cerita ngentot dengan saudara
CeritaDewasa Sedarah Ngentot Sepupu - Aku tidak mengupayakan membuka pakaian maupun CD-nya, maklumlah takut bila ketahuan sama adik-adikku. Dengan CD masih melekat di tubuhnya, kuraba wilayah di atas kemaluannya. Kurasakan bulu kemaluannya masih lembut, tapi telah agak tidak sedikit seperti bulu-bulu yang terdapat di tanganku.
Kakaknakal iiihh.. Adel berkata Sambil wajahnya menoleh tersenyum genit padaku. Aku : maaf dell kakak gak tahan lagi sayang ku peluk adel erat2 wajaku menempel di pipi kanan adikku sambil kubisikan ditelinganya maaf dek kakak khilaf dengan pelan adel mengangguk sambil berkata : Gak apak kok kak adel ngerti..
ceritabokepindonesia- Kumpulan Cerita Mesum Sedarah Ngentot dengan tante Saya Dito, bukan nama sebenarnya tahun baru lulus dari salah satu universitas ternama di Malang. Dan saya berasal dari keluarga baik-baik. Kejadian ini dimulai ketika saya menginap di rumah om saya di daerah sidoarjo. Om saya telah menikah dan memiliki 2 anak lelaki yang lucu umur 3 dan 5 tahun, serta
CeritaDewasa - Perkenalkan namaku Andre umur 21 tahun dan aku di sini ingin menceritakan cerita seks ku dengan kakaku sendiri. Aku hanya 2 saudara dan aku anak paling bungsu di sini aku mempunyai kakak perempuan yang cantik dan bohay. Aku setelah lulus sekolah sampai saat ini belum mendapatkan kerjaan yang pasti.
CeritaSeks - Pesta Ngentot Cewek Bareng Saudara Kembarnya. By Unknown. Rabu, 18 Februari 2015. Ceritanya bermula ketika aku mulai masuk perguruan tinggi pada saat OSPEK. Waktu itu salah satu senior yang menjadi mentorku adalah seorang cewek cantik, bentuk tubuhnya indah sekali, rambutnya panjang dan dikuncir di belakang.
mở bài bằng lí luận văn học. Cerita mesum – Perkenalkan namaku Rendi, umurku saat ini 19 tahun, Kuliah dikota S yang terkenal dengan sopan santunnya. Aku anak kedua setelah kakakku Ana. Ibuku bekerja sebagai pegawai negeri sipil dan ayahku juga bekerja di badanku biasa saja layaknya anak seusiaku yakni 169 kg. Di situs ini aku akan menceritakan kisah unikku. Pengalaman pertama dengan apa yang namanya sex. Kisah ini masih aku ingat selamanya karena pengalaman pertama memang tak terlupakan. Saat itu usiaku masih 10 tahun pada waktu itu aku masih kelas 4 SD. Kisah ini benar benar aku alami tanpa aku rubah sedikit punya teman sebayaku namanya Dhiah, dia juga duduk di bangku SD. Aku dan dia sering main bersama. Dia anak yang sangat manis dan manja. Dia mempunyai dua kakak. Kakak pertama namanya Rio di sudah bekerja di Jakarta. Dan kakaknya yang satu lagi namanya Yeyen. Saat itu dia kuliah semester 4 jurusan akuntansi salah satu perguruan tinggi di kota kelahiranku. Dia lebih cantik dari pada adiknya Dhiah. Tingginya kira kira 160 cm dan ukuran payudaranya cukup seusianya tidak besar banget tapi itu hari sangat panas, aku dan Dhiah sedang main dirumahnya. Maklum rumahku dan rumahnya bersebelahan. Saat itu ortu dari Dhiah sedang pergi ke Bandung untuk beli kain. Dhiah ditinggal bersama kakaknya Yeyen.“Main dokter dokter yuk, aku bosen nich mainan ini terus”ajak DhiahSegera aku siapkan mainannya. Aku jadi dokter dan dia jadi pasiennya. Waktu aku periksa dia buka baju. Kami pun melakukan seperti itu biasa karena belum ada naluri seperti orang dewasa, kami menganggap itu mainan dan hal itu biasa karena masih kecil. Waktu aku pegang stetoskop dan menyentuhkannya didadanya. Aku tidak tahu perasaanya. Tapi aku menganggapnya mainan. Waktu itu pintu tiba tiba terbuka. Yeyen pulang dari kampusnya. Dengan masih telanjang dada Dhiah menghampiri kakaknya di depan pintu masuk.“Hai kak baru pulang dari kampus” “Ngapain kamu buka baju segala” Kak Yeyen memandangi adiknya. “Kita lagi main dokter dokteran, aku pasiennya sedangkan Rendi jadi dokternya, tapi sepi kak masa pasiennya cuma satu. Kakak lelah nggak. Ikutan main ya kak?” “Oh mainan toh… Ya sudah aku nyusul, aku mau ganti pakaian dulu gerah banget nih”Kami bertiga pun segera masuk ke kamar lagi, aku dan Dhiah asyik main dan Kak Yeyen merebahkan tubuhnya ditempat tidur disamping kami. Aku melihat Kak Yeyen sangat cantik ketika berbaring. Setelah beberapa menit kemudian dia memperhatikan kami bermain dan dia terbengong memikirkan sesuatu.“Ayo Kak cepetan, malah bengong” ajak Dhiah pada dia berdiri membuka lemari. Dia kepanasan karena udaranya. Biasanya dia menyuruh kami tunggu di luar ketika dia ganti baju“Ayo tutup mata kalian, aku mau ganti nih soalnya panas banget” Kak Yeyen menyuruh melepaskan pakaian satu persatu dari mulai celana panjangnya, dia memakai cd warna putih berenda dengan model g-string. Saat itu dia masih dihadapan kami. Tertampang paha putih bersih tanpa cacat. Setelah itu dia melepas kemejanya dicopotnya kancing stu perstu. Setelah terbuka seluruh kancingnya, aku dapat melihat bra yang dipakainya. Lalu dia membelakangi kami, dia juga melepas branya setelah kemejanya ditanggalkan. Aku pun terbengong melihatnya karena belum pernah aku melihat wanita dewasa telanjang apa lagi ketika aku melihat pantatnya yang uuuhhh. Dia memilih baju agak lama, otomatis aku melihat punggungnya yang mulus dan akhirnya dia memakai baby doll dengan potongan leher rendah sekali tanpa bra dan bahannya super tipis kelihatan putingnya yang berwarna coklat muda. Kulitnya sangat putih dan mulus lebih putih dari Dhiah. Dhiah melihatku.“Rendi koq bengong belum lihat kakakku buka baju ya? Lagian kakak buka baju nggak nyuruh kita pergi.” Kak Yeyen ngomel,”Idih kalian masih kecil belum tahu apa apa lagian juga aku nggak ngelihatin kalian langsung. Mau lihat ya Ren?”dia bercanda. Akupun menundukan mukaku karena malu.”Tapikan kak, susunya kakak sudah gede segitu apa nggak malu ama Rendi.” Dhiah menjawab ketus.”Kamu aja telanjang kayak itu apa kamu juga nggak malu sudah ayo main lagi.” Yeyen menjawab adiknya. Kami pun bermain Kak Yeyen aku periksa. Dia menyuruh aku memeriksanya, dia agak melongarkan bajunya. Ketika stetoskop aku masukkan di dalam bajunya lewat lubang lehernya, tepat kena putingnya. Dia memekik. Aku pun kaget tapi aku pun tidak melihatnya karena malu. Dia menyuruhku untuk untuk lama lama didaerah itu. Dia merem melek kayak nahan sesuatu, dipegangnya tanganku lalu ditekan tekan daerah putingnya. Aku merasa sesuatu mengeras.“Kak ngapain… Emang enak banget diperiksa… Kayak orang sakit beneran banget.” Dhiah Tanya ama kakaknya. Kak Yeyen pun berhenti.”Yuk kita mandi soalnya sudah sore lagikan kamu Dhiah ada les lho nanti kamu ketinggalan.” Ajak Kak Yeyen pada kami berdua. Dia menyuruh bawa handuk ama baju mengisi air, aku pun membuka bajuku tanpa ada beban yang ada dan telanjang bulat begitu juga ama Dhiah. Kamipun bermain air di bathup. Kamar mandi disini amat mewah ada shower bathup dan lain lain lah, maklum dia anak terkaya dikampungku. Setelah itu pintu digedor ama kakaknya dia suruh buka pintu kamar mandinya. Aku pun membukanya. Kak Yeyen melihatku penuh kagum sambil menatap bagian bawahku yang sudah tanpa pelindung sedikitpun, aku baru tahu itu namanya lagi horny. Lalu dia masuk segera di membuka piyama mandinya. Jreng… Hatiku langsung berdetak kencang, dia menggunakan bra tranparan ama cd yang tadi dia pake dihadapan kami.“Bolehkan mandi bersama kalian lagian kalian kan masih anak kecil.” “Ihh… Kakak… Punya kakak itu menonjol” ledek hanya tersenyum menggoda kami terutama aku.”biarin”sambil dia pegang sendiri putting dia menjawab lalu dia membasahi badannya ama air di shower. Makin jelas apa yang nama payudara cewek lagi berkembang. Beitu kena air dari shower bra Kak Yeyen agak melorot kebawah. Lucu banget bentuknya pikirku. Payudaranya hendak seakan melompat keluar.“Ayo cepat turun dulu, aku kasih busa di bathupnya…”.Dhiah bergegas keluar tapi aku tidak, aku takut kalau ketahuan anuku mengeras, aku malu banget. Baru kali ini aku mengeras gede banget. Lalu Kak Yeyen mendekat dan melihatku serta menyuruhku untuk turun. Aku turun dengan tertunduk muka Kak Yeyen melihat bagian bawahku yang sudah mengeras sama pada waktu aku bermain tapi bedanya sekarang langsung dihadapan mata. Dia hanya tersenyum padaku. Aku kira dia marah. Dia kayak sengaja menyenggol senjataku dengan paha mulusnya.“Ooohh… Apa itu…” pura pura dia tidak tahu Dhiahpun tertawa melihatnya. “Itu yang dinamakan senjatanya laki laki yang lagi mengeras tapi culun ya kalau belum disunat” Kak Yeyen memberitahukan pada busanya melimpah di air kami pun nyebur bareng.“Adik adik, Kakak boleh nggak membuka bra kakak” pinta Kak Yeyen pada kami. “Buka aja to Kak lagian kalau mandi pakai pakaian kayak orang desa.” adiknya aku nggak bisa jawab. Dengan pelan pelan kancing dibelakang punggung dibukanya lalu lepas sudah pengaman dan pelindung susunya. Dengan telapak tangannya dia menutupi payudaranya.“Sudah buka aja sekalian cd nya nanti kotor kena bau cd kakak,” ujar Dhiah kepada dia berdiri diatas bathup melorotkan cdnya dengan hati hatikayaknya dia sangat menunggu ekspresiku ketika melihat wanita telanjang bulat dihadapannya. Ketika dia berdiri membetulkan shower diatas kami, aku melihat seluruh tubuhnya yang sudah telanjang bulat.“Kak anu… anu… Susu kakak besarnya, ama bawahan kakak ada rambutnya dikit,” aku hanya tersenyum dan memberitahu kalau aslinya bawahan nya lebat hanya saja rajin dicukur. Dia agak berlama lama berdiri kayaknya makin deket aja bagian sensitivenya dengan wajahku, ada sesuatu harum yang berbeda dari daerah sekitar itu. Kak Yeyen terus berdiri sambil membilasi payudaranya dengan air hangat serta digoyang dikit dikit bokong bahenolnya. Dia menghadap kami sambil mnyiram bagian sensitifnya. Aku pun tak berani langsung menatapnya. Sambil memainkan payudaranya sendiri dia punya saran plus ide gila.“Mainan yuk. Aku jadi ibunya, kamu jadi anaknya.”Lalu Kak Yeyen menyuruh mainan ibu ibuan, dia menyuruh kami jadi bayi. Lalu dia menyodorkan susunya pada kami.“Anakku kasihan, sini ibu beri kamu minum” dia berkata pada pun langsung mengenyot puting susu kakaknya, tapi aku pun tak bergerak sama sekali, lalu dia langsung menyambar kepalaku ditarik ke arah payudaranya.“Ayo sedot yang kuat… Ahhh… Cepet… Gigit pelan pelan… Acchhh,” kata itu koq nggak keluar airnya. Punya Mama keluar air susunya. Tiba tiba Dhiah berhenti.“Uhh.. Ini kan namanya mainan jadi nggak beneran. Kamu udahan aja sudah jamnya kamu les” Dhiah pun bergegas turun dan berganti pakaian sejak saat itu aku tak memdengar langkah dia pun masih disuruh mainan dengan putingnya tangan kiriku dikomando supaya meremas susu kirinya. Tiba tiba ada sesuatu yang bikin aku bergetar, ada sesuatu yang berambat dan memegangi anuku. Dengan kanan kanan memegangi tangan kiriku untuk meremas payudaranya ternyata tangan kanannya memainkan dia memerintahkan untuk turun dari situ. Kami pun turun dari situ. Lalu. Dia duduk di pingiran sambil membuka selakangannya. Aku baru melihat rahasia cewe.“Rendi ini yang dinamakan vagina, punya cewek. Tadi waktu kakak berdiri aku tahu kalau kamu memperhatikan bagian kakak yang ini. Ayo aku ajarin gimana mainan ama vagina” akupun hanya menyuruh menjilatinya setelah dia mengeringkannya dengan handuk. Aku pun menjulurkan lidahku kesana tapi bagian luarnya. Dia hanya tersenyum melihatku. Dengan jari tangan nya dia membuka bagian kewanitaan itu. Aku benar benar takjub melihat pemandangan kayak itu. Warnanya merah muda seperti sebuah bibir mungil. Setelah dia buka kemaluannya, lalu dia suruh aku supaya menjilatinya. Ada cairan sedikit yang keluar dari bagian itu rasanya asin tapi enak. Disuruh aku menyodok dengan kedua jariku, terasa sangat becek. Dia menyuruhku berhenti sejenak. Ketika dia menggosok gosok sendiri dengan tangannya dengan cepat lalu dia menyambar kepalaku dengan tangannya ditempelkan mukaku Serr.. bunyi air yang keluar dari vaginanya banyak sekali. Sambil berteriak plus mendesis lagi merem melek. Setelah itu dia jongkok, aku kaget ketika dia langsung menjilati kepala penisku. Di buka bagian kulup hingga kelihatan kepalanya.“Kakak enggak jijik ya kan buat kencing” aku bertanya pada dia tapi dia terus mengulumnya maju dan geli itu yang kurasakan tapi lama lama enak aku langsung rasanya seperti kencing tapi tidak jadi. Dia menggunakan sabun cair katanya biar agak licin jadi nggak sakit. Saking enaknya aku bagai melayang badanku bergetar semua. Setelah dibilas dia mengkulum penisku, semua masuk didalam mulutnya.“Kak aku mau kencing dulu” aku itu dia berbaring dilantai dia menyuruh bermain dengan kacang didalam vaginanya. Pertama aku tidak tahu, dia memberi tahu setelah dia sendiri membukanya. Aku sentuh bagian itu dengan kasar dia langsung menjerit dia mengajari bagaimana seharusnya melakukannya. Diputar putar jariku disana tiba tiba kacanga itu menjadi sangat 5 menit aku bermain dengan jariku kadang dengan lidahku. Keluar lagi air dari vaginanya. Aku disuruh terus menyedotnya. Dia kayaknya sangat lemas lunglai. Setelah beberapa saat dia memegang penisku dan menuntunnya di vagina.“Coba masukan burungmu ke lubang kakak pasti aku jamin enak banget rasanya” dia hati-hati aku masukkan setelah masuk aku diam saja. Dia menyuruh aku untuk menekan keras. Dan blesss masuk semuanya dia memberi saran kayak orang memompa. Masuk-keluar.“Acchc terus… yang cepet… ah… ah… ah…” dia mendesis, dia menggoyangkan pantatnya yang besar kesana sekitar 3 menit rasanya penisku kayak diremas oleh kedua daging itu lalu aku ingin sekali pipis. Saat itu penisku kayak ada yang air mengalir. Dan serrr… seeerrrs air kencingku membanjiri bagian dalamnya. Setelah kelelahan kami pun keluar dia langsung pergi ke kamar masih keadaan bugil. Kemudian dia berbaring karena lelah, aku mendekatinya dan dia memelukku seperti adiknya, payudaranya nempel di mukaku. Setelah aku melihat wajahnya dia menangis. Lalu dia menyuruh aku pulang. Aku mengenakan pakaian dan pulang. Dia menyuruh merahasiakan kalau aku berbicara ama orang lain aku nggak boleh bermain ama pun terus melakukannya sekitar 1 tahun tanpa ada siapa yang tahu. Sekitar aku kelas 1 SMP dia kawin ama temannya karena dia hamil. Ketika 2 minggu lalu saat ini aku bertemu dia bertanya masih suka main seperti dulu. Akupun hanya tertawa ketika aku tahu itu yang namanya sex dan aku ngucapin terima kasih buat kakak, itu adalah pengalamanku yang pertama.
Perkenalkan saya bernama Jaka Nama Samaran Keturuan Chienese Berumur 30 saat saya berumur 16 Tahun Ibuku meninggalkanku dan ayahku tanpa kabar sedikitpun. Saya dan ayah hidup berdua saja. Hingga pada saat umurku 25 Tahun saya melihat ayahku mengajak seorang wanita berkenalan denganku yang mana rupanya adalah seorang janda beranak 2. Hari demi hari berlalu dan janda tersebut selalu datang ke rumah untuk sekedar suatu hari ayah pun berbicara kepadaku bahwa ayah akan mengajak janda itu untuk tinggal disini dan akan menjadi ibuku. Awalnya saya tidak begitu menerima kehadirannya, akan tetapi ayahku sangat kesepian ditinggal ibu. Saya pun mengizinkan ayah untuk mengajak janda tersebut tinggal di rumah pun diajak bekenalan lebih dekat dengan janda tersebut beserta anaknya. Janda tersebut memiliki seorang anak perempuan sebut saja Hera nama samaran yang juga keturuan chienese, berumur 19 Tahun. Parasnya cantik, imut, putih dan tentunya bodynya pun perfect. Sebagai seorang laki-laki sejati pun saya sangat tertarik padanya, ya tapi hal yang tidak mungkin karena dia saudara tiri terus berlalu, kami pun semakin bisa akrab dan ayahku pun bisa tersenyum kembali. Setiap malam terkadang saya mendengar ada suara seperti orang merintih kesakitan, karena penasaran saya pun mencari tahu sumber suara tersebut, ternyata suara tersebut berasal dari Ibu tiriku dan ayahku yang sedang melakukan hubungan suami suatu hari dimana ayah sedang bekerja, di rumah hanya ada saya, ibu tiri dan adik tiriku. Pada saat itu saya mendengar suara orang sedang mandi, saya penasaran lalu mencoba mengintip dari celah pintu yang tak tertutup rapat. Ternyata pada saat itu yang mandi adalah adik tiriku. Jujur saya sangat kaget ditambah tiriku berkata kepadaku I IbuJ sayaI apa yang kamu lakukan?J maaf bu, saya penasaran dan ternyata yang mandi adalah Hera, saya minta maaf bu, saya tidak mengulangi tidak apa-apaJ saya mohon jangan ceritakan pada hera dan ayah bu, saya bisa kena marah habis - habisan kalau udah stop, jangan dibahas terusJ sekali lagi maaf udah stop. Ibu mau tanya padamuJ apa bu?I apa yang kamu lihat?J hera buI hera kenapa? Apa yang dia lakukan?J heh.. hmm. hera lagi mandi buI kamu suka?J heeehh.. diamI gpp bilang aja, wajar kok kamu suka, kamu cowo kan? Wajar lah kamu suka dengan ceweJ … DiamI kok kamu diam saja?J heh. Eh. Gpp buI udah kamu ikut ibu siniJ kemana bu?I Ibu lalu membuka pintu kamar heraJ maaf bu saya ke kamar saya ajaI udah ah, ikut dulu siniJ kenapa bu? Maafin saya bu saya salah udah ngintip heraTambahan percakapanH HeraI Heraa, udah mandinya?H Udah bu, kenapa?I Sini Keluar duluH Iya Bu.Hera pun keluar dari kamar mandi dengan hanya menggunakan handukH iiiihh ibu kenapa ada kak jaka !!!!??I tadi ibu melihat jaka mengintip kamuJ maaf dik, kakak ga sengajaH iiih kakak kok gitu sih, hera malu kakI Gpp hera, maafin jaka, dia hanya penasaran padamu yang cantik iniH ya bu. Jangan diulangin lagi ya kak jakaI kalian ini ada-ada sajaJ maaf bu, maaf dik. Ga akan diulangi lagiHari demi hari pun berlalu, saya pun tidak ada kebenarian untuk mengintip hingga suatu hari menjelang ujian semester saya mengajak teman-teman ke rumah untuk belajar bersama, pada saat itu rumah dalam keadaan kosong karena ibu, adik dan ayah sedang membawa beberapa botol minuman arak seperti Soj* arak korea yang memiliki kadar alkohol ringan, untuk penyemangat mereka bilang, saya pun ikut meminum itu sambil belajar. Malam pun semakin larut, teman-teman pun beranjak pulang. Minuman alkohol yang dibawa temanku pun masih ada beberapa botol yang belum saya belum terlalu mengantuk, saya masih mencoba membaca buku catatan saya sambil meneguk minuman tersebut. Ayah, ibu dan adik pun pulang, mereka menanyakan padaku apa yang saya minum, akan tetapi setelah bertanya mereka diam saja, awalnya tak kirain adik tiriku bertanya padaku H kak, boleh cicip ga?J ini alkohol dik, jangan lah, ga baikH Gpp kak, santai ajaJ jangan, nanti kena marah ibuH ga akan kena marah kalau kakak diam aja kanJ ya sudah, sedikit saja yaH Hera pun meneguk langsungHari semakin malam, karena kebanyakan minum saya pun bergegas ke wc karena mau buang air kecil, pada saat selesai dari wc saya mampir ke dapur sebentar dengan maksud mengambil air putih, setelah mengambil air putih, saya melewati kamar ayah dan ibu yang ternyata tidak di tutup rapat, saya melihat ayah dan ibu melakukan hubungan intim adegan ayah dan ibu selesai mereka mulai merapikan pakaian mereka dan saya pun segera ke ruang tamu lagi, saat diruang tamu saya melihat hera sudah tertidur lelap, saya coba membangunkan hera namun tidak ada respon. Muncullah pikiran kotor saya pada saat itu. Saya coba memberanikan diri untuk menyentuh badan hera, namun saya sembari melihat ke kamar ayah dan ibu apakah mereka masih bangun atau saat melihat ke kamar ayah dan ibu, hanya ibu yang masih belum tidur, saya pun bilang kepada ibu J bu, hera ketiduran di ruang tamuI biarin aja kak, kalau ga bangunin aja suruh pindah ke kamarJ sepertinya udah nyenyak banget buI yah udah biarin aja, ibu capek mau tidurJ ya udah bu, saya coba bangunin ajaSaya pun mencoba membangunkan hera yang nampaknya sudah mabuk berat karena minuman alkohol tadi, namun tetap tidak sadarkan diri, hingga pada saat saya berniat untuk mengendong hera ke kamar, badan hera bergerak lalu tidak sengaja tanganku menyentuh bagian dada hera. Awalnya kaget tapi juga penasaran, saya pun mencoba meraba bagian dada hera pada saat hera tidak bangun sama sekali pada saat saya buka baju hera, saya pun terus melakukan apa yang saya lakukan hingga pada akhirnya sampai pada bagian puncaknya saya coba memasukan batang kemaluan saya ke dalam lubang kenikmatan hera yang ternyata tidak perawan lagi. Pada saat saya memasukan barang kemaluan saya hera terbangun dan saya sangat kaget sekali + terdiam seribu kakk, kakak ngapain???? Kakak ngapain hera??J maaf hera, kakak mabuk, kakak ga sadar, maafin kakak heraH kak, nanti ayah ibu tau mati kita kakJ ayah ibu tidur hera. Maafin kakak heraH kakak kok gini sih. Kakak apain heraJ kakak penasaran sama kamu hera. Maafin kakakH hera bakal kasih tau ibu dan ayah kakJ Ehh, tunggu hera, kamu sepertinya ga perawan lagi kan? Kakak akan kasih tau ibu kamu juga kalau gituH kakkk, kakak tau dari mana?? Kakak jahat bener, kakak kok gitu sama heraJ kamu ini ribut banget sih hera!!!H ya udah kejadian ini jangan sampai kesebar ya kak, hera ga akan cerita tapi kakak jangan cerita sama ibuJ ok, sekarang kakak tanya kamu ini ga perawan lagi ya?H Kakak jangan cerita sama ibu ya kak kalau hera bilang sama kakak?J kamu percaya deh heraH Jadi gini kak, ibu kan dulu kerja di club malam sebagai pemandu karaoke. Ayah kandung hera adalah pelanggan setia di club malam itu pada saat hera kelas 1 sma, hera pernah melihat ayah hera dan ibu hera melakukan hubungan intim dengan pria dan wanita lain dengan kata lain 2 orang wanita dan 2 orang Hera ketahuan pada saat itu lalu ayah hera memaksa hera untuk melihat langsung mereka melalukan itu dan hera disuruh ikut melakukan hubungan itu. Ibu marah besar namun apa daya ibu tidak dapat melawan hingga akhirnya hera pun di perkosa oleh ayah Ibu dan ayah bercerai setelah kejadian itu dan ibu pun pindah kerja di restaurant lalu ketemu dengan ayah kak oh begitu ya, maafin kakak ya sambil merapikan pakaianH Kak.. Tunggu.. hera mau coba dengan kakak boleh? Tapi pelan aja kak hera yakin kamu?H iya kak gpp..Kami pun melakukan hubungan layaknya suami istriWaktu sudah menunjukan pukul 0400 dan kami pun selesai melakukan hubungan tersebut. Hal yang kutakutkan ternyata terjadi, pada saat membuka pintu kamar hera ternyata ada ibu yang menguping pembicaraan kami dan nampaknya sangat marah sekali- bersambung -
Cerita mesum Aku akan memulai dai awal bagaimana semuanya terjadi, percaya atau tidak bahwa segala sesuatu yang kualami ini bukan mengalami hambatan atau rintangan sama sekali, hal yang membuatku sendiri heran bila memikirkannya. Awalnya 15 tahun yang lalu saat saya masih berumur 12 besar dari keluarga berada, keseluruhan saudaraku ada 5 orang. Nomor satu & dua laki-laki sedangkan yang ketiga perempuan. Kak Risa nomor empat dan aku paling akhir. Sebenarnya saya lahir pada Indonesia. Hanya memang Papaku adalah pria berkebangsaan Amerika. Sedangkan Mamaku asli orang2 aku uzur 12 tahun, kami sedang tinggal di Indonesia. Tapi Papaku tidak disini karena ia memang tidak hidup di Indonesia. Setahuku dulu Mamaku juga sibuk berlaku, ia bukan terlalu khawatir karena kedua kakakku yang lain sudah pas dewasa serta dianggap bisa menjaga kita. Saya maklum karena ke-2 orang-orang tuaku memang berencana mengurus kepindahan kami semua ke abdi seluruh saling menyayangi wahid tentu lain. Jarang amat kulihat tersedia pertengkaran dalam antara kakak-kakakku. Tapi sejak kecil aku memang telah dekat sungguh dengan Kak Uci-uci. Memang dia yang selalu menemaniku saat saya bermain. Ya selain itu jarak umur antara aku dan kakakku yang nomor tiga sangat jauh sekitar 8 tahun. Kak Risa kadang amat sayang padaku, hampir tiap kali saya selamanya dapat bermanja-manja dengannya. Sungguh, hal itulah yang membuatku luar biasa interest sekali secara Kak Risa. Bahkan kuingat seumurku waktu tersebut aku sudah biasa mulai terdapat ketertarikan beserta awalnya saya hanya berandai-andai saja. Sebab saat itu aku yakin sekali bahwa tidak mungkin saya menjalin hubungan yang “lebih” dengan kakakku. Paling Kak Risa cuma menganggap aku adiknya aja. Meskipun sebagai adik saya selalu mendapat perlakuan istimewa darinya. Dari kecil aku dan Kak Risa benar-benar tidak pernah berpisah, kamar kamipun jadi saat saya berusia 9 tahun, aku sudah minta kamar otonom, tapi Kak Risa bukan setuju, alasannya sederhana, ia tidak mau pisah lubang denganku, masa itu sebenarnya adalah perihal di mana aku agak enggan berbagi, inginnya memodifikasi kamar swasembada tanpa ada yang mencampuri, tapi tidak jadi masalah, lagipula saya dulu penakut, dan aku sudah terbiasa tidur dalam pelukan waktu kecil lepas aku tergolong bandel. Kalau Mama lagi tidak ada, orang rumah pasti kubuat repot dengan ulahku. Kak Uci-uci pula sering kujahili. Biasanya kalau tidur malam Kak Risa hanya menggunakan celana pada aja. Aku bukan mengerti kenapa. Padahal ruang menggunakan saya iseng memainkan dan menghisap puting susunya. Kak Uci-uci mengetahui sesuatu itu tapi dia tidak pernah marah ataupun menegurku, paling semata-mata bilang, “Kalo mau kaya gini kenapa nggak mensyaratkan kolektif Mama aja sih? ”. Lucunya hal tersebut malah oleh sebab itu kebiasaanku. Dan sebab tidak ada yang tahu, kejadian seperti itu berlangsung terus sampai usiaku beranjak 12 tetapi makin gede aku mulai merasa bukan enak sendiri, meski kebiasaanku itu tidak oleh karena itu seksi buat Kak Risa itu orangnya tomboy Sekali. Saat dia berumur 16 tahun dia ikut beberapa bela diri. Aku tadinya bukan minat, akan tetapi Kak Uci-uci juga mengambil aku masuk beladiri. Bisa dibayangkan seperti apa-apa jadinya, gaya jalannya jadi aneh, tidak feminin. Bahwa tidak tertutup secara wajahnya yang cantik & bodynya yang bagus, cowok jelas malas dekat beserta Kak Risa. Apalagi ditambah sifat Kak Risa yang tersembunyi, serta cenderung tersebut kelihatannya Kak Uci-uci pula tidak terlalu interes membina hubungan dengan lawan jenis. Terutama setelah tiru beladiri. Tapi biar begitu aku tahu bahwa banyak pemuda cakep yang suka sama dia. & Kak Risa hanya datar sekadar menanggapinya. Soalnya saya kerap terima telepon untuk Kak Uci-uci. Dan acap amat dia tidak target tiru teleponnya. Bisa dibilang Kak Risa sangat “Untouchable”.Tatkala umurku hampir 13 tahun, mula mulai masuk SMP, aku suka secara seorang gadis teman sekelasku. Saya sangat suka padanya, tetapi bukan berhasil mendekatinya, intinya kalah bersaing. Ketika itu perasaanku benar-benar tidak enak. Aku berusaha menghibur muncul beserta sering pergi di wisma sahabat-sahabatku. Di sanalah saya mulai mengenal buku-buku dan film khusus dewasa. Dalam usiaku yang sekecil tersebut aku sudah memiliki majalah luar negeri spesial gede, juga filmnya. Tidak sulit, karena nyaris seluruh sahabatku bukan orang2 Nusantara. Serta mereka amat bebas mendapatkan barang sebagaimana itu pada masa-masa Uci-uci tahu bahwa aku mempunyai barang-barang tersebut, memang itu susahnya jika satu kamar, jujur saja Kak Risa tidak senang saya memilikinya hingga aku sempat dimarahi juga olehnya, & ia memintaku untuk membuang barang-barang itu. Apa boleh buat, bagiku kian baik benda-benda itu yang saya singkirkan daripada aku kehilangan kasih sayang Kak Kak Risa telah punya penuh kesibukan dengan studi serta kegiatan sekolahnya, perhatiannya padaku tidak berubah, malah cenderung semakin berlebihan, Kak Risa semakin sering memaksaku untuk menemaninya tatkala ia sedang melakukan kegiatannya atau hilang kemanapun. Ia juga makin sering mencium dan memelukku dengan mesra, bahkan di depan aku ngerasa bukan nyaman dengan perlakuannya tersebut, tapi lama kelamaan saya merasakan nyaman juga. Perasaanku di Kak Uci-uci muncul kembali. Kalau dulu ciumannya kutanggapi biasa saja, saat ini aku lebih senang membalasnya dengan ramah. Aku pun mulai tenteram memberikan perhatian lebih di dalam kakakku itu, mungkin olehkarena itu merasa perhatiannya mendapat respon lebih dariku. Kak Risa jadi makin sayang padaku. Setengahnya kami jadi mirip orang yang sedang berpacaran, meskipun secara fisik tetap kelihatan kalau aku adiknya, dikutip dari Situs Indo ingat malam itu ketika aku pertama kali melakukannya secara kakakku, diantaranya biasa aku bercanda beserta Kak Uci-uci di dalam lubang, saat tersebut semua orang-orang graha sudah biasa tidur, kesempatan itu biasanya sering kugunakan untuk mencurahkan isi hati pada kakakku, semua permasalahan yang kudapat hari tersebut tetap kutumpahkan padanya, dan Kak Risa selalu merespon itu semata dengan sabar & penuh pengertian, serta kadang kuakui beberapa saat terakhir Kak Risa condong dan sikapnya luar biasa susur padaku apalagi bahwa kita hanya berdua aja serupa itu, perlakuannya tersebut sering membuat jantungku berdebar, aku sadar sepenuhnya kalau dia itu kakakku, akan tetapi aku tidak mengerti kenapa hatiku dapat bergejolak bukan tidak salah waktu tersebut Kak Uci-uci mengenakan kaos dan seluar dalam warna putih, rambutnya dibiarkan terurai. Beda dengan kesehariannya, kakakku tatkala itu terlihat sangat feminin dan cantik sekali. Aku ingat sesekali Kak Risa meraih kepalaku dan tidak berpikir macam-macam, cuma benar-benar aku sangat menikmati perlakuan Kak Uci-uci padaku. Sampai suatu kali Kak Risa mencium bibirku, kubalas secara ciuman mesra. Yang sesungguhnya serabutan. Aku mengetes berlama-lama meski bukan yakin berhasil, tapi karena saya menikmatinya, berhasil bibir kakakku tersebut beserta lembut. Kak Uci-uci kelihatannya juga suka dengan ciumanku. Karena dia tentu sungguh tidak berusaha menyudahi ciuman itu, bahkan kedua tangannya semakin memelukku erat, aku mampu merasakan belaiannya pada kepalaku. Tapi sayangnya ciuman tersebut terhenti. Kak Risa menghela nafas sambil memandangku eksentrik.“Kakak kucium lagi ya”, mendengar itu Kak Uci-uci masih dia masih heran secara kelakuanku, memang bukan lazimnya saya membalas ciumannya datang selama itu. Tetapi tatapannya kemudian berubah ramah kemudian dia tersenyum & justru ganti menciumku lagi. Kali tersebut ciumanku mulai dari agresif. Bibir kami seolah tidak berhenti untuk baku melumat, diiringi desahan-desahan erotis daripada Kak Risa, detak jantungku menjadi semakin cepat. kucoba mendorong Kak Risa agar merapat ke dinding. Kemudian kuciumi jenjang leher kakakku. Tanganku yang dari tadi pasif sekarang start menguji melakukan eksplorasi kesana bibirku masih berkonsentrasi di sosial Kak Uci-uci, tanganku telah menyusup ke di keonaran putihnya, serta tanpa kesulitan aku langsung bisa menemukan buah dada Kak Risa yang tidak tertutup oleh bra kolektif sekali, menurutku untuk ukuran putri yang hampir 17 tahun, buah dada Kak Risa tergolong sedang besar, tentu saja aku sudah kerap melihatnya, sebab sampai ketika itu abdi masih acap mandi bersama. Aku mencoba meremasnya beserta lembut. Kak Risa tampak menggeliat dan sesekali kunaikan kaos tersebut supaya bukan menghalangi tetek Kak Uci-uci. Dan demikian buah dadanya terlihat, tanpa basa-basi sinambung kuhisap putingnya yang berwarna merah muda itu & kuremas dengan bibirku. Saya benar-benar menikmatinya seperti bayi yang sedang menyusu. Sesaat kutanggalkan kaosku, pula serawal pendekku. Kemudian kupeluk tubuh Kak Risa serta makin kuat kuhisap klitoris susunya, sewaktu-waktu kumainkan putingnya dengan lidahku, kemudian kuhisap terlalu enjoy, saya tidak tahu bahwa ternyata Kak Risa sudah menanggalkan kurusuhan putihnya. Sehingga saat dia memelukku sanding, tubuhku benar-benar bersentuhan secara jasad kakakku, dan bisa kurasakan uci-uci kakakku yang harum dan sangat halus tersebut. Lama sekali aku mereguk susu kakakku itu dengan bergantian, Kak Risa kendati seolah tidak rencana melepaskanku ia justru menekan kepalaku kuat-kuat pada ekses kami sudah basah semua oleh keringat. Datang detik itu saya tetap ragu untuk melaksanakan seks beserta kakakku. Kadang mulanya seluruh ini kupelajari daripada semata majalah & film yang kulihat, tetapi lama kelamaan naluriku mulai berinisiatif. Sebab masih terbang pikiran aku coba untuk menciumi bingkai kakakku lagi. Sama sebagaimana sebelumnya, Kak Uci-uci membalas ciuman itu dengan amat susur. Dengan memberanikan bangun saya membisikan sesuatu di telinga Kak Risa.“Kak, mampu aku lepas celana dalammu? ”. Kak Uci-uci terkaan terkejut. “Kamu mau apa dek..? ”. Aduh aku jawab gimana ya. “Aku mau jilatin vagina kakak”. Karena semak hati kata-kata tersebut keluar secara asal serta pelan amat. Aku takut. Kupikir tentu terkakak-kakak hendak marah dan ia bukan bakalan target. “Ih, nakal”.Jawab Kak Risa spontan, Kak Uci-uci lalu memandangiku sambil tersenyum, wajahnya taksiran memerah. Masih beserta posisi bersandar Kak Risa melepas celana dalamnya perlahan-lahan. Slow motion itu memproduksi jantungku semakin berdetak tidak saya setengah luar biasa kenapa Kak Uci-uci sama sekali tidak nanar ketika aku memintanya berbuat hal tersebut, tapi sudahlah. Kemudian Kak Risa melebarkan pahanya. Mulanya aku malu untuk melihat. Untuk menutupi hal itu, kuciumi lagi bibir Kak Risa. Lalu perlahan-lahan kuturunkan kepalaku mencapai berbatas tepat lepas tempik Kak Risa. Vagina Kak Risa nyaris bukan ditumbuhi saya mampu memandang dengan leluasa gundukan vagina Kak Uci-uci, sedianya pemandangan ini juga tidak asing lagi bagiku, tapi sedekat ini baru pertama kalinya. Kulihat tersedia cairan yang mengalir keluar dari potongan bawah tempik kakakku disertai bau yang absurd. Perlahan kubuka belahan daging yang menutupi lubang vagina Kak Risa. Dan tepat kusapu dengan lidahku daripada bawah ke atas berkali-kali. Saat tersebut tubuh Kak Risa langsung bibir & lidahku kupermainkan klitorisnya. Secara spontanitas ke-2 tangannya memegangi kepalaku. Saya semakin asyik menjilati tempik kakakku itu, bahkan suka-suka kuhisap sesi bawahnya. Kudengar Kak Risa berulang-ulang mendesah sambil menyebut namaku. Permainan itu luar biasa sungguh, meskipun cairan yang tampak rasanya tidak karuan, akan tetapi aku benar-benar lidahku menyusup ke dalam mungkum vagina Kak Uci-uci, sebisanya kujilati bagian pada terowongan itu. Kak Risa makin terengah-engah. Nafasnya memburu bukan karuan. Lidahku pula makin liar mengobrak-abrik potongan sensitif kakakku tersebut, sehingga semua tempat di dalamnya tersapu oleh beberapa menit Kak Uci-uci agak mengejangkan tubuhnya. Aku merasakan lidahku dialiri zat yang hangat. Bersamaan dengan erangan keras dari Kak Risa serta pahanya yang menjepit kepalaku secara luar biasa memuaskan. Kujilati enceran itu sampai bersih, meskipun agaknya masih sama. Lantas saya naik ke atas serta kuciumi lagi Kak Uci-uci.“Adek, kamu nakal banget gerangan? ”, ekspresi wajah Kak Risa sangat berbeda. “Kak, aku sayang sama kakak”, Kak Risa memandangiku beserta sayu, tangannya mengusap pipiku. “Kakak juga sayang kamu”. Secara berani saya mengetes mengajak Kak Uci-uci untuk melakukan hubungan kelamin denganku. “Kak, boleh aku melakukannya tentu Kakak”.Kak Risa terdiam mematung, kepalanya tertunduk untuk beberapa tatkala. Suasana benar-benar hening, datang nafas kamipun terdengar sangat jelas. Sesudah itu dia balik memandangku sambil bertanya, “Kamu tetap mau melakukannya Dek? ”.Suara Kak Uci-uci amat pelan sekali. Saya tak menjawab, saya seharga tahu tatapan mata Kak Risa yang luar biasa bertentangan, aku tak dapat menggambarkannya, tetapi aku tau Kak Uci-uci rela melakukannya denganku. Langsung kulepas seluar dalamku. Kemudian aku terkaan bergeser di bawah, kulebarkan kedua kakinya. Senjataku terlihat tegak berdiri, tapi tidak sebesar orang dewasa, sedang standar standart anak 12 tahun. Kak Risa langsung menatap wajahku saat saya mengarahkan senjataku tepat dalam depan vaginanya.“Kak..? ”, amat lagi kuminta mengangguk pelan. Renek kudorong menyerap senjataku. Tapi bukan makbul, dasar tetap amatir hijau. Sampai yang ketiga kalinya. Kak Risa lantas mengait dan menahan pinggangku lalu mengarahkan vaginanya tepat pada ujung senjataku, kemudian kucoba mendorong lagi, walaupun sukar dan taksiran sakit tapi berhasil juga kumasukkan semua senjataku ke di vagina Kak Uci-uci, perlahan kugerakkan tangan Kak Risa tampil meremasi selimut tidur kami. Desahannya mulai dari terdengar lagi, kuperhatikan Kak Risa tampak selit-belit menyesuaikan diri. Pelan akan tetapi pasti, kupercepat tempo gerakanku. Sesungguhnya saat tersebut senjataku terasa perih sungguh. Aku merasa nggak senang luar biasa. Akan tetapi erangan Kak Risa yang semakin jadi membuatku tidak berpikir kuhentakan pinggangku, dengan gerakan yang teratur, Kak Uci-uci terus menerus menghentakkan kepalanya ke kiri dan di kanan, sesekali ia meregang sambil mengerang keras. Saya sempat tegak juga jika sampai terdapat orang rumah yang terbangun, tapi untungnya kamar kita di atas dan paling ujung, agak jauh daripada kamar Mama dan kakak-kakakku yang unik. Tiba-tiba kurasakan pinggang Kak Risa pula ikut bergerak, seperti memutar, sesekali Kak Risa ikut menghentakkan pinggangnya, seperti yang dirangkum dari Situs Kaul baru benar-benar merasakan enaknya melakukan taktik itu. Beserta iseng kuremas juga risiko dada Kak Risa, dan Kak Risa merespon secara menggenggam tanganku kuat. Gerakan pinggang Kak Risa makin cepat. Kak Risa diantaranya sudah lazim melakukan hal ini. Dengan pemikiran itu maka bertambah agresif aku menghentakkan pinggangku. Tentu sekadar hal ini membuat Kak Risa mengerang semakin keras. Dari tubuhku dan Kak Risa peluh semakin mengucur deras, padahal AC di ruangan cukup menit lalu pergerakanku start melambat, saya seperti terkaan pusing, aku hanya sanggup menghentakkan pinggangku sesekali, kadang aku hanya diam merasai remasan dinding-dinding vagina Kak Risa. Kurasa badanku mulai lelah. Tiba-tiba Kak Uci-uci meraih tubuhku dan mendekapku erat sekali, pinggangnya menghentak beberapa periode, rasanya luar biasa. Senjataku seperti ditarik makin merasuk ke dalam, dan dilumuri cairan yang hangat, diiringi erangan pas keras daripada Kak Kak Risa melepas dekapannya, saya merasa tubuhku amat lelah sekali, olehkarena itu tidak longgar aku berguling di sisi Kak Uci-uci. Pada ketika itu aku juga ngerasa dari senjataku ada yang mau menongol. Rasanya segak sekali, segar kali tersebut aku mendapat yang seperti ini hingga akhirnya cairan itu keluar membasahi tempat tidur. Entah aku bukan ingat apa-apa lagi sesudah itu. Paginya ketika saya sadar, Kak Risa telah memeluk serta menciumiku. Kita masih pada keadaan tanpa pakaian sehelaipun.“Kakak nggak ngira kalau Adek yang dulu sering kakak gendong bisa berbuat ini kolektif kakak”, bisik Kak Risa di telingaku. Aku otonom setengah tidak percaya sudah biasa melakukannya beserta kakakku “Kak.., aku cinta banget sama Kakak, aku cinta tentu Kakak”. Kupeluk Kak Uci-uci dengan kuat. Kak Risa tersenyum & menciumku lagi.“Kakak ngerti kok Geladak.., kakak juga sayang serta cinta sungguh sama awak, kakak cuma tidak menyangka kamu mantap secepat itu. Dan jujur aja uda seneng banget bisa melaksanakan ini kolektif kamu, Adekku sayang”. “Tapi ayo cepet bangun, sprei ini harus segera dicuci”, lanjut Kak Risa lagi. “Lho, memangnya kenapa? ”, tanyaku singkat. “Kakak nggak mau bahwa bekas darah di sprei itu mencapai berbatas ketahuan Mama”, jawab Kak setengah terkejut, “Darah?, resam apa Kak? ”, tanyaku. Kak Uci-uci tidak menjawab, ia sinambung memintaku hidup dan cepat-cepat melepaskan seprei tempat tilam aku memang tidak mengetahui, tapi belakangan aku pertama mengerti, kalau ternyata silam itu saya telah mengambil keperawanan kakakku sendiri, dalam usiaku yang belum lagi genap 13 tahun. Bodohnya aku, seharusnya aku sudah tahu mengenai hal oleh sebab itu merasa bersalah, berulang kali aku minta maaf padanya, walaupun Kak Risa mengakui bahwa ia sangat rela melepas keperawanannya padaku. Hanya ia tidak mengira aku bakal mengambilnya sepagi ini. Aku jadi makin sayang padanya. Sejak kejadian itu saya nggak sempat mencoba untuk mencari pacar. Karena Kak Risa telah menjadi segalanya kejadian itu pula Kak Risa pula menutup diri pada pergaulannya. Secara otomatis bagi Kak Risa statusku adalah adik sekaligus kekasihnya, kehidupan abdi jadi tambah tertutup. Entah sejak saat itu sudah biasa berapa kesempatan kami melakukannya, dan rombongan kami benar-benar tidak tahu akan sesuatu itu. Lepas SMU, aku sudah bukan di melanjutkan studi ke Amerika. Tetapi tetap saya tak mampu berpisah dengan Kak Uci-uci. Aku meminta Kak Risa ikut denganku, walau sebenarnya Papa dan Mama tidak setuju. Tapi mereka tidak bisa apa-apa karena Kak Risa juga memaksa untuk berbatas saat segala keluargaku pindah ke Amerika pun, mereka tidak tahu tahu kalau kami telah menjalani kehidupan yang exklusif seperti suami istri. Sekarang Kak Uci-uci sudah bekerja pada satu buah bank pada kota yang sama denganku. Abdi tinggal di rumah yang jauh dari keramaian, & kami sudah sepakat untuk menjalani roh yang “tertutup” sampai tatkala ini titisan kami bukan menaruh curiga sedikit pun, mungkin pola pikir mereka telah sama seperti orang setempat, tidak rencana ikut campur urusan pribadi orang2 lain.
Cerita mesum Ini melibatkan saya dan adik kandung saya. Nama saya Andy, saat ini saya pria berumur 26 tahun, Sedangkan adik saya bernama Rindy, berumur 23 tahun. Cerita ini berawal ketika saya berumur 10 tahun, dimana saya mulai menyukai cerita-cerita yang berhubungan dengan umur tersebut saya juga sudah terbiasa melakukan masturbasi. Pada suatu ketika, saya melihat berita di sebuah surat kabar tentang hubungan seks antara kakak-beradik. Saya telah sudah sering membaca tentang berbagai cerita seks, tetapi baru kali ini antara saudara sendiri. Ini merupakan cerita yang sangat menarik. Setiap mengingat cerita tersebut, saya menjadi semakin tertarik. Karena cerita tersebut, sepertinya dapat saat itu, saya menempati ruangan tidur yang sama dengan adikku, Rindy. Hanya saja menempati ranjang yang berbeda, namun jaraknya hanya sekitar 2 meter. Suatu malam sekitar pukul saya terbangun sementara tampaknya semua orang di rumah ini sudah lihat Rindy juga tertidur pulas. Selimutnya tersingkap sebagian pada bagian paha. Sementara kedua kakinya membentang, sehingga celana dalamnya terlihat. Hal ini membuat saya menjadi bernafsu, apalagi jika mengingat cerita tentang hubungan seks saya turun dari tempat tidur, dan mendekati ranjang Rindy. Saya ingin memastikan bahwa ia tertidur pulas, dengan menggelitik telapak kakinya. Dan ternyata ia tertidur pulas. Tak tahan lagi, saya sentuhkan jari-jari saya ke cd Rindy yang menutupi vaginanya. Semakin lama sentuhan yang saya berikan semakin keras menekan, dan rindy tetap kurang puas, saya mencoba menyentuh langsung vagina Rindy dengan memasukkan tangan saya ke dalam cd-nya melalaui bagian perut. Tangan saya bergetar cukup tidak perduli, dan akhirnya saya dapat menggapai vagina Rindy secara langsung. Saya remas-remas. Dan jari-jari saya merasakan celah. Setelah beberapa saat, merasa kurang puas, saya keluarkan tangan saya dan bermaksud membuka cd yang dikenakan Rindy. Dengan kedua tangan, perlahan saya turunkan cd-nya. Ketika sebagian vagina mulai terlihat, usaha untuk menurunkan lebih jauh agak usaha lebih tekun akhirnya, saya berhasil menurunkan cd Rindy sampai seluruh bagian vagina tahan lagi, saya ciumi vagina Rindy. Kemudian saya mencoba mencari lubang yang sering saya dengar, tempatmelakukan hubungan seks. Saya pikir ada di bagian depan, ternyata pikiran saya selama ini salah. ternyata posisiyang sebenarnya ada di bagian bawah. Kembali saya ciumi dan jilati vagina rindy sampai pada bagian lubang. Sayasudah benar-benar tidak tahan lagi. Saya lepaskan celana saya, dan perlahan naik ke ranjang Rindy. Sementara tangan kanan menahan tubuh, tangan kiri mengarahkan penis ke lubang vagina. Tampaknya tidak mungkin. Saya mencoba memasukkan dari depan, padahal lubang ada di saya berusaha, tiba-tiba tubuh Rindy bergerak. Karena takut ketahuan, saya cepat-cepat bangun danmerapihkan kembali cd Rindy. Mengenakan celana saya dan kembali ke ranjang. Dan kembali pada malam tersebut, terkenang selalu. Bahkan pada saat belajar di sekolah. Membuat saya selalumenunggu datangnya malam, saat dimana semua orang tertidur. Selama beberapa malam saya melakukan usaha serupa,tapi selalu gagal ketika takut Rindy suatu malam ketika saya benar-benar sangat bernafsu. Saya sudah melepaskan cd Rindy dan saya sudah tidak mengenakan celana dan baju. Benar-benar bugil. Saya sudah bulatkan tekad untuk melakukannya malam ini. Perlahan saya menaiki ranjang Rindy. Kedua kaki Rindy, saya rentangkan lebar-lebar. Saya ciumi vagina Rindy sepuas hati. Ketika bosan, saya mulai arahkan penis saya ke vagina Rindy. Ternyata tidak semudah yang dibayangkan. Sulit sekali mengarahkan penis ke vagina. Ketika penis saya mulai memasuki vagina, saya semakin terangsang. Apapun yang terjadi saya harus berhasil malam ini. Saya dorong penis saya semakin memasuki vagina Rindy. Pada suatu saat terasa agak sulit, namun saya terus memaksa. Sampai seluruh penis saya masuk ke dalam vagina usaha saya tersebut, membuat Rindy terbangun. Mungkin saya pikir membuat rasa sakit pada Rindy. Iabingung dengan apa yang terjadi. Ia merintih dan mulai memprotes apa yang saya lakukan. Namun saya berkata kepada Rindy, Sst…, jangan berisik dan dimarahin mami. Kalo malam-malam berisik nanti dijewer lho’. Mendengar komentar saya tersebut, ternyata Rindy langsung diam hanya kadang-kadang merintih menahan terus menggoyang pinggan saya, mendorong penis masuk dan keluar dari vagina Rindy. Karena baru pertama kali, permainan saya hanya berlangsung tidak sampai 2 menit. Saya istirahat sebentar. Dan Rindy pun karena lelah, juga kembali tertidur. Setelah beberapa saat, penis saya mulai bangkit lagi. Kembali aku peluk Rindy, dan aku arahkan penis saya ke vagina Rindy. Kembali vagina Rindy digesek oleh penis saya. Untuk permainan kedua, saya bisa bertahan sampai 3 menit sampai akhirnya saya kelelahan lagi. Malam itu saya melakukan sampai 3 kali. Setelah itu saya rapihkan pakaian rindy dan juga pakaian saya. Dan kembali tidur di ranjang masing-masing. Sejak malam itu, hampir setiap malam saya melakukan hubungan seks dengan Rindy. Pada awalnya Rindy hanya menerima apa yang saya lakukan, tetapi setelah setahun tampaknya Rindy mulai menyukainya. Karena ketika saya tertidur, Rindy datang ke ranjang saya dan memegang penis saya. Selama 4 tahun, saya menyetubuhi Rindy dengan leluasa. Tapi ketika ia menginjak 11 tahun, saya tidak bisa leluasa seperti dulu, karena salah-salah bisa saja dapat mengakibatkan Rindy saya berumur 12 tahun Rindy 9 tahun, kami sering mencari kesempatan selain pada malam hari. Ketika hari libur, dimana papi ke kantor dan mami ke pasar. Tapi yang paling kami sukai ketika hari libur, papi dan mami pergi mengunjungi saudara atau ada undangan. Karena bisa seharian kami memuaskan diri melakukan hubungan seks. Bahkan seharian itu, kami sama-sama tidak mengenakan leluasa, kami melakukan seks di kamar kami tapi sejak saya umur 12 tahun, kamar kami terpisah, kamar mami-papi, di ruang tamu, ruang keluarga atau bahkan di kebun belakang yang tertutup. Mungkin yang paling menggairahkan adalah ketika kami bercinta di kebun belakang. Di atas rumput jepang yang hijau rapih. Dengan atap langit, ditiup angin alami. Bahkan kami pernah melakukannya di saat hujan saat ini kami tetap melakukannya secara kontinyu. Walau kami masing-masing mempunyai pacar, tetapi hubungan kami tetap berlangsung. Jika di rumah tidak ada kesempatan kami biasanya melakukannya di sebuah hotel. Rupanya hubungan antara saya dan Rindy, ada orang lain yang mengetahui, yaitu Melly, salah seorang adik saya. Pada saat itu saya berumur 24 tahun, Rindy 21 tahun dan Melly 19 ketika saat kedua orang tua kami mengunjungi saudara di luar kota selama 3 hari. Di rumah saya dan kedua adik saya. Seperti biasa setiap ada kesempatan saya dan Rindy mempunyai keinginan untuk bercinta. Saat itu Melly hari Sabtu pukul dan Melly masih tertidur. Saya dan Rindy saling berpelukan di ruang keluarga. Saya ciumi payudaranya, perut dan lehernya secara begantian. Sementara itu tangan saya melakukan gerilya di balik cd yang dikenakan Rindy, menelusuri gunung dan lembah di balik beberapa lama melakukan pemanasan, saya mulai melepas daster dan cd yang dikenakan Rindy. Ia terlentang dalam posisi tanpa busana. Sementara saya membuka seluruh pakaian saya, Rindy merentangkan kakinya lebar-lebar dan menggosok-gosok vaginanya dengan tangannya. Saya segera peluk rindy dengan penuh nafsu, kami saling berpeluk erat dan meraba. Penis, saya gesek-gesekan pada bagian luar vagina Rindy. Dada saya menekan keras pada payudara. Bibir kami saling memagut, dan lidah kami saling cukup lelah kami bergulat, saya mulai arahkan penis saya yang berukuran 15 cm dan diameter 1,25 inch. Perlahan memasuki liang vagina Rindy. Tiba-tiba saja kaki Rindy melingkar dan menekan di pinggang saya. Dimulai dengan perlahan, saya menggerakan penis masuk dan keluar. Bunyi becek yang kami hasilkan membuat saya menjadi lebih bernafsu. Saya lebih percepat lagi gerakan masuk dan keluar. Hal ini membuat Rindy tambah bernafsu juga, sehingga ia mendesah dengan suara yang tidak bisa dibilang kecil. Kami saling berpelukan, kedua tangan kami masing-masing saling melingkar, menekan punggung. Kaki Rindy melingkar di pinggang saya. Sementara saya mengambil posisi bertumpu pada lutut yang menekuk. Setiap hentakan pinggul saya mendorong, selain menghasilkan bunyi becek juga menghasilnya bunyi hentakan karena paha saya dan bokong Rindy saya berusaha menahan nafsu, karena saya tidak ingin orgasme lebih dulu sebelum rindy. Saya coba konsentrasi. Sementara bunyi desahan dan erangan rindy sudah mulai bermacam dan semakin keras. Ketika saya harus berkonsentrasi dan Rindy sudah hampir mencapai orgasme, saya menyadari ternyata dua meter dari posisi saya dan Rindy telah berdiri Melly. Tentu ia tahu apa yang sedang kami saja, saya kaget dan membuat konsentrasi saya pecah. Penis saya melemah, dan membuat gerakan masuk dan keluar terganggu. Hal ini membuat tanda tanya bagi Rindy yang sudah hampir mencapai orgasme. Rindy memperhatikan pandangan saya, dan ia baru menyadari bahwa ada yang memperhatikan aktifitas kami. Namun karena Rindy sedang pada puncak nafsunya, ia hanya berkata, Biarin aja, ayo dong terusin. Ngga tahan nih’, sambil berusaha membangunkan kembali penis ucapan Rindy, membuat saya kembali konsentrasi dan membangunkan kembali penis. Aktifitas kembali normal, saya terus menggoyang Rindy. Ketika Rindy benar-benar hapir orgasme, tiba-tiba saja ia mendorong tubuh saya sehingga saya terduduk. Sementara penis saya tetap di dalam vagina Rindy, ia juga mengambil posisi duduk dan tetap memeluk saya. Seperti kegilaan, Rindy mengangkat dan menjatuhkan tubuhnya di atas penis saya. Setelah beberapa detik, saya merasakan sesuatu yang panas mengalir menyelimuti penis saya. Rupanya Rindy sudah orgasme. Saya baringkan kembali tubuh Rindy, dan saya guncang tubuhnya lebih keras. Tubuhnya bergetar hebat karena hentakan yang saya berikan. Setelah satu menit, saya mulai merasa akan keluar. Saya benamkan penis saya dalam-dalam ke vagina Rindy. Mmmm …’, suara Rindy bersamaan dengan saat sperma saya membanjiri vaginanya. Saya tidak khawatir, karena Rindy sudah minum pil. Kami berpelukan beberapa permainan selesai, ternyata Melly masih tetap di tempat pada saat saya melihat dia. Ia masih memandangi kami. Ketika Rindy melihat dan menyapanya, tiba-tiba saja Melly lari ke dan Rindy membawa pakaian kami masing-masing dan menuju kamar mandi untuk bersih-bersih. Di kamar mandi pun, kami masih sempat saling memberi sentuhan. Selesai mandi, Rindy masuk ke kamarnya dan saya masuk ke kamar beberapa saat tiduran di kamar, saya merasa ada seseorang yang membangunkan saya. Ketika saya lihat ternyata Melly. Ia bertanya, Kak Andy, kenapa sih koq dengan Kak Rindy ?. Saya sebenarnya tahu persis apa yang dimaksud. Untuk memastikan saya bertanya, Apa maksud Melly ?’. Kenapa koq Kak Andy melakukan hubungan seks dengan Kak Rindy. Dia kan adik kandung sendiri. Koq tega sih.’, Melly agak bingung untuk menjawab apa. Mel, Kak Andy sayang ke Kak Rindy dan begitu sebaliknya. Karena itu Kak Andy dan Rindy melakukan hal itu. Karena sama-sama suka. Kalo Kak Rindy ngga suka mana mungkin lah bakal terjadi kaya tadi. Iya kan.’.Tapi kan … tapi kan …’, Melly terdiam.Mel, Melly ngga mau kan ada keributan di rumah. Jangan bilang mami papi ya. Andy yakin, Melly mengerti apa yang dilakukan Andy dengan Kak Rindy. Dan itu sudah berlangsung lebih dari 12 tahun.’, saya mencoba menenangkan suasana.Apa, 12 tahun ?’, Melly tampak kaget dengan penjelasan saya. Jadi Kak Andy sudah melakukannya sejak kecil. Dan papi-mami ngga tahu.’, enath mengapa hal ini membuat tampang Melly seperti orang bingung.Kalo boleh Mel tahu, bercinta itu rasanya kaya apa sih ? Katanya kalo gituan yang untung cuma cowok. Tapi koq banyak cewek yang suka juga.’, tiba-tiba saja Melly menanyakan suatu yang membuat saya cukup sisi lain, entah mengapa tiba-tiba saja pertanyaan tersebut membuat penis saya mengeras. Dari segi pisik, Melly memang lebih menggairahkan dibandingkan Rindy. Melly pada usia 19 tahun memiliki tinggi 164 cm dengan payudara yang menantang dan tubuh yang padat berisi. Ditambah pertanyaan Bagaimana rasanya’, membuat saya berkeinginan bercinta dengan Melly. Susah untuk diceritakan, bagaimana kalo langsung dicoba ?, saya memberanikan diri untuk menyatakan langsung. Melly hanya terdiam dan hanya apa yang terjadi dengan saya, langsung Melly saya peluk. Saya berikan ciuman di leher dengan penuh nafsu. Walaupun saya agak canggung begitu pula dengan Melly, tapi karena nafsu membuat segalanya berjalan lancar. Saya raba seluruh bagian tubuh yang sensitif. Saat itu saya tidak ingin berlama-lama. Segera saya buka seluruh pakaian yang dikenakan Melly. Ia malu-malu menutup payudaranya dengan kedua tangan dan menyilangkan kakinya untuk menutup vaginanya. Ternyata Melly benar-benar menggairahkan dalam posisi tanpa busana. Saya pun melepas seluruh pakaian dekati Melly, saya usap keningnya, dan tangan saya turun perlahan ke tangannya. Saya genggam tanggannya, berusaha melepaskan tanggannya yang menutupi payudaranya. Walau pada awalnya melawan, namun akhirnya melepaskan juga. Saya ciumi payudaranya yang kanan, sementara yang kiri saya remas-remas. Saya nikmati payudaranya dari dasar bukit sampai ke puncaknya. Saya setengah duduk pada perut Melly. Dengan kedua tangan saya meremas payudara kanan dan kirinya.Hmm, Kak Andy sakit ih.’, Melly berkomentar.Kalo gitu berhenti ya ?’, saya tahu walaupun merasakan sedikit sakit Melly jug abisa menikmatinya. Jangan… jangan dong …’, tiba-tiba saja Melly setengah berteriak. Dan saat ia sadar dengan teriakannya mukanya teruskan menikmati tubuh Melly. Lidah saya bergerak dari celah antara kedua payudara turun menjelajah perut. Dan turun lagi mengarungi hutan yang menutupi vagina Melly. Saya ciumi rambut yang menutupi vaginanya, sambil sesekali saya tarik dengan bibir dan lidah saya. Tanpa sadar, Melly melemaskan kedua kakinya membuat saya dengan mudah merentangkan kakinya lebar-lebar. Saya segera mengambil posisi di antara kedua kakinya. Kedua tangan saya mencoba membuka celah vagina Melly sampai lubang vaginanya terlihat. Segera saya cium dan jilati vagina Melly dengan penuh nafsu. Sesekali saya menggigit bagian luar vagina Melly. Saya tahu ini membuat melly kegelian sehingga sesekali mendorong kepala lidah saya pusa bermain, penis saya sudah tidak sabar. Saya ambil posisi duduk dengan kedua kaki saya direntangkan. Dan kedua kaki Melly saya letakkan di atas paha saya. Penis saya sudah di mulut vagina Melly. Untuk menenangkan, saya mengatakan, Mel, untuk pertama mungkin sakit tetapi sesudahnya ngga koq. Tahan ya ?’, dan Melly hanya penis saya masukkan, perlahan namun pasti penis saya bergerak masuk. Samapi saat saya merasa ada yang menahan untuk maju lebih jauh. Saya tahu pasti itu selaput dara Melly. Tentu ia masih perawan. Waktu pertama dengan Rindy mungkin saya tidak mengerti, tapi pengalaman dengan pacar saya membuat saya tahu. Saya terus mendorong secara perlahan. Rasa sakit mulai mengganggu Melly, sesekali ia menggangkat tubuhnya dengan punggungnya. Tapi suatu kali karena sakit, ia menggerakan tubuhnya cukup keras. Hal ini membuat pinggulnya mendorong ke arah penis saya. Dan … selaput dara Melly telah saya tembus. Ia merasakan sakit. Untuk sementara, saya diamkan sampai Melly ia sudah tenang, saya masukan penis saya lebih jauh lagi. Sampai akhirnya seluruhnya masuk. Perlahan saya tari keluar dan dorong lagi ke dalam. Kalau saya perhatikan, setiap penis saya masuk dan keluar, ada bagian vagian Melly yang terdorong dan keluar. Itu karena vagina Melly masih sangat sempit. Sungguh sangat erotis melihatnya. Saya lihat Melly menyukainya, walaupun masih terlihat ekspresi rasa sakit di menggerakan penis saya keluar masuk vagina Melly, saya lumat payudaranya. Gerakan saya semakin bersemangat. Dorongan dan tarikan saya semakin cepat, mungkin karena sempitnya vagina Melly membuat saya lebih cepat orgasme. Tapi saya tidak berani menyebarkan sperma saya di dalam vagian Melly seperti saya lakukan pada Rindy. Ketika hampir saatnya, saya segera cabut dan saya gosok-gosokan pada bagian luar vaginanya sampai akhirnya meluap dan membanjiri permukaan vagina dan sadar bahwa Melly belum merasa puas, segera saya masukan jari tengah saya ke dalam vaginanya. Saya gosok-gosokan sambil kepala saya rebahan di payudaranya. Setelah dua menit tubuh Melly seperti mengejang. Ia seperti meledak-ledak dan ia terdiam melepaskan kekejangan di saya benar-benar basah dibanjiri cairan dari dalam vaginanya. Saya oleskan ke penis saya, ke pangkalnya ke kepalanya dan lubang penis saya. Hal ini membangkitkan kembali penis saya. Saya berniat memasukkan kembali penis saya ke vagina saya dengar suara Rindy, Ehh jangan, kamu kan ngga tahu jadwalnya Melly. Nanti bahaya’. Setelah itu ia melepaskan seluruh pakaiannya dan menyiapkan tubuhnya untuk saya. Sekali lagi saya bercinta dengan Rindy. Kali ini pertempuran berlangsung benar-benar lama. Setelah sama-sama sampai pada puncaknya saya terjatuh dan terlelap di atas tubuh Rindy, sementara penis saya masih di dalam saya sadar, ternyata Melly juga tertidur di samping saya dan Rindy. Sore itu aktifitas kami hanya bercinta, mandi, makan dan bercinta. Hari itu saya bercinta dengan Rindy sebanyak 3 kali dan dengan Melly 4 kali. Sampai pukul dan terbangun pada hari Minggu pukul saat itu, selain dengan Rindy saya juga bercinta dengan Melly. Keduanya adik kandung saya. Kami saling menyayangi. Kami masing-masing mempunyai kehidupan di luar rumah, seperti adanya yang lain. Tapi juga punya kehidupan di dalam rumah yang pada saat ini saya, mempunyai aktifitas seks dengan tiga orang, yaitu Rindy, Melly dan pacar mempunyai seorang teman akrab, teman sekolah. Namanya Lili, orangnya cantik, sexy dan menggairahkan. Mereka saling bercerita tentang rahasia mereka masing-masing. Hanya antara mereka. Suatu ketika, saat saya sedang bercinta dengan Melly, ia menceritakan bahwa ia telah menceritakan aktifitas seks antara saya dan Melly atau Rindy kepada Lili. Tapi ia menjamin bahwa, Lili akan menyimpan itu pada saat yang bersamaan, Melly juga mengatakan bahwa Lili punya rahasia. Yaitu Lili sering diminta ayahnya untuk melakukan hubugan seks. Cerita itu membuat saya semakin bernafsu menyetubuhi Lily. Dan Lily tampaknya tahu hal tersebut.
Cerita Seks Dengan Saudara Kembar Pacarku. Cerita ngentot ini berawal saat aku masih sekolah di bandung, aku mempunyai seorang cewek yang cantik, kami berpacaran sudah cukup lama, sekitar 2 tahun yang lalu tepatnya. Hubungan kita masih lancar-lancar saja waktu itu. Kalau nggak saya yang telepon kadang dia. Dan kalau saya kangen, pulang sekolah langsung cabut ke Bandung untuk menengok dia, pagi-pagi jam 2 langsung dari Bandung ke sekolah lagi. Soal menginap, biasanya saya sering tidur di kamarnya kalau di rumah sepi banget. Ibunya sih sudah liberal banget, maklum blasteran bule. Masih muda banget tuh ibunya. Waktu itu masih 35 tahun, kadang malah kalau jalan sama saya berdua menemani dia belanja disangka teman-teman.. “Eh James, siapa tuh cewek loe, tua amat?” Hahahahhaha… dia punya anak dua, kembar, Sisti dan Siska. Kembar, putih, tinggi, lucu, soal body nggak usah saya ceritakan deh, tahu Jeniffer Lopez? nah kayak gitu tuh si kembar. Siska juga sudah punya pacar kebetulan sobat saya juga. Hubungan kita sudah dekat banget. Sejak awal memang saya sudah “ngeseks” sama dia. Dan orang tuanya sama saya sudah nggak ada masalah kalau misalnya salah satu datang terus menginap soal “ngeseks” nggak tahu tentu saja. Cerita seks nya nich kembar berdua datang ke Jakarta mau belanja. Jadi minta ditemani oleh saya untuk jalan-jalan keliling Jakarta. Kebetulan di Jakarta rumah mereka lagi direnovasi. Saya suruh saja menginap di rumah saya. Lagian orang tua saya lagi pergi, jadi kosong. “Ok deh”, kata mereka. Malamnya terus kita jalan-jalan ke Zanzibar, janjian sama teman. Saya nggak berani minum banyak-banyak soalnya pulangnya nyetir. Tapi tuh si kembar dicekokin sama teman-teman banyak banget sampai nggak kepalang maboknya. Akhirnya jam 4 kita pulang dan setelah berusaha keras merayu Siska buat turun joget-joget dari meja, terus menggotong Sisti ke mobil bla.. bla.. bla.. sampai deh di rumah. Sampai di kamar akhirnya tanpa ba bi bu lagi kita langsung tidur bertiga, biarpun AC jalan tapi gara-gara mabok tetap saja kepanasan. Akhirnya saya buka celana panjang saya hingga tinggal CD saja, terus saya menggeletak di tengah-tengah mereka. Tapi berhubung kepala saya pusing dan tahu dong, kalau mabok bawaannya tegang mulu. Saya mulai meraba-raba Sisti biar mabok tapi saya bisa bedain pacar saya yang mana. Pertama-tama saya selipkan tangan saya kedalam kemejanya. Terus jemari saya menjelajah kemana-mana di dalam BH-nya. Lama banget saya memainkan putingnya, dipelintir-pelintir terus dielus-elus lagi. “James… buka saja belakangnya biar lega”, kata Sisti tiba-tiba. “Tapi jangan ribut ya, nggak enak sama Siska, lagian kamu gila ya… sodaraku disebelah!” bisiknya. “Ah biar saja, kamu juga mau khan…” kata saya nggak sabar sambil melepaskan tali BH-nya sama buka kemejanya, habis itu saya cium-ciumi payudaranya, kadang-kadang saya jilat-jilat pentilnya pakai lidah membuat lingkaran di. Kemudian naik lagi ke lehernya, saya cium-ciumi belakang kupingnya sampai si Sisti menggelinjang-gelinjang. Lalu turun lagi ke bawah mencium-ciumi ujung dadanya yang merah kecil sambil saya cubit-cubit kecil ujung satunya dengan tangan kanan saya. “Sudah James… cepet donk… buka celanaku sudah nggak kuat nih, ahh James… tega ih kamu! jangan lama-lama dong say…!” Karena saya juga nggak tahan, saya buka juga celana hipster hitamnya sekalian sama celana dalamnya. Terus terang saya paling suka memainkan wanita, bukan karena nikmat tapi saya suka banget lihat tampang mereka kalau dimainin pakai lidah terus bibir vaginanya digigit-gigit, sepertinya kejatuhan surga, nikmat banget. Sekitar sepuluh menit saya memainkan vaginanya sampai kepala saya didekap sama kakinya, keras banget. Tangannya mendorong-dorong kepala saya buat menjilat lebih dalam lagi. “Jamesss, masukiin dongg! cepet!” katanya. “Mm… tapi basahin dulu punyaku… mau nggak?” kata saya. “Iya… sini Sisti isepp!” Akhirnya kita tukar posisi, saya di bawah dan dia mulai menghisap penis saya. Biarpun saya sering senggama sama wanita lain, kalau soal menghisap kayaknya cewek saya masih paling jago. Penis saya sih nggak panjang-panjang amat hanya 15 cm tapi gede dan berhubung bibir cewek saya kecil jadi dia rada-rada kesusahan buat menghisapnya. Ujungnya sama dia dijilat-jilat dulu terus dimasukan sebagian. di dalamnya sama Sisti dimainkan pakai lidah, dikeluarkan lagi, dihisap lagi sampai ke ujungnya terus didiamkan di mulutnya. Yang membuat saya paling nggak kuat kalau samasaya dikenyot-kenyot kayak menghisap jolly. Serasa isinya mau keluar semua. Saking saya keenakan sampai nggak sadar tangan saya pegang kepalanya buat menahan agar penis saya nggak dikeluarkan dari mulutnya. “Aahh mm… terusss sayangg!” desah saya sambil masih menahan kepalanya, kayaknya dia sudah mulai kesusahan napas. Tiba-tiba bibir saya dicium dan begitu buka mata ternyata Siska. Dia ternyata kebangun mendengar erangan kita tapi diam saja, tapi nggak kuat juga akhirnya. Saya cium juga dia. “James, jahat ih kamu berdua… nggak mikir apa aku lagi bobo?” katanya. “Sis… sorry habis sudah konak neh…” “Tahu nggak James jadinya… Siska khan jadinya horny banget!” “Ok deh Sis… ma’ap… jadi mesti gimana dong?” “mm… kamu cium-cium punyaku kayak ke Sisti lagi dong? mau nggak?” “Ok… buka gih celananya aku isepin sini…” Siska buka celana sama kaosnya, terus naik ke atas mukaku. Sisti ternyata nggak keberatan, sama-sama sudah horny berat sih berdua. Akhirnya kita main threesome, saya hisap vagina Siska terus Sisti naik ke penis saya. “Aahh Jamesss… emang kamu top banget deh… terusss jilat itunya sayang…!” Enggak lama kita tukar posisi, saya suruh Sisti tiduran, terus Siska saya minta telungkup. Jadi saya masukin penis saya lewat belakang doggy style, ahh ternyata nggak kalah sama vagina kembarannya, sama-sama masih rapat! Sambil saya mensetubuhi si Siska, tangan saya menjelajah vagina Sisti, saya masukan jari tengah saya kedalam sambil jari saya yang lain mulai berusaha memegang analnya, saya nggak pernah senggama lewat anal cuma kalau sekarang pegang-pegang doang sih sering, nambah sensasi. Ternyata saking keenakan, mereka berdua ciuman, sambil tangannya memegang payudara kembarannya, saya jadi tambah napsu sekali melihatnya. Akhirnya saya pindah ke Sisti, saya angkat salah satu kakinya terus saya masukan penis saya dari samping. Huwiii, ini salah satu favorit saya juga. Enggak kebayang rasanya paha saya kegesek-gesek sama pahanya, terus penis saya masuk lewat pinggirnya, rasanya lain banget daripada saya di atas. Siska kemudian mulai memainkan lidahnya Sisti sambil memegang vaginanya. “Ahh Jammesss bentar lagi sayanggg… aahh…” ternyata Sisti sudah sampai klimaks, saya pindah untuk melakukan hal yang sama-sama Siska cuma kali ini saya minta dia membalikkan badan sambil tiduran, terus saya masukan dari belakang. “Aahh Jamesss tegaa ih kamu… nikmat banget tuhh truss trusss!” “Siska… rapetin kaki kamu donk… iya gitu sayang…!” Ini posisi yang buat saya cepat keluar. Kakinya dirapatkan terus saya kocok-kocok dari belakangnya. “Siska aku mau keluar nich.. di dalem yaa…” kata saya. “Jangan Jamesss!” kata Siska. “Sini aku isep saja ya.. dikeluarin di mulut Siska!” saya masukan ke mulutnya, ternyata Sisti juga nggak mau kalah, yang ada kayak rebutan. Gila juga ternyata Siska menghisapnya. Sambil menghisap tangannya mengocok-ngocok penis saya. Sisti lagi menciumi biji saya. “Ahh Siss… Jamess keluarrr nichh!” Akhirnya saya keluarkan mani saya di mulutnya sambil saya tahan kepalanya dia agar menghisap terus. Selesai itu kita bertiga langsung tidur kecapaian. Pagi-paginya bangun, yang ada malah cekikikan. “Eh Siska bandel ya! ngapain saja sama si Aryo kalau berdua yo hahahah”, goda saya sama Sisti. “Ah kalian juga sama hihihihhih”, katanya. Tamat. Baca juga Cerita Mesum Cerita Mesum Dengan Hantu Berparas Cantik
cerita ngentot dengan saudara