cerita dewasa pijat plus

Ayodijilatin sendoknya sampai bersih !" saya pun menyemburkan sperma saya di wajah Bu Ninik Cerita Panas Tukang Pijat Tante Neni cerita panas October 26, 2012 karena ini adalah Cerita Dewasa Ngesek dengan tante setengah baya - Pada saat pak renggo datang berkunjung kerumah Shinta, suaminya Ardi sedang berada dipulau sumatera karena ini BacaJuga : Kisah Dewasa Wanita Panti Pijat Ngajakin Plus Plus. Mulai lagi Si Ibu dari bawah yaitu bagian depan telapak kaki. Mulai saat ini sudah tidak mampu lagi kunikmati pijatan dari detik ke detik dan setiap inchi anggota tubuhku. Aku hanya memikirkan apa yang akan dia lakukan ketika sudah merembet ke arah paha. CeritaDewasa Sex - Pijat Spesial Plus. Cerita Dewasa - Kejadian ini ketika saya masih berumur 25 tahun, yaitu saat saya bekerja disebuah kantor yang bergerak di bIdang pemrograman komputer. Saya bekerja untuk menunjang biaya kuliah dan hidup saya di Jakarta. Tapi setelah kurang lebih satu tahun saya bekerja, kantor dimana saya bekerja gulung tikar karena persaingan yang sangat ketat Bokepbarat pijat tante bohay. bikep pijat. pijat plus. 178 cewe. bokep pijat indo. Aplikasi Android Khusus Video Bokep. Sudah tersedia: FakeHospital - Lucky patient recieves sexual. 994 100%. Search Cerita Jilat Anus Bu Haji. Jilatin Memek Teman Sampai Kelimax - Video cewek bispak, memek kecil, memek mulus, janda muda, janda gatel, ngentot adik kelojotan, bokep barat, bokep indo, bokep jepang, memek montok, suka coli, bokep manja, abg sange, mesum 2018, bokep sd, bokep smp, bokep pijat, game bokep, bokep hisap kontol, mandi telanjang, bokepgw, malam bokep, nonton bokep geratis mở bài bằng lí luận văn học. CERITA DEWASA – ML DENGAN ABG PIJAT PLUS-PLUS – Wanita berusia 22 tahun ini rela banting tulang demi mencukupi kebutuhan keluarganya, dia rela melayani pijat++ pada para pelanggan yang mau membayar lebih pada dia. Selain dia mendapatkan uang dari PPPanti Pijat, dia juga mendapatkan kepusan sex dan dia juga mendapat uang dari hasil pijat plus-plus nya. Aku membuka usaha Warung Makan, sudah lama sejak aku masih lajang hingga kini aku memiliki 2 anak. Dari sinilah aku mampu memenuhi kebutuhan keluargaku. Dulu suamiku masih sehat aku hanya buka setengah hari. Kini dia sakit hanya terbaring di tempat tidur saja. Aku harus membanting tulang sendiri demi anak-anakku. Diusia 22 tahun ini aku harus bekerja keras demi anak-anakku. Suamiku sama sekali tidak bekerja karena sakit dia hanya terbaring lemas. Makan mandi bahkan buang air sudah ditempat. Dikala aku bekerja buka warung anakku sulung menjaga bapaknya. Kita saling kerja sama karena kedua adiknya masih sekolah. Sebisa mungkin aku harus bisa membiayai sekolah mereka. Warung makan & pijat++,Anakku yang sulung membantu aku jika sudah merawat bapaknya. Dia suapin makanan lalu memandikan bapaknya setelah tertidur biasanya dia ke warung untuk membantu aku. Warungku lumayan ramai pembeli,pagi jam 7 sudah banyak orang berdatangan. Masakanku terkenal sangat enak harga terjangkau , ibu-ibu yang malas memasak bisa langsung datang kesini. Selain itu banyak para pelangganku seperti sopir angkutan/minibus atau truck yang mampir ke warung. Warungku letaknya stategis di pinggir jalan dimana orang berlalu lalang melewatinya. Tanpa menggunakan tenaga orang lain aku bekerja sendiri. Anakku hanya cuci piring saja sedangkan aku memasak hidangan dari pagi hingga malam hari. Di warung juga menyediakan tempat istirahat, ada 2 kamar dengan busa untuk sekedar tidur sebentar. Biasanya sopir jarak jauh banyak istirahat disitu. Lumayankan dihitung perjam menambah penghasilanku. Ketika warung buka sampai tutup aku berusaha menjaga penampilan agar tetap rapi dan cantik. Penampilan bagiku penting biar nggak kapok untuk datang kembali. Kebanyakan orang pasti melihat tempatnya telebih dahulu. Jika tempatnya bersih orang pasti nyaman untuk makan/sekedar membeli lauk saja. Jika selesai memasak aku mandi kemudian bersiap dengan pakaian yang rapi. Apalagi yang datang itu banyak kaum pria, kadang aku bersikapa sedikit genit,hhe… bolehlah untuk menarik para pembeli. Kadang suka ada yang minta pijit sama aku, asalkan mau bayar yah aku layani,hhe. Semua aku berikan asal menghasilkan uang untuk kebutuhan keluargaku. Kalau pas rame aku nggak pulang ke rumah, malam hari banyak yang istirahat di warungku. Anak-anak jagain bapaknya di rumah mereka sudah pada mengerti apa pekerjaan ibunya. gan orang lain. Bekerja hingga larut malam banyak godaan. Seorang wanita bekerja sendiri yang berdatangan di warung pria-pria pastilah banyak godaan yang datang. Sedangkan aku lama tidak dijamah suamiku, jangankan dijamah tangannya saja tidak bisa bergerak. Apalagi kemaluannya sudah tidak dapat berfungsi dengan baik. Padahal seusiaku ini masih membutuhan belaian kasih sayang suami. Tapi apalah daya kebutuhan seksku tidak terpenuhi sudah 2 tahun lamanya. Kini aku tergoda dengan seorang sopir yang sering datang ke warungku untuk makan dan istirahat. Namanya mas Vino dia adalah sopir minibus yang sering menggodaku. Dia bahkan berani memegang pantatku ketika tidak ada orang. Dia bilang gemas dengan pantatku yang lebar. Ya aku bisa lama-lama aku jatuh ke tangannya. Aku sampai ML dengan dia di warung. Kejadian ini bermula ketika dia datang sore hari. Makan lalu numpang mandi dan beristirahat sejenak. Kala itu aku sudah hampir tutup karena masakan sudah habis. Dia meminta aku untuk membuatkan mie instan saja. Warung kemudian aku tutup saja takut banyak orang berdatangan. Aku yang hanya menggunakan daster sexy itu berjalan kesana kemari untuk membersihkan warung. Dia tampaknya memperhatikan aku. Dia juga meminta aku untuk memijit pundaknya,“pijitin pundakku dong …” “capek ya mas? Bentar ya nanti aku pijitin tapi jangan lupa ongkosnya lebih mahal lho karena sudah tidak jam bekerja..hahaha” ucapku dengan tertawa lepas.“kalau pijit plus-plus sih ongkos pasti lebih banyak….” Saut mas Vino.“ahhhh mas Vino bisa aja….”Aku berhenti untuk menyapu dan mendekati dia yang katanya minta di pijit. Aku pijit bahu dia dengan perlahan. Dia melepas baju biar piitannya makin terasa. Badannya kekar seger sekali habis mandi aku pijit dengan penuh perasaan,“ini mah namanya bukan mijit tapi mengelus-elus, bikin ngaceng aja kamu mbak…..”“ya gini mas pijitan aku banyak yang cocok kok, Cuma mas aja yang bilang seperti itu..” Dia membalikkan badannya dan kita saling berhadapan. Wajah mas Vino ganteng juga pandangan kita sangat tajam. Mas Vino membelai rambutku tangannya menarik tubuhku hingga berpelukan dengan dia. Aku terdiam saja tapi aku rasakan pelukan ini sangat hangat. Aku terbawa suasana, kebetulan sudah lama sekali aku nggak di belai dan berhubungan sex dengan seorang pria. Mas Vino melepaskan pelukan lalu mencoba menarik bibirku untuk dia nikmati. Dia menciumi bibirku akupun membuka mulutku. Kita saling berciuman aku semakin bergairah sekali. Tangannya masih asyik membelai leherku. Hingga masuk ke dalam dasterku, dia meremas-remas payudaraku dari luar. Nikmat sekali remasan itu. Tangannya menuju ke pengait bra dan dia lepaskan bra ku. Tangannya meremas-remas payudaraku hingga aku lemas. Putting susuku dibuat menonjol besar sekali, dia plintir-plntir putting susuku. Dia tiba-tiba mengendongku untuk masuk ke dalam kamar. Aku direbahkan di kasur busa itu, dia membuka semua pun membuka dasterku , dengan jelas dia melihat payudaraku dan kemaluanku. Dengan cepat dia meremas kedua payudaraku dengan tangannya. Dia remas dengan gerakan seirama aku mendesah,“aaaakkkhhhh…..aaaaaaahhh…mas……ooohh……….” Putting susuku dia tarik lalu dia putar-putar sehingga semakin membesar. Wajah garangnya mendekati payudaraku, dia ciumi keduanya. Lalu dia mejilati putting susuku dengan beringas dan penuh nafsu. Lidahnya seakan berputar-putar menjilati putting susuku. Aku tergolek lemas dan pasrah menikmati setiap gerakkan mesum mas Vino,“ooohh…aaahhh….ooohh…..aaaaahh nikmat……..” Putting susuku yang masih kencang dan sudah lama tidak dikulum pria,pada hari itu akhirnya diemut dan di tarik pakai mulut mas Vino sampai mau lepas rasanya,“awww….pelan mas….aaaaaahhhhh…….” Dia sangat bernafsu sekali,dia menikmati tubuh mulusku denganpenuh gairah sex. Saat bibirnya masih mengulum putting mancungku, sementara tangannya tak henti meremas-remas payudaraku yang montok dan bulat ini. Tubuhku bergerak gelingsutan setiap kali aku merasakan kenikmatan sex Dari mas Rudi. Dia menjilati seluruh tubuhku hingga tubuhku mengejang sangat kuat. CD ku dilepas dengan cepatnya, dan terlihatalah memekku yang penuh dengan bulu buka memekku dengan jemarinya dengan mesranya, kakiku diangkat ke atas dan terbuka sangat lebar sehingga memekku terlihat bagian dalamnya. Aku mengangkang sehingga memekku terlihat dengan jelas. Aku menahan kakiku yang mengangkang ke atas, sementara mas Vino masih asyik menjilati selakanganku. Memekku dijilati dari dalam hingga luar. Itilku yang mancung dan bagian dalam memekku yang lembut dijilati mas Vino dengan liarnya. Kakiku bergerak gerak serta tubuhku terus meronta-ronta karena begitu nikmatnya perbuatan mesum mas Vino padaku,“Aaaaaakkhhhhkkkh…..mas….nikmat mas….aaahhh nggak kuat mas……” Aku pun mengeluarkan cairan dari memekku. Cairan itu mengalir sangat deras keluar dari memek tembem yang masih keset karena sudah lama tidak terjamah penis laki-laki. Dia menikmati itilku yang menyeruak ke atas besar sekali. Dia kembali mengulum itilku dan dia masukkan ke dalam mulutnya. Dia menjilat dan mengkulum area vaginaku sangat lama sekali, rasanya aku sudah tak tahan,“ooohhhh….aaakkkhh……aaaaaaaahhh mas…..aaaahh…..” Dia lepaskan itilku dia jilati dengan lidahnya sangat cepat. Saat itu aku sangat horny hingga aku mengeluarkan cairan kental dari vaginaku beberapa kali. Maklum lama tak dijamah pria, jadinya aku liar,hehe. Setelah itu dia gesek-gesekkan ujung penisnya di luar lubang memekku. Dia putar dan tekan ujung penisnya diluar memekku licin sekali karena aku banyak mengeluarkan lendir Nikmat. Gesekan penis mas Vino dibagian luar memekku sungguh membuat aku melayang,“aaaaahh…Mas, ayo mas masukin kontol kamu ke dalam memek aku dong mas….aaahhhh” ucapku merintih Mas Vino saat itu menggodaku, dia terus memutar-mutar penisnya dibagian luar memekku, namun enggan dia masukkan juga. Begitu seterusya sampai dia tak tahan ingin masuk ke dalam lubang kehangatan milikku. Tubuhku terus menggeliat dan desahan-desahan mesumku terus keluar dari mulutku. Nampakya Mas Vino sudah tidak tahanlagi untuk segera menikmati liang yang berukuran besar itu akhirnya sedikit demi sedikit memasuki liang sengamaku juga. Sedikit demi sedikit dia tekan masuk ke dalam,“ssssssllleeeebbbbb…sssslleeebbb…aaaahhhhhhh…..enak Mas kontol kamu, ayo masukin semua mas, jangan ujungnya aj….ahhhhhhh…” ucapku mendesah nikmat. Rasanya saat itu aku udah nggak tahan sekali, padahal itu baru ujung penisnya saja yang masuk. Dia menekan penisnya ke dalam dengan dorongan yang kuat. Seluruh batang penis mas Vino akhirnya berhasil masuk ke dalam memekku,“ Zlebbbbbbbbbbbbbbbbbb… Ouhhhhhhhhhhhh Mas…. Ssssssshhhhh…., sodok memek aku Mas,Ouhhhh….” Ucapku dengan penuh Dia menggerakkan pantatnya maju mundur , penisnya menusuk-nusuk memekku. Aku pun mulai menggerakkan tubuhku. Aku berikan perlawanan biar sama-sama merasakan kenikmatan. Aku memengang pinggul mas Vino. Lalu aku gerakkan pantatku seperti berputar-putar. Penis mas Vino serasa bergoyang dengan nikmatnya,“aaaahhhh….aaaaaahhh….mas…..aaaaahhhh……ooohhh…….” Yang awalnya perlahan kini mas Vino menggebu-gebu. Penisnya keluar masuk dengan kerasaku menggerakkan pantatku keatas,“jjllleeebb…jjleeeb…..ooohh ……aaaaaakkkhh……”Aku goyangkan sedikit pantatku penisnya seperti tertancap di dalam memekku. Dengan cepat aku menjepit penis mas Vino lama sekali dia pun merintih, “aaaaaahh…..enak sekali….aaaahhh…..” rintih mas lepaskan penisya dia kembali mendorong dengan keras. Lalu aku jepit lagi begitu seterusnya hingga mencapai klimaks. Tangan mas Vino yang terus menggairahkan nafsuku dengan meremas-remas payudaraku. Gerakan kita semakin liar tak tertahankan, keluarlah pejuh dari penis mas Vino, “ccccrrrrrrrrooootttt…..cccrrrrrooooooottt……cccccrrrooooottt…..”Cairan sperma itu banyak sekali membasahi mulutku, aku pun menelannya. Setelah itu kita membersihkan badan serta memakai pakaian kembali. Nggak pakai lama mas Vino meninggalkan aku dengan memberikan sejumlah uang.,,,,,,,,,,,,,,,,,,, Ini adalah cerita ngentot dengan tukang pijat lulur plus-plus. Kisah dewasa berhubungan seks dengan seorang tukang lulur yang tadinya akan melulur isterinya namun berganti melulur sang suami, karena sang isteri batal dilulur akibat ada keperluan lain. Bagaimana kisahnya, simak selengkapnya ceritanya berikut ini! Kring.., kring..!, Telepon di ruang kerjaku berdering. “Hallo, pap. Mamah pulangnya agak malam, Istri pemilik usaha ini, minta di temani jalan.” Dan bla-bla-bla, istriku ngoceh terus. Tapi yang penting buatku, katanya dia tidak enak dan kasihan sama Bu Eka tukang lulur. Daripada ngebatalin, ya udah.., akhirnya aku yang menggantikan istriku luluran. Jam sore aku sampai di rumah. Rupanya Bu Eka belum datang. Jadi aku sempat makan sedikit. Belum habis makanannya, Bu Eka sudah berada di muka pintu gerbang. Karena sudah biasa, dia langsung masuk dan membereskan kamar olah raga biasanya di pakai istriku untuk senam dan luluran. Sebelumnya pembantuku, Ning namanya sudah aku beritahu, kalau istriku tidak luluran, yang luluran aku. Sambil membawa air putih, pembantuku menyampaikan, kalau Bu Eka sudah menungguku untuk luluran. “Sore Bu..”, sapaku sambil membuka baju dan celana panjang. Tinggal memakai celana dalam saja. Mestinya seperti istriku, kalau luluran tidak memakai apa-apa. Tetapi karena aku cowok dan baru kali ini luluran, tidak enak juga rasanya, kalau ikutan polos. Bisa dibilang baru kali ini aku ngobrol banyak dengan Bu Eka. Katanya, dia sudah lama menjadi tukang lulur. Kira-kira 10 tahun dan menjadi tulang punggung keluarga. Dia bercerai dengan suaminya sudah 5 tahunan dengan menanggung 2 anak remaja. Sambil tiduran karena di lulur, aku perhatikan Bu Eka. Umurnya kira-kira 45 thn. Kulitnya putih turunan chinese, tingginya kira-kira 165 cm, beratnya 60 kg, dan berwajah menarik. Sekali-kali Bu Eka menunduk, sambil menggosok badanku dengan lulur, wah.., tangan Bu Eka ini termasuk lembut juga. Mungkin karena tiap hari ngelulurin, jadi lembut kali. Aku benar-benar tidak menyangka kalau Bu Eka memiliki payudara yang besar. BH-nya berukuran kira-kira 38D. Sampai-sampai brung di bawah pusarku bergetar, terangsang. Ingin rasanya memasukkannya ke dalam lubang kemaluan Bu Eka. Tapi aku tidak mempunyai keberanian untik itu, takut ketahuan istri, bisa gawat! Sambil nyoba-nyoba aku pancing-pancing Bu Eka. “Bu.., pernah nggak ngelulur laki-laki?”, sambil bertanya aku sibakkan celana dalam. Maksudnya supaya dia ngelulur juga selangkaanku.“Sering Pak, Malah ada anak remaja, beberapa langganan saya suaminya juga sering luluran”.“Nggak malu Bu? Kalau sampe ada yang buka celana, trus ibu pasti liat barang terlarang khan?”, Coba-coba kupancing dia. Nah.., kelihatannya dia sudah mulai terbawa suasana ketawa dia bilang, “Ya.., nggak dong Pak, khan ngeliat aja, nggak di apain, paling dipegang aja”. Nah.., feelingku mulai merasa ini bisa dimainkan juga. Pikiran kotorku mulai beraksi.“Kalau gitu, saya buka celana dalamnya ya.., bu? Biar bisa di lulur di selangkangan, kan dakinya banyak di situ”. Tanpa banyak ba.., bi.., bu.., celana dalam kulepas, kini aku bugil di depan Bu Eka, dengan penisku yang mendongak ke atas. Berdiri tegak dengan jantannya. Kulihat ekspresi mukanya sedikit, entah kaget atau takjub, melihat penisku yang besar dan panjang. “Lho.., kog? Udah gede.., Pak, adik kecilnya” katanya, tapi matanya tetap tidak berkedip memandang penisku. Mulai terbakar birahinya.“Wah.., ini sih belum apa-apa Bu, kalo dipanasi bisa tambah greng lho?, kataku sambil tangannya kupegang dan aku letakkan di atas penisku. Tapi Bu Eka bukannya mengelak, malah tangannya mulai memain-mainkan penisku. Gila.., acara lulurannya jadi berubah..! Tangan Bu Eka benar-benar lembut dan halus. Di mainkannya kemaluanku dengan mesranya. Diremeess, diusap-usap, sedikit kocokan.., membuat kepala penisku kian membesar. Kulihat juga Bu Eka makin terangsang. “Aah.., mhemm..”, Tidak kusia-siakan kesempatan ini, kulepas tangannya dari penisku, langsung kumasukkan ke mulut Bu Eka. Bibir seksinya mencium dan mulai mengulum penisku, “Whoom.., oopp.., whoomm.., whoop.., oopp!” Bunyi mulutnya tatkala mengocok penisku.“Besar sekali.. Pak, sampe nggak muat ke mulut saya”, Sambil senyum Bu Eka kembali beraksi. Masuk.., keluar.., maju.., mundur.., penisku masuk ke mulut Bu Eka.“Uuhh.., oohh.., nikmat skali.., Bu.., trus.., Bu.., aduh.., nggak tahan saya!” Aku benar-benar merasakan kenikmatan. Aku tahan spermaku yang mau keluar, aku ingin keluar di dalam lubang vaginan Bu Eka. Sambil aku tahan, Bu Eka makin menjadi-jadi memainkan penisku di mulutnya. Mulai aku buka bajunya, kupegang payudaranya yang besar, kuremas dengan lembut, Bu Eka tambah terangsang. Dari rintihan kecilnya, aku tahu, dia sudah dibawah kendaliku. Aku maki bernafsu.., dengan bangun pelan-pelan, kulepas bajunya sambil bibirnya dan big boobnya kucium, aku dan Bu Eka seperti lepas kendali.., saling cium.., peluk. Badanku yang masih berisi lulur menambah hangatnya pergumulan. Payudaranya yang besar menempel di badanku. Bergetar nafsuku. “aah..” Bu Eka sedikit mengerang, sewaktu payudaranya kucium dan kugigit-gigit. Posisinya sekarang di bawah, telentang! Dari payudaranya kutelusuri aku jilati perutnya “cup.., csrut..”, lidahku mulai bermain. Semua detial payudaranya kucium, kujilati.., meluncur ke bawah, perutnya.., ke bawah lagi.., waah.., luar biasa.., bau badan Bu Eka begitu harum. Tinggal selangkah lagi lidahku bermain, hingga kutemukan bulu-bulu halusnya yang menyembul dari celana dalamnya. Sedikit usaha terlepas sudah celana dalamnya. Kelihatan bulu-bulu hitam menyembul makin lebat. Aku melongok ke bawahnya, bulu-bulu hitamnya kusibakkan.., terlihat lubang kenikmatan yang berwarna merah muda menantang. Aku tidak tahan! Kujilati semuanya.., bulu-bulunya.., clitorisnya.., lubang vaginanya. Sisi-sisi vagina Bu Eka memang sedikit keluar, aku hisap, “Sruup.., cuupp..” semuanya! “Aahh.., Oooh.., aduh nggak tahan.., Pak..!” Erangannya menambah nafsu liarku, tidak henti-hentinya kujilati vaginanya dan clitorisnya aku kulum, kugigit-gigit kecil, sampai akhirnya, “aah.., aduh.., saya keluar..”, sambil berusaha duduk menghadap ke arahku. Akupun langsung berdiri. Kuarahkan penisku ke arah bibirnya, “Slup.., mhom..”, dikulumnya sekali lagi penisku.“Oooh.., bagus Bu.., trus masukin semuanya.., hisaap.., Bu..” kulumannya membuatku semakin mabuk kepayang. Dari ujung penis hingga ke biji pelerku semua bersih.., dihisep.., dikulum.., masuk.., keluar, “oohh..” Karena kita sudah makin memuncak, aku tarik penisku, kucium Bu Eka sambil tiduran, kakinya menjulur ke bawah tempat tidur. Pahanya kubuka, lubang kenikmatannya sedikit terbuka. Pelan tapi pasti penisku mulai masuk, “Bleep..”, sedikit basah.., Sreet.., bleep.., penisku maju mundur menembus lubang kenikmatan Bu Eka. Semakin lama semakin dalam aku benamkan penisku, hingga menembus bagian dalamnya.., cairan Bu Eka makin banyak keluar. “Oohh.., saya keluar.., pak!”, Sambil badannya mengelinjang orgasme. Aku benar-benar seperti kuda liar, lepas kendali. Aku suruh Bu Eka nungging, lubang pantatnya kelihatan jelas, aku gosok-gosokan penisku di lubang duburnya, sambil penisku turun ke bawah mencari lubang kenikmatan Bu Eka. Kuintip lubang vaginanya, gila! Bagaikan sumur dalam yang tidak ada ujungnya.“aahh.., aduh.., Pak..? Bu Eka menjerit kecil. “Sreet.., bleep.., penisku masuk ke lubang vaginanya. Lalu kupompa Bu Eka.., “Bleepp.., sreet..”, bunyi penisku dan vagina Bu Eka, bersatu padu.“Aahh.., oohh.., keluar.., Bu..!” Bersamaan dengan air maniku keluar, Bu Eka juga mengerang, “aahh..”. Croot.., crot! air maniku keluar dari dalam lubang Bu Eka. Hangat.., penisku masih terbenam. Terasa disedot. Bu Eka sengaja memainkan lubangnya, sambil berbalik memciumiku, kupeluk Bu Eka, Mesra! Jam malam istriku sampai di rumah, diantar sopir kantornya. Panjang lebar dia cerita tentang kegiatannya dengan ibu pemilik perusahaan. Sambil muji badanku, “tambah putih dan bersih lho.., Pap..? Pinter ya.., Bu eka ngelulur.” Aku hanya mengangguk saja, no comment! Padahal dalam hati, pikiranku melayang membayangkan lubang Bu Eka!,,,,,,,,,,,, Cerita Dewasa – Pijat Ekstra Plus – Pada suatu hari Kamis tahun 2003, saya sedang dipijit oleh Sonya. Kebetulan hari Senin adalah hari libur, maka iseng-iseng saya ajak Sonya untuk minta dipijit ekstra. “Pijit ekstra dimana?” tanya Sonya.“Kemana ya? Keluar kota aja tapi jangan jauh-jauh” sahut saya.“Terserah kamu yang punya uang” jawab Sonya.“Ke Bogor aja yuk, di Novotel”“Boleh aja” Sonya yang berkulit putih, tingginya 168 cm mempunyai wajah yang manis. Walaupun wajahnya tidak seayu Wina tetapi ia memiliki daya tarik tersendiri. Gaya pijatnya pun enak dan tidak mengecewakan. Sonya akhirnya sepakat untuk ber-long weekend di Bogor. Sebelum selesai memijit, kami berjanjian untuk bertemu di satu tempat pada hari Sabtu siang sebelum ke Bogor. Hari Sabtu siang, saya menjemput Sonya di Plaza Senayan. Sonya membawa tas berukuran kecil, ia mengenakan kemeja warna putih dan celana jeans. “Enggak bawa baju? Kan nginap 2 malam” tanya saya.“Bawa baju kok, tapi untuk apa bawa banyak-banyak kalau toh nggak dipakai?” jawab Sonya dengan senyuman nakal. Kami langsung berangkat ke Bogor menuju Hotel Novotel. Setiba di hotel, kami check in. Saya meminta kamar yang ada jacuzzi. Kamar ini cukup luas dan ada jacuzzi yang menghadap ke balkon tetapi didepan balkon itu ditanam dengan pohon-pohon yang berdaun lebar sehingga orang dari luar tidak bisa melihat ke dalam kamar. Begitu tiba di kamar, saya minta room service untuk menyalakan jacuzzi. Setelah selesai, room service keluar dari kamar. Sonya sedang asyik nonton TV Infotainment. Tanpa basa-basi, saya langsung menyerang Sonya dengan ciuman di pipi dan bibir. Sonya sedikit kaget tetapi ia langsung membalas ciumanku. Payudaranya saya remas dari balik kemejanya. Perlahan jari-jari saya membuka kancing baju Sonya dan kemudian dilanjutkan dengan membuka BH. Masih dalam posisi ciuman, saya membuka celana jeans Sonya dan menariknya kebawah. Sonya praktis sudah telanjang dada dan hanya mengenakan celana dalam mini warna merah tua. “Curang, saya udah telanjang tapi kamu belum” protes Sonya. Sonya langsung membuka baju kaos dan celana jeans plus celana dalam. Ia sempat tertegun melihat kontolku tapi kemudian langsung ia hisap. Saya rebahan ditempat tidur tapi kaki saya terjuntai kebawah, sedangkan Sonya berlutut disamping tidur sambil menghisap kontolku. “Umm.. Enak, gede banget Arthur” gumam Sonya. Sonya menghisap kontolku selama beberapa menit, setelah puas saya menarik Sonya ke Jacuzzi. Sonya membuka celana dalamnya sehingga ia telanjang bulat. Bulu kemaluannya ia cukur habis sehingga bibir vaginanya bisa terlihat dengan jelas. Di Jacuzzi kami kembali berciuman. Payudaranya tak henti-hentinya saya remas dan jari jemariku juga ikut memainkan klitoris Sonya. Sonya hanya pasrah menerima serangan dari tangan-tangan saya ditubuhnya. Kemudian saya angkat tubuh Sonya dan mendudukkannya di tepi Jacuzzi. Sonya merentangkan kakinya sambil bersandar di dinding. Vaginanya langsung saya jilat, tak luput dari jilatanku adalah daerah anus dan selangkangannya. Sonya sampai menggelinjang kegelian. Puas menikmati vaginanya, saya membalikkan tubuh Sonya dan minta nungging. Pantat Sonya yang besar saya jilat dari belakang lalu belahan pantatnya saya buka. Anusnya terlihat menggairahkan dan menantang. Kembali saya jilat anus Sonya. Tak henti-hentinya Sonya berseru dengan nikmat menikmati lidah saya di anusnya. “Aduh, masukan Arthur, entotin saya sekarang” pinta Sonya. Tanpa diminta kedua kalinya, saya mengarahkan kontolku ke vagina Sonya. Sonya langsung melenguh dengan kencang tiap kali kontol saya dibenamkan ke vaginanya. Tangan Sonya mencengkeram tepi Jacuzzi sementara tangan saya meremas pantat Sonya dengan gemas. Air hangat dari Jacuzzi membuat tubuh kami berdua berkeringat. Tampaknya Sonya tipe wanita yang vaginanya banyak mengeluarkan cairan karena terdengar clipak-clipuk setiap kali kontol saya keluar-masuk vaginanya. Beberapa menit kemudian saya merasakan akan ejakulasi “Mau keluar nih” seru saya. Sonya langsung membalikkan badannya dan meraih kontolku kemudian menghisapnya. Peju saya muncrat dengan deras di mulut Sonya. Sonya sempat sedikit gelagapan karena tak sangka peju saya akan sedemikian banyak tetapi ia terus menghisap dan menelan semua peju. Setelah bersih, kami duduk berpelukan di Jacuzzi sambil ciuman. Jam 5 sore, saya mengajak Sonya untuk berenang. Sonya mengenakan pakaian renang model bikini berwarna biru cerah. Di kolam renang, beberapa tamu pria melirik ke Sonya dan memperhatikan bikini Sonya yang kelihatannya kekecilan dibandingkan dengan ukuran payudaranya. Tetapi si Sonya kelihatannya cuek saja melihat para tamu pria tersebut dan ia langsung nyemplung ke kolam. Saya juga ikut nyemplung. 20 menit kemudian setelah selesai berenang, kami keluar dari kolam dan duduk dipinggir kolam sambil menikmati juice. Tiba-tiba ada yang memanggil Sonya. “Woi, Sonya!” Sonya menengok dan tertawa. “Eh, ngapain loe disini?” tanya Sonya.“Lagi temenin keponakan berenang” kata si perempuan.“Eh iya, kenalin ini temen saya” kata Sonya.“Halo, saya Arthur”“Saya Dian” kata Dian. Dian wajahnya sangat mirip dengan artis Titi Kamal. Rambutnya panjang, tingginya 165, tubuhnya langsing dan dibalik kaos putihnya yang ketat terlihat payudaranya yang lumayan besar. Rupanya Dian adalah teman kost Sonya. “Lagi nginap disini?” tanya Dian.“Iya, mumpung lagi long weekend” jawab Sonya. Saya membiarkan kedua perempuan itu ngobrol dan saya melanjutkan berenang. Sambil berenang, saya melihat si Dian masih ngobrol dengan Sonya tapi matanya terus tertuju pada saya. Saya pikir boleh juga nih Dian di prospek. Tak lama kemudian, Sonya kembali berenang sedangkan Dian sudah pergi. Selesai berenang, kami kembali ke kamar lalu mandi. Di kamar mandi kembali kami bersetubuh. Selesai mandi, kami turun ke restaurant untuk makan malam. “Si Dian nanyain kamu tuh” kata Sonya.“Nanyain apa?” tanya saya.“Dia bilang body elo OK banget” kata Sonya.“Hehehe, body Dian juga OK” kata saya. Sonya bercerita tentang Dian. Ternyata Dian adalah seorang penari striptis di Klub 1001 di kawasan Gajah Mada. Saya tidak tahu apakah di Klub 1001 ia dikenal sebagai Dian atau ia punya nama samaran lainnya. “Wah boleh nih minta dia nari” kata saya.“Mau nih? Dia mau loh kalau diajak gabung” kata Sonya.“Oya? Boleh aja. Kapan? Malam ini?” jawab saya dengan penuh minat“Malam ini dia kerja. Besok siang kalau mau”“Boleh. Telepon aja minta gabung dengan kita besok siang” Sonya langsung menelepon Dian. “Sip, besok jam 11 dia udah disini” kata Sonya Selesai makan malam, kita jalan-jalan ke Bogor lalu ke Puncak. Jam 2300 kita kembali ke hotel. Malam itu kita agak capek sehingga tidak ada gairah untuk bersetubuh walaupun demikian Sonya tidur tidak mengenakan apa-apa begitu juga dengan saya. Hari Minggu pagi jam 800, kita bangun kemudian langsung mengenakan pakaian renang dan kembali berenang. Selesai berenang, kita mandi terlebih dahulu kemudian sarapan dan duduk-duduk di coffee shop sambil menunggu Dian. Jam 11 tepat si Dian sudah Ia mengenakan rok mini warna merah, kaos ketat tanpa lengan warna putih dan sepatu tennis warna putih. Beberapa tamu pria yang sedang duduk-duduk di coffee shop langsung memperhatikan Dian dengan muka horny. Sonya melambaikan tangannya dan Dian langsung melihat ke arah kita. Kita bertiga masih ngobrol-ngobrol sebentar di coffee shop sampai akhirnya Sonya mengajak balik ke kamar. Sambil berjalan melewati tamu-tamu pria di coffee shop, saya dengan iseng melingkarkan tanganku ke pundak Sonya dan Dian. Sudah persis seperti raja Arab dengan selir-selirnya. Setiba di kamar, saya langsung duduk di tempat tidur sedangkan Sonya rebahan ditempat tidur sambil mengganti channel TV. Cerita Dewasa – Pijat Ekstra Plus “Dian jago nari kan? Sekarang saya minta Dian striptis dulu didepan kita” kata saya.“Ah, masa disuruh nari? Jangan dong” protes Dian.“Harus mau dong” kata saya sambil mengambil remote control dari tangan Sonya lalu mengganti channel. Saya menemukan channel MTV yang sedang menyiarkan video klip lagu Heavy Metal. Pas untuk nari striptis!“Nah, ini ada yang pas untuk nari. Ayo mulai” kata saya. Dian tersenyum. Ia membuka sepatu dan kaos kakinya. Dian kemudian berdiri dihadapanku dan mulai meliukkan tubuhnya. Tangan kanannya ia angkat ke rambut lalu rambutnya yang panjang digulung keatas kepala, sementara tangan kirinya meremas-remas payudaranya . Setelah meremas payudara, tangan kirinya turun ke pahanya lalu rok mininya diangkat sehingga terlihat celana dalam g-string warna hitam berenda. Jari jemarinya mengusap-usap vaginanya dari balik celana dalam. Dian memejamkan matanya sambil menggigit bibir bawahnya. Wajahnya sungguh erotis! Dian terus meliukkan tubuhnya mengikuti irama lagu heavy metal. Sekali-sekali roknya ia angkat tinggi mempertontonkan kakinya yang putih dan panjang. Kemudian ia mulai melepaskan kaosnya. BHnya yang berwarna hitam berenda turut ia lepas juga. Payudaranya yang besar saya taksir berukuran 36C. Sambil menonton, Sonya beringsut kebelakang saya dan mulai membuka kaos saya. Kemudian Sonya jongkok didepanku dan membuka celana pendekku. Saya duduk ditepi tempat tidur dengan hanya mengenakan celana dalam. Sedangkan Sonya sendiri sudah telanjang bulat. Entah kapan ia membuka bajunya. Dian membuka risleting rok mininya dan langsung rok mininya merosot melewati sela kakinya. Saya rasa g-string yang dikenakan Dian adalah g-string tertipis yang pernah saya lihat. Kain yang menutupi daerah vaginanya saya rasa hanya berukuran 10 x 10 cm, selebihnya semuanya hanya tali nilon yang melilit dipinggang dan turun ke belahan pantatnya. She is really a professional stripper! Berkali-kali saya menelan ludah melihat tubuh Dian yang sensual. Dibandingkan Sonya, Dian masih jauh lebih sensual dan erotis. Pokoknya kalau mau membayangkan Dian, silakan lihat Titi Kamal. Dian menghampiri saya kemudian memutar tubuhnya sehingga ia membelakangi saya. Pantatnya dengan gaya memutar-mutar ia naik turunkan didepan muka saya, kemudian Dian duduk dipangkuan saya. Pantatnya tak henti-hentinya ia putar diatas kontolku seakan-akan sedang bersetubuh. Kontolku terasa seperti mau meledak mendapat perlakuan seperti itu. Ingin rasanya langsung saya setubuhi. Dian lalu berdiri dan meminta Sonya membuka celana dalam saya. Setelah celana dalam saya dibuka Sonya, Dian mendorong dada saya lalu saya merebahkan diri ke kasur. Dian jongkok dihadapanku. Ia menjilat dengkul kanan lalu naik ke paha hingga pangkal paha, turun ke selangkangan dan menjilat bijiku. Sonya turut merangsang saya dengan cara menghisap puting saya. Setelah puas Dian menjilat bijiku, Dian menjilat kepala kontolku dan mulai menghisapnya. “Oh yes, enak sekali Dian, hisap terus yang keras” ujar saya keenakan. Entah kenapa saya rasanya ingin cepat ejakulasi saat sedang dihisap Dian, tetapi saya langsung menahan diri agar tidak keluar. Dian lalu berdiri dan kembali menjilat perut, ke dada lalu mencium bibirku. Kita saling berpagutan selama beberapa menit. Saya merasakan kontol saya dihisap oleh Sonya. Dian lalu membalikkan tubuhnya dan kita berada dalam posisi 69. Celana dalam g-string super mini itu langsung saya tarik kebawah dan vaginanya saya jilat dengan penuh nafsu. Dian sendiri kembali menghisap kontolku. Tak henti-hentinya saya dan Dian mengeluarkan suara mendesis menikmati hisapan dan jilatan. Sonya rupanya tidak mau kalah, ia jongkok didepanku dan ia menjilat bijiku. Kembali saya merasakan mau ejakulasi tapi langsung saya tahan. Saya membalikkan tubuh Dian dan tanpa nunggu diperintah, langsung saya hujamkan kontolku ke vaginanya dalam posisi doggy style. Dian mengerang dengan penuh nikmat. Payudaranya yang besar tampak menggelantung dan dengan gemas saya meremas-remas payudara Dian. Kembali Sonya mengambil posisi untuk membuat saya bertambah nikmat. Ia duduk dibelakang saya sambil memegang sebotol baby oil. Tangannya ia lumasi dengan baby oil lalu ia menyelinapkan tangannya diantara selangkanganku. Dengan sedikit heran saya melihat Sonya dan bertanya dalam hati. Tanpa ditanya, Sonya mulai memainkan biji saya. Tangannya naik turun mulai dari belahan pantat turun ke biji lalu diremas kemudian diulang terus berkali-kali. Apabila saudara sedang three-some, cobalah minta si partner wanita untuk melakukan itu bagi anda. Nikmat sekali! Dian bagaikan kuda liar. Dengan penuh semangat, ia mengikuti gerakan tubuhku dan kadang kala ia sendiri yang menghentakan pinggulnya ke pinggulku. 10 menit menggenjot Dian membuat saya berkeringat. Saya berhenti sejenak. Saya keluarkan kontolku dari vaginanya. Dian merebahkan tubuhku dan ia langsung naik ke atas pinggulku dan memasukkan kontolku ke vaginanya. Tanpa mengenal lelah, Dian terus menerus menggenjot kontolku dalam vaginanya. Sonya lalu jongkok diperutku kemudian mencondongkan dadanya ke mulutku sehingga ia berada dalam posisi bersimpuh diatas perutku sedangkan Dian masih asyik mengocok kontolku. Saya langsung menerkam payudara Sonya dan menghisap putingnya. Saya meraih tangan Dian dan mengarahkannya ke payudara Sonya, tetapi Dian dengan halus menarik kembali tangannya dari payudara Sonya. “Saya dan Dian bukan Bi-seks” bisik Sonya. 5 menit berlalu dan akhirnya saya ejakulasi. Saya muntahkan seluruh pejuku di vagina Dian. Dian berkali-kali berteriak “yes, yes”. Tubuhnya mengejang dan matanya terpejam. Ada sekitar 1 menit Dian dalam posisi jongkok di pinggulku dan matanya masih terpejam. Kelihatannya ia masih menikmati sisa-sisa birahi yang baru ia rasakan. Setelah itu ia membuka matanya, ia tersenyum melihat Sonya yang sudah berbaring disamping saya. “Gila, enak banget. Sonya ternyata tidak berlebihan waktu kemarin sore di pinggir kolam dia cerita ngentot sama kamu rasanya puas banget” kata Dian setengah mendesah. Dian turun dari pinggulku lalu berbaring disebelah kiriku. Kita bertiga beristirahat dan kemudian kembali bersetubuh. Sonya kembali saya setubuhi disaksikan oleh Dian sambil ia menikmati kue coklat. Sorenya setelah kita bertiga berenang, saya menyetubuhi Dian di kamar mandi. Lalu jam 8 malam setelah makan malam, kita bertiga berinisiatif melakukan sesuatu yang lebih menantang. Saya menyetubuhi Dian didekat tempat volley yang ditutupi oleh pohon yang rimbun. Sonya sendiri mendapat giliran jaga pertama. Setelah puas menggenjot Dian, Dian mendapat tugas jaga sementara saya menyetubuhi Sonya. Bersetubuh seperti ini sangat asyik karena dilakukan dengan penuh waspada jangan sampai tertangkap. Hari Senin pagi kami bertiga check out dan kembali ke Jakarta. Sonya pulang naik mobil Dian sedangkan saya langsung pergi ke suatu acara reuni teman-teman dari SMA,,,,,,,,,,,,,,, Cerita Dewasa Pemijat Plus Plus - Saya adalah seorang wanita karir single yang berumur 33 tahun, berikut adalah pengalaman saya yang tidak terlupakan pada saat saya berlibur ke Bali. Pengalaman ini membuka satu lapisan dari kehidupan saya yang tidak pernah saya temukan sebelumnya. Sisi lapisan tersebut mengungkapkan bahwa saya adalah seorang yang menyukai peran sebagai Dominant dalam permainan sex. Berikut ulasan dari pengalaman saya yang menyadarkan saya. Hari sudah sore sekitar jam 6, capai shopping seharian di Seminyak saya balik ke kamar hotel yang terletak di salah satu hotel berbintang 5 di kawasan Nusa Dua. Sambil tiduran kelelahan saya telpon massage service yang terdapat di directory menu di kamar hotel. Setelah menerangkan harga dan paket massage yang ada, saya memutuskan untuk mengambil pijat tradisional selama 2 jam di kamar, karena saya sudah letih dan malas untuk jalan jalan ke luar lagi. Si operator menanyakan saya apakah mau male/female masseur, karena iseng saya bilang yang male. Dengan malas saya mengambil handuk dan masuk ke kamar mandi untuk shower air panas, sambil memejamkan mata saya berdiri diatas pancuran shower dan membiarkan badan saya di siram oleh air hangat yang terasa sangat menyegarkan badan. Setelah kurang lebih 40 menit kamar saya bel, dengan tergesa gesa saya mengeringkan badan dan menutupi badan saya dengan handuk. Ternyata Massage service yang saya pesan sudah datang, sambil berpegangan pada handuk saya mempersilah dia masuk ke dalam. “Permisi Bu..” ujarnya. Kesan pertama orangnya sangat sopan, penampilan tidak terlalu macho, body biasa saja tidak terlalu atletis, tetapi tinggi dan kulitnya hitam tapi bersih tidak ada kumis/jenggot dan rambut pendek cepak. Dia mengunakan baju kaos linen putih, dan celana panjang putih linen tipis yang longar diikat dengan tali di pinggang Si therapist mempersilahkan saya untuk membuka bajunya semua dan tidur tengkurap di atas tempat tidur, sementara dia pergi ke kamar mandi untuk mempersiapkan peralatannya dan mungkin cuci tangan dan lain lain. Si therapist ternyata orang Jawa yang merantau ke Bali, sambil ngobrol ngobrol si therapist memijat seluruh badanku dengan minyak aroma therapy. Setelah seluruh badan belakang selesai, si therapist permisi untuk memijat di bagian pinggul dan paha dalam, dan karena saya lagi iseng mungkin horny saya mempersilahkannya. Kemudian dioleskan minyak massage dengan lembut ke seluruh bagian pinggul luar dalam, paha, selangkangan dan bahkan sampai ke sekitar lubang anus, pada saat di pijat di areal itu saya kegelian enak, secara enggak sadar kakiku makin terbuka, karena terkadang secara “tidak sengaja” jari jari si therapist menyentuh ke bagian vagina dan clitoris saya. Proses pijat lembut di areal sensitif ini ini berlangsung selama kurang lebih setengah jam, aku sampai terenggah-engah keenakan, merem melek sampai hampir pingsan keenakan. Lalu si therapist bertanya apakah mau di lanjutkan dengan kissing massage, saya tidak ngerti apa kissing massage itu, si therapist menjelaskan, ternyata kissing massage adalah seluruh badan akan diciumi dan dijilati dengan lembut dari ujung jari kaki sampai ke ujung rambut. “Wow..” dalam hati saya, karena saya yang lagi punya niat nakal langsung saja saya mengiyakan. Si Therapist kemudian bertanya dan minta ijin apakah dia boleh buka baju. Karena penasaran saya bilang ok, maka mulailah si terapis membuka bajunya satu persatu di depan saya yang sedang tengkurap lemas. Si therapis sangat sexy dan sopan, dia membuka bajunya semua dan melipatnya satu persatu di atas tempat tidur sampai telanjang bulat, di depan muka saya terlihat penisnya yang sudah setengah ereksi, dengan bulu yang sudah di trim dengan rapih. Maka mulailah si therapist naik ke atas tempat tidur dan menciumi dengan lembut, tengkuk, punggung, pinggul, paha, betis, kemudian kaki saya di tekuk, diangkat dan ditaruh di antara paha dan badan si therapist sambil dia pelan pelan menghisap jari kaki saya satu persatu sambil mengulumnya dengan lidah. Kemudian mulut dan lidah si terapis naik lagi ke bagian sensitif pinggul dan selangkangan. Kali ini dia menjilati bagian pinggul dalam dan memasukan lidahnya ke dalam anus saya sambil tangannya membuka pipi pinggul saya, lidahnya di mainkan disana, sensasinya luar biasa sampai aku berteriak teriak. Kemudian saya di suruh berbalik badan, seluruh badanku sampai gemetaran dan lemas. Sambil berlutut dan tersenyum sopan si terapist permisi untuk memulai kissing massage dibagian depan. Menurut saya sikap si therapist ini sangat submissive dan sopan sekali, sehingga saya merasa comfortable/nyaman dan pada saat itu sisi dominating saya muncul. Dengan posisi berlutut dan membungkuk si therapist mulai menciumi dan menjilati lembut sekitar dada, saya yang merasa di atas angin mulai meraba raba badan si terapis yang keras dan berotot walau sedikit terlalu kurus. Pada saat diraba si therapist tidak protes ataupun bersuara, karena penasaran saya lalu mulai memegang megang penis si terapis yang sudah mulai keras dan bergoyang goyang mengantung di antara dua kaki yang sedang belutut. Awalnya pelan pelan, namun karena tidak ada reaksi saya mulai meremas remas bagian “balls” dan penis, pada saat itu si Therapis mengerang kesakitan namun tetap pasrah dan terus menjilati tubuh saya. Pelan pelan si therapist mulai turun menjilati perut dan bagian atas vagina saya sambil terus berlutut dan memberikan akses alat vitalnya kepada tangan dan jari saya. Setelah kurang lebih 15 menit saya sudah tidak sabar lagi, aku menjambak rambut si terapis dan mengarahkan kepala dan mulutnya untuk menjilati clitorisku yang sudah sangat sensitif. Tidak lama kemudian saya climax, mungkin ini adalah orgasme yang paling sensational yang pernah aku alami karena proses teasing mencapai puncak sangat lama dan mengoda. Pada saat itu si therapist tetap pada posisi submissivenya sambil menundukan kepala mulai memijati tangan saya seolah tidak terjadi apa apa, tadinya saya sempat malu pada saat orgasme, namun karena sikap si therapist yang profesional itu membuat aku merasa relax dan santai. Lalu si therapist bertanya apakah ada lagi yang bisa dia lakukan, pada saat itu karena sudah ngantuk dan relax, maka saya bilang bahwa saya ingin tidur, maka si therapis dengan perlahan memakai bajunya dan memberikan slip charge yang untuk di tanda tangani, waktu itu saya bingung harus kasih tip berapa, saya kasih dia 500,000 si terapist hanya tersenyum dan tidak complain malah dia menawarkan lagi untuk service massage besok. Dia juga berkata kalau saya suka, dia akan membawa peralatan extra besok, karena penasaran saya bertanya “Peralatan apa lagi?” Ternyata dia adalah seorang pemijat submissive yang suka melayani dan disiksa oleh clientnya yang rata rata orang asing. Peralatan extra tersebut adalah alat alat pengikat seperti tali tambang, borgol, cambuk, pecut, rotan, penis karet dan lain lain. Pembaca sejak pertemuan itu, saya menjadi ketagihan dan terkadang saya membooking dia seharian untuk saya siksa dan melayani saya dengan tangan terikat. Pernah selama 3 jam nonstop saya suruh dia menjilati vagina saya sambil berlutut di bawah, sedangkan saya duduk santai sambil merokok dan nonton TV. Kalau saya ingin pipis saya tinggal jongkok diatas mulutnya yang terbuka lebar, dan mengencingi mulutnya, dengan taat dia meminum air kencing saya dan membersihkan vagina saya setelah selesai. Saya juga menikmati erangan seorang pria pada saat saya siksa, biasanya saya suruh dia nungging dan pantatnya saya pukul pakai rotan sampai merah biru sambil sesekali saya colok colok lobang pantatnya dengan rotan tersebut. Saya bisa menjadi sangat egois dalam permainan ini, saya tidak peduli apakah dia merasa tidak enak atau kesakitan, yang penting saya puas dan enak. Mempunyai ego seperti ini di saat momen permainan itu membuat saya menjadi merasa kuat dan berkuasa. Setelah balik ke Jakarta saya mencoba untuk mencari society yang gemar dan sealiran dengan saya, namun sampai saat ini saya belum pernah menemukan group orang tersebut, mungkin kegemaran saya ini langka di Indonesia. Kejadian di Bali tersebut selalu terbayang bayang di pikiran saya dan selalu membuat saya menjadi Horny bila setiap saat mengingat ingat permainan permainan yang kami lakukan. Pernah karena sudah tidak tahan lagi, saya menelpon sang therapis tersebut untuk mengambil cuti selama seminggu dan datang melayani saya ke Jakarta. Tentunya semua ongkos pesawat dan penginapan selama di Jakarta harus saya keluarkan, belum tips yang harus saya berikan kepada dia, tetapi uang sudah tidak artinya lagi buat saya bila dibandingkan dengan kenikmatan di atas yang saya dapatkan. Selama seminggu saya menyewa service apartment di Jakarta Barat, disitulah saya dilayani oleh si Therapist “special” tersebut, hubungan kami tetap profesional, dia juga selalu menjaga agar kami tidak saling jatuh cinta, tentunya saya juga ingin begitu. Permainan kami selama seminggu sangat intense dan melelahkan, tentunya lebih banyak lelah di dia, tetapi di situlah enaknya, saya merasa puas dengan keegoisan saya tersebut. Bila saya sudah kehabisan akal mau di apakan lagi dia, saya menyuruh dia untuk menjadi salah satu furniture pelengkap di aparteman, seperti meja penyandang kaki saya, atau sebagai patung pemegang asbak saya. Perlu juga pembaca ketahui, selama permainan kami, saya hanya beberapa kali membuat dia orgasme, itupun juga bukan saya yang melakukan, saya hanya menonton dia melakukan masturbasi tentunya dengan seijin saya biasanya saya mengijinkannya bila dia sudah sangat memuaskan saya dan benar benar patuh terhadapa perintah saya. Biasanya saya suruh dia berdiri diatas meja pendek dan masturbasi, kemudian spermanya di tampung ke dalam gelas biar tidak kotor ke mana mana dan saya perintahkan dia untuk meminumnya dan menjilati gelas sampai bersih. Setelah selesai dia akan tersenyum dan mengucapkan terima kasih kepada saya. ***** Demikian pengalaman saya, sebenarnya masih banyak lagi cerita kelanjutannya, mungkin di lain kesempatan akan saya tulis lagi. Sekelumit cerita ini semoga dapat membuka wawasan sexualitas para pembaca seperti kepada saya yang telah menyadari ternyata aku adalah seorang domina. Apakah ada wanita lain yang mempunyai sisi seperti saya ini di bumi Indonesia? Silahkan komentar ataupun diskusi mengenai cerita ini di kirim ke email saya. Cerita Seks Kisah Dhena, Tukang Pijat Plus-plus part 1Cerita Seks Lonte - Siang itu aku sampai dirumah dengan perasaan galau yang amat sangat, bagaimana tidak, pekerjaan yang aku lamar sebagai pemijat di salah satu Panti Pijat daerah Jakarta Timur ternyata tidak seperti yang kubayangkan. Ada kengerian menghadapi profesi sebagai pemijat yaitu kita akan berada pada posisi segaris rambut untuk mendekatkan diri pada iklan satu harian ibukota pada kolom "Lowongan Kerja," aku membaca salah satu Panti Pijat membutuhkan 10 tenaga pemijat dengan persyaratan wanita umur 25-35 tahun, berpenampilan menarik dan bersedia bekerja shift antara pukul bekerja setiap hari 7 jam. Para pelamar diharapkan datang langsung untuk menyerahkan lamarannya sekaligus wawancara, begitu bunyi bekerja sampai malam aku tidak terlampau keberatan dan mengenai penampilanpun aku tidak merasa khawatir karena hampir semua orang yang bertemu muka dengan aku pasti akan terkesima dengan kemolekan mukaku dan putihnya orang menggodaku dengan memanggil Cornelia Agatha.. Ahh ada-ada saja orang yang memanggilku demikian batinku. Tidak sedikit para pedagang di pasar menggodaku ketika aku belanja bahkan anak-anak muda di tempatku tinggal banyak yang mencoba mendekatiku, tapi tidak satupun aku gubris karena aku tidak suka dengan pria yang iseng, laginya kematian Mas Imron suamiku belum genap 3 tidak enak sekali status sebagai janda jerit batinku. Kematian Mas Imron inilah yang kemudian memaksaku untuk mencari pekerjaan untuk menghidupi anakku satu-satunya yang bernama Rita. Sedangkan dari kantor suamiku tidak ada pensiun, yang ada hanya klaim kematian dari perusahaan asuransi yang besarnya hanya cukup untuk 3 bulan saja ditambah sedikit uang dari para pelayat yang datang ketika sebabnya aku rajin meminjam koran dari tetanggaku untuk mencari lowongan pekerjaan yang bisa kiranya mencukupi kebutuhan jasmani aku dan anakku. Sampai pada akhirnya aku menemukan iklan membutuhkan tenaga pemijat. Hmm rasanya kalau cuma memijat aku bisa karena nenekku adalah salah satu pemijat yang cukup dikenal di kampung kami dan aku sering bertanya kepada nenekku tentang cara memijit yang pagi itu setelah membersihkan rumah dan masak untuk anakku yang masih sekolah kelas 3 SD takut dia sudah pulang sekolah sebelum aku tiba, aku berangkat ke Panti Pijat yang tertera dalam iklan berganti 2 kali Metro Mini tanpa menemui kesulitan sedikitpun sampailah aku pada sebuah Ruko 4 lantai dengan tulisan Panti Pijat "KK".Dengan berdebar mengingat ini kali pertama aku melamar pekerjaan, aku masuk ke dalam Ruko dan disambut dengan senyum manis 2 orang wanita sebaya denganku."Mau melamar yah Mbak?" tanya wanita hitam manis baju hijau muda kepadaku yang agak sedikit nervous."Ii.. Iya Mbak" jawabku dengan jantung kenapa aku jadi grogi pikirku. Toh aku niat baik dengan rencanaku yaitu mendapatkan pekerjaan."Silakan naik aja langsung ke lantai 4 Mbak, tangganya disebelah sana" tunjuk wanita berbaju hijau tersebut kearah pojok ruangan."Terima kasih Bu.. Ehh Mbak" kataku dengan senyum semanis mungkin."Sama-sama" kata wanita yang satunya juga dengan senyum ramahnya."Ehh Mbak.." panggil seorang diantara mereka..Kaget aku menoleh kearah 2 wanita tersebut."Pasti Mbak diterima deh" kata wanita berkaos pink sambil memainkan matanya."Lho.. Koq tau Mbak?" tanyaku"Habis Mbak cantik sih" kata mereka hampir bersamaan."Terima kasih" kataku dengan pipi memerah karena surprise dengan penilaian mereka terhadap aku melangkah ke arah tangga yang ditunjuk barusan dan terus naik sampai ke lantai 4. Perlahan aku ketok pintu kaca hitam pekat lalu seorang laki-laki berkumis tabal dan berbadan tegap memakai kemeja safari tanpa senyum membukakan pintu kepadaku"Mau melamar?" tanyanya sambil berjalan ke arah meja kerja."Iya" kataku dengan senyum se-relax mungkin."Surat lamarannya sudah lengkap? Mana?" katanya menyerahkan map yang berisi surat lamaran, ijazah SMP dan fotocopy KK serta KTP. Pria tersebut membuka dan membaca map yang kuserahkan dan membolak-balik isinya dengan cepat lalu menatap kepadaku.."Silakan masuk ke ruang Aula.. Itu pintunya.. Gabung dengan pelamar lainnya.. Ini nomor urut.. Tunggu sampai nomor kamu dipanggil untuk diwawancara.." katanya sambil menyerahkan nomor urut kepadaku."Terima kasih Pak" jawabku sambil melihat nomor urut..Wah no 38.. Tidak salah nihh banyak sekali rupanya yang melamar pikirku menduga-duga sambil membuka pintu Aula yang dimaksud Bapak tadi. Begitu aku membuka pintu ternyata benar dugaanku ternyata sudah ada puluhan wanita disana. Ada yang sedang duduk dan ada pula yang berdiri sambil mengobrol. Ahaa.. aku lihat di tengah-tengah wanita-wanita muda itu masih ada kursi yang kosong, akupun melangkah pelan sambil senyum dengan orang yang aku lewati."Permisi," kataku kepada orang yang aku nampaknya semua orang tidak bersahabat sekali denganku.. Tidak ada yang membalas senyumanku, untunglah dibawah tadi ada 2 wanita receptionist yang ramah kepadaku, kalau mereka tidak ramah, mungkin aku sudah kabur pulang kataku dalam hati sambil tertawa nambah terus nihh pelamar ketika kulihat ada sekaligus 3 orang wanita datang. Sementara itu bersamaan dengan yang datang ada pula yang keluar dari sebuah ruangan kaca tertutup. Ohh mungkin itu ruangan wawancaranya lama aku menunggu lebih dari 2 jam, akhirnya nomorku dipanggil oleh seorang pria keturunan India atau arab aku tidak tahu. Kembali jantungku berdebar mendengar nomorku dipanggil, pelan aku melangkah ke arahnya ke arah ruangan kaca yang tertutup tirai dan nampaknya tidak ada celah untuk mengintip itu."Silakan masuk" kata pria tersebut sambil memperhatikan buah dadaku yang tertutup dengan blazer batik pemberian suamiku ketika pulang dari Yogyakarta beberapa bulan sebelum kematiannya."Terima kasih" kataku sambil masuk ruangan dan langsung mataku menyapu ruangan sejuk 1 orang pria lainnya sedang dipijit di kasur kecil oleh wanita pelamar yang sebelumnya sudah dipanggil lebih dulu dariku."Silakan duduk" kata pria yang tadi memanggil nomorku dan aku duduk hampir berbarengan dengan dia di sofa tunggal yang tersedia."Fahmi" katanya menyodorkan tangannya."Dhena" kataku menyambut bersalaman. Lalu dia membuka map yang tadi aku serahkan kepada pria yang didepan tadi mungkin bagian keamanan si bapak tadi yah?. Fahmi begitu tadi dia memperkenalkan diri membaca dengan seksama Lamaran Kerjaku sambil sesekali melirik kearahku."Anak kamu berapa?" tanyanya."Satu Pak" kataku memberanikan diri menatapnya."Suami kamu kerja?" tanyanya lagi."Sudah meninggal 3 bulan yang lalu karena kecelakaan Pak" kataku tapi mataku tidak berani menatap hanya mengarah ke map yang ditangannya. Matanya itu loh menatap tajam kearah payudaraku yang sedikit terbuka karena aku duduk agak kedepan. Sial pikirku kenapa aku tadi pakai kaos tipis longgar begini, walaupun pakai blazer tetap saja kaos ini tidak bisa menjaga payudaraku ukuran 36 asyik mikir-mikir baju kaosku ketika itulah aku kaget sekali karena lemari buku yang disampingku tiba-tiba bergesar terbuka dan muncul seseorang agak botak berbadan tinggi besar muncul dan langsung melihatku. Wuih hebat juga lemari ini ternyata bukan sekedar lemari tetapi juga berfungsi sebagai pintu tersenyum kepada lelaki yang baru keluar dari "lemari" tersebut, kutaksir umurnya sekitar 50 tahun dengan rambut agak tipis mendekati botak namun cukup tampan tetapi tetap keturunan timur tengah seperti Fahmi."Fahmi, masih banyak pelamar?" tanyanya dengan suara berat kepada fahmi tapi matanya sama saja dengan fahmi menatap tajam ke arah dadaku. Dasar laki-laki kenapa selalu payudara saja tujuan matanya."Masih sekitar 30 orang lagi Bang dan saya sudah perintahkan kepada Satpam untuk tidak menerima lagi hari ini para pelamar" Kata Fahmi kepada orang yang dipanggil Abang tadi."Ya sudah kalau begitu nona ini biar saya wawancarai dan kau panggil yang lain" katanya dengan berwibawa."Baik Bang" Kata Fahmi sambil menyerahkan Map lamaran aku kepada si Abang."Mari" kata si Abang berjalan didepanku..Aku mengikuti dari belakang menuju ruangan yang pintunya dari lemari tersebut. Wahh tinggiku cuma seketeknya.. Dan lebar badanku cuma setengah badannya.. Aku tertawa dalam hati membandingkan tubuhku dengan tubuhnya. Kemudian si Abang tadi berbalik dan menutup pintu yang sekaligus berfungsi sebagai lemari kalau dilihat dari dari ke Part 2

cerita dewasa pijat plus