cerita mesum tukang pijat
KutontonIstriku Sendiri Yang Liar Setelah Dientot Habis2an Oleh Tukang Pijat.Awalnya Pada hari selasa, kebetulan aku ama istri aku cuti kerja, lalu kami berniat untuk cari makan siang. TELANJANG, BOKEP INDONESIA, cerita ABG, cerita bokep dewasa, cerita bokep hot, cerita bokep indonesia, cerita bokep mesum, cerita bokep seks, cerita bokep
Diamenjadi tukang pijat langganan isteri saya sudah cukup lama sampai saya sendiri lupa sejak kapan. dan seperti sudah saya ceritakan, isteri saya yang sangat senang dipijat, merasa cocok dengan pijatan ibu yang satu ini. Hampir tiap minggu, budhe Asih selalu muncul di rumah untuk memijat isteri saya.
Selainitu, layanan lain yang masih terkait dengan mesum tukang pijat jepang adalah bokeb barat, Bokep cina, Bokephub, Bokep bocil, Simontok, Bokep jawa, pijat mesum, tempat bokep, Bokep indo terbaru, Pijat mbah maryono dan sebagainya. Untuk Anda yang membutuhkan mesum tukang pijat jepang bisa juga menghubungi kontak SPA rekomendasi Google
Homepage/ CERITA MESUM / Cerita Sex Pijatan Yang Merangsang Nafsu. Cerita Sex Pijatan Yang Merangsang Nafsu By spadmin Posted on 17/04/2021 16/04/2021. Berawal dari sahabatku Arman yang bercerita tentang seorang tukang pijat yang hebat dan bisa dipanggil ke rumah, aku jadi tertarik. Apalagi ketika ia berbicara tentang kemampuan tukang
ViralTukang Pijat Mesum Dengan Bule. Viral Tukang Pijat Mesum Dengan Bule | Video cewek bispak, memek kecil, memek mulus, janda muda, janda gatel, bokep barat, bokep indo, bokep jepang, memek montok, suka coli, bokep manja, abg sange, mesum 2018, bokep sd, bokep smp, bokep pijat, game bokep, bokep hisap kontol, mandi telanjang, bokepgw, malam
mở bài bằng lí luận văn học. Cerita Mesum Nyata kali ini menghadirkan cerita yang berjudul "Pijat Sex". sebuah cerita mesum yang menceritakan seorang gadis tukang pijat yang memberikan pelayanan plus" sex. dapatkan juga cerita lainnya seperti, Cerita Mesum, cerita Sex, cerita pendek mesum, cerita bokep dan lainnya. 3 hari yg lalu, karena terlalu lama bekerja, tubuhku terasa lelah sekali. Akhirnya aku memutuskan untuk beristirahat. keesokan harinya aku tidak masuk kerja karena ada asistenku yang dapat menghandle pekerjaan saya. karena masih kelelahan, akhirnya salah memutuskan untuk memanggil seorang tukang pijit yang merupakan kenalan dari teman saya. saya pun meminta tolong kepada teman saya agar memesan tukang pijit tersebut datang kerumahku. “Bro…ini Mbak Riyani. Tukang pijat langganan nyokap aku. Pokoknya loe bakalan rileks deh. Tarifnya loe tanya sendiri ke orangnya ya. Aku cuman nganterin doank kesini. Tar kalo udah selesai,lo anter sendiri dia pulang atau loe kasih ongkos.”,jelas kawanku. “Oke. Sip.. Thanks ya.”,jawabku. Setelah kawanku pulang, kupersilahkan Mbak Riyani ini untuk langsung ke kamarku. Tempat dimana aku dipijat nantinya. Mbak Riyani sudah membawa minyak sendiri rupanya. “Mbak Riyani,biasa dibayar berapa sama ibunya temen aku untuk pijat?”,tanyaku sembari mulai menanggalkan pakaian. “Panggil Mbak Riyani aja,Mas. Biasanya sih rata-rata 50rb,Mas.”,jawabnya. “Ohh…iya.. Aku kira tadi yg mijat tua lho. Mbak Riyani ini keliatannya masih muda ya..”,ujarku. “Bisa aja,Mas. Ya umur aku sekitar 29 tahun ini. Terima kasih kalau dibilang masih muda.”,jawabnya. Ya…Mbak Riyani ini memang diusianya yg ke-29,masih tampak muda. Kulitnya nampak masih kencang. Aku mulai berbaring,dgn cuma mengenakan sepotong celana kolor. Mbak Riyani mulai melumuri kakiku dgn minyak. Sesudah melemaskan beberapa sendi,Mbak Riyani mulai memijat dgn pelan. Sembari memijat itu,kami mengobrol agar tak bosan. “Lho,suaminya Mbak kerja apa? Mungkin kalau cocok bisa aku jadikan sopir di tempat kerja aku. Soalnya aku lagi butuh sopir.”,tanyaku. “Aku sudah cerai sekitar setahun yg lalu,Mas. Suami aku nikah lagi.”,jawabnya. “Ohh…Maaf,aku nggak tahu,Mbak. Namun masih nafkahi anak?”,tanyaku. “Belum punya anak,Mas. Jadi aku tinggal cuman sama ibu aku. Mau nggak mau,ya aku jadi pemijat. Karena aku dulu juga pernah bekerja ditempat pijat.”,balasnya. Sesudah mengobrol basa-basi cukup lama,tak terasa Mbak Riyani sudah selesai memijat bagian belakang tubuhku. Saatnya kini aku terlentang,agar Mbak Riyani bisa memijat kaki,perut dan dada. Sesudah terlentang, Mbak Riyani mulai memijat kembali bagian kakiku. Dari bawah,sampai kepangkal paha. Memang benar menurut ilmu Permupengan. Saat tubuh kita merasa rileks,maka si “otong” akan menjadi tegang. Begitu juga sebaliknya. Dan itu kini terjadi padaku. Mbak Riyani masih memijat bagian pahaku. Dari paha bawah sampai ke pangkalnya. Tiba2 kemaluanku menegang. Sebenarnya aku cukup malu dengan kejadian ini dan berusaha untuk menutupinya dgn guling,atau apalah agar Mbak Riyani tak mengetahuinya. Namun rupanya,sudah terlambat. Mbak Riyani melirik beberapa kali kearah selangkanganku, kemudian tersenyum kecil. “Aduhh..Maaf..Mbak..Aku nggak ada pikiran macem2 kok.”,ujarku. “Nggak apa-apa,Mas. Aku sudah biasa. Memang biasanya begitu. Saat tubuh rileks,beberapa bagian otot akan bereaksi sebaliknya.”,jawabnya. “Ya…namun aku jadi ngerasa nggak enak. Malu juga.”, Riyani tersenyum. Entah kenapa, pijatan Mbak Riyani terasa lama sekali diarea pahaku. Bahkan ketika ia mulai memijat pangkal pahaku dan tak sengaja menyentuh batang kemaluanku walaupun Cuma nyerempet, rasanya beda. Kemaluanku makin berdenyut2 dan mengeras. Mbak Riyani tampak sesekali melirik kemaluanku sembari tangannya terus memijat. Kemudian, pijatan Mbak Riyani beralih ke area dada dan perut. Saat ia memijat perut,terkadang ia memijat perutku bagian bawah. Terang saja tangannya menyenggol kepala kemaluanku yang sedang berdiri tegak itu. Sepertinya Mbak Riyani cuek saja dan tetap meneruskan memijat. Aku yang jadi salah tingkah sendiri karena malu,namun juga lama-lama horny. Mbak Riyani memakai pakaian biasa. Tak minim ataupun kedodoran. Ia memakai rok panjang dgn kaos casual di bagian atasnya. Cukup gaul untuk seorang pemijat. Beberapa kali tangan Mbak Riyani dgn tak sengaja menyenggol kepala kemaluanku. Kemaluanku tampak menjulang,sesampai celana kolor yg kupakai seaakan terdorong keatas oleh sesuatu. Ya…kesalahanku adalah,saat dipijat aku tak memakai celana dalam. Agar rileks, pikirku. Ternyata… Akuu pun lama-lama menjadi horny tak karuan. Apalagi ketika Mbak Riyani yang saat itu berada disisi kiriku hendak memijat tangan kananku. Bukannya pindah tempat,ia malah mendorongkan tubuhnya condong kearah tangan kananku,sesampai tubuhnya sesekali terasa bertumpu pada tubuhku. Buah dadanya terasa menekan dadaku. Semakin horny saja jadinya. Kucoba mengusir rasa horny itu dgn mengajak Mbak Riyani mengobrol. Namun tak berhasil. Bahkan Mbak Riyani bercerita tentang kesulitan ekonomi yang dialaminya saat ini. Katanya ia sedang membutuhkan uang 200rb. Sampai hal2 pribadinya meluncur dari nakalku bekerja. “Mbak. Kalo mijit yg kanan,Mbak nggak pindah aja ke kanan?”,tanyaku. “Kenapa,Mas ?”,tanyanya balik. “Emmm…nggak sih. Cuman,kalo Mbak nggak pindah takutnya malah bikin yang bawah tadi tambah nggak karuan,Mbak.”,balasku sambil bercanda. “Ohh…Hahaha…Iya,nanti baru pindah kok,Mas. Sekarang Mas nya rileks aja dulu.”,ujarnya. Gimana bisa rileks kalau si “otong” tegang dan otak jadi ngeres gini? Pikirku… Mbak Riyani tetap dalam posisinya. Malah yg ada,beberapa kali terasa kemaluanku tersenggol dgn seringnya. Karena tak tahan,akhirnya naluri nakalku keluar juga. “Wahh…si Mbak nggak pindah nih. Jadi tambah berdiri kan tuh. Trus gimana donk. Tubuh aku rileks,namun yg bawah kayaknya nggak rileks tuh,Mbak.”,protesku. “Ohh…ya Maaf,Mas.”,jawabnya singkat sambil tersenyum. “Wahh,..harusnya Mbak juga bisa buat rileks dong. Kan katanya biar seluruh tubuh rileks.”,candaku. “Dibuat rileks gimana maksudnya,Mas?”,tanya Mbak Riyani. Sesudah Sesi cukup alot,akhirnya Mbak Riyani berhasil juga ku rayu. Dengan imbalan 100rb tentunya,cuma BJ. Aku bisa berpikir seperti itu karena beberapa hal. Pertama,Mbak Riyani membutuhkan uang. Kedua,sebenarnya aku tak berpikiran akan mengajak Mbak Riyani eksekusi. Dan Ketiga,Mbak Riyani berwajah cukup manis,dan memiliki buah dada yang woow…toket gedeh… Kulitnya kuning langsat,bersih dan kencang. “Gimana,Mbak? Kalau mau ya,ayo.. kalau nggak mau,ya nggak apa-apa. Pijat biasa aja.”,tawarku. “Emmm…gimana ya,Mas. Sebenarnya aku nggak pernah begini-beginian. Aku nggak pernah jual diri selama ini. Namun..karena aku butuh uang,dan juga sudah lama ditinggal suami,ya…aku mau deh..”,jawabnya. “Nah…gitu dong. Ini 100rb ditambah ongkos pijat 50rb,jadi 150rb.”,ujarku sambil menaruh uang ke tepi ranjang. Uang pun segera masuk kedalam tas kecil Mbak Riyani. BJ seharga 100rb ? Mahal juga,pikirku. Ahh…namun nggak apa-apa deh.. Sekali-sekali, pikirku. Namun kan yaag penting dapet CIM. Akhirnya sesudah sepakat,Mbak Riyani mulai membuka celana kolorku dan melepaskannya. Ia menaruh kolor itu di meja tepi ranjang. Sesudah membersihkan sisa2 minyak di tangannya, tangan Mbak Riyani mulai memijat batang kemaluanku. Nikmat sekali rasanya. Perlahan ia mulai memijit dan mengocok naik-turun. Aku pun meminta Mbak Riyani untuk membuka kaos yg dikenakannya. Mbak Riyani pun menuruti,dan terlihatlah buah dada itu. Besar,padat,dan kenyal. maklum,Mbak Riyani belum turun mesin . Sembari tangan Mbak Riyani memijat kemaluanku, tanganku juga meremas buah dadanya. Terasa sekali buah dada itu mengencang. Kumainkan putingnya,dan semakin lama puting itu menegang. Mbak Riyani mulai menjilati kepala kemaluanku. Lalu menghisapnya perlahan. Tak lama, kemaluanku pun keluar-masuk didalam mulut Mbak Riyani. Sesekali ia mainkan lidahnya dgn menyapu dari batang sampai kepala kemaluanku. Lembut sekali BJ dari Mbak Riyani. Aku benar-benar sangat horny sekali waktu itu. Sesekali, kuremas bokong Mbak Riyani yg masih tertutup rok panjangnya. “Mbak,boleh aku pegang bokongnya dari dalem aja ?”,tanyaku. Mbak Riyani menganggguk sambil terus menghisap kemaluanku. Kuremas-remas bokongnya. Lumayan,dan yg penting tak tepos. Tanganku semakin nakal. Kuselipkan jariku dan membelai belahan bokongnya. Sesekali kusenggol pelan kemaluannya. Terasa sekali bulu jembi Mbak Riyani bersentuhan dgn jariku. “Mbak,memeknya aku mainin boleh kan?”,tanyaku. “Boleh,Mas. Asal pelan-pelan aja ya. Dan jangan lama-lama,Mas”,jawabnya. Akupun langsung menyelipkan jari-jariku ke dalam cd Mbak Riyani. Mbak Riyani tampak sedikit membuka selangkangannya. Ku belai pelan bibir kemaluannya. Lalu kuelus-elus klitorisnya. Mbak Riyani tampaknya mulai bernafsu. Terdengar beberapa kali ia menahan nafas. Jari tanganku mulai semakin badung. Ku masukkan jari tengahku pelan-pelan ke dalam lubang kemaluan Mbak Riyani. Kemaluan itu basah. Rupanya sudah terangsang. Bless… Hangat sekali kemaluan Mbak Riyani. Aku menggerakkan jariku keluar-masuk dgn perlahan. “Mpphh…Mpphh….”,desah Mbak Riyani dgn pelan. Rupanya karena memang terlalu horny, aku hendak ejakulasi terlebih dahulu. Sekitar 15 menit berselang, kemaluanku terasa berdenyut tak karuan. Mbak Riyani terus menghisap kemaluanku. Sembari tangan kanannya mengocok batang kemaluanku. “Mbak…Mau keluar nih…Ohhh…”,ujarku.. “Keluarin aja,Mas. Di mulut aku. Keluarkan semua…Mpphhh….”,jawabnya. Mbak Riyani terus saja mengeluar-masukkan kemaluanku didalam mulutnya. Lama-lama tak bisa kutahan. Hisapan Mbak Riyani terlalu nikmat. CROOT…CROTT..CROOT….Air maniku muncrat di dalam mulut Mbak Riyani. Beberapa kali semburan, nampaknya cairan kental itu memenuhi rongga mulut Mbak Riyani. “Mpphh….Mppphhh….Mpphhh…”,desahnya seiring dgn muncratnya air maniku. Tangan Mbak Riyani tampak mengocok beberapa kali saat lahar panasku muntah. Nikmat sekali rasanya… Luaaar Biasaaa… Rupanya air maniku itu ditelan Mbak Riyani. Tampak sesudah ia menelan air maniku,ia masih saja menghisap dan menjilati kepala kemaluanku sampai tak ada lelehan air mani yang keluar. Mbak Riyani terus menghisap sampai kemaluanku mulai melemas,lalu ia sudahi acara menghisap itu. Aku masih juga belum memakai celanaku. Sengaja kubiarkan diriku telanjang. Mbak Riyani sepertinya juga menikmati kegiatan tadi. Lalu,sesudah beberapa menit ia beristirahat,ia kembali memijat. Dgn aku yg masih telanjang,dan ia telanjang bagian atasnya. Sejam berlalu, kemaluanku malah menegang kembali. Namun kali ini Mbak Riyani membisikkan sesuatu padaku. “Tegang lagi ya,Mas ? Yg tadi kurang?”,tanya dia. “Iya..kurang kayaknya. Hahaha… Namun biarin deh,nggak apa-apa,Mbak.”,jawabku. “Nggak apa-apa,Mas. Kalau Mas mau nambah lagi,aku mau kok. Nggak Cuma ngemut aja,Mas. Langsung main.”,ujarnya. “Namun…nambah lagi bayarnya?”,tanyaku. “Nggak,Mas. Gratis. Karena aku daritadi juga sudah pingin. Aku coba tahan2 pas ngemut tadi lama- lama aku kepingin juga,Mas. Sudah lama nggak ngerasain rasanya itu,Mas.”,jelasnya sambil menunjuk kemaluanku yg mulai menegang kembali. “Beneran nih,Mbak?”,tanyaku memastikan. “Beneran, Mas. Anggap saja sebagai bonus. 100rb cuma ngemut rasanya aku nggak enak juga. Jadi kali ini, main namun nggak perlu bayar,Mas. Karena aku juga kepingin.”,terangnya. Dan akhirnya…tanpa menunggu lama, kami melakukan pelampiasan nafsu saat itu juga. Mumpung rumah lagi sepi, pikirku. Dari cerita sebelumnya,sesudah Bj dahsyat yg membuatku Crot itu, Mbak Riyani rupanya terangsang. Sesudah beristirahat satu jam aju yg istirahat,Mbak Riyani tetep mijit tubuh ku namun nyantai ,Mbak Riyani yang melihat kemaluanku kembali tegang,malah menawarkan eksekusi gratis. Tentu saja tak kutolak. Toh,,berdasarkan kabar dari kawanku itu, Mbak Riyani memang orangnya bersih dan sehat. Selain bahenol tentunya. “Rumahnya sepi kan,Mas ? Nanti takutnya pas enak lagi gituan,ada orang.”,tanyanya. “Sepi kok. Nanti sore baru pada pulang. Jadi tenang aja,Mbak.”,jawabku. Mbak Riyani mulai melepas rok panjang yg dipakainya. Lalu celana dalam berwarna biru muda yg dikenakannya pun ikut dipelorotkannya. Ditaruhnya di tepi ranjang. “Mbak,diemut lagi ya. Biar makin tegang dulu.”,pintaku. Mbak Riyani mengangguk pelan sambil tersenyum. Kemudian ia mulai menghisap kemaluanku kembali. Posisi masih sama seperti tadi. dia bersimpuh disisi kiriku dgn kepala menghadap kekemaluanku dan selangkangannya menghadap kearahku. Mbak Riyani membuka kedua pahanya. Nampaklah kemaluan yg daritadi belum kulihat ini. Jembinya tak lebat. Rapi. Dan kemaluannya itu tak berwarna hitam atau gelap. Malah bisa kubilang bersih. Akupun mengarahkan tanganku ke kemaluan Mbak Riyani. Kuleus-elus bibir kemaluannya. Sesekali kumainkan klitorisnya yg tampak menegang itu. Dan kumasukkan jariku kedalam lubang kemaluannya. Keluar-masuk kugerakkan jariku sampai kemaluan Mbak Riyani mulai basah. Dan itu membuatnya mendesah. Kali ini desahannya lebih kencang dari pertama. “Aghhh…Ya..Mas…Teruuss….Mppphh….”,rintihnya sembari mengemut kemaluanku. Dua jari kumasukkan kedalam lubang itu. Mbak Riyani semakin merintih. “Oghhh…Masss…Teruuss…Mas…aghhh…”,terangnya. Aku terus memainkan jariku di area kemaluan Mbak Riyani. Mbak Riyani tampak sibuk menghisap kemaluanku sambil sesekali mendesah. Kemaluanku sudah mengeras,begitu juga kemaluan Mbak Riyani yg sudah basah. “Sekarang aja,Mbak.”,ajakku. Mbak Riyani menyudahi hisapannya,lalu segera beranjak untuk duduk di atasku. Ia menduduki selangkanganku. Perlahan digenggamnya batang kemaluanku dan dimasukkannya kedalam kemaluannya. Dgn sedikit tekanan,akhirnya kemaluanku terbenam didalam kemaluan Mbak Riyani. Kemaluan Mbak Riyani walaupun basah namun terasa peret. Perlahan,Mbak Riyani mulai bergerak menggoyg tubuhku. “Aghh…Aghhh….”,rintihnya sembari bergoyg naik-turun. Buah dadanya terlihat mengikut gerakan tubuhnya. Kuraih buah dada itu dan kuremas-remas. Sesekali kumainkan putingnya yg Riyani terus bergoyg,bahkan gerakannya sesekali memutar pinggulnya. “Ohh…ya..Mbak…Teruss..Mbak…”,rintihku. Ku angkat tubuh bagian atasku,sampai posisi Mbak Riyani kini kupangku. Sembari menikmati goyangan Mbak Riyani,aku menghisap puting buah dadanya. Kujilati dgn penuh nafsu. Mbak Riyani melingkarkan tangannya di pundakku. “Oghhh…Ya..Masss….Enaak..Mass…Aghhh…”,terangnya. Beberapa menit berselang, kuminta Mbak Riyani untuk nungging. Ia pun menuruti. Sesudah nungging,aku pun mulai menancapkan kemaluanku kedalam kemaluannya dari belakang.“Ughhh….”,rintihnya kala kemaluanku membelah kemaluannya. Aku mulai bergerak maju-mundur dgn pelan. Sesekali kucoba untuk menepuk pelan bokong Mbak Riyani yg besar dan bulat itu. “Aghh…Teruuss…Masss…Aghhh….Lebihh..cepaat…Masss…”, gerakanku. Tanganku berpegangan di pinggulnya. Dan tak lama kemudian.“Mass…Aku keluaarr..Mass…Aghh….Aghhhhh…”,terangnya. Kepala Mbak Riyani tak lagi mendingak keatas,melainkan kebawah. Tubuhnya menggelinjang kecil. Jarinya tampak meremas bantal. Rupanya Mbak Riyani orgasme. Terasa sekali waktu orgasme itu,kemaluan Mbak Riyani seperti mencengkeram kemaluanku dan memijat-mijatnya. Jadi kuhentikan gerakanku sejenak. Sesudah orgasme nya terlihat mereda,aku kembali bergerak. Mbak Riyani tetap saja mendesah tak karuan.“Mppphh….Mpphhh…Mas….Ohh….”,terangnya. Aku terus menusuk kemaluan Mbak Riyani dgn kemaluanku. Buah dadanya menggantung bebas dan bergerak seirama dgn gerakan tubuhnya saat kugenjot. Cukup lama dgn doggy,kuminta Mbak Riyani untuk terlentang. Mbak Riyani segera membalikkan tubuh dan berbaring terlentang. ia membuka kedua pahanya. Tampak sekali kemaluan itu memerah dan basah. Klitorisnya menegang. Kugesek-gesekkan perlahan kepala kemaluanku dibibir kemaluannya. Lalu kumasukkan perlahan. Kutekan kemaluanku semakin dalam. Mbak Riyani tampak memejamkan matanya. Kemudian aku memompa kemaluanku didalam kemaluan Mbak Riyani. Aku bergerak maju-mundur. Kutaruh kedua kaki Mbak Riyani bertumpu pada kedua bahuku. Kugoyang tubuh sintal itu dgn cepat. “Aghhh…Aghhh..Teruss…Masss….Ahhh….”,rintihnya dgn mata kuturunkan kakinya,dan kemudian dilingkarkannya di pinggangku. Seakan membantuku mendorongkan kemaluanku kedalam kemaluannya. Tangannya menggenggam lenganku. Sesekali,kujilati puting buah dadanya. Dan beberapa menit kemudian..“Teruuss,,,Mass…Aghhh…Aqu mau…keluaar lagiiihh…Aghhh…Masss…”,terangnya dgn keras. Dan benar saja,beberapa detik kedepan,Mbak Riyani orgasme. Matanya terpejam dgn mulut mengeluarkan rintihan panjang. Kakinya menekan pinggangku sampai gerakanku terhenti. Tangannya mencengkeram lenganku. “Ooghhh…Oghh…Mppphhh…..”,terangnya menikmati sampai semenit aku kembali menggenjot tubuh Mbak Riyani. Ia masih saja merintih.“Enak,Mbak?”,tanyaku.“Iya..Mass..Ahh….”,jawabnya sembari merintih pelan.“Nanti dikeluarin dimana,Mbak? Di mulut lagi?”,tanyaku.“Didalem aja,Mas. Nggak apa-apa.”,jawabnya. Kuhentikan gerakanku.“Nggak takut hamil,Mbak? Ini nggak ada perjanjian tanggung jawab lho,Mbak. Aku kan bayar.”,balasku. “Iya,Mas,Aku tahu…Tenang saja. Aku biasa minum jamu kok.”,jawabnya sambil tersenyum. Mendengar itu aku jadi lega. Dan aku kembali menggoyang tubuh bahenol Mbak Riyani. Kumainkan puting buah dadanya dgn lidahku. Sesekali kuhisap sambil aku terus mengoyang selangkangannya.“Mass…suka netek ke aku,ya..?”,tanyanya. “Iya,Mbak. Teteknya bikin gemes.”,jawabku. Aku terus menggenjot Mbak Riyani sampai beberapa menit kemudian. “Mbak…Aqu mau..keluar…ohh….ohhh…”,rintihku. “Keluariin…Mass…Aghhh…Aghhh….Mppphh…..Ahh…”,terangnya. Dan benar saja, kupercepat gerakanku…CROOTT…CROOT…CROOOT…CROTT…Tumpahlah cairan kentalku didalam kemaluan Mbak Riyani. Kutekan kemaluanku lebih dalam. Aku bersimpuh ditubuh Mbak Riyani,sambil menghisap puting buah dadanya. Sedangkan Mbak Riyani mendesah pelan menikmati setiap semburan air maniku yg menghangatkan kemaluanku.“Sini,Mas…Aku emut.”,ujarnya. Kusodorkan kemaluanku kemulut Mbak Riyani. Dan segera dijilati dan dihisapnya kemaluanku. Aku merasa kegelian dan nikmat sekali. Sesudah selesai membersihkan onderdil, Mbak Riyani berpakaian kembali. Aku juga kembali mengenakan kolorku. Ia meminta istirahat sejenak. Dan kembali memijatku selama 15 menit. Servis Mbak Riyani ini memang special menurutku. Bayangkan, habis Bj, trus eksekusi ,masih mau mijat. Sesudah kurasa cukup,aku yg tadinya membayarkan uang sebesar 150rb untuk Mbak Riyani,kini kutambahkan 50rb lagi sebagai tips. 200rb untuk BJ dan exe 2x crot ya…murahlah. Kami berbincang sejenak sebelum Mbak Riyani kuantar pulang. “Mbak,kapan-kapan kalau aku mau pijat lagi aku hubungi Mbak saja ya.”,kataqu. “Oya,Mas. Boleh. Kapan saja. Namun kalau yg main seperti tadi,aku juga siap Mas kecuali pas lagi tanggal merah,aku Cuma bisa pakai mulut saja.”,jawabnya.“Oke,Mbak. Namun bener lho,Mbak. Tadi itu enak sekali main sama Mbak.”,ujarku. “Aku juga,Mas. Aku puas sekali tadi. Malah pengennya nambah lagi. Namun waktunya yg nggak pas.”,ujarnya. “Ohh..kalau mau nambah lagi,ya boleh. Kapan?’,tanyaku. “Ya…kapan aja Mas panggil aku. Namun aku maunya jangan sampai orang2 tahu ya,Mas. Aku soalnya maunya cuma sama Mas saja ngasih bonusnya. Soalnya selama mijat,baru sama Mas saja aku ngelaqkin kayak tadi.”jelasnya. “Iya,Mbak. Nanti kalo ada waktu aku panggil lagi. Namun bukan mijit aja ya,Mbak.”,candaku. Mbak Riyani tersenyum. Hari beranjak mulai sore,dan segera kuantarkan Mbak Riyani pulang. Rumahnya tak terlalu jauh dari rumahku. Benar-benar pemijat yg ahli. Ahli dalam membuat pelanggan puas. Puas dgn cara yg beda. 200rb untuk servis spt itu ? Wahh…beruntung sekali… Sepertinya bakal lebih sering untuk “pijat” nih….
Selain makanan, hal yang paling layak untuk dinikmati di Indonesia adalah pijat! Sebenarnya sejak sebelum pindah ke Australia, akupun sudah maniak dengan pijat apalagi ketika trend pijat refleksi berkembang, dalam seminggu, aku bisa mengunjungi tempat pijat refleksi dua kali banyaknya! Di negara yang tak punya tradisi pijat capek’ seperti Australia, panti pijat bukannya tidak ada, tapi cukup jarang. Kalaupun ada, harga jasa layanannya tentu tak semurah di Indonesia. Oleh karenanya aku sangat jarang pergi ke panti pijat. Dalam enam setengah tahun hidupku sejauh ini di sini, bisa dihitung dengan jari! Untuk sekali pijat seluruh tubuh, rata-rata di sini dipungut biaya hingga $90. Kebanyakan tenaganya berasal dari China sehingga model pijatnya pun ya pijat China yang menurutku lebih pada pijat syaraf ketimbang pijat capek atau dalam bahasa Jawanya disebut pijat nglaras. Berkunjung ke Indonesia minggu lalu, akupun tak melepaskan kesempatan untuk pijat.?Hari kedua, ketika Mama sedang tidur, dan Chitra beserta suaminya, Ayok, sedang bekerja, aku menyempatkan diri untuk pergi ke tempat pijat refleksi di pusat kota Klaten. Di sana aku mengambil paket komplit, 80 ribu rupiah untuk sembilan puluh menit lamanya. Murah? Sangat! Bayangkan tak sampai delapan dollar saja!?Hari keempat, Rabu, di hotel, hasratku untuk pijat muncul lagi. Aku iseng menanyakan jasa pijat kepada mas-mas penjaga check in desk. “Mas, bisa dipanggilin tukang pijet?” “Oh ada, Pak tapi bisanya jam tujuh sore, jadi besok saja ya?” “Baik, nggak papa…. Satu jam berapa?” “Biasanya lima puluh ribu, Mas!” “Sip!” Ketika aku hendak pergi ke kamar, si Mas memanggilku, “Tapi, Pak… ” “Ya?” “Itu yang mijit ibu-ibu lho?” Aku terdiam sejenak mencoba mereka arah pikirnya, “Ya nggak papa… yang penting rosa! kuat – Jawa” “Oh baiklah kalau begitu…” si Masnya cengar-cengir. Aku terusik dengan caranya menatapku. “Memang menurutmu aku nyari yang wanita muda biar bisa kumacem-macemin gitu?” “Oh nggak pak… nggak kok!” mukanya merah kutembak langsung.?”Aku ki golek tukang pijet tenanan kok Mas. Awakku nglokro. Aku ora golek cilikan! Aku beneran cari tukang pijat, Mas. Badanku capek semua. Aku nggak cari PSK! -jawa” Aku meninggalkan kantor hotel begitu saja tapi moodku sudah hilang. Ini bukan perkara sepele dan bukan pula yang pertama. Ada kejadian-kejadian pendahulu yang membuatku tersengat ketika si Mas cengar-cengir seperti kuceritakan barusan di atas. *** Pengalaman pertamaku terjadi saat aku tugas kerja di Semarang, waktu itu awal 2000an. Aku bersama kawanku menginap di sebuah hotel. Dari tiga hari rencana kunjungan, pada dua hari pertama kami benar-benar bekerja seperti kuda, pagi hingga menjelang pagi. Hari ketiga, ketika kami sudah masuk tahap implementasi dan evaluasi, kami memanfaatkan kelonggaran waktu untuk manggil tukang pijat. Pada petugas hotel, kami minta dicarikan. Tak ada pesan khusus, kami hanya minta, ?Mas, panggilkan satu tukang pijat ya!? Setengah jam kemudian, seorang mbak-mbak yang usianya mungkin sebaya waktu itu usiaku masih 25 tahun datang mengetuk pintu kamar. Dari dandanannya, ia jauh dari bayanganku. Rambutnya tergerai panjang, ia tak mengenakan celana seperti layaknya tukang pijat. Rok pendek dan kaos berkerah lebar dan rendah dipakainya. Semerbak harum parfum menjelaga di kamar padahal menurut pengalamanku, seorang tukang pijat tradisional ampuh itu biasanya kalau nggak bau balsem ya bawang! Aku lalu menyuruh kawanku untuk duluan dipijat karena ia yang dari kemarin mengeluh capek dan ingin ?diremas-remas?. Aku, sambil menunggu, duduk-duduk di sofa sambil memangku laptop. Kawanku membuka kaos lalu tengkurap, siap untuk dipijat. Awalnya aku tak memperhatikan temanku dan mbak pemijat itu. Tapi lama-kelamaan, komunikasi keduanya dan gestur si Mbak membuatku berpikir bahwa ada yang tak beres dengan dirinya. “Berduaan aja Mas? Tadi kok nggak minta dua?” Kawanku diam saja hanya geleng-geleng kepala. “Kalau ambil dua lebih enak lho Mas, nggak usah gantian. Lagipula sebenarnya di tempat kami juga ada kamar terpisah jadi bisa barengan. Kalau gini harus satu-satu kan jadi nggak enak hehehe” Kawanku masih tak bergeming. Ia hanya tengkurap dan menutup wajah menggunakan bantalnya. Sesaat kemudian, dari sudut mataku, kulihat si Mbak mengurut punggung kawanku dengan kedua tangannya lalu tiba-tiba ia terpeleset menindih tubuh kawanku.??Aduh, maaf Mas minyaknya nakal!? Aku mulai deg-degan. “Mas, hadap atas sekarang ya…” Buset, gumamku. Ini baru sepuluh menit sudah disuruh hadap atas. Sebagai seorang yang maniak pijat, bagian dada dan lengan atas adalah bagian terakhir yang dipijat setelah kaki, paha dan punggung. Dengan durasi pijat sesuai permintaan yang satu jam, harusnya menginjak menit ke-45, baru seorang pemijat minta yang dipijat untuk mlumah; tidur menghadap ke atas. Tapi kawanku menurut saja seolah tiada pilihan. Si Mbak semakin atraktif. Ia memijat bagian dada kawanku berulang-ulang, menyuruh kawanku menelentangkan tangannya lalu ia mengurut dari dada hingga ke ujung jari menggunakan kedua tangannya juga. Kesannya jadi si Mbak tadi menindih kawanku dan memang benar-benar menindih sih sebenarnya lalu ketika tangannya sampai ke ujung jari kawanku, posisi wajahnya sangat dekat dengan wajah kawanku. Tapi itu belum puncaknya. Kulihat kawanku tadi kebingungan, ia memang anak alim.?Lalu akhirnya, ucapan si Mbak memungkasi segalanya. ?Wah Mas-nya dadanya kok lembek? tapi yang bawah keras ya???Aku langsung menutup laptop. Lututku bergetar tapi aku tak kehilangan akal. Aku berujar, ?Thom, aku nggak jadi pijet deh. Aku mau keluar sebentar cari kopi, kepalaku pening kalau dipijet bisa masuk angin!? Temanku tadi, anggaplah Thomas namanya, kebingungan.??Lho, Don?? ?Iya nggak papa kamu lanjut aja pijatnya. Kamu mau nitip?? aku bergegas buru-buru keluar kamar. Ketika aku sampai di ruang depan hotel, tiba-tiba si Thomas berjalan keluar tergesa-gesa disusul di belakangnya si Mbak pemijat dengan wajah ditekuk empat sisi layaknya! ?Don?. asu kowe!? Aku cekikikan?. ?Kenapa? Kan katamu barangmu udah keras, makanya aku keluar!? Kami lantas tertawa bersama. ?Wah aku mendadak ilang capeknya Don, begitu kamu keluar aku langsung bilang, ?Mbak udahan aja saya juga mau ngopi bareng temen saya?? ?Lalu?? ?Ya dia marah, tapi aku bilang kubayar trus dia diam!? ?Sorry Thom aku penakut kalau soal gituan! Aku takut jadi tergoda dan mau beneran hahahaha!? Kami lalu melanjutkan tawa kami panjang-panjang. Sejak saat itu, setiap aku bertemu dengan Thomas dan mengungkit keyword, ?Semarang? kami pasti langsung cekikikan mengingat peristiwa ?atas lembek bawah keras? tadi! * * * Berbekal pengalaman ?Semarang? tadi, sekitar tiga tahun sesudahnya ketika berkunjung ke Jakarta dan perlu mencari tukang pijat, pada Mas-mas penjaga meja check-in, aku berpesan, “Mas, saya cari tukang pijet yang kuat… cowok aja ya!” “Baik, Pak! Nanti segera saya antar ke kamar!” Sekitar sejam kemudian, pintuku diketok. Seorang pria berbadan kencang, berpawakan tegap dengan rambut ala militer masuk ke dalam. Ini dia! Batinku. Aku sudah bisa membayangkan pasti akan sangat menyenangkan dipijit olehnya apalagi badanku sudah sangat letih setelah seharian bekerja menembus Jakarta. Aku langsung melepas baju dan tengkurap. Si Mas itu tak kusangka juga melepas celana panjangnya dan kini mengenakan celana boxer saja. Aku sempat mengernyitkan dahi tapi kuanggap itu adalah caranya agar lebih lincah dalam memijatku. Dan benar saja. Begitu ia memijat pundakku, dari remasannya yang pertama, aku sudah keenakan dibuatnya. ?Dari mana asalnya, Mas?? ?Oh dari Jogja!? ?Kerja?? ?Iya, capek makanya minta pijit!? Ia mengolesi punggungku dengan minyak, lalu dengan jari-jemarinya yang berotot, ia mengurutnya. Teknik ini adalah teknik favoritku sekaligus yang paling tak kusukai pada bagian akhirnya karena biasanya meninggalkan perasaan lengket karena minyaknya. ?Badan kamu banyak lemaknya, Mas? jarang olahraga ya?? Seperti ada yang menggedor perasaanku saat itu karena tiba-tiba ia menggunakan kata ?kamu? dan cengkok ketika bicara itu mengingatkanku pada? ah, aku segera mengubur prasangkaku jauh-jauh, lagipula dalam kondisi dipijit begini, membayangkan hal-hal yang tak menyenangkan tentu sangat tak mengenakkan! ?Iya, jarang olahraga soalnya kerja terus, Mas!? ujarku.?Tangannya menjarah sekujur punggungku dan meremas? pantatku. Dipijat pada bagian pantat adalah hal yang paling kusuka. Kalian jangan mesum dulu, tapi sebagai orang yang kerjanya duduk, pelemasan otot pantat membuatku rileks. ?Clientmu banyak, Mas?? tanyaku keenakan.??Oh iya, sampai kalangan artis, Mas.? Ah gombal! Aku tahu benar gombalan khas orang-orang ibukota! gumamku seraya mengingat banyak sales-sales produk yang barangnya sering kupakai untuk referensi ke klien, mereka, berasal dari ibukota, banyak bicara dan bicara besar-besar tapi kenyataannya biasanya jauh panggang dari api. Tapi, hey, ini agak beda? Ketika ia menyebut kalangan artis, aku mulai curiga lagi. Ia menyebut kalangan artis dan memamerkan fotonya dengan para artis itu dalam posisi yang? mesra. ?Kamu tahu itu siapa kan, Mas?? tanyanya.??Ya…ya.. aku tahu?? aku buka fotonya satu per satu sambil terus menikmati pijatannya. Aku lantas tersadar, Oh my god! Semua artis yang ia sebut dan semua artis yang ia ajak foto bersama adalah artis-artis yang selama ini sering kudengar sebagai artis yang menyukai sesama jenisnya! Jantungku berdegup kencang.?Pijatan si Mas berhenti sebentar, rupanya ia mengelap keringat dan menambahi olesan minyaknya. Otakku tak berhenti berpikir dan memastikan bahwa ini tidak wajar!?Tiba-tiba tangannya memeluk pundakku dan wajahnya sangat dekat dengan telingaku, ?Sini fotonya, nanti minyakan!? ia mengucapkan itu setengah berbisik. Aku membayangkan jika yang bicara demikian adalah lawan jenisku tentu akan kutanggapi sebagai sesuatu yang menggoda, tapi ini?.?!!? Belum hilang kagetku, ia memijat semakin ke bawah bagian pantatku dan secara tak sopan tangannya menyentuh bagian yang tak perlu kusebutkan di sini. Aku loncat dan berdiri. Aku sudah tak perlu sopan santun lagi untuk bicara. ?Eh kok kamu sentuh *****-ku?? Ia tersenyum dan melirik bagian bawahku. Matanya nakal? ?Udah aja deh, lagipula ini sudah malam. Kubayar yang seharusnya kubayar lalu kamu pulang!? Untung ia tahu diri. Ia minta maaf, mengenakan celana lalu numpang pinjam wastafel untuk cuci tangan. ?Kamu nggak mau sekalian kuseka pakai handuk air hangat supaya minyaknya hilang?? tanyanya. ?Nggak? nanti biar kucuci sendiri aku sekalian mandi!? Segera setelah kubayar, ia meminta diri dan pergi. Aku segera mandi dan sabunan berkali-kali. Begitu kelar aku langsung keluar dan menghardik pegawai hotel yang mengirimkanku seorang tukang pijat tadi. ?Mas, kok yang kamu bawa seperti itu sih?? ?Loh tadi kan Bapak mintanya cowok!? ?Iya, tapi saya minta yang mijit bukan yang punya tendensi macam-macam! Saya ini normal, Mas!? ?Loh kalau normal kenapa nggak cari yang cewek?? ?Saya nggak suka dipijat cewek karena kadang nggak kuat mijitnya!? ?Oh, jadi Bapak cari tukang pijat beneran ya? Saya pikir?? Cerita paling akhir ini sudah kupoles sedemikian rupa supaya lebih nyaman untuk diceritakan. Cerita aslinya sangat seronok dan aku sudah mengutarakannya pada beberapa kawan dekatku dan tentu saja istriku. Aku menunggu waktu dan topik yang cocok untuk menceritakan hal ini di sini dan akhirnya saat itu tiba…
Butuh Sex Kategori Cerita Dewasa Sex Selingkuh 2016 “Cerita Dewasa Istriku Disetubuhi Tukang Pijat” Cerita Sex SMA 2016, Cerita Dewasa Tante Girang Terbaru, Cerita Sex Lesbi Terbaru, Cerita Sex Threesome 2016, Foto Cewek Bugil 2016, Foto Cewek Hot Terbaru, Cerita Sex Terbaru 2016, kali ini menceritakan pengalaman Sex dari seorang Pria yang bernama Rusli. Ketika itu Rusli dan istrinya bermaksud pijat ditempat reflexsi, karena saat itu Rusli lapar maka diapun keluar dulu untuk Makan. Tidak disangka setelah dia selesai makan, dia mendapati Istrinya Bersetubuh dengan Tukang pijat itu. Mau tahu kelanjutan ceritanya, Langsung aja yuk baca dan simak baik baik cerita dewasa Dewasa Istriku Disetubuhi Tukang PijatSalam sejahtera bagi para pembaca, panggil saja namaku Rusli, saya akan menceritakan cerita sex mesum dan hot bagi para pembaca di web ini. Saya akan menceritakan cerita skandal sex istri saya dengan seorang tukang pijat, entah mengapa aku sampai bisa membiarkan ini terjadi. Yaudah tidak usah panjang lebar lagi, langsung ke ceritanya awal cerita Ini, saat itu pada bulan April, kebetulan pada bulan itu aku dan istriku mengambil curi kerja secara bersamaan, kami mengambil cuti itu bertujuan untuk mengistirahatkan pikiran kami. Pada hari kamis pada bulan April, saat itu kami kami berniat untuk makan siang diluar, karena memang istriku tidak kuperbolekan masak pada hari 15 menit perjalanan sampailah kami di sebuah rumah makan yang kami tuju. Saat itu tidak sengaja kami melihat ada 1 ruko yang ternyata di ruko itu ada pijat reflexsi dan letaknya bersampingan dengan rumah makan. Karena saat itu itu hari pertama cuti, maka kamipun inigin mencoba pijat reflexsi di tempat pijat itu. Setelah kami masuk pada tempat reflexi itu, kami disambut oleh salah satu tukang kami dijelaskan bahwa tidak hanya kaki saja yang di pijat melainkan seluruh badan. Penjelasa dari tukang pijat itu, katanya mereka memijat dari kepala sampai bagian kaki, dan kebetulan disana tukang pijatnya semua adalah laki-laki. Karena saat itu bukan hari libur, kebetulan sekali suasana disana masih sepi dan kebetulan kami pasien pertama. Di tempat pijat reflexsi saat itu hanya ada dua tukang iya disana juga hanya ada dua bilik kamar yang hanya tertutup oleh kain, dan sisa ada beberapa tempat duduk yang berada diluar dan itu hany untuk yang mau memiijat kakinya saja. Kami ber 2 pada akhirnya masuk kesana dan bermaksud untuk mencoba pijat reflexsinya. Namun karena saat itu aku lapar sekali, maka aku-pun menyuruh istriku untuk masuk duluan dan aku bermaksud mencari makan sebelum pergi aku bermaksud melihat dulu seperti apa sih pijat reflexsi disitu. Saat itu istriku hanya menegenakan celana pendek dan kaos tanpa lengan, jadi bisa dibilang saat itu istriku terlihat seksi sekali. Kemudian istriku mulailah berbaring dengan relax. Saat itu pertama-tama yang dipijat telapak kaki, karena saat itu aku memastikan cara memijatnya wajar, lalu aku-pun berpamitan untuk mencari cerita, aku selesai makan dan aku segera kembali lagi ke tempat refleksi itu Setelah sampai disana aku melihat tidak ada orang, akupun masuk ke dalam tempat pijat itu. Karena aku tidak mau menggangu istriku yang sedang dipijat dibilik kamar itu, aku-pun hanya duduk di depan bilik kamar dimana istriku dipijat. Saat itu sekilas aku mendengar suara lenguhan istriku, mungkin itu suara karena pijatnya lama-kelamaan lenguhan itu semakin mencurigakan, karena penasaran akhirnya aku mencoba mengintip dari balik kain bilik kamar tersebut. Ternyata kecurigaanku salah saat itu, pada saaat itu memang istrikubenar sedang menikmati pijatan sang tukang pijat. Mulailah tukang pijat itu beranjak pada paha istriku yang putih, lalau tukang pijat itu meminta agar istriku tidur tukang pijat itu memijat paha istriku dan meminta dengan sopan agar celana pendek istriku untuk di buka dengan alasan agak menggangu proses pemijatan . Pada awalnya Istriku sempat menolak, namun karena di kasih keterangan yang menyakinkan akhirnya celana istriku dibuka, namun dengan syarat harus ditutup selimut. Mulailah liat istriku membuka itu entah mengapa jantungku berdebar kencang, dan dalam hati timbul perasahaan suka saat melihat istriku di sentuh oleh tukang pijat itu. Next, setelah ditutupi semacam selimut namu mirip kain berwarna putih, tukang pijat itu mulai memijat di daerah paha. Sesekali aku melihat tukang pijat itu sempat menyentuh pantat dan daerah saat itu istriku sengaja membiarkanya atau mungkin dia terlalu percaya sama tukang pijat itu. Karena dia tidak protes sama sekali, hal itu membuat tukang pijat trus memijat daerah paha, pantat dan sekitarnya. Melihat hal itu entah mengapa aku tidak marah, bahkan jantungku semakin berdegup kencang. Sembari mengintip aku menggelus kejantanan yang memang sudah ereksi dari itu tukang pijat itu entah sengaja atau tidak, karena kain membuat kain penutup yang menutupi tubuh istriku agak tergeser sedikit, sehingga saat itu dia bisa melihat langsung paha istriku yang putih mulus dan hanya menegenakan celana dalam mini kesukaan istriku. Saat itu sejeanak tukang pijat terdiam melihat pemandangan tersebut. dan gau perhatikan juga ada tanda basah di celana dalam kain putih tergeser sedikite entah sadar atau tidak istriku, karena saat itu istriku hanya diam dan menikmati pijatan tukang pijat itu. Hal ini membuat tukang pijat makin berani mencoba memijat daerah pantat dan selankangan istriku. Pada akhirnya tukang pijat itu membenarkan kembali kain yang agak tergeser dan menutupi badan istriku saat itu masih dengan keadaan mengintip tanpa sepengatuhan mereka, kini tukang pijat meminta istriku untuk membuka bajunya dengan alasan akan memiijat daerah punggung dan lehernya. Setelah diberi penjelasan akhirnya istriku membuka bajunya sembari tiduran, jadi tukang pijat itu tidak bisa melihat karena tertutup kain. Kini istriku hanya menggunakan Bra dan celana dalam apa yang membuat istriku menuruti semua perkataan tukang pijat itu, istriku menurut layaknya orang yang sedang terhipnotis. Jujur saja saat itu aku sangat menikmati pemandangan ini. setelah beberapa saat memijat daerah punggung, tukang pijat meminta ijin untuk membuka kain karena ingin dikasih minyak punggungnya, istriku hanya mengganguk tanpa sadar tukang pijat itu juga membuka Bra istriku dan anehnya istriku hanya diam saja. Lalu tukang pijat mulai menggosok punggung istriku, sesekali tukang pijat itu melihat pinggiran payudara istriku yang terliahat dari samping, karena saat itu istriku masih tengkurap. Bahkan tukang pijat itu sempat menyentuh nya, karena Bra-nya sudah tukang pijat memijit leher dengan sentuhan yang lembut, kayakya ini membuat istriku terangsang, terdengar dari suaranya yang mulai mendesah. Melihat situasi itu tukang pijat kemudian mencoba membuka kain dan mulai memijat area pantat dan ini nampaknya membuat istriku tambah terangsang, karena saat itu keliatan sekali celana dalam-nya yang nampak sedikit basah oleh lendir kawinya. Kemudian tukang pijat dengan sopan membuka celana dalam istriku tanpa ijin lagi, dan dia memulai aksinya dengan menggosok gosok daerah selangkangan istriku. Saat itu Istriku sempat menolak, namun tukang pijat itu dengan lembut mengatakan “ sudah nikamati saja”.Saat itu aku bingung kok istriku nurut saja, ada perasaan cemburu namun masih kalah dengan rangsangan hebat melihat istriku di sentuh oleh orang lain, dalam hati aku berkata “ jangan-jangan aku mempunyai kelainan”. Tukang pijat sambil membuka celana-nya dengan 1 tangan, karena tangan yang 1 lagi masih menggosok-gosok daerah klitoris di selangkangan kejantanan tukang pijat sudah ngaceng berat dan ukurannya cukup besar dengan bulu-bulu yang tidak terlalu lebat, mungkin baru di cukur. Ketika akan membuka baju-nya, tukang pijat mengkat pantat istriku sedikit dan langsung menjilat nya, sehinggan dia dapat membuka bajunya. Saat itu Istriku yang di jilat Vagina-nya langsung keliatan seperti tersengat aliran tidak berapa lama kemudian keliatan istriku mengejang karena klimaks nya. Tukang pijat tersenyum sinis, karena telah berhasil membuat istriku orgasme. Setelah sama-sama telanjang kemudian tukang pijat membalikan badan istriku, sehingga kini terlihalah payudaranya yang kenyal, putih dan berputing hitam yang sudah menegang itu. Namun dengan masih malu-malu istriku menutupi dadanya dan bilang takut suaminya datang, dan dengan halus tukang pijat bilang tidak usah takut karena aku masih sedang makan di luar. Akhirnya karena rangsangan yang hebat , istriku membuka tangannya dan tukang pijat memegang dan mengarahkan tangan istriku di samping kepala kini tukang pijat itu dengan leluasa bisa melihat payudara dan ketiak istriku yang mulus dan wangi. Tukang pijat mungkin penggemar ketiak karena ketiak istriku di jilat dan di ciumi terus, sehingga istriku kegelian dan terangsang hebat. Kemudian tukang pijat mulai melepas tangan istriku namun posisi tangannya tetap terlentang di samping membuang waktu tukang pijat itu mulai menciumi payaudara istriku yang masih kencang karena kami belum mempunyai anak. Istriku keliatan sangat menikmati putting-nya yang dihisap dan dijilat itu. Setelah selesai menikmati payudara istriku di mulai menjilat vagina istriku yang sudah basah, karena mungkin sudah tidak akhirnya tukang pijat ingin memasukkan kejantanan nya namun sebelumnya dia melap vagina istriku, mungkin karena sudah basah dengan cairan vagina dan ludah nya. ketika mau masuk istriku keliatan agak kaget mungkin karena agak sakit sebab kejantanannya tukang pijat lebih besar dari aku punya, mungkin itu yang ingin dirasakan oleh pernah bilang kejantanan aku ngak besar dan dia kurang menikmatinya, namun mau gimana lagi, karena sudah dikasih seperti ini. Tukang pijat akhirnya berhasil memasukan kejantanannya dan mulai menyodoknya serta tidak lupa menciumi payudara istriku dan juga ketiaknya secara bergantian. Aku yang sudah tidak tahan akhirnya mengocok dan pada akhirnya aku mengeluarkan maniku di sapu tangan yang aku 15 menit tukang pijat itu melakukan hubungan sex dengan istriku, nampaknya tukang pijat itu akan mendapatkan orgasmenya. Daat itu nampaknya istriku sadar dan berkata pada tukang pijat itu “ jangan di keluarin didalam, keluarin diluar aja”., Setelah mendengar perkataan istriku, tukang pijat-pun mencabut kejantanannya dan membuang sperma-nya di badan istriku, bahkan spermanya sampai muka itu namapak Istriku keliatan puas sekali. Setelah bebrapa saat mereka istirahat , aku melihat mereka merapikan diri dan tidak lupa tukang tukang pijat itu dengan mesra membersihkan sperma di tubuh dan muka istriku. Layaknya seorang suami tukang pijat itu memakaikan Bra istriku sembari meremas payudara dan mencium leher istriku dengan cerita merekapun sudah rapi seperti semula. Sebelum mereka menyadari bahwa aku dari tadi melihat mereka, aku-pun secara diam-diam keluar dari tempat pijat reflexsi itu. Kemudian aku berpura-pura seakan-akan baru datang, dan saat itu aku liat istriku sudah duduk di kursi tunggu dengan wajah cerah. Setelah melihat aku datang kemudian Istriku mengajak aku pulang dan tanpa merasa bersalah para Pembaca Serukan para maniak seks, jangan lupa ya!!! Selalu ikuti cerita-cerita dewasa di web Sex Model 2016, Cerita Sex Sedarah 2016, Cerita Sex Jilbab Terbaru, Cerita sex tante girang 2016, Cerita Dewasa Sex Threesome Terbaru, Cerita Dewasa Sex Perawan 2016, Cerita Dewasa Sex Pegawai Salon 2016, Cerita Dewasa Sex Sekretaris Terupdate 2016, Sekretaris, Cerita Sex Mahasiswa terbaru 2016, Cerita Sex Mahasiswi terbaru 2016, Cerita Sex Perselingkuhan 2016, Cerita Sex SMA 2016, Cerita Mesum, Cerita Ngentot, Cerita Skandal Sex, Abg, Gangbang, Spg, Pramugari, Janda, Wanita kesepian, Tante kesepian, foto bugil, foto hot, Anak SMP, Anak Kuliah, Cerita sex terbaru terbaru 2016, cerita hot terbaru 2016 dan banyak lagi Cerita Sex Terbaru 2016 Cerita Sex Cerita Mesum Terbaru Cerita Dewasa Hot 2016
cerita mesum tukang pijat