cerita dewasa di perkosa
KisahPara Istri Yang Diperkosa Chapter 1. 👉 NOVELBASAH 💦 Pemerkosaan seksual dalam beragam bentuk hampir setiap hari terjadi di seputar kita. Baca saja koran-koran kuning ibu kota yang pada setiap hari penerbitannya selalu memuat berita pemerkosaan atau tindak kekerasan seksual lainnya. Bahkan hampir setiap minggu berita-berita
Akududuk di atas sofa sambil melihat anak angkatku Aldi yang sedang di temani suamiku belajar, wajah mereka terlihat sangat cerah sekali bertanda bahwa mereka sangat bahagia, entah kenapa tiba-tiba di pikiranku terlintas kembali apa yang terjadi tadi pagi yang menimpa diriku, semakin aku berusaha melupakannya rasanya ingatan itu semakin menghantuiku, aku tidak bisa membayangkan kalau sampai suamiku mengetahui kalau aku di perkosa oleh ketiga pembantuku sendiri,
dewasadi dalamnya seperti kekerasan, seks, dan hal-hal lainnya, permainan tersebut hanya diperuntukkan untuk orang yang benar-benar bisa memfilter konten yang dikonsumsi. Birahi Pembantuku | Cerita Dewasa Cerita Lucah Dewasa Hot Panas khusus 17 tahun keatas update 2020. Thursday, December 29, 2011. Cerita dewasa pemerkosaan selingkuh panas
DiPerkosa Penjaga Kost. SodokEnak. Video Rate: 2.56 / 5 ( 41 votes ) ★ ★ ★ ★ ★. Publish on 5th Jan 2020 494 views. Cerita Sex ini berjudul " Di Perkosa Penjaga Kost " Cerita Dewasa, Cerita Hot, Cerita Sex Panas,Cerita Sex Bokep,Kisah Seks, Kisah Mesum, Cerita Sex Tante,Cerita Sex Sedarah, Cerita Sex Janda,Jilbab,Terbaru 2019
Susuperas- Cerita Dewasa Istri Diperkosa | Namaku Winie, umurku sudah 25 tahun. Waktu menikah umurku masih 19 tahun dan sekarang Kedua anakku disekolahkan di luar negeri semua sehingga di rumah hanya aku dan suami serta dua orang pembantu yang hanya bekerja untuk membersihkan perabot rumah serta kebun, sementara menjelang senja mereka pulang.
mở bài bằng lí luận văn học. Cerita Perkosaan Aku Ketagihan Dientot Paksa Lebih dari 3 tahun aku bekerja sebagai asisten rumah tangga, majikanku ini sudah di kenal kaya dan baik lagipula dia ialah kepala desa dan disegani oleh masyarakatnya, majikanku ini mempunyai nama Bapak Seto, selama aku bekerja disini aku menikmati enak tidak enaknya menjadi pembantu, dan kejadian sekitar tinggal disini aku pernah diperkosa. Malam tersebut sangat panas sekali aku mau istirahat aja susah lantas aku bukalah jendela kamarku agar anginnya masuk ke kamarku dan aku berganti pakaian dengan daster tipis aku mennyalakan kipas anginnya baru aku dapat tertidur pulas. Yang membuat aku bingung pada waktu tersebut aku malah memiliki mimpi dengan sopir pribadinya Bapak Seto. Namanya Pak Beni dalam mimpiku dia mendatangiku dan memelukku tanpa pakain dan telanjang total, walaupun usianya yang telah tua namun badannya tersebut yang kekar laksana orang banyak sekali fitnes, beliau memiliki tubuh yang kekar dan berotot. Dan yang membuat ku tertarik adalah kontol yang menggantung kekar di pangkal pahanya. Ih, begitu menggemaskan. Perlahan-lahan beliau mendekatiku dan langsung meremas remas buah dadaku yang sudah terbuka bebas. Cerita Perkosaan Aku Ketagihan Dientot Paksa Entah kenapa usapan Pak Beni terasa begitu nyata, laksana bukan dalam mimpi. Bahkan saat bibir tebalnya mulai melumat kupingku aku sempat tersentak dan perlahan-lahan terjaga dari tidurku. Namun alangkah terkejutnya aku saat memahami apa yang sebetulnya terjadi. Ternyata apa yang aku rasakan tadi bukan sebatas mimpi. Dihadapanku ternyata benar-benar terdapat sosok Pak Beni yang mendekap Beni! Apa yang Bapak lakukan? Aku mendorong tubuh Pak Beni kuat-kuat sampai-sampai dia terjengkang ke belakang. Segera aku menutupi tubuhku yang ternyata juga pak Beni telanjang dengan selimut. Tenang, Lis! Sudah lama aku memendam nafsuku terhadapmu! Kembali Pak Beni mengupayakan merengkuh tubuhku. tapi kembali aku mendorong tubuhnya kuat-kuat ke belakang. Pergi! Bentakku. Atau saya bakal teriak! Silahkan teriak! Percuma saja anda teriak. Karena tidak bakal ada orang yang mendengarmu. Apa anda lupa, Pak Seto dan family tadi senja sudah berangkat ke Bandung guna liburan! Jadi lebih baik anda turuti saja keinginanku! Pak Beni tersenyum sinis. Cerita Perkosaan Aku Ketagihan Dientot Paksa Aku semakin ketakutan saat Pak Beni kembali mendekatiku. Seketika itu aku langsung melompat dari Spring Bed dan mengupayakan berlari ke arah pintu dengan situasi telanjang. Namun sial! Aku kalah cepat dengan Pak Beni. Langsung dengan cepat, Pak Beni Menangkapku dari belakang dan menghimpitkan tubuhku ke arah dinding. Kedua tangannya memegang erat kuat lenganku ke atas tembok, sementara kedua kakinya mengunci kakiku sampai-sampai aku susah untuk bergerak. Aku mengupayakan untuk meronta sekuat tenaga. Namun percuma, tenaga Pak Beni memang jauh lebih kuat dikomparasikan tenagaku yang hanya tenaga seorang wanita. Semakin powerful aku meronta, semakin kuat genggaman Pak Beni di Tubuhku. Tolong, Pak! Lepaskan saya! aku menangis dan mengemis untuk Pak Beni. Namun sia-sia saja. Beliau tidak memperhatikan perkataanku. Bahkan dengan binal Pak Beni menghunjamiku dengan ciuaman mautnya. Cerita Perkosaan Aku Ketagihan Dientot Paksa Lama kelamaan tenagaku terkuras habis. Tubuhku menjadi lemas. Aku telah tidak bisa melakukan apa-apa lagi. Yang dapat aku kerjakan hanyalah pasrah dan menuruti aturan mainnya Pak Beni. Perlahan-lahan genggaman Pak Beni mulai mengendor. Perlakuannya yang semula kasar mulai melunak dan menjadi lembut. Bahkan aku mulai masuk dalam permainannya saat dengan lembut Pak Beni mulai menggesek-gesekkan batang kejantanannya ke atas pahaku. Cerita Perkosaan Aku Ketagihan Dientot Paksa Seketika tersebut kakiku terasa lemas dan lunglai. saya sudah tak kuat lagi menahan berat badanku sendiri, sampai-sampai aku mulai terkulai. Namun dengan sigap, Pak Beni segera menciduk tubuhku, mengusungnya kemudian membopongku ke atas ranjang. Sesaat terbersit di wajah Pak Beni suatu senyum kemenangan. Kemudian dengan lembut ia mulai melumat bibirku. Entah mengapa aku tidak kuasa guna menolaknya. Bahkan ada desakan kuat dari dalam diriku untuk menjawab lumatannya itu. Nah, begitu dong Lis! Kalau begini kan lebih enak! kata Pak Beni senang. Aku tersenyum tersipu-sipu. Bapak benar, barangkali lebih baik saya menuruti bapak dari awal tadi. Lagipula, telah lama juga saya tidak merasakan sentuhan laki-laki. Kembali Pak Beni tersenyum senang. Trus, ngapain anda tadi pake ancam berontak, Lis? ”Tadi saya hanya kaget saja. Di balik penampilan bapak yang bersahaja, kok tega-teganya bapak mengupayakan memperkosa saya. Tapi, ah sudahlah! Yang pentingkan kini saya telah menjadi kepunyaan Bapak! Kembali Pak Beni mulai mencumbuku. Ciumannya mulai merambat melewati leherku lantas turun ke buah dadaku. Kumis tebalnya yang kasar menyapu kulit dadaku sehingga memunculkan sensasi tersendiri yang semakin membuatku serasa terbang ke angkasa. Cerita Perkosaan Aku Ketagihan Dientot Paksa Ciuman dan jilatan Pak Beni terus bergerak turun. Sementara tangan kirinya memain-mainkan toketku, tangan kanannya tengah sibuk di pangkal pahaku menciptakan pilinan-pilinan yang kurasa nikmat. Oh, Pak Beni! Jangan siksa aku seperti ini! rengekku. Pak Beni tidak memperdulikan ucapanku. Justru ia menyibakkan rumput-rumput binal yang merintangi pintu goa memekku. Wah, Lis! Indah sekali memek kamu. Warnanya merah muda dengan baunya yang semerbak. Oh, sungguh mempesona. Cerita Perkosaan Aku Ketagihan Dientot Paksa Bagaikan bunga bunga yang tengah merekah di subuh hari. Pasti anda merawatnya dengan baik. Oh, Lis! Aku suka sekali dengan Memek yang seperti ini! Perlahan-lahan Pak Beni menjulurkan lidahnya dan menyapu permukaan klitorisku. Terasa kasar, memang. Tapi nikmat! Ayolah, Pak! Ouhh, aku telah tidak tahan lagi. Aku terus mengemis untuk Pak Beni. Namun dia terus mempermainkan emosiku. Akhirnya aku menggali inisiatif lain. Aku mengupayakan menggerayangi tubuh kekar Pak Beni seraya mencari-cari buah terong yang menggantung di pangkal pahanya. Dan tidak sulit bagiku untuk mengejar buah terong sebesar itu. Dengan lembut dan manja, aku mulai mengocok batang kontol Pak Beni di sertai dengan pijatan-pijatan yang menciptakan beliau merem melek. Perlahan aku menuntun kontolnya mengarah ke ke Memekku yang telah basah. Namun dengan nakal, Pak Beni hanya menempelkan dan menggesek-gesekkan ujung kepala kontolnya di atas bibir vaginaku. Cerita Perkosaan Aku Ketagihan Dientot Paksa Terasa geli, memang. Tapi sensasi yang aku rasakan terasa begitu nikmat. Belum pernah aku menikmati yang sesuatu yang seperti ini. Oh, Pak Beni! Ayolah. aku sudah tidak tahan lagi, cepet masukin dong! Aku sudah tak dapat tahan diperlakukan seperti itu. Perlahan aku mendongkrak pantatku ke atas guna menyambut kejantanan Pak Beni yang telah ngaceng. Kemudian aku mengurangi pantat Pak Beni ke bawah agar kontol itu dapat masuk dengan sempurna. Cerita Seks Perkosa, Cerita Mesum perkosa, Cerita ngentot Perkosa, Cerita Mesum perkosa, Cerita Hot Perkosa, Perkosa Keenakan Cerita Perkosaan Aku Ketagihan Dientot Paksa Aaarrrghhh! aku menjerit kecil saat batang kontol Pak Beni yang besar tersebut menembus liang vaginaku. Awalnya terasa seret dan perih, sebab ukuran kontol Pak Beni memang besar dan panjang bila dikomparasikan dengan kepunyaan suamiku. Namun sesudah buah terong tersebut tertanam setengahnya saat di dalam liang vaginaku, rasa perih tersebut perlahan pulang menjadi rasa nikmat. Perlahan-lahan Pak Beni mulai melayangkan pantatnya naik dan turun. Cerita Perkosaan Aku Ketagihan Dientot Paksa Hooohh.., Pak! Ssstt, enak Pak! aku jadi ngomong tak karuan. Ayo, Lis! Goyangkan juga pan..tatmu! Ooohhh!Aku menuruti kata Pak Beni. Kucoba untuk mengekor irama dan gerakan-gerakan nikmat yang dilaksanakan Pak Beni. Gesekan-gesekan halus antara batang kontol Pak Beni dengan dinding vaginaku terasa begitu nikmat. Ohhh, Lis! Ya begitu! Terus goyangkan pantatmu! Uuuhh, oohh, yes! Pak Beni terlihat begitu merasakan permainan kami. Cerita Perkosaan Aku Ketagihan Dientot Paksa Ku lihat wajah pak beni menghadap ke atas dengan mata terpejam, seolah meresapi sedotan dari vaginaku. Sesekali dari bibirnya tersiar lenguhan dan desisan kenikmatan. Akupun pun menikmati sodokan-sodokan mantap batang kontol Pak Beni. Bahkan aku mendekap tubuh kekar Pak Beni dengan erat. Seolah tak mau berhenti dari permainan itu. Keringat mengalir deras melewati pori-pori tubuh kami, sampai-sampai dada bidang Pak Beni yang berbulu lembut terlihat mengkilat sebab basah oleh keringat. Aku tidak menyangka, ternyata di usianya yang menjangkau setengah abad itu, Pak Beni masih mempunyai stamina yang prima. Sampai-sampai aku kewalahan menghadapi goyangan dan sodokan mautnya. Hingga kesudahannya aku menikmati ada sesuatu yang berdenyut dari dalam rahimku. Ooohh, Pak! Saya, inginkan ke..luar! Ssshhhtt, Arrhhhggg! Aku tidak kuat lagi menyangga sesuatu yang mendesak keluar dari dalam rahimku. Namun Pak Beni masih terus melayangkan kontolnya keluar masuk dan menusuk-nusuk goa memekku. Dan beberapa saat kemudian, aku pun merasakan batang kontol Pak Beni mulai berdenyut-denyut didalam vaginaku. Sampai akhirnya. Aaaoouuhhh, Lis! Nikmat bangeet! Cairan putih kental menyembur deras dari ujung kontol Pak Beni. Pak Benipun lantas menjatuhkan diri ke sisi tubuhku. Nafasnya terlihat terengah-engah dan tampak kecapean. Oh, Pak Beni! Bapak memang benar-benar hebat. Sudah lama saya tidak menikmati nikmat seperti ini. Terima kasih ya Pak! Aku mendekap tubuh Kekar Pak Beni. Kusandarkan kepalaku di dada bidang Pak Beni seraya mengelus-elus bulu-bulu lembut yang berjajar rapi hingga ke pangkal pahanya. Dengan lembut pula Pak Beni mengelus rambutku yang tidak banyak oleh keringat. Ah, ternyata diperkosa ternyata tidak selamanya tidak enak. Kali ini malah aku mengharapkannya lagi.
“MMMMPPFFFF….mmmpffff….” perempuan di atas ranjang itu mendesah tertahan karena mulutnya tersumpal celana dalamnya sendiri. Perempuan yang semasa gadis kukejar-kejar itu meronta-ronta tak berdaya. Kedua tangannya terikat terentang ke sebatang besi yang melintang. Kedua matanya tertutup sehelai kain hitam yang mengikat kepalanya. Dulu, ia jadi buruan banyak lelaki, termasuk aku. Reni namanya, umur 27 tahun, lima tahun lebih muda dariku, kulitnya putih mulus, rambut panjang agak bergelombang dan mata yang bulat indah. Ia seorang wanita yang terkenal alim sejak dulu, santun dalam tingkah laku, selera berpakaiannya pun tinggi, ia tidak suka mengumbar kemulusan tubuhnya walau dikaruniai body yang aduhai dengan payudara yang montok. Dari sekian banyak lelaki, akhirnya akulah yang beruntung mendapatkannya sebagai istri. Aku tahu, banyak lelaki lain yang pernah menidurinya dalam mimpi atau menjadikannya objek masturbasi mereka. Tetapi, aku bukan hanya bermimpi. Aku bahkan betul-betul menidurinya kapanpun aku mau. Ia juga membantuku masturbasi saat ia datang bulan. Cintaku padanya belum berubah, yang berubah hanya caraku memandangnya. Tiba-tiba, entah kapan dan bagaimana awalnya, aku selalu membayangkan Reni dalam dekapan lelaki lain. Entah aku sudah gila atau bagaimana, rasanya benar-benar excited membayangkan payudara dan vaginanya dalam genggaman telapak tangan pria lain, terutama yang bertampang kasar dan status sosialnya di bawahnya. Reni istri yang setia, jadi tentu saja, dalam imajinasiku itu, Reni tidak sedang berselingkuh. Aku mungkin gila membayangkannya menderita lantaran diperkosa! Dan kini imajinasiku itu menjadi kenyataan. Di depanku, seorang lelaki tengah memeluknya dari belakang. Sebelah tangan lelaki itu meremas-remas payudaranya. Sebelah lagi dengan kasar melakukan hal yang sama pada pangkal pahanya. Tiga lelaki sedang bersiap-siap memperkosa Reni, seorang istri setia yang alim. Itu semua terjadi di depan suaminya sendiri dan atas perintahnya. Tentu saja, Reni tak tahu hal itu terjadi atas rancangan aku, suaminya. Itu sebabnya, kedua matanya kini terikat. Tiga lelaki itu adalah orang yang kupilih untuk mewujudkan fantasi gilaku. Setelah melalui beberapa pertimbangan dan pembicaraan-pembicaraan santai yang makin mengarah ke serius, akhirnya kudapatkan juga tiga orang yang kurasa pas untuk mewujudkan kegilaanku. Orang pertama, Aldo, adalah office boy di kantor tempatku bekerja. Orangnya masih berumur 23 tahun, berperawakan kurus tinggi dengan kumis tipis. Dia sering membantuku dan tugas-tugas yang pernah kupercayakan padanya pun selalu rapi. Pada jam istirahat atau lembur kami sering ngobrol dan merokok bersama, dan dalam suatu obrolan lah aku mengungkapkan ide gilaku padanya. Sifatnya agak pemalu dan pendiam sehingga tidak banyak pengakuannya, ia belum pernah berpacaran apalagi main perempuan. “Ya boleh juga lah Bos, sapa tau seperti kata Bos, bisa bikin saya lebih berani ke cewek hehehe” katanya menanggapi permintaanku. Orang kedua Bob, seorang temanku di perusahaan tempatku bekerja dulu, seorang pria berusia 40 tahun lebih. Aku berpikir dia pas untuk tugas gila ini begitu melihatnya terutama perutnya yang gendut. Aku memang kadang mengkhayalkan wajah Reni yang lembut dikangkangi seorang lelaki gendut. Bob mengaku tertarik dengan tawaranku lantaran ia punya seorang karyawati cantik yang belum berhasil ditaklukannya. Ia memperlihatkan foto gadis itu kepada kami yang memang harus diakui cantik. Kata Bob, ia sudah berulangkali mencoba merayu gadis itu untuk melayaninya, tetapi gadis itu selalu menolaknya. “Setelah bermain-main dengan Reni, aku ingin kalian membantuku memperkosa si Lia ini” katanya. Orang ketiga bernama Jaelani yang direkomendasikan oleh Bob. Ia adalah sopir perusahaan di tempat kerja Bob, tubuhnya kekar, kulitnya hitam, kumis di atas bibirnya menambah sangar wajahnya yang memang sudah seram itu. Melihatnya, aku langsung membayangkan Reni menjerit-jerit lantaran vaginanya disodok penis pria seperkasa Jaelanni ini. “Saya udah lima tahun cerai, selama ini mainnya sama perek kampung aja kalau lagi sange, kalau ngeliat yang cantik kaya istri Abang ini wah siapa ga kepengen Bang” sahutnya antusias ketika kuperlihatkan foto Reni di HP-ku. “OK deh, minggu depan kita beraksi. Silakan kalian puaskan diri dengan istriku. Nanti hari H min satu kita atur lagi lebih dalam rencananya! kataku mengakhiri pertemuan. Sehari sebelum hari yang direncanakan tiba, kami berempat berkumpul lagi di rumah kontrakan Jaelani untuk membahas apa yang harus dilakukan. Akhirnya, ide Bob yang kami pakai. Idenya adalah menculik istriku dan membawanya ke villa Bob yang besar dan terletak di luar kota. Bob menjamin, teriakan sekeras apapun tak akan terdengar keluar villanya itu, selain itu suasananya pun jauh dari keramaian kota sehingga aman untuk melakukannya. Kami semua sepakat dan mulai membagi tugas. Aku tak sabar menunggu saatnya mendengar jeritan kesakitan Reni diperkosa ketiga pria ini. Hari yang disepakati pun tiba. Aku tahu, pagi itu Reni akan ke rumah temannya. Aku tahu kebiasaannya. Setelah aku berangkat kantor, ia akan mandi. Hari itu ia memakai gaun terusan krem bermotif bunga-bunga. Sebenarnya aku tidak ke kantor, tetapi ke rumah Bob. Di sana, tiga temanku sudah siap. Kamipun meluncur ke rumahku dengan mobil van milik Bob. Sekitar sepuluh menit lagi sampai, kutelepon Reni. “Sudah mandi, sayang ?” kataku. “Barusan selesai kok” sahutnya. “Sekarang lagi apa?” “Lagi mau pake baju, hi hi…” katanya manja. “Wah, kamu lagi telanjang ya ?” “Hi hi… iya,” “Cepat pake baju, ntar ada yang ngintip lho !” kataku. “Iya sayang, ini lagi pake BH,” sahutnya lagi. “Ya udah, aku kerja dulu ya, cup mmuaachh…” kataku menutup telepon. Tepat saat itu mobil Bob berhenti di samping rumahku yang tak ada jendelanya. Jadi, Reni tak akan bisa mengintip siapa yang datang. Bob, Aldo dan Jaelani turun, langsung ke belakang rumah. Kuberitahu mereka tentang pintu belakang yang tak terkunci. Aku tak perlu menunggu terlalu lama. Kulihat Aldo sudah kembali dan mengacungkan jempolnya. Cepat kuparkir mobil Bob di garasiku sendiri. “Matanya sudah ditutup Do?” kataku. “Sudah bos. Mbak Reni sudah diikat dan mulutnya disumpel. Tinggal angkut” katanya. Memang, kulihat Bob dan Jaelani sedang menggotong Reni yang tengah meronta-ronta. Istriku yang malang itu kini terikat tak berdaya. Kedua tangannya terikat ke belakang. Aku siap di belakang kemudi. Kulirik ke belakang, tiga lelaki itu memangku Reni yang terbaring di jok tengah. “Ha ha… step one, success!” kata Bob. Aku menelan liurku ketika rok Reni disingkap sampai ke pinggang. Tangan mereka saling berebut menjamah pahanya yang putih mulus. Bob bahkan telah menurunkan bagian dada Reni yang agak rendah sehingga sebelah payudaranya yang masih terbungkus bra hitam menyembul keluar. Lalu, ia menurunkan cup bra itu. Mata ketiganya seolah mau copot melihat payudara 34B Reni yang bulat montok dengan puting coklat itu. Bob bahkan langsung melumat bongkahan kenyal itu dengna bernafsu embuat Reni merintih-rintih. Gilanya, aku malah sangat menikmati pemandangan itu. “Udah Bang, sekarang berangkat aja dulu” kata Jaelani sambil jarinya mulai merambahi selangkangan Reni dan mengelusi vaginanya dari luar celana dalamnya. Setelah empat puluh menit perjalanan tibalah kami di villa Bob yang besar. Kami mengikat Reni di ranjang dengan tangan terentang ke atas. Si sopir, Jaelani, tengah memeluknya dari belakang, meremas payudara dan pangkal pahanya. “Pak Bob merokok kan? Reni benci sekali lelaki perokok. Saya pingin ngelihat dia dicium lelaki yang sedang merokok. Saya juga pengen Pak Bob meniupkan asap rokok ke dalam memeknya,” bisikku kepada Bob. Bob mengangguk sambil menyeringai. Aku lalu mengambil posisi yang tak terlihat Reni, tapi aku leluasa melihatnya. Kulihat Bob sudah menyulut rokoknya dan kini berdiri di hadapan Reni. Dilepasnya penutup mata Reni. Mata sendunya berkerjap-kerjap dan tiba-tiba melotot. Rontaan Reni makin menjadi ketika Bob menjilati pipinya yang halus. Apalagi, kulihat tangan Jaelani tengah mengobok-obok vaginanya. Pinggul Reni menggeliat-geliat menahan nikmat. “Bang nggak bosen-bosen mainin memek Mbak Reni,” tanya Aldo yang duduk di sebelahku sambil memainkan penisnya. “Lho, kok kamu di sini. Ayo direkam sana!” kataku menepuk punggungnya. “Oh iya. Lupa!” kata Aldo sambil cengengesan. Bob menarik lepas celana dalam Reni yang menyumbat mulutnya. “Lepaskaaaan…. mau apa kalian… lepaskaaaan!” langsung terdengar jerit histeris Reni yang marah bercampur takut. “Tenang Mbak Reni, kita cuma mau main-main sebentar kok,” kata Bob sambil menghembuskan asap rokok ke wajah cantiknya. Kulihat Reni melengos dengan kening berkerut. “Ya nggak sebentar banget, Mbak. Pokoknya sampe kita semua puas deh!” kata Aldo. Ia berjongkok di hadapan Reni. Diarahkannya kamera ke bagian bawah tubuh Reni, ia mengclose-up jari tengah Ben yang sedang mengobok-obok vagina istriku. “Memek Mbak rapet sih. betah nih saya maenan ini seharian,” timpal Jaelani. “Aaakhhh… binatang…lepaskaaann…nngghhhh! ” Reni meronta-ronta dan menangis Telunjuk Aldo ikut-ikutan menusuk ke dalam vaginanya. Kulihat Bob menghisap rokok Jie Sam Soe-nya dalam-dalam. Tangan kirinya meremas-remas payudara kanan Reni yang telah terbuka “Lepaskaaaan… jangaaann….setaan….mmmfff…..mm mmfffff….mmmpppfff… .” jeritan Reni langsung terbungkam begitu Bob melumat bibirnya dengan buas. Mata Reni mendelik. Kulihat asap mengepul di antara kedua bibir yang berpagut itu. Al mengclose-up ciuman dahsyat itu. Ketika Bob akhirnya melepaskan kuluman bibirnya, bibir Reni terbuka lebar. Asap tampak mengepul dari situ. Lalu Reni terbatuk-batuk. “Ciuman yang hebat, Jeng Reni. Sekarang aku mau mencium memekmu,” kata Bob. Reni masih terbatuk-batuk. Wajahnya yang putih mulus jadi tampak makin pucat. Bob berlutut di hadapan Reni. Jaelani dan Aldo membantunya membentangkan kedua kaki Reni lebih lebar. “Wow, memek yang hebat,” kata Bob sambil mendekatkan ujung rokok yang menyala ke rambut kemaluan Reni yang tak berapa lebat. Sekejap saja bau rambut terbakar menyebar di ruangan ini. Bob lalu menyelipkan bagian filter batang rokoknya ke dalam vagina Reni. Istriku masih terbatuk-batuk sehingga terlihat batang rokok itu kadang seperti tersedot ke dalam. Tanpa disuruh, Aldo meng-close-upnya dengan handycam. Bob lalu melepas rokok itu dari jepitan vagina Reni. Dihisapnya dalam-dalam. Lalu, dikuakkannya vagina Reni lebar-lebar. Mulutnya langsung merapat ke vagina Reni yang terbuka. “Uhug…uhug…aaaakkhhh… aaaaakkhhh….aaaaakkkhhhh…” Reni menjerit-jerit histeris. Bob tentu sudah mengembuskan asap rokoknya ke dalam vagina istriku. “Aaakhhhh… panaaassss….adududuhhhh….” Reni terus menjerit dan meronta-ronta. Kulihat Bob melepaskan mulutnya dari vagina istriku. Sementara Aldo mengclose up asap yang mengepul dari vagina Reni. Reni semakin menangis ketakutan. Bob bangkit dan menjilati sekujur wajahnya. Lalu dengan gerak tiba-tiba ia mengoyak bagian dada istriku. Reni memekik ketika Bob merenggut putus bra-nya yang telah tersingkap. Ia terus menangis saat Bob mulai menjilati dan mengulum putingnya. Kulihat Jaelani kini berdiri di belakang istriku. Penisnya yang besar itu telah mengacung dan siap beraksi. Ia menoleh ke arahku, seolah minta persetujuan. Aku mengacungkan ibu jari, tanda persetujuan. Tak sabar aku melihat istriku merintih-rintih dalam persetubuhan dengan lelaki lain. Kuberi kode kepada Aldo, si office boy, agar mendekat. “Tolong tutup lagi matanya. Gua pengen ingin dia menelan sperma gua soalnya selama ini dia belum pernah” kataku Al mengangguk dan segera melakukan perintahku. Setelah yakin Reni tak bisa melihatku, aku pun mendekat. “Aaakkhhh….aaakkkhhh….. jangaaaannn….!” Reni menjerit lagi, kali ini lantaran penis Jaelani yang besar mulai menusuk vaginanya. Kulihat baru masuk setengah saja, tapi vagina Reni tampak menggelembung seperti tak mampu menampung penis itu. Kulepaskan ikatan tangan Reni tapi kini kedua tangannya kuikat ke belakang tubuhnya. Penis si sopir masih menancap di vaginanya. Jaelani kini kuberi isyarat agar duduk di lantai. Berat tubuh Reni membuat penis Jaelani makin dalam menusuk vaginanya. Akibatnya Reni menjerit histeris lagi. Tampaknya kali ini ia betul-betul kesakitan. Aku sudah membuka celanaku. Penisku mengacung ke hadapan wajah istriku yang cantik ini. Reni bukannya tak pernah mengulum penisku. Tapi, selalu saja ia menolak kalau kuminta spermaku tertumpah di dalam mulutnya. “Jijik ah, Mas,” katanya berkilah. Tetapi kini ia akan kupaksa menelan spermaku. Kutekan kepalanya ke bawah agar penis si sopir masuk lebih jauh lagi sehingga Reni makin histeris. Saat mulutnya terbuka lebar itulah kumasukkan penisku, jeritannya pun langsung terbungkam. Aku berharap Reni tak mengenali suaminya dari bau penisnya. Ughhhh… rasanya jauh lebih nikmat dibanding saat ia mengoral penisku dengan sukarela. Kupegangi bagian belakang kepalanya sambil kugerakkan maju mundur pinggulku. Sementara Jaelani juga sudah semakin ganas menyentak-nyentak penisnya pada vagina istriku. Reni mengerang-erang, dari sela kain penutup matanya kulihat air matanya mengalir deras. Aku tak bisa bertahan lebih lama lagi. Kutahan kepalanya ketika akhirnya spermaku menyembur deras ke dalam rongga mulut istriku yang kucintai. Kutarik keluar penisku, tetapi langsung kucengkeram dagunya yang lancip. Di bawah, Bob dan Aldo menarik kedua puting istriku. “Ayo, telan, banyak proteinnya nih Mbak, sehat loh” kata Bob. Akhirnya memang spermaku tertelan, meski sebagian meleleh keluar di antara celah bibirnya. Nafas Reni terengah-engah di antara rintihan dan isak tangisnya. Ben masih pula menggerakkan pinggangnya naik turun. Aku duduk bersila menyaksikan istriku tengah dikerjai tiga pria bertampang jelek. Penis Jaelani masih menancap di dalam vagina Reni. Kini Bob mendorong dada Reni hingga ia rebah di atas tubuh tegap sopir itu. Ia kini langsung mengangkangi wajah Reni. Ini dia yang sering kubayangkan. Wajah cantik Reni terjepit pangkal paha lelaki gendut itu. Kuambilalih handycam dari tangan Aldo, lalu kuclose up wajah Reni yang menderita. Reni menggeleng-gelengkan kepalanya sambil menjerit-jerit. Tetapi, jeritannya langsung terbungkam penis Bob. Kedua tangan kekar Jaelani menggenggam payudara Reni. Meremas-remasnya dengan kasar dan berkali-kali menjepit kedua putingnya. Dari depan kulihat, tiap kali puting Reni dijepit keras, vaginanya tampak berkerut seperti hendak menarik penis Ben makin jauh ke dalam. Aldo tak mau ketinggalan. Ia kini mencari klitoris Reni. Begitu ketemu, ditekannya dengan jarinya dengan gerakan memutar. Sesekali, bahkan dijepitnya dengan dua jari. Terdengar Reni mengerang-erang, tubuhnya mengejang seperti menahan sakit. “Boleh aku gigit klitorisnya?” tanya Aldo padaku sambil berbisik. “Boleh, asal jangan sampai luka,” sahutku sambil mengarahkan handycam ke vagina istriku. Office boy pemalu ini betul-betul melakukannya. Mula-mula dijilatinya bagian sensitif itu. Lalu, kulihat klitoris istriku terjepit di antara gigi-gigi Aldo yang tidak rata. Ditariknya menjauh seperti hendak melepasnya. Kali ini terdengar jerit histeris Reni. “Aaaaakkhhhh….saakkkkiiiittt…” rupanya Bob saat itu menarik lepas penisnya lantaran Jaelani ingin berganti posisi. Jaelani memang kemudian berdiri sambil mengangkat tubuh Reni pada kedua pahanya. Penisnya yang besar masih menancap di vagina istriku. Terus terang aku iri melihat penisnya yang besar itu. Reni terus menjerit-jerit dalam gendongan Jaelani yang ternyata membawanya ke atas meja. Diturunkannya Reni hingga kini posisinya tertelungkup di atas meja. Kedua kakinya menjuntai ke bawah dan kedua payudaranya tepat di tepi meja. “Kita teruskan lagi, ya Mbak. Memek Mbak kering sekali, jadi lama selesainya,” kata si sopir Ia menusukkan dua jari ke vagina Reni sehingga tubuh istriku itu menggeliat. “Sudaaahh…. hentikaaan…kalian…bangsat!” teriaknya di sela isak tangisnya. “Iya Mbak, maafkan kami yang jahat ini ya?” sahut Jaelani sambil kembali memperkosa istriku. Suara Reni sampai serak ketika ia menjerit histeris lagi. Tapi tak lama, Bob sudah menyumpal mulutnya lagi dengan penisnya. Dalam posisi seperti itu, si sopir betul-betul mampu mengerahkan kekuatannya. Tubuh Reni sampai terguncang-guncang. Kedua payudaranya berayun ke muka tiap kali Ben mendorong penisnya masuk. Lalu, kedua gumpalan daging kenyal itu berayun balik membentur tepi meja. Payudara Reni yang putih mulus kini tampak memerah. Jaelani terlihat betul-betul kasar, mungkin Reni adalah wanita tercantik yang pernah disetubuhinya sehingga tak heran ia begitu bernafsu. Saat ia terlihat hampir sampai puncak, Bob berseru kepadanya, “Buang ke mulutnya dulu. Nanti putaran kedua baru kita buang ke memeknya,” kata Bob. Jaelani mengangguk lalu ia bergerak ke depan Reni. Vagina Reni tampak menganga lebar, tetapi sejenak saja kembali merapat. Bob dengan cepat menggantikan posisi Jaelani. Penisnya kini menyumpal mulut Reni. Ia menggeram keras sambil menahan kepala Reni. “Ayo, telen spermaku ini… Uuughhhh….yah…. telaaannn…..” si sopir meracau. Jaelani baru melepaskan penisnya setelah yakin Reni benar-benar menelan habis spermanya. Reni terbatuk-batuk, sopir itu mengusapkan penisnya yang berlumur spermanya sendiri ke hidung Reni yang mancung. “Uuggghhh….nggghhhhhh…..” Reni merintih. Tak menunggu lama, kini giliran Bob menyetubuhi Reni. Reni tampaknya tak kesakitan seperti saat diperkosa si sopir. Mungkin karena penis Bob lebih kecil. “Aiaiaiaiiiii…. jangaaan…. aduhhhh…. sakiiit….” tiba-tiba Reni mendongak dan menjerit kesakitan. “Anusmu masih perawan ya ? Nanti aku ambil ya ?” katanya. Ternyata, sambil menancapkan penisnya ke vagina Reni, Bob menusukkan telunjuknya ke anus Reni. Kudekati Bob seraya berkata, “Jangan sekarang, pak Bob. Aku juga ingin merasakan menyodominya. Aku belum pernah memasukkan kontolku ke situ,” bisikku. “Oke, setelah suaminya, siapapun boleh kan?” sahutnya juga dengan berbisik. Aku mengangguk. Bob tak mau kalah dengan Jaelani. Ia juga menancapkan penisnya dengan kasar, cepat dan gerakannya tak beraturan. Bahkan, sesekali ia mengangkat sebelah kaki Reni dan memasukkan penisnya menyamping. Saat bersetubuh denganku, biasanya posisi menyamping itu bisa membuat Reni melolong-lolong dalam orgasme. Tapi, kali ini yang terdengar adalah rintihan dan jerit kesakitan. Saat aku mulai merasa kasihan padanya, jeritan itu berhenti. Aldo kini membungkam mulutnya dengan penisnya. Peluh membasahi sekujur tubuh Reni. Bob sudah menumpahkan sperma ke dalam mulutnya. Tubuh Reni terkulai lemas karena kelelahan, keringat bercucuran di tubuhnya yang mulus. Tetapi, kulihat ia masih sadar. Aldo membopongnya ke kasur busa yang tergeletak di lantai. Reni diam saja ketika ikatan tangannya dilepas. “Sebentar ya Mbak. Bajunya dilepas aja semua biar lebih enak ngentotnya” katanya sambil melucuti seluruh pakaian yang masih tersangkut di tubuh Reni. Reni kini berbaring terlentang di kasur busa tanpa sehelai benang pun di tubuhnya. Hanya arloji Fossil, kalung dan cincin kawin yang masih tersisa di tubuhnya. Ia tampak terisak-isak. Aldo kemudian mengikat kembali kedua tangan Reni menjadi satu ke kaki meja. Aku tertarik melihat Aldo yang sikapnya lembut dan agak malu-malu kepada Reni. “Aduh kasihan, tetek Mbak sampai merah begini,” katanya sambil membelai-belai lembut kedua payudara istriku. Dipilin-pilinnya juga kedua puting Reni dengan ujung jarinya. Reni menggeliat merasakan rangsangan menjalar ke seluruh tubuhya dari wilayah sensitif itu. “Siapa yang menggigit ini tadi ?” tanya Aldo. “Alaaaa, sudahlah, banyak cingcong amat kau ini…cepat masukkan kontol kau tuh ke memek cewek ini,” terdengar Bob berseru. “Ah, jangan kasar begitu. Perempuan cantik gini harus diperlakukan lembut. Ya, Mbak Reni?” Al terus membelai-belai vagina Reni yang ditutupi bulu-bulu hitam lebat. Kali ini ia menyentil-nyentil puting Reni dengan lidahnya, sesekali dikecupnya. Biasanya, Reni bakal terangsang hebat kalau kuperlakukan seperti itu dan tampaknya ia juga mulai terpengaruh oleh kelembutan Aldo setelah sebelumnya menerima perlakuan kasar. “Unngghhh…. lepaskan saya, tolong. Jangan siksa saya seperti ini,” mohonnya. Aldo tak berhenti, kini ia malah menjilati sekujur permukaan payudara istriku. Lidahnya juga terus bergerak ke ketiak Reni yang mulus tanpa rambut sehelaipun. Reni menggigit bibirnya menahan geli dan rangsangan yang mulai mengganggunya. Aldo mencium lembut pipinya dan sudut bibirnya. Aku sempat heran, katanya dia belum pernah menyentuh wanita, tapi kok mainnya sudah ahli begini, apakah kebanyakan nonton bokep? pikirku “Jangan khawatir Mbak. Bersama saya, Mbak akan merasakan nikmat. Kalau Mbak sulit menikmatinya, bayangkan saja wajah suami Mbak,” kata Aldo sambil melanjutkan mengulum puting Reni. Kali ini dengan kuluman yang lebar hingga separuh payudara Reni terhisap masuk. “MMmfff….. ouhhhhh….tidaaakk… saya tidak bisa… ” sahut Reni dengan isak tertahan. “Bisa, Mbak… Ini suami Mbak sedang mencumbu Mbak. Nikmati saja… ” Aldo terus menyerang Reni secara psikologis. Jilatannya sudah turun ke perut Reni yang rata. Dikorek-koreknya pusar Reni dengan lidahnya. Reni menggeliat dan mengerang lemah. “Vaginamu indah sekali, istriku…” kata Aldo sambil mulai menjilati bibir vagina istriku. Reni mengerang lagi. Kali ini makin mirip dengan desahannya saat bercumbu denganku. Pinggulnya kulihat mulai bergerak-gerak, seperti menyambut sapuan lidah office boy itu pada vaginanya. Ia terlihat seperti kecewa ketika Aldo berhenti menjilat. Tetapi, tubuhnya bergetar hebat lagi saat pemuda itu dengan pandainya menjilat bagian dalam pahanya. Aku acungkan ibu jari pada Aldo, itu memang titik sensitifnya. Aldo menjilati bagian dalam kedua paha Reni, dari sekitar lutut ke arah pangkal paha. Pada jilatan ketiga, Reni merapatkan pahanya mengempit kepala si office boy dengan desahan yang menggairahkan. “Iya Reni, nikmati cinta suamimu ini,” Aldo terus meracau, direnggangkannya kembali kedua paha Reni. Kini lidahnya langsung menyerang ke pusat kenikmatan Reni. Dijilatinya celah vagina Reni dari bawah, menyusurinya dengan lembut sampai bertemu klitoris. “Ooouhhhhhh…. aahhhh…. am…phuuunnn….” Reni merintih menahan nikmat. Apalagi, Aldo kemudian menguakkan vaginanya dan menusukkan lidahnya ke dalam sejauh-jauhnya. Reni makin tak karuan. Kepalanya menggeleng-geleng. Giginya menggigit bibirnya, tapi ia tak kuasa menahan keluarnya desahan kenikmatan. Apalagi Aldo kemudian dengan intens menjilati klitorisnya. “Ayo Mbak Reni, nikmati…. nikmati… jangan malu untuk orgasme…” kata Aldo, lalu tiba-tiba ia menghisap klitoris Reni. Akibatnya luar biasa. Tubuh Reni mengejang, dari bibirnya keluar rintihan seperti suara anak kucing. Tubuh istriku terguncang-guncang ketika ledakan orgasme melanda tubuhnya. “Bagus Mbak, puaskan dirimu,” kata Al, kali ini sambil menusukkan dua jarinya ke dalam vagina istriku, keluar masuk dengan cepat. “Aaakkhhhh….aaauuunnghhhhhh…” Reni melolong, lalu ia menangis merasa terhina karena menikmati perkosaan atas dirinya. Aldo memperlihatkan dua jarinya yang basah oleh cairan dari vagina istriku. Lalu ia mendekatkan wajahnya ke wajah istriku. Dijilatnya pipi istriku. “Oke Mbak, kamu diperkosa kok bisa orgasme ya ? Nih, kamu harus merasakan cairan memekmu” katanya sambil memaksa Reni mengulum kedua jarinya. Reni hanya bisa menangis. Ia tak bisa menolak kedua jari Aldo ke dalam mulutnya. Dua jarikupun masuk ke dalam vagina Reni dan memang betul-betul basah. Kucubit klitorisnya dengan gemas. “Nah, sekarang aku mau bikin kamu menderita lagi,” kata Aldo yang lalu menempatkan dirinya di hadapan pangkal paha Reni. Penisnya langsung menusuk jauh. Reni menjerit kesakitan. Apalagi Aldo memperkosanya kali ini dengan brutal. Sambil menyetubuhinya, Aldo tak henti mencengkeram kedua payudara Reni. Kadang ditariknya kedua putting Reni hingga istriku menjerit-jerit minta ampun. Seperti yang lain, Aldo juga membuang spermanya ke dalam mulut istriku. Kali ini, Reni pingsan saat baru sebagian sperma office boy itu ditelannya. Aldo dengan gemas melepas penutup mata Reni, lalu disemburkannya sisa spermanya ke wajah cantik istriku. Reni sudah satu jam pingsan, aku menghampiri tubuhnya yang terkulai lemas dan sudah berlumuran keringat dan sperma itu. “Biar dia istirahat dulu. Nanti suruh dia mandi. Kasih makan. Terus lanjutkan lagi kalau kalian masih mau,” kataku sambil menghisap sebatang rokok. “Ya masih dong, bos. Baru juga sekali,” sahut Jaelani sambil tangannya meremas-remas payudara Reni. “Iya, gua kan belum nyoba bo’olnya” timpal Bob sambil jarinya menyentuh anus Reni. “Oke, terserah kalian. Tapi jam dua siang dia harus segera dipulangkan,” kataku. Tiba-tiba Reni menggeliat. Cepat aku pindah ke tempat tersembunyi. Apa jadinya kalau dia melihat suaminya berada di antara para pemerkosanya? Kulihat Reni beringsut menjauh dari tiga temanku yang hanya memandanginya. Rambut panjangnya yang indah sudah agak berantakan, ia menyilangkan tangan menutupi tubuh telanjangnya. Tentu itu tak cukup untuk menutupinya malah membuat ketiga pria itu semakin bergairah padanya. Jaelani berdiri mendekatinya, lalu mencengkeram lengannya dan menariknya berdiri. “Jangan… saya nggak sanggup lagi. Apa kalian belum puas?!” Reni memaki-maki. “Belum ! Tapi sekarang Mbak harus mandi dulu supaya memeknya ini bersih!” bentak sopir itu sambil tangan satunya mencengkeram vagina Reni. Reni menjerit-jerit waktu pria itu menyeretnya ke halaman belakang. Ternyata mereka akan memandikannya di ruang terbuka. Kulihat Jaelani menarik selang panjang dan langsung menyemprotkannya ke tubuh telanjang Reni. Reni menjerit-jerit, berusaha menutupi payudara dan vaginanya dengan kedua tangannya. Bob lalu mendekat, menyerahkan sepotong sabun kepada Reni. “Kamu sabunan sendiri apa aku yang nyabunin?” tanyanya. Reni tampak ragu. “Cepat, sabunan Mbak, kan dingin” seru Aldo. Semprotan air deras diarahkannya tepat mengenai pangkal paha Reni. Reni perlahan mulai menyabuni tubuhnya. Ia terpaksa menuruti perintah mereka untuk juga menyabuni payudara dan vaginanya. Tak tahan hanya menonton saja, Bob akhirnya mendekati istriku. “Begini caranya nyabunin memek!” katanya sambil dengan kasar menggosok-gosok vagina Reni. Reni menjerit kecil ketika Bob mendekap tubuhnya dan tangannya mulai menggerayangi tubuhnya yang licin oleh sabun. Mulut pria gemuk itu juga menciumi pundak dan leher istriku. Tak lama kemudian, acara mandi akhirnya selesai. Mereka menyerahkan sehelai handuk kepada Reni. Reni segera menggunakannya untuk menutupi tubuhnya. “Hey, itu bukan untuk nutupin badanmu. Itu untuk mengeringkan badan,” bentak Jaelani. “Kalau sudah bersih, kita terusin lagi ya Mbak, enak sih!” kata Aldo “Aiiihhh…” Reni memekik karena Aldo sempat-sempatnya mencomot putingnya. “Kalau sudah handukan, susul kami ke meja makan. Kamu harus makan biar kuat,” lanjut Bob sambil meremas bokong Reni yang bundar! Kulihat Reni telah selesai mengeringkan tubuhnya. Ia mematuhi perintah mereka, tanpa mengenakan apapun ia melangkahkan kakinya ke ruang makan. Betul-betul menegangkan melihat istriku berjalan di halaman terbuka dengan tanpa mengenakan apapun. Sensasinya makin luar biasa karena dalam keadaan seperti itu ia kini berjalan ke arah tiga lelaki yang tengah duduk mengitari meja makan. Mereka betul-betul sudah menguasai istriku. Kulihat Reni menurut saja ketika diminta duduk di atas meja dan kakinya mengangkang di hadapan mereka. Posisiku di belakang teman-temanku, jadi akupun dapat melihat vagina dan payudara Reni yang terbuka bebas. Bob mendekatkan wajahnya ke pangkal paha Reni. Kulihat ia menciumnya. “Nah, sekarang memekmu sudah wangi lagi,” katanya. Reni menggigit bibirnya dan memejamkan mata. “Teteknya juga wangi,” kata Aldo yang menggenggam sebelah payudara Reni dan mengulum putingnya. “Ngghhh… kenapa kalian lakukan ini pada saya,” rintih Reni. “Mau tahu kenapa ?” tanya Bob, jarinya terus saja bergerak sepanjang alur vagina Reni. Aku tegang. Jangan-jangan mereka akan membongkar rahasiaku. “Sebetulnya, yang punya ide semua ini adalah Mr X,” kata Bob. Aku lega mendengarnya. “Siapa itu Mr X ?” tanya Reni. “Kamu kenal dia. Dia pernah disakiti suamimu. Jadi, dia membalasnya pada istrinya,” jelas Bob. “Tapi Mr X tak mau kamu mengetahui siapa dia. Itu sebabnya tiap dia muncul, matamu ditutup.” lanjut Bob. “Sudah, Bos, biar Mbak Reni makan dulu. Dia pasti lapar habis kerja keras,” sela Ben. “Maaf ya Mbak Reni. Kami nggak punya nasi. Yang ada cuma ini,” kata Ben sambil menyodorkan piring berisi beberapa potong sosis dan pisang ambon. Ben lalu mengambilkan sepotong sosis. “Makan Mbak, dijilat dan dikulum dulu, seperti tadi Mbak mengulum kontol saya,” katanya. Tangan Reni terlihat gemetar ketika menerima sepotong sosis itu. Dengan ragu-ragu ia menjilatinya, mengulumnya lalu mulai memakannya sepotong demi sepotong. Habis sepotong, Aldo mengupaskan pisang Ambon lalu didekatkannya dengan penisnya yang mengacung. “Pilih pisang yang mana, Mbak ?” goda Aldo, “ayo ambil,” lanjutnya. Reni menggerakan tangannya hendak mengambil pisang namun Aldo menangkap pergelangannya dan memaksa Reni menggenggam penisnya. “Biar saya suap, Mbak pegang pisang saya saja,” katanya. “Tangannya lembut banget nih” kata Aldo. Jaelani tak mau kalah, ia menarik sebelah tangan Reni dan memaksanya menggenggam penisnya yang besar. Sementara Reni menghabiskan sedikit demi sedikit pisang yang disuapkan Aldo. Sepotong pisang itu akhirnya habis juga. Bibir Reni tampak belepotan. Bob yang sedang merokok kemudian mencium bibir Reni dengan bernafsu. Reni mengerang-erang dan akhirnya terbatuk-batuk saat Bob melepaskan ciumannya. “Sudah…uhukkk… sudah cukup,” kata Reni dengan nafas terengah-engah. “Eee ini masih banyak. Sekarang kita haus nih, Mbak harus temenin kita minum,” kata Bob. “Tapi gelasnya kurang ya?” sahut Jaelani sambil merenggangkan paha Reni. Reni meronta-ronta tetapi Aldo dan Bob memeganginya. Jaelani membuka sebotol bir lalu menumpahkan seluruh isinya ke tubuh telanjang Reni hingga basah. “Hmmm…ini baru maknyus namanya!” kata Bob sambil mendorong tubuh Reni hingga terbaring telentang di meja. Reni terisak-isak, ia merasakan dinginnya bir itu di sekujur tubuhnya, juga jilatan-jilatan lidah dan tangan-tangan para pria itu yang merangsang setiap titik di tubuhnya. Bob menyeruput bir yang tertumpah di vagina gadis itu hingga terdengar bunyi sruput yang rakus. “Cara baru minum bir, suegerr!!!” sahut Jaelani yang asyik menyeruput bir pada payudara istriku. Adegan selanjutnya tak urung membuatku kasihan pada Reni. Mereka membawanya ke halaman belakang dan memperkosanya di atas rumput secara beramai-ramai. Sperma mereka bercipratan bukan saja di dalam vagina Reni, tapi juga di tubuhnya. Begitu usai, mereka membaringkan Reni yang sudah tak sadarkan diri di atas sofa. Kulihat kondisi Reni sudah betul-betul berantakan, bekas-bekas cupangan terlihat di kulitnya yang putih terutama di payudara, leher dan pundaknya, sperma berceceran di hampir seluruh tubuhnya mulai dari vagina hingga wajahnya, rambut panjangnya pun tidak luput dari cipratan cairan kental itu. Kami mengangkut tubuh telanjang Reni ke kamar mandi dan membersihkannya dengan shower lalu memakaikan kembali pakaiannya. Reni masih belum sadar akibat perkosaan brutal tadi. Kami menaikkannya ke mobil dan kembali ke ibukota. Sampai di Jakarta, Reni mulai bangun, terdengar suara melenguh dari mulutnya. Matanya masih dalam keadaan tertutup karena aku tidak ingin dia melihatku. Bob mengancamnya agar tidak menceritakan kejadian hari ini pada siapapun kalau tidak ingin rekaman perkosaan tadi bocor dan mempermalukan dirinya dan keluarganya. Reni hanya bisa mengangguk dengan terisak-isak. Kami menurunkannya di depan rumah lalu aku segera tancap gas menjauhi rumahku. Aku tiba di rumah dan setelah memarkirkan mobil di garasi aku masuk ke rumah dan memanggil nama istriku, berpura-pura seolah tidak terjadi apapun. “Ren…Renn!!” aku mengeraskan suaraku karena tidak ada yang keluar ataupun membalas sahutanku “Renn…lu dimana!” panggilku lagi Cklik!” tiba-tiba kamar mandi lantai satu di sebelahku membuka, Reni keluar dari sana. “Iya Mas, sori saya sakit perut” katanya, “O ya mas, hari ini gak sempat masak, tadi di jalan pulang macet banget, jadi beli makanan di luar, saya panasin sekarang ya Mas” Kulihat matanya sembab, tapi ia berusaha tersenyum di depanku. Ketika makan malam ia lebih diam dari biasanya namun berusaha menanggapi obrolanku. Kupeluk pinggangnya yang ramping ketika ia sedang mencuci piring sehabis makan dan kubisikkan kata-kata mesra di telinganya. Biasanya aksi ini berlanjut hingga ke hubungan intim baik kilat maupun long time. Namun kali ini ia menepisnya. “Jangan Mas, jangan hari ini, saya cape, tolong ya…please!” katanya dengan tatapan memohon. Akupun mengerti karena tahu apa yang sebenarnya terjadi. Kupeluk dia dengan mesra dan kucium keningnya “I love you honey!” ucapku dekat telinganya “Sori banget Ren, lu emang istri yang baik, ga mau orang lain ikut cemas dan susah, gua janji ini ga akan terjadi lagi” kataku dalam hati sambil mempererat pelukanku.
Cerita Sex – setelah sebelumnya ada kisah Bersetubuh Dengan Tante ketika Om Tidak Dirumah, kini ada Ayah Mertua Memperkosa Menantu Yang Kesepian. selamat membaca dan menikmati sajian khusus bacaan terbaru cerita sex bergambar yang hot dan di jamin seru meningkatkan nafsu birahi seks ngentot. Perkenalkan namaku Lena umur 28 tahun dengan status telah bersuami. ciri singkat tubuhku montok, langsing dan bohay kata temen dengan ukuran payudara 36B. Kejadian ini sangat memalukan bila diceritakan lebih panjang lagi karna ternyata mertuaku menaruh rasa simpati terhadap ku semenjak pertama kali aku resmi menjadi menantunya. Ayah mertua ku yang telah lama hidup sendiri ditinggal istri membuat dia prustasi hingga melihat semua perempuan di sekitar tetangga kami namun bukan berarti dia gak mampu membeli gadis penjaja cinta di jalan justru dia takut akan penyakit kalamin. Nafsu sex buasnya tersalurkan dengan aku yang sebagai menantunya pengakuannya ternyata aku sangat mirif dengan istrinya dan terbukti aku melihat poto keluarga benar adanya muka kami sangat mirif hanya yang membedakan aku lebih tinggi dari mertua perempun ku. waktu itu suami pamit ke malaysia menyelesaikan tugas kantornya dan aku sempat dititipkan ke mertua agar menjaga dan memantauku selama aku ditinggal suami. kesempatan itu peluang besar bagi mertua walau aku sempat menolak dengan alasan dan meyakinkan kepercayaan suami.. bahwa aku akan baik baik semua terjadi begitu cepat seribu akal mertua agar aku tunduk pada kekuasaannya. Malam itu hujan sangat lebat petir bergema dimana mana membuat aku merinding dan ketakutan hingga aku menyuruh mertua ku menemaniku di rumah ku… dan rasa kesepian dan kejenuhan itu entah siapa yang memulai karna memang aku selalu dirayu dan digoda mertua hingga aku terbuai dan sangat menikmatinya. Singkat cerita aku pasrah dan hanyut dalam pelukan sang mertua yang gagah perkasa…aku dicium dan diremas kayaknya seperti mau diperkosa aku tak sadarkan diri pikiran melayang ke lagit tujuh lapis disaat semua itu terjadi tanpa sehelai benang yang menempel di badan kami aku pasrah tergeletak di karpet ruang tamu dibawah kekuasaan mertua bibir dilumat dengan buas hingga lama kelamaan aku membalas dan merintih. mertua ku merasa ada peluang dan kesempatan tidak menyia-nyiakan kan waktu secara cepat dan singkat batang kemaluannya menghujam liang kemaluan ku yang memang sudah basah karna lendir rangsangannya … seiring batang kemaluan mertua ku menghujam tak terkendalikan ..sss mertuaku mendengus panjang saat memacu sodokannya di kemaluanku hentakan hentakan yang keras hingga terasa menggesek kemaluaan ku yang paling dalam menyentuh dinding dinding rahim ku…terus..terus pak entot terus… puasin ana pak…aahhhgg…sssttt enak pak… hmmpp…kembali tubuhku bergetar mencapai orgasme ku yang begitu dahsatnya. kepalaku mendongak ke mertuaku tetap mempercepat goyangannya di kemaluannku semakin lama semakin gencar tanfa mengenal lelah…dalam hati aku memuji betapa perkasanya mertuaku ini jauh dari suami yang cuma lima menit sudah keok malah cuma mengotorin kemaluanku itu ketiduran tanfa perduli dengan perasaan ku. lain dengan mertua ku ini dia benar benar buas sudah dua kali aku klimaks sementara dia belum apa apa sampai kemaluan ku ngilu di buatnya. Aku yang sedikit bebas dalam kekuasaannya ikut memutar mutar pantat ku sebisa dilumatnya saling mendorong lidah kami berpangutan untuk mencapai kenikmatan lebih banyak. Mertuaku mencabut kemaluannya dalam jepitan kemaluanku dan mengangkat tubuhku ke dalam kamar tidur ku dari lantai ruang tamu dan dibaringkan nya posisi agak kesudut kedua paha ku lebar lebar aku sudah pasrah dibuatnya mertuaku kemaluan ku yang sudah basah oleh lendir2 kenikmatan secara berulang ulang dilapnya dengan sprei kembali ia menusukkan senjatanya ke dalam kemaluanku secara pelan..pelan berlahan namun pasti dikocoknya hingga terbenam dalam kehangatan liang kami yang sudah basah oleh keringat kembali menyatu dalam pergumulan yang lebih seru… bapak hebat..!!! bisik ku… ya nak akan kupuasin dirimu yang selalu di tinggal suami mu dinas luar…hmmm..ya pak.. puasin pak puasin menantu mu pak… bibir kami kembali berpangutan satu sama lain sampai aku kadang susah napas tapi nikmatnya gak ketulungan merasakan kemaluan mertua yang masih kokoh walaupun sudah satu jam mertua ku menghujamkan senjatanya secara mengesek menggosok dinding tonjolan urat urat dikening mertua ku semakin jelas karna semakin mendengus seperti anjing yang sudah lemas tak mampu lagi mengimbangi kerakan mertua ku. “UUUh..uuh..uh.. napasnya semakin bergemuruh terdengar di telinga semakin ketat melumat kedua tangannya menopang pantatku dan menggenjot kemaluanku dengan tusukan tusukan yang lebis tau sebentar lagi mertuaku akan menggerakkan pantat ku secara berputardengan sisa sisa tenaga yang aja setelah dia menggigit bibirku dan menghujamkan batang kemaluannya lebih dalam kedalam liang kemaluanku dan ccrrr..ccrooot ..crrot..cccrroooot… ada lima kali terasa ia menyemprotkan spermanya kedalam rahim masih bergerak beberapa saat seperti ambruk di atas perut yang kehabisan tenaga tak mampu bergerak lagi. kami tetap berpelukan menuntaskan sisa sisa kenikmatan yang baru kami raih bersama. Batang kemaluan pak mertua ku masih kencang tertancap di liang kami melebur jadi satu. Akhirnya kami tertidur pules sampai beberapa sadar setelah merasakan berat badan dan dengusan panasnya nafas di muka ku… hmmm… kulihat begitu rapatnya pandangan mertua di muka ku tatapannya sayu cerah penuh kemenangan… dan bibirnya tersungging menggerakkan badan ku secara berlahan ..rupanya mertua menangkap perasaan ku hingga dia sedikit menggangkat tubuhnya secara bertumpu di kedua tangan nya…kucium bibirnya dengan mesra tanfa sepatah suara.. batang kemaluannya masih terasa di dalam liang kemaluan ku masih keras dan berdenyut denyut memenuhi liang kemaluan ku. mandi dulu pak…!!! bisik ku lengket….kan? mertuaku perlahan mmencabut batang kemaluannya terasa nikmat ngilu..kupeluk tbuhnya erat erat.. kenapa.. katanya mau mandi? kok ditahan?… aku pandang mata mertuaku dengan sayu tanfa kembali kami berpacu sekali lagi sebelum mandi atas perpintaan ku mertua hanya sebetas memenuhi keinginan hasrat ku..terbukti setelah aku sampai puncak klimaks dia mencabut batang kemaluannya dan mengajak aku mandi di kamar mandi di dalam kamar ku.. tubuhku di sabuni nya dari atas sampai bawah kaki penuh dengan kasih sayang layaknya seperti orang tua dengan anaknya sendiri. Lalu kami makan bersama diruang makan sambil menonton TV dan saling berpelukan. sementara suami masih di luar negeri atas perintah bosnya selama dua minggu selama itu pula aku dipuaskan oleh mertua yang memang dari dulu menaruh perhatian dengan ku sejak aku pengantin baru. pernah kami tak tegur sapa atas kekurang ajarannya merayuku kala rumah ku sepi… aku selalu menolak dengan marah marah.. hingga mertua lebih nekat lagi menyusup kerumah ku tengah malam dengan berbekalkan kunci duplikat kejadiannya yang tak pernah aku duga dan tak pernah aku harapkan terjadi. sampai sekarang aku tak mau menemui mertua ku dengan sabar kurayu suami ku agar kami pindah tempat jauh dari kota dan penglihatan mertua. sekarang kami tinggal di malaysia setahun sekali pulang ke indonesia itu pun karna mertuaku yang pernah menanamkan benihnya di rahim ku. Tamat Ayah Mertua Memperkosa Menantu Yang Kesepian by – Cerita Dewasa, Cerita Seks Hot, Cerita Mesum, Cerita ngewe, Cerita Panas, Cerita Ngentot, Kisah Pengalaman Seks, Cerita Porno, Cerita Bokep indo. Navigasi pos
Sang Pakar – . Cerita Sex, Cerita Dewasa, Cerita HOT18+ Cerita Seks Perkosa Wanita Berjilbab Penuh Nafsu – Kisah ini bermula ketika aku sedang di kos bersama temanku melihat ibu kos berjilbab yang seksi dan binal sekali buat burungku ngaceng melihatnya, langsung saja kita simak.. kali menceritakan pengalaman sex dari kedua remaja ganteng dan kaya yang berniat memperkosa Ibu kos yang berjilbab yang mempunyai tubuh sexy, payudara besar dan pantat yang semok. Mau tahu kelanjutan ceritanya, Langsung aja yuk baca dan simak baik baik cerita dewasa ini. Ronal nama panggilanku, nama lengkap Ronal Alfauzi, di web dewasa ini aku akan menuliskan cerita sex mesumku yang bisa dibilang Freak, dan bahkan terkesan nekat. Aku memulai petualangan sexs-ku bertawal dari ketika aku mendapatkan teman yang bernama Ariel, dia adalah teman satu jurusanku yang bisa dibilang memiliki wajah tampan dan dan bertubuh proposional. Kalau dilihat secara fisik Ariel ini memang tipe laki-laki idaman para wanita. Ariel ini sangat berbeda sekali dengaku, kalu berbicara tentang fisik aku seorang laki-laki yang biasa-biasa saja, namun aku mempunyai kelebihan dalam hal life style. Aku tipe laki-laki yang selalu menjaga penampilan, aku bisa seperti itu karena orang tuaku cukup kaya. Sehingga untuk masalah life style, uang jajan, dan fasilitas kendaraan aku lebih unggul dari Roni. Walaupun kami berbeda, namun kami bersahabat baik, dari atar belakang kami maka jadilah kami duo playboy, hhe. Yang namanya Playboy/ player pastinya kami sering berganti-ganti pasangan, dan tentunya hampir semua mantan kami pernah kami setubuhi. Sampai pada suatu hari, kami-pun agak bosan dgn tipe cewek yang binal dan matre karean terlalu mudah untuk kami tiduri/setubuhi, pada akhrinya kamipun mencari pasangan yang mendaatkan pacar berhijab saat itu kami-pun tidak mendapatkan kesulitan, namun seiring berjalanya waktu gairah sex kami-pun timbul kembali. Yah, namanya lelaki pastinya ingin merasakan barang barunya, hhe, pada saat itu kami berdua mencoba untuk merayu dan mengajak pacar kami yang berhijab untuk bersetubuh, huh namun apa hasilnya ? Alhasil kami serempak diputuskan doleh pcar kami yang berhijab tadi, hha. Namun yasudahlah namanya juga wanita berhijab, pastilah mereka menjaga auratnya. Singkat cerita selang 2 minggu kami diputuskan oleh pacar kami, maka mu culah pemikiran untuk melakukan perkosaan kepada wanita berhijab, namun misi ini harus berakhir berakhir dgn kepuasan dari si korban agar kami tidak terjerat undang-undang asusila. Hemm Saat itu kami berfikir keras, apa bisa ya misi kami ini berhasil. Hari demi hari kami memikirkan rencana itu dgn serius, sampai pada akhirnya kamipun menemukan cara itu namun dgn syarat korban harus harus wanita yang kami kenal, kedua korban harus tidak perawan lagi, karena kehilangan keperawanan akan menimbulkan trauma pada korban dan yang ketiga, kami harus mempersiapkan peralatan yang lengkap. Peralatan itu seperti dari tali untuk mengikat korban, plester untuk menutup mulut, obat perangsang wanita, dan bahkan obat bius, hhe. Jauh-jauh hari kami sudah mempersiapkannya, pada akhirnya setelah kami merasa rencana kami sudah matang, maka kamipun melakukan seleksi korban, dan pada akhrinya kami menemukan calon korban itu. Sebut saja namanya IBu Lina, dia adalah wanita berhijab yang sudah dan memupyai 2 anak. Namun suaminya memiliki istri muda, jadi jika kami memilih Bu Lina sebagai calon korban adalah hal yang tepat, karena dimanapun tempatnya istri tua pasti jarang dibelai, hhe. Bu Lina ini mempunyai beberapa kamar kost yang di khusukan untuk kost putri Beliau jika kami tafsirkan usianya sekitar 36 tahun, walaupun Bu Lina ini berhijab namun dia Nampak sangat cantik dan menarik sekali. ibu Ini berhijab dgn ala masa kini, berhijab namun ketat, so wo man. Dari balik pakain hijabnya kami dapat melihat keindahan payudara dan pantatnya yang semok sekali. Cerita Dewasa Perkosa Wanita Berjilbab Hasil dari penafsiran kami, ukuran bra-nya jika dilihat dari balik pakaian hijabnya kira-kira berukuran 36B. Seperti kami bilang tadi korban harus mengenal kami, nah Bu Lina ini cukup mengenal kami karena memang kami sering main ke tempat kost Bu Lina untuk urusan mengencani anak kost yang tinggal dikost milik Bu Lina. Jika berbicara tentang wajah, wanita yang terbilang sudah matang ini sanagtlah pas dgn namanya, karena wajahnya dan tubuhnya sangat indah jika dipandang, apalagi kalau bisa dirasakan,hahahha. Tak jarang mata kami jelalatan ketika melihat pantat semoknya dan payudara yang tertutup oleh baju hijab ketatnya model masa kini. Sungguh egois sekali suami Bu Lina ini, sudah mempunyai istri cantik dan bohay seperti ini, masoh saja mencari istri muda, dan heranya Bu Lina kog bisa mau yah, entahlah. Suami Bu Lina ini memeberikan kompensasi kepada Bu Lina sebuah kost-kostan yang mEughhhasilkan rupiah yang cukup lumayan bahkan kalau saya hitung-hitung lebih dari cukup. Oh iya anak Bu Lina yang pertama berumur 15 tahun, dan anak yang kedua baru berusia 10 tahun, anak pertama SMP dan yang kedua baru sekolah SD. Singkat cerita pada hari itu dgn rencana yang matang dan peralatan yang lengkap di dalam tas ransel, kami-pun mendatangi kost milik Bu Lina pada sekitar pukul pagi. Pagi itu terlihat suasana kost sudah sepi, karena semua pEughhhuni kost sudah berangkat kuliah dan kedua anaknya juga sedang sekolah. Karena pada saat itu kami melihat kondisi kost kondusif, kemudian kami-pun langsung memasuki rumah Bu Lina yang letak rumahnya jadi satu dgn kost-nya, setelah masuk kamipun menyapa, Permisi Bu Lina, selamat pagi, ucap sapa ramah kami. Pada saat itu kebetulan sekali Bu Lina sedang bersih-bersih dan membereskan ruang tamunya. Terlihat saat itu Bu Lina memakai kaos lengan panjang yang cukup ketat untuk ukuran baju muslim, dibalik baju mjslim ketatnya terlihat montok sekali guest teteknya, wow gede dan kencang sekali kawan. Mendengar sapaan kami Bu Lina-pun menyambut kami, Eh ada Ariel dan Ronal, kok tumben kalian datangnya pagi-pagi sekali, emangnya pagi-pagi gini kaalian mau ngapelin siapa ? perasaan jam segini anak-anak pada kuliah deh, ucap Bu Lina. dgn senyum ramah dan manis Bu Lina-pun menyambut kami, Bener juga yah Bu, pantesan sepi banget ini kostnya. Terus kita mau ngapain yah bu kesini, padahal kami sudah bawa pizza nih buwat para cewek, hhe ucapku mulai memancing Bu Lina. Wah sayang banget dong Pizza-nya kalau gitu, kata Bu Lina sambil terus membereskan furniture di ruang tamunya. Pada saat itu posisi Bu Lina agak membelakangi kami sehingga pantat semok dibalik rok panjangnya terlihat bergerak-gerak yang membuat jantung kami semakin berebar-debar saja, lalu, Daripada mubazir, gimana Pizza-nya kita makan sama-sama aja Bu, mau nggak Bu ?, ajakku. Beneran nih, kalau kalian memaksa sih Ibu nggak bakalan nolak, hhe, ucapnya dgn candanya dgn renyah. Hemm Seandainya saja Bu Lina tahu maksud kedatangan kami, Yaudah Bu silahkan saja dimakan Bu, lagian kalau kami berdua yang makan pastilah tidak akan habis, hhe, sahut Ariel sembari membuka kardus pizza yang masih panas itu. Kemudian Bu Lina tanpa rasa sungkan-pun mulai nimbrung dgn kami dan bersama-sama dgn kami menikmati pizza yang lezat itu, Oh iya bu, kami kog lupa beli minuman yah Bu, ucapku. Udah kalian tenang aja, ngomong-ngo ngomong kalian mau minum apa?, ucap Bu Lina menawarkan minum pada kami. Eummm, apa yah, kalau boleh kami pinginya minum susu Murni Bu, hhe ucap Ariel memancing lagi. Wah, Susu murni kayanya ibu nggk punya deh, gimana kalau kopi aja ?, ucapnya menawarkan minuman lain dgn polosnya. Ternyata Bu Lina benar-benar tidak tahu maksud kami, padahal susu yang kami maksud adalag susu murni dari payudara Bu Irma, hha Saat itu kamu seakan sudah tak sabar ingin segera meremas payudara yang besar dan kencang itu, Wah, masa sih IBu Lina enggak punya susu ?, canda Ariel dgn melirik Payudara Bu Lina. Hemmm dasar kamu Rif, ngeres aja fikiranya Husss husss jangan gitu nggak baik !!!, kata Bu Lina ternyata mulai sadar kalau kami memandangi payudara-nya dgn penuh nafsu. Lanjutnya lagi, yasudah kalian tunggu sebentar yah, biar Ibu buwatkan kalian kopi, ucapnya mengalihkan pembicaraan. Seakan-alan Bu Lina mencoba untuk tidak meladeni candaan kami yang mulai menjurus dan berjalan ke dapur denga lenggokan pantatnya yang semok. Kami segera bangkit mengikuti Ibu montok itu. Tugas Ariel adalah memegang Bu Lina supaya dia tidak bisa berontak, sementara aku akan menutup hidung dan mulutnya dgn sapu tangan yang ada obat biusnya. Obat bius yang kami berikan kepada Bu Lina mempunyai dosis rendah, jadi jika digunakan hanya akan akan membuat korban sedikit lemas, tapi tetap sadar. Saat itu kami melihat Bu Lina sedang membuat racikan kopi di dapur. Pantatnya yang semok membelakangi kami dan dgn segera kami mengepungnya dari kanan dan kiri, Maaf Bu, kami maunya susu, boleh kan, pinta Ariel dgn pandangan yang semakin nakal ke arah payudara-nya. Iya Bu, kami minta baik-baik, sahutku beriringan. Bu Lina mulai nampak panik melihat wajah mesum kami. Gila kalian, seru Bu Lina mulai meninggi. Melihat cara baik-baik tampaknya gagal, Ariel dgn tubuh atletisnya itu segera mendekap Bu Lina dari belakang, Jangan ngelawan dong Bu, kata Ariel. Apa-apaan nih, kalian tidak waras yah !!!, ucap Bu Lina mencoba memberontak. Namun percuma saja Bu Lina berontak, karena Ariel lebih kuat daripada Bu Lina. Saat itu aku-pun segera bertindak cepat dgn sapu tangan yang ada obat biusnya, alhasil dalam sekejap Bu Lina terlihat langsung pusing dan lemas. Aku segera menutup mulutnya dgn kain, Beres bro, udah enggak bisa berontak nih, ayo bawa ke tempat tidur, ucap Ariel. Kami membopong tubuh semok Bu Lina yang lemas itu ke kamar tidurnya dan sebagai langkah awal, aku bertugas memangku Bu Lina dan Ariel bertugas memberikan foreplay buat Bu Lina. Wajah Bu Lina semakin pucat karena takut, dan terlihat air matanya meleleh dari matanya, Tenang Bu, kami berikan yang terbaik kok,so Bu Lina enjoy aja yah !!! bisikku di telinganya. Ariel dgn penuh percaya diri membuka baju dan celananya sehingga tubuh atletisnya hanya dibungkus celana kolor yang tak mampu menyembunyikan kebesaran kontol-nya. Bu Lina berusaha menendang Ariel dikala Arid akan menyingkap rok panjangnya, namun tenaganya sangat kecil bahkan nyaris tak ada. Cerita Seks Perkosa Wanita Berjilbab Kini kami menikmati pemandangan kedua paha Bu Lina yang montok, putih dan mulus, Keren coy ujar Ariel kagum pada pamandangan indah itu. Yoi aku membenarkan, terus ke atas dong, . Daftar , Main , Tarik Dana Ke Rekening Anda !! Sabarperlahan biar Bu Lina menikmati, kilah Ariel. Ariel membelai paha Bu Lina dgn lembut dan sekali-kali menciumnya sambil tangannya terus menyingkap rok panjang hingga terlihat daerah selangkangan dgn celana dalam warna hitam yang kontras dgn kulit putih pahanya, Wow, kayaknya lebat sekali nih bro kayak hutan belantara, hahaha, ucap Ariel seraya membelai rambut-rambut kewanitaan Bu Lina yang tumbuh melewati batas celana dalam. Bu Lina masih mencoba meronta, namun tetap tak bertenaga. Akhirnya ia hanya membuang muka dan memejamkan matanya. dgn nakal Ariel mulai menciumi selangkangan Bu Lina, suaranya berdecup keras, apalagi disaat ia mencium tepat di bagian memek Bu Lina yang masih tertutup celana dalam, Buka dong Rif celana dalamanya, udanh sangek banget nih gue !!, ucapku kepada Ariel. Ariel menuruti kemauanku. dgn perlahan ia memeloroti celana dalam hitam milik Bu Lina sehingga kini gundukan bukit kemaluannya tampak jelas dgn rambut liar yang menutupi keindahan liang senggama-nya, Tukan bener bro, gondrong jembut-nya ujar Ariel. Yah maklum jarang dipake Ron aku menimpali. Bener-bener nih yang punya barang kayak gini dianggurin, kalau gue yang punya pasti gue embat terus tiap hari, kata Ariel. dgn lembut dan profesional, Ariel menyibak rambut kemaluan Bu Lina sehingga ia menemukan bibir vagina yang merekah, Eh udah agak basah nih ujar Ariel. Wah dari tadi kan kami sudah bilang Bu, jangan ngelawan, pasti enak kok candaku. Bu Lina masih memalingkan wajahnya dan memejamkan matanya. Dia masih berupaya mengingkari bahwa ternyata dia terangsang oleh kami. Ariel memulai jurus-jurus foreplay dgn membasahi jarinya denga jelly pelumas dan kemudian membelai-belai labium mayora Bu Lina, dan tentu saja tak ketinggalan Itil-nya. Saat itu pada bagian Itil, Ariel dgn penuh nafsu menjulurkan lidahnya dan memainkannya Tubuh Bu Lina sontak terasa menggeliat, Tuh kan, enak kan Bu ucapku. Melihat reaksi Bu Lina yang menggelinjang, Ariel semakin terbakar nafsu, ia melumat habis kemaluan Bu Lina dgn mulut dan lidahnya. Aku yang melihat juga semakin berahi. Tubuh Bu Lina semakin terasa menggelinjang, dan lambat laun wajahnya tak lagi berpaling. Ia mulai menatap Ariel yang tengah mengerjai kemaluannya yang sudah lama nganggur itu. Menurutku mungkin baru pertama kali dia dioral seperti itu. Ariel memang dahsyat, lidahnya menjalar-jalar dari perbatasan anus dan vagina hingga ujung Itil dan sekali-kali ia mengulum Itil Bu Lina. Wanita mana yang bisa tahan kalau Itil-nya dikulum seperti itu. Mata Bu Lina yang tadi basah oleh air mata kini menatap penuh harap pada Ariel. Ibu mau saya buka tutup mulutnya enggak? Tapi jangan teriak ya aku menawari Bu Lina dan wanita itu terlihat mengangguk. Aku pun membuka kain penutup mulutnya. Kalian gila, seru Bu Lina. Tapi intonasinya sudah berbeda dgn seruan pada awal sebelumnya. Kini ia seperti meracau antara kalut dan nikmat, Eughhh Oughhh , Bu Lina semakin tak malu mengeluarkan lenguhan erotisnya disaat Ariel memainkan jarinya di dalam liang kewanitaanya. Aku yang dari tadi Cuma jadi penonton mulai beraksi. dgn lihai tanganku menarik kaos Bu Lina hingga payudara-nya yang terbungkus BH hitam menunjukkan kebesarannya, Buset, gede banget coy, ini mah semangka namanya, seruku takjub. Payudara Bu Lina memang besar dan tampak masih kencang. dgn tak sabar aku mencopot pengait BH-nya sehingga buah besar yang montok itu menggelantung menantang. Aku segera meremas-remas dan memilin puting susunya yang juga besar itu, Eughhh kalian memang kurang ajar racau Bu Lina yang semakin terbakar birahi. Terlihat pada saat itu wajah manisnya sudah terlihat mesum dan tak ada lagi air mata yang mengalir bahkan mulutnya setengah terbuka seakan minta dicium. Akupun menyosornya dan ternyata memang benar, wanita berjilbab putih itu membalas ciumanku. Akupun melumat bibirnya yang seksi itu sambil terus meremas-remas payudara-nya. Sementara di bawah, Ariel terus bergerilya. Dan hasilnya tentu saja satu kosong, Bu Lina tak mampu lagi menahan orgasme-nya, Eughhh gila Ssssshhhh Aughhhhh, tubuhnya mengelinjang hebat. Pengaruh obat bius sudah semakin berkurang sehingga gelinjangannya semakin terasa. Ibu dua anak itu melenguh cukup keras dan panjang tatkana orgasme menjemputnya. Wajah Ariel terjepit dua paha mulusnya sementara bibirku nyaris tergigit oleh bibir Ibu montok yang sedang meraih kenikmatan duniawi itu, Wow asyik kan Bu seruku. Kini giliran kami ya Bu ujar Ariel tak sabar. Kini Ariel mulai melucuti celana dalamya dan dgn segera menempelkan ujung kontol-nya di bibir kewanitaan Bu Lina, Eh pake kondom dong Rif seruku. Buset hampir lupa gua, ucapnya. Kemudian Ariel mengurungkan niatnya untuk mEughhhunjamkan kontol-nya dan segera mencari kondom di dalam tas dan kemudian memakainya. Setelah terbungkus kondom batang kejantanan-nya, kini dia-pun segera menempelkan kontol-nya kembali ke bibir kemaluan Bu Lina yang montok dan perlahan-lahan memasukinya. Aku melihat wajah Bu Lina semakin mesum saja. Aku menciumnya lagi dan ia juga membalasnya. Ronde kedua dimulai. Aku berciuman dgn Bu Lina sambil terus meremas-remas toketnya yang montok, sementara Ariel asyik menggenjot memek-nya. Sampai akhirnya terdengar lenguhan Ariel tanda dia melepas orgasme-nya, Hmm istirahat dulu ya bu ajakku membaringkn tubuh Bu Lina di atas tempat tidur. Tubuh montok itu masih terbungkus rok panjang dan kaos yang tersingkap, bahkan jilbabnya masih dikenakannya. Aku mengambil botol aqua dari dalam tas dan menyodorkannya pada Bu Lina. Dia menerima dan mengguk airnya, Sementara aku merobek tissue vagina yang juga sudah kusiapkan, pokoknya lengkap peralatan kami guest. Aku bersihkan memek-nya dgn tissue yang harum itu sehingga tak ada lagi bekas-bekas penjajahan Ariel. Setelah aku rasa cukup bersih kini giliranku memberikan oral seks pada Bu Lina. Wanita itu mulai terangsang lagi. Kini ia semakin tak malu-malu. Tanggannya membelai-belai rambutku dan sekali-kali menariknya disaat dia merasa terangsang hebat. Aku semakin kalap dan melahap vagina ibu beranak dua itu. Sampai akhirnya aku rasa sudah cukup waktunya untuk melakukan penetrasi, Bu kita ML pakai gaya doggy style yah !!!, pintaku. Gaya Apaan tuh?, tanya lugu. Itu loh bu, jadi ibu nungging, terus ibu di entot dari belakang, ucap Ariel menjelaskan ketika dia beristirahat setalah mendapatkan orgasme-nya. Bu Lina menurut, dia kemudian bangkit dari tempat tidur, turun ke lantai dan menungging di tepi tempat tidur. Wow pantat semoknya membuat aku semakin tak sabar menikmati permainan inti. Aku pun menempelkan selangkanganku di pantatnya, empuk sekali. dgn tak sabar aku menyodokkan kontol yang sudah berbalut kondom ke dalam memek-nya. Agak mudah memang, maklum habis dipakai Ariel, namun tetap nikmat. Aku menggenjotnya dgn irama perlahan seakan membelai dinding-dinding memek-nya. Bu Lina tampaknya sangat menikmati permainanku. Pantat semoknya bergoyang-goyang mengikuti irama sodokanku. Sampai akhir aku merasa otot memek-nya mulai mengeras tanda dia sudah hampir orgasme. Aku mempercepat tempo permainan dan akhirnya kami bisa meraih orgasme bersama-sama. Bu Lina menggelepar di atas tempat tidur. Diaa pasti tak habis pikir, dalam hidupnya dia bisa merasakan di gilir seperti ini. Biasanya suaminya yang menggilir dia dan istri mudanya, kini dia yang merasakan dua kontol sekaligus dari 2 lelaki muda perkasa,hhe Bu, ibu enggak marah kan?, tanyaku. Bu Lina tak menjawab, namun saat itu dia menatap kami dgn wajah penuh terima kasih, Kalian kalian kurang ajar, serunya. Tapi enak kan Bu, canda Ariel yang sudah berpakaian kembali. Iya sih, Enak banget, ucap Bu Lina dgn senyum puas. hhe.. berarti lain kali boleh dong kita dateng lagi Bu ?, tanyaku. Dasar kalian pemuda gila, bener-bener maniak sexs kalian yah, ucap Bu Lina. Dari nada biacaranya tadi, terdengar jelas bahwa dia mau jika kami setubuhi lagi. Setelah berkata seperti itu Bu Lina-pun berjalan menuju kamar mandi untuk membersikah diri dari. Singkat cerita setelah 1minggu kemudian, kami datang lagi ke rumahnya, dan Bu Lina sudah siap untuk kami setubuhi lagi. Setelah kejadian itu justru Bu Lina yang terlebih dahulu menghubungi kami, baik lewat telefon maupun sms untuk meminta jatah kepada kami Dasar ibu-ibu berhijab 2 anak doyan sex, hha. Selesai. Itulah Kumpulan Cerita Seks Perkosa Wanita Berjilbab Penuh Nafsu yang sangat birahi, semoga dengan artikel ini kalian semua bisa menabah wawasan libido meningkat dengan pasangan suami istri masing-masing. Woyoo,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,
Cerita sex terbaru – setelah sebelumnya ada cerita Karena Kesal Akhirnya Kutiduri Adikku, kini ada cerita seks bergambar Cerpen Sex Pemerkosaan Sekretaris Cantik. selamat membaca. Cerita Sex Pemerkosaan – Fabiola, yang biasa dipanggil Febby, seorang wanita cantik berusia 25 tahun. Febby bekerja disalah satu perusahaan pariwisata yang cukup terkenal sebagai sekretaris. Tubuh Febby cukup sintal dan berisi, didukung dengan sepasang gunung kembar berukuran 36B serta wajah yang cantik, membuat setiap pria pasti meliriknya, setiap kali ia berjalan. Seperti biasa setiap hari Febby pergi ke kantornya di bilangan Roxi Mas, yang tanpa disadarinya ia dibuntuti sekelompok pemuda iseng yang hendak menculiknya. Sudah beberapa hari para pemuda itu mempelajari kebiasaan Febby pergi dan pulang kantor. Dan hari itu mereka sudah menyusun rencana yang matang untuk menculiknya. Tiba-tiba dijalan yang sepi taksi yang ditumpangi Febby dicegat secara tiba-tiba, dan sambil mengancam sopir taksinya, mereka langsung menyeret Febby masuk kedalam mobil mereka, dan tancap gas keras-keras, hingga akhirnya mobil mereka larikan kearah pinggir kota, dimana teman-teman mereka yang lain sudah menunggu disebuah rumah yang sudah dipersiapkan untuk mengerjai’ Febby. Didalam mobil Febby diapit oleh dua orang pemuda berkulit hitam, sedangkan yang dua lagi duduk dikursi depan. Febby sudah gemetaran karena takut, dan benar-benar tidak berdaya ketika dua orang yang mengapitnya memegang-megang tubuhnya yang sintal dan putih itu. Dua pasang tangan hitam bergentayangan disekujur tubuhnya, yang kebetulan pada hati itu Febby mengenakan rok lebar sebatas lutut, dengan atasan blouse putih krem yang agak tipis, hingga bra Wacoal hitam yang dikenakannya lumayan terlihat jelas dari balik blouse tersebut. Dengan leluasa disepanjang jalan tangan-tangan jahil tertersebut bergentayangan dibalik rok Febby sambil meremas-remas paha putih mulus tersebut, hingga akhirnya mereka tiba dirumah tersebut, dan mobil langsung dimasukkan kedalam garasi dan rolling doorpun langsung ditutup rapat-rapat. Febby yang sudah terikat tangan dan kakinya, serta mulut tersumpal dan mata ditutup saputangan digendong masuk kedalam ruang tamu, dan didudukkan disofa yang cukup lebar. Ikatan tangan, kaki, mulut dan mata Febby dibuka, dan alangkah terkejutnya ia sekitar tiga puluh pemuda yang hanya memakai cawat memandanginya dengan penuh nafsu seks. Tanpa menunggu lebih lama lagi, Febby pun mulai dikerjai oleh mereka. Febby yang sudah tidak berdaya itu hanya bisa duduk bersandar di sofa dengan lemas ketika salah seorang lelaki mulai membuka kancing blouse-nya satu persatu hingga blouse putih tersebut dicopot dari tubuh sintalnya itu. Beberapa orang lagi berusaha membuka rok merah Febby hingga Febby pun akhirnya hanya memakai bra hitam serta celana dalam nylon berwarna hijau muda, dan membuat dirinya terlihat makin menggairahkan, dan spontan saja para pemuda berandal tersebut langsung terlihat ereksi dengan kerasnya. Celana dalam Febby pun langsung buru-buru dilepas dan menjadi rebutan untuk mereka. Febby dipaksa duduk dengan mengangkang lebar-lebar, hingga vagina-nya yang ditumbuhi rambut-rambut halus itu terlihat dengan jelas, dan mereka pun bergantian menjilati serta menghisap-hisap bibir vagina Febby dengan nafsunya. Kepala mereka terlihat tenggelam diantara kedua pangkal paha Febby, sementara yang lainnya bergantian meremas-remas kedua gunung kembar Febby yang montok itu. Kop BH Febby diturunkan ke bawah hingga kedua gunung kembarnya muncul bergelayutan dengan indahnya, dan menjadi bulan-bulanan pemuas nafsu untuk mereka. Tidak puas dengan hanya meremas-remas saja, beberapa orang mulai mencoba untuk mengisap-ngisap puting susu gunung kembar Febby yang ranum itu, hingga akhirnya Febby pun dipaksa oral seks untuk mereka. Bergantian mereka memaksa Febby untuk mengulum-ngulum batang penis mereka keluar masuk mulutnya. Kepala Febby dipegangi dari arah belakang hingga tidak bisa bergerak, sementara itu yang lain bergantian mengeluar-masukkan batang penis mereka dimulut Febby yang seksi itu hingga mentok kepangkal paha mereka. Batang penis yang rata-rata panjangnya 17 senti itu terlihat masuk semua kedalam mulut Febby, hingga mencapai kerongkongannya. Tak ketinggalan Febby pun dipaksa untuk mencicipi’ buah zakar mereka secara bergantian. Sepasang buah sakar tampak terlihat dikulum Febby hingga masuk semua kedalam mulutnya yang mungil itu. Wajah Febby yang cantik itu bergantian ditekan-tekan diselangkangan para pemuda berandal tersebut hingga buah sakar mereka masuk semua kedalam mulutnya. Setelah puas dengan acara pemanasan’ tersebut Febby pun dipaksa tiduran diatas kanvas diruang tamu tersebut dan dengan paha yang mengangkang lebar, batang penispun mulai keluar masuk vagina Febby yang masih rapat’ itu, mereka dengan tidak sabarnya bergantian menjajal vagina Febby dengan batang penis mereka yang rata-rata panjang dan besar itu. Bagi yang belum kebagian jatah terpaksa memainkan-mainkan penisnya diwajah dan mulut Febby. Beberapa orang dengan nafsunya memukul-mukulkan batang penisnya di wajah Febby sambil mendesah-desah dengan nafsu. Bosan dengan gaya tiduran, Febby dipaksa duduk di sofa lagi dengan paha mengangkang lebar dan kembali di embat’ bergantian, sementara bibir Febby tetap sibuk dipaksa mengulum batang penis yang tampak mengkilat karena air liur Febby yang menempel di batang penis tersebut. Sementara para pemuda yang mendapat giliran mengocok vagina Febby tampak sangat bersemangat sekali hingga bunyi batang penis yang keluar masuk vagina Febby terdengar sangat jelas. Hampir dua jam sudah Febby “dikerjain” dengan intensif oleh puluhan pemuda tersebut, hingga akhirnya satu persatu mulai berejakulasi. Tiga puluh pemuda mengantri Febby untuk berejakulasi diwajah Febby yang cantik itu. Dimulai oleh empat orang berdiri mengelilingi Febby dengan batang penis menempel disekitar wajah Febby yang cantik. Sementara seorang lagi mengocok vagina Febby dengan nafsunya, hingga akhirnya ia tak tahan lagi dan mencabut batang penisnya dari vagina Febby, dan.. croott.. croott.. croott!! air mani muncrat mengenai sekujur wajah Febby, melihat hal tersebut yang lain pun tak mau ketinggalan dan bergantian mengocok-ngocok batang penisnya cepat-cepat diwajah dan mulut Febby, hingga berakhir dengan semprotan air mani diwajahnya. Bahkan tak sedikit mengeluarkan airmani nya didalam mulut Febby, lalu memaksa Febby untuk menelannya. Sekitar dua puluh menit, wajah Febby dihujani air mani’ yang kental itu, hingga Febby terlihat basah kuyub oleh sperma mulai dari rambut hingga gunung kembarnya terlihat mengkilat oleh basahnya sperma puluhan pemuda berandal tersebut. Jam menunjukkan pukul jam satu siang, dan Febby pun baru selesai dikerjain’ oleh mereka, dan terlihat lemas tak berdaya dengan muka yang masih belepotan sperma. Tiga orang pemuda membawa Febby kedalam kamar mandi yang terlihat sangat mewah, dan memandikan Febby dengan air hangat serta sabun cair yang sangat wangi. Febby disuruh tiduran sambil direndam air hangat, sementara ketiga pemuda tersebut bergantian menyabuni tubuh Febby yang putih sintal itu dengan bernafsu, sambil sesekali meremas-remas selangkangan dan gunung kembar Febby yang terasa licin oleh sabun tersebut. Hingga akhirnya ketiga pemuda tersebut sudah tidak tahan lagi dan Febby pun diperkosa lagi didalam kamar mandi itu. Mereka mengeluarkan Febby dari bak rendam, dan dibawah pancuran air hangat Febby dipaksa nungging, dan dua pemuda bergantian menyetubuhi Febby dari arah belakang, sedangkan yang satunya mengeluarmasukkan batang penisnya di mulut Febby, sambil memegangi rambut Febby hingga kepala Febby tidak dapat bergerak. Setengah jam sudah Febby diobok-obok’ didalam kamar mandi, dan diakhiri dengan meyemprotkan air mani masing-masing didalam mulut Febby, dan tiga porsi air mani itu dalam sekejap sudah pindah kedalam mulut Febby, dan sisa-sisa sperma masih terlihat berceceran disekitar wajah Febby yang putih itu. Selesai dimandikan, Febby kembali didandani hingga terlihat sangat cantik. Bra hitamnya yang berukuran 36B itu kembali dipasangkan. Celana dalam nylon Febby sudah raib jadi rebutan, hingga vagina Febby dibiarkan terlihat, sementara beberapa pemuda berandal itu sibuk menjepretkan kamera digitalnya kearah Febby. Febby dipaksa berpose dengan berbagai gaya yang sensual, mulai dari adegan membuka bra nya sendiri hingga duduk mengangkang sambil memasukkan batangan ketimun kedalam vaginanya. Puas mengambil berbagai pose Febby, seorang pemuda mengambil dua gelas minuman dari dalam kulkas dan sepotong hamburger untuk Febby. Dan betapa terkejutnya Febby ketika tahu bahwa dua gelas minuman tersebut adalah sperma yang sudah disimpan berhari-hari di dalam kulkas. Seorang pemuda lagi mengambil suntikan besar tanpa jarum. Febby dipaksa membuka mulut lebar-lebar, sementara salah seorang menyedot sperma dalam gelas tersebut dengan suntikan besar itu, kemudian menyuntikkannya kedalam mulut Febby, hingga tertelan langsung kedalam tenggorokkannya. Mereka dengan brutalnya bergantian menyuntikkan air mani basi’ itu ke mulut Febby hingga habis satu gelas penuh. Masih sisa satu gelas lagi, dan hamburger untuk Febby pun diolesi penuh dengan sperma tersebut, dan Febby pun dipaksa makan hingga habis. Sisa sperma sebanyak setengah gelas terpaksa disedot Febby dengan sedotan hingga tandas tak bersisa. Selesai memberi makan’ Febby, mereka kembali mengantri Febby. Namun kali ini Febby tidak disetubuhi, mereka hanya memaksa Febby mengulum-ngulum batang penis mereka dimulut Febby, serta mengocok-ngocoknya dengan kedua tangan Febby yang lentik itu. Tiga puluh batang penis kembali bergantian dikulum-kulum Febby, sementara yang lainnya memaksa Febby menggenggam batang penisnya dengan kedua tangannya, yang lainnya lagi sibuk memain-mainkan alat kelaminnya diwajah dan rambut Febby. Hingga akhirnya Febby kembali dihujani puluhan porsi sperma segar di wajah dan mulutnya. Pertama kali sperma muncrat dari lubang penis tepat didepan wajah Febby hingga tepat mengenai dahi hingga bibir Febby, yang lainnya pun ikut menyusul hingga puluhan semprotan sperma berhamburan diseluruh wajah Febby yang cantik itu. Sementara itu dua orang pemuda dari kiri dan kanan Febby menyendoki air mani yang bertetesan di wajah Febby, lalu menyuapinya hingga mereka puas. End by – Cerita Dewasa, Cerita Seks Hot, Cerita Mesum, Cerita Panas Indonesia, Cerita Ngentot, Kisah Pengalaman Seks, Cerita Porno.
cerita dewasa di perkosa