, namun Ibu si Harun ini lebih kurus, dan kuning kamu teteknya besar, Run?Gede, Jun. kayak buah lontar. Pentilnya kayak tutup spidol enak tuh kalo Itu Ibuku! Sana isep susu Ibumu sendiri! Ibumu kan susunya keliatan lebih itu Jun dan Harun membahas persoalan ngemprut dengan Ibu masing-masing, lalu Harun mengajarkan Jun untuk mengkhayal sambil mengocok kontol namanya ngeloco, Jun. enak banget. Telapak kita ini kalau kita genggam di titit maka udah kayak dijepit lubang tempik keduanya ngeloco sambil masing-masing membayangkan Ibu mereka. Akhirnya mereka ejakulasi di kamar Harun.***Semenjak saat itu, Arjuna menjadi dewasa sebelum waktunya. Arjuna selalu mencari tempat dan waktu yang tepat bagi dirinya agar bisa seorang diri dan melakukan usaha barunya dibidang seksual ini. Kadang di kamar mandi, kadang di kamarnya sendiri yang sempit. Seringkali Arjuna masturbasi sambil membayangkan Ibunya si Harun yang lumayan cantik itu, namun terkadang Arjuna membayangkan Ibunya berganti hari dan akhirnya dua minggu telah lewat. Arjuna selalu menghadapi dilema setiap harinya. Ia mengalami kenikmatan orgasme yang sangat dahsyat bila ia membayangkan ngemprut dengan Ibunya yang agak gemuk itu. Dan sedikit demi sedikit, kewarasannya hilang dan kalah oleh kenikmatan setan yang tak dapat lagi ia bayangan tubuh Ibunya yang sintal dan padat itu selalu menjadi bahan untuk ngelamun jorok dan juga untuk ngeloco. Arjuna tak pernah melihat Ibunya telanjang, namun Ibunya seringkali mondar-mandir di rumah hanya mengenakan handuk, sehingga Arjuna dapat melihat bagian atas dada Ibunya yang besar dan juga paha Ibunya yang kuning langsat kelamaan hanya membayangkan saja tidaklah memuaskan Arjuna. Arjuna ingin sekali melihat tubuh Ibunya telanjang betulan. Maka diambilnyalah keputusan untuk mengintip Ibunya waktu lagi mereka adalah rumah petani sederhana terbuat dari kayu. Kamar tamu kecil dengan dua kamar tidur. Sementara dapur mereka di belakang semi permanent bersandingan dengan kamar mandi yang juga hanya semi permanen dengan anyaman bambu. Kedua kamar itu hanya terpisah oleh satu buah dinding saja. Kamar mandi di sebelah kiri dan di sebelah kanan adalah ilham ini datang sewaktu malam, Maka Arjuna malam itu ketika semua orang tidur mulai bekerja. Dicobanya mengintip dari lubang anyaman bambu, ternyata agak susah. Maka, di sudut ujung dapur Arjuna membuat beberapa lubang, beberapa di bagian atas, beberapa di tengah dan beberapa bawah, dengan subuh si Arjuna baru bangun. Arjuna merasa tak sabar sehingga ia harus melihat Ibunya telanjang secepatnya hari itu. Arjuna tidak tahu, bila hari biasa seperti hari itu, kapan Ibunya mandi. Arjuna hanya tahu bila hari minggu maka Ibunya akan mandi sekitar subuh, karena Ibunya sudah mandi ketika Arjuna bangun Arjuna beringsut keluar kamar, ternyata Dewi sudah bangun dan sedang mencuci piring, berhubung rumah ini adalah rumah kampung, maka cuci piring dilakukan di kamar mandi. Dewi rupanya belum mandi, namun sudah bersiap untuk mandi. Perempuan itu memakai handuk, dan Arjuna dapat melihat tali BH Hitam Ibunya itu masih beberapa lama, akhirnya Dewi selesai mencuci piring. Setelah piring di taruh di dapur, maka Dewi segera masuk ke kamar mandi. Dewi tidak tahu bahwa anaknya mengawasinya dengan hati-hati dari dalam rumah. Ketika Dewi menutup pintu kamar mandi, maka Arjuna bergegas ke dapur dan membuka lubang-lubang yang telah mandi itu terdiri dari bak mandi dan toilet. Keduanya terletak di kanan tak jauh dari pintu, berhubung kamar itu tidak begitu luas, dengan toilet menempel dengan dinding yang berpintu dan persis disebelah yang lain bak mandi itu menempel pada toilet. Bak itu tidak tinggi, hanya setinggi paha orang dewasa, namun memanjang sedang kencing dengan jongkok di toilet. Karena toilet itu letaknya di kanan sehingga berhadapan langsung dengan tembok dapur yang dilubangi oleh Arjuna. Maka ketika Arjuna mulai mengintip, ia sedikit kecewa karena Ibunya sedang memunggunginya. Namun, jarak antara mereka berdua kini hanyalah sekitar 10 cm dan berbataskan dinding anyaman bambu dapat melihat tubuh Ibunya yang telanjang bulat dari belakang. Kulit Ibunya yang kuning langsat bagaikan bersinar karena tertimpa lampu neon seakan mengundang lelaki untuk mengelus dan menciuminya. Arjuna juga dapat melihat kedua pantat Ibunya yang bulat dan sekel yang seakan meminta tidak sabar menunggu Ibunya segera mandi. Akhirnya tak lama Ibunya berdiri, lalu turun dari toilet dan melangkah untuk berdiri di depan bak mandi, sehingga kini Arjuna dengan bebasnya melihat tubuh telanjang Ibunya dari depan. Ibunya menaruh kaki kirinya di bak mandi dan mulai cebok secara terkejut dan sedikit menarik nafas kaget melihat pemandangan indah nan erotis di hadapannya ketika Ibunya berdiri dan melangkah ke depan bak mandi. Walaupun tidak muda lagi Ibunya memiliki tubuh yang sangat sintal berlekuk cantik dan menggiurkan. Ibunya tidak kurus, namun juga tidak gendut. Ketika berpakaian, Ibunya tampak memiliki tubuh yang sintal dan agak gemuk, namun ketika telanjang, tubuh Ibunya tampak sekel dan sangat dapat melihat pentil buah dada Ibunya dengan jelas, berwarna coklat muda kemerahan dengan ujung seperti penghapus pensil berbentuk silinder tumpul bundar dan pada bagian dasarnya berbentuk lingkaran yang sedikit lebih lebar dari tutup botol sirup. Pentil itu menghiasi puncak payudara Ibunya yang bentuknya bagaikan tetesan air mata dengan bagian bulat menggantung ke bawah hampir sebesar buah kelapa yang sudah diserut itu amat indah, dengan puting yang terletak hampir tepat di tengah-tengah, sehingga secara proporsional menunjukkan keadaan yang masih lumayan kencang, hanya sedikit agak kendor karena usia Ibunya itu tidaklah muda lagi dan sudah punya anak, namun masih dapat dibilang indah. Bahkan, karena Ibunya ini adalah perempuan desa yang tidak pernah pergi ke salon atau perawatan kecantikan, bisa dibilang inilah salah satu payudara dengan keindahan alami yang jarang dimiliki oleh perempuan pada Ibunya mulai cebok dengan satu kaki di atas bak mandi, Arjuna menelan ludah berkali-kali melihat seluruh selangkangan Ibunya yang telanjang tanpa ditutupi apapun. Dengan rambut kemaluan yang lebat dan keriting yang tumbuh sepanjang selangkangan itu dan melingkari bibir memek yang merah muda nan mengkilat karena terkena air kencing dan kini di siram air untuk membersihkan bekas kencing itu, membuat kontol Arjuna tidak dapat menjadi lebih keras Ibunya bukanlah orang yang suka bergegas. Ia melakukan segala sesuatu tanpa ada kesan terburu-buru. Karena itulah Arjuna dapat menikmati cukup lama keindahan kemaluan Ibunya. Arjuna berusaha menghafal segala lekuk lubang kencing Ibunya itu. bagaimana bentuk bibir kemaluannya, bagaimana warna dan tekstur dinding di dalamnya, yang dapat ia lihat ketika Ibunya menggosokkan tangannya waktu cebok, bagaimana jembut Ibunya berkilau terkena air, bagaimana gerakkan memek itu ketika digosok dan seluruh pemandangan yang bisa ia itu Ibunya mulai mandi. Arjuna dengan bahagia mengamati dengan teliti segala gerakan tubuh Ibunya yang dimatanya semakin lama semakin erotis. Padahal Ibunya hanya mandi. Dinikmatinya deburan air yang menghujam badan Ibunya itu, meninggalkan jejak-jejak basah di seluruh kulit kuning langsat air yang menempel di tubuh Ibunya ditingkahi oleh sinar lampu neon membuat tubuh yang molek itu bagaikan permata yang berkilau-kilau. Diikutinya gerakan air ketika Ibunya menyiramkan air ke tubuhnya sendiri, bagaimana air menyusuri tubuh Ibunya dari kepala, leher, dada, sepanjang payudara dan belahan dada, turun ke perut dan menyebar jatuh melewati kedua kaki dan selangkangan pemandangannya berubah lagi ketika Ibunya mulai menyabuni badannya. Busa-busa dari sabun menghiasi tubuh telanjang Ibunya bagaikan salju yang menghampar di pegunungan Jayawijaya. Bagaimana busa-busa itu mengubah bentuk menjadi seperti tubuh yang dIbungkusnya. Busa-busa menghampar sepanjang tangan dan kaki, namun melingkari buah dada dan perut, menambah kesan dan aksen akan keindahan yang ada. Apalagi ketika busa itu menipis, kulit kuning langsat Ibunya itu kini bukan hanya bersinar tapi seakan berkerlap-kerlip dan menjanjikan sesuatu yang licin untuk dirasakan dan Ibunya mengangkat sebelah kaki lagi dan menaruhnya di bak mandi untuk kedua kalinya, untuk lalu menyabuni selangkangannya, Arjuna mulai mengocok kemaluannya dengan cepat dan brutal. Pemandangan erotis di ruang sebelah itu sungguh semakin lama semakin membuat Arjuna tidak tahan. Sambil mengerang dengan suara yang tertahan karena takut ketahuan, Arjuna membelalakkan matanya lebar-lebar dan menganiaya kontolnya dengan nafsu yang di ubun-ubun telanjang Ibunya yang licin dan mengkilat ditambah dengan memek Ibunya yang kini terlihat lagi dan sedang diusap dengan tangan bersabun sehingga bibir vagina Ibunya itu bergerak merekah ketika jemari Ibunya mengusap lewat dan menunjukkan dinding kemaluan Ibunya bagian dalam yang tampak basah kemerahan, akhirnya berhasil membuat Arjuna mencapai klimaksnya. Dengan desahan dan erangan yang ditahan, Arjuna ejakulasi di dinding dapur bergegas mencari lap dan membersihkan dinding dapur dengan cepat namun ketika menggosok dinding ia melakukannya dengan lembut sehingga tidak berisik. Ia takut apabila Ibunya setelah selesai mandi akan masuk ke dapur dan melihat lendir pejunya menempel di dinding, atau bila ayahnya yang datang ke dapur. Setelah dapur bersih Arjuna ngibrit ke kamar lagi dan pura-pura
ceritabokepindonesia – Cersex Jilbab Perawan Rintihan Gadis Desa Cerita ini adalah dramatisasi dari kisah nyata, dan merupakan satu dari beberapa cerita lepas dengan tokoh utama yang sama. Antara satu dan lainnya tidak harus dibaca berurutan. Sebut saja namaku Paul. Aku bekerja di sebuah instansi pemerintahan di kota S, selain juga memiliki sebuah usaha wiraswasta. Cerita berikut ini bukan pengalamanku sendiri, melainkan pengalaman seorang rekanku, sebut saja dia Ta. daftar poker online Kami memang punya “hobi” yang sama, namun Ta punya trik tersendiri untuk menyalurkan hobinya. Kini selain terdaftar di kota asalnya, ia juga resmi penduduk sebuah desa yang agak terpencil. Berikut adalah caranya mendapatkan kembang desa, meski sudah beristri tiga orang. Wulan terbangun dengan kepala yang pusing. Namun entah mengapa kedua tangannya tidak dapat digerakkan. Seluruh tubuhnya terasa hangat. Sambil mengerjapkan matanya, gadis itu memandang sekelilingnya. Ternyata ia berada dalam sebuah kamar yang belum pernah dilihatnya, terbaring di atas ranjang empuk dan besar yang berwarna merah jendela yang tertutup terbayang hari sudah gelap. Dalam kamar itu sendiri hanya ada sebuah lampu kecil yang menyala remang-remang. Wulan hanya ingat Sabtu sore tadi setelah bertanding bola volley melawan sekolah dari kecamatan tetangga, ia harus berlari-lari dalam gerimis hujan menuju rumah neneknya untuk menginap malam ini, karena rumahnya terlalu jauh dari lapangan umumnya gadis desa lainnya, meskipun tidak terlalu tinggi, namun Wulan memiliki tubuh yang montok dan padat. Buah dadanya yang membusung kencang seolah tidak muat dalam bra bekas kakaknya yang kekecilan. Ditunjang dengan kulitnya yang kuning langsat mulus dan rambut sebahu, wajahnya yang manis sering membuat pemuda desa terpaku dan menelan ludah saat gadis itu lewat dengan goyangan yang montok selalu menonjol di balik rok seragam sekolahnya, yang biarpun di bawah lutut, ketatnya memperlihatkan garis celana dalam gadis hanya para pemuda, beberapa orang yang telah beristri pun berangan-angan menjadikan gadis kelas 1 SMU itu istri mudanya. Menurut katuranggan, gadis macam Wulan rasanya peret dan legit, pasti akan memberikan kenikmatan sepanjang malam, membuat suaminya betah di heran, tiap kali ada pertandingan volley, selalu banyak penontonnya, meski kebanyakan hanya menonton paha Wulan yang bercelana pendek dan guncangan buah dadanya saat gadis itu memukul bola.“Ah, sudah bangun Nduk..?” agen poker online sebuah suara dan lampu yang menyala terang mengagetkan gadis itu. Tampak seorang pria kekar memasuki ruangan. Wulan mengenalinya sebagai Ta,seorang terpandang di desanya. Meski bukan penduduk desa itu, namun suka kawin-cerai dengan gadis-gadis di sini. Dalam sebulan paling ia hanya di rumah satu-dua hari saja, selebihnya “kerja di kota”.Sekarang ini istrinya di sini sudah ada tiga orang, semuanya masih belasan tahun dan cantik-cantik, namun masih suka menggoda Wulan tiap kali bertemu. Bahkan baru saja ia pernah berusaha melamar gadis itu namun tidak berusaha bangun, namun tangan dan kakinya tetap lemas tidak dapat bergerak.“ Cersex Jilbab Tenang saja Nduk, nggak usah banyak gerak. Malam ini kamu di sini dulu.” kata Ta. Tidak sengaja Wulan melihat ke dinding kamar, dan dari cermin besar yang terpasang di sana, ia menyadari kedua tangannya terikat menjadi satu di atas kepalanya, demikian juga kedua kakinya yang terentang ke sudut-sudut ranjang, seperti huruf Y tubuhnya tertutup selimut, namun ujung selimut yang tersingkap memperlihatkan sebagian paha gadis itu. Di sudut ranjang tampak terserak baju seragam dan rok yang tadi dipakainya.“Pak Ta, Wulan dimana? Kenapa Wulan begini?” tanya gadis itu dengan mulai teringat saat berlari ke rumah neneknya tadi seseorang menariknya dari belakang dan menempelkan sesuatu yang berbau menyengat ke wajahnya, kemudian semuanya menjadi gelap, hingga akhirnya ia kemudian tersadar di situ. “Tenang Wulan, kamu baik-baik ini kita akan kawin. Minggu lalu saya sudah melamarmu pada bapakmu. Sekarang kita akan nikmati malam pertama kita.” kata Ta sambil menyeringai. “Enggak! Enggak! Kemarin Bapak bilang ditolak! Wulan nggak mau!” gadis itu berusaha meronta, namun ikatan tangan dan kakinya terlalu kuat tertawa terkekeh, Ta perlahan menarik selimut yang menutupi tubuh gadis itu, membuat Wulan terpekik karena penutup tubuhnya perlahan terbuka, sedangkan ternyata di balik selimut itu ia sudah telanjang bulat.“Jangan! Jangan! Aduh jangan! Pak Ta, jangan Pak! Tolong..!” Dengan sigap Ta mengambil pakaian dalam Wulan yang terserak di atas ranjang, lalu menyumpal mulut gadis itu dengan celana dalamnya sendiri, dan mengikatnya ke belakang dengan bra gadis itu.“Pak? Kamu panggil aku Pak? Aku ini suamimu, tahu! Panggil aku Kangmas!” seru Ta sambil menampar pipi Wulan sampai gadis itu memekik semakin beringas melihat tubuh Wulan yang montok telanjang bulat. Kedua paha gadis manis itu terentang lebar mempertontonkan bibir kemaluannya yang jarang-jarang rambutnya. “Diam Sayang! Ini malam kita bedah kelambu! Kalau bapakmu yang tolol itu tidak mau anaknya dilamar baik-baik, kita lihat saja besok! Karena besok anak perawannya sudah tidak perawan lagi! agen poker terpercaya ” Tanpa basa basi Ta segera membuka pakaiannya sendiri, lalu melompat ke atas dengan sia-sia meronta dan menjerit saat Ta menindih tubuhnya yang telanjang bulat tanpa sehelai benang pun. Gadis itu bahkan tidak bisa untuk sekedar merapatkan pahanya yang terkangkang Wulan tertahan sumpalan celana dalam saat Ta meremas buah dada gadis itu dengan kerasnya. Rontaan dan pekikan gadis cantik itu sama sekali tidak digubris. Ta kemudian menempatkan kejantanannya tepat di depan bibir kemaluan Wulan.“Diam Sayang! Jangan takut, enak sekali kok! Nanti pasti kamu ketagihan. Sekarang biar Kangmas ambil perawanmu…” sambil berkata begitu Ta menghujamkan kejantanannya memasuki hangatnya keperawanan dara gadis itu terasa sedikit menghalangi, namun bukan tandingan bagi keperkasaan kejantanan Ta yang terus menerobos masuk.“Haanggkk..! Aahhkk..!” Cersex Jilbab Napas gadis itu terputus-putus dan matanya yang bulat indah terbeliak lebar saat Wulan merasakan perih tiba-tiba menyengat montok gadis itu tergeliat-geliat merangsang dengan napas tersengal-sengal sambil terpekik tertahan-tahan ketika Ta dengan perkasa menggenjotkan kejantanannya menikmati hangatnya kemaluan perawan Wulan yang terasa begitu peret.“Aahh… enak sekali tempikmu… aahh… Wulaaanh… enak kan Nduk..? Terus ya Nduk..?” Ta mendesah merasakan nikmatnya mengambil kegadisan si kembang sambil merintih tidak jelas menggelengkan kepala dan meronta berusaha menolak, namun semua usahanya sia-sia, dan gadis itu kembali terpekik dan tersentak karena Ta kini dengan kuat meremasi kedua payudaranya yang kencang benar kata orang, gadis seperti Wulan memang sangat memuaskan, wajahnya yang cantik, buah dadanya yang tegak menantang bergerak naik turun seirama napasnya yang tersengal-sengal, tubuhnya yang montok telanjangbersimbah keringat, kedua pahanya yang mulus bagai pualam tersentak terkangkang-kangkang, bibir kemaluannya tampak megap-megap dijejali kejantanan Ta yang begitu dinding kemaluannya terasa seperti mencucup-cucup tiap kali gadis itu terpekik tertahan. Wulan dengan airmata berlinang merintih memohon ampun, namun tusukan demi tusukan terus menghajar selangkangannya yang semakin perih. Payudaranya yang biasanya tersenggol pun terasa sakit kini diremas-remas tanpa lagi rasa malu diikat dan ditelanjangi di depan orang yang tidak dikenalnya, lalu diperkosa tanpa dapat berkutik. Rasanya bagai bertahun-tahun Wulan disetubuhi tanpa mampu melawan sedikitpun.“Hhh..! Wulanh..! Wulaann..! Sekarang Mas bikin kamu hamil, sayangghh..! Aah… ambil Nduk! Nih! Nih! Niih..!” Tanpa dapat ditahan lagi Ta menyemburkan spermanya dalam hangatnya kemaluan Wulan sambil sekuat tenaga meremas kedua payudara gadis itu, membuat Wulan tergeliat-geliat dan terpekik-pekik tertahan sumpalan celana dalam di mulutnya. Kepala gadis itu terasa berputar menyadari ia akan hamil. Perlahan pandangan gadis itu menjadi kembali tersadar oleh dengusan napas di depan sadar sepenuhnya, sengatan perih di selangkangannya membuat gadis itu terpekik dan meronta. Namun tangan dan kakinya tidak mau bergerak, dan pekikan-pekikannya tidak dapat keluar Cersex Jilbab Agen Judi Nova88 . Dengan gemas Ta kembali menggenjotkan kejantanannya menikmati keperawanan Wulan. Ta tidak tahan lagi untuk tidak kembali menggagahi gadis itu, memandanginya tergolek telanjang Bugil tanpa daya di atas yang putih mulus terkangkang seolah mengundang, bibir kemaluannya yang berambut jarang terlihat berbercak merah, tanda Wulan memang betul-betul masih perawan, payudara gadis itu berdiri tegak menjulang, dengan puting susu yang kemerahan menggemaskan. Sementara wajahnya yang manis dan bau tubuhnya yang harum alami sungguh membuat Ta lupa diri. Dengan istri muda seperti Wulan, ia tidak akan mau tidur sekejap pun, tidak perduli gadis itu suka atau tidak.“Aah..! Ahk! Angkung ampun..! Aguh aduh.. hakik sakit.. angkung ampun..!” Wulan merintih-rintih tidak jelas dengan mulut tersumpal celana dalam di sela-sela jeritan tertahan. Tanpa mampu merapatkan pahanya yang terkangkang, gadis itu merasakan kemaluannya semakin perih tiap kali Ta menggerakkan detik, tiap genjotan terasa begitu menyakitkan, Wulan berharap kembali pingsan saja agar perkosaan ini segera berlalu. Cersex Jilbab Namun gadis itu tanpa daya merasakan bagian bawah tubuhnya terus ditusuk-tusuk benda yang begitu semakin giat menggenjotkan kejantanannya dalam hangatnya kemaluan Wulan yang peret dan mencucup-cucup ini memang pintar memuaskan suami di atas ranjang. Apalagi kalau nanti diajak tidur beramai-ramai bersama satu atau dua istrinya yang lain. Membayangkan meniduri dua atau tiga gadis sekaligus membuat Ta semakin bersemangat menyodok kemaluan Wulan, semakin cepat, semakin merasakan kejantanannya menyentuh dasar kemaluan gadis itu bila disodokkan dalam-dalam. Wulan sendiri hanya merintih tampak pasrah mempersembahkan kesuciannya pada Ta. Airmata gadis itu tampak berlinang membasahi pipinya yang kemerahan. Tubuh montok gadis itu tergelinjang-gelinjang kesakitan tiap kali kejantanan Ta menyodok masuk dalam kemaluannya yang begitu menggeram seperti macan menerkam mangsa, Ta dengan nikmat menyemburkan sperma dalam kehangatan tubuh Wulan yang terpekik suntuk Ta dengan gagahnya memperkosa Wulan, setidaknya lima kali gadis itu disetubuhi tanpa berapa kali Wulan pingsan ketika Ta mencapai puncak, hanya untuk tersadar ketika tubuhnya kembali dinikmati dengan buasnya. Selangkangan gadis itu terasa perih dan panas, seperti ditusuk-tusuk besi yang merah membara. Payudaranya serasa lecet diremas habis-habisan, terkena semilir angin pun perih. Punggung gadis itu perih tergores kuku siksaan tanpa belas kasihan itu tidak kunjung usai, bagai tidak mengenal lelah kejantanan Ta terus bertubi-tubi menusuk dalam-dalam, kedua tangannya seperti capit kepiting terus mencengkeram buah dada Wulan. Sementara gadis itu dengan tangan dan kaki terikat erat tidak mampu berkutik, apalagi menghindar atau mencegah. Bahkan menjerit pun Wulan tidak mampu, tenaganya sudah habis dan sumpalan celana dalamnya sendiri membuat pekikannya hanya seperti erangan. Bagai berabad-abad Wulan dibuat bulan-bulanan tanpa sela-sela jendela yang tertutup, sinar matahari pagi menerobos masuk. Dengan lemas Ta berbaring di sisi Wulan yang terisak-isak. Sungguh luar biasa istri barunya ini, semalam suntuk gadis ini mampu melayani suaminya. Cersex Jilbab Agen Nova88 Terbaik Dari jam tujuh malam sampai jam enam pagi, dalam sebelas jam gadis itu mampu lima-enam kali memuaskan suaminya, meskipun harus sedikit dipaksa. Kalau saja kemarin tidak minum obat kuat, mungkin saja pagi ini Ta tidak dapat bangun. Sambil tersenyum lebar, Ta bangkit dan mengenakan pakaian. Cersex Jilbab Perlahan Ta membuka sumpalan mulut Wulan. Gadis itu sendiri masih telanjang bulat dengan tangan dan kaki terikat terentang lebar. “Nduk, kalau jadi istriku, kamu minta apa saja pasti aku beri. Mau kalung? Gelang? Rumah? Sepeda motor? Jangan takut, sebagai istri orang kaya, semua keinginanmu akan terkabul.”“Nggak mau… lepasin Wulan… Wulan mau pulang..!” isak gadis itu menghiba.“Rumah kita sekarang di sini Nduk, kamu sudah jadi istriku.” bujuk Ta. “Enggak… enggak mau. Wulan mau pulang!” gadis itu berusaha meronta tanpa hasil.“Jangan buat suamimu ini marah, Nduk! Kamu sudah jadi istriku, aku bebas berbuat apa saja dengan kamu! Jangan keras kepala!” seru Ta sambil terisak terus menggelengkan kepala. Berulangkali bujukan dan ancaman Ta tidak dihiraukan Wulan, membuat Ta naik pitam. “Baik, jadi kamu tidak ingin jadi istriku. Baik, kamu sendiri yang minta, Nduk! Jangan salahkan aku kalau aku bertindak tegas!” kata Ta sambil membuka ikatan kaki kemudian membuka ikatan tangan gadis itu dari besi ranjang, namun kedua pergelangan tangannya tetap terikat erat. Lalu dengan menarik ujung tali yang mengikat tangan Wulan, Ta menyeret gadis yang masih telanjang bulat itu keluar kamar. Karena tubuhnya masih lemas, Wulan tidak kuasa menolak dirinya yang masih Bugil diseret sampai ke jalan desa yang terang benderang.“Hei, lihat! Lihat ini! Sungguh memalukan!” seru Ta sambil menyeret gadis yang mati-matian berusaha menutupi ketelanjangannya. “Ada apa Pak Ta? Apa yang terjadi?” tanya orang-orang desa yang segera saja mengerumuni keduanya.“Lihat ini! Perempuan ini sudah membuat desa kita tercemar! Dia berzinah dengan laki-laki! Saya pergoki mereka di rumah kosong di tepi desa! Sayang laki-lakinya kabur, tapi saya tahu orangnya! Pasti nanti akan kita tangkap!” seru Ta berapi-api.“Tidak! Tidak.. tolong..!” sia-sia Wulan berusaha membantah, suaranya tertelan ramainya suasana.“Lihat! Ini bukti perempuan ini sudah berzinah!” Ta menunjuk ke arah selangkangan gadis itu yang berbercak orang bergumam dan mengangguk-anggukkan kepala. Cersex Jilbab “Tidak! Saya tidak ber…” perkataan Wulan terputus oleh teriakan salah seorang.“Bawa ke balai desa! Biar dihukum adat di sana!” serunya. Seseorang lain menarik tali yang mengikat tangan Wulan dan menyeret gadis telanjang bulat itu menuju ke balai desa. Sepanjang jalan mereka berteriak-teriak, membuat semakin banyak orang keluar rumah melihatWulan yang Bugil diseret. Anak-anak kecil berlari-lari mengikuti sambil tertawa-tawa balai desa, tepat di tengah pendopo, tali pengikat tangan Wulan ditarik ke atas dan diikatkan dengan tiang di atasnya. Kini gadis telanjang bulat itu berdiri tegak dengan tangan terikat ke atas. Wulan tahu bahwa hukuman bagi orang yang berzinah biasanya keduanya ditelanjangi, kemudian diikat seharian di balai desa. Seperti dirinya sekarang, namun ia hanya sendirian dan ia sama sekali tidak itu diperkosa berkali-kali, lalu difitnah berzinah oleh pemerkosanya sendiri. Cersex Jilbab Namun siasia gadis itu berusaha membantah, suaranya yang kecil hilang ditelan ramainya orang di sekitarnya. Dan kini ia berdiri telanjang bulat sendirian dikelilingi belasan tangis Wulan semakin keras mendengar tawa orang-orang yang mengelilinginya, berkomentar mencemooh tentang kemulusan tubuhnya, buah dadanya yang ranum kemerah-merahan bekas diremas, pantatnya yang bulat, pahanya yang gadis itu terhenti ketika sebuah truk berhenti di depan balai desa.
Kali ini aku tidak akan menceritakan kisah sexku melainkan aku mempunyai cerita yang mana terjadi pada teman satu kelasku panggil saja Farah dia gadis yang cantik dengan jilbab yang selalu di pakai di sekolahan, Teeetttttttttttt bunyi bel sekolah sudah berbunyi pukul 7 .15 wib para murid memasuki ke dalam kelas dan selang beberapa menit datanglah pengajar di kelas, “selamat pagi bapak guru, sorak murid murid “ “pagi semuanya “ jawab guru tersebut, sambil mata guru menuju ke gadis berjilbab “Farah” dipanggil nama tersebut. “ya pak” jawab farah “kamu di suruh menghadap ke ruang kepsek, sekarang “ kata guru Farah sudah menduga alasan kenapa dia di panggil ke ruang kepsek, dia sudah menuggak 1 minggu tidak membayar SPP dan bulan yang lalu juga belum melunasi, dia beranjak dari kursi dengan wajah yang lesu sambil di lihati teman teman satu kelasnya, langkah Farah sangant lemah sekali karena dia harus menyiapkan alasan yang pas untuk menjawab pertanyaan nantinya, berjalan menyusuri lorong sekolah akhirnya sampai di depan pintu kepala sekolah. “tok tok tok tok suara ketukan pintu” “silahkan masuk , jawab dari dalam ruangan” Krekkkk pintu di dorong oleh farah , “pagi pak?? Sapa farah dari pintu “ya selamat pagi farah, silahkan masuk dan duduk “ sambil menutup pintu ruangannya. cerita sex ABG Mata dari kepala sekolah menatap wajah farah yang merenung dengan kecantikan yang selalu memakai jilbab, dengan wajah yang menunduk dia mengahadap ke kepala sekolah, “langsung saja ya nak, bapak mau kasih tau , kalau kamu tunggakan SPP belum kamu bayar untuk bulan kemarin dan bulan ini , kata kepsek” “iya pak, farah tau kalau farah belum bayar SPP tapi aku mohon pak karena orang tua saya belum punya uang jadi belum bisa untuk membayar SPP untuk bulan lalu dan ini, kata farah sambil merengek. “tapi gimana lagi farah memang ii sudah peraturannya , kamu sudah menunggak 2 bulan dan kamu harus di keluarkan di sekolah ini kalau dalam waktu seminggu belum bisa membayar” kata kepsek’ “Mohon pak jangan beri farah waktu”rengek Farah. “iya bapak tau kalau farah itu di kelas pandai , dan sayang seklai kalau sampai putus sekolah, gini saja bapak mau tanya , apakah non farah sudah mempunyai pacar??? Farah agak bingung dengan perkataan kepsek tersebut “lha bagaimana pak, kalau belum punya pacar “jawab farah “bapak bisa meringankan beban kamu , gini kalau kamu belum punya pacar bapak punya solusi dan tidak usah bayar SPP asal syaratnya kamu mau bercinta dengan bapak setiap bapak pengen???gimana non farah atau gak mau ya dengan terpaksa bapak akan mengeluarkan kamu dari sekolah ini. “maksut bapak bagaimana ini , farah belum paham?? Senyum jahat kepsek tersebut hehehehe , kamu pasti tau lah maksut dari keinginan bapak, jadi gak usah ddi perjelas lagi, “kepala farah mengeleng geleng tandanya tidak mau, “maaf pak farah gak bisa kalau permintaan bapak begitu” “kalau gak bisa , berarti kamu aku akan keluarkan dari sini hari ini juga” “maaf pak , gak bisa segitunya dong pak , ronta farah. “iya farah bapak tau, lagian bapak gak sejahat itu kok pada kamu” bapak Cuma ingin bersenang senang dengan kamu, sayangku?? Dalam hati farah dia berkecamuk dan masih menundukan kepalanya. Kepala sekolah terus saja merayu, “bapak bisa memberimu uang jajan setiap hari, jadi farah masih bisa senang senang dengan teman lain” Farah masih menundukan kepala sambil geleng geleng kepalanya. Cerita Dewasa Perawan SMA Tak berapa lama wajah kepsek mendekati wajah farah dan tanpa di ketahui farah kepsek tersebut mencium bibirnya yang mungil, “farah mohon pak, jangan lakukan ini pak, ronta farah , aku gak mau pak..langsung farah beranjak dari kursi dan berlari ke pintu, tapi dengan sigap kepsek tersebut mencegah farah untuk lari dari ruangannya. Ditarik tangan farah dan di kunci langsung pintunya, karena meronta ronta dan menjerit suara farah , pipi farah di tampar oleh kepsek, dia berhenti meronta dan merengek sekarang , pipi dia memerah dengan wajah yang masih terutup oleh jilbab. Di rangkul tubuh farah dan di hempaskan di sofa panjang, “kamu jangan meronta ronta lagi, menurut saja kemauan aku, atau kamu nanti aku siksa , dengan nada tegas kepsek itu mengancam farah. “pak, jangan pak please tolong lepaskan farah ,jeritnya” Plakkk kembali tamparan kepsek tersebut mengarah ke pipi farah. Sakit pak , rengek farah sambil memegang pipinya. “makanya kamu jangan cerewet diam saja nurut kemauan bapak saja, sudah terpenuhi nafsunya. Kemudian di copot seragama farah satu persatu dan di buka BHnya juga terlihat toket yang masih numbuh dengan putting yang berwarna coklat di pegang ke dua toketnya dan di mainkan putingnya di sentuh di jawil jawil sampai farah meronta lagi, “jangan pak lepaskan, farah gak mau seperti ini. Farah malu” “makanya kamu diam saja atau kamu aku tampar lagi mau??? Matanya sudah mengalir air mata. Dihisap putingnya dengan cepat oleh kepsek sleeeppp slepppp aduh pak sakit pak , jangan di gituin , terusin jeritanmu makin menjerit bapak semakin nafsu. Terus di remas toketnya dan memainkan putingnya yang masih ranum belum tersentuh sama sekali, farah merasa sakit tapi kepsek masih saja membuat farah bergairah “aahhh ihh uhh pakk , jangan pak. Kepsek yang semakin buas kemudian menyingkap roknya naik ke atas sampai ke paha , farah yang gak bisa apa apa hanya pasrah apa yang di perbuat oleh kepsek, terlihat paha yang mulus dan bersih, Tangannya sudah mengelus ngelus pahanya dari bawah sampai ke selakangannya mata kepsek tertuju pada gundukan memeknya yang amsih tertutup oleh celana dalam, “memek kamu sungguh imut, bikin bapak semakin nafsu farah” Kemudian wajah kepsek beralih ke bagian selakangan di cium cium di endus endus bagian memeknya hmmm bau khas perawan nih , dibuka lebar lebar kakinya sambil di hirup hirup dan menyentuh memeknya dengan hidungnya di gesek gesek membuat farah geli geli, tangan kepsek langsung menurunkan celana dalam farah yang berwarna pink , dan saat terbuka terlihat memek yang masih bersih dengan warna merah muda, masih sempit dengan bulu tipisnya yang tumbuh di sekitar selakangannya, Dengan cermat tangan kepsek menyentuh dinding memeknya dan membukanya sambil mencari letak klitorisnya setelah ketemu di mainkan klitoris milik farah di jawil jawil dengan jari tengahnya , sampai terlihat basah kemudian lidah kepsek menyentuh memeknya dan menjilatinya “ahhh ahh jangan pak , jangan pak ronta farah” Dengan tubuh yang meronta ronta , tangan farah sudah di pegang erat oleh kepsek dan lidahnya semakin dalam semakin memainkan lubang memeknya, lidahnya menyentuh klitorisnya dan di jilatinya bau cairan yang khas dari wanita farah terus mengerang dan merontah di selingi desahan desahan, makin lama farah bisa menikmati sentuhan kepsek birahinya muncul , dia merasakan nikmat yang pertama kalinya, memek perawannya sudah basah karena lendir dia dan ludah kepsek. Semakin liar jilatan kepsek mengusik sampai dalam lubang memek, “sudah pak, lepaskan saja pak, mendengar perkataan tersebut kepsek menghentikan dan memandang wajah farah “yang benar sudahan nih farah, kulihat kamu sudah naik birahimu, kata kepsek. Di lanjut lagi lidah kepsek menyentuh klitorisnya “Ahhh auhhh ughhh ,desahan farah, lidahnya menjilati lendir di sekitaran memeknya , gimana sayang farah kamu menikmatinya kan, dan enak kan?? Kata kepsek. Farah gak menjawab pertanyaan kepsek, di ulang lagi pertanyaannya “gimana neng farah enak gak , kalau di tanya ya di jawab” dengan mata terpejam farah menggangguk dan menjawab secara singkat enak dengan menutupi wajahnya dengan kain jilbabnya. Di arahkan lagi lidah kepsek ke lubang memeknya “ahhh nikmat pak, kata dari farah yang sudah terlena akan kenikmatan, karena kepsek sudah ahli dalam mempermainkan birahi , klitoris farah di cokot sedikit membuat farah kesakitan tapi disamping itu merasa greget liang memeknya mengeluarkan lendir yang semakin banyak. Tubuh farah kesana kesini di atas sofa menggeliat tak menentu karena di mainkan memeknya , baru pertama ini di rasakan oleh farah akan kenikmatan dan tanpa disadari puncak sudah mau datang, yaitu hentakan hentakan dari memek dan pinggulnya sudah mereaksi masih saja lidah kepsek memainkan maju mundur dan tiba saatnya tubuh farah kejang itu tandanya dia sudah merasakan orgasme , “ahh ahhh ahh sambil menghentakan pinggulnya , erangan farah sambilo menutupi selakangannya dengan tangannya. Dan kepsek itu tau kalau farah sudah orgasme membiarkan dia untuk menikmatinya,tak lama kemudian kepsek yang sudah berapi api mengeluarkan senjatanya yaitu penis yang sudah berdiri di copot celana panjang dan celana dalamnya, dikeluarkan penis yang besar kea rah wajah farah , saat mengarahkan ke mulut farah, dia menolak dengan alasan jijik karena benda asing masuk kie dalam mulut farah, “farah gantian dong kamu jilat punya bapak” Menuntun tangan farah untuk memegangi penis yang sudah tegang , diremas remas penis kepsek sambil matanya merem melek “ahh ahh ahh erangan kepsek , semakin lama farah sudah memahami dan di remas remas sambil mengocoknya naik turun, “ah ahh ahh erangan kepsek, dia meminta untuk di jilat penisnya dengan mulutnya, awalnya farah ragu , karena bujukannya kemudian lidah farh menjulurkan dan menjilati penis kepsek, jilatan yang kurang ahli di rasa tidak memuaskan kepsek di ambil penis dari mulut farah kemudian di tujukan kea rah lubang memeknya di tempelkan kepala penis ke dinding memeknyqa sambil di tekan tekan penis yang besar itu masuk ke dalam lubang memeknya. Baru sampai setengah farah menjerit kesakitan “ahhh pak sakit pak, berhenti pak,. Tapi kepsek masih menanamkan penisnya sampai dalam dan bles bless bless hentakan ke tiga dengan paksa penis kepsek masuk semua mengakibatkan dinding vaginanya robek slaput darahnya, “ahhhhh farah mengeluh panjang sambil menggigit bibirnya , kepsek masih melanjutkan aksinya tanpa henti dia memaju mundurkan penisnya , perlahan lahan penis kepsek di keluarkan dengan di iringi oleh desahan ahhh ahhh Memek kamu sungguh gurih sekali farah kata kepsek, sambil memasukkan lagi penisnya ke dalam memek farah kepsek dan farh sudah menikmati adegan perkempoan antara murid dan guru raut wajah farah meringis tangannya mencengkeram tepian sofa, dan mulutnya keluar desahan desahan yang rintih sambil kepalanya menggeleng geleng menahan perih yang dirasakan. Penis kepsek tetap maju mundurkan ke dalam lubang kenikmatan, dibasuh keringat dan nafas yang sudah tak teratur “aouhhh ouhh sakit pak , sakit pak, erangan farah membuat semakin bernafsu kepsek, membuat tubuh farah menjadi lemas, gerakan semakin cepat tandanya kalau kepsek juga mau ejakulasi dengan hentakan keras bless bless bless farah menjerti tak lama kepsek berhenti sejenak sambil menekan nekan pinggulnya , farah merasakan kucuran sperma yang masuk di dalam memeknya dan perlahan penis kepsek di keluarkan dari lubang memeknya. Terlihat sperma yang kental keluar dari lubang dan berwarna merah ada juga bercak darah dari memeknya , di ambilkan tisu untuk menyuruh mengusap lendir dan darah di memeknya, sambil mengelap mata farah menitihkan air, “gak usah pakai nangis segala kamu neng, dah bersihkan aja dulu bekas cairannya” Dan langsung setelah bersih farah memakai roknya dan seragamnya dan merapikan jilbab , dan langsung dia berjalan ke pintu tanpa menatap wajah kepsek , di cegah untuk keluar dulu dan kepsek memberikan uang jajan berupa bebrapa uang 50an ribu kepada farah, “ini buat jajan kamu, dan kamu gak usah bersedih lagi karena kamu gak bakal di keluarkan di sekolah ini, “kata kepsek “iya pak” “dan besok besok kami datang lagi ke sini ya , kemudian kepsek membukakan pintu dan farah berjalan dengan menundukan kepalanya menuju ke ruang kelasnya. Begitulah kisah tragis farah yang telat untuk membayar SPP sekolahnya, demikianlah cerita yang aku dapat dari salah satu teman farah. terimakasih.
Cerita Seks69 – Cerita ini adalah dramatisasi dari kisah nyata, dan merupakan satu dari beberapa cerita lepas dengan tokoh utama yang sama. Antara satu dan lainnya tidak harus dibaca berurutan. Sebut saja namaku Donny. Aku bekerja di sebuah instansi pemerintahan di kota S, selain juga memiliki sebuah usaha wiraswasta. Cerita berikut ini bukan pengalamanku sendiri, melainkan pengalaman seorang rekanku, sebut saja dia Ronny. Kami memang punya “hobi” yang sama, namun Ronny punya trik tersendiri untuk menyalurkan hobinya. Kini selain terdaftar di kota asalnya, ia juga resmi penduduk sebuah desa yang agak terpencil. Berikut adalah caranya mendapatkan kembang desa, meski sudah beristri tiga orang. Dinda terbangun dengan kepala yang pusing. Namun entah mengapa kedua tangannya tidak dapat digerakkan. Seluruh tubuhnya terasa hangat. Sambil mengerjapkan matanya, gadis itu memandang sekelilingnya. Ternyata ia berada dalam sebuah kamar yang belum pernah dilihatnya, terbaring di atas ranjang empuk dan besar yang berwarna merah jambu. Dari jendela yang tertutup terbayang hari sudah gelap. Dalam kamar itu sendiri hanya ada sebuah lampu kecil yang menyala remang-remang. Dinda hanya ingat Sabtu sore tadi setelah bertanding bola volley melawan sekolah dari kecamatan tetangga, ia harus berlari-lari dalam gerimis hujan menuju rumah neneknya untuk menginap malam ini, karena rumahnya terlalu jauh dari lapangan volley. Seperti umumnya gadis desa lainnya, meskipun tidak terlalu tinggi, namun Dinda memiliki tubuh yang montok dan padat. Buah dadanya yang membusung kencang seolah tidak muat dalam bra bekas kakaknya yang kekecilan. Ditunjang dengan kulitnya yang kuning langsat mulus dan rambut sebahu, wajahnya yang manis sering membuat pemuda desa terpaku dan menelan ludah saat gadis itu lewat dengan goyangan pinggulnya. Pantatnya yang montok selalu menonjol di balik rok seragam sekolahnya, yang biarpun di bawah lutut, ketatnya memperlihatkan garis celana dalam gadis itu. Bukan hanya para pemuda, beberapa orang yang telah beristri pun berangan-angan menjadikan gadis kelas 1 SMU itu istri mudanya. Menurut katuranggan, gadis macam Dinda rasanya peret dan legit, pasti akan memberikan kenikmatan sepanjang malam, membuat suaminya betah di rumah. Tidak heran, tiap kali ada pertandingan volley, selalu banyak penontonnya, meski kebanyakan hanya menonton paha Dinda yang bercelana pendek dan guncangan buah dadanya saat gadis itu memukul bola. “Ah, sudah bangun Nduk..? sebuah suara dan lampu yang menyala terang mengagetkan gadis itu. Tampak seorang pria kekar memasuki ruangan. Dinda mengenalinya sebagai Ronny, seorang terpandang di desanya. Meski bukan penduduk desa itu, namun suka kawin-cerai dengan gadis-gadis di sini. Pemerkosaan DINDA SiKembang Desa Dalam sebulan paling ia hanya di rumah satu-dua hari saja, selebihnya “kerja di kota”. Sekarang ini istrinya di sini sudah ada tiga orang, semuanya masih belasan tahun dan cantik-cantik, namun masih suka menggoda Dinda tiap kali bertemu. Bahkan baru saja ia pernah berusaha melamar gadis itu namun tidak berhasil. Dinda berusaha bangun, namun tangan dan kakinya tetap lemas tidak dapat bergerak. “ Tenang saja Nduk, nggak usah banyak gerak. Malam ini kamu di sini dulu. ” kata Ronny. Tidak sengaja Dinda melihat ke dinding kamar, dan dari cermin besar yang terpasang di sana, ia menyadari kedua tangannya terikat menjadi satu di atas kepalanya, demikian juga kedua kakinya yang terentang ke sudut-sudut ranjang, seperti huruf Y terbalik. Seluruh tubuhnya tertutup selimut, namun ujung selimut yang tersingkap memperlihatkan sebagian paha gadis itu. Di sudut ranjang tampak terserak baju seragam dan rok yang tadi dipakainya. “Pak Ronny, Dinda dimana? Kenapa Dinda begini?” tanya gadis itu dengan panik. Ia mulai teringat saat berlari ke rumah neneknya tadi seseorang menariknya dari belakang dan menempelkan sesuatu yang berbau menyengat ke wajahnya, kemudian semuanya menjadi gelap, hingga akhirnya ia kemudian tersadar di situ. “Tenang Dinda, kamu baik-baik saja. Malam ini kita akan kawin. Minggu lalu saya sudah melamarmu pada bapakmu. Sekarang kita akan nikmati malam pertama kita. ” kata Ronny sambil menyeringai. “Enggak! Enggak! Kemarin Bapak bilang ditolak! Dinda nggak mau!” gadis itu berusaha meronta, namun ikatan tangan dan kakinya terlalu kuat baginya. Sambil tertawa terkekeh, Ronny perlahan menarik selimut yang menutupi tubuh gadis itu, membuat Dinda terpekik karena penutup tubuhnya perlahan terbuka, sedangkan ternyata di balik selimut itu ia sudah telanjang bulat. “Jangan! Jangan! Aduh jangan! Pak Ronny, jangan Pak! Tolong.. !” Dengan sigap Ronny mengambil pakaian dalam Dinda yang terserak di atas ranjang, lalu menyumpal mulut gadis itu dengan celana dalamnya sendiri, dan mengikatnya ke belakang dengan bra gadis itu. “Pak? Kamu panggil aku Pak? Aku ini suamimu, tahu! Panggil aku Kangmas!” seru Ronny sambil menampar pipi Dinda sampai gadis itu memekik kesakitan. Ronny semakin beringas melihat tubuh Dinda yang montok telanjang bulat. Kedua paha gadis manis itu terentang lebar mempertontonkan bibir kemaluannya yang jarang-jarang rambutnya. “Diam Sayang! Ini malam kita bedah kelambu! Kalau bapakmu yang tolol itu tidak mau anaknya dilamar baik-baik, kita lihat saja besok! Karena besok anak perawannya sudah tidak perawan lagi! ” Tanpa basa basi Ronny segera membuka pakaiannya sendiri, lalu melompat ke atas ranjang. Dinda dengan sia-sia meronta dan menjerit saat Ronny menindih tubuhnya yang telanjang bulat tanpa sehelai benang pun. Gadis itu bahkan tidak bisa untuk sekedar merapatkan pahanya yang terkangkang lebar. Pekikan Dinda tertahan sumpalan celana dalam saat Ronny meremas buah dada gadis itu dengan kerasnya. Rontaan dan pekikan gadis cantik itu sama sekali tidak digubris. Ronny kemudian menempatkan kejantanannya tepat di depan bibir kemaluan Dinda. “Diam Sayang! Jangan takut, enak sekali kok! Nanti pasti kamu ketagihan. Sekarang biar Kangmas ambil perawanmu…” sambil berkata begitu Ronny menghujamkan kejantanannya memasuki hangatnya keperawanan Dinda. Selaput dara gadis itu terasa sedikit menghalangi, namun bukan tandingan bagi keperkasaan kejantanan Ronny yang terus menerobos masuk. “Haanggkk.. ! Aahhkk.. !” Napas gadis itu terputus-putus dan matanya yang bulat indah terbeliak lebar saat Dinda merasakan perih tiba-tiba menyengat selangkangannya. Tubuh montok gadis itu tergeliat-geliat merangsang dengan napas tersengal-sengal sambil terpekik tertahan-tahan ketika Ronny dengan perkasa menggenjotkan kejantanannya menikmati hangatnya kemaluan perawan Dinda yang terasa begitu peret. “Aahh… enak sekali tempikmu… aahh… Dindaaa… enak kan Nduk.. ? Terus ya Nduk.. ?” Ronny mendesah merasakan nikmatnya mengambil kegadisan si kembang desa. Dinda sambil merintih tidak jelas menggelengkan kepala dan meronta berusaha menolak, namun semua usahanya sia-sia, dan gadis itu kembali terpekik dan tersentak karena Ronny kini dengan kuat meremasi kedua Payudara nya yang kencang menantang. Memang benar kata orang, gadis seperti Dinda memang sangat memuaskan, wajahnya yang cantik, buah dadanya yang tegak menantang bergerak naik turun seirama napasnya yang tersengal-sengal, tubuhnya yang montok telanjang bersimbah keringat, kedua pahanya yang mulus bagai pualam tersentak terkangkang-kangkang, bibir kemaluannya tampak megap-megap dijejali kejantanan Ronny yang begitu besar. Sementara dinding kemaluannya terasa seperti mencucup-cucup tiap kali gadis itu terpekik tertahan. Dinda dengan airmata berlinang merintih memohon ampun, namun tusukan demi tusukan terus menghajar selangkangannya yang semakin perih. Payudaranya yang biasanya tersenggol pun terasa sakit kini diremas-remas tanpa ampun. Belum lagi rasa malu diikat dan ditelanjangi di depan orang yang tidak dikenalnya, lalu diperkosa tanpa dapat berkutik. Rasanya bagai bertahun-tahun Dinda disetubuhi tanpa mampu melawan sedikitpun. “Hhh.. ! Dindah.. ! Dindahh.. ! Sekarang Mas bikin kamu hamil, sayangghh.. ! Aah… ambil Nduk! Nih! Nih! Niih.. !” Tanpa dapat ditahan lagi Ronny menyemburkan spermanya dalam hangatnya kemaluan Dinda sambil sekuat tenaga meremas kedua payudara gadis itu, membuat Dinda tergeliat-geliat dan terpekik-pekik tertahan sumpalan celana dalam di mulutnya. Kepala gadis itu terasa berputar menyadari ia akan hamil. Perlahan pandangan gadis itu menjadi gelap. Dinda kembali tersadar oleh dengusan napas di depan wajahnya. Sebelum sadar sepenuhnya, sengatan perih di selangkangannya membuat gadis itu terpekik dan meronta. Namun tangan dan kakinya tidak mau bergerak, dan pekikan-pekikannya tidak dapat keluar. Pemerkosaan DINDA SiKembang Desa Dengan gemas Ronny kembali menggenjotkan kejantanannya menikmati keperawanan Dinda. Ronny tidak tahan lagi untuk tidak kembali menggagahi gadis itu, memandanginya tergolek telanjang Bugil tanpa daya di atas ranjang. Pahanya yang putih mulus terkangkang seolah mengundang, bibir kemaluannya yang berambut jarang terlihat berbercak merah, tanda Dinda memang betul-betul masih perawan, tadinya. Kedua payudara gadis itu berdiri tegak menjulang, dengan puting susu yang kemerahan menggemaskan. Sementara wajahnya yang manis dan bau tubuhnya yang harum alami sungguh membuat Ronny lupa diri. Dengan istri muda seperti Dinda, ia tidak akan mau tidur sekejap pun, tidak perduli gadis itu suka atau tidak. “Aah.. ! Ahk! Angkung ampun.. ! Aguh aduh.. hakik sakit.. angkung ampun.. !” Dinda merintih-rintih tidak jelas dengan mulut tersumpal celana dalam di sela-sela jeritan tertahan. Tanpa mampu merapatkan pahanya yang terkangkang, gadis itu merasakan kemaluannya semakin perih tiap kali Ronny menggerakkan kejantanannya. Tiap detik, tiap genjotan terasa begitu menyakitkan, Dinda berharap kembali pingsan saja agar perkosaan ini segera berlalu. Namun gadis itu tanpa daya merasakan bagian bawah tubuhnya terus ditusuk-tusuk benda yang begitu besar. Ronny semakin giat menggenjotkan kejantanannya dalam hangatnya kemaluan Dinda yang peret dan mencucup-cucup menggiurkan. Istri barunya ini memang pintar memuaskan suami di atas ranjang. Apalagi kalau nanti diajak tidur beramai-ramai bersama satu atau dua istrinya yang lain. Membayangkan meniduri dua atau tiga gadis sekaligus membuat Ronny semakin bersemangat menyodok kemaluan Dinda, semakin cepat, semakin dalam. Ronny merasakan kejantanannya menyentuh dasar kemaluan gadis itu bila disodokkan dalam-dalam. Dinda sendiri hanya merintih tampak pasrah mempersembahkan kesuciannya pada Ronny. Airmata gadis itu tampak berlinang membasahi pipinya yang kemerahan. Tubuh montok gadis itu tergelinjang-gelinjang kesakitan tiap kali kejantanan Ronny menyodok masuk dalam kemaluannya yang begitu sempit. Dengan menggeram seperti macan menerkam mangsa, Ronny dengan nikmat menyemburkan sperma dalam kehangatan tubuh Dinda yang terpekik tertahan-tahan. Semalam suntuk Ronny dengan gagahnya memperkosa Dinda, setidaknya lima kali gadis itu disetubuhi tanpa daya. Entah berapa kali Dinda pingsan ketika Ronny mencapai puncak, hanya untuk tersadar ketika tubuhnya kembali dinikmati dengan buasnya. Selangkangan gadis itu terasa perih dan panas, seperti ditusuk-tusuk besi yang merah membara. Payudaranya serasa lecet diremas habis-habisan, terkena semilir angin pun perih. Punggung gadis itu perih tergores kuku Ronny. Namun siksaan tanpa belas kasihan itu tidak kunjung usai, bagai tidak mengenal lelah kejantanan Ronny terus bertubi-tubi menusuk dalam-dalam, kedua tangannya seperti capit kepiting terus mencengkeram buah dada Dinda. Sementara gadis itu dengan tangan dan kaki terikat erat tidak mampu berkutik, apalagi menghindar atau mencegah. Bahkan menjerit pun Dinda tidak mampu, tenaganya sudah habis dan sumpalan celana dalamnya sendiri membuat pekikannya hanya seperti erangan. Bagai berabad-abad Dinda dibuat bulan-bulanan tanpa daya. Dari sela-sela jendela yang tertutup, sinar matahari pagi menerobos masuk. Dengan lemas Ronny berbaring di sisi Dinda yang terisak-isak. Sungguh luar biasa istri barunya ini, semalam suntuk gadis ini mampu melayani suaminya. Dari jam tujuh malam sampai jam enam pagi, dalam sebelas jam gadis itu mampu lima-enam kali memuaskan suaminya, meskipun harus sedikit dipaksa. Kalau saja kemarin tidak minum obat kuat, mungkin saja pagi ini Ronny tidak dapat bangun. Sambil tersenyum lebar, Ronny bangkit dan mengenakan pakaian. Perlahan Ronny membuka sumpalan mulut Dinda. Gadis itu sendiri masih telanjang bulat dengan tangan dan kaki terikat terentang lebar. “Nduk, kalau jadi istriku, kamu minta apa saja pasti aku beri. Mau kalung? Gelang? Rumah? Sepeda motor? Jangan takut, sebagai istri orang kaya, semua keinginanmu akan terkabul. ”“Nggak mau… lepasin Dinda… Dinda mau pulang.. !” isak gadis itu menghiba. “Rumah kita sekarang di sini Nduk, kamu sudah jadi istriku. ” bujuk Ronny. “Enggak… enggak mau. Dinda mau pulang!” gadis itu berusaha meronta tanpa hasil. “Jangan buat suamimu ini marah, Nduk! Kamu sudah jadi istriku, aku bebas berbuat apa saja dengan kamu! Jangan keras kepala!” seru Ronny jengkel. Dinda sambil terisak terus menggelengkan kepala. Berulangkali bujukan dan ancaman Ronny tidak dihiraukan Dinda, membuat Ronny naik pitam. “Baik, jadi kamu tidak ingin jadi istriku. Baik, kamu sendiri yang minta, Nduk! Jangan salahkan aku kalau aku bertindak tegas!” kata Ronny sambil membuka ikatan kaki Dinda. Ronny kemudian membuka ikatan tangan gadis itu dari besi ranjang, namun kedua pergelangan tangannya tetap terikat erat. Lalu dengan menarik ujung tali yang mengikat tangan Dinda, Ronny menyeret gadis yang masih telanjang bulat itu keluar kamar. Karena tubuhnya masih lemas, Dinda tidak kuasa menolak dirinya yang masih Bugil diseret sampai ke jalan desa yang terang benderang. “Hei, lihat! Lihat ini! Sungguh memalukan!” seru Ronny sambil menyeret gadis yang mati-matian berusaha menutupi ketelanjangannya. “Ada apa Pak Ronny? Apa yang terjadi?” tanya orang-orang desa yang segera saja mengerumuni keduanya. “Lihat ini! Perempuan ini sudah membuat desa kita tercemar! Dia berzinah dengan laki-laki! Saya pergoki mereka di rumah kosong di tepi desa! Sayang laki-lakinya kabur, tapi saya tahu orangnya! Pasti nanti akan kita tangkap!” seru Ronny berapi-api. “Tidak! Tidak.. tolong.. !” sia-sia Dinda berusaha membantah, suaranya tertelan ramainya suasana. “Lihat! Ini bukti perempuan ini sudah berzinah!” Ronny menunjuk ke arah selangkangan gadis itu yang berbercak darah. Kerumunan orang bergumam dan mengangguk-anggukkan kepala. Baca Juga > Cerita Seks69 – Sex Threesome Dengan Pegawai Hotel Kunjungi Juga Agen Bola Terpercaya “Tidak! Saya tidak ber…” perkataan Dinda terputus oleh teriakan salah seorang. “Bawa ke balai desa! Biar dihukum adat di sana!” serunya. Seseorang lain menarik tali yang mengikat tangan Dinda dan menyeret gadis telanjang bulat itu menuju ke balai desa. Sepanjang jalan mereka berteriak-teriak, membuat semakin banyak orang keluar rumah melihat Dinda yang Bugil diseret. Anak-anak kecil berlari-lari mengikuti sambil tertawa-tawa mengejek. Di balai desa, tepat di tengah pendopo, tali pengikat tangan Dinda ditarik ke atas dan diikatkan dengan tiang di atasnya. Kini gadis telanjang bulat itu berdiri tegak dengan tangan terikat ke atas. Dinda tahu bahwa hukuman bagi orang yang berzinah biasanya keduanya ditelanjangi, kemudian diikat seharian di balai desa. Seperti dirinya sekarang, namun ia hanya sendirian dan ia sama sekali tidak berzinah. Gadis itu diperkosa berkali-kali, lalu difitnah berzinah oleh pemerkosanya sendiri. Namun sia sia gadis itu berusaha membantah, suaranya yang kecil hilang ditelan ramainya orang di sekitarnya. Dan kini ia berdiri telanjang bulat sendirian dikelilingi belasan warga. Isakan tangis Dinda semakin keras mendengar tawa orang-orang yang mengelilinginya, berkomentar mencemooh tentang kemulusan tubuhnya, buah dadanya yang ranum kemerah-merahan bekas diremas, pantatnya yang bulat, pahanya yang mulus. Isakan gadis itu terhenti ketika sebuah truk berhenti di depan balai desa.
cerita seks kepala desa