cerita sekolah minggu tentang keluarga
Anakanak bisa membaca cerita ini di Lukas 5:17-26. Yang patut diteladani oleh anak-anak adalah teman-teman si lumpuh ini. Mereka sangat percaya bahwa Tuhan mampu menyembuhkan temannya ini, sampai-sampai mereka membawa si lumpuh ke atas atap rumah agar bisa diturunkan. Dan berkat kebaikan dan kasih teman-temannya ini, si lumpuh bisa sembuh.
Adasekitar 116 Cerita Alkitab yang bisa sahabat ambil untuk mengajar anak Sekolah minggu di Gereja. Mulai dari cerita tentang Allah menciptakan Langit dan Bumi sampai dengan Firdaus yang baru di Bumi. Membuat sebuat cerita untuk Anak Sekolah Minggu tidaklah sulit anda cukup mencari referensi cerita apa yang akan dibuat
Cerita21: Yusuf Dibenci oleh Saudara-saudaranya LIHATLAH anak itu, sedih dan tidak berdaya. Ia adalah Yusuf. Baru saja saudara-saudaranya menjual dia kepada orang-orang ini yang dalam perjalanan menuju ke Mesir. Di sana Yusuf akan dijadikan budak. Mengapa saudara-saudara tirinya berbuat hal yang jahat ini? Karena mereka iri kepada Yusuf.
KunciKelanggengan Keluarga 925. Pelayanan Sekolah Minggu 926. Menjadi Guru Sekolah Minggu yang Ideal 927. Aman Dalam Lindungan Tuhan BAHAN PELAJARAN SEKOLAH MINGGU: 234, BAHAN KHOTBAH TENTANG ROH KUDUS DAN KUASA-NYA:235, 236,237,239, BAHAN KHOTBAH TENTANG CITRA DIRI: BAHAN CERITA SEKOLAH MINGGU: 287, BAHAN KHOTBAH TENTANG ALKITAB:290,294;
Pendidikanrohani yang diberikan di sekolah minggu dan dalam keluarga tentunya bisa sangat berbeda, bahkan bertolak belakang. Misalnya saja, di sekolah minggu diajarkan bahwa Yesus adalah Tuhan dan Juruselamat, sedangkan dalam keluarga Yesus hanya dianggap sebagai seorang Nabi bukan Tuhan. Hal tersebut pasti akan sangat membingungkan mereka.
mở bài bằng lí luận văn học.
Tahun Gerejawi Minggu biasa Tema Karakter Keluarga Kristiani Pengajar dan Penjaga iman Bacaan Alkitab Efesus 6 1- 3 Ayat Hafalan “Hormatilah ayahmu dan ibumu, seperti yang diperintahkan kepadamu oleh TUHAN, Allahmu, supaya lanjut umurmu dan baik keadaanmu di tanah yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu.” Ulangan 516 Lagu Tema Kucinta Keluarga Tuhan Penjelasan Teks Hanya Untuk Pamong Keluarga adalah peran sentral dalam kehidupan baik dalam perjanjian lama dan perjanjian baru. Kehidupan keluarga dalam perjanjian lama tidak memiliki pemisah antara ibadah/iman atau pekerjaan. Apa yang dilakukan sehari-hari itulah harus mencerminkan kehidupan orang beriman. Tampaknya hal inilah yang diinginkan oleh Efesus 61-3, di mana Efesus mengajak untuk menarik perhatian iman sampai pada urusan hal yang paling kecil, yakni keluarga. Orang tua dan anak senantiasa mendapatkan porsi lebih dalam sebuah keluarga. Orang tua diharapkan mampu menjaga serta mengajarkan apa iman untuk anak-anaknya. Demikian juga isi dari Efesus 6, anak-anak dapat melihat orang tua sebagai figur yang dihormati. Hal ini tidak bisa terlepas dari konteks kehidupan keluarga Israel, di mana orang tua senantiasa mengajarkan iman bahkan tradisi Israel kepada anak-anaknya secara berulang-ulang. Seringkali tugas dan tanggung jawab mengajarkan dan menjaga iman diserahkan penuh kepada gereja. Oleh karena itu perlu kecermatan sekalipun disekolah minggu ada pengajaran, tidak berarti dalam keluarga juga terlepas dari pengajaran dan menjaga iman. Menghormati orang tua berarti juga harus rela keluarga menjadi pengajar serta penjaga iman. Dalam ayat 1 dan 2 dijelaskan bahwa anak-anak diminta untuk memiliki kewajiban taat dan menghormati orang tua. Kata taat memiliki arti melakukan seperti yang diperintahkan. Menghormati berarti bersikap yang baik, sopan dan penuh kasih kepada orang tua. Tentu saja kata taat kepada orang tua tidak berarti anak-anak harus taat kepada orang tua walaupun apa yang diperintahkan mereka tidak sesuai dengan Firman Tuhan. Seringkali ditemukan bahwa orang tua tidak dapat menjadi teladan, bagaimanapun Anak-anak harus tetap menghormati orang tua. Karena dalam Ulangan 516 sangat jelas dikatakan agar anak-anak menghormati orangtuanya. Perintah ini tidak dapat ditawar. Maka dari itu mari kita menjadi orang tua yang bisa menjadi teladan dan layak dihormati anak-anak. Demikian juga jika posisi kita masih menjadi anak karena para pamong masih memiliki orang tua adalah baik jika menghomatiorang tuanya. Yang benar adalah orang tua dan anak-anak pengikut Kristus bisa membangun relasi satu dengan yang lain dengan penuh kasih sayang saling menghargai dan menghoramti sehingga keluarga menjadi damai. Sebagai pamong kita pelu mengajarkan rasa hormat kepada orang tua bagi anak-anak jemaat supaya damai sejahtera tinggal dalam kehidupan keluarga-keluarga Kristen. TUNTUNAN IBADAH ANAK BALITA Tujuan Anak dapat mengulangi kembali nasihat Paulus kepada jemaat Efesus yang terdapat pada Efesus 61. Alat Peraga Tuliskan Efesus 61 di papan Tulis atau di kertas manila “Hai anak-anak, taatilah orang tuamu di dalam Tuhan, karena haruslah demikian.” Video tentang terbentuknya janin hingga kelahiran. Pendahuluan Selamat pagi anak-anak semua, senangnya pagi ini kalian semua nampak sehat dan bahagia. Coba tunjukkan mana senyumnya. Hebat…luar biasa. Anak-anak di rumah tinggal dengan siapa ya ? iya dengan Bapak, Ibu, Adik, dan Kakak. Mungkin juga ada yang tinggal dengan Kakek dan Nenek, Om dan Tante. Apakah anak-anak menyayangi anggota keluarga ? wah anak-anak hebat dan luar biasa karena mencintai keluarganya. Inti Penyampaian Mereka adalah keluarga orang tua kita, mereka sangat berharga. Tanpa adanya Bapak dan Ibu kita tidak ada di dunia ini. Mari kita lihat video berikut tentang awal mula kelahiran kita. Luar biasa ya kisah tentang terbentuknya kita di perut Ibu hingga dilahirkan. Maka dari itu kita harus menghormati orang tua dengan cara mentaati ajaran yang diberikan orang tua. Kertas manila yang berisi tulisan Efesus 61 dikeluarkan dan anak-anak diajak menirukan saat kita membacanya dan bisa diulang beberapa kali sampai anak-anak bisa mengingatnya tanpa bantuan pamong Penerapan Sekarang bisakah anak-anak menyebutkan contot taat kepada orang tua ? TAAT itu mengikuti apa yang diajarkan orang tua. Coba sebutkan contohnya. Benar, membatasi main HP, mandi tepat waktu, berdoa dan membaca Alkitab dengan PAH junior, makan makanan sehat dll…Wah hebat anak-anak semua. Jika anak-anak taat pada orang tua maka orang tua juga akan bahagia, dan Tuhan juga senang sebab itu sesuai perintah Tuhan. Anak-anakjuga akan bahagia sebab tidak perlu dimarahi karena kebanyakan main HP, tidak mau mandi, tidak mau makan dll Aktivitas Ini adalah gambar keluarga kita, mari kita mewarnainya TUNTUNAN IBADAH ANAK PRATAMA Tujuan Anak dapat menceritakan kembali nasihat Paulus kepada jemaat anak Efesus untuk mentaati dan menghormati orangtua mereka. Anak dapat menyadari bahwa ketaatan anak kepada orangtua adalah tanda ketaatan anak kepada Tuhan. Anak dapat menghafal ayat Efesus 61. Alat Peraga Video tentang terbentuknya janin hingga kelahiran Pendahuluan Selamat pagi anak-anak semua, senangnya pagi ini kalian semua nampak sehat dan bahagia. Coba tunjukkan mana senyumnya. Hebat…luar biasa. Anak-anak di rumah tinggal dengan siapa ya ? iya dengan Bapak, Ibu, Adik, dan Kakak. Mungkin juga ada yang tinggal dengan Kakek dan Nenek, Om dan Tante. Apakah anak-anak menyayangi anggota keluarga ? wah anak-anak hebat dan luar biasa karena mencintai keluarganya. Inti Penyampaian Mereka adalah keluarga kita. Khususnya orang tua kita, mereka sangat berharga. Tanpa adanya Bapak dan Ibu kita tidak ada di dunia ini. Mari kita lihat video berikut tentang awal mula kelahiran kita. Luar biasa ya kisah tentang terbentuknya kita di perut Ibu hingga dilahirkan. Maka dari itu kita harus menghormati orang tua dengan cara mentaati ajaran yang diberikan orang tua. Paulus juga menjelaskan alasan mengapa anak-anak harus menghormati rang tuanya. Di ayat yang ke-2 dan ke-3 perintah menghormati dan taat kepada orang tua itu sangat penting berkaitan erat dengan pemenuhan jani di Ulangan 516 adalah supaya berbahagia dan panjang umur. Ketika seorang anak menghormati orang tuanya ia juga menghormati dan bersyukur kepada Tuhan yang telah menciptakannya melalui orang tuanya. Jadi anak-anak dengan menghormati orang tua, kalian juga sudah menunjukkan ketaatan kepada Tuhan. Penerapan Sekarang bisakah anak-anak menyebutkan contoh taat kepada orang tua ? TAAT kepada orang tua itu mengikuti apa yang diajarkan orang tua. Coba sebutkan contohnya. Benar, membatasi main HP, mandi tepat waktu, berdoa dan membaca Alkitab dengan PAH junior, makan makanan sehat dll…Wah hebat anak-anak semua. Jika anak-anak taat pada orang tua maka orang tua juga akan bahagia, dan Tuhan juga senang sebab itu sesuai perintah Tuhan. Anak-anak juga akan bahagia sebab tidak perlu dimarahi karena kebanyakan main HP, tidak mau mandi, tidak mau makan dll. Maka dari itu, anak-anak hormat dan taat kepada orang tua bukanlah hal yang menyulitkan bukan ? justru menyenangkan. Aktivitas Membuat gantungan di pintu Bahan Kertas manila warna warni, gunting, spidol berwarna, benang Cara membuat Kertas manila dipotong ukuran 5 Cm X 10 Cm, masing-masing anak diberi 2 dengan warna yang berbeda Kertas manila dipotong bentuk hati dengan ukuran 6x6Cm, masing-masing anak diberi 2 dengan warna yang berbeda Benang dipotong ukuran 30 Cm. Kertas berbentuk persegi panjang dg dua warna direkatkan jadi satu dengan benang di tengahnya di beri tulisan E61 dengan spidol warna-warni. Di kertas manila warna lainnya diberi nama pribadi anak-anak. Berjarak 5 Cm dari kertas persegi dipasang kertas yang berbentuk hati. Digantung di pintu. Contoh di lembar Aktivitas dalam CD alat peraga. Lagu Tema Kucinta keluarga Tuhan. TUNTUNAN IBADAH ANAK MADYA Tujuan Anak dapat menjelaskan ajaran Paulus kepada jemaat Efesus untuk mentaati dan menghormati orangtua mereka. Anak dapat menyadari bahwa ketaatan anak kepada orangtua adalah tanda ketaatan anak kepada Tuhan. Anak dapat menunjukkan sikap menghormati orang tua sebagai wujud hormat kepada Tuhan. Alat Peraga Video tentang terbentuknya janin hingga kelahiran Pendahuluan Selamat pagi anak-anak semua, senangnya pagi ini kalian semua nampak sehat dan bahagia. Coba tunjukkan mana senyumnya. Hebat…luar biasa. Anak-anak di rumah tinggal dengan siapa ya ? iya dengan Bapak, Ibu, Adik, dan Kakak. Mungkin juga ada yang tinggal dengan Kakek dan Nenek, Om dan Tante. Apakah anak-anak menyayangi anggota keluarga ? wah anak-anak hebat dan luar biasa karena mencintai keluarganya. Inti Penyampaian Mereka adalah keluarga kita. Khususnya orang tua kita, mereka sangat berharga. Tanpa adanya Bapak dan Ibu kita tidak ada di dunia ini. Mari kita lihat video berikut tentang awal mula kelahiran kita. Luar biasa ya kisah tentang terbentuknya kita di perut Ibu hingga dilahirkan. Maka dari itu kita harus menghormati orang tua dengan cara mentaati ajaran yang diberikan orang tua. Paulus juga menjelaskan alasan mengapa anak-anak harus menghormati rang tuanya. Di ayat yang ke-2 dan ke-3 perintah menghormati dan taat kepada orang tua itu sangat penting berkaitan erat dengan pemenuhan jani di Ulangan 516 adalah supaya berbahagia dan panjang umur. Ketika seorang anak menghormati orang tuanya ia juga menghormati dan bersyukur kepada Tuhan yang telah menciptakannya melalui orang tuanya. Jadi anak-anak dengan menghormati orang tua, kalian juga sudah menunjukkan ketaatan kepada Tuhan. Penerapan Sekarang bisakah anak-anak menyebutkan contoh taat kepada orang tua ? TAAT kepada orang tua itu mengikuti apa yang diajarkan orang tua. Coba sebutkan contohnya. Benar, membatasi main HP, mandi tepat waktu, berdoa dan membaca Alkitab dengan PAH junior, makan makanan sehat dll…Wah hebat anak-anak semua. Jika anak-anak taat pada orang tua maka orang tua juga akan bahagia, dan Tuhan juga senang sebab itu sesuai perintah Tuhan. Anak-anakjuga akan bahagia sebab tidak perlu dimarahi karena kebanyakan main HP, tidak mau mandi, tidak mau makan dll. Maka dari itu, anak-anak hormat dan taat kepada orang tua bukanlah hal yang menyulitkan bukan ? justru menyenangkan. Aktivitas Merangkai Kata Anak dibagi menjadi beberapa kelompok. Tiap kelompok diberikan Efesus 6 yang ditulis di kertas HVS, dipecah per kata diacak lalu, tiap kelompok diminta untuk merangkainya menjadi kalimat Efesus 61 secara lengkap tanpa melihat Alkitab. Sebelumnya minta mereka untuk membacanya dari Alkitab. Ketika permainan dimulai mereka tidak boleh melihat Alkitab lagi. Kelompok yang terlambat menyusunnya diminta menyampaikan contoh sikap menghormati orang tua merupakan wujud hormat kepada Tuhan. Lagu Tema Ku Cinta Keluarga Tuhan
Bacaan Ulangan 6 5-9 Tahun Gerejawi Bulan Keluarga Tema Keintiman dengan Keluarga Tujuan Anak dapat menceritakan bahwa Tuhan senang pada anak yang dekat Tuhan dan orang tua Anak dapat menjelaskan pentingnya ibadah bersama dalam keluarga untuk meningkatkan kedekatan anak kepada orang tua dan Tuhan Lagu tema Kidung Ria 38 “Kucinta Kluarga Tuhan” PENJELASAN TEKS Untuk Pamong Keluargaku, Tempat Belajarku Bagi orang Yahudi, pendidikan merupakan pilar utama bagi kehidupan mereka. Tak heran, meskipun sedikit, orang Yahudi tersebar dimana-mana dan keberadaannya sangat berpengaruh bagi dunia global. Penganut agama Yahudi sangat mementingkan ketaatan kepada agama. Salah satunya lewat pendidikan agama. Sehingga para orang tua mengajarkan dan menanamkan kedisiplinan rohani sejak dini. Pendidikan anak bagi mereka tidak dimulai saat pendidikan di sekolah formal, akan tetapi justru pendidikan dimulai dari rumah. Bagi orang Yahudi, orang tua sangat bertanggung jawab atas perkembangan rohani anak-anaknya. Tak heran jika di dalam setiap kesempatan, orang tua selalu mengajar dan mengajar. Baik saat santai, saat dalam perjalanan, saat mengakhiri hari dan disegala kesempatan. Apa yang diajarkan oleh orang tua benar-benar dijadikan dasar dan gaya hidup setiap hari, dimanapun mereka berada Ulangan 67-9. Sebelum anak-anak mengenal dunia luar, mereka telah dibekali pendidikan kerohanian. Sehingga saat bergaul dan hidup jauh dari orang tua, anak-anak sudah memiliki dasar kehidupan yang benar. Mereka mengajar sesuai dengan jenjang umur, seperti berikut Anak umur 5 tahun mendengarkan cerita bersumber dari Taurat yang dilakukan secara verbal oleh orang tuanya. Umur 10 tahun , belajar tentang Mishna tulisan-tulisan tokoh-tokoh Yahudi. Umur 13 tahun, diajarkan tentang hukum-hukum Tuhan. Umur 15 tahun, diajarkan tentang Talmud catatan diskusi para Rabi Yahudi tentang hukum Yahudi, etika, kebiasaan dan sejarah. umur 18 tahun, diajarkan bagaimana mendapatkan seorang istri. Umur 20 tahun, didorong untuk melakukan suatu panggilan. PERSIAPAN CERITA Pamong menyiapkan alat tulis dan amplop sejumlah anak-anak yang hadir. CONTOH CERITA Untuk Anak-anak Adik-adik yang dikasihi Tuhan, Bagaimana kabarnya hari ini? Wah semua sangat ceria pagi ini ya. Hayo adakah diantara kalian yang berangkat ke gereja diantar oleh orang tua? Ok…… Ternyata ada sebagian yang diantar dan sebagian yang berangkat sendiri. Adakah yang pada hari ini melakukan segala sesuatu tanpa bantuan orang tua? Tentu tidak ada! Adik-adik semua masih sangat tergantung pada orang tua. Dari menyiapkan segala kebutuhan kita setiap hari, bahkan tuntunan hidup baik seperti yang dikehendaki Tuhan. Adik-adik yang dikasihi Tuhan, Berbicara tentang tuntunan hidup dari orang tua, mari kita bersama mengingat pengajaran yang diberikan oleh orang tua kita. Siapa yang ingat doa sederhana pertama yang diajarkan orang tua kita? Coba bagaimana isi doanya! Cerita Alkitab apa yang diceritakan oleh orang tua, yang paling adik-adik ingat? Pernahkah kalian diajak ibadah keluarga renungan pagi atau malam oleh orang tuamu? Bagaimana responmu? Dilakukan dengan suka cita atau bersugut-sungut? Berikan kesempatan anak-anak untuk mengingat dan menjawab. Adik-adik yang dikasihi Tuhan, Anak-anak yang selalu dekat dengan Tuhan menjadi anak-anak yang sangat dikasihi Tuhan. Tuhan sangat rindu untuk bertemu dengan kita setiap hari. Tuhan rindu untuk menuntun, menolong dan memberkati kita semua. Lalu bagaimana kita bisa selalu bertemu dengan Tuhan? Salah satunya lewat segala hal baik yang diajarkan oleh kedua orang tua kita. Tidak ada orang tua yang menginginkan anaknya celaka. Tetapi sebaliknya setiap orang tua pasti rindu anaknya senantiasa diberkati oleh Tuhan. Seperti dalam diskusi kita di atas, para orang tua sejak dini berusaha membekali dan memagari kita untuk dekat dengan Tuhan. Mereka mengajarkan doa, menceritakan karya Tuhan di dalam Alkitab dan juga nasehat-nasehat yang baik bagi hidup kita bahkan mungkin juga mengajak adik-adik untuk melakukan ibadah bersama dalam keluarga. Sama dengan anak-anak Yahudi sejak umur 5 tahun sampai masa remaja mereka diajarkan dengan pengajaran-pengajaran agama oleh orang tuanya diberbagai kesempatan. Pengajaran ini dilakukan dengan ketat di dalam keluarga Yahudi. Pengajaran diberikan baik di jalan, baik sebelum tidur, baik saat santai. Dalam segala kesempatan Firman Tuhan selau disampaikan. Adik-adik yang dikasihi Tuhan, Jika kita sudah terbiasa dekat dengan Tuhan, kita akan dapat memetik manfaatnya. Kita akan semakin bertumbuh dengan pengajaran yang sesuai dengan kehendak Tuhan. Tahu membedakan mana yang baik dan mana yang buruk. Dan lebih daripada itu, adik-adik juga bisa bersikap dengan tepat. Yang baik dilakukan dengan setia sedangkan yang tidak sesuai dengan kehendak Tuhan pasti akan tegas ditinggalkan. Oleh sebab itu jangan malas ya kalau diingatkan oleh orang tuamu untuk berdoa, membaca Alkitab dan juga melakukan ibadah keluarga baik pagi atau malam hari. Jangan bosan-bosan mendengarkan nasehat orang tuamu. Tetapi jika keluarga kita belum bisa melakukan dengan setia, ajaklah orang tuamu untuk melakukan doa, membaca Alkitab dan ibadah keluarga bersama-sama. Dengan demikian keluarga kita akan menjadi keluarga yang kompak, saling mendukung, saling mengingatkan dan bertumbuh bersama di dalam Tuhan. Lagu Tema Kidung Ria 38 1, 2, 3 “Kucinta Kluarga Tuhan” Catatan untuk bait 2 dan 3 kata-kata mengasihi menjadi melayani dan mengingatkan AKTIVITAS Anak-anak diminta untuk membuat surat kepada orang tua yang isinya Mengucapkan terima kasih kepada orang tua yang sudah selalu mengajak anak-anak untuk dekat dengan Tuhan. Komitmen untuk rajin membaca alkitab, berdoa dan semangat diajak untuk Ibadah keluarga. Tuliskan ungkapan kerinduan anak-anak untuk belajar akan Firman dan kehendak Tuhan bersama dengan keluarga! Bagi yang belum menerapkan belajar Firman Tuhan bersama di tengah keluarga. Surat dimasukkan ke dalam amplop. Memberikan surat tersebut kepada orang tua masing-masing setelah ibadah. Gambar
PENGANTAR DAN TUNTUNAN PENGGUNAAN “AQUA” ANEKA QUIZ ALKITAB Aku menulis kepada kamu, hai anak-anak, karena kamu mengenal Bapa. Aku menulis kepada kamu, hai bapa-bapa, karena kamu mengenal Dia, yang ada dari mulanya. Aku menulis kepada kamu, hai orang-orang muda, karena kamu kuat dan firman Allah diam di dalam kamu dan kamu telah mengalahkan yang jahat. I Yohanes 214 Sungguh suatu hal yang indah bila kita dapat memperkenalkan pada setiap orang Firman Tuhan “Marilah anak-anak, dengarkanlah aku, takut akan TUHAN akan kuajarkan kepadamu!” Mazmur 3412, untuk itu perkenalkanlah Firman Allah pada setiap orang di setiap kesempatan. Buku ini ditujukan bagi anak Sekolah Minggu tingkat usia 9 s/d 13 tahun, namun juga menarik bagi Remaja, Pemuda dan Orang Tua. Buku ini asyik dibahas bersama teman, orang tua dengan anak, atau pengisi waktu luang anda Alkitab kita ada jawaban untuk semua persoalan. Gunakanlah Alkitab Anda untuk menjawab dan mengerjakan Aqua, niscaya akhirnya akan Anda temukan bahwa bukan hanya Aqua yang dapat diselesaikan, namun seluruh persoalan dalam kehidupan Anda juga dapat diselesaikan dengan Firman Tuhan yang berkuasa. SELAMAT BELAJAR DAN MELAYANI, TUHAN YESUS MEMBERKATI. Silakan klik link berikut ini untuk mengunduh buku materi AQUA selengkapnya 000 AQUA u blog Selamat melayani. Penyusun, Moses DOA SYUKUR Terimakasih Tuhan Yesus karena Kau memberikanku kesempatan merasakan kekurangan, sebab itulah aku mengerti makna bersyukur dalam kecukupan Terimakasih Tuhan Yesus karena Kau memberikanku kesempatan berkelebihan, sebab itulah aku mengerti bahwa tak berbagi dalam kelebihan adalah kesalahan Ampuni aku Tuhan karena menjauh dari Engkau dan terimakasih karena cobaan yang Kau ijinkan kuterima menyadarkanku… Kini kumengerti betapa berharganya penyadaran dan betapa tak ternilainya sebuah kesadaran akan ketuhananMU! Meski penyadaran itu berawal pahit dan kesesatan itu berawal manis, dengan kesadaran; pahit atau manis seharusnya senantiasa membuatku sadar, dan sadar membuatku senantiasa bersyukur. "Muda menutup mata, tua merana", Karya Moses Foresto, 2010, Oil on Canvas, 110cmX140cm. Teringat akan puisi tahun 2008, dalam bebal tak berbatas, kemunafikan merajalela… sang pendusta kembali terhilang… DOA ANAK HILANG Dengan cara yang lembut dan tepat, Tuhan bertindak keras kepadaku. Ia tahu persis apa yang kuperlukan. Seperti dinding yang kokoh pagarnya tegas pada saat aku lemah dan lelah, bukan untuk menghimpit namun menjadi penopang yang mengendalikan jalan hidupku agar tak roboh dan tersesat. Tersesatlah aku karena tidak menghasilkan buah-buah Roh melainkan buah-buah kedagingan yang menjerat leher dan menyesatkan. Telah kupilih sendiri, hasilkan buah-buah dalam Roh dan kebenaran bukannya hasilkan buah-buah dosa namun tidakanku berlawanan dengan pilihanku, sebab aku lemah dan bodoh Saat ini buah-buah dosa menjadi bebanku. Buah-buah itu mengejar dan tak rela melepaskanku. Tamengku, Perisai yang baik telah kuretakkan dengan dosa-dosa tak terhingga, bahkan kubuang dan kutinggalkan Sekarang saatnya aku menentukan tindakan Menjadi seperti Kain yang mengobarkan amarah pada Tuhan dengan menyalahkan Habil serta orang benar lainnya Menjadi seperti Saul yang mengandalkan kekuatan sendiri, mencari Tuhan dengan tidak layak dan tak berkenan Menjadi seperti Simson yang menjadi tak taat setelah menerima berkat dan bertindak tanpa hikmat Tidak Tuhan, jauhkan aku dari pilihan-pilihan itu, aku mau seperti Daniel yang menguduskan diri demi Allah yang hidup Aku mau seperti Daud yang dengan hikmat menyesali perbuatannya, hidup benar, layak dan berkenan di hadapan Engkau Tuhan Jika terlalu jauh dan berat untuk menjadi seperti Paulus, aku mau seperti Stefanus yang hidup dan mati dalam kebenaran Tuhan, setiap kali berbuat dosa aku membukakan celah bisa dan racun mencelakakan jiwaku.. Tak terhitung kini dosa-dosaku Tak terhitung pula racun di dalam jiwaku Kini ya Bapaku, kuduskanlah kiranya aku dari segala macam racun itu Dengan berperisaikan Engkau, hindarkanlah aku dari serangan Iblis. Aku milikMu ya Tuhan Engkau yang telah menebusku dari kesia-siaan dan membawaku kepada kemuliaan anak Raja, namun semua pernah kutinggalkan untuk hidup dalam penyiksaan dan mengarahkan hidupku pada api neraka dalam kekekalan Ampuni aku… maafkan aku, Tuhan Yesus Terimalah aku kembali, anak hilang yang tak tahu diri Kini aku sadar dan mencari Engkau, ijinkan lagi aku menemukan Enkau dan menautkan diriku denganMu ya Allah. Terimakasih Tuhan Yesus Kristus, Amin. Ungaran, 7 Oktober 2008 IJINKAN AKU KEMBALI, BAPA… BERI HAMBA KEKUATAN… MESKI BERKALI-KALI TERHILANG, TERIMALAH HAMBA KEMBALI… Ungaran, 24 Januari 2011 Rekan Guru-guru Sekolah Minggu terkasih, inilah gambar-gambar si anak beruang “Winnie the Pooh” dan sahabat-sahabatnya. Setiap gambar memiliki kisah yang tak habis-habisnya. Ajaklah anak-anak kita mewarnainya sambil mendengarkan cerita Anda. Mari, jadikan Sekolah Mingu kita kian ceria dan bermakna. Selamat melayani! Hampir semua anak perempuan, remaja putri dan bahkan ada wanita dewasa yang sangat menyukai boneka Barbie. Bukan hanya boneka serta pernak-perniknya, buku cerita, DVD, hingga mode fashion pun terpengaruh oleh gaya Barbie yang fenomenal. Kita yang mengelola anak-anak sekolah minggu jangan sampai ketinggalan atau kalah dalam memikat perhatian anak-anak kita. Untuk itu, lembaran gambar mewarnai Barbie yang tersusun dalam beberapa seri nantinya, mulai dari Barbie Thumbelina, Barbie Rapunzel, Barbie Mariposa, Barbie & the Three Musketeer, Barbie & the Diamond Castle akan disajikan bagi rekan-rekan sekalian. Seperti biasanya, klik dulu pada gambar yang akan Anda download, kemudian copy dan simpan. Cetak sesuai keperluan dan jangan lupa Berdoa sebelum mulai pengajaran agar semua yang kita ajarkan dituntun oleh Tuhan Yesus. Selamat melayani anak-anak dengan kasih sayang. Rekan Guru Sekolah Minggu, mari kita merenung dan refreshing dikit sambil menikmati lukisan dan syair ini. Pada lukisan di bawah ini, saya ingin menggambarkan tantangan yang semakin berat dalam pelayanan dan kehidupan anak-Nya. Mungkin ada Guru SM yang terkendala oleh pekerjaannya, tantangan dari keluarga, cemoohan, mungkin juga konflik internal gereja, atau apapun bentuk hewan buas serta api yang menyala-nyala dan senantiasa siap menghanguskan pelayanan Anda. Mari arahkan pandangan hanya pada Yesus dan jangan undur dari pelayanan hanya karena tantangan, sehebat apapun kesulitan yang kita hadapi. Bawa dalam doa kepada Yesus. Ia pasti menerima kita yang datang dalam Roh dan kebenaran. Dipeluk dan dipangku dengan penuh kasih sayang. Saat itulah mujizat terjadi, segala api yang coba-coba menghanguskan kita itu akan lenyap oleh api sejuk dari Roh Suci. Mari nikmati bersama-sama. “Tenang dalam pelukan Roh-Nya” Moses Foresto, 2010 Oil on Canvas, 150cm X 190cm. Tenang dalam pelukan Roh-Nya Bumi kian gerah, sesak oleh hawa benci dan amarah Udara beracun, badai api nafsu menggelora Tanah menganga membara, siap menelan mentah-mentah Dimana lagi kuharus berpijak? Dengan apalagi kuharus bernafas? Bagaimana kuharus hidup? Buat apa kuhidup jika hanya untuk ditelan musuh? Sedang hidup saat ini adalah penentu pilihan Abadi bersama musuh dalam kelam nan ganas, atau hidup dalam Dia dengan sejahtera melimpah Sejauh mata memandang hanyalah gelap dan kobaran api Titik-titik terang dimana-mana ditelan api, sisakan abu dan asap Semua nyata, senyata diriku dan senyata panas menghanguskan Lalu musuh dan berlaksa-laksa pasukan datang memburu Lalu terdengar ajakan “Jangan panik atau takut. Tetaplah tenang. Pejamkan mata, hanya di dalam Roh dan kebenaran kau selamat!” Kupejamkanlah mata dalam doa pada-Nya, Lutut tertekuk dalam segala sesal dan ucap syukur Kusujud memuji dan menyembah, hingga kutemui Hanya dalam Roh, bahaya nyata sirna Hanya dalam Roh, api terangmu yang sejuk kian nyata mengatasi segala nyala api Hanya di dalam Roh, aku dimurnikan, diberi ampunan pendamaian Lalu Ia semakin erat memeluk aku Aku pun hidup. MosF, Ungaran, 21 Agustus 2010 Inilah proses pembuatan lukisan. Garap lukisan “Tenang di pelukan Roh-Nya” Billy kecil pun ikut membantu bersama kakaknya Yana Priskila dan Ima Jemima. Ha ha ha… thanks guys! Dari geladak kapal penuh BerKaT Bersyukur Kepada Tuhan!, Agustus 2010. Mari kenalkan anak-anak kita lebih dekat dan akrab dengan Sang Sahabat Sejati. Sambil mendengarkan tuturan dari Injil, kegiatan mewarnai gambar-gambar berikut ini tentunya menjadi upaya yang baik untuk membawa anak-anak kita pada jalan kebenaran dan hidup yang sejati. Bercerita adalah suatu bagian yang paling mengasyikkan di Sekolah Minggu, apalagi jika gurunya bercerita dengan penghayatan dan pebuh kesungguhan. Memang, story telling itu tidak mudah, harus dilakukan dengan hati. Kesungguhan hati akan terlihat dari mimik, gerak tubuh, perubahan suara dan kesatuan antara dinamika unsur-unsur itu. Pendek kata, dalam kita bercerita, seluruh bagian tubuh harus ikut bertutur. Kemampuan bercerita memang harus dipelajari dan dilatih, tapi tak apa, mulailah dengan bercerita dan bercerita, catatan penting adalah jangan lupa menanamkan nilai moral lewat cerita tersebut. Itu akan mudah karena selama bercerita Anda akan menjadi pusat perhatian, dan sekali Anda mampu memikat perhatian anak-anak, seterusnya Anda akan menjadi idola. Ketika menjadi idola, segala perilaku, perkataan dan perbuatan Anda akan menjadi panutan, yah, begitulah memang seorang guru sekolah minggu. Tuntutan untuk menjadi tauladan akan melekat. Melekat dalam diri Anda dan lebih melekat lagi dalam benak anak-anak kita. Catatan – Silakan klik dan download file ini, lalu ambil juga gambar-gambarnya. 03. TIMMY TIPTOES – Anda bisa mencetak dan membacakan terjemahan cerita lalu tampilkan gambar-gambarnya bisa juga menggunakan projektor, OHP atau infocus. – Cerita memang dalam bahasa Inggris sederhana, Anda bisa menerjemahkan secara bebas dan berkreasi mengembangkan cerita karena inti cerita lebih banyak terdapat pada gambar-gambarnya. – Cerita ini bukan hanya cocok untuk lingkungan sekolah minggu atau di kalangan umat Kristen saja, tapi cerita umum klasik dengan nilai-nilai yang bersifat universal. Bercerita adalah suatu bagian yang paling mengasyikkan di Sekolah Minggu, apalagi jika gurunya bercerita dengan penghayatan dan pebuh kesungguhan. Memang, story telling itu tidak mudah, harus dilakukan dengan hati. Kesungguhan hati akan terlihat dari mimik, gerak tubuh, perubahan suara dan kesatuan antara dinamika unsur-unsur itu. Pendek kata, dalam kita bercerita, seluruh bagian tubuh harus ikut bertutur. Kemampuan bercerita memang harus dipelajari dan dilatih, tapi tak apa, mulailah dengan bercerita dan bercerita, catatan penting adalah jangan lupa menanamkan nilai moral lewat cerita tersebut. Itu akan mudah karena selama bercerita Anda akan menjadi pusat perhatian, dan sekali Anda mampu memikat perhatian anak-anak, seterusnya Anda akan menjadi idola. Ketika menjadi idola, segala perilaku, perkataan dan perbuatan Anda akan menjadi panutan, yah, begitulah memang seorang guru sekolah minggu. Tuntutan untuk menjadi tauladan akan melekat. Melekat dalam diri Anda dan lebih melekat lagi dalam benak anak-anak kita. Catatan – Silakan klik dan download file ini, lalu ambil juga gambar-gambarnya. 02. BENJAMIN BUNNY – Anda bisa mencetak dan membacakan terjemahan cerita lalu tampilkan gambar-gambarnya bisa juga menggunakan projektor, OHP atau infocus. – Cerita memang dalam bahasa Inggris sederhana, Anda bisa menerjemahkan secara bebas dan berkreasi mengembangkan cerita karena inti cerita lebih banyak terdapat pada gambar-gambarnya. – Cerita ini bukan hanya cocok untuk lingkungan sekolah minggu atau di kalangan umat Kristen saja, tapi cerita umum klasik dengan nilai-nilai yang bersifat universal. Bercerita adalah suatu bagian yang paling mengasyikkan di Sekolah Minggu, apalagi jika gurunya bercerita dengan penghayatan dan pebuh kesungguhan. Memang, story telling itu tidak mudah, harus dilakukan dengan hati. Kesungguhan hati akan terlihat dari mimik, gerak tubuh, perubahan suara dan kesatuan antara dinamika unsur-unsur itu. Pendek kata, dalam kita bercerita, seluruh bagian tubuh harus ikut bertutur. Kemampuan bercerita memang harus dipelajari dan dilatih, tapi tak apa, mulailah dengan bercerita dan bercerita, catatan penting adalah jangan lupa menanamkan nilai moral lewat cerita tersebut. Itu akan mudah karena selama bercerita Anda akan menjadi pusat perhatian, dan sekali Anda mampu memikat perhatian anak-anak, seterusnya Anda akan menjadi idola. Ketika menjadi idola, segala perilaku, perkataan dan perbuatan Anda akan menjadi panutan, yah, begitulah memang seorang guru sekolah minggu. Tuntutan untuk menjadi tauladan akan melekat. Melekat dalam diri Anda dan lebih melekat lagi dalam benak anak-anak kita. Catatan – Silakan klik dan download file ini, lalu ambil juga gambar-gambarnya. 01. FLOOPSY BUNNIES – Anda bisa mencetak dan membacakan terjemahan cerita lalu tampilkan gambar-gambarnya bisa juga menggunakan projektor, OHP atau infocus. – Cerita memang dalam bahasa Inggris sederhana, Anda bisa menerjemahkan secara bebas dan berkreasi mengembangkan cerita karena inti cerita lebih banyak terdapat pada gambar-gambarnya. – Cerita ini bukan hanya cocok untuk lingkungan sekolah minggu atau di kalangan umat Kristen saja, tapi cerita umum klasik dengan nilai-nilai yang bersifat universal. Buku-buku cerita ini seluruhnya diperoleh atas pelayanan Project Gutenberg dan tidak digunakan untuk tujuan komersial. Selamat bercerita!
Tahun Gerejawi Bulan Kitab Suci Tema Mengingat dan mengajarkan Bacaan Alkitab Ulangan 61-9 Ayat Hafalan Ulangan 67 – “haruslah engkau mengajarkannya berulang-ulang kepada anak-anakmu dan membicarakannya apabila engkau duduk di rumahmu, apabila engkau sedang dalam perjalanan, apabila engkau berbaring dan apabila engkau bangun”. LaguNama-nama Kitab di Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru Penjelasan Teks hanya untuk pamong Pendidikan dalam keluarga adalah poin penting dalam tradisi umat Israel. Pendidikan yang dimaksudkan lebih ke arah informal memang dalam era Ezra terdapat sekolah untuk sofrim -ahli kitab, selain itu juga Ben Sirakh sempat mendirikan sekolah hikmat namun hanya untuk orang dewasa. Bangsa Israel sangat menjunjung tinggi peran penting keluarga dalam mendidik iman pada anak-anak mereka. Dalam perikop ini sangatlah jelas bahwa perintah untuk mengasihi Tuhan Allahmu dengan segenap hati, jiwa dan kekuatan harus diingat dan diajarkan berulang kali di dalam keluarga. Hal ini akan semakin terlihat jelas ketika melihat pengajaran dan pengulangan dalam tradisi paskah keluarnya bangsa Israel dari Mesir. Mengingat dan mengajarkan adalah tradisi yang sangat mengakar dalam budaya keluarga Israel, terlebih lagi mengingat ajaran/firman Tuhan dan mengajarkan pada keluarga. Refleksi untuk Pamong Pamong adalah kunci pelayanan kepada anak-anak. Kesungguhan pelayanan kita akan teruji ketika kita melihat perikop Ulangan 61-9. Apakah kita sebagai pelayan juga mengajarkan firman Tuhan kepada keluarga kita? Firman Tuhan adalah jalan bagi kita untuk semakin dekat dengan Tuhan, namun jika jalan itu tidak kita lalui dan kita hanya bisa menggambarkan saja namun belum tentu memiliki pengalaman melalui atau berjalan dalam jalan firman Tuhan, bagaimana kita dapat menggambarkan dan menerangkan firman Tuhan tersebut? Oleh karena itu sebagai pamong hendaknya apa yang kita ajarkan juga kita hidupi dalam kehidupan sehari-hari. Terutama mengajarkan secara terus menerus kepada keluarga kita. TUNTUNAN IBADAH ANAK BALITA Tujuan Anak mengerti keharusan untuk mengingat dan memperhatikan firman Tuhan Alat Peraga Kertas origami warna merah, kuning, hijau, biru, hitam. Angka 1 -10 pamong dapat menggunakan kertas yang dituliskan angka 1-10 / bisa menggunakan jari tangan untuk menunjukkan jumlah angka. Pendahuluan Awali dengan ajakan kepada anak-anak untuk menyebutkan warna dan angka pada alat peraga yang sudah dipersiapkan. Bagi anak yang sudah sekolah pasti bisa menyebutkan berbagai macam warna dan angka bukan? Nah kini silakan menyebutkan warna dan angka pamong menunjukkan alat peraga kertas origami warna warni dan meminta anak untuk menyebutkan berbagai warna pada kertas origami dan angka-angka tertentu. Wah.., anak-anak pintar semuanya ya, tepuk tangan untuk anak-anak semua hebat!. Anak-anak bisa mengetahui berbagai macam warna dan angka dari mana ya?, Apakah anak-anak secara tiba-tiba mengetahui/ bisa menyebutkan itu semua atau ada yang mengajari ya?. Setelah anak-anak mendapat pengajaran, baik itu tentang warna dan angka, pastilah anak-anak mengingat apa yang sudah diajarkan, betul?. Nah seperti judul firman Tuhan hari ini yaitu “Ingatlah ajaran Tuhan,” maka mari kita mengingat ajaran Tuhan ya. Minggu ini bacaan terambil dari Kitab Perjanjian Lama, yaitu Ulangan 61-9. Bagi anak yang sudah bisa membaca, nanti kita akan membacanya secara bergantian dan untuk anak-anak yang belum bisa membaca maka pamong/orang tua yang akan membantu anak membacakan, sementara anak disilakan menirukan bacaan. Inti Penyampaian Kitab Ulangan 6 menceritakan Allah yang memerintahkan umat Israel agar mereka bersungguh-sungguh mengajarkan kepada anak-anaknya untuk lebih mengenal dan menaati ajaran firman Tuhan yang terdapat di dalam Kitab Suci. Apabila bangsa Israel dan anak- anak mereka dengan sungguh-sungguh mengenal Allah, mereka menjadi semakin menghormati Allah dan akan menerima berkat Allah yang melimpah di dalam kehidupan. Ajaran-ajaran tersebut harus selalu diulang terus menerus agar mereka lebih mengenal Allah dengan mendalam, mengasihi Allah dengan segenap hati dan mengikuti-Nya dalam ketaatan penuh. Nah kalau di dalam bacaan dikisahkan Umat Israel mengajarkan tentang firman Tuhan kepada anak-anaknya, bagaimana dengan anak-anak di sini?. Kalau di sekolah minggu, tentu ada pamong yang memberikan pengajaran firman Tuhan, namun bagaimana dengan anak-anak di rumah? apakah saat di rumah papa-mama, ayah-ibu, yang-kung, yang-ti, memberikan pengajaran dan menceritakan tentang firman Tuhan juga? Supaya kita bisa mengerti tentang warna dan angka maka harus ada seseorang yang mengajarkan kita. Di awal tadi anak-anak bisa menyebutkan berbagai macam warna dan angka, pasti karena anak-anak telah mendapatkan pengajaran dari guru dan orang tua. Nah, supaya anak-anak bisa mendapatkan pengajaran tentang Tuhan Yesus, maka anak-anak harus mendengarkan siapa ya? Supaya anak-anak bisa mengetahui ajaran “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu.” Ulangan 65, maka anak-anak harus mendengarkan siapa? Betul. Mendengarkan pamong, pendeta, guru agama, dan orang tua. Penerapan Di dalam Kitab Ulangan 6 6-7 menyatakan, “Apa yang kuperintahkan kepadamu haruslah engkau perhatikan, haruslah engkau mengajarkannya berulang-ulang kepada anak-anakmu dan membicarakannya apabila engkau duduk di rumahmu, apabila engkau sedang dalam perjalanan, apabila engkau berbaring dan apabila engkau bangun.” Nah jelas ya bahwa ayat ini mengingatkan juga para orang tua, papa-mama, bapak-ibu kalian, untuk terus menerus mengajarkan firman Tuhan yang ada di dalam Alkitab. Artinya, ingatkan orang-tua kalian masing-masing untuk juga mengajarkan, dan mengisahkan cerita Alkitab saat di rumah, sehingga anak-anak dapat mendengarkan Firman Tuhan bukan hanya dari pamong saja, oke!. Tuhan Yesus memberkati anak-anak semua. Amin. Aktivitas Melipat kertas origami dan membuat origami mulut pamong silakan melihat tutorial “cara membuat kertas origami mulut berbicara“ Setelah anak membuat “kertas origami mulut berbicara,” mintalah anak untuk mengingat ajaran atau kisah Alkitab yang baru saja disampaikan oleh pamong. Ingatkanlah anak agar saat di rumah, anak-anak meminta orang tua untuk menceritakan kisah dan pengajaran Alkitab. Misalnya, ajaran tentang doa Bapa Kami, buah-buah Roh, hukum kasih, kisah-kisah di dalam Alkitab tentang penciptaan, kelahiran Yesus, Paskah, dan sebagainya. Setiap anak harus mengingat ajaran firman Tuhan yang disampaikan oleh orang tuanya dan pada minggu berikutnya silakan pamong mengecek/menanyakan. TUNTUNAN IBADAH ANAK PRATAMA Tujuan Anak mengerti keharusan untuk mengingat dan memperhatikan firman Tuhan Alat Peraga Kertas origami warna merah, kuning, hijau, biru, hitam. Angka 1 -10 pamong dapat menggunakan kertas yang dituliskan angka 1-10 / bisa menggunakan jari tangan untuk menunjukkan jumlah angka. Pendahuluan Awali dengan ajakan kepada anak-anak untuk menyebutkan warna dan angka pada alat peraga yang sudah dipersiapkan. Bagi anak yang sudah sekolah pasti bisa menyebutkan berbagai macam warna dan angka bukan? Nah kini silakan menyebutkan warna dan angka pamong menunjukkan alat peraga kertas origami warna warni dan meminta anak untuk menyebutkan berbagai warna pada kertas origami dan angka-angka tertentu. Wah.., anak-anak pintar semuanya ya, tepuk tangan untuk anak-anak semua hebat!. Anak-anak bisa mengetahui berbagai macam warna dan angka dari mana ya?, Apakah anak-anak secara tiba-tiba mengetahui/ bisa menyebutkan itu semua atau ada yang mengajari ya?. Setelah anak-anak mendapat pengajaran, baik itu tentang warna dan angka, pastilah anak-anak mengingat apa yang sudah diajarkan, betul?. Nah seperti judul firman Tuhan hari ini yaitu “Ingatlah ajaran Tuhan,” maka mari kita mengingat ajaran Tuhan ya. Minggu ini bacaan terambil dari Kitab Perjanjian Lama, yaitu Ulangan 61-9. Bagi anak yang sudah bisa membaca, nanti kita akan membacanya secara bergantian dan untuk anak-anak yang belum bisa membaca maka pamong/orang tua yang akan membantu anak membacakan, sementara anak disilakan menirukan bacaan. Inti Penyampaian Kitab Ulangan 6 menceritakan Allah yang memerintahkan umat Israel agar mereka bersungguh-sungguh mengajarkan kepada anak-anaknya untuk lebih mengenal dan menaati ajaran firman Tuhan yang terdapat di dalam Kitab Suci. Apabila bangsa Israel dan anak- anak mereka dengan sungguh-sungguh mengenal Allah, mereka menjadi semakin menghormati Allah dan akan menerima berkat Allah yang melimpah di dalam kehidupan. Ajaran-ajaran tersebut harus selalu diulang terus menerus agar mereka lebih mengenal Allah dengan mendalam, mengasihi Allah dengan segenap hati dan mengikuti-Nya dalam ketaatan penuh. Nah kalau di dalam bacaan dikisahkan Umat Israel mengajarkan tentang firman Tuhan kepada anak-anaknya, bagaimana dengan anak-anak di sini?. Kalau di sekolah minggu, tentu ada pamong yang memberikan pengajaran firman Tuhan, namun bagaimana dengan anak-anak di rumah? apakah saat di rumah papa-mama, ayah-ibu, yang-kung, yang-ti, memberikan pengajaran dan menceritakan tentang firman Tuhan juga? Supaya kita bisa mengerti tentang warna dan angka maka harus ada seseorang yang mengajarkan kita. Di awal tadi anak-anak bisa menyebutkan berbagai macam warna dan angka, pasti karena anak-anak telah mendapatkan pengajaran dari guru dan orang tua. Nah, supaya anak-anak bisa mendapatkan pengajaran tentang Tuhan Yesus, maka anak-anak harus mendengarkan siapa ya? Supaya anak-anak bisa mengetahui ajaran “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu.” Ulangan 65, maka anak-anak harus mendengarkan siapa? Betul. Mendengarkan pamong, pendeta, guru agama, dan orang tua. Penerapan Di dalam Kitab Ulangan 6 6-7 menyatakan, “Apa yang kuperintahkan kepadamu haruslah engkau perhatikan, haruslah engkau mengajarkannya berulang-ulang kepada anak-anakmu dan membicarakannya apabila engkau duduk di rumahmu, apabila engkau sedang dalam perjalanan, apabila engkau berbaring dan apabila engkau bangun.” Nah jelas ya bahwa ayat ini mengingatkan juga para orang tua, papa-mama, bapak-ibu kalian, untuk terus menerus mengajarkan firman Tuhan yang ada di dalam Alkitab. Artinya, ingatkan orang-tua kalian masing-masing untuk juga mengajarkan, dan mengisahkan cerita Alkitab saat di rumah, sehingga anak-anak dapat mendengarkan Firman Tuhan bukan hanya dari pamong saja, oke!. Tuhan Yesus memberkati anak-anak semua. Amin. Aktivitas Melipat kertas origami dan membuat origami mulut pamong silakan melihat tutorial “cara membuat kertas origami mulut berbicara” Setelah anak membuat “kertas origami mulut berbicara,” mintalah anak untuk mengingat ajaran atau kisah Alkitab yang baru saja disampaikan oleh pamong. Ingatkanlah anak agar saat di rumah, anak-anak meminta orang tua untuk menceritakan kisah dan pengajaran Alkitab. Misalnya, ajaran tentang doa Bapa Kami, buah-buah Roh, hukum kasih, kisah-kisah di dalam Alkitab tentang penciptaan, kelahiran Yesus, Paskah, dan sebagainya. Setiap anak harus mengingat ajaran firman Tuhan yang disampaikan oleh orang tuanya dan pada minggu berikutnya silakan pamong mengecek/menanyakan. TUNTUNAN IBADAH ANAK MADYA Tujuan Anak mengerti keharusan untuk mengingat, memperhatikan dan mencintai firman Tuhan sebagai hal yang berharga di dalam hidup Pendahuluan Anak-anak Madya yang dikasihi Tuhan… Bacaan Alkitab kita hari ini terambil dari Kitab Perjanjian Lama, Ulangan 6 1-9 dibacakan secara bergantian. Di akhir bacaan Alkitab, pamong berucap “Yang berbahagia ialah mereka yang senantiasa membaca, memelihara dan melakukan Firman Tuhan dalam hidup keseharian.” Masih ingatkah anak-anak akan Firman Tuhan minggu yang lalu?, minggu lalu kita belajar dari kisah Maria dan Marta mengenai “Kesungguhan hati dalam melayani dan mendengarkan Firman Tuhan”. Pamong silakan cek tugas anak untuk membuat pembatas Alkitab dari kertas origami yang digunting berbentuk hati dengan tulisan yang berisi pesan/pelajaran yang anak-anak dapatkan dari kisah Maria dan Marta. Lalu pamong silakan bertanya kepada setiap anak mengenai firman Tuhan yang ada di dalam Alkitab PL/PB. Isi pengajarannya tentang apa saja? Apakah hanya berisi hal atau pengajaran dan kisah tentang semua peristiwa yang baik saja? ataukah terdapat juga kisah tentang hal buruk dan jahat? Kisah yang ada di dalam Alkitab, baik yang terdapat di Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru berisi tentang segala peristiwa baik dan buruk, yang manusia lakukan. Tentu terkait semua hal yang baik, kita harus melakukannya. Sebaliknya, untuk yang buruk kita tidak boleh melakukannya. Di atas semua itu, Alkitab menegaskan cinta kasih Tuhan Allah yang tak berkesudahan bagi kita semua. Inti Penyampaian Anak Madya yang dikasihi Tuhan, Kitab Ulangan 6 menceritakan Allah yang memerintahkan umat Israel agar mereka bersungguh-sungguh mengajarkan kepada anak-anaknya untuk lebih mengenal dan menaati ajaran firman Tuhan yang ada di dalam Kitab Suci. Karena apabila bangsa Israel dan anak- anak mereka dengan sungguh-sungguh mengenal Allah, maka akan membuat mereka menjadi semakin ingin menghormati Allah. Dengan begitu, mereka akan menerima berkat Allah yang melimpah di dalam kehidupan mereka. Ajaran yang selalu diulang terus menerus dimaksudkan agar mereka lebih mengenal Allah dengan mendalam, mengasihi Allah dengan segenap hati dan mengikuti-Nya dalam ketaatan penuh. Ibarat gadget, maka harus selalu di charge, atau di isi dayanya secara terus menerus bukan? Supaya apa? Supaya dapat berguna dan tidak mati. Demikian pula dengan kita, yang harus terus menerus mengingat, memperhatikan, dan mencintai ajaran serta seluruh kehendak Tuhan Allah, supaya kerohanian kita tetap segar dan hidup. Nah kalau di dalam bacaan dikisahkan Umat Israel mengajarkan tentang firman Tuhan kepada anak-anaknya, bagaimana dengan anak-anak di sini?. Jika dalam ibadah anak, di sekolah minggu, ada pamong yang memberikan pengajaran firman Tuhan, dan menceritakan tentang cerita Alkitab, lantas bagaimana dengan anak-anak ketika di rumah? Apakah saat di rumah kalian juga mendapatkan pengajaran tentang firman Tuhan juga? Jika iya, dari siapakah? Jika tidak, mengapa demikian? Bagaimanakah caranya dan hal apa saja yang bisa dilakukan oleh anak Madya untuk bisa mengerti, mengingat, memperhatikan, dan mencintai firman Tuhan yang ada di dalam Alkitab?. Apakah dengan cukup rajin mengikuti sekolah minggu saja? Rajin mengikuti ibadah anak tentu merupakan hal yang baik. Meskipun pandemi, namun anak-anak tetap bisa sekolah minggu secara online/daring melalui zoom bukan? Dan jangan lupa setiap hari anak-anak juga harus rajin membaca Alkitab tanpa disuruh, melainkan dengan kesadaran, dengan kesungguhan. Ingatkan komitmen anak untuk “rajin membaca Alkitab” pada pertemuan Minggu pertama di bulan September. Penerapan Anak-anak Madya yang dikasihi oleh Tuhan Yesus Kristus… Kita tidak akan dapat mengetahui kebenaran, jika tidak ada yang mengajarkannya. Itulah mengapa kita membutuhkan guru di sekolah, pamong di gereja. Supaya anak-anak bisa memperhatikan, mengingat, dan mencintai firman Tuhan, sebab seperti apa yang tertulis dalam kitab Ulangan 6 6-7 “Apa yang kuperintahkan kepadamu haruslah engkau perhatikan, haruslah engkau mengajarkannya berulang-ulang kepada anak-anakmu dan membicarakannya apabila engkau duduk di rumahmu, apabila engkau sedang dalam perjalanan, apabila engkau berbaring dan apabila engkau bangun.” Maka, yuk mengingatkan para orang tua, papa-mama, bapak-ibu kalian, untuk juga terus menerus mengajarkan firman Tuhan yang ada di dalam Alkitab. Sebab yang bertugas untuk mengajarkan bukan hanya guru, dan pamong saja, melainkan juga orang-tua masing-masing, oke. Tuhan Yesus memberkati anak-anak semua. Amin. Aktivitas Ajaklah anak melakukan misi yang akan dicek oleh pamong minggu depan. Contoh misinya sebagai berikut Beribadah Keluarga di rumah masing-masing. Mintalah anak untuk dapat beribadah dalam keluarga baik doa bersama, membaca kitab suci bersama, dan memuji Tuhan bersama keluarga. Dalam ibadah keluarga singkat tersebut, anak-anak/orangtua dapat merekam aktifitas ibadah tersebut. Video dapat diupload dalam wa grup gereja atau pamong sebagai bukti anak-anak dan keluarga telah melakukan ibadah keluarga di rumah masing-masing Catatan Sebagai semangat anak-anak, pamong dapat menyediakan hadiah bagi anak-anak yang telah melakukan ibadah keluarga di rumah masing-masing bisa melalui nominasi peringkat dsb.
cerita sekolah minggu tentang keluarga