cerita pendek kancil dan monyet
Kancildan Monyet Cerpen Karangan: Rizki Amin H Kategori: Cerpen Bahasa Jawa Lolos moderasi pada: 22 March 2014. Di suatu hutan belantara hiduplah seekor binatang yang bernama kancil, monyet dan buaya. suatu hari kancil mendengar berita bahwa di desa seberang sana banyak timun dan buah pisang yang sangat segar, setibanya di jalan kancil bertemu dengan Monyet. monyet bertanya pada kancil
Ceritaanak anak singkat kali ini bercerita tentang si kancil dan si monyet. Walau keduanya termasuk hewan yang cerdik, namun kecerdikan monyet jauh lebih menjurus kearah negatif dibanding kecerdikan si kancil yang sering menolong. Suatu hari si monyet datang menemui kancil, ternyata si monyet ingin meminjam beberapa makanan milik kancil.
DongengKerbau dan Monyet Licik - J aman dahulu kala, ada seekor monyet yang sangat nakal. Di sangat rakus dan suka mencuri tanaman dan buah para petani. Perbuatanya yang sudah sangat keterlaluan, membuat para petani resah. Sehingga para petani mulai menjaga ladang mereka dengan ketat dan memasang berbagai perangkap.
Disuatu pagi yang cerah, terlihat kancil sedang memandang kebun sayur. Sudah cukup lama, ia menanti sayuran. Sekarang, kancil siap memanen sayuran yang telah ditanamnya. "Wah, akhirnya aku dapat makan sayur sebanyak-banyaknya," ujar kancil dengan gembira. Setelah merasa kenyang, kancil lalu beranjak pergi menuju sungai untuk minum. Editors' Picks
Suatuhari di sebuah hutan, seekor Monyet yang sangat sombong. Ia selalu menyombongkan diri yang paling cerdas dan lincah. Ia membanggakan dirinya bahwa ia pemanjat yang hebat, ia juga bisa berlari sama cepatnya seperti Kelinci. Tibalah, hari yang di tunggu Kura-kura. Buah-buahan di kebunnya sudah berbuah. Ia sangat senang.
mở bài bằng lí luận văn học. Add c Pada suatu pagi yang cerah, si kancil yang terkenal hewan yang sangat cerdik dan pintar sedang berjalan melewati hutan yang hijau. Kancil berjalan dengan muka ditegakkan. Namun tiba-tiba, ada sesuatu yang membuat kancil berhenti berjalan. Kancil merasa perutnya sakit dan terdengar bunyi "kriuuuk kluk klukkkk" Wah....Ternyata Kancil lupa belum makan pagi, sehingga perutnya kelaparan. "aduuuh, lapar sekali? saya sedang malas mencari makanan, kemana? aduh kemana saya harus mencari???oh itu rumah monyet!!!!" segera kancil berjalan menuju rumah monyet dengan harapan ada makanan dirumah monyet. Dirumah monyet, terbaringlah monyet yang sedang sakit gigi karena monyet lupa membersihkan gigi setelah makan malam. Di meja makan, terdapat tiga buah pisang matang berwarna kuning, Terdengar suara pintu diketuk-ketuk "monyet...monyet....bangun monyet!!!" ternyata suara si kancil dari luar rumah "iya...siapa ya? ada apa pagi-pagi begini? ooh kamu kancil?" Monyet membukakan pintu sembari terlaget-kaget kenapa sepagi ini si kancil datang kerumahnya. "Monyet, saya minta pisang, saya kelaparan, kamukan pintar memanjat dan mudah mendapatkan makanan, oh itu ada pisang..." Kancil segera masuk kedalam rumah tanpa permisi saat melihat ada pisang di meja makan monyet "tapiii....tunggu dulu...." sergah si monyet "apa? kamu cari pisang lagi monyet, kamu pintar memanjat, saya sudah tidak punya tenanga untuk mencari makanan..." jawab si kancil "tapi itu buat makan pagi, siang dan sore kancil, hari ini saya sedang tidak enak badan...kan...." jelas si Monyet. Tapi dasar kancil, dia berlari keluar rumah dan mengupas kulit pisang dan melemparnya kedepan, dan tidak berapa lama... "aduuuuuh....aw...aw....aduh....ooooohhhh" terdengar teriakan kancil Rupanya Kancil terpeleset oleh kulit pisang yang dia lempar kedepan dan saat kancil berjalan dia tidak melihat ada kulit pisang yang dia lempar, terinjak dan Kancil terpeleset lalu jatuh dan menggelinding masuk ke parit dengan air yang begitu dingin dipagi hari. "Br...brrr...aduh dingin sekali, sudah terpeleset, jatuh menggelinding pula kedalam parit...dinginnnn" Kancil meratapi nasibnya dipagi hari setelah merebut buah pisang milik Monyet. Alangkah buruk nasib kancil dipagi hari itu ya? merebut makanan teman sendiri itu adalah hal yang kurang baik, apalagi teman tersebut hanya memiliki makanan yang cukup untuk persediaannya. Membuang sampah di sembarang tempat juga perbuatan yang kurang baik, sebaiknya membuang sampah adalah ditempat sampah, agar sampah tersebut tidak mengotori jalan. Akibat dari perbuatannya kancil yang malang terluka dan sakit, sungguh tidak nyaman berada disepanjang hari dengan menahan sakit karena perbuatannya yang tidak bagus itu. Hikmahnya Berusaha sendiri dengan baik dan penuh keyakinan, Inza Allah hasilnya pasti luar biasa.Pelajaran untuk Kancil, mengapa dia tidak mencari makan sendiri? bukankah dihutan banyak sekali buah-buahan? Menjalankan hal-hal yang semestinya dilakukan agar tidak menyebabkan suatu kerugian contoh buat Monyet yang tidak sikat gigi kemudian sakitlah giginya Jangan merampas hak milik orang lain. Buat Kancil yang mengambil pisangnya Monyet Tidak boleh semena-mena terhadap sesama Kancil yang mengambil pisangnya Monyet Makanlah dengan tenang dan ditempat yang benar. Kancil yang makan dengan berjalan Dilarang membuang sampah sembarangan. Halllo....siapkah itu???? *** Edisi revisi dari acara mendongeng bersama Faiz dan terkembanglah tulisan kasih nak, karenamu ummimu ini akan selalu belajar dari sebuah kata.
Cerpen Karangan Rizki Amin HKategori Cerpen Bahasa Jawa Lolos moderasi pada 22 March 2014 Di suatu hutan belantara hiduplah seekor binatang yang bernama kancil, monyet dan buaya. suatu hari kancil mendengar berita bahwa di desa seberang sana banyak timun dan buah pisang yang sangat segar, setibanya di jalan kancil bertemu dengan Monyet. monyet bertanya pada kancil “cil pean mau pergi kemana?” “kate lungo ke desa sebrang yang jarene akeh buah pisang dan timun” “aku oleh melu ora cil” “ngge cil oleh kok, kita berangkat sekarang ajha mumpung sek isuk” Setibanya di sungai kancil dan monyet tidak bisa menyebrang di karenakan arus sungai yang sangat deras sekali dan akhirnya kancil bertemu dengan buaya. kancil meminta tolong kepada buaya dan teman-temannya untuk menyebrangkan agar sampai ke desa sebrang “He kon buaya buntung” “kon lak nyelok aku kok gg enak she, geger ae ngene iki” “ora ora aku jaok tolong sebrangno sungai oleh ta ora?” “lak iku see gampang, tapi onok syarat ee cil” “opo syarat ee?” “awakmu lak wez totok tujuan ojok lali gawak no daging 2 kg oke aaaa” “oke tokk wezzz, santai ae brooo” Setelah disebrangkan buaya kancil dan monyet segera menuju ke tempat yang banyak timun dan pisangnya kemudian kancil bertemu dengan petani yang baik hati. kancil dan monyet di beri timun dan pisang. dan akhirnya petani mempunyai fikiran untuk memelihara kancil dan monyet. tetapi kancil tidak lupa akan janjinya dengan si Buaya, kancil membawakan tiga buah ayam untuk diserahkan ke pada buaya, kancil dan monyet pun senang bisa makan timun dan pisang setiap hari. The end Cerpen Karangan Rizki Amin H Facebook Cerpen Kancil dan Monyet merupakan cerita pendek karangan Rizki Amin H, kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya. "Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!" Share ke Facebook Twitter WhatsApp " Baca Juga Cerpen Lainnya! " Cinta-Cintaan Oleh Fani Desy Lestary Namaku Sinta. Cewek desa yang baru saja lulus SMP, di SMP desa pula. Orang-orang menyebutnya SMP Mewah. Sebenarnya namanya bukan SMP Mewah, bangunannya juga gak mewah-mewah amat, buat aku Pungkasan Enteni Part 2 Oleh Im_Kyura14 Ing dina sabanjure Fany mulai akrab karo kanca-kancane Mika, kayata Prima, Adelia, Adena, lan Fitri uga kanca liyane. Dheweke seneng karo tekane Fany sing apikan. Dheweke mulai akur lan Kenangan Oleh Naomi Jasmine Minggu pagi, adalah hari yang sangat menyenangkan untuk anak-anak sekolah dasar. Apalagi yang suka nonton kartun, biasanya hari minggu memang waktunya untuk nongkrong di depan tv. Akan ada banyak Usai Kelas Part 2 Oleh Domba Orson Guru dalam silat bisa saja menjadi guru yang spesifik seperti guru yang khusus untuk teknik, guru spesialis ketahanan dan kekuatan, guru spesialis motivasi, dan guru khusus yang spesifik lainnya. Apatah Arti Namaku? Oleh Erik Suwandinata Dua puluh tiga tahun yang lalu menjadi momen bahagia bagi kedua orangtuaku. Keduanya melakukan beberapa tradisi kehamilan dalam adat Jawa seperti tujuh bulanan atau yang sering disebut “Tingkeban/mitoni”. Tingkeban/mitoni “Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?” "Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan loh, bagaimana dengan kamu?"
Parents pasti tidak asing dengan dongeng Kancil yang sering kita baca saat kecil, bukan? Nah, dongeng ini juga bisa dibacakan kepada anak-anak kita sebelum mereka tidur karena kaya dengan pesan moral. Cerita tentang Kancil merupakan jenis fabel, yaitu cerita tentang binatang yang bisa berbicara dan bertingkah seperti manusia. Termasuk dalam jenis cerita lama, fabel seperti cerita si Kancil ini biasanya memiliki pesan moral yang ditujukan bagi anak-anak. Melansir berbagai sumber, agar Parents bisa mulai bercerita, yuk simak variasi dongeng tentang si Kancil terbaik berikut ini! 5 Dongeng Kancil Terbaik yang Kaya Akan Pesan Moral 1. Dongeng Kancil dan Buaya Dongeng Kancil dan buaya memiliki nilai moral untuk anak. Suatu hari di dalam hutan, si Kancil terlihat tengah berjalan mencari makan. Perutnya keroncongan dan ingin sekali diisi dengan buah-buahan atau timun kesukaannya. Namun, setelah berjalan cukup jauh, ia tak juga mendapatkan makanan yang dicari. Akhirnya, si Kancil pun berjalan menuju tepi sungai besar. Saat sampai di tepi sungai besar, si Kancil terkejut. Dari kejauhan dilihatnya kumpulan pohon timun dengan buah-buahan yang ranum. Namun bagaimana ia bisa menyeberang? Tidak ada batu atau kayu sebagai pijakan. Si Kancil pun tidak bisa berenang karena arusnya cukup deras. Tiba-tiba… ia dikagetkan oleh seekor buaya yang menggigit kakinya. Kancil lupa jika sungai besar merupakan rumah dari para buaya. Sudah pasti ia akan segera menjadi mangsa. Akhirnya, Kancil memutar otak bagaimana ia bisa lolos dari ancaman sang buaya. Kancil lantas bercerita, ia mendengar kabar bahwa ada daging rusa besar tergeletak di seberang sungai. Ia berkilah datang untuk melihatnya. Mendengar hal itu, Buaya melepaskan gigitannya, ia lalu menyuruh Kancil membuktikan hal tersebut. Kancil kemudian setuju dan meminta buaya memanggil kawan-kawannya. Ia berkata bahwa daging rusa itu sangat besar dan tidak bisa dihabiskan sendirian. Buaya lalu memanggil kawanannya dan mendengarkan arahan Kancil untuk berbaris melintasi sungai. Kancil akan menyeberang sekaligus berhitung untuk membagi daging rusa tersebut. Buaya pun menurut dan Kancil segera menyeberang dengan menghitung jumlah kawanan buaya dengan keras. Sampai di seberang, Kancil tak melihat ke belakang dan langsung berlari menjauh dengan cepat. Ia akhirnya berhasil lolos dari maut dengan mengecoh kawanan buaya, dan juga mendapatkan timun ranum yang tumbuh di seberang sungai. Pesan moral Kecerdikan atau ilmu bisa mengalahkan kekuatan atau kekerasan. 2. Dongeng Kancil dan Harimau Suatu waktu, Kancil tengah beristirahat di padang rumput. Ia mengantuk karena kekenyangan setelah makan banyak timun. Tanpa sadar, ada sepasang mata yang tengah mengincarnya. Hap! Seekor Harimau dengan cepat menggigit kakinya agar tak berlari. Kancil yang gemetar ketakutan dan perutnya yang penuh karena kekenyangan tak kuasa untuk berlari. Ia pun memutar otaknya yang cerdik bagaimana bisa lolos dan tidak dimangsa Harimau. Kancil kemudian meminta Harimau mendengarkannya sebelum nantinya memakan dirinya. Kancil bercerita bahwa dirinya terduduk karena sedang kebingungan bagaimana mengambil sabuk sakti. Harimau tertarik dan meminta Kancil bercerita. Kancil kemudian memberi tahu ada sebuah sabuk sakti yang bisa membuat binatang menjadi semakin kuat. Sabuk sakti itu bisa membuat binatang yang memakainya bisa berlari kencang dan juga lebih kuat daripada hewan lain di seluruh hutan. Harimau sangat tertarik dengan cerita Kancil dan minta diantarkan ke tempat sabuk itu berada. Kancil semula menolak, karena takut sabuk sakti itu dijaga pemburu. Namun, Harimau membujuknya dengan mengatakan akan memangsa sang pemburu yang menghadangnya. Kancil menurut dan membawa Harimau ke tempat pohon besar di mana sabuk sakti disimpan. Setelah memastikan tidak ada pemburu, Kancil menunjuk sabuk sakti yang tergantung di sebuah dahan pohon kepada Harimau. Kancil berpesan jika Harimau bisa mengambilnya dengan berjalan mundur. Harimau melaksanakan perintah tersebut, sementara Kancil melihatnya dari jauh. Tepat di bawah sabuk sakti, Harimau berteriak kencang. Ternyata sabuk sakti yang dikatakan Kancil adalah seekor ular besar. Harimau pun tak bisa lari karena sang ular langsung melilit tubuhnya dan menyantapnya. Sementara itu, Kancil bisa lolos dan tak henti bersyukur masih diberi kehidupan. Pesan moral Keserakahan bisa menimbulkan kerugian, dan kecerdasan bisa menyelamatkan kita dari bahaya. Artikel terkait Mengisahkan Orangtua dan Anak, Ini 2 Contoh Dongeng Populer untuk Buah Hati 3. Dongeng Kancil dan Jerapah Jerapah terkenal sebagai hewan yang sangat kasar dan sombong. Hal ini karena, ia merasa tubuhnya paling tinggi sehingga kerap bertingkah semena-mena. Ia selalu membuat hewan di hutan marah karena ulahnya. Suatu kali, Jerapah mengusir para hewan dari mata air. Jerapah mengatakan tidak ada boleh yang minum kecuali dengan izinnya. Anak-anak hewan yang ada di sumber air juga ikut menangis karena ketakutan. Lain hari, para domba juga dibuat kesal oleh Jerapah. Domba yang tengah mengumpulkan bulu-bulunya untuk sarang ibu musang yang baru melahirkan kesal karena Jerapah dengan seenaknya menginjang dan mengotori bulu-bulu mereka. Jerapah hanya tertawa dan berlalu tanpa meminta maaf. Kancil yang mendengar cerita tersebut menawarkan diri untuk membantu. Ia kemudian mendatangi Jerapah untuk memberinya pelajaran. Kancil menantang Jerapah untuk melakukan lomba lari, hadiahnya adalah setumpuk buah dan sayur segar yang akan dikumpulkan oleh para binatang. Jerapah setuju dan perlombaan pun dimulai. Kancil sengaja memilih rute dengan dahan-dahan besar yang membuat Jerapah kesulitan untuk mengejarnya. Sampai akhirnya, kepala Jerapah terantuk dahan berduri sampai terluka yang membuatnya menangis meminta tolong. Para binatang datang menolong Jerapah dan mengobatinya. Jerapah pun tersadar atas kesalahannya dan meminta maaf dengan para hewan. Para binatang pun menerima permintaan maaf Jerapah dan hutan pun kembali tenang dan damai. Pesan moral Keserakahan bisa menimbulkan kerugian, dan kecerdasan bisa menyelamatkan kita dari bahaya. Artikel terkait 3 Contoh Dongeng untuk Bayi, Kisahnya Simpel dan Penuh Makna 4. Dongeng Kancil dan Siput Kancil merupakan binatang yang larinya sangat cepat, tetapi ia sering menggunakannya untuk cara yang salah. Si Kancil suka mencuri timun milik hewan-hewan di hutan. Hal ini karena, Kancil begitu suka memakan mentimun. Keluarga Siput kali ini menjadi korban ulah Kancil. Timun yang mereka kumpulkan untuk persediaan habis tanpa sisa. Kancil tanpa rasa bersalah kabur dan meninggalkan Siput yang kesal karena makanan yang mereka kumpulkan susah payah, habis begitu saja. Akhirnya, para siput membuat sayembara. Mereka gantian menantang Kancil berlomba lari. Kancil tertawa menghina, Jerapah saja bisa dikalahkan apalagi hanya seekor Siput. Kancil menerima tantangan itu tanpa ragu. Kancil bersiap menyelesaikan lomba lari melintasi hutan dengan santai. Sementara Siput dengan tenang bersiap di garis awal. Dengan menghina, Kancil menyuruh Siput berlari lebih dulu. Kancil kemudian menyusul dengan cepat, tetapi herannya di tikungan ia melihat Siput ada di depannya. Ia berlari makin cepat dan kembali melihat Siput berada di depannya. Sampai di garis akhir, ia melihat Siput sudah sampai dan mendahuluinya. Ternyata, para Siput bekerja sama, mereka mewarnai cangkang dengan warna yang sama seolah mereka sudah melampaui Kancil. Hewan-hewan di hutan juga mendukung usaha para Siput dan membantu mereka. Alhasil, Kancil harus mengakui kesalahan dan tak lagi mencuri timun milik hewan-hewan di hutan. Pesan moral Keserakahan bukanlah sifat yang baik, dan kecerdikan bisa mengalahkan kekuatan. Artikel terkait Dongeng sebelum tidur Kisah Putri Mawar dan Burung Emas 5. Dongeng Kancil dan Petani Kancil memang sangat menyukai timun dan akan mendapatkannya dengan segala cara. Kebetulan, seorang petani membuat ladang timun di sisi hutan dekat tempat Kancil suka mencari Pak Tani sangat baik, beberapa kali memberi Kancil timun hasil panennya. Timun hasil ladang Pak Tani rasanya berbeda karena dirawat, disiangi dan diberi pupuk. Rasanya lebih segar dan manis daripada yang sering Kancil makan di dalam hutan. Hal ini membuat Kancil ingin memakan semua timun milik Pak Tani. Timbul niat di hati Kancil untuk mencuri timun Pak Tani pada malam hari. Ia pun membuat rencana matang untuk melakukan niatnya di malam bulan purnama. Pada malam yang ditentukan, Kancil sudah sampai di pinggir ladang timun Pak Tani. Ia mengendap-endap dan mulai memakan timun-timun yang telah matang. Perutnya mulai membuncit karena memakan timun terlalu banyak. Tanpa diketahui, ada sepasang mata yang mengawasinya. Kancil sudah mulai kekenyangan tetapi sifatnya yang rakus membuatnya tak mau berhenti. Sampai akhirnya, ia tak sadar menabrak sosok tinggi besar yang menyeramkan. Kancil kaget dan ingin berlari tapi karena terlalu kenyang, badannya pun sangat berat. Tak sadar, kakinya terjerat jebakan yang dibuat Pak Tani. Kancil menangis karena ketakutan. Tangisnya tidak berhenti sampai siang hari. Perut Kancil sakit karena kekenyangan, kakinya luka karena jeratan jebakan, badannya bergetar karena takut dengan orang-orangan sawah yang menyeramkan. Pak Tani yang datang untuk memanen timunnya kaget melihat Kancil terjerat di dekat orang-orangan sawah yang dibuatnya. Pak Tani iba melihat Kancil yang menangis dengan badan gemetar dan kesakitan. Sembari membebaskan Kancil, Pak Tani memberi nasihat agar Kancil tidak mengulangi perbuatannya. Kancil menurut dan meminta maaf pada Pak Tani yang berbaik hati melepaskannya. Ia juga berjanji taka akan mencuri lagi. Pesan moral Keserakahan dan menghianati kepercayaan seseorang kepada kita bukanlah sifat yang baik. Nah, itulah beberapa dongeng Kancil yang bisa Parents bacakan kepada anak sebelum tidur. Semoga bermanfaat, ya! **** Baca juga Pengantar Tidur Si Kecil, Ini 2 Contoh Dongeng yang Bisa Parents Bacakan 10 Pilihan Fabel Sederhana Pengantar Tidur Anak yang Kaya Nilai Moral Kehidupan Dongeng Lutung Kasarung, Punya Pesan Baik untuk Diajarkan kepada Anak Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.
Ingin membaca cerita dongeng si Kancil? Tentu ada banyak dongeng yang menjadikan hewan tersebut sebagai tokoh utamanya. Salah satu yang bisa kamu pilih adalah Kancil dan Musang yang licik. Kisah lengkapnya bisa kamu baca di artikel ini!Hewan apa yang kerap menjadi tokoh di dongeng anak-anak? Yap, siapa lagi kalau bukan si Kancil. Kadang ia digambarkan sebagai hewan licik, tapi ia juga kerap menjadi sosok yang bijak. Bila ingin membaca dongeng kancil versi bijaksana, maka cerita Kancil dan Musang adalah ini mungkin tak sepopuler dongeng Kancil Mencuri Timun. Akan tetapi, kisahnya cukup seru dan menarik. Ditambah lagi, cerita Kancil dan Musang juga mengandung pesan moral yang cocok untuk kamu bacakan pada tak sabar lagi ingin membaca kisah seru dongeng ini? Tak perlu banyak basa-basi lagi, langsung saja simak kisahnya di artikel ini, yuk! Ada ulasan singkat mengenai unsur intrinsik, pesan moral, dan fakta menariknya juga, lho! Jadi, baca sampai habis, ya! Pada suatu hari, di hutan yang tak begitu rimba, hiduplah seekor musang bernama Musi. Ia suka sekali mencuri ayam ternak miliki warga yang tinggal di sekitar hutan. Setiap pagi, ia berjalan mengendap-endap di kandang ayam milik warga. Lalu, ia dengan cepat mengambil salah satu ayam dan menyantapnya. Para warga mulai resah. Mereka merasa rugi karena ayam-ayam peliharaan menghilang begitu saja. Oleh karena itu, saat pagi buta sebagian warga berjaga di sekitar kandang untuk menangkap sang pencuri. Tak hanya itu, mereka juga memasang jebakan di beberapa tempat. Musi yang licik ternyata sudah mengetahui bahwa para warga saling berjaga untuk menangkapnya. Ia juga sudah mengetahui di mana saja letak jebakan itu. Meski begitu, ia tak lantas menyerah, “Aku harus lebih berhati-hati dalam mencuri ayam warga. Kalau sampai ketahuan, mampuslah aku.” Pada suatu pagi yang masih buta, Musi melihat sekitar kandang. Saat para penjaga sedang tertidur, ia secara perlahan berjalan memasuki kandang. Ia lalu mengambil satu ekor ayam kecil. Saat sedang berjalan keluar, ayam itu berkokok dan membangunkan para penjaga. Dengan sigap, Musi berlari cepat dan masuk ke hutan. Para warga pun mengejarnya. Bertemu Kancil Musi berlari sangat kencang. Tanpa sengaja, ia menabrak seekor kancil bernama Kikan yang sedang makan rerumputan. “Aduh! Kenapa kau berlari tergesa-gesa, Mus! Sampai-sampai kau tak melihatku berdiri di sini,” ucap Kikan kaget bukan kepalang. Dengan liciknya, Musi berbohong pada Kikan. “Begini, Kan. Aku memang sedang terburu-buru. Sedari tadi aku mencarimu,” jawab Musi berdusta. ” “Ada apa kamu mencariku, Mus?” tanya Kikan. “Em, begini, tadi Harimau memberi tahu padaku kalau para warga sedang mencarimu. Maka dari itu, aku menemuimu agar kamu bisa kabur dari sini segera,” ucap Musi. “Benar aku yang mereka incar? Tampaknya, kamu yang mereka incar. Kamu kan yang sering mencuri ternak ayam di kampung dekat hutan ini,” jawab Kikan dengan cerdas. “Benarkah mereka mengincarku? Tapi, tadi Harimau mengatakan padaku bahwa kamulah yang jadi incaran para warga. Emm, bagaimana kalau kamu menemuinya saja? Ia berada di bawah pohon durian dekat rumah warga,” jawab Musi. Sebenarnya, Musi hanya mengarang cerita. Ia hanya ingin menjebak Kikan agar terperangkap dalam jebakan yang telah warga siapkan. “Benarkah Harimau itu ada di bawah pohon durian? Kau tak membohongiku, kan?” tanya Kikan. “Tentu saja tidak. Buat apa aku berbohong padamu?” ucap Musi meyakinkan Kikan. “Baiklah aku kan datang menemui Harimau di bawah pohon durian itu,” ucap Kikan sembari berjalan menuju pohon durian. Kancil yang Cerdik Sepanjang perjalanan menuju pohon durian yang Musi maksud, Kikan berpikir keras. “Apakah benar yang Musi ucapkan? Dari raut wajahnya, tampaknya ia sedang berbohong kepadaku,” ucapnya dalam hati. “Hmm, aku harus berhati-hati. Barangkali ia membohongiku,” imbuhnya. Kikan sebenarnya tak mempercayai perkataan Musi. Di sisi lain, ia juga penasaran dengan maksud dan tujuan Musi membohonginya. Maka dari itu, ia tetap menuju ke pohon durian itu. Sesampainya di sana, ia memandang sekitar pohon. Tapi, ia tak menemukan Harimau. “Hmm, benar kan perasaanku. Musi telah membohongiku. Lantas, apa tujuannya berbohong?” ucapnya dalam hati. Lalu, ia melihat ada seutas tali yang tertutup dahan tepat di bawah pohon durian. “Ooooh, jadi ini tujuannya membohongiku? Ia ternyata ingin menjebakku. Awas ya kamu Musi!” batin Kikan. Perlahan-lahan ia memindahkan tali jebakan itu sedikit bergeser dari tempat semula. Ia lalu kembali menemui musang licik itu dengan rona wajah bahagia. “Hai, Musi! Aku sudah bertemu Harimau. Katanya, ia tak ingin bertemu denganku. Justru, ia ingin berbicara denganmu. Katanya, ada kabar baik yang ingin ia sampaikan.” ucap Kikan. “Eh, Kikan. Kamu baik-baik saja?” tanya Musi kebingungan. Dalam hati, ia bertanya-tanya, kenapa Kikan tak terperangkap dalam jebakan para warga. “Tentu saja aku baik-baik saja. Aku kan hanya menemui seekor Harimau yang baik hati. Apa memang yang kau harapkan?” tanya Kikan. “Ah, iya benar juga. Emm, kira-kira, kenapa si Harimau memanggilku, ya? Kau tahu alasannya, Kan?” ucap Musi. “Tentu saja aku tahu. Ia mau memberikan seekor ayam untukmu. Kamu suka ayam, kan?” jawab seekor kancil cerdik itu. “Iya, aku sangat menyukai ayam,” jawab Musi. Dengan hati yang gembira dan tanpa curiga, ia langsung bergegas menemui Harimau. Perutnya keroncongan karena sedari pagi belum makan. Kelicikan Berakhir Petaka Sesampainya di bawah pohon durian, Musi teringat akan jebakan para warga. Ia lalu melihat dengan seksama bawah pohon itu. “Tampaknya, jebakan itu ada di sini. Kenapa sekarang sudah tidak ada? Apakah sudah hilang? Itulah kenapa Kikan baik-baik saja,” ucap Musi. Baru selangkah berjalan, tiba-tiba, ada perangkap yang mengikat kakinya. Salah satu kaki Musi terikat tali jebakan yang telah warga siapkan. Ia lalu berteriak meminta tolong. Namun, tak ada yang mendengar. “Tolong-tolong, siapa pun tolong aku!” teriak Musi. Si Kikan yang samar-samar mendengar suara minta tolong lalu berlari menemui Musi. Namun, ketika sampai di sana, para warga telah menangkap musang itu. Ia harus bertanggung jawab atas tindakan pencuriannya. Baca juga Kisah dari Nusa Tenggara Barat, Kembang Ander Nyawe Beserta Ulasan Lengkapnya yang Menarik tuk Kamu Simak Unsur Intrinsik Sudah membaca cerita Kancil dan Musang Licik sampai tuntas? Ceritanya bagus, kan? Nah, sekarang saatnya kamu mengulik unsur intrinsiknya! Berikut ulasannya; 1. Tema Tema atau inti cerita dongeng Kelinci dan Musang ini adalah tentang sosok licik yang kena batunya. Tak hanya suka mencuri, tokoh antagonis dalam kisah ini juga menjebak temannya sendiri. 2. Tokoh dan Perwatakan Sumber YouTube – Kartun Anak Ada dua tokoh utama dalam cerita ini. Siapa lagi kalau bukan Musi dan Kikan. Musi alias si musang adalah tokoh antagonis dalam kisah ini. Ia sukanya mencuri ayam warga untuk memberi kepuasan pada perutnya sendiri. Tak hanya itu saja, ia juga tega membohongi dan menjebak Kikan. Beruntung, Kikan alias si kancil yang merupakan tokoh protagonis adalah sosok yang cerdas dan tak mudah tertipu. Sehingga, ia tak mudah terjebak. 3. Latar Cerita Kancil dan Musang menggunakan latar tempat di hutan yang tak terlalu rimba. Selain itu, dongeng ini juga menggunakan tempat di bawah pohon durian, rumah warga, dan kandang ayam. 4. Alur Cerita Kancil dan Musang Cerita Kancil dan Musang menggunakan alur maju. Kisahnya bermula dari seekor musang yang kerap mencuri ayam milik para warga. Karena semakin resah, para warga pun membuat jebakan untuk menangkap pencuri ayam mereka. Sialnya, musang bernama Musi itu mengetahui rencana warga. Meski begitu, ia tetap nekat mencuri ayam. Kemudian, para warga mengetahui kalau musang adalah pencuri ayam mereka. Sayangnya, Musi berhasil kabur. Ia lalu membohongi dan menjebak si kancil agar temannya itulah yang terkena jeratan tali dari jebakan para warga. Beruntung, kancil adalah hewan yang cerdas. Ia tak terkena jebakan tali. Pada akhirnya, musang terkena jebakan itu. 5. Pesan Moral Ada beberapa pesan moral yang bisa kamu petik dari cerita Kancil dan Musang ini. Pertama, janganlah suka mencuri. Apa yang kamu ambil bisa saja sangat berarti bagi pemiliknya. Kedua, jadilah orang yang jujur alias jangan suka berbohong. Sifat licik dan pembohong dari si musang dalam kisah ini tak pantas untuk kamu tiru. Terakhir, jadilah orang cerdas seperti si Kikan. Meski sudah tahu bahwa si Musi membohonginya, ia tetap bertindak seolah-olah percaya padanya. Ia melakukan hal itu untuk memberi pelajaran pada si Musi. Selain unsur-unsur intrinsik, ada juga unsur ekstrinsik yang bisa kamu simpulkan berdasarkan dongeng ini. Sebut saja nilai-nilai yang berlaku pada masyarakat setempat, misalnya saja nilai moral, sosial, dan budaya. Baca juga Legenda Si Penakluk Rajawali Asal Sulawesi Selatan dan Ulasan Menariknya, Pelajaran Berharga tentang Ketulusan Fakta Menarik Setelah membaca cerita dan unsur intrinsik dongeng Kancil dan Musang, tak lengkap kalau kamu belum mengulik fakta menariknya. Apakah itu? Langsung saja simak ulasan berikut; 1. Memiliki Beragam Versi Cerita Dongeng ini tak hanya memiliki satu versi cerita saja. Ada versi yang mengisahkan bila si Musang di hutan hendak memakan ayam hasil curiannya dari rumah warga. Kancil yang mengetahui hal tersebut tak diam saja. Ia lalu menghentikan tindakan Musang. “Musang, hentikan. Kau tak akan mampu memakan seluruh ayam itu. Bagaimana kalau berbagi denganku?” ucap Kancil. Musang yang tak cerdas pun menuruti kata-kata hewan cerdik itu. Lalu, Kancil berkata, “Tapi, Mus, ayam ini sebentar lagi bertelur. Bagaimana kalau kita memakannya setelah ia bertelur? Nanti, anak-anaknya bisa kita makan juga,” bujuk Kancil yang mencoba menghentikan Musang. Singkat cerita, Musang menyetujui segala pendapat Kancil. Saat ayam sudah bertelur, ia meminta Musang menunggu ayam kecil hingga besar. Saat sudah besar, ayam-ayam itu pun menyerang Musang. Baca juga Cerita Rakyat Putri Siluman dari Lampung dan Ulasannya, Pelajaran tentang Kesetiaan dan Kesabaran Suka dengan Cerita Dongeng Kancil dan Musang Ini? Demikianlah cerita dongeng Kancil dan Musang beserta ulasan lengkapnya seputar unsur intrinsik dan fakta menarik. Sukakah kamu dengan cerita yang kami sajikan? Jika suka, bagikan kisah ini pada teman-temanmu, ya! Kalau mau baca kisah lainnya, teruslah telusuri kanal Ruang Pena pada Ada dongeng Semut dan Merpati, cerita Kelinci dan Kura-Kura, atau Buaya dan Monyet. Selamat membaca! PenulisRinta NarizaRinta Nariza, lulusan Universitas Kristen Satya Wacana jurusan Pendidikan Bahasa Inggris, tapi kurang berbakat menjadi seorang guru. Baginya, menulis bukan sekadar hobi tapi upaya untuk melawan lupa. Penikmat film horor dan drama Asia, serta suka mengaitkan sifat orang dengan zodiaknya. EditorKhonita FitriSeorang penulis dan editor lulusan Universitas Diponegoro jurusan Bahasa Inggris. Passion terbesarnya adalah mempelajari berbagai bahasa asing. Selain bahasa, ambivert yang memiliki prinsip hidup "When there is a will, there's a way" untuk menikmati "hidangan" yang disuguhkan kehidupan ini juga menyukai musik instrumental, buku, genre thriller, dan misteri.
cerita pendek kancil dan monyet